Anda di halaman 1dari 8

REKAYASA KEBUTUHAN SISTEM DASHBOARD JADWAL

DOSEN JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

Disusun oleh:
Kelompok
Hanif Fachrudin 201410370311208
Muhammad Riadi 201410370311066
Muhammad Tarmudin 201410370311276
Muhammad Fariz 201210370311026
Febiarty W.S 201310370311054
Kiki Ratna S 201310370311102

TEKNIK INFORMATIKA
JURUSAN TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017
1. Seleksi Kebutuhan, bandingkan 3 teknik
 Metode Kano
Dalam merencanakan suatu produk atau layanan, kita dapat membuat suatu daftar
kebutuhan yang dapat membuat produk atau layanan tersebut sebisanya
memuaskan calon pelanggan (customer). Menemui secara langsung pelanggan
yang sudah ada atau mereka yang berpotensi untuk menjadi pelanggan, adalah cara
yang baik untuk memperoleh masukan tentang hal apa saja yang harus ada di dalam
daftar keperluan dari pelanggan yang potensial tadi. Untuk mengetahuinya, kita
harus melakukan penyelidikan terhadap setiap daftar kebutuhan yang dibuat
sedetail mungkin untuk lebih memahami persyaratan apa yang benar-benar perlu
ada dalam produk atau layanan akhir. Salah satu metode yang dapat digunakan
untuk menganalisis tersebut adalah metode kano yang ditemukan oleh Propesor
Noriaki kano dari Tokyo Rika University. Metode Kano membedakan antara tiga
tipe dari persyaratan produk yang
mempengaruhi kepuasan pelanggan terlihat pada gambar 1, yaitu: 1. Persyaratan
yang Bersifat Must-Be (Harus Ada) Persyaratan yang bersifat must-be adalah
kriteria dasar dari suatu produk. Pemenuhannya hanya akan mencapai pernyataan
“tidak mengecewakan”. Persyaratan ini dalam beberapa kasus justru menentukan
faktor kompetitif, dimana pelanggan menjadi tidak tertarik akan produk tersebut
jika persyaratan ini tidak dipenuhi. Jika persyaratan ini tidak dipenuhi, pelanggan
akan sangat kecewa. Tapi di sisi lain, saat pelanggan memerlukan kebutuhan ini
untuk kesenangannya, ternyata pemenuhan persyaratan ini tidak menaikkan
kepuasan mereka. 2. Persyaratan yang Bersifat OneDimensional (Satu Dimensi)
Karena menghargai persyaratan ini, kepuasan pelanggan pada tingkatan
pemenuhannya bersifat proporsional. Artinya, semakin tinggi tingkat
pemenuhannya, maka kepuasan pelanggan pun akan semakin tinggi, begitu pula
sebaliknya, semakin rendah pemenuhannya maka kepuasan pun akan semakin
menurun. Persyaratan onedimensional ini biasanya secara eksplisit diminta oleh
pelanggan. 3. Persyaratan yang Bersifat Attractive (Menarik) Persyaratan ini
adalah kriteria produk yang memiliki pengaruh yang besar pada bagaimana produk
tersebut dapat memuaskan pelanggan. Persyaratan attractive tidak diungkapkan
secara
Kepuasan Pelanggan

Persyaratan Attractive Persyaratan One-dimensional


- Diucapkan
- Tidak dinyatakan
- Terdefinisi
- Dikhususkan oleh pelanggan
- Terukur
- Membuat senang
- Bersifat Teknis
Kebutuhan tidak Kebutuhan
Dipenuhi Dipenuhi

Persyaratan M ust-be
- Tersirat
- Menjelaskan diri
- Tidak dinyatakan
- Jelas

Kekecewaan Pelanggan

Metode Kano Kebutuhan Metode


Melihat Halaman Awal Observasi
Mengakses jadwal dosen Obeservasi
informatika
Must-be Melihat jadwal kuliah Wawancara
Melihat jadwal pengganti Wawancara
Melihat pengumuman Wawancara
Melihat info tugas kuliah
Melihat Halaman Awal Obeservasi
Mengakses jadwal dosen Obeservasi
informatika
One-dimensional Melihat jadwal kuliah Obeservasi
Melihat jadwal pengganti Obeservasi
Melihat pengumuman Obeservasi
Melihat info tugas kuliah Obeservasi
Obeservasi Obeservasi
Obeservasi Obeservasi
Obeservasi Obeservasi
Attractive
Obeservasi Obeservasi
Obeservasi Obeservasi
Obeservasi Obeservasi
Obeservasi

 Metode Agile
Prinsip dari teknik agile adalah mengadopsi dokumentasi seminimal mungkin untuk
mengekspresikan kebutuhan (requirement) dalam bahasa yang natural dalam setiap
sesi Sprint. Selanjutnya, tantangan dalam elisitasi dari kebutuhan non-fungsional
dilakukan dengan mendorong partisipasi maksimum dari stakeholders dalam sesi
Sprint.
a. Pre-Sprint
Pada sesi Pre-Sprint, analyst mula-mula akan memeriksa dokumen-dokumen
perusahaan, seperti “Interview Transcripts”, “Objectives of Enterprises”,
“Corporate Policies”, “Corporate Vision”, “Mission Statement of the Enterprise”,
dan “Work Flow Diagrams”. Berdasarkan pemeriksaan terhadap
dokumen-dokumen tersebut, analis kemudian akan menyiapkan initial list dari goal
yang akan dicapai dari proses elisitasi yang dilakukan.
Setelah initial goals tersebut telah siap, para stakeholders akan diundang dalam
proses PreSprint. Pada proses ini, jumlah stakeholders yang
berpartisipasi dan jumlah initial goal akan dihitung.
Para stakeholders kemudian akan diberikan initial goals tersebut dan diminta
untuk memberikan nilai prioritas untuk setiap goals serta alasannya dalam
sebuah Activity Card Compiler. Acitivity Card Compiler tersebut kemudian diolah
dan menghasilkan First Compilation Table, yang menggambarkan initial
goals yang telah diberikan nilai prioritasnya oleh setiap stakeholder.
b. Sprint
Setelah First Compilation Table terbentuk, maka dapat dilakukan Sprint Activity
yang terbagi menjadi 4 buah bagian, yaitu Develop, Wrap, Review, dan Adjust.
Pada tahap Develop, stakeholder akan mengambil goal pada urutan pertama
yang mereka pilih dari initial goalsi. Setelah itu, mereka diminta untuk menentukan
sub-goal dan agent yang terlibat. Goal dan Agent meurpakan kunci utama dalam
model ini. Agent dalam hal ini dapat berupa manusia, input/output devices,
komponen perangkat lunak, dan sebagainya.
Pada tahap Wrap, sub-goal yang telah ditentukan pada tahap sebelumnya akan
dihubungkan dengan predesesornya. Tahap ini akan dimasukan dalam Activity
Card Compiler.
Kemudian pada tahap Review, setap Acitivity Card yang telah dikompilasi akan
didiskusikan oleh seluruh anggota dengan cara menunjukan jumlah dan deskripsi
dari sub-goal yang berhasil dielisitasi. Analyst kemudian akan memasukan seluruh
informasi tersebut ke dalam program Acitivity Card Compiler.
Selanjutnya. Pada tahap Adjust, seluruh hasil pada tahap Review akan dideliver ke
Activity Card masing-masing stakeholder. Kemudian, isi dari Activity Card seluruh
stakeholder menjadi sama sesuai dengan hasil yang telah dicapai sejauh ini.
Tahap Sprint ini akan terus berulang sampai tidak ada lagi sub-goal baru lagi yang
ingin dicapai.
c. Post-Sprint
Proses elisitasi telah berakhir. Pada tahap ini, tim Requirement Engineer akan
mendokumentasikan hasil goal dan sub-sub goalnya yang telah dielisitasi dengan
menggunakan prosedur yang telah disepakati.
Metode Agile Kebutuhan Metode
Pre-Sprint Melihat Halaman Awal Observasi
Mengakses jadwal dosen Obeservasi
Sprint
informatika
Melihat jadwal kuliah Obeservasi
Melihat jadwal pengganti Obeservasi
Post-Sprint
Melihat pengumuman Obeservasi
Melihat info tugas kuliah Obeservasi

 Metode Scrum

Scrum bukanlah sebagai sebuah teknik untuk membuat produk, melainkan sebuah
kerangka kerja dimana didalamnya kita dapat memasukkan berbagai proses dan teknik.
Scrum akan menunjukkan hasil dari praktik pengelolaan dan pengembangan produk
sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih baik.

Schwaber, et al (2011) mendefinisikan kerangka kerja dari Scrum yang terdiri dari tim
Scrum dan peran-peran yang diperlukan, acara (event), artefak (artifact), dan aturan main.
Aturan main dari Scrum mengikat acara, peran, dan artefak, serta menggambarkan
hubungan dan interaksi antara satu komponen dengan yang lainnya.
Scrum Alliance mendefiniskan komponen-komponen yang terdapat pada Scrum adalah
sebagai berikut:
1. Peranan :
a. Product owner : bertanggung jawab terhadap nilai bisnis dari sebuah produk.
b. ScrumMaster : memastikan tim yang dapat bekerja secara fungsional dan produktif.
c. Tim : self-organize untuk menyelesaikan pekerjaan.
2. Acara :
a. Sprint planning : tim bertemu dengan Product owner untuk memilih pekerjaan yang
akan diselesaikan selama Sprint.
b. Daily Scrum : tim bertemu setiap harinya untuk berbagi progress.
c. Sprint review : tim mendemonstrasikan apa yang telah diselesaikan selama Sprint
kepada Product owner.
d. Sprint retrospective : tim mencari cara untuk meningkatkan produk dan proses.
3. Artefak :
a. Product backlog : daftar prioritas dari proyek yang diinginkan.
b. Sprint backlog : kumpulan pekerjaan yang disetujui oleh tim untuk diselesaikan
dalam satu Sprint, dipecah menjadi beberapa task.
c. Burndown chart : tampilan sekilas terhadap pekerjaan yang tersisa.
Scrum Alliance juga memberikan gambaran singkat tentang proses yang terjadi di dalam
Scrum seperti diperlihatkan pada gambar berikut :

Gambar 2. Alur kerja Scrum

Product
SCRUM owner ScrumMaster developmen tim
Memastikan konsistensi
Praktik SCRUM C R C
Memberikan Visi, Tujuan &
Konteks untuk produk
R/A I I
Prioritaskan dan kelola
Backlog R/A C C
Pastikan SCRUM
Praktek yang digunakan C F/A R
Buat, Terapkan dan perbaiki
Definisi Selesai C F R
Buat, Terapkan dan perbaiki
Definisi Siap C F R
Setujui Kisah Pengguna
(Cerita memenuhi definisi
selesai) R/A F C
Tentukan Soal Pendekatan/
pengali kebutuhan C F R

R - Bertanggung jawab - Inilah orang-orang yang bertanggung jawab untuk melakukan


pekerjaan itu

A - Akuntabel - Ini adalah orang yang bertanggung jawab atas hasil dan pengambil
keputusan

C - Konsultan - Orang-orang ini berkontribusi pada keputusan yang dibuat (masukan


mereka mungkin atau mungkin tidak disetujui)

I - Informasi - Orang-orang ini diberi tahu tentang sebuah keputusan namun tidak
mendapat masukan

F - Fasilitator - Orang-orang ini membantu memfasilitasi komunikasi dan informasi di


seluruh tim.

2. Matriks
3. Teknik Studi Kelayakan
1) dari manajer proyek, beberapa profesionalis sistem, dan minimal satu orang
perwakilan user.
a. Teknisi : menunjukkan apakah sistem yang diusulkan dapat dikembangkan
dengan teknologi yang ada atau dengan teknologi yang baru.
b. Oprasional : menunjukkan apakah prosedur dan keterampilan personalia yang ada
cukup untuk mengoperasikan sistem yang diusulkan atau apakah prosedur dan
keterampilan tambahan akan diberikan.
c. Ekonomi : menunjukkan apakah dana yang memadai tersedia untuk mendukung
biaya dari sistem yang diusulkan
d. Hukum :. menunjukkan apakah ada konflik antara sistem yang sedang
direncanakan tersebut dengan hukum yang ada.
2) Faktor Strategik PDM menentukan potensi sistem untuk
menambah dan meningkatkan nilai sistem informasi selalu berpotensi menjadi sumber
berharga bagi suatu organisasi. Hal-hal yang dilakukan oleh perancang sistem
informasi adalah:
a. Productivity: Produktivitas diukur dari biaya produksi. Untuk mendapatkan
produktivitas yang lebih tinggi, keefektifan dan keefesienan suatu tugas (proses)
harus ditingkatkan. Keefektifan: “doing the right thing”, keefisienan: “doing the
thing right”. Tujuannya adalah untuk mengurangi atau menghapus biaya yang tidak
menambah nilai.
b. Diferensiasi: Mengukur seberapa baik suatu perusahaan dengan para pesaingnya,
bisa dicapai melalui peningkatan kualitas, keanekaragaman, penanganan khusus,
pelayanan cepat, biaya rendah dan sebagainya.

4. Teknik kelayakan system


1. TOKH
Teknis Dashboard tersedia di jurusan Teknik Informatika
Operasional Dashboard tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak
memenuhi permintaan user (mahasiswa)
Ekonomi Jurusan Teknik Informatika dapat membiayai operasional dashboard.

Hukum Dashboard tidak mengakibatkan masalah dalam hukum

2. PDM

Merancang interface user yang mudah digunakan


Productivity (P)
Merinci komunikasi antara kantor jurusan dan mahasiswa
Menyiapkan akses yang baik terhadap informasi yang
berhubungan dengan kantor jurusan dan mahasiswa
Menambahkan kecepatan respon terhadap kebutuhan dan
permintaan mahasiswa
Diferensiasi (D)
Menghasilkan status informasi kantor jurusan dan
mahasiswa
Memperluas informasi yang digunakan untuk pengambilan
keputusan
Melaksanakan tugas secara efisien
Management (M) Inovatif
Mengurangin konflik