Anda di halaman 1dari 5

perencanaan program intervensi gizi

Pengertian

Secara umum perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses untuk menentukan tindakan masa
depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan. Untuk memahami lebih jauh pengertian
perencanaan, berikut ini dijelaskan berbagai pengertian ( pusdiklatnakes badan PPSDM
kesehatan, kemenkes, 2011, modul peningkatan kemampuan tenaga pendidik gizi dalam bidang
manejemen program gizi ).

 Perencanaan sebagai penerapan ilmu cara pembuatan keputussan;


 Perencanaan sebagai seperangkat prosedur;
 Perencanaan sebagai proses menentukan kegiatan yang cocokuntuk masa yang akan
datang melalui serangkaian keputusan;
 Perencanaan sebagai seni dalam membuat keputusan yang rasional;
 Perencanaan sebagai suatu himpunan keputusan akhir, keputusan awal dan proyeksi
kedepan dan mencakup beberapa priode waktu;
 Perencanaan sebgai upaya sadar, terorganisasi dan terus menerus guna memilih
alternative yang terbaik untuk mancapai tujuan tertentu;
 Perencanaan sebagai proses kontinu, terdiri dari keputusan atau pilihan dari berbagai cara
untuk menggunakan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu;
 Conyers,D & Hills, P. (1984) secara lebih komprehensif mendefinisikan perencanaan
sebagai suatu proses yang berkesinambungan, yang mencakup keputusan-keputusan atau
pilihan-pilihan berbagai alternative penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan
tujuan tertentu pada masa yang akan dating .

Siklus perencanaan

Perencanaan adalah bagian dari suatu proses proses yang dapat diformulasikan dalam suatu
siklus dibawah ini :

 Evaluasi
 Analisis situasi
 Perencanaan
 Pelaksanaan

Siklus diatas memperlihatkan bahwa analisis situasi saat ini merupakan rencana dikembangkan
untuk memecahkan masalah. Berdasarkan identifikasi masalah, rencana dikembangkan untuk
memecahkan masalah dengan melaksanakan rencana. Setelah beberapa waktu tertentu
pelaksanaan rencana, maka evaliuasi dilakukan untuk melihat sampai mana sasaran dan target
rencana telah terlaksana dan tercapai.

Proses perencanaan

Perencanaan adalah bagian dari suatu dari manejemen, yang dikenal sebagai proses (suatu
rangkaian) aktivitas dari suatu tujuan tertentu. Tujuan dari proses perencanaan adalah sebagai
“out line” atau garis besar suatu aktivitas agar sesuai dengan rencana, efektif dan efisien. Dengan
demikian, perencanaan harus memperhatikan banyak variabel yang selalu berubah dari suatu
keadaan berikutnya. Oleh karena itu, proses perencanaan harus bersifat holistik, realistik, kontinu
dan aktual. Konsekuensinya, pembuatan perencanaan bukan hanya hasil proses saja yang harus
diperhatikan, tetapi juga mengenai cara merumuskan proses tersebut.

Komponen proses perencanaan berkaitan dengan :

 Kondisi yang mempengaruhi (politik, administrasi, teknik perizinan) yang dapat


menentukan keberhasilan perencanaan dan latihan perencanaan. Komponen ini disebut
dengan istilah lain sebagai fase awal perencanaan, persiapan untuk perencanaan, ataupun
latihan perencanaan.
 Latihan perencanaan, yang merupakan suatu bagian penting, prosesnya meliputi
identifikasi masalah, set kebijakan, design strategi, persiapan implementasi, dan
penyusunan persiapan evaluasi.

Pendekatan system gizi

Kesejahtraan rakyat menyangkut semua aspek pembangunan, antara lain aspek pangan dan gizi
untuk memecahkan masalah yang rumit seperti masalah gizi diperlukan pengorganisasian usaha
manusia untuk itu diperlukan keterampilan dan pengetahuan mengolah terutama unsure motivasi.
Makin rumit masalah yang dihadapi semakin besar juga tugas yang dipikul untuk
memecahkannya disamping soal pengelolaan dan tingka laku, pengorganisasian untuk
pemecahan masalah yang rumit diperlukan pengetahuan tentang system. Era baru dibidang gizi
junga memerlukan pengelolanya berpikir system. Gizi tidak lagi dianggap hanya sebagai
komponen kesehatan, tetapi sudah mulai diakui sebagai subsistem dari super system
pembangunan nasional.

System ialah suatu rangkaian dari unsur-unsru atau elemen atau komponen yang saling
kait mengait dan saling berpengaruh, untuk menuju ke suatu tujuan yang sama. Pemecahan
masalah dengan pendekatan system selalu melihat masalah dari sudut komponen–komponennya
sebagai suatu kesatuan, tidak sebagai bagian yang terpisah-pisah. Pada dasarnya pendekatan
system tidak lain berupa penetapan secara sistematik dari ilmu, teknologi dan peralatan untuk
dapat memadukan komponen-komponen masalah bagi keperluan tertentu.

Perencanaan gizi

Perencanaan gizi yang sebenarnya adalah komponen utama dari proses perencanaan yang terdiri
dari kesatuan langkah yang terorganisir. Hal ini dapat dilakukan bila keputusan (politik) untuk
merencanakan telah dibuat dan kondisi yang baik telah diciptakan. Untuk melaksanakan
perencanaan yang sebenarnya perlu tenaga ahli dan penasehat dari semua sector. Proses
perencanaan timbul karena ada perbedaan terutama dari pandangan teknis, misalnya kondisi
yang heterogen dalam suatu daerah, kekurangan data, lemahnya kemampuan administrasi dan
pengelolaan. Adapun langkah-langkah perencanaan gizi disajikan berikut ini.

Diagnosis permasalahan dan analisis situasi

 Siapa yang mengalami kurang gizi ? (analisis penduduk, factor ekologi, dan sumberdaya)
 Apa tipe masalah gizi kurang ? (identidikasi masalah, hambatan, rintangan, pendorong)
 Berapa luas kasus masalah gizi kurang ? (analisis jumlah penderita, golongan penduduk,
dsbnya)
 Dimana lokasi golongan sasaran
 Apakah yang menyebabkan kasus gizi kurang ? (determinasi penyebab)
Formulasi tujuan spesifik

 Apakah tujuan perbaikan gizi nasional, dan yang mana tujuan spesifik yang mengarah
langsung ke intervensi gizi ?(susun semua kebijakan gizi, pelayanan, program, dan
sebagainya)
 Apakah tujuannya dapat diukur secara kualitatif ? ( penurunan penderita, prioritas, dan
sebagainya)
 Berapa lamakah dampak program gizi akan timbul?

Seleksi model intervensi

 tipe intervensi manakah yang paling efektif dapat memecahkan maslahah?


 Bagaimanakah rencana intervensi disusun untuk kondisi suatu daerah ? (pisahkan atas
unit administrasi, social, kebijakan lokal, ekonomi, target)
 Berapa biaya intervensi gizi ? (ini termasuk dampak gizi)
 Bagaimana intervensi gizi dapat saling menunjang dengan intervensi lain?
 Dapatkah intervensi gizi yang spesifik menjadi bagian dari kegiatan pembangunan?
 Dapatkah kebijakan program pembangunan berorientasi terhadap perbaikan konsumsi
pangan golongan sasaran yang sangat membutuhkan ?

Edukasi

 Apakah keuntungan dari evaluasi?


 Untuk siapa?
 Apa kebutuhan yang spesifik dari pemakai?
 System yang canggih apa untuk pengumpulan, pengolahan dan analisis data?
 Sampai sejauh mana intervensi dapat berhasil?
 Apakah pengaruhnya secara pisik dan tingkah laku golongan sasaran?
 Apa penhyebab kegagalan?
Program gizi merupakan suatu kumpulan kegiatan berbagai sector dan sub-sektor yang terencana
dan terorganisir baik serta jelas kaitan fungsional dan lokasinya guna meningkatkan keadaan gizi
masyarakat. Perencanaannya memerlukan suatu pendekatan system (bukan pendekatan sektor-
sektor yang terpisah), agar masalahnya dapat ditanggulangi dengan baik. Jdai memudahkan
penyusunan perencanaan program gizi yang jelas tujuannya (arah) sebagai output, jelas
prosesnya (strategi pencapaian tujuan dalam bentuk kegiatan-kegiatan program), jelas pula input
yang diperlukan dari berbagai sector/disiplin.

Semua tahap proses perencanaan untuk mengidentifikasi ukuran yang actual dan analisis
tujuan yang terus menerus, yang menghendaki usaha kerjasama dari berbagai pihak. Tentu saja
dalam hal ini ahli gizi dituntut untuk lebih berperan aktif pada proses perencanaan tersebut,
seperti pada tahap telaan meja, ia haru mulai dapat meraba masalah dengan mengidentifikasi;
siapa yang rawan gizi ? kekurangan gizi apa? Dan mengapa? Oleh karena itu qadanya BPGD
yang merupakan suatu kerjasama antar lembaga dan keahlian yang berkepentingan dengan
maslah gizi yang sangat membantu dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan gizi. Seorang
perencana harus mengetahui masalah-masalah yang saling berhubungan bila ada data yang tidak
cukup, kurang terjangkaunya sumberdaya, perubahan yang cepat dalam bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi serta pemisahan tanggung jawab dari kekuasaan pada pembuatan program
perencanaan tersebut.