Anda di halaman 1dari 3

1.

2 ANALISA VEN
Analisis VEN merupakan analisa yang digunakan untuk menetapkan prioritas pembelian
obat serta menentukan tingkat stok yang aman dan harga penjualan obat. Analisis VEN
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana obat yang terbatas
adalah dengan mengelompokkan obat yang didasarkan kepada dampak tiap jenis obat pada
kesehatan. Kategori dari obat-obat VEN yaitu:

a) V (Vital)
Merupakan obat-obat yang harus ada, yang diperlukan untuk menyelamatkan kehidupan,
masuk dalam kategori potensial life saving drug, mempunyai efek samping withdrawl secara
signifikan (pemberian harus secara teratur dan penghentiannya tidak tiba-tiba) atau sangat
penting dalam penyediaan pelayanan kesehatan. Kriteria nilai kritis obat ini adalah kelompok
obat yang sangat essensial atau vital untuk memperpanjang hidup, untuk mengatasi penyakit
penyebab kematian ataupun untuk pelayanan pokok kesehatan. Pada obat kelompok ini tidak
boleh terjadi kekosongan (Quick,1997).
b) E (Essensial)
Merupakan obat-obat yang efektif untuk mengurangi rasa kesakitan, namun sangat signifikan
untuk bermacam-macam penyakit tetapi tidak vital secara absolut, hanya untuk penyediaan
sistem dasar. Kriteria nilai kritis obat ini adalah obat yang bekerja kausal yaitu obat yang
bekerja pada sumber penyebab penyakit dan yang banyak digunakan dalam pengobatan
penyakit terbanyak. Kekosongan obat kelompok ini dapat ditolelir kurang dari 48 jam
(Quick,1997).
c) N (Non Essensial)
Merupakan obat-obat yang digunakan untuk penyakit yang dapat sembuh sendiri dan obat yang
diragukan manfaatnya dibanding obat lain yang sejenis. Kriteria nilai krisis obat ini adalah obat
penunjang agar tindakan atau pengobatan menjadi lebih baik, untuk kenyamanan atau untuk
mengatasi keluhan. Kekosongan obat kelompok ini dapat ditolerir lebih dari 48 jam
(Quick,1997).

2.2 ANALISA VEN

A. PENGGOLONGAN OBAT SISTEM VEN


Penggolongan Obat Sistem VEN dapat digunakan :

1) Penyesuaian rencana kebutuhan obat dengan alokasi dana yang tersedia.


2) Dalam penyusunan rencana kebutuhan obat yang masuk kelompok vital agar diusahakan tidak
terjadi kekosongan obat
3) Untuk menyusun daftar VEN perlu ditentukan terlebih dahulu kriteria penentuan VEN. Dlm
penentuan kriteria perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing spesialisasi.

B. LANGKAH LANGKAH MENENTUKAN VEN


1) Menyusun kriteria menentukan VEN

2) Menyediakan data pola penyakit

3) Standar pengobatan atau merujuk pada pedoman pengobatan

C. KRITERIA YANG DISUSUN DAPAT MENCAKUP BERBAGAI ASPEK

1) Klinis
2) Konsumsi
3) Target kondisi
4) Biaya

No Nama Obat VEN Keterangan

1. Metampiron tablet 500 mg E 10 penyakit terbanyak

2. Ibuprofen tablet 400 mg E 10 penyakit terbanyak

3. Paracetamol tablet 500 mg E 10 penyakit terbanyak

4. Kalsium laktat tablet 500 mg N penunjang

5. Amoksisilin kaplet 500 mg E Bekerja kausal

6. Kloramfenikol salep mata 1% E Bekerja kausal

7. Piridoksin (Vit.B6) tablet 100 mg N penunjang

8. Klorokuin tablet 150 mg V Program malaria

9. Asam askorbat ( Vit.C) tablet 50 mg N Penunjang

10. Garam oralit 200 mL V Program diare


No. Nama Obat Kemasan Jumlah Harga (Rupiah)

1. Metampiron tablet 500 mg Botol/ 1000 100 55.600

2. Ibuprofen tablet 400 mg Ktk/ 10 x 10 20 19.000

3. Paracetamol tablet 500 mg Botol/ 1000 200 49.500

4. Kalsium laktat tablet 500 mg Botol/ 1000 30 41.000

5. Amoksisilin kaplet 500 mg Botol/ 100 500 28.200

6. Kloramfenikol salep mata 1% Tube 5 g 50 1.600

7. Piridoksin (Vit.B6) tablet 100 mg Botol/ 1000 100 17.100

8. Klorokuin tablet 150 mg Botol/ 1000 50 65.900

9. Asam askorbat ( Vit.C) tablet 50 mg Botol/ 1000 30 18.700

10. Garam oralit 200 mL Ktk 25 sachet 100 8.800