Anda di halaman 1dari 10

DIFUSI – OSMOSIS DAN

PENGUKURAN POTENSIAL OSMOSIS DAN POTENSIAL JARINGAN


Sri Rahayu1 Rizal Muhammad Hasby2 Resti Winda Putri3
Jurusan Biologi
Fakultas Sains Dan Teknologi
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jalan A.H. Nasution No. 105, Cipadung, Cibiru, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
Email : Srirahayu191298@gmail.com
ABSTRAK
Difusi merupakan suatu proses penyebaran molekul-molekul suatu zat yang
ditimbulkan oleh suatu gaya yang identik dengan energi kinetik. Osmosis menurut para ahli
kimia adalah difusi dari setiap pelarutmelalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial.
Potensial air adalah potensial kimia air dalam suatu system atau bagian system. Tujuan
praktikum kali ini yaitu untuk menemukan gejala difusi-osmosis, mengamati efek konsentrasi
larutan terhadap kecepatan difusi, menunjukan arah gerakan air pada peristiwa difusi- osmosis,
mendeskripsikan pengertian difudi-osmosid, dan tujuan terakhir yaitu untuk mengetahui nilai
PA pada umbi kentang. Untuk metode kerja percobaan pertama, yang dilakukan yaitu
menyiapkan seri larutan garam dengan kadar 25%,50% dan 100%, Setelah itu dimasukan pipa
kaca berskala kedalam lubang, kemudian pada salah satu lubang dari ketiga potongan kentang
dimasukan larutan garam secara berurutan dengan kadar 25%,50%100% . Untuk metode yang
dilakukan pada percobaan kedua ini yaitu : membuat silinder umbi kentang dengan
menggunakan pelubang gabus sebanyak 15 buah, kemudian masukan 3 buah potong pada setiap
botol vial kedalam seri larutan sukrosa 30ml larutan sukrosa : 0,0 ; 0,2 ; 0,4 ; 0,6 ; 0,8 ; 1,0
Molar. Hasil yang didapatkan pada praktikum kali ini yaitu proses difusi terjadi pada kentang
yang berisi air pada pipa berskalanya, sedangkan osmosis terjadi pada kentang yang berisi
larutan air garam pada pipanya. umbi kentang ada yang menambah panjang pada larutan seri
sukrosa 0,0 M, 0,2 M, 0,4 M, Sedangkan pada larutan seri sukrosa 1,0M umbi kentang tersebut
mengalami pengurangan panjang. Dan untuk larutan konsentrasi 0,6 M, tidak mengalami
perubahan.
Kata Kumci : Air, Difusi, Garam ,Osmosis, Potensial .
I. PENDAHULUAN energi kinetik. Gas, zat cair dan zat
Ada tiga macam gerakan ion padat molekul-molekulnya ada
atau molekul zat untuk melewati kecenderungan untuk menyebar ke
membran plasma yaitu difusi, segala arah sampai mencapai
osmosis dan transpor aktif. konentrasi yang sama (Parjatmo,
Pergerakan molekul-molekul zat 2014).
secara difusi dan osmosis tidak Difusi terjadi dari ruang
memerlukan energi sehingga yang berkosentrasi lebih tinggi ke
disebut transpor pasif sedangkan ruang yang berkonsentrasi lebih
transpor aktif memerlukan energi rendah, apabila kedua benda
untuk pergerakannya (Sulistyowati, dipisahkan oleh membran
2010). permeabel terhadap zat tersebut.
Difusi merupakan suatu Difusi berlangsung menurut
proses penyebaran molekul- konsentrasi dari suatu gradient atau
molekul suatu zat yang ditimbulkan suatu kemiringan. Proses ini pada
oleh suatu gaya yang identik dengan umumnya terdapat pada sel seperti
perembesan oksigen, dan air, sedangkan molekul zat yang
karbondioksida, glukosa, asam berukuran besar misalnya
amino dan garam mineral ( Yatim, polisakarida(pati) dan protein tidak
2000). dapat melewati membran
Peristiwa difusi pada semipermeabel tersebut tetapi
tumbuhan sangat penting untuk memerlukan protein pembawa atau
keseimbangan hidup tumbuhan. transporter untuk dapat menembus
Karbon dioksida (CO2) dan oksigen membran. Larutan yang memiliki
(O2) diambil oleh tumbuhan dari konsentrasi tinggi memiliki tekanan
udara melalui proses difusi. osmosis yang tinggi pula maupun
Pengambilan air dan garam mineral sebaliknya. Setiap sel hidup
oleh tumbuhan dari dalam tanah, merupakan sistem osmosis. Jika sel
salah satunya melalui proses difusi. ditempatkan dalam larutan yang
Difusi zat dari dalam tanah ke lebih pekat (hipertonis) terhadap
dalam tubuh tumbuhan disebabkan cairan sel maka air dalam sel akan
konsentrasi garam mineral di tanah terisap keluar. Hal itu akan
lebih tinggi daripada di dalam sel. menyebabkan plasma menyusut.
Demikian juga gas CO2 di udara Jika air sel terus terisap keluar akan
masuk ke dalam tubuh tumbuhan menyebabkan plasma terlepas dari
karena konsentrasi CO2 di udara sel-sel dan sel akan mengerut.
lebih tinggi daripada di dalam sel Sebaliknya jika sel berada dalam
tumbuhan. Sebaliknya, O2 dapat larutan hipotonis (lebih encer
berdifusi keluar tubuh tumbuhan daripada cairan sel), air dari luar sel
jika konsentrasi O2 dalam tubuh akan masuk ke dalam sel sehingga
tumbuhan lebih tinggi akibat sel mengembang. Contoh peristiwa
adanya fotosintesis dalam sel osmosis adalah kentang yang
(Pustakers,2014). dimasukkan ke dalam air garam
Osmosis menurut para ahli (sulistyowati, 2010:8).
kimia adalah difusi dari setiap Potensial air adalah
pelarutmelalui suatu selaput yang potensial kimia air dalam suatu
permeabel secara diferensial. system atau bagian system.
Membran sel yang meloloskan Dinyatakan dalam satuan tekanan
molekul tertentu tetapi menghalangi dan dibandingkan dengan potensial
molekul lain dikatakan permeable kimia air murni (juga dalam
secara diferensial.Secara sederhana satuantekanan) pada tekanan
dapat dikatakan bahwa osmosis atmosfer dan pada suhu serta
adalah difusi melalui selaput/ ketinggian yang sama potensial
membran yang permeabel secara murni ditentukan sama dengan
diferensial dari suatu tempat yang nol.Faktor-faktor penghasil
berkonsentrasi tinggi ke tempat gradient yaitu konsentrasi atau
yang berkonsentrasi rendah aktivitas, suhu, tekanan, efek
(Loveles, 2006). larutan terhadap potensial kimia
Membran selektif pelarut,matriks. (Salisbury,2005).
permeabel adalah selaput pemisah Hubungan antara potensial air
yang hanya dapat dilalui oleh air adalah dengan melibatkan peristiwa
dan molekul-molekul tertentu yang osmosis karena osmosis
larut di dalamnya. Molekul-molekul merupakan peristiwa difusi dimana
yang dapat melewati membran antara 2 tempat tersedianya difusi
semipermeabel adalah molekul- dipisahkan oleh membraneatau
molekul asam amino, asam lemak selaput. Maka dapat diartikan
bahwa dinding selatau membrane kondisi terplasmolisis ke kondisi
protoplasma merupakan semula ini dikenal dengan istilah
membrane pembatas antara zat yang deplasmolisis (Ferdinan,2014).
berdifusi karena pada umumnya Tujuan praktikum kali ini yaitu
sel tumbuh-tumbuhan tinggi untuk menemukan gejala difusi-
mempunyai dinding selmaka osmosis, mengamati efek
sebagian besar proses fitokimia konsentrasi larutan terhadap
dalam tumbuh-tumbuhan adalah kecepatan difusi, menunjukan arah
merupakan proses gerakan air pada peristiwa difusi-
osmosis(Warisno, 2005). osmosis, mendeskripsikan
Jumlah potensial air pada pengertian difudi-osmosid, dan
tumbuhan dipengaruhi oleh 4 tujuan terakhir yaitu untuk
macam komponen potensial,yaitu mengetahui nilai PA pada umbi
gravitasi, matriks, osmotic dan kentang.
tekanan. Potensial gravitasi
bergantung pada air didalam II. METODE
daerah gravitasi potensial matriks Pada praktikum ini
bergantung pada kekuatan mengikat dilakukan 2 kali percobaan, yaitu
air saat penyerapan.Potensial percobaan pertama untuk difusi-
osmotic bergantung pada osmosis alat yang di perlukan yaitu
hidrostatik atau tekanan angin pisau 1 buah, cawan petri sebanyak
dalam air (Lakitan,2004). 1 buah, pelubang gabus 1 set, pipa
Plasmolisis yaitu kaca berskala 2 buah, sedangkan
pergerakan air terjadi dari bahan yang digunakan pada
potensial air lebih tinggi ke praktikum percobaan pertama ini
potensial yang lebih rendah,dari adalah garam sebanyak ½ kg,
larutan dengan konsentrasi lebih kentang sebanyak 3 buah, kemudian
rendah ke konsentrasi yang lebih aquades secukupnya.
tinggi, dan dari larutan yang Untuk metode kerja
lebih encer kelarutan yang lebih percobaan pertama, yang dilakukan
kental.Tanda-tanda yang terlihat yaitu menyiapkan seri larutan
pada sel yang mengalami garam dengan kadar 25%,50% dan
plasmolisis ini adalah 100%, kemudian dibuat potongan
menghilangnya warna yang ada di kentang bentuk kubus dengan sisi
dalam sel dan mengerutnya 3cm sebanyak 3 potong. Kemudian
pimggiran membrane sel ke arah dibuat dua lubang dengan pelubang
dalam.Prinsip yang digunakan gabus kedalaman 2-2,5 cm. Setelah
dalam peristiwa ini adalah karena itu dimasukan pipa kaca berskala
terjadinya peristiwa osmosis kedalam lubang, kemudian pada
sebagai akibat adanya perbedaan salah satu lubang dari ketiga
konsentrasi zat terlarut dalam potongan kentang dimasukan
medium air dibanding zat terlarut larutan garam secara berurutan
yang ada didalam protoplasma sel dengan kadar 25%,50%100%
atau dapat diartikan sebagai dampak samapai batas skoala 0,5cm dari
perbedaan potensial air antara dua permukaan pipa, pada lubang lain
tempat air yang dibatasi oleh dimasukan aquades samapai batas
membrane sel tersebut. Kondisi yang sama. Kemudian diamati
sel yang terplasmolisis tersebut perubahan dan pertambahan
dapat dikembalikan kekondisi volume air pada semua pipa kaca
semula.Proses pengembalian dari setiap 6 jam.
Pada percobaan kedua alat jam ambil lalu ukur silinder umbi
yang digunakan adalah pelubang tersebut dan amati perubahan pada
gabus ukuran 0,6-0,8 cm 1 buah, panjang umbi silindernya.
piau 1 buah, botol vial 5 buah,
mistas 1 buah. Sedangkan bahan III. HASIL DAN PEMNAHASAN
yang digunakan pada percobaan ini Pada praktikum kali ini, yaitu
adalah umbi kentang ukuran tentang difusi-osmosis dan
panjang 3cm sebanyak 15 buah, dan pengukuran potensial osmosis dan
seri larutan sukrosa : 0,0 ; 0,2 ; 0,4 ; potensial jaringan dilakukan dengan
0,6 ; 0,8 ; 1,0 Molar. menggunkan bahan yang sama yaitu
Untuk metode yang umbi kentang dengan potongan
dilakukan pada percobaan kedua ini berbeda, yaitu kubus untuk difusi-
yaitu : membuat silinder umbi osmosis, sedangkan ukuran silinder
kentang dengan menggunakan untuk pengukuran potensial
pelubang gabus sebanyak 15 buah, osmosis dan jaringan, begitupun
kemudian masukan 3 buah potong dengan larutan yang dipakai, untuk
pada setiap botol vial kedalam seri difusi-osmosis menggunakan
larutan sukrosa 30ml larutan larutan garam sedangkan untuk
sukrosa : 0,0 ; 0,2 ; 0,4 ; 0,6 ; 0,8 ; potensial menggunakan seri larutan
1,0 Molar. Kemudian diamati sukrosa. Maka dari hasil percobaan
selama 2 jam lemudian setelah 2 didapatkan hasil, dibawah ini :
1. Hasil tabel pengamatan untuk difusi- osmosis
 ( kenaikan larutan gula pada pipa gelas berskala(ml)

Waktu pertambahan cairan larutan gula dan garam pada pipa gelas berskala

25% 50% 100%

Aq Nacl Aq Nacl Aq Nacl

V awal 2,5 cm 1,5 cm 2 cm 2 cm 1,5 cm 1 cm

1 0,5 cm 2 cm 1,5 cm 2,5 cm 1,5 cm 1 cm

2 0 cm 3 cm 0 cm 2,8 cm 1,5 cm 1 cm
3 0 cm 3 cm 0 cm 3 cm 1,5 cm 1 cm

4 0 cm 3,5 cm 0 cm 3 cm 1,5 cm 1 cm

Rata 0,6 cm 2,6 cm 0,7 cm 2,6 cm 1,5 cm 1 cm

Pada praktikum kali berskala yang berisi aquades


ini, yaitu untuk menentukan dan garam di biarkan 6 jam
difusi- osmosis bahan utama untuk diketahui adanya
yang dipakai untuk sampel difusi dan osmosis. Pada
adalah kemtang, yaitu untuk tabel diatas dapat di ketahui
meneliti adanya difusi dan bahwa pada setiap 6 jam
osmosis ini suatu bahan sekali mengalami perubahan
kentang yang dibuat kubus dan pertambahan cairan
dan diatas nya terdapat pipa pada pipa berskala baik
bertambah maupun Sedangkan pada
berkurang. kentang yang berisi aquades
kentang yang pada pipa nya itu kondisi
terendam air garam, pada kentang tetap dan
hasil pengamatan air garam warnannya pun tetap yaitu
yang ada pada kentang ada berwarna coklat muda atau
yang bertambah dan ada dalam kata lain tidak terjadi
yang berkurang, karena hal adanya suatu perubahan
ini disebabkan sebagian air pada kondisi kentang dan
garam tersebut akan larut warna kentang. Selain itu
dalam karena kentang volumenya juga tidak
tersebut mengalami mengalami banyak
peristiwa osmosis dimana perubahan, karena larutan
air yang ada dalam pipa dan kandungan air yang ada
berskala sebagian nya pada kentang sama-sama
merembes melalui membran hipotonik, sehingga struktur
yang dalam hal ini kentang tetap keras dan
membrannya adalah volume air sebelum dan
kentang. Kentang bertindak sesudah di letakkan pada
sebagai membran selektif pipa berskala tetap. Sesuai
permeabel yang dengan teori air pada pipa
memisahkan dua larutan berkurang nahlan habis
dengan konsentrasi yang samapai o cm itu karena
berbeda dimana dia dapat adanya suatu peristiwa.
dilalui oleh air dan zat yang Berdasarkan teori yang ada,
larut di dalamnya. peristiwa tersebut
Menurut dinamakan difusi yaitu
(Lakitan,2004)., Karena suatu proses atau peristiwa
proses osmosis berlangsung yang terjadi karena
dari larutan hipotonik berpindahnya suatu zat
menuju larutan yang terlarut.
hipertonik, maka air Air selalu bergerak
berpindah dari molekul melewati membran ke arah
larutan yang mempunyai sisi yang mangandung
potensial air tinggi dimana jumlah materi terlarut paling
dalam hal ini yang berperan banyak dan kadar air paling
adalah air di luar kentang sedikit. Materi terlarut
menuju larutan yang adalah garam. Garam dan air
potensial airnya rendah adalah dua dari bahan-bahan
yang dalam hal ini adalah kimia yang ada pada
larutan garam yang ada kentang. Dapat dilihat
dalam kentang. Berdasarkan bahwa proses difusi dan
peristiwa osmosis yang osmosis sangat dipengaruhi
terjadi tersebut, maka air oleh suatu konsentrasi zat
yang ada dalam pipa yang mana dimiliki oleh
berskala menjadi berkurang setiap obyek. Setelah dan
karena masuk ke dalam sesudah diletakkan, keadaan
kentang, yang kentang mengalami
berkonsentrasi air rendah. perubahan yaitu
warna,bentuk dan kondisi
kekerasan kentang itu maka semakin cepat
sendiri. Selain itu,volume peristiwa osmosis yang
airnya pun juga ikut berubah terjadi. karena air semakin
(dwijoyosaputro, 2000). lama menembus membran
Luas permukaan semipermeable yaitu
kentang,panjang dan lebar kentang itu sendiri.
kentang juga mempengaruhi Pemberian garam pada
osmosis, semakin tebal cekungan kentang
kentang atau semakin besar dimaksudkan untuk
luas permukaan kentang, membedakan konsentrasi
maka semakin lambat antara larutan di dalam dan
peristiwa osmosis yang di luar membran sehingga
terjadi, begitu pula peristiwa osmosis dapat
sebaliknya, semakin kecil terjadi(Pustakes,2004).
luas permukaan kentang

 Grafik Kenaikan cairan garam pada Konsentrasi 25%, 50% dan 100%

3.5
3 3 3 3
2.8
2.5
2 2
1.5
1 1 1 1 1

0 1 2 3 4

25% 50% 100%

Dapat dilihat Pertambahan yang


dari grafik diatas paling banyak yaitu
pertambahan yang terjadi pada
terjadi pada setiap konsentrasi 50%
waktu nya, dan sedangkan
pengurangan larutan pengurangan larutan
garam pada kentang yaitu terjadi pada
tersebut. konsentrasi 100%.

 Grafik kenaikan aquades pada konsentrasi 25%, 50% dan 100 %


Chart Title

2.5
2
1.5 1.5 1.5 1.5 1.5
0.5 0 0 1 0 0 0 0

0 1 2 3 4

25% 50% 100%

Dapat dilihat pada konsentrasi 100%,


dari grafik diatas sedangkan pada
pertambahan air pada konsentrasi 25 dan 50 %
pipa berskala yaitu perubahan yang terjadi
untuk pertambahan yang yaitu masih hampir
paling banyak yaitu sama.

2. Hasil tabel pengamatan pengukuran potensial osmosis dan potensial jaringan


 Panjang silinder umbi kentang setelah direndam selama 2 jam
Panjang potongan silinder kentang

Kentang 0,0M 0,2 M 0,4 M 0,6 M 1,0 M


ke-
1. 4 cm 3,3 cm 3,4 cm 3 cm 2,5 cm

2. 4 cm 3,3 cm 3,4 cm 3 cm 2,5 cm

3. 4 cm 3,3 cm 3,4 cm 3 cm 2,5 cm

Total 4 cm 3,3 cm 3,4 cm 3 cm 2,5 cm

Pada pengamatan kentang ada yang


pengukuran potensal menambah panjang pada
osmosis dan potensial larutan seri sukrosa 0,0 M,
jaringan atau pengukuran 0,2 M, 0,4 M, Sedangkan
potensial air pada umbi pada larutan seri sukrosa
kentang dengan 1,0M umbi kentang tersebut
menggunakan larutan seri mengalami pengurangan
sukrosa 0,0M ; 0,2M ; 0,4M panjang. Dan untuk larutan
; 0,6M dan 1,0M. Setelah konsentrasi 0,6 M, tidak
umbi kentang tersebut mengalami perubahan.
dimasukkan kedalam
larutan sukrosa dengan Adapun fungsi
ukuran 3cm tersebut larutan sukrosa pada
kemudian didiamkan selama percobaan kali ini adalah
2 jam. Setelah itu umbi sebagai bahan penguji
untuk mengetahui besarnya
potensial air dan dapat adanya tekanan air yang
dilihat dari perbedaan masuk melalui sel tersebut.
panjang silinder. Sedangkan pada larutan
sukrosa dengan
Menurut Warisno konsentrasi tinggi dalam
(2005) larutan yang sering artian banyak mengandung
digunakan dalam gula sehingga rendah daya
mengestiminasi potensial potensialnya untuk
air adalah larutan menyerap melalui sel pada
sukrosa(C12H22O11), umbi kentang tersebu.
sampel yang dimasukkan
ke dalam seri larutan akan Menurut Lakitan
kehilangan atau menyerap (2004) air merupakan
air secara osmosis. Jika suatu molekul yang
densitas larutan tidak sederhana, terdiri dari satu
berubah, berarti potensial atom O dan dua atom H
air sampel yang
diujisama dengan larutan ehingga berat
sukrosa tersebut. Hal ini molekulnya hanya18 g/mol.
disebabkan karena larutan Salah satu karakteristik dari
sukrosa banyak molekul air adalah memiliki
mengandung gula sehingga viskositas yang rendah,
cara peyerapannya sehingga air dapat mengalir
terhambat dan tekanan dengan mudah ke dan dalam
potensialnya sangat jaringan tumbuhan.
rendah, berbeda dengan Adapun grafik
larutan air yang pada panjang silinder umbi
mempunyai daya kentang setelah direndam
potensial yang tinggi selama 2 jam. Konsentrasi
sehingga kentang akan pada sumbu x dan panjang
mudah memanjang karena umbi pada sumbu y.
 Grafik hubungan panjang umbi dengan konsentrasi larutan

4 4 4

3.3 3.3 3.3 3.4 3.4 3.4


3 3 3
2.5 2.5 2.5

0 0.2 0.4 0.6 1

1 2 3 Column1

Pada grafik diatas bahwa panjang suatu


dapat diketahui umbi paling tinggi
adalah pada suatu panjang
konsentrasi 0,0 M , silinder pada
dan paling rendah kentang sangat
yaitu didapatkan dipengaruri oleh
oleh silinder kentang banyak tidak nya
yang memili pada suatu
konsentrasi 1,0 m. konsentrsi yang
Untuk itu maka diberikan.

IV. Kesimpulan tidak menyerap pada


Pada praktikum kali ini, jadi dapat kentang nya, sedangkan
disimpulkan bahwa : pada osmosis gerakan air
 Gejala fakta yang terjadi menyerap pada kentang nya.
pada difusi pada praktikum  Difusi merupakan suatu
kali ini terjadi pada kentang proses penyebaran molekul-
yang berisi air pada pipa nya molekul suatu zat yang
yang tidak berpengaruh ditimbulkan oleh suatu gaya
pada kentang nya, untuk yang identik dengan energi
osmosis terjadi pada kinetik. Osmosis menurut
kentang yang berisi larutan para ahli kimia adalah difusi
garam pada kentang nya dari setiap pelarutmelalui
yang menyerap air garam suatu selaput yang
tersebut pada kentang. permeabel secara
 Untuk kecepatan diferensial.
konsentrasi difusi yaitu  Untuk nilai panjang umbi
terjadi pada luas permukaan kentang setelah 2 jam pada
kentang yang berukuran konsentrasi 0,0 M : 4. 0,2 M
besar sehingga kecepatan : 3,3 0,4 M : 3,4 0,6 M : 3
nya pun semakin besar. dan 1,0 M : 2,5.
 Arah gerakan air yang
terjadi pada difusi yaitu

Daftar Pustaka Parjatmo. 2014. Petunjuk Praktikum


Biologi Dasar. Jember: Universitas Jember.
Dwidjoseputro.2000 . Fisiologi tumbuhan.
Jakarta: Erlangga. Pustaker.2014. Percobaan Difusi Dan
Osmosis Pada Kentang Dan Wortel.Jurnal
Ferdinand, F. 2002. Praktisbelajar Fiologi. Vol 3(2) : 12-17
Biologi. Jakarta: PT.Grafindo Media
Pratama. Salisbury, F. B. 1995.Fisiologi
Tumbuhan Jilid2. Bandung : ITB.
Lakitan, B.2004.Dasar-Dasar fisiologi
tumbuhan dikalangan mahasiswa dan Sulistyowati, 2010. Berbagai macam
mahasiswi. Jurnal penelitian. Vol 5(3) hal : penelitian potensial garam dan potensial air
46-47. dengan menggunakan sampel kentang dan
wortel. Jurnal penelitian biologi. Vol 3(1)
Loveless, A.R. 1991. Prinsip-Prinsip : 11-17.
Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik I.
Jurnal Penelitian. Vol 3(1) : 90-95. Warisno. 2005. Budidaya Dan Pasca
Panen Kentang Di Daerah Pegunungan
.Jurnal Pertanian. Vol 5(7).
Yatim, Wildan. 2000. Biologi Modern.
Tarsito: Bandung.