Anda di halaman 1dari 4

Metode Penelitian :

Penelitian ini dilaksanakan pada dua ruangan ICU di sebuah rumah sakit
Universitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara penggunaan
Skala Braden dan bagaimana cara skala tersebut dapat mengendalikan pengkajian
resiko. Semenjak perawat menggunakan skala Waterlow dalam aktifitas mereka
setiap hari, mereka berasumsi bahwa mereka lebih familiar dengan instrumen
tersebut dan tidak lagi membutuhkan pelatihan dalam penggunaan skala yang
lainnya.

Pengumpulan data penelitian dilakukan sejak Januari sampai April 2009.


Selama proses pengumpulan data, peneliti secara teratur mengunjungi partisipan
diruangannya. Pasien yang telah dipilih akan diidentifikasi dan di beri pertanyaan
apakah mereka setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Tiga perawat yang
memberikan lembar persetujuan dipilih secara acak dari seluruh perawat yang
bekerja pada unit yang sama (7 perawat berasal dari unit 1 dan 12 perawat berasal
dari unit 2). Mereka diminta untuk melakukan pengkajian resiko pada pasien yang
telah sepakat. Setiap perawat mengajukan pengajian resiko sendiri dan secara
independen dari perawat lain yang telah ditunjuk. Semua item skala akan dinilai dan
ditulis pada lembar pengumpulan data. Dalam tahapan ini,peneliti akan memantau
proses pengumpulan data dan memastikan jika tidak ada komunikasi antar perawat
yang telah ditunjuk. Setelah data terkumpul, data tersebut diserahkan kepada
peneliti. Waktu pengkajian telah diseragamkan 15 menit/pasien.

Lembar persetujuan hanya akan diberikan kepada pasien dan perawat yang
berpartisipasi dalam penelitian ini. Jika terdapat pasien yang tidak sadar atau
mengalami keterbatasan presepsi, lembar persetujuan akan ditujukan kepada pihak
yang bersangkutan dengan pasien tersebut. Desain penelitian, prosedur sampling
dan metode yang digunakan dalam penelitian ini telah mendapatkan persetujuan
dari Komite Etik Charit-Universitatmedizin,Berlin.
Instrumen yang digunakan :

Skala Waterlow terdiri dari 11item dan dikenalkan di Inggris pada tahun 1985.
Translasi dilakukan di Jerman terhadap skala waterlow pada tahun 1998. Skala
Waterlow yang digunakan di Jerman sama dengan yang asli, namun ada sedikit
perbedaan pada item “Appetite”. Deskripsi yang ada pada versi Jerman lebih mudah
dioperasikan daripada versi aslinya. Skala penilaian Waterlow menggunakan angka
mulai dari 0 ( paling baik) sampai 8 (paling tidak baik).Apabila skor per item di
jumlahkan maka akan menghasilkan nilai yang berkisar 2 sampai 69. Seseorang
dikatakan dalam bahaya apabila jumlah skor ≤ 10 dikatakan “beresiko”, ≥15
dikatakan “beresiko tinggi” dan ≥ 20 dikatakan “ sangat beresiko tinggi” . sedangkan
Skala Braden dikenalkan di Amerika pada tahun 1987. Skala Braden terdiri dari 6
item. Lima item pertama dinilai 1 (sangat lemah) sampai 4 (tidak lemah). Item
terakhir “Friction and Shear” dinilai 1 (bermasalah) sampai 3 (tidak bermasalah).
Apabila skor per item dijumlahkan maka akan menghasilkan nilai yang berkisar dari
6 sampai 23. Seseorang dikatakan “beresiko” apabila skor ≤ 18, “beresiko moderat”
apabila skor 13-14, “beresiko tinggi” apabila skor 10-12. Skor yang berada dibawah
9 mengindikasikan “sangat beresiko tinggi”. Skala analog horizontal visual
digunakan untuk mengetahui resiko pressure ulcer secara subjektif. Deskripsi yang
ada digunakan sebagai patokan berupa kalimat “tidak beresiko sama sekali”
(0mm)dan “resiko maksimum” (100mm), perawat diminta untuk menandai garis yang
mempresentasikan presepsi pengkajiannya saat ini terhadap pasien yang
mengalami resiko pressure ulcer.
Ukuran sample dan Analisa :

Interclass Correlation Coefficient (ICC) digunakan dalam menghitung interrater


reliablitiy pada item, jumlah skor dan VAS skor.ICC dipilih, karena mudah untuk
dikomputasikan untuk dua atau lebih penilaian dalam satu subjek.Interrater reliability
didefinisikan sebagai rasio variabilitas antara subjek dengan total variabel yang
diukur pada sampel penelitian.Reliability didefinisikan sebgai kemampuan untuk
membedakan subjek dan ukuran yang mengindikasikan nilai dari suatu pengukuran.
Dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam dalam mendapatkan jumlah
yang disetujui dari beberapa standart pengukuran kesalahan yang ada. Peneliti
menggunakan tiga Instrumen untuk mengukur topik yang sama ( resiko pressure
ulcer). Peneliti menghipotesakan bahwa ada hubungan antara ketiga pengukuran
(Skala Waterlow,Skala Braden dan skala VAS). Ketiga pengukuran tersebut sama
sama melakukan penilaian per subjek, menghitung rata rata jumlah nilai dan
menggunakan Pearson product moment
correlation coefficient (r) untuk mengindikasikan tingkatan dan tujuan dari hubungan
ketiga pengukuran tersebut.Peneliti memfasilitasi interpretasi r, dengan cara
menggunakan koefisien determinasi (r2).
Aplikasi pada Keperawatan di Indonesia :

Menurut kesimpulan dari penelitian ini, skala Braden dan Skala Waterlow, tidak di
rekomendasikan untuk mengkaji dan menilai resiko pada pressure ulcer di ruang
ICU. Di karenakan kedua skala tersebut kurang presisi dan tidak bisa mengindikasi
adanya keberagaman kondisi pada resiko pressure ulcer. Sehingga diharapka
perawat Indonesia mampu untuk membuat inovasi baru dalam bidang pengkajian
resiko pressure ulcer di masa mendatang.