Anda di halaman 1dari 10

Instrument Bedah

Alat bedah adalah alat yang dirancang untuk digunakan untuk kegiatan pembedahan,seperti
membedah hewan, manusia, dan sebagainya. Sebelum melakukan tindakan
pembedahanpengetahuan mengenai sarana dan prasarana penunjang dalam pembedahan
wajib dimengerti sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan alat tersebut, karena
masing-masing alat bedah tersebut memiliki fungsi tertentu. Peralatan bedah minor adalah alat-
alat yang dirancang untuk digunakan pada kegiatanbedah minor. Kegiatannya hanya terbatas
pada pembedahan minor saja, alatnya sederhana danmudah untuk dimiliki setiap orang. Alat-alat
tersebut digabung pada suatu wadah dan disebut sebagai minor surgery set ( Jain ,2013).

kelompok alat bedah minor menurut Bachsinar (1992),antara lain :

PISAU BEDAH

Pisau bedah (scaple) berfungsi untuk memotong jaringan, terdiri dari gagang dan mata pisau
(mess/bistouri/blade) yang dapat dibuka-pasang. Mata pisaunya terdiri dari bermacam bentuk
maupun ukuran. Mata pisau yang digunakan adalah hanya untuk sekali pakai (dispossibleuse).
Untuk cara penggunannya, scalpel harus dipegang sedemikian rupa sehingga mudahdikendalikan
dan pada saat yang sama, dapat digerakkan dengan leluasa.Tangkai scalpel dipegang
antara ibu jari dan jari ketiga dan keempat, sedangkan jari telunjukdiletakkan di punggung pisau
sebagai kendali (Kozol, 1999).

Gambar1. Pisau bedah(blade dan scalpel) (sumber:


https://sahidal.wordpress.com/2011/05/29/mengenal-intrumen-bedah-minor/)
GUNTING

Pada dasarnya gunting mengkombinasikan antara mengiris dan mencukur. Mencukur


membutuhkan aksi tekanan halus yang saling bertentangan antara ibu jari dan anak
jarilainnya.Gerakan mencukur ini biasanya dilakukan oleh tangan dominan yang bersifat
tidakdisadari dan berdasarkan insting. Sebaiknya gunakan ibu jari dan jari manis pada kedua
lubang gunting. Hal ini akan menyebabkan jari telunjuk menyokong instrumen pada waktu
memotong sehingga dapat memotong dengan tepat. Selain itu, penggunaan ibu jari dan jari
telunjuk padalubang gunting biasanya pengontrolannya berkurang. Jenis-jenis gunting
berdasarkan objek kerjanya, yakni gunting jaringan (bedah), gunting benang, gunting perban dan
gunting iris.

Macam-macam gunting:

1. Gunting Diseksi (disecting scissor) Gunting ini ada dua jenis yaitu, lurus dan bengkok.
Ujungnya biasanga runcing. Terdapat dua tipe yang sering digunakan yaitu tipe Moyo
dan tipe Metzenbaum.

2. Gunting Benang Ada dua macam gunting benang yaitu bengkok dan lurus, kegunaannya
adalah memotong benang operasi, merapikan lukan.

3. Gunting Pembalut/Perban Kegunaannya adalah untuk menggunting plester dan perban.

Gambar 2. Gunting benang dan gunting verband (sumber: google)


PEMEGANG JARUM/NEEDLE HOLDER

Pemegang jarum dipegang dengan tangan kanan, satu bilah pada phalanx I digiti I dan

bilah lainnya pada phalanx II digiti IV. Jari kedua dan ketiga digunakan untuk stabilisasi.
Jarum dipegang pada 1/3 bagian belakang, sekitar 1 mm dari ujung pemegang jarum,

kemudian dikunci.

Gambar 3. needle holder (sumber : google)

PINSET ANATOMIS

Pinset Anatomi merupakan instrument operasi yang berfungsi untuk menjepit atau memegang
jaringan, alat dan bahan medis lainnya. Pinset Anatomi juga dapat digunakan untuk memegang
kassa dan kapas yang sudah disterilkan pada saat membersihkan luka. Selain itu, Pinset Anatomi
juga dapat digunakan untuk kebutuhan non medis, seperti mengambil benda kecil ditempat yang
sempit.

Gambar 4. Pinset anatomis (sumber : google)

PINSET SIRURGIS
Fungsi Pinset Chirurgis

1. Membentuk pola jahitan dan meremove jahitan

2. Menjepit dan menahan secara lebih kuat pada waktu diseksi dan penjahitan luka dan
memberi tanda pada kulit sebelum memulai insisi

3. Menjepit luka

4. Menjepit otot

5. Membersihkan atau mengambil sisa-sisa luka jahitan

6. Menjepit Kassa sewaktu menekan luka, menjepit jaringan yang tipis dan lunak

Cara penggunaan yaitu menggunakan ibu jari dan dua atau tiga anak jari lainnya dalam satu
tangan tekanan pegas muncul saat jari-jari tersebut saling menekan kearah yang berlawanan
menghasilkan kemampuan menggenggam alat ini dapat menggengam objek atau jaringan kecil
dengan cepat dan mudah serta memindahkan dan mengeluarkan jaringan dengan tekanan yang
beragam.

Gambar 5. Pinset anatomis dan sirurgis

Arteri Clamp

Ada dua jenis yaitu lurus dan bengkok. Kegunaannya adalah untuk hemostasis terutama untuk
jaringan tipis dan lunak.

Clamp kocher

Ada dua jenis yaitu clamp yang lurus dan bengkok. Tidak ditunjukan untuk hemostasis. Sifat
khasnya adalah mempunyai gigi pada ujungnya (mirip gigi pada pinset sirurgis).Gunanya adalah
untuk menjepit jaringan, terutama agar jaringan tidak meleset dari clamp.

Gambar 6. Clamp kocher (sumber : Google)

Clamp mosquito

Mirip dengan clamp arteri pean, tetapi ukurannya lebih kecil. Penggunaannya adalah untuk
hemostasis terutama untuk jaringan tipis dan lunak.

Gambar 7. Clamp mosquito (sumber: google)


Towel clamp

Towel clamp merupakan clamp pemegang dengan ujungnya yang runcing


untuk menahan tepi handuk/ doek pada tempatnya. Berguna untuk menjepit kain
operasi/ kain duk pada kulit agar tidak bergeser.

Gambar 6. Towel clamp (sumber: Google)

Benang bedah

Benang bedah ( suture ) adalah materi berbentuk benang yang berfungsi untuk ligasi (Mengikat)
pembuluh darah atau aproksimasi (mengikat / menyatukan jaringan).

Spesifikasi material benang bedah :

ü Steril, harus steril sewaktu digunakan.

ü Diketahui kekuatan untuk memegang jaringan ( tensil strength ) yang sesuai jenis material
benang.

ü Diketahui massa penyerapan ( absorption rate ) yaitu lamanya benang habis diserap tubuh

ü Simpul aman, diketahui jumlah minimal tali simpul yang aman untuk setiap jenis benang,
artinya tetap tersimpul selama proses penyembuhan luka.

ü Mudah untuk digunakan.


ü Dapat digunakan untuk segala jenis operasi.

ü Reaksi / trauma jaringan yang minimal, diameter benang bedah yang dianjurkan
dipergunakan adalah ukuran terkecil yang paling aman untuk setiap jenis jaringan yang
dijahit, massa material benang dan reaksi jaringan sekecil mungkin.

Klasifikasi benang bedah

Berdasarkan keberadaannya didalam tubuh pasien dibagi atas :

1. Diserap ( absorbable sutures )

Merupakan jenis benang yang materialnya dibuat dari jaringan collagen mamalia sehat atau dari
sintetik polimer. Material di dalam tubuh akan diserap yang lamanya bervariasi, sehingga tidak
ada benda asing yang tertinggal di dalam tubuh

2. Tidak diserap ( non ansorbable sutures )

Merupakan benang yang dibuat dari material yang tahan terhadap enzim penyerapan dan tetap
berada dalam tubuh atau jaringan tanpa reaksi penolakan selama bertahun – tahun.

Kelebihan dari benang ini adalah dapat memegang jaringan secara permanen. Kekurangan dari
benang ini adalah benang ini menjadi benda asing yang tertinggal didalam tubuh dan
kemungkinan akan menjadi fistel.

Berdasarkan materi / bahan, dibagi atas :

Bahan alami, dibagi atas :

Ø Diserap ( absorbable )

Dibuat dari collagen yang berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan serabut
collagen tendon flexor sapi. Contoh :Surgical catgut plain : Berasal dari lapisan sub.
Mukosa usus domba dan serabut collagen tendon flexor sapi tanpa campuran.

Surgical catgut chromic : Berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan serabut
collagen tendon flexor sapi dicampur dengan chromic acid.

Ø Tidak diserap ( non ansorbable sutures )

Jenis ini terbuat dari linen, ulat sutra ( silk ) seperti surgical silk, virgin silk dan
dari kapas ( cotton ) seperti surgical cotton. Ada juga yang terbuat dari logam sehingga
mempunyai tensil strength yang sangat kuat, contoh : metalik sutures ( stainless steel ).
Bahan sintetis ( buatan ), dibagi atas :

Diserap ( absorbable )

Terbuat dari sintetik polimer, sehingga mudah diserap oleh tubuh secara hidrolisis dan waktu
penyerapan oleh tubuh mudah diprediksi,

contoh :

l Polyglactin 910

l Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state (Coated Vicryl®)

l Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state (Vicryl Rapide®)

l Poliglikolik

l Polyglecaprone 25 (Monocryl®)

l Polydioxanone (PDS II®)

Tidak diserap ( non absorbable )

Terbuat dari bahan buatan ( sintetis ) dan dibuat sedemikian rupa sehingga reaksi jaringan yang
timbul sangat kecil,

contoh :

l Polypropamide (Ethilon®)

l Polypropylene (Prolene®)

l Polyester (Mersilene®)

Berdasarkan penampang benang, dibagi atas :

l Monofilamen ( satu helai )

Terbuat dari satu lembar benang, tidak meneyerap cairan ( non capilarity )

Keuntungan : Kelebihan dari jenis ini adalah permukaan benang rata dan halus, tidak
memungkinkan terjadinya nodus infeksi dan tidak menjadi tempat tumbuhnya mikroba.

Kelemahan : Kelemahannya adalah memerlukan penanganan simpul yang khusus karena relatif
cukup kaku dan tidak sekuat multifilament.

Contoh : Catgut, PDS, dan Prolene


l Multifilamen

Terbuat dari bebeapa filament atau lembar bahan benang yang dipilih menjadi satu.

Keuntungan : Kelebihan jenis ini adalah benang lebih kuat dari monofilament, lembut dan teratur
serta mudah digunakan.

Kerugian : Kelemahannya adalah karena ada rongga maka dapat menjadi tempat menempelnya
mokroba dan sedikit tersendat pada saat melalui jaringan.

Contoh : Vicryl, Silk, Ethibond


Daftar Pustaka

David, L. Dunn. 2014. Wound closure manual. Ethicon Product.

Harahap, Sumiardi dan Bob Bachsinar, (1992) Bedah Minor; Jakarta: Penerbit Hipokrates
http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/101284 (diakses pada tanggal 5
September 2017).