Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Pembesaran Kelenjar Prostat (BPH)


Sasaran : Keluarga dan pasien pria
Tempat : Ruang Sakti
Hari / Tanggal : Kamis , 04 Januari 2018
Waktu : 09.00

A. Tujuan Intruksional Umum :


Pada akhir proses penyuluhan pasien dan keluarga dapat mengenal dan memahami
penyakit BPH.

B. Tujuan Intruksional Khusus :


Setelah diberikan penyuluhan keluarga dapat
1. Menjelaskan pengertian BPH
2. Menyebutkan penyebab BPH
3. Menyebutkan tanda-tanda dan gejala BPH

C. Sasaran
Keluarga dan pasien pria

D. Materi Terlampir
1. Pengertian ” Benigna Prostat Hyperplasi ” ( BPH )
2. Penyebab
3. Gejala + Tanda
4. Cara pencegahan
5. Penatalaksanaan

E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
F. Media
1. Lembar Balik
2. Leaflet

G. Kegiatan Penyuluhan

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audience

1 5 Menit Pembukaan : 1. Menjawab salam


1. Salam pembuka 2. Memperhatikan
2. Memperkenalkan diri 3. Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan 4. Memperhatikan
4. Menyebutkan materi yang akan
diberikan

2 15 Menit Pelaksanaan : 1. Memperhatikan


1. Menjelaskan pengertian BPH 2. Memperhatikan
2. Menyebutkan penyebab BPH 3. Memperhatikan
3. Menyebutkan tanda + gejala 4. Memperhatikan
BPH 5. Memperhatikan
4. Menjelaskan cara pencegahan BPH
5. Menjelaskan penatalaksanaan
BPH

3 10 Menit Evaluasi : 1. Bertanya dan mende


1. Memberikan kesempatan ngarkan jawaban
audience untuk bertanya 2. Menjelaskan tentang
2. Meminta audience menjelaskan Materi
tentang materi BPH

4 5 Menit Terminasi : 1. Memperhatikan


1. Mengucapkan terima kasih atas 2. Membalas salam
perhatian yang diberikan
2. Mengucapkan salam penutup

H. Pengorganisasian Kelompok
Moderator : Hendro Hermawan
Penyaji : A.Akbar Taiyep
Observer : Nadya Triastika L.D
Fasilitator : Muliana Sari

I. Deskripsi tugas :
Moderator
- memimpin jalannya acara
- membuka pertemuan
- mengatur setting tempat
- menutup kegiatan penyuluhan
Penyaji
- menjelaskan materi
- menggantikan posisi lmoderator bila diperlukan
Observer
- mengobservasi jalannya acara
- memberi penilaian
- memberi saran dan kritik setelah acara selesai
- mengevaluasi dan umpan balik kepada penyaji dan moderator
Fasilitator
- sebagai pemandu jalannya acara
- sebagai tempat bertanya penyaji dan moderaror tentang kegiatan yang akan
dilakukan.
- Memberi petunjuk dalam acara supaya berlangsung baik.
J. Setting Tempat

Penyaji
x x

Moderator

x
x Observer + Fasilitator

Pasien

x
x

x
x
EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
1. Kesiapan Materi
2. Kesiapan SAP
3. Kesiapan media : leaflet dan lembar balik

2. Evaluasi Proses
1. Tiap fase dilalui sesuai waktu yang direncanakan
2. Mendapat respon dari audien berupa beberapa pertanyaan diajukan tentang hal-hal
yang belum diketahui
3. Suasana penyuluh berjalan tertib
4. Klien nampak antusias

3. Evaluasi Hasil
1. Menjelaskan pengertian BPH
2. Menjelaskan penyebab dan gejala BPH
3. Menjelaskan penanganan BPH
PEMBESARAN KELENJAR PROSTAT (BPH)

A. Pengertian
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak adalah kondisi
ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan, namun tidak bersifat kanker.
Kelenjar prostat merupakan sebuah kelenjar berukuran kecil yang terletak pada
rongga pinggul antara kandung kemih dan penis.

B. Penyebab
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena BPH adalah:
 Kurang berolahraga dan obesitas.
 Faktor penuaan.
 Menderita penyakit jantung atau diabetes.
 Efek samping obat-obatan penghambat beta (beta blockers).
 Keturunan.
C. Gejala BPH
Berikut ini gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita pembesaran prostat
jinak (BPH):
 Selalu ingin berkemih, terutama pada malam hari.
 Nyeri saat buang air kecil.
 Inkontinensia urine atau beser.
 Sulit mengeluarkan urine.
 Mengejan pada waktu berkemih.
 Aliran urine tersendat-sendat.
 Mengeluarkan urine yang disertai darah.
 Merasa tidak tuntas setelah berkemih.

Munculnya gejala-gejala tersebut disebabkan oleh tekanan pada kandung kemih dan
uretra ketika kelenjar prostat mengalami pembesaran.
Konsultasi pada dokter disarankan jika seseorang merasakan gejala BPH, meski
ringan. Pemeriksaan sangat diperlukan mengingat ada beberapa kondisi lain yang
gejalanya sama dengan BPH, di antaranya:
 Prostatitis atau radang prostat.
 Infeksi saluran kemih.
 Penyempitan uretra.
 Penyakit batu ginjal dan batu kandung kemih.
 Bekas luka operasi pada leher kandung kemih.
 Kanker kandung kemih
 Kanker prostat.
 Gangguan pada saraf yang mengatur aktivitas kandung kemih.
D. Cara Pencegahan BPH
Pengobatan BPH dapat dimulai dengan perawatan diri. Jika gejala tidak mereda
melalui perawatan diri, pengobatan atau operasi mungkin direkomendasikan. usia dan
kesehatan umum juga akan menjadi pertimbangan dalam pengobatan. Perawatan diri
pada BPH
1. Buang air kecil segera setelah merasakan dorongan (kebelet).
2. Biasakan pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, bahkan ketika tidak begitu
kebelet.
3. Hindari menggunakan obat dekongestan(pereda hidung tersumbat) atau obat
antihistamin, karena dapat membuat pengosongan kandung kemih menjadi lebih sulit
4. Mengurangi stres. Kegelisahan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil
5. Hindari alkohol dan kafein, terutama pada jam-jam setelah makan malam
6. Berolahraga secara teratur. Kurangnya olahraga dapat memperburuk gejala
7. Jaga agar tetap hangat. Dingin dapat membuat gejala BPH lebih buruk
E. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan pada klien benigna prostat hiperplasia terdiri dari penatalaksanaan

medis, penatalaksanaan keperawatan dan penatalaksanaan diit.

1. Penatalaksanaan medis

a. Pemberian obat-obatan antara lain Alfa 1-blocker seperti : doxazosin, prazosin

tamsulosin dan terazosin. Obat-obat tersebut menyebabkan pengenduran otot-otot

pada kandung kemih sehingga penderita lebih mudah berkemih. Finasterid, obat ini

menyebabkan meningkatnya laju aliran kemih dan mengurangi gejala. Efek samping
dari obat ini adalah berkurangnya gairah seksual. Untuk prostatitis kronis diberikan

antibiotik.

a. Pembedahan

1) Trans Urethral Reseksi Prostat ( TUR atau TURP ) prosedur pembedahan yang

dilakukan melalui endoskopi TUR dilaksanakan bila pembesaran terjadi pada lobus

tengah yang langsung melingkari uretra. Sedapat mungkin hanya sedikit jaringan

yang mengalami reseksi sehingga pendarahan yang besar dapat dicegah dan

kebutuhan waktu untuk bedah tidak terlalu lama. Restoskop sejenis instrumen hampir

serupa dengan cystoscope tapi dilengkapi dengan alat pemotong dan couter yang

disambungkan dengan arus listrik dimasukan lewat uretra. Kandung kemih dibilas

terus menerus selama prosedur berjalan. Pasien mendapat alat untuk masa terhadap

shock listrik dengan lempeng logam yang diberi pelumas yang ditempatkan pada

bawah paha. Kepingan jaringan yang halus dibuang dengan irisan dan tempat tempat

pendarahan dihentikan dengan couterisasi. Setelah TUR dipasang folley kateter tiga

saluran ( three way cateter ) ukuran 24 Fr yang dilengkapi balon 30-40 ml. Setelah

balon kateter dikembangkan, kateter ditarik kebawah sehingga balon berada pada fosa

prostat yang bekerja sebagai hemostat. Kemudian ditraksi pada kateter folley untuk

meningkatkan tekanan pada daerah operasi sehingga dapat mengendalikan

pendarahan. Ukuran kateter yang besar dipasang untuk memperlancar membuang

gumpalan darah dari kandung kemih.

2) Prostatektomi suprapubis adalah salah satu metode mengangkat kelenjar prostat dari

uretra melalui kandung kemih..

3) Prostatektomi perineal adalah mengangkat kelenjar prostat melalui suatu insisi dalam

perineum yaitu diantara skrotum dan rektum.


4) Prostatektomi retropubik adalah insisi abdomen mendekati kelenjar prostat, yaitu

antara arkus pubis dan kandung kemih tanpa memasuki kandung kemih.

5) Insisi prostat transuretral (TUIP) adalah prosedur pembedahan dengan cara

memasukkan instrumen melalui uretra.

6) Trans Uretral Needle Ablation ( TUNA ), alat yang dimasukkan melalui uretra yang

apabila posisi sudah diatur, dapat mengeluarkan 2 jarum yang dapat menusuk

adenoma dan mengalirkan panas sehingga terjadi koagulasi sepanjang jarum yang

menancap dijaringan prostat.

2. Penatalaksanaan non medis menurut Brunner and Suddart, (2010)

a. Mandi air hangat

b. Segera berkemih pada saat keinginan untuk berkemih muncul.

c. Menghindari minuman beralkohol

d. Menghindari asupan cairan yang berlebihan terutama pada malam hari.

e. Untuk mengurangi nokturia, sebaiknya kurangi asupan cairan beberapa jam sebelum

tidur.
PERAWATAN KATETER

A. PENGERTIAN
1. Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan terbuat dari bahan karet
atau plastik, metal, woven silk dan silicon
Kateterisasi kandung kemih adalah dimasukkannya kateter melalui uretra ke dalam kandung
kemih untuk mengeluarkan air seni atau urine
2. Perawatan Kateter adalah tindakan perawatan pada daerah genetal pria yang
terpasang kateter
B. TUJUAN
1. Tujuan Pemasangan
a. Memulihkan / mengatasi retensi urine akut / kronis.
b. Pengaliran urine untuk persiapan operasi atau pasca operasi.
c. Menentukan jumlah urine sisa setelah miksi.
d. Mengambil spesimen urine steril untuk pemeriksaan diagnostik.
e. Monitoring urine output secara ketat.
2. Tujuan Perawatan
a. Mencegah infeksi
b. Memberikan rasa nyaman
C. PETUGAS
Perawat
D. PERALATAN
1. Bak instrument steril berisi lidi kapas
2. Sarung tangan steril
3. Desinfektan
4. Air hangat, waslap, handuk
5. Perlak dan pengalas
6. Bengkok
E. PROSEDUR
F. PELAKSANAAN
1. Tahap PraInteraksi
a. Mengecek program terapi
b. Mencuci tangan
c. Menyiapkan alat
2. Tahap Orientasi
a. Memberikan salam pada pasien dan sapa nama
b. pasien
c. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
d. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien
3. Tahap Kerja
a. Memasang sampiran/menjaga privacy
b. Menyiapkan pasien dengan posisi membuka kedua kaki dan lutut ditekuk 45º
c. dan melepaskan pakaian bawah pasien
d. Memasang perlak, pengalas
e. Memakai sarung tangan
f. Membersihkan genetalia dengan air hangat
g. Memastikan posisi kateter terpasang dengan benar
h. (menarik dengan hati-hati, kateter tetap tertahan
i. Memberikan desinfektan dengan lidi kapas pada
j. ujung penis
k. Melepas pengalas dan sarung tangan
l. Merapikan pasien
4. Tahap Terminasi
a. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
b. Merapikan pasien dan lingkungan
c. Berpamitan dengan klien
d. Membereskan dan kembalikan alat
e. Mencuci tangan
f. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan
PERAWATAN KATETER

Persiapan alat dan bahan:

Meja/trolly yang berisi:

a. Sarung tangan steril


b. Pengalas
c. Bengkok
d. Lidi waten steril
e. Kapas steril
f. Kasa steril
g. Antiseptic (Bethadin)
h. Aquadest / air hangat
i. Korentang
j. Plester
k. Gunting
l. Bensin
m. Pinset
n. Kantung sampah

Pelaksanaan:

a. Siapkan alat dan bahan


b. Beritahu pasien maksud dan tujuan tindakan
c. Dekatkan alat dan bahan yang sudah disiapkan
d. Pasang tirai, gorden yang ada
e. Cuci tangan
f. Oles bensin pada plester dan buka dengan pinset
g. Buka balutan pada kateter
h. Pakai sarung tangan steril
i. Perhatikan kebersihan dan tanda-tanda infeksi dari ujung penis serta kateter
j. Oles ujung uretra dan kateter memakai kapas steril yang telah dibasahi dengan
aquadest / air hangat dengan arah menjauhi uretra
k. Oles ujung uretra dan kateter memakai lidi waten + bethadin dengan arah
menjauhi uretra
l. Balut ujung penis dan kateter dengan kasa steril kemudian plester
m. Posisikan kateter ke arah perut dan plester
n. Rapikan klien dan berikan posisi yang nyaman bagi pasien
o. Kembalikan alat ke tempatnya
p. Cuci tangan
q. Dokumentasikan tindakan
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Perawatan Kateter


Sasaran : Keluarga dan pasien
Tempat : Ruang Sakti
Hari / Tanggal : Kamis , 04 Januari 2018
Waktu : 09.00

A. Tujuan Intruksional Umum :


Pada akhir proses penyuluhan pasien dan keluarga dapat mengenal dan memahami cara
perawatan kateter

B. Tujuan Intruksional Khusus :


Setelah diberikan penyuluhan keluarga dapat
1. Menjelaskan pengertian kateter
2. Menjelaskan tujuan pemasangan kateter
3. Menjelaskan cara perawatan kateter

C. Sasaran
Keluarga dan pasien pria

D. Materi Terlampir
1. Pengertian Kateter
2. Tujuan Pemasangan Kateter
3. Perawatan kateter
E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
F. Media
1. Lembar Balik
2. Leaflet
G. Kegiatan Penyuluhan

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audience

1 5 Menit Pembukaan : 1. Menjawab salam


1. Salam pembuka 2. Memperhatikan
2. Memperkenalkan diri 3. Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan 4. Memperhatikan
4. Menyebutkan materi yang akan
diberikan

2 15 Menit Pelaksanaan : 1. Memperhatikan


1. Menjelaskan pengertian kateter 2. Memperhatikan
2. Menjelaskan tujuan pemasangan 3. Memperhatikan
kateter
3. Menjelaskan perawatan kateter

3 10 Menit Evaluasi : 1. Bertanya dan mende


1. Memberikan kesempatan ngarkan jawaban
audience untuk bertanya 2. Menjelaskan tentang
2. Meminta audience menjelaskan Materi
tentang perawatan kateter

4 5 Menit Terminasi : 1. Memperhatikan


1. Mengucapkan terima kasih atas 2. Membalas salam
perhatian yang diberikan
2. Mengucapkan salam penutup
H. Pengorganisasian Kelompok
Moderator : Hendro Hermawan
Penyaji : A.Akbar Taiyep
Observer : Nadya Triastika L.D
Fasilitator : Muliana Sari

I. Deskripsi tugas :
Moderator
- memimpin jalannya acara
- membuka pertemuan
- mengatur setting tempat
- menutup kegiatan penyuluhan
Penyaji
- menjelaskan materi
- menggantikan posisi lmoderator bila diperlukan
Observer
- mengobservasi jalannya acara
- memberi penilaian
- memberi saran dan kritik setelah acara selesai
- mengevaluasi dan umpan balik kepada penyaji dan moderator
Fasilitator
- sebagai pemandu jalannya acara
- sebagai tempat bertanya penyaji dan moderaror tentang kegiatan yang akan
dilakukan.
- Memberi petunjuk dalam acara supaya berlangsung baik.
J. Setting Tempat

Penyaji
x x

Moderator

x
x Observer + Fasilitator

Pasien

x
x

x
x
EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
1. Kesiapan Materi
2. Kesiapan SAP
3. Kesiapan media : leaflet dan lembar balik

2. Evaluasi Proses
1. Tiap fase dilalui sesuai waktu yang direncanakan
2. Mendapat respon dari audien berupa beberapa pertanyaan diajukan tentang hal-hal
yang belum diketahui
3. Suasana penyuluhan berjalan tertib
4. Klien nampak antusias

3. Evaluasi Hasil
1. Klien mampu menjelaskan pengertian kateter
2. Klien mengerti tujuan di pasangkan kateter
2. Klien mampu menjelaskan perawatan kateter