Anda di halaman 1dari 34

TUJUAN

•Disinfeksi mengacu pada perusakan yang


selektif pada organisme yang dapat
menyebabkan penyakit.
•Senyawa-senyawa klorin biasanya
digunakan sebagai disinfektan.
•Pada saat senyawa klorin ditambahkan ke
air, senyawa tersebut berubah menjadi
hipoklorit (OCl-) atau asam hipoklorous
(HOCl)
•hipoklorit (OCl-) atau asam hipoklorous
(HOCl) menghancurkan bakteri.
PEMILIHAN BAHAN KIMIA SEBAGAI
DISINFEKTAN
•Banyak bahan kimia yang dapat
digunakan sebagai disinfektan.
Sebagian besar diantaranya adalah
senyawa-senyawa klorin atau
senyawaan lain yang berkombinasi
dengan klorin. Senyawa yang
berkombinasi dengan klorin lebih
mudah di-packing dan dibawa daripada
klorin.
•Senyawa kombinasi tersebut antara
lain : kalsium hipoklorit, natrium
hipoklorit, asam tri-kloro-isosianurin
(TCCA: tri-chloro-isocyanurine acid).
•1. Klorin
•Klorin biasanya dipasok dalam bentuk cair atau gas di bawah
tekanan
•Tetapi klorin sangat berbahaya karena bereaksi dengan banyak
senyawa-senyawa inorganik dan organik.

•2. Kalsium hipoklorit


•Kalsium hipoklorit mudah di-packing dan dibawa daripada klorin.
•Kalsium hipoklorit biasanya dipasok dalam bentuk bubuk atau
granular kecil.
•Bahan kimia ini cenderung membentuk kristal. Karenanya, zat
ini bisa menyumbat pompa metering, pemipaan dan valve
(katup).
•Karena itu, bahan kimia ini tidak dapat digunakan pada sistem
pengumpanan yang sangat kecil seperti HWWTP.
PEMILIHAN BAHAN KIMIA SEBAGAI DISINFEKTAN

3. Natrium hipoklorit
Sebagian besar unit pengolahan limbah menggunakan natrium
hipoklorit karena lebih aman daripada klorin cair.
Larutan natrium hipoklorit dapat dibeli dalam botol 50-kg dengan
kandungan klorin 10-12%.
Larutan ini dipengaruhi oleh cahaya dan panas.
Karena itu harus disimpan dalam tempat yang dingin dan dalam
tangki yang tahan karat. 12% natrium hipoklorit tereduksi sebanyak
10% konsentrasi selama 4 hari dalam pengiriman, karena itu zat ini
tidak dapat digunakan pada tempat yang jauh dari pembuatnya. Zat
ini juga tidak dapat disimpan lebih dari satu minggu. Natrium
hipoklorit membutuhkan penanganan khusus karena adanya uap
klorin.
Sebagian besar HWWTP berad pada tempat yang jauh dengan
pabrik bahan kimia.
PEMILIHAN BAHAN KIMIA SEBAGAI DISINFEKTAN

4. Asam tri-kloro-isosianurin (TCCA)


TCCA merupakan senyawa organik yang berkombinasi dengan
klorin. Bahan kimia ini lebih stabil daripada bahan-bahan kimia di
atas atau bahan kimia lain yang digunakan sebagai disinfektan.
Harganya mungkin lebih mahal 20% daripada harga natrium
hipoklorit, tetapi harga pengirimannnya lebih murah karena
pengiriman TCCA dalam konsentrasi tinggi (90%) dibanding
natrium hipoklorit 12%.
KEBUTUHAN BAHAN KIMIA SEBAGAI DISINFEKTAN
Bila senyawa klorin ditambahkan ke air, senyawaan ini berubah
menjadi ion hipoklorit (OCl-) atau asam hipoklorous (HOCl).
Klorin (Cl2) biasanya berbentuk gas, dua langkah reaksi dapat
terjadi di air sesuai reaksi berikut :
Cl2 + H2O HOCl + H+ + Cl-
HOCl H+ + OCl-
PENGOLAHAN LUMPUR
(SLUDGE TREATMENT)
Sludge Treatment

Domestic waste
Sludge Treatment
(100)
(60)
Bar screen, Comminutor Preliminary treatment
Grit chamber etc.
(100)

Primary sludge
Primary sedimentation
(35)

(65)
Activated sludge,
Trickling filter, Aerobic treatment
RBC etc. Oxidized to CO (30)
2
Converted to sludge (35)

Secondary sludge
Secondary sedimentation (25)
Effluent (10)
SLUDGE: WHAT IS IT?
1. Sludge is the byproduct of treated
wastewater.
 Solids typically measured as suspended solids
concentration
2. Methods of disposal includes incineration,
landfill, and land applications (fertilizer).

Fig. 1 – Sequential Batch Reactor Fig. 2 – Sludge used as fertilizer


TREATMENT AND DISPOSAL OF SLUDGE
stabilization

thickening conditioning dewatering

drying disposal
PENGOLAHAN LUMPUR
Diagram Alir Pengolahan Lumpur

4. Dewatering
1.Thickening 5. Disposal
1. Vacum
1.Land
1. Gravity Filter application
2. Flotation 2. Filter press 2.Composting
Lumpur 3. Horizontal
3. Centrifugation 3.Land Filling
dari proses Belt Filter 4.Incineration
pengolahan 4. Centrifuga tion 5.Recalcinatio
5. Drying beds

2. Stabilization 3. Conditioning
1. Chlorine
Oxidation 1. Chemical
2. Lime 2. Elutriation
Stabilization 3. Heat
3. Heat treatment treatment
4. Aerobic Digestion
5. Anaerobic Digestion
THICKENING

 Suatu proses untuk menaikkan


kandungan solid (dari 0.5 – 1.5 %
menjadi 2 – 3 %) didalam sludge dengan
mengurangi kandungan air nya
 Metoda penurunan kadar air dapat
dilakukan dengan cara :
- Pengendapan secara gravitasi
(Gravity)
- Pengapungan dengan
pelarutan udara (Flotation)
Gravity Process
Gravity Thickener
Unit Gravity Thickener
DAF Thickening
 Flotation Process
STABILIZATION

‧Solids and biosolids are stabilized to :


- reduce pathogens
- eliminate offensive odors
Various Stabilization Processes
ALKALINE STABILIZATION

Lime is usually used to raise pH to 12 or


higher, so that microbial activities are
retarded or inactivated
Major advantage lies in the soil-like
product with substantially reduced
pathogens. However, solid contents are
increased.
ANAEROBIC DIGESTION

 The use of anaerobic digestion


to breakdown sludge.
 Still results in sludge waste
produced.
Anaerobic Digester
Sumber: Passavant Geiger, 2008.
STABILISASI AEROBIK
Mekanisme :
mengoksidasi bahan organik seluler dalam lumpur
melalui metabolisma endogenous.

STABILISASI ANAEROBIK
Deskripsi Proses :
menstabilisasi bahan organik menjadi gas methan dan
karbondioksida.

Proses Biokimia yang terlibat :1. Asidifikasi


2. Methanisasi

JENIS REAKTOR : 1. STANDARD RATE


2. HIGH RATE
THICKENING

 Suatu proses untuk menaikkan


kandungan solid (dari 0.5 – 1.5 %
menjadi 2 – 3 %) didalam sludge dengan
mengurangi kandungan air nya
 Metoda penurunan kadar air dapat
dilakukan dengan cara :
- Pengendapan secara gravitasi
(Gravity)
- Pengapungan dengan
pelarutan udara (Flotation)
DEWATERING

 Suatu proses untuk meningkatkan


kandungan solid (20%) didalam
sludge dengan mengurangi
kandungan air sebanyak-banyaknya
 Metoda penurunan kadar air dapat
dilakukan dengan cara :
- Alamiah
- Mekanis
SLUDGE DRYING BED
 Tujuan :
untuk menurunkan kadar air dalam lumpur.

 Proses yang terjadi :


drainase dan evaporasi

 Faktor-faktor yang mempengaruhi operasi SDB:


a. Cuaca
b. Karakteristik Sludge
C. Desain Sistem
Sludge Drying Bed di PIER
Sumber: PIER, 2008.
Sludge Drying Bed di IPLT Keputih
Sumber: Koleksi Pribadi, 2008.
Belt Filter Press
Belt Filter Press
Chamber/Membrane
Filter Press