Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : MAN 1 KABUPATEN MAGELANG


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI/ Genap
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar

3.11 Mengevaluasi pemahaman diri tentang bahaya penggunaan senyawa Psikotropika dan
dampaknya terhadap kesehatan diri, lingkungan dan masyarakat.
4.11 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi saraf dan hormon
pada sistem koordinasi yang disebabkan oleh senyawa Psikotropika yang
menyebabkan gangguan sistem koordinasi manusia dan melakukan kampanye anti
narkoba pada berbagai media.
4.12 Melakukan kampanye antinarkoba melalui berbagai bentuk media komunikasi baik di
lingkungan sekolah maupun masyarakat.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


Pertemuan 5

3. 11. 1. Mendeskripsikan pengaruh Psikotropika dan dampak penggunaan Psikotropika


terhadap kesehatan diri, lingkungan dan masyarakat
4. 11. 1. Menghasilkan produk melalui kegiatan dikusi kelompok sebagai bentuk penerapan
hasil analisis pengaruh Psikotropika terhadap kesehatan diri, lingkungan dan
masyarakat berupa poster.
4. 11. 2. Mengkomunikasikan poster yang dibuat didepan kelas
D. Tujuan
1. Siswa dapat memahami pengaruh Psikotropika dan dampak penggunaan
Psikotropika terhadap kesehatan diri, lingkungan dan masyarakat.
2. Siswa dapat menghasilkan produk berdasarkan hasil analisis dalam diskusi
kelompok berupa poster.
3. Siswa dapat mengkomunikasikan poster yang dibuat di depan kelas.

E. Materi Pembelajaran

PENGARUH PSIKOTROPIKA TERHADAP SISTEM KOORDINASI

Zat adiktif dan Psikotropika dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan nama narkoba
(narkotika dan obat berbahaya) atau NAPZA (narkotika, Psikotropika dan zat adiktif).
Sebenarnya, NAPZA adalah obat kedokteran yang diperlukan untuk pengobatan.
Akhir-akhir ini, telah terjadi penyalahgunaan PSIKOTROPIKA. Banyak obat jenis
PSIKOTROPIKA beredar di pasaran, misalnya ganja, sabu-sabu, ekstasi dna pil koplo.
Penyalahgunaan obat jenis PSIKOTROPIKA sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi
susunan saraf, menyebabkan ketagihan dan ketergantungan. Karena mempengaruhi susunan
saraf, PSIKOTROPIKA menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, persepsi dan kesadaran.
1. Rokok
Rokok menimbulkan asap yang berbau tidak sedap. Asap rokok menyebabkan sesak
nafas dan batuk. Asap rokok mengandung banyak bahan kimia berbahaya. Selain
membahayakan pengisapnya, rokok juga membahayakan orang yang ada di sekitarnya.
Asap rokok mengandung racun, misalnya tar, karbon monoksida, dan nikotin. Tar dapat
menimbulkan iritasi pada paru-paru sehingga mrnimbulkan batuk dan merupakan pemicu
terjadinya kanker paru-paru. Selain itu,tar juga dapat menyebabkan kanker mulut, laring,
perut dan pankreas.
Karbon monoksida lebih mudah mengikat hemoglobin daripada mengikat hidrogen.
Akibatnya, suplai oksigen di dalam tubuh menjadi berkurang. Pada keadaan normal,
hemoglobin mengikat oksigen yang diperlukan untuk membakar sari-sari makanan.
Pembakaran sari-sari makanan menghasilkan energi. Gas karbon monoksida lebih mudah
terikat hemoglobin daripada oksigen. Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan oksigen.
Kekurangan oksigen menyebabkan pernafasan terganggu (sesak nafas). Pada ibu hamil,
kekurangan oksigen dapat mengganggu perkembangan janin. Ibu perokok kemungkinan akan
melahirkan bayi cacat. Adanya karbon monoksida menyebabkan suplai oksigen dalam darah
menurun sehingga kebutuhan tidak dapat dipenuhi oleh tubuh. Jika kebutuhan oksigen tidak
terpenuhi, otot jantung akan mengalami kerusakan.
Nikotin merupakan racun yang menyebabkan ketagihan, peningkatan tekanan darah, dan
detak jantung. Peningkatan detak jantung menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat.
2. Minuman keras
Minuman keras juga mengganggu kesehatan. Minuman keras mengandung alkohol.
Alkohol dapat menimbulkan ketagihan atau kecanduan bagi peminumnya. Alcohol juga
membahayakan bagi kesehatan.
Alkohol adalah zat yang paling sering disalahgunakan oleh manusia. Efek yang
ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa
menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda tergantung pada jumlah/ kadar alkohol yang
dikonsumsi. Dalam jumlah kecil, alkohol dapat menimbulkan perasaan rileks, dan pengguna
akan lebih mudah mengekspresikan emosi, sepeti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.
Jika dikonsumsi berlebihan, akan muncul efek merasa lebih bebas lagi mengekspresikan
diri tanpa ada perasaan terhambat, menjadi lebih emosional, muncul akibat ke fungsi fisik,
misalnya bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan
dapat sampai tidak sadarkan diri. Kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan
untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang
serius seperti radang usus, penyakit liver dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol
digunakan dengan kombinasi obat-obatan berbahaya lainnya sehingga efeknya jadi berlipat
ganda. Jika hal ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi
dan kemungkinan mengalami overdosis lebih besar.
3. Zat Psikotropika
Zat Psikotropika adalah obat yang dapat mempengaruhi pikiran dan sistem saraf. Zat
Psikotropika yang ada dalam tumbuhan seperti ganja, opium, mariyuana, dan kokain sudah
digunakan sejak dahulu. Berdasarkan fungsinya, zat Psikotropika dibedakan menjadi tiga,
yaitu obat stimulun, obat depresan dan obat halusinogen.
a. Obat stimulun
Obat stimulan (obat perangsang) adalah obat yang merangsang sistem saraf sehingga orang
yang menggunakannya merasa lebih percaya diri dan selalu waspada. Contoh obat jenis isi
adalah kafein, mikotin, kokai serta amfetamin.
Kafein terdapat pada kopi dan teh. Kafein merangsang susunan saraf pusat sehingga dapat
menghilangkan rasa lapar, letih, dan mengantuk. Kafein dapat juga meningkatkan
konsentrasi. Penggunaanya yang berlebihan dapat menyebabkan ketagihan. Minum lebih
dari 5 gelas kopi perhari memperbesar resiko terkena jantung. Jika minum lebih dari 10
gelas sehari, dapat menimbulkan gangguan lambung, jantung berdebar dan sukar tidur.
Oleh karena itu, sebaiknya jangan minum kopi lebih dari 5 gelas sehari.
b. Obat depresan
Obat depresan adalah obat yang dapat mengendurkan atau mengurangi aktivitas atau
kegiatan susunan saraf, termasuk respon dari dan menuju otak.
Dalam dosis yang kecil, dapat membuat orang menjadi lebih santai dan tenang. Dalam
dosis yang lebih besar obat-obatan ini dapat menyebabkan tidak sadar, muntah dan
kematian. Depresan mempengaruhi konsentrasi dan koordinasi, memperlambat
kemampuan respon terhadap situasi yang tiba-tiba.
Contoh obat depresan adalah alkohol, heroin, morfin, opium serta zat-zat yang dihirup
seperti lem dan cairan pembersih.
c. Obat hallucinogen ( pengkhayalan atau halusinasi)
Halusinogen mempengaruhi persepsi. Orang yang memakainya mungkin akan melihat atau
mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau apa yang dilihatnya terganggu. Efek
dari halusinogen ini sangat besar. Adalah tidak mungkin untuk memprediksi bagaimana
mereka mempengaruhi orang tertentu pada suatu waktu tertentu. Obat yang termasuk
halusinogen diantaranya LSD, PCP, mescalin, dan ganja.
Cannabis sativa alias ganja dapat dikategorikan sebagai depresan (obat yang mengurangi
kegiatan sistem saraf) dan halusinogen (membuat halusinasi). Ganja terbuat dari daun
tanaman kanabis. THC adalah salah satu dari 400 bahan kimia yang ditemukan di dalam
ganja. THC-lah yang menyebabkan pengaruh yang mengubah suasana hati dan
mempengaruhi cara orang tersebut melihatdan mendengar hal-hal disekitarnya.
Gejala pemakaian :
Jantung berdebar, eufhoria (rasa gembira tanpa sebab), halusinasi dan delusi, waku
berjalan sangat lambat, apatis (cuek terhadap diri dan lingkungan), tidak ada kemauan,
mata merah, nafsu makan bertambah, mulut kering, serta ketakutan berlebihan.
Gejala putus obat :
Banyak berkeringat, gelisah, gemetaran, tidak ada selera makan, mual/muntah, diare terus
menerus, tidak dapat tidur, tingkah laku aneh, melamun, dan tertawa sendiri.

F. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
Pertemuan 5
Pendekatan : Discovery learning
Model : Project Based Learning
Metode : Diskusi, Tanya Jawab, Kerja Kelompok

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


Pertemuan 5
1. Media
LKS
2. Alat dan bahan
a. Spidol atau pensil warna
b. Papan tulis
c. Kertas HVS

3. Sumber belajar
a. Campbell, N.A. Jane B. Reece and Lawrence G. Mitchell. 2000. Biologi. edisi 5 jilid
3. Alih Bahasa: Wasman manalu. Erlangga. Jakarta
b. Irnaningtyas. 2013. Biologi untuk SMA/MA kelas XI. Erlangga : Jakarta
c. Widayati, sri. Siti Nur Rochmah dan Zubdi. 2009. Biologi SMA/MA kelas XI. BSE:
Jakarta
d. http://mediabelajaronline.blogspot.com/2010/11/sistem-saraf-koordinasi-pada-
manusia.html

H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 5 (2 x 45 menit)
Sintaks
Langkah Alokasi
Discovery Aktivitas Pembelajaran
Pembelajaran waktu
Learning
PENDAHULUAN 1. Guru mengucapkan 15 Menit
salam kepada peserta
didik
2. Guru mempersilahkan
satu peserta didik
untuk memimpin doa
sebelum memulai
proses pembelajaran.
3. Guru menjelaskan
indikator pencapaian
kompetensi untuk
pembelajaran hari ini.
4. Sebagai apersepsi
untuk mendorong rasa
ingin tahu dan berpikir
kritis, peserta didik
diajak memecahkan
masalah tentang
pengaruh Psikotropika
terhadap sistem
koordinasi.
Fase 1 1. Guru memberikan teori
Orientasi peserta proses kerja sistem
didik kepada masalah regulasi sebagai teori
pendukung untuk
mendasari pemahaman
peserta didik tentang
pengaruh Psikotropika
terhadap sistem
koordinasi.

Fase 2 1. Guru membagi peserta


Mengorganisasikan didik dalam 5
Peserta Didik kelompok
yang terdiri dari 6
peserta didik.
2. Guru membagikan ke
tiap kelompok LKS
yang berisi petunjuk
pembuatan poster
dengan tema berbeda
untuk masing-masing
kelompok.

INTI 60 Menit
Fase 3 Mengamati 1. Peserta didik
Membimbing mengamati dan
penyelidikan membaca dengan baik
LKS yang diberikan
oleh guru
2. Selama peserta didik
bekerja di dalam
kelompok,
guru memperhatikan
dan mendorong semua
peserta
didik untuk terlibat
diskusi, dan
mengarahkan bila
ada kelompok yang
melenceng jauh
pekerjaannya.
3. Guru menilai
kerjasama siswa
Fase 4 Menanya Guru mengajukan
Menganalisa dan pertanyaan tentang
mengevaluasi proses informasi yang tidak
pemecahan masalah dipahami dari apa yang
diamati atau pertanyaan
untuk mendapatkan
informasi tambahan
tentang poster yang akan
dibuat oleh kelompok.
Menalar Siswa membaca sumber
lain selain buku teks untuk
mendapatkan informasi
tambahan tentang
pengaruh Psikotropika
pada sistem koordinasi.
Mencoba Siswa mengolah data yang
sudah ada di LKS maupun
mengolah informasi yang
dikumpulkan dari sumber
lain tentang pengaruh
Psikotropika pada sistem
koordinasi dalam bentuk
poster.
Fase 5 Menyajikan Salah satu peserta didik
Mengembangkan dan poster dari setiap kelompok
menyajikan hasil diskusi (tidak harus yang
karya terbaik) diminta untuk
mempresentasikan poster
hasil diskusinya ke depan
kelas. Sementara
kelompok lain,
menanggapi apa yang
dipresentasikan.
PENUTUP 1. Guru dan peserta didik 15 Menit
menyimpulkan
berbagai bahan
Psikotropika dapat
memengaruhi fungsi
sel syaraf dan
menyimpulkan bahwa
kerusakan syaraf akibat
bahan Psikotropika
akan merugikan masa
depan siswa.
2. Guru menutup
pelajaran dengan
mengucapkan salam

I. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Bentuk Instrumen
 Pengamatan Sikap  Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
 Pengamatan keterampilan  Lembar pengamatan keterampilan
(Psikomotorik) Proses (psikomotorik) dan rubrik
 Tes Tertulis  Pilihan Ganda
2. Instrumen

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP


Materi : Sistem saraf
Kelas/Semester : XI/II
Hari/Tanggal :
a. Lembar Pengamatan Sikap

Apek
Kepedulian
Kerjasama

Tanggung

No
Nama Siswa Skor Nilai
Disiplin

.
jawab

1.
2.
3.
4.
5.
dst

RUBRIK PENILAIAN SIKAP


No Aspek yang dinilai Rubrik
1 Disipin dalam mengerjakan dan 4: selalu mengerjakan tugas dan tepat waktu dalam
mengumpulkan tugas mengumpulkan tugas
3: mengerjakan tugas tetapi terlambat mengumpulkan
2: mengerjakan tugas tetapi tugas tidak dikumpulkan
1: tidak mengerjakan dan mengumpulkan tugas
2 Menunjukkan kerjasama antar 4. selalu menunjukkan kerjasama antar anggota
anggota kelompok dalam diskusi kelompok, terlibat aktif dalam kegiatan belajar baik
individu maupun berkelompok
3: kurang menunjukkan kerjasama antar anggota
kelompok, kurang terlibat aktif dalam kegiatan
belajar baik individu maupun berkelompok
2: jarang menunjukkan kerjasama antar anggota
kelompok, dan baru terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok ketika disuruh
1: tidak pernah menunjukkan kerjasama antar anggota
kelompok, sulit terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok walaupun telah didorong untuk terlibat
3 Menunjukkan kepedulian 4: selalu menunjukkan kepedulian terhadap guru
terhadap guru dan teman selama maupun teman kelompok ketika proses belajar
pembelajaran berlangsung
3: kurang menunjukkan kepedulian terhadap guru
maupun teman kelompok ketika proses belajar
berlangsung
2: jarang menunjukkan kepedulian terhadap guru
maupun teman kelompok ketika proses belajar
berlangsung
1: tidak pernah menunjukkan kepedulian terhadap
guru maupun teman kelompok ketika proses belajar
berlangsung
4 Menunjukkan sikap bertanggung 4: selalu menunjukkan rasa tanggung jawab dalam
jawab dalam belajar baik individu belajar baik individu maupun kelompok
maupun kelompok 3: kurang menunjukkan rasa tanggung jawab dalam
belajar baik individu maupun kelompok
2: jarang menunjukkan rasa tanggung jawab dalam
belajar baik individu maupun kelompok
1: tidak pernah menunjukkan rasa tanggung jawab
dalam belajar baik individu maupun kelompok

1. RUMUS PERHITUNGAN SKOR AKHIR SIKAP


*)Skor maksimal = 16
1. PENILAIAN SIKAP
Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3.33 < skor < 4.00
Baik : apabila memperoleh skor : 2.33 < skor < 3.33
Cukup : apabila memperoleh skor : 1.33 < skor < 2.33
Kurang : apabila memperoleh skor : skor < 1.33

INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTORIK Proses


Materi : Sistem saraf
Kelas/Semester : XI/II
Hari/Tanggal :

b. Lembar Penilaian Psikomotorik proses


No Aspek yang dinilai 4 3 2 1 Keterangan
1 Melakukan investigasi terhadap topik
bahasan kelompok.
2 Melakukan tanggung jawab di dalam
kelompok
3 Berpartisipasi dalam diskusi kelas
4 Persentasi

Rubrik penilaian keterampilan (psikomotorik proses)


No Aspek yang dinilai Rubrik
1 Melakukan investigasi 4: melakukan investigasi topik berama teman
terhadap topik bahasan kelompok dengan baik
kelompok. 3: melakukan investigasi topik bersama teman
kelompoknya
2: melakukan investigasi seorang diri
1: tidak melakukan investigasi
2 Melakukan tanggung jawab di 4: mengambil peran atau tanggung jawab dalam
dalam kelompok kelompok dengan sangat baik.
3: mengambil bagian atau tugas dalam
menyelesaikan tugas dengan baik
2: mengambil peran atau tanggung jawab,tetapi
kurang baik
1: mengambil peran dalam kelompok tetapi tidak
baik.
3 Berpartisipasi dalam diskusi 4: selalu berpartisipasi bagian dalam setiap diskusi
kelas kelas
3: berpartisipasi dalam sebagian tahapan diskusi
kelas
2: kurang berpatisipasi dalam diskusi kelas
1: tidak berpartisipasi dalam diskusi kelas
4 Presentasi 4: menyampaikan hasil presentase dengan kalimat
yang jelas sehingga mudah dimengerti
3: menyampaikan hasil presentase dengan kalimat
yang cukup jelas dan dapat dimengerti
2: menyampaikan hasil presentase dengan kalimat
yang kurang jelas sehingga kurang dimengerti
1: menyampaikan hasil presentase dengan kalimat
yang tidak jelas sehingga sulit dimengerti

1. RUMUS PERHITUNGAN SKOR AKHIR KETERAMPILAN PROSES

*)Skor maksimal = 16

1. PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES

SKOR NILAI
0.00 ˂ skor ˂ 1,00 D
1,00 ˂ skor ≤ 1,33 D+
1,33 ˂ skor ≤ 1,66 C-
1,66 ˂ skor ≤ 2,00 C
2,00 ˂ skor ≤ 2,33 C+
2,33 ˂ skor ≤ 2,66 B-
2,66 ˂ skor ≤ 3,00 B
3,00 ˂ skor ≤ 3,33 B+
3,33 ˂ skor ≤ 3,66 A-
3,66 ˂ skor ≤ 4,00 A

Enrekang, Maret 2016

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Kairawan, S. Pd. M. Pd. Drs. Imran Tahir, M. Pd.


NIP. 19700601 199702 1 008 NIP. 19681231 199403 1 054