Anda di halaman 1dari 23

Kegiatan Belajar

PELAKSANAAN TAHAPAN KUALIFIKASI


PENYEDIA BARANG/JASA

Uraian dan Contoh


1
A. Pendahuluan
Indikator Keberhasilan

Setelah mempelajari
Pengadaan barang/jasa memiliki output barang atau jasa. Kegiatan Belajar 1,
peserta diharapkan
Namun, barang/jasa tidak bisa didapatkan tanpa adanya mampu:
penyedia. Oleh karena itu pengadaan barang/jasa pada 1. Menjelaskan
pengumuman
hahekatnya adalah menilai kompetensi, kemampuan usaha serta prakualifikasi
2. Menjelaskan proses
pemenuhan persyaratan tertentu penyedia dan menilai
pendaftaran dan
persyaratan, mutu barang/jasa yang ditawarkan oleh penyedia. pengambilan
dokumen
Untuk menilai persyaratan penyedia maka dilakukan kualifikasi
3. Menjelaskan proses
berdasarkan isian kualifikasi yang dibuat penyedia, sedangkan penjelasan kualifikasi
4. Menjelaskan proses
untuk menilai barang/jasa yang ditawarkan penyedia maka
pemasukan dokumen
dilakukan pemilihan terhadap dokumen penawaran penyedia. kualifikasi
5. Menjelaskan proses
Penilaian kualifikasi dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, evaluasi kualifikasi
yaitu: 6. Menjelaskan proses
penetapan dan
1. Prakualifikasi merupakan proses penilaian kualifikasi yang pengumuman hasil
dilakukan sebelum pemasukan penawaran, kualifikasi dan
7. Menjelaskan proses
2. Pascakualifikasi merupakan proses penilaian kualifikasi yang sanggah kualifikasi
dilakukan setelah proses penawaran.

Contoh:
Suatu satuan kerja A memerlukan printer untuk kegiatan operasional kantor. Apakah
printer tersebut sudah tersedia ketika menyusun spesifikasi?, Apakah printer tersebut
sudah tersedia ketika menyusun HPS?, Apakah printer tersebut sudah tersedia ketika
menyusun rancangan kontrak?, tentu tidak. Printer akan tersedia jika kita sudah memilih
penyedia yang tepat dimana kita dapat membeli printer tersebut. Untuk menentukan
Toko/CV/PT penyedia printer yang tepat ini kita melakukan kualifikasi untuk memastikan
bahwa Toko/CV/PT tersebut dipastikan mampu menyediakan printer yang kita butuhkan.
Sedangkan untuk mendapatkan printer yang tepat sesuai yang kita butuhkan, kita
melakukan penilaian terhadap dokumen penawaran dari penyedia.
1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Gambar 1.1 Hakikat Pengadaan Barang/Jasa

Administrasi
Isian
Kualifikasi
Kualifikasi
Teknis
Penyedia

Pengadaan

Barang/Jasa Administrasi

Pemilihan Penawaran Teknis

Harga

Tahapan Proses penilaian kualifikasi pada metode prakualifikasi akan dibahas pada
bagian berikutnya.

B. Tata Cara Pelaksanaan Pengumuman, Pendaftaran, dan Pengambilan


Dokumen Prakualifikasi

1. Pengumuman
Gambar 1.2 Aspek Pengumuman Kualifikasi

- Diumumkan HPS
Website K/L/D/I bukan Pagu (kec.
7 hari kalender untuk
Evaluasi pagu
Papan Pengumuman Pelelangan Umum,
anggaran)
Resmi Seleksi Umum,
- Tidak Diskriminatif
Pelelangan Terbatas
Portal Pengadaan - Sanksi kepada Pokja
Nasional bila melanggar

Media Waktu Perlu


diperhatikan

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 2


Pengadaan Barang/Jasa

Pengumuman pada hakikatnya adalah sarana mewujudkan prinsip transparan dan


terbuka dalam pengadaan barang dan jasa. Pengumuman dilakukan sekurang-kurangnya
melalui website masing-masing Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat
Daerah/Institusi (K/L/D/I), papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta portal
pengadaan nasional melalui LPSE sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang
berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya. Apabila diperlukan ULP dapat
menambah media pengumuman antara lain dengan media cetak baik media cetak
nasional atau media cetak provinsi, radio, televisi, dan mengundang penyedia barang/jasa
yang dianggap mampu sesuai dengan aturan yang berlaku.
Media pengumuman melalui website dan portal pengadaan nasional secara
otomatis telah dilakukan apabila pengadaan dilakukan secara elektronik, karena
pelaksanaan e-procurement sudah menggunakan website LPSE yang melekat pada
K/L/D/I serta sudah teragregasi secara nasional melalui website pengadaan nasional di
www.inaproc.lkpp.go.id
Prakualifikasi dapat diikuti oleh semua peserta pengadaan yang berbentuk badan
usaha (perusahaan/koperasi) atau Kemitraan/Kerja Sama Operasional (KSO). Untuk
pelelangan terbatas, peserta dapat berasal dari penyedia barang yang namanya
tercantum dalam pengumuman pelelangan terbatas atau penyedia barang yang
memenuhi kualifikasi. Apabila peserta sedang melakukan Kemitraan/KSO, baik dengan
perusahaan nasional maupun asing maka peserta harus memiliki perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasiyang memuat persentase Kemitraan/KSO dan perusahaan
yang mewakili Kemitraan/KSO tersebut.
Pengumuman dilaksanakan oleh Kelompok Kerja ULP secara luas segera setelah
RUP diumumkan. Untuk pengadaan barang/jasa tertentu, Kelompok Kerja ULP dapat
mengumumkan secara luas kepada masyarakat sebelum RUP diumumkan. Pengadaan
barang/jasa tertentu tersebut antara lain:
a. Pengadaan barang/jasa yang membutuhkan waktu perencanaan dan persiapan
pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang lama;
b. Pekerjaan kompleks; dan/atau pekerjaan rutin yang harus dipenuhi di awal tahun
anggaran dan tidak boleh berhenti
Proses pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan mendahului penetapan
DIPA/DPA, namun isi pengumuman pemilihan penyedia barang/jasa harus memuat
kondisi bahwa :
a. DIPA/DPA belum ditetapkan; dan
b. Apabila proses pemilihan penyedia barang/jasa dibatalkan karena DIPA/DPA tidak
ditetapkan atau alokasi anggaran dalam DIPA/DPA yang ditetapkan kurang dari nilai
pengadaan yang diadakan, kepada penyedia barang/jasa tidak diberikan ganti rugi.

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 3


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Waktu penayangan pengumuman ditentukan minimum 7 (tujuh) hari kerja untuk


pelelangan umum, pelelangan terbatas dan seleksi umum. Namun apabila pengadaan
barang/jasa dilakukan melalui e-tendering maka batas minimum penayangan ditetapkan
berdasarkan hari kalender, namun batas akhirnya harus hari dan jam kerja.
Materi pengumuman memuat paling sedikit:
a. Nama dan alamat ULP yang akan mengadakan pelelangan;
b. Uraian singkat mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan;
c. Nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS);
d. Syarat-syarat peserta pelelangan;
e. Tempat, tanggal, hari dan waktu untuk mengambil dokumen pengadaan; dan
f. Pengumuman untuk pelelangan terbatas harus mencantumkan nama calon penyedia
barang/jasa yang dianggap mampu.
Pengumuman dapat juga dilakukan melalui website komunitas internasional
(seperti www.dgmarket.com, www.undp.org dan lain-lain) serta diberitahukan kepada
penyedia yang diyakini mampu mengerjakan, apabila dari hasil identifikasi ternyata tidak
ada penyedia dalam negeri yang mampu mengerjakan.
Terhadap kecurangan dalam proses pengumuman, maka dapat dikenakan sanksi,
antara lain:
a. ULP dikenakan sanksi administrasi, ganti rugi dan/atau pidana sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan/atau
b. Peserta yang terlibat dimasukkan ke dalam Daftar Hitam dan/atau dikenakan sanksi
pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dari beberapa uraian aturan di atas maka hal-hal yang perlu dicermati dalam
pengumuman antara lain:
a. Pengumuman tidak lagi memuat pagu anggaran, melainkan Harga Perkiraan Sendiri
(HPS), kecuali untuk seleksi dengan metode evaluasi pagu anggaran.
b. Panitia dilarang memuat persyaratan yang memberatkan peserta seperti membawa
salinan surat-surat tertentu, mempunyai rekening di bank tertentu.
c. Apabila panitia/ULP melanggar, maka dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Salah satu akibatnya, bisa saja pengumuman tersebut dianggap gagal dan harus
diulang.

2. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Kualifikasi


Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi dapat dilakukan sejak
pengumuman sampai dengan 1 (satu) hari sebelum batas akhir pemasukan dukumen
kualifikasi. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi ini dilakukan melalui
aplikasi SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik). Penyedia barang/jasa yang akan

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 4


Pengadaan Barang/Jasa

melakukan tahapan pendaftaran, pengambilan dokumen harus melakukan registrasi


terlebih dahulu sebagai penguna SPSE melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik
(LPSE) untuk mendapatkan kode akses (user ID dan password). Penyedia dilarang
memberikan kode akses yang diberikan kepada pihak lain. Pengambilan dokumen
dilakukan melalui proses download file melalui aplikasi SPSE.
Proses download/mengunduh dokumen kualifikasi dilakukan melalui aplikasi
SPSE. Dokumen kualifikasi meliputi:
a. Umum;
b. Pengumuman prakualifikasi;
c. Instruksi kepada peserta;
d. Lembar data kualifikasi;
e. Pakta Integritas (untuk KSO);
f. Isian data kualifikasi;
g. Petunjuk pengisian data kualifikasi;
h. Tata cara evaluasi kualifikasi;
i. Surat perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila peserta berbentuk
Kemitraan/KSO).
Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Kualifikasi ini.
Kelalaian menyampaikan keterangan yang disyaratkan dalam Dokumen Kualifikasi
sepenuhnya merupakan risiko peserta.

C. Penjelasan Dokumen Kualifikasi


Penjelasan dokumen kualifikasi dapat dilakukan apabila diperlukan. Penjelasan ini
dilakukan secara online tanpa tatap muka melalui aplikasi SPSE untuk memberikan informasi
yang dianggap penting terkait dokumen kualifikasi.
Sebelum batas akhir waktu penyampaian dokumen kualifikasi, Pokja ULP dapat
mengubah dokumen kualifikasi dengan menetapkan adendum berdasarkan informasi baru
yang mempengaruhi substansi dokumen kualifikasi. Setiap adendum yang ditetapkan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen kualifikasi dan disampaikan kepada
semua peserta.
Pokja ULP dapat mengumumkan adendum dokumen kualifikasi dengan cara
mengunggah (upload) file adendum dokumen kualifikasi melalui aplikasi SPSE paling lambat
2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan dokumen kualifikasi. Apabila Pokja ULP akan
mengunggah (upload) file adendum Dokumen Kualifikasi kurang dari 2 (dua) hari sebelum
batas akhir pemasukan kualifikasi, maka Pokja ULP wajib mengundurkan batas akhir
pemasukan kualifikasi. Peserta dapat mengunduh (download) file adendum dokumen
kualifikasi (apabila ada) melalui aplikasi SPSE.

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 5


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

D. Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Kualifikasi


Kualifikasi yang disampaikan oleh peserta adalah data kualifikasi yang telah diisi pada
form isian elektronik data kualifikasi pada aplikasi SPSE, sebelum batas akhir pemasukan
dokumen kualifikasi. Apabila ada data kualifikasi yang dipersyaratkan Pokja ULP namun
belum diakomodir dalam form isian elektronik, maka data kualifikasi dimaksud dapat diunggah
(upload) pada fasilitas pengunggahan yang tersedia pada aplikasi SPSE. Untuk peserta yang
berbentuk konsorsium/kemitraan/bentuk kerjasama lain, pemasukan kualifikasi dilakukan
oleh badan usaha yang ditunjuk mewakili konsorsium/kemitraan/bentuk kerjasama lain.
Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota Kemitraan/KSO
hanya diperbolehkan untuk menyampaikan satu data kualifikasi. Peserta yang telah
mengirimkan data kualifikasi secara elektronik, dianggap menyetujui beberapa pernyataan
dalam pakta integritas sebagai berikut:
1. Yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit,
dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan;
2. Yang bersangkutan berikut pengurus badan usaha tidak masuk dalam daftar hitam;
3. Yang bertindak untuk dan atas nama badan usaha tidak sedang dalam menjalani sanksi
pidana;
4. Data kualifikasi yang diisikan benar, dan jika dikemudian hari ditemukan bahwa
data/dokumen yang disampaikan tidak benar dan ada pemalsuan, maka direktur
utama/pimpinan perusahaan, atau kepala cabang, atau pejabat yang menurut perjanjian
kerja sama berhak mewakili badan usaha yang bekerja sama dan badan usaha yang
diwakili bersedia dikenakan sanksi administratif, sanksi pencantuman dalam daftar hitam,
gugatan secara perdata,dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan;
5. Pimpinan dan pengurus badan usaha bukan sebagai pegawai K/L/D/I atau pimpinan dan
pengurus badan usaha sebagai pegawai K/L/D/I yang sedang mengambil cuti diluar
tanggungan K/L/D/I; dan
6. Pernyataan lain yang menjadi syarat kualifikasi yang tercantum dalam dokumen
pengadaan.
Pakta Integritas dan Data Kualifikasi dianggap telah disetujui dan ditandatangani oleh
peserta pengadaan, kecuali untuk peserta yang melakukan Kemitraan/Kerja Sama Operasi
(KSO) Pakta Integritas dan dan Data Kualifikasi ditandatangani oleh pejabat yang menurut
perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili Kemitraan/KSO.
Pada metode prakualifikasi data Kualifikasi dapat dibuka pada saat data kualifikasi
diterima Pokja ULP pada aplikasi SPSE. Apabila Pokja ULP menganggap ada kekurangan
data kualifikasi, Pokja ULP wajib meminta kepada peserta untuk melengkapi kekurangan data

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 6


Pengadaan Barang/Jasa

tersebut dan peserta memenuhi permintaan Pokja ULP tersebut paling lambat sebelum batas
akhir pemasukan data kualifikasi. Batas akhir pemasukan dokumen kualifikasi paling kurang
3 (tiga) hari setelah berakhirnya penayangan pengumuman kualifikasi.

Gambar1.3 Aspek Kualifikasi


- Isian kualifikasi dibuat
melalui form isian
elektronik
- Pakta Integritas dan
Setiap perubahan dibuat Data Kualifikasi
dalam adendum dianggap telah
Dilakukan sejak dokumen kualifikasi ditandatangani
pengumuman s.d. satu - Batas akhir pemasukan
hari 1 (satu) hari sebelum File adendum diupload dokumen kualifikasi
batas akhir pemasukan paling lambat 2 (dua) hari paling kurang 3 hari
dokumen kualifikasi sebelum batas akhir setelah berakhirnya
pemasukan dokumen penayangan
kualifikasi pengumuman kualifikasi

Pengambilan Penjelasan Pemasukan

E. Evaluasi Kualifikasi

Evaluasi kualifikasi dilakukan berdasarkan formulir isian kualifikasi dengan ketentuan


sebagai berikut:
1. Barang/jasa lainnya/kontruksi, evaluasi persayaratan administrasi kualifikasi dilakukan
dengan sistem gugur.
2. Jasa Konsultansi:
a. Pasca kualifikasi: evaluasi persyaratan administrasi kualifikasi dilakukan dengan
sistem gugur
b. Pada pelaksanaan prakualifikasi:
1) Evaluasi persyaratan administrasi kualifikasi dilakukan dengan sistem gugur
2) Evaluasi persyaratan teknis kualifikasi dilakukan dengan sistem nilai
Hasil evaluasi persyaratan teknis sebagai dasar untuk menyusun calon daftar pendek.
Tabel 1.1 Metode Evaluasi Kualifikasi
Unsur Non Konsultansi Konsultansi
Administrasi kualifikasi Sistem Gugur Sistem Gugur
Teknis Kualifikasi Sistem Gugur Sistem Nilai

1. Evaluasi Administrasi Kualifikasi

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 7


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pokja ULP memeriksa dan membandingkan antara persyaratan pada dokumen


kualifikasi dengan data kualifikasi peserta yang tercantum pada aplikasi SPSE dalam hal:
a. Kelengkapan data kualifikasi; dan
b. Pemenuhan persyaratan kualifikasi.
Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat
meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh
mengubah substansi data kualifikasi yang telah dikirmkan melalui aplikasi SPSE.
Pada metode prakualifikasi, evaluasi kualifikasi belum merupakan ajang kompetisi
data yang kurang dapat dilengkapi paling lambat sebelum batas akhir pemasukan
dokumen kualifikasi, namun pada metode pascakualifikasi evaluasi kualifikasi sudah
merupakan ajang kompetisi, sehingga data yang kurang tidak dapat dilengkapi
Peserta dinyatakan memenuhi persyaratan kualifikasi apabila:
a. Data kualifikasi untuk peserta yang melakukan Kemitraan/Kerja Sama Operasi
disampaikan oleh pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi
berhak mewakili Kemitraan/KSO;
b. Memiliki ijin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
c. Perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi
yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani
sanksi pidana;
d. Salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya tidak masuk dalam Daftar
Hitam;
e. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT
Tahunan).
f. Memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu
4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk
pengalaman subkontrak, kecuali yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;
g. Memiliki kemampuan sesuai dengan sub-bidang pekerjaan untuk usaha non kecil
atau sesuai dengan bidang pekerjaan untuk usaha mikro, usaha kecil serta koperasi
kecil;

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 8


Pengadaan Barang/Jasa

h. Dalam hal peserta akan melakukan kemitraan:


1) Peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang
memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili
kemitraan/KSO tersebut;
2) Evaluasi persyaratan pada angka a. sampai dengan angka g. dilakukan untuk
setiap perusahaan yang melakukan kemitraan/KSO.

Persyaratan Kualifikasi Kontruksi dan Jasa lainnya


Pada pekerjaan konstruksi dan jasa lainnya persyaratan kualifikasi juga harus
memenuhi persyaratan:
a. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang
diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan;
b. Menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan;
c. Memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk
mengikuti pengadaan pekerjaan konstruksi paling kurang 10% (sepuluh perseratus)
dari nilai total HPS;
d. Dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO:
1) Peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang
memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili
kemitraan/KSO tersebut;
2) Evaluasi persyaratan kualifikasi dilakukan untuk setiap perusahaan yang
melakukan kemitraan/ KSO;
e. Untuk pekerjaan non kecil penyedia harus memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada
pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang setara, dengan ketentuan:
KD = 3 NPt (Kontruksi) dan KD = 5 NPT (Jasa lainnya)
NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dalam
10 (sepuluh) tahun terakhir;
1) Dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang
mewakili kemitraan/KSO;
2) KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;
3) Pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak dan
status peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya;

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 9


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

4) nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang


(present value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:
𝐼𝐼𝐼𝐼
NPs = 𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝑥𝑥
𝐼𝐼𝑁𝑁

NPs = Nilai pekerjaan sekarang


Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada)
saat serah terima pertama
Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima
pertama
Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila
belum ada, dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan
indeks bulan-bulan sebelumnya)
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen terbesar
dari pekerjaan.
Ilustrasi perhitungan KD disampaikan seperti pada ilustrasi 1.1.
Ilustrasi 1.1 :
Pada paket pekerjaan bangunan gedung kantor nilai HPS Rp. 3.000.000.000
(tiga miliar rupiah). Nilai pengalaman tertinggi dari PT. Angin Ribut adalah
Rp.1.000.000.000,- Apakah penyedia tersebut memenuhi KD ?
Jawab
KD untuk pekerjaan kontruksi = 3 NPt
KD = 3 x 1.000.000.000,-
= 3.000.000.000,-
Dengan demikian PT. Angin Ribut memenuhi aspek kualifikasi Kemampuan
Dasar (KD) karena KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS.

f. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan:


1) SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan
KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan
untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N
N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada
saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir;
2) dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari semua
perusahaan yang bermitra/KSO;
Ilustrasi perhitungan SKP disampaikan seperti pada ilustrasi 1.2.

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 10


Pengadaan Barang/Jasa

g. memiliki Sertifikat Manajemen Mutu (ISO) dan/atau memiliki Sertifikat Manajemen


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), apabila disyaratkan.

Ilustrasi 1.2:
Paket pekerjaan bangunan gedung kantor nilai HPS Rp. 3.000.000.000 (tiga
miliar rupiah). Dalam isian kualifikasi pekerjaan yang sedang dilakukan oleh PT
Angin Ribut sebanyak 5 paket. Apakah penyedia tersebut masih mempunyai
SKP?
Jawab
SKP = KP- Jumlah paket yang sedang dilakukan
KP untuk usaha nonkecil =6
KD = 6 – 5 paket
= 1 paket
Dengan demikian PT Angin Ribut memenuhi aspek kulaifikasi Sisa
Kemampuan Paket (SKP).

Bagi penyedia asing, persyaratan kualifikasi berikut:


a. Penyedia yang berdiri < 3 (tiga) tahun, wajib memiliki pengalaman;
b. Perhitungan Sisa Kemampuan Paket (SKP) tidak dihitung;
c. NPWP dan kewajiban perpajakan tidak diminta.

Persyaratan kualifikasi Jasa Konsultansi


Pada pengadaan Jasa Konsultansi, penilaian kualifikasi juga dilakukan terhadap hal-hal
berikut ini :
a. Kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan;
b. Menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan;
c. Untuk pekerjaan kompleks dapat disyaratkan memiliki sertifikat manajemen mutu
(ISO) atau persyaratan lain.

2. Evaluasi Teknis Kualifikasi


Pada pengadaan jasa konsultansi untuk menentukan daftar pendek (short list)
maka digunakan sistem nilai yaitu dengan cara pembobotan terhadap unsur-unsur
persyaratan teknis yang terdiri dari:

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 11


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Tabel 1.2 Unsur Teknis Kualifikasi


No Unsur Teknis Kualifikasi Bobot
1 Pengalaman pada pekerjaan sejenis 40 – 55 %
2 Kesesuaian besaran nilai pekerjaan sejenis 35 – 45%
yang pernah diselesaikan dengan nilai
pekerjaan yang akan dikompetisikan
3 Pengalaman di lokasi yang sama pada tingkat 5 – 15%
kabupaten/kota
4 Domisili perusahaan induk (tingkat 5%
provinsi/kabupaten/kota, kecuali provinsi DKI
Jakarta)

Cara penilaian teknis kualifikasi dijelaskan dalam uraian berikut


a. Pengalaman pada pekerjaan sejenis;
Langkah-langkah melakukan evaluasi pengalaman sejenis
1) Menghitung jumlah pengalaman yang sesuai bidang dan sub bidang pekerjaan
pada setiap penawaran yang masuk
2) Menentukan jumlah pengalaman sejenis yang tertinggi yang akan menjadi
pembanding pengalaman sejenis penyedia lain
3) Menghitung nilai pengalaman setiap penyedia dengan rumus:

JPP X
NP X = × 100 × Bobot Sub Unsur
JPP Tertinggi

Keterangan:
X = Nama perusahaan peserta kualifikasi
NP = Nilai Pengalaman
JPP = Jumah Pengalaman Perusahaan

Contoh perhitungan unsur pengalaman pada pekerjaan sejenis, dapat dilihat pada
tabel 1.3

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 12


Pengadaan Barang/Jasa

Tabel 1.3 Perhitungan Unsur Pengalaman Pekerjaan Sejenis


Nama Perusahaan Jumlah Paket Bobot Nilai Pengalaman
Pengalaman
(40-55%)
Sejenis

1 2 3 4

PT. Mega Konsultan 20 40% 20


× 100 × 40% = 20
40

PT. Maju Konsultan 10 40% 10


× 100 × 40% = 10
40
PT. Cipta Konsultan 40 40% 40
× 100 × 40% = 40
40
(tertinggi)

b. Kesesuaian besaran nilai pekerjaan sejenis yang pernah diselesaikan dengan nilai
pekerjaan yang akan dikompetisikan, dihitung berdasarkan nilai kontrak tertinggi.
Langkah-langkah melakukan evaluasi nilai kesesuaian pekerjaan sejenis :
1) Menghitung nilai kontrak pekerjaan sejenis yang pernah diperoleh pada setiap
penawaran yang masuk.
2) Nilai kontrak kontrak tertinggi yang sama dengan atau lebih besar dari HPS diberi
nilai maksimal dan tetap (dapat dikonversi berdasarkan nilai pada saat pekerjaan
dilaksanakan dengan menggunakan indeks BPS).
3) Nilai kontrak yang kurang dari HPS, diberi nilai dengan cara membandingkan nilai
kontrak tersebut dengan nilai HPS paket pekerjaan.
Rumusan perhitungan sebagai berikut:
a) Untuk nilai kontrak tertinggi lebih besar atau sama dengan HPS.

𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 = (𝐵𝐵𝑁𝑁𝐵𝐵𝑁𝑁𝐵𝐵 × 100)

b) Untuk nilai kontrak kurang dari HPS.

𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝑁𝑁𝑁𝑁𝐾𝐾𝐵𝐵𝐾𝐾𝑁𝑁𝐾𝐾 𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐵𝐵𝑁𝑁𝐾𝐾𝑇𝑇𝑇𝑇𝑁𝑁


𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 = × 100 × 𝐵𝐵𝑁𝑁𝐵𝐵𝑁𝑁𝐵𝐵
𝐻𝐻𝑁𝑁𝑁𝑁

Keterangan :
NKPS = Nilai Kesesuaian Pekerjaan Sejenis
Contoh perhitungan nilai kesesuaian pekerjaan sejenis dengan melihat nilai kontrak
pekerjaan sejenis yang pernah dikerjakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 13


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Tabel 1.4 Perhitungan Nilai Kesesuaian Pekerjaan Sejenis


HPS = Rp 500.000.000,-
Nama Perusahaan NPT Bobot NKPS
(Rp) (35-45%)

1 2 3 4

PT. Mega Konsultan 1.000.000.000 45% 45

PT. Maju Konsultan 550.000.000 45% 45

PT. Cipta Konsultan 400.000.000


× 100 × 45%
400.000.000 45% 500.000.000
= 36

c. Pengalaman pekerjaan pada lokasi yang sama pada tingkat kabupaten/kota;


Langkah-langkah melakukan evaluasi nilai pengalaman di lokasi
1) Menghitung jumlah paket pekerjaan sejenis yang pernah diperoleh di lokasi yang
sama dengan lokasi pekerjaan yang sedang dikompetisikan pada setiap dokumen
yang masuk.
2) Jumlah paket pengalaman perusahaan yang paling banyak pada tingkat
Kabupaten/Kota tersebut, dijadikan pembanding untuk mendapatkan nilai.
3) Menghitung nilai pengalaman sejenis di lokasi setiap calon penyedia. Rumusan
penghitungan sebagai berikut:

𝐽𝐽𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝑋𝑋
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝑋𝑋 = × 100 × 𝐵𝐵𝑁𝑁𝐵𝐵𝑁𝑁𝐵𝐵 𝑁𝑁𝑆𝑆𝐵𝐵 𝑈𝑈𝐾𝐾𝐼𝐼𝑆𝑆𝐾𝐾
𝐽𝐽𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝑇𝑇𝑇𝑇𝐾𝐾𝐵𝐵𝑁𝑁𝐾𝐾𝑇𝑇𝑇𝑇𝑁𝑁

Keterangan:
X = Nama perusahaan
NPL = Nilai Pengalaman di Lokasi
JPPL = Jumlah Pengalaman Perusahaan di Lokasi

Contoh perhitungan unsur jumlah pengalaman perusahaan di lokasi dapat dilihat


pada tabel 1.5.

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 14


Pengadaan Barang/Jasa

1) Apabila Lokasi pekerjaan di Kabupaten Bogor (bukan DKI Jakarta)

Tabel 1.5 Perhitungan Unsur Pengalaman Perusahaan di Lokasi Bukan DKI


Nama Jumlah Paket Bobot Nilai Pengalaman
Perusahaan Pengalaman (5-15%) Sejenis pada
Sejenis pada Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota (NPL)
1 2 3 4

PT. Mega 10 10% 10


× 100 × 10% = 10
Konsultan 10
(tertinggi)
PT. Maju 6 10% 6
× 100 × 10% = 6
Konsultan 10
PT. Cipta 8 10% 8
× 100 × 10% = 8
Konsultan 10
2) Apabila lokasi pekerjaan di wilayah provinsi DKI Jakarta, maka untuk jumlah
paket pengalaman sejenis di wilayah provinsi DKI Jakarta, tidak dibedakan
wilayah administrasi di bawahnya.

d. Domisili Perusahaan Induk (tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, kecuali Provinsi DKI


Jakarta).
Langkah-langkah melakukan domisili perusahaan induk yaitu:
1) Memeriksa domisili (alamat) penyedia di data administrasi dalam form isian
kualifikasi,
2) Membandingkan dengan lokasi pekerjaan yang sedang dikompetisikan, jika
domisili perusahaan induk di provinsi yang sama dapat diberi nilai penuh.
Contoh perhitungan unsur domisili perusahaan induk apabila lokasi pekerjaan berada
di Provinsi Jawa barat (di luar DKI Jakarta) dapat dilihat pada tabel 1.6.

Tabel 1.6 Perhitungan Unsur Domisili Perusahaan Induk (Lokasi di Luar DKI Jakarta)
Nama Domisili Bobot Nilai Domisili
Perusahaan Perusahaan
(5%) (Bobot x 100)
Induk

1 2 3 4

PT. Mega Provinsi Jawa


5% 5
Konsultan Barat

PT. Maju
Kabupaten Bogor 5% 5
Konsultan

PT. Cipta
Provinsi DKI 5% 0
Konsultan

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 15


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Tabel 1.7 Perhitungan Unsur Domisili Perusahaan Induk (Lokasi DKI Jakarta)

Nama Domisili Bobot Nilai Domisili


Perusahaan Perusahaan (0%) (Bobot x 100)
Induk
1 2 3 4

PT. Mega Provinsi Jawa


0% 0
Konsultan Barat

PT. Maju
Kabupaten Bogor 0% 0
Konsultan

PT. Cipta
Provinsi DKI 0% 0
Konsultan
*) Apabila lokasi pekerjaan di Provinsi DKI Jakarta tidak perlu diberikan bobot
penilaian.

e. Jumlah bobot 1, 2, 3, dan 4 sama dengan 100%


Hasil penilaian persyaratan teknis diatas digabungkan untuk memperoleh nilai total.
Contoh perhitungan rekapitulasi nilai teknis dapat dilihat pada tabel 1.8.
Tabel 1.8 Perhitungan Rekapitulasi Nilai Teknis
Nama Nilai NKPS Nilai Nilai Total
Perusahaan Pengalaman Pengalaman Domisili
Sejenis pada
Kabupaten/
Kota
Bobot 40% Bobot Bobot 10% Bobot 5% 100%
45%

1 2 3 4 5 6

PT. Mega 20 45 10 5 80
Konsultan

PT. Maju 10 45 6 5 66
Konsultan

PT. Cipta 40 36 8 0 84
Konsultan

Unsur dan kriteria pemenuhan kualifikasi dapat dilihat pada tabel 1.9.

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 16


Pengadaan Barang/Jasa

Tabel 1.9 Pemenuhan kualifikasi


Unsur Kriteria B K JL JK JK
(BU) (Perorangan)

Administrasi Kualifikasi

Form isian Disampaikan oleh yang


    
kualifikasi berhak

Izin Usaha Mempunyai izin usaha


   
Pengawasan Tidak dalam pengawasan
    
Pengadilan pengadilan

Tidak pailit, tidak sedang


   
dihentikan usahanya

Daftar Hitam Pengurus dan Badan


   
Usahanya tidak masuk daftar
hitam

Perpajakan Memiliki NPWP


    
Memenuhi kewajiban pajak
    
tahun terakhir

Pekerjaan dalam Paling sedikit ada 1 pekerjaan


    
4 tahun terakhir

Kemampuan Mempunyai kemampuan


    
pada bidang pada sub bidang (usaha non
pekerjaan kecil) dan bidang (usaha
kecil) yang sesuai

Kemampuan Mempunyai fasilitas sesuai


   
menyediakan kebutuhan
fasilitas

Kemampuan Mempunyai peralatan yang


   
menyediakan sesuai kebutuhan
peralatan

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 17


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Unsur Kriteria B K JL JK JK
(BU) (Perorangan)

Kemampuan Mempunyai personil/tenaga


  
menyedian ahli
pesonil

Daftar pekerjaan Menyampaikan daftar


   
yang sedang pekerjaan sedang dikerjakan
dikerjakan

Dukungan bank Mempunyai dukungan bank



sebesar 10% dari paket

KSO Mempunyai perjanjian KSO


   
KD KD sekurang-kurangnya
 
sama dengan HPS

SKP Mempunyai SKP


 
Manajemen Mutu Apabila diperlukan
   
Manajemen K3 Apabila diperlukan
  
Teknis Kualifikasi

Unsur Kriteria B K JL JK JK
(BU) (Perorangan)

Pengalaman Mempunyai

Perusahaan pengalamansejenis

Kesesuaian besaran nilai



pekerjaan sejenis

Pengalaman pekerjaan pada



lokasi yang sama

Domisili perusahaan

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 18


Pengadaan Barang/Jasa

 Perubahan kualifikasi sesuai Perpres 4 Tahun 2015 Penyedia memiliki NPWP dan telah
memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir /SPT Tahunan. (Perpres 70 tahun
2015 penyedia juga menyampaikan kewajiban pajak 3 bulan terakhir/Surat Keterangan
Fiskal)

 Untuk usaha nonkecil dipersyaratkan KD :


Jasa Kontruksi ----- KD = 3 NPT
Jasa Lainnya ------- KD = 5 NPT

SKP = KP – Jumlah paket yang sedang dikerjakan


KP untuk usaha kecil = 5
KP untuk usaha non kecil = 6 / 1,2 N bila N>6

F. Pembuktian Kualifikasi

Hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian kualifikasi dijelaskan sebagai berikut:


1. Dilakukan setelah evaluasi kualifikasi terhadap peserta yang lulus kualifikasi;
2. Dilakukan diluar aplikasi SPSE (offline);
3. Dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen atau dokumen yang sudah dilegalisir
oleh pihak yang berwenang dan meminta salinannya;
4. Dalam tahap pembuktian kualifikasi, Pokja ULP tidak perlu meminta seluruh dokumen
kualifikasi apabila penyedia barang/jasa sudah pernah melaksanakan pekerjaan yang
sejenis dan/atau data kualifikasi penyedia sudah terverifikasi dalam Sistem Informasi
Kinerja Penyedia (SIKaP);
5. Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada penerbit dokumen, apabila
diperlukan;
6. Apabila dalam pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data, maka peserta
digugurkan, badan usaha dan pengurus atau peserta perorangan dimasukkan dalam
daftar hitam serta dilaporkan kepada kepolisian atas perbuatan pemalsuan dokumen;
7. Kecuali untuk pelelangan terbatas dan seleksi terbatas, apabila peserta yang lulus
pembuktian kualifikasi kurang dari 3 (tiga), maka tender dinyatakan gagal.

G. Penetapan dan Pengumuman Hasil Kualifikasi

Hal-hal yang berkaitan dengan penetapan dan pengumuman hasil kualifikasi


dijelaskan sebagai berikut:
1. Jumlah minimal peserta yang lulus prakualifikasi dan jumlah maksimal peserta yang
masuk dalam daftar pendek dapat dilihat pada tabel 1.10

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 19


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Tabel 1.10 Jumlah Minimal Lulus Prakualifikasi


Metode Pemilihan Minimum Maksimum
Pelelangan Umum 3 -
Pelelangan Terbatas 3* -
Seleksi Umum 3 5

2. Bila yang lulus kurang dari jumlah minimum (kecuali peserta pelelangan terbatas diyakini
hanya 2 ), maka dilakukan proses kualifikasi ulang. Proses pemilihan dapat dilanjutkan
walaupun peserta yang lulus kualifikasi ulang kurang dari jumlah minimum.
3. Bila yang lulus lebih dari jumlah maksimum, maka yang ditetapkan masuk dalam daftar
pendek adalah sesuai urutan peringkat penilaian kualifikasi.
4. Pokja ULP menginputkan hasil evaluasi kualifikasi pada aplikasi SPSE. Hasil kualifikasi
setelah ditetapkan oleh Pokja ULP diberitahukan kepada seluruh peserta dan diumumkan
oleh Pokja ULP melalui aplikasi SPSE.
5. Hal-hal yang harus disampaikan pada pengumuman hasil prakualifikasi adalah:
a. Nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;
b. Nama, NPWP dan alamat peserta baik yang lulus maupun yang tidak lulus kualifikasi
beserta alasannya;
c. Nilai hasil evaluasi termasuk yang tidak lulus;
d. Keterangan hal yang menjadikan gugur;
e. Masa sanggah untuk pelelangan/seleksi umum (hanya untuk pekerjaan yang aspek
kualifikasinya menentukan kualitas penawaran).
Pengumuman dilaksanakan melalui media website K/L/D/I, papan pengumuman
resmi masyarakat dan portal pengadaan nasional melalui LPSE.
6. Apabila jumlah peserta yang lulus kualifikasi kurang dari 3 (tiga) maka dilakukan
pengumuman ulang prakualifikasi untuk mencari peserta baru selain peserta yang telah
lulus penilaian kualifikasi. Peserta yang sudah lulus penilaian kualifikasi tidak perlu
dilakukan penilaian kembali, kecuali ada perubahan dokumen kualifikasi. Jika setelah
kualifikasi ulang ternyata peserta yang lulus kualifikasi berjumlah kurang dari 3 (tiga) maka
Pokja ULP melanjutkan proses kualifikasi.

 Kualifikasi dilakukan secara adil dan transparan untuk mendorong


terjadinya persaingan yang sehat
 Untuk efisiensi: data yang diperlukan cukup formulir isian saja
Data palsu atau bohong: sanksi daftar hitam dan dilaporkan secara pidana
 Kopi dokumen disampaikan untuk penyedia yang diusulkan sebagai calon
pemenang dan pemenang cadangan serta menunjukkan aslinya

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 20


Pengadaan Barang/Jasa

I. Sanggahan Kualifikasi (apabila diperlukan)

Hal-hal yang berkaitan dengan sanggahan kualifikasi dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Peserta yang memasukkan Data Kualifikasi dapat menyampaikan sanggahan secara
elektronik melalui aplikasi SPSE atas penetapan hasil kualifikasi kepada Pokja ULP
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dengan disertai bukti terjadinya
penyimpangan, dan dapat ditembuskan secara offline (di luar aplikasi SPSE) kepada
PPK, PA/KPA, dan APIP;
2. Sanggahan yang diajukan oleh peserta yang tidak memasukkan data kualifikasi dianggap
sanggahan tersebut tidak memenuhi syarat;
3. Sanggahan diajukan oleh pesertabaik secara sendiri-sendiri mapupun bersama-sama
dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi:
4. Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden
No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahan dan
aturan turunannya serta yang telah ditetapkan dalam dokumen kualifikasi;
a. Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat;
dan/atau
b. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang
lainnya.
5. Pada metode pemilihan pelelangan/seleksi umum prakualifikasi masa sanggahan
terhadap hasil kualifikasi dilakukan selama 5 (lima) hari kalender setelah pengumuman
hasil kualifikasi, sedangkan pada metode pelelangan/seleksi sederhana masa
sanggahan terhadap hasil kualifikasi dilakukan selama 3 (tiga) hari kalender setelah
pengumuman hasil kualifikasi;
6. Pokja ULP wajib memberikan jawaban secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas
semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kalender setelah menerima sanggahan
untuk metode pemilihan pelelangan/seleksi umum prakualifikasi dan 3 (tiga) hari kalender
untuk pelelangan/seleksi sederhana;
7. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan prakualifikasi gagal;
8. Sanggahan yang disampaikan tidak melalui aplikasi SPSE (offline) bukan dikarenakan
adanya keadaan kahar atau gangguan teknis, disampaikan kepada kepada PA/KPA, PPK
atau atau bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah, dianggap
sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti;
9. Dalam hal terjadi keadaan kahar atau gangguan teknis yang menyebabkan peserta
pemilihan tidak dapat mengirimkan sanggahan secara online melalui aplikasi SPSE
dan/atau Pokja ULP tidak dapat mengirimkan jawaban sanggah secara online melalui
aplikasi SPSE maka sanggahan dapat dilakukan diluar aplikasi SPSE (offline);

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 21


1: Tahapan dalam Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

10. Jika tidak ada sanggahan atau sanggahan ditolak maka peserta yang masuk dalam
daftar peserta yang lulus kualifikasi dapat mengunduh (download) Dokumen Pemilihan
untuk memasukkan penawaran.

 Pembuktian kualifikasi dilakukan diluar aplikasi SPSE (offline)


 Peserta yang lulus pembuktian kualifikasi kurang dari 3 (tiga) , maka
tender dinyatakan gagal (kecuali: Pelelangan terbatas dan seleksi
terbatas
 Sanggahan selama 5 hari untuk pelelangan/seleksi umum
Dan 3 hari untuk pelelangan/seleksi sederhana dan pemilihan langsung

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 22


Pengadaan Barang/Jasa

Rangkuman

1. Pengadaan barang/jasa pada hahekatnya adalah memilih penyedia dan memilih


barang/jasa yang ditawarkan oleh penyedia. Untuk memilih penyedia maka dilakukan
proses kualifikasi, sedangkan untuk memilih barang/jasa dilakukan proses pemilihan
penawaran.
2. Pengumuman adalah sarana mewujudkan prinsip transparan dan terbuka dalam
pengadaan barang dan jasa. Pengumuman dilakukan sekurang-kurangnya melalui website
K/L/D/I masing-masing, papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta portal
pengadaan nasional melalui LPSE sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang
berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
3. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi dapat dilakukan sejak pengumuman
sampai dengan 1 (satu) hari sebelum batas akhir pemasukan dukumen kualifikasi.
4. Apabila ada perubahan dokumen kualifikasi, Pokja mengumumkan adendum dokumen
kualifikasi dengan cara mengunggah (upload) file adendum dokumen kualifikasi melalui
aplikasi SPSE paling lambat 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan dokumen
kualifikasi.
5. Data Kualifikasi yang disampaikan oleh peserta adalah data kualifikasi yang telah diisi pada
form isian elektronik data kualifikasi pada aplikasi SPSE, sebelum batas akhir pemasukan
dokumen kualifikasi.
6. Batas akhir pemasukan dokumen kualifikasi paling kurang 3 (tiga) hari setelah berakhirnya
penayangan pengumuman kualifikasi.
7. Pada metode prakualifikasi, evaluasi kualifikasi belum merupakan ajang kompetisi data
yang kurang dapat dilengkapi paling lambat sebelum batas akhir pemasukan dokumen
kualifikasi, namun pada metode pascakualifikasi evaluasi kualifikasi sudah merupakan
ajang kompetisi, sehingga data yang kurang tidak dapat dilengkapi.
8. Kecuali untuk pelelangan terbatas dan seleksi terbatas, apabila peserta yang lulus
pembuktian kualifikasi kurang dari 3 (tiga) , maka tender dinyatakan gagal.
9. Peserta yang memasukkan data kualifikasi dapat menyampaikan sanggahan secara
elektronik melalui aplikasi SPSE atas penetapan hasil kualifikasi kepada Pokja ULP sesuai
dengan jadwal yang telah ditetapkan dengan disertai bukti terjadinya penyimpangan, dan
dapat ditembuskan secara offline (di luar aplikasi SPSE) kepada PPK, PA/KPA, dan APIP.

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 23