Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS JURNAL

TERAPI RELAKSASI DENGAN PERUBAHAN PERILAKU KEKERASAN


DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO DAERAH BENGKULU

DISUSUN OLEH:
RIZAL PRADANA
170104056

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
2018
ANALISIS JURNAL
Terapi Relaksasi Dengan Perubahan Perilaku Kekerasan
Di Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Daerah Bengkulu

A. Judul Penelitian
Penelitian ini berjudul “Terapi Relaksasi Dengan Perubahan Perilaku Kekerasan Di
Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Daerah Bengkulu”.
B. Nama Peneliti
Penelitian ini dilakukan oleh Yenni Fusfita
C. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat
Rumah Sakit Jiwa Soeprapto Daerah Kota Bengkulu
2. Waktu
Peneliti melakukan peelitian pada 07 Agustus-21 Agustus 2014
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terapi relaksasi dengan perilaku
kekerasan pada pasien skizofrenia paranoid di RSJ Soeprapto Bengkulu
E. Metode Penelitian
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian
deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional
2. Populasi
Populasi dalam penelitian ini yaitu Populasi pada penelitian ini adalah pasien
yang mengalami Skizofrenia Paranoid yang melakukan perilaku kekerasan di Rumah
Sakit Jiwa Soeprapto Daerah Kota Bengkulu berjumlah 215 jiwa
3. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Penentuan ukuran sampel menggunakan dalam penelitian ini dengan
menggunakan Random Sampling yaitu dengan pengambilan sampel secara acak dan
didapatkan jumlah sampel sebanyak 68 orang
4. Instrumen Penelitian
Penelitian ini tidak dijelaskan instrumen yang digunakan untuk mengobservasi
keadaan pasien setelah dilakukan terapi relaksasi
F. HASIL PENELITIAN
Hasil analisis menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai ρ = 0,000 maka
Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan terapi relaksasi dengan perilaku
kekerasan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Daerah
Bengkulu dengan 21 orang pasien dengan perilaku kekerasan tidak terkontrol dan 0
pasien yang perilaku kekerasannya terkontrol, sedangkan dari 47 orang yang
melakukan terapi relaksasi dengan baik terdapat 6 orang yang perilaku kekerasannya
tidak terkontrol dan 41 orang dengan perilaku kekerasan terkontrol
G. Anlisis SWOT Penerapan Jurnal di Klinik
1. Strength (Kekuatan)
Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik relaksasi ini mempunyai pengaruh
terhadap pegontrolan perilaku kekerasa pada pasien skizofrenia sehingga teknik ini
bisa diterapkan di lapangan untuk menambah terapi modalitas selain terapi yang
sudah diterapkan, selain itu teknik relaksasi ini mudah dipahami oleh pasien dengan
adanya 41 orang dengan perilaku kekerasan bisa mengontrol dengan diterapkanya
teknik relaksasi.
2. Weaknes (Kelemahan)
Hasil penelitian ini belum kuat karena peneliti tidak mencantumkan SOP
penelitiannya dan tidak dijelaskan teknik relaksasi yang digunakan. Peneliti
mengatakan bahwa jumlah pasien juga yang tidak seimbang dengan jumlah perawat
dalam setiap ruangan di RS Khusus Jiwa Soeprapto Daerah Bengkulu juga
mempengaruhi ketidakefektifitan pelaksanaan asuhan keperawatan.
3. Opportunity (Peluang)
Apabila intervensi terapi relaksasi ini digunkan dapat menambah terapi baru
selain terapi farmakologi dan terapi modalistas yang sudah diterapkan di rumah sakit.
Selain itu tingkat pengaruhnya yang seginifikan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 41
orang dari 47 orang, dapat mengontrol perilakunya, sehingga teknik ini cocok untuk
diterapkan di rumah sakit.
4. Threated (Ancaman)
Jumlah pasien juga yang tidak seimbang dengan jumlah perawat dalam setiap
ruangan dapat menjadi ancaman sehingga penerapan teknik relaksasi tidak adekuat
dalam pelaksanaanya, karena pasien membutuhkan dampingan dalam melaksanakan
teknik relaksasi.
H. Implikasi Keperawatan
Jurnal ini dapat diterapkan diruangan amarta RSJ. Prof. Dr.Soerojo Magelang,
karena akan dapat membantu dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dan
pendamping terapi farmakologi yang didapatkan pasien. Kemudian dalam penerapan
terapi ini juga mudah untuk dilakukan, tidak membutuhkan banyak biaya dan media
sehingga mudah diterapkan.