Anda di halaman 1dari 4

PRINSIP ASAS LE CHATELIER

June 15, 2016 by ruqoyyah97 Leave a comment

ASAS LE CHATELIER & FAKTOR-FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA
Asas Le Chatelier digunakan untuk menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi
kesetimbangan kimia , diantaranya konsentrasi, volume, tekanan dan suhu. Berikut penjelasan
selengkapnya.
ASAS LE CHATELIER
Apabila ada aksi dari luar terhadap suatu reaski yang setimbang,maka kesetimbangan itu akan
bergeser menjadi kesetimbangan baru. Akibat dari pergeseran kesetimbangan itu, komposisi zat
yang terlibat dalaam reaksi akan berubah. Untuk itu, apabila kita menghendaki suatu zat tertentu
yang terlibat dalam reaksi, maka kita tinggal memberi pengaruh pada kesetimbangan itu. Lantas
apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia ?
Seorang ahli kimia berkebangsaan Prancis yang bernama Henry Louis Le Chatelier (1850-
1936) menyatakan,
“Jika terhadap suatu sistem kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), sistem
kesetimbangan tersebut akan mengalami perubahan (pergeseran) yang cenderung untuk
mengurangi pengaruh aksi tersebut.”
Pernyataan tersebut dikenal dengan asas Le Chatelier. Penerapan dari asas Le
Chatelier terhadap pergeseran kesetimbangan kimia dapat dipelajari sebagai berikut.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
1. Pengaruh Konsentrasi
Konsentrasi reaktan atau pereaksi memengaruhi pergeseran kesetimbangan. Beradasarkaan asas
Le Chatelier , perlu diperhatikan beberapa, sebagai berikut:
1. Jika ada penambahan konsentrasi pada salah satu pereaksi, maka kesetimbangan akan bergeser ke
kanan (ke arah produk). Sebaliknya, jika ada penambahan konsentrasi produk, maka
kesetimbangan akan bergeser ke kiri (ke arah pereaksi).
2. Jika ada pengurangan konsentrasi salah satu pereaksi, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri
(ke arah pereaksi). Sebaliknya, jika ada pengurangan konsentrasi produk, maka akan ada
pergeseran kesetimbangan ke kanan (ke arah produk).
3. Jika ada pengurangan konsentrasi semua zat yang terlibat reaksi, misalnya dengan pengenceran
atau memperbesar volume, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah molekulnya
banyak.
Contoh:
Misalnya ada persamaan reaksi:
Fe2+(aq) + SCN–(aq) ↔ [Fe(SCN)]2+(aq)
Dengan catatan: warna [Fe(SCN)]2+ adalah merah, maka:
1. Jika ditambahkan ion Fe2+, maka kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion
[Fe(SCN)]2+ semakin besar. Ini dibuktikan dengan warna merah makin pekat.
2. Jika ditambahkan SCN–, maka kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion
[Fe(SCN)]2+ makin besar. Ini dibuktikan dengan warna merah pekat.
3. Jika ada penambahan ion OH–, maka ion ini akan mengikat ion Fe2+, sehingga akan terjadi
pengurangan ion Fe2+.Dengan demikian, kesetimbangan bergeser ke kiri. Akibatnya, konsentrasi
ion [Fe(SCN)]2+ menjadi berkurang.Ini dibuktikan dengan warna merah memudar.
4. Jika ada penambahan volume atau pengenceran, berarti memperkecil konsentrasi, maka
kesetimbangan bergeser ke jumlah molekul yang besar atau ke kiri, sehingga warna memudar.
Hal ini karena ion [Fe(SCN)]2+ menjadi berkurang.

2. Pengaruh Tekanan dan Volume


Penambahan tekanan atau volume hanya memberi pengaruh pada kesetimbangan reaksi yang
melibatkan gas. Sesuai dengan asas Le Chatelier, memperbesar tekanan akan memberikan
pengaruh yang sama dengan memperkecil volume. Demikian juga sebaliknya.
Ketika kita menambahkan tekanan pada sistem, maka reaksi sistem adalah mengurangi tekanan.
Mengurangi tekanan berarti mengurangi jumlah molekul sehingga pergeseran kesetimbangan
bergeser ke arah reaksi yang mempunyai jumlah koefisien gas lebih kecil. Contoh; penambahan
tekanan pada reaksi:
N2(g) + 3H2(g) ↔2NH3(g)
Pada pihak reaktan (sebelah kiri anak panah) mempunyai jumlah koefisien 4 (1 + 3), sedangkan
pihak produk (sebelah kanan anak panah) mempunyai koifisien 2. Karena penambahan tekanan,
berarti kesetimbangan bergeser ke pihak reaksi yang mempunyai koefisien lebih kecil. Oleh
karena itu, pada reaksi di atas, kesetimbangan bergeser ke kanan. Artinya, konsentrasi NH3 akan
bertambah ketika ada penambahan tekanan. Demikian juga ketika volume diperkecil, maka
konsentrasi NH3 menjadi bertambah.
3. Pengaruh Suhu
Pengaruh suhu pada pergeseran kesetimbangan berkaitaan dengan reaksi endoterm dan eksoterm.
Menurut asas Le Chatelier , ketika suhu sistem dinaikkan, maka reaksi sistem adalah dengan
menurunkan suhu. Akibatnya, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor
(endoterm). Sebaliknya, jika suhu sistem diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke pihak
reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm).
Contoh:
N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g) ∆H = -92,2 kJ
Karena ∆H negatif, maka reaksi ke kanan adalah reaksi eksoterm. (Masih ingatkan ya konsep
termokimia, hehe). Sebaliknya, reaksi ke kiri adalah reaksi endoterm.
N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g) ∆H = -92,2 kJ ==> eksoterm
2NH3(g) ↔ N2(g) + 3H2(g) ∆H = +92,2 kJ ==> endoterm
Ketika suhu dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor
(endoterm) atau ke kiri. Demikian juga sebaliknya, ketika suhu diturunkan, maka kestimbangan
akan bergeser ke kanan.
4. Pengaruh Katalis
Pengaruh katalis pada reaksi kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya kesetimbangan,
tetapi tidak mempengaruhi arah kesetimbangannya itu sendiri. Suatu reaksi yang semula
membutuhkan berhari-hari atau berminggu-minggu untuk mencapaai kesetimbangan,jika
ditambah katalis dalam reaksi itu, maka akan memperkecil waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai kesetimbangan.
Pengaruh katalis juga dapat menurunkan suhu reaksi. Hal ini penting karena ada reaksi yang
rendemen hasil reaksinya kecil ketika suhu tinggi.
Contoh Soal
Pada reaksi kesetimbangan N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g) ∆H = -92,2 kJ.
Tentukan arah pergeseran kesetimbangan jika:
1. Ditambah konsentrasi N2
2. Ditambah konsentrasi NH3
3. Dikurangi konsentrasi H2
4. Tekanan diperbesar
5. Volume diperbesar
6. larutan dipanaskan.
Penyelesaian:
1. Reaksi bergeser ke kanan (ke NH3)
2. Reaksi bergeser ke kiri.
3. Reaksi bergeser ke kiri.
4. Jika tekanan diperbesar, Reaksi bergeser ke jumlah koefisien gas yang lebih kecil, atau bergeser
ke kanan.
5. Jika volume diperbesar, Reaksi bergeser ke jumlah koefisien gas yang lebih besar, yaitu bergeser
ke kiri.
6. Jika larutan dipanaskan, Reaksi bergeser ke zat endoterm, yaitu bergeser ke kiri.