Anda di halaman 1dari 8

TUGAS ILMU PERTANIAN UMUM

MAKALAH EKOSISTEM DANAU

diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah Ilmu Pertanian Umum

Disusun Oleh:
Kelompok 3
TEP-B

Fera Setyarini 171710201018


Mohammad Rajib 171710201019
Chusnul Chotimah 171710201026
Ahmad Fredy Husnuzain 171710201052
Fitriana Grandis Mulia 171710201054
Almanda Yashinta Kartikawati 171710201061

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
MARET 2018
PEMBAHASAN

Danau adalah cekungan tergenang air secara alami. Danau menampung air
yang berasal dari hujan, mata air, dan air sungai. Danau adalah ekosistem air
tawar yang mudah dijumpai selain sungai. Danau mempunyai nilai yang sangat
penting bagi makhluk hidup, hal ini berkaitan dengan danau sebagai habitat
berbagai organisme air, dan sebagai sumber air bagi masyarakat sekitarnya.
Sekarang ini, danau telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya tidak hanya
sebagai sumber air, tetapi juga untuk kegiatan pertanian dan budidaya perikanan
dengan cara menggunakan keramba. Selain itu, danau juga sebagai kawasan
wisata yang memiliki keindahan alam dan tempat olahraga memancing. Oleh
karena itu, melihat pentingnya danau, maka ekosistem danau dan kualitas air perlu
dijaga agar dapat memberikan fungsinya secara maksimal. Contohnya, Danau
Batur yang berlokasi di daerah Bali.
Ekosistem Akuatik (perairan) adalah tipe ekosistem yang sebagian
lingkungan fisiknya didominasi oleh air. Ekosistem akuatik dipengaruhi oleh
empat faktor, yaitu penetrasi cahaya matahari, substrat, temperatur, dan jumlah
material terlarut. Akan tetapi, faktor penentu utama dari ekosistem perairan adalah
jumlah garam terlarut di dalam air. Jika perairan tersebut sedikit mengandung
garam terlarut disebut ekosistem air tawar. Sebaliknya, jika mengandung kadar
garam yang tinggi, maka disebut ekosistem laut.
Pada ekosistem air tawar memiliki ciri antara lain: variasi suhu rendah dan
dipengaruhi keadaan iklim dan cuaca. Berdasarkan intensitas cahaya matahari
yang diterima, habitat air tawar dibedakan menjadi 3 daerah, yaitu: litoral,
limnetik, dan profundal.
1. ZonaLitoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus
dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya
merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat keatas
permukaan air. Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis
ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis,
serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan
ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di
danau.
2. Zona Limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih
dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton,
termasuk ganggang dan siano bakteri. Ganggang berfotosintesi s dan
bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.
Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil
memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil
dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-
kura, dan burung pemakan ikan.
3. Zona Profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau.
Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler
setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini
dihuni oleh cacing dan mikroba.

SIKLUS UNSUR YANG TERJADI PADA EKOSISTEM DANAU


1. Siklus karbon

CO2 yang terkandung dalam atmosfer dan larut dalam air membentuk
persediaan C anorganik dari mana hampir semua C organik berasal. Fotosintesa
terutama oleh tumbuhan hijau, yang mengekstrak C dari cadangan batuan
arang ini tercampur ke dalam molekul organik kompleks sebagai ciri bahan
untuk hidup. Beberapa molekul organik ini segera terurai lagi dan C-nya
dilepaskan sebagai CO2 oleh tanaman dalam respirasi, atau diubah dalam
bentuk yang lebih komplek dalam bahan sisa, atau tetap dalam bentuk hewan
sampai mati. Biasanya sisa tanaman dan bahan mati dari tanaman maupun
hewan akan diuraikan oleh pengurai, dan C nya dilepas sebagai CO2. Bahan
mati organik kadang-kadang tidak bisa terurai segera dan diubah menjadi
arang, minyak, gas, dan karang (terutama batu kapur) dan intan. C dalam
bentuk-bentuk tersebut bisa hilang dari sirkulasi selama periode yang panjang
atau mungkin bahkan permanen, tetapi ada juga yang segera kembali ke
cadangan anorganik bila arang, minyak atau gas terbakar atau bila karang
terkikis. Tentu saja manusia sangat membantu kembalinya C tersebut ke
sirkulsi aktif.
2. Siklus air
Siklus air yang tidak pernah berhenti dari bumi sebagai hujan, kembali ke
atmosfer melalui evaporasi, dan kembali lagi ke bumi melalui hujan
mempertahankan lingkungan air murni dan memberikan suplai kebutuhan air
lagi bagi kehidupan di bumi. Siklus air adalah faktor utama yang mengubah
suhu, dan menjadi alat pengangkut bagi berbagai unsur kimia dalam ekosistem.
Siklus air juga terlibat dalam membentuk kembali fitur geologi bumi
melalui proses erosi dan sedimentasi. Sebagian besar air di bumi di simpan
untuk waktu yang lama di lautan, tanah, dan es. Waktu tinggal adalah ukuran
waktu rata-rata molekul air individu tetap dalam reservior tertentu. Siklus air
didorong oleh energi matahari karena pemanasan lautan dan air permukaan
lainnya. Hal ini menyebabkan penguapan air permukaan dan sublimasi air
beku, yang berkontribusi dalam jumlah besar uap air ke atmosfer. Seiring
waktu, uap air mengembun menjadi awan sebagai tetesan cairan atau beku,
yang akhirnya diikuti oleh presipitasi, kembali air ke permukaan bumi. Hujan
akhirnya merembes ke dalam tanah, di mana ia akan menguap lagi, mengalir di
bawah permukaan, atau disimpan untuk waktu yang lama. Lebih mudah
diamati adalah aliran permukaan. Aliran air tawar baik dari hujan atau
pencairan es. Limpasannya kemudian dapat membuat jalan melalui sungai dan
danau kemudian mengalir langsung ke lautan.

RANTAI MAKANAN
5 PRINSIP EKOSISTEM
1. Keanekaragaman
Keanekaragaman pada ekosistem danau dapat kita ketahui dari
beragamnya mahluk yang ada di lingkungan danau baik biotik maupun abiotik.
Mahluk biotik merupakan mahluk yang bisa mendaptkan makanan sendiri,
contohnya flora (eceng gondok, teratai, dll) dan fauna (ikan besar, ikan kecil,
dll). Mahluk biotik merupakan benda mati, contohnya batuan, tanah, air,dll.
2. Saling Keterkaitan dan Ketergantungan
Pada ekosistem danau terdapat flora dan fauna yang keduanya saling
berkaitan dan ketergantungan. Hal tersebut dapat dilihat dari proses rantai
makanan, jika salah satu komponen mahluk hidup hilang maka akan sangat
mempengaruhi mahluk hidup lainnya pada ekosistem danau.
3. Keteraturan dan Keseimbangan Yang Dinamis
Komponen di dalam danau memiliki fungsi masing-masing, namun dalam
proses mekanisme kehidupan komponen tersebut memiliki pola kehidupan
yang teratur. Contohnya pada ekosistem terdapat batu, kemudian batu tersebut
ditumbuhi oleh lumut, lumut tersebut dimakan oleh ikan-ikan kecil, selanjutnya
ikan kecil dimakan oleh ikan besar. Jadi, pada kehidupan tersebut berlangsung
secara teratur dalam kehidupan sehari-hari.

4. Harmonisasi dan Stabilitas


Danau dikatakan stabil apabila dalam kehidupan danau tidak ada ganguuan
pada ekosistem danau tersebut, contohnya pencemaran air. Sehingga air dan
komponxen yang ada di dalamnya tetap harmonis dan mengalami kehidupan
yang stabil seperti biasa dalam kehidupan sehari-hari.
5. Manfaat dan Produktifitas
Manfaat Danau antara lain :
a. Mengambil SDA
Kita bisa mengambil SDA pada ekositem danau salah satu contohnya yaitu
ikan. Ikan bisa dikembang biakkan pada danau dan bisa dimakan oleh
manusia. Ikan mempunyai banyak gizi sehingga ikan banyak digemari oleh
masyarakat. Ikan yang biasanya hidup pada danau contohnya, ikan mujaer,
ikan gurame, ikan nila, dll.
b. Sebagai PLTA
Air yang deras pada aliran danau dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan
pembangkit listrik, sehingga aliran tersebut bisa digunakan untuk irigasi
sawah, dll.
c. Sebagai tempat wisata.
Danau memiliki keindahan dan kesejukan yang bisa digunakan untuk
tempat wisata, hal tersebut bisa menambah pendapatan daerah.

PENGELOLAAN EKOSISTEM DANAU


Pengelolaan Sumber Daya Alam di salah satu danau yang berada di
kawasan Indonesia yaitu Danau Batur, Bali.
a. Kebijakan dan strategi Provinsi Bali dalam pengembangan kawasan strategis
adalah :
1. Pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup
2. Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan
perekonomian provinsi yang produktif, efisien, dan mampu bersaing dalam
perekonomian nasional dan internasional
3. Pelestarian dan peningkatan nilai sosial budaya daerah Bali
b. Dalam pengelolaan ekosistem danau Batur beberapa program yang
dicanangkan oleh pemerintah provinsi Bali adalah :
1. Masterplan Pengelolaan Ekosistem Danau Batur.
2. RADT Pengelolaan Ekosistem Danau Batur.
3. Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Danau Batur.
4. Grand Design Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Batur.
5. Kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan Danau Batur tertuang di
dalam RTRW Kabupaten.

c. Adapun upaya lainnya yang harus dilakukan adalah :


1. Melakukan konservasi pada zona penyangga dan hulu yang menjadi
sumber pendangkalan Danau Batur.
2. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian
Danau Batur.
3. Memulihkan keanekaragaman hayati danau melalui pemantauan kualitas
air danau dan identifikasi biota air.
4. Restorasi dan rehabilitasi kerusakan daerah tangkapan air, sempadan dan
perairan kawasan ekosistem danau Batur.

DAFTAR PUSTAKA

Heddy Suwarsono, Dkk. 1986. Pengantar Ekologi. Jakarta: Rajawali.

Diah Aryulina, Dkk. 2014 . BIOLOGI SMA dan MA untuk Kelas X. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara.
http://ppebalinusra.menlh.go.id/pengelolaan-ekosistem-danau-batur.htm
[Diakses pada 18 Maret 2018]

Muliyadi Tedi. Penjelasan Siklus Air (Hidrologi).


https://budisma.net/2014/12/pengertian-siklus-air.html [Diakses pada 18
Maret 2018]

Pengertian Ekosistem Akuatik, Ciri dan Macamnya


http://www.tugassekolah.com/2016/02/pengertian-ekosistem-akuatik-ciri-
dan-macamnya.html [Diaksespada 18 Maret 2018]

Sakethi, Damar. Macam-macam Ekosistem dan Ciri-cirinya.


http://www.diktatguru.com/2018/01/macam-macam-ekosistem-dan-ciri-
cirinya.html [Diaksespada 18 Maret 2018]

Sari, Asterina Wulan. Ekosistem Danau.


https://www.scribd.com/document/143870618/ekosistem-danau-ekologi-
perairan [Diaksespada 18 Maret 2018]