Anda di halaman 1dari 4

Ir.

Dwi Putranto
081211689866 Pembangunan Jalan Perdesaan dengan Aspal Buton
PEDOMAN PEMBANGUNAN JALAN PERDESAAN/LINGKUNGAN
DENGAN MENGGUNAKAN ASPAL BUTON

1. Ruang Lingkup

Pedoman ini mengatur persiapan dan pelaksanaan pembangunan jalan perdesaan atau jalan
lingkungan menggunakan aspal buton (asbuton) dimulai dari penyiapan campuran asbuton,
dan agregat.

2. Acuan Normatf
2.1. SNI 03-1968-1990, Metode pengujian tentang analisa saringan agregat halus dan
agregat kasar
2.2. SNI 03-1971-1990, Metode pengujian kadar air agregat
2.3. SNI 03-2828-1992, Metode pengujian kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
2.4. SNI 06-2440-1991, Metode pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan
cara A
2.5. SNI 06-2456-1991, Metode pengujian penetrasi bahan-bahan bitumen
2.6. SNI 06-2434-1991, Metoda pengujian titik lembek aspal dan ter

3. Istilah dan Definisi


3.1. Asbuton
Aspal alam dari Pulau Buton yang berbentuk butiran dengan kadar bitumen tertentu
3.2. Bitumen Asbuton
Bitumen hasil ekstraksi Asbuton sebagai bahan pengikat dalam campuran
3.3. Direktur Teknik
Direktur Teknik proyek atau staf proyek yang diberikan kewenangan sebagai
penanggung jawab masalah-masalah teknik konstruksi pada manajemen proyek
3.4. Formula Campuran
Adalah komposisi campuran antara asbuton dan agregat, yang dibuat, disetujui dan
digunakan di lapangan setelah uji pencampuran
3.5. Pelat Penggoreng
Alat yang digunakan untuk menggoreng agregat dengan asbuton

4. Ketentuan Umum
4.1 Peralatan lapangan

1 dari 4
Ir. Dwi Putranto
081211689866 Pembangunan Jalan Perdesaan dengan Aspal Buton
Sebelum penghamparan dilaksanakan terlebih dahulu peralatan lapangan harus
memenuhi ketentuan yang disyaratkan.
4.2 Tebal lapisan dan Toleransi
4.2.1 Tebal nominal campuran yang menggunakan Asbuton minimal 5 cm.
4.2.2 Variasi tebal lapis permukaan campuran yang menggunakan Asbuton
tidak melebihi 1 cm padat.
4.3 Pembatasan oleh Cuaca
Campuran Asbuton hanya boleh dihampar bila permukaan jalan telah disiapkan dan
dalam keadaan kering serta diperkirakan tidak akan turun hujan selama pekerjaan
berlangsung.

5. Ketentuan khusus
5.1 Bahan
5.1.1 Komponen bahan
Persetujuan sumber agregat dan asbuton atau komponen bahan lainnya harus
diperoleh dari Direksi Teknik sebelum pengiriman bahan.
5.1.2 Asbuton
5.1.2.1 Asbuton yang dapat digunakan dalam campuran panas adalah dari
Lawele dan memiliki kadar aspal minimal 22 %
5.1.2.2 Asbuton harus diperoleh dan telah disetujui untuk dikirim dalam
kemasan kantong atau curah serta mudah penanganannya saat
digoreng;
5.1.3 Agregat Umum
5.1.3.1 Agregat yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah yang paling
dekat tersedia di lokasi pekerjaan (material local)
5.1.3.2 Agregat dapat dipecah menggunakan mesin atau manual
5.1.3.3 Contoh agregat pecahan sesuai dengan fraksinya, diserahkan ke
Direktur Teknik untuk dilakukan pengecekan secara manual

5.1.4 Agregat split


5.1.4.1 Fraksi agregat split ukuran 2/3 atau 1/2
5.1.4.2 Agregat split harus bersih, keras, awet, bebas dari lempung atau
bahan-bahan lain yang tidak dikehendaki
5.1.5 Agregat screening atau abu batu
5.1.5.1 Agregat screening atau abu batu terdiri atas pasir alam dan atau
hasil pemecah batu dengan ukuran lolos saringan No. 8 (2,38 mm);

2 dari 4
Ir. Dwi Putranto
081211689866 Pembangunan Jalan Perdesaan dengan Aspal Buton
5.1.5.2 Agregat screening atau abu batu harus terdiri atas partikel-partikel
yang bersih, keras, tidak mengandung lempung atau bahan lain
yang tidak dikehendaki.
5.1.5.3 Agregat screening atau abu batu harus dilindungi dari hujan serta
ditimbun dalam cadangan yang terpisah
5.2 Perencanaan Campuran
5.2.1 Komposisi umum dari campuran
Komposisi campuran asbuton agregat secara sederhana adalah:
a) Asbuton : secreening/abu batu = 30 : 70
b) Asbuton : secreening/abu batu = 40 : 60
c) Asbuton : secreening/abu batu = 50 : 50
5.2.2 Gradasi Agregat Campuran
Gradasi menyesuaikan dengan ketersediaan agregat local yang ada di
lokasi pekerjaan
5.2.3 Prosedur Perencanaan Campuran
Sebelum pelaksanaan penghamparan, pelaksanaan dipersyaratkan untuk
melakukan percobaan campuran dan percobaan penghamparan untuk
memastikan bahwa semua agregat diusulkan dan proporsi campuran
memenuhi persyaratan, menggunakan variasi campuran sebagaimana
tercantum dalam butir 5.2.1

5.3 Persyaratan Peralatan Pelaksanaan


5.3.1 Peralatan untuk pencampuran
Jika mini AMP atau paddle mixer tersedia, alat disiapkan di lapangan. Jika
tidak tersedia, pelaksana menyiapkan pelat penggorengan, dapat
menggunakan pelat besi atau drum yang dibuka, diletakkan di atas
tungku sederhana dengan menggunakan bahan bakar kayu bakar
5.3.2 Pengukuran takaran
Pengukuran takaran menggunakan timbangan atau dikonversi ke volume
(menggunakan ukuran kantong zak).
5.3.3 Pemecahan material asbuton
Asbuton dapat dipecahkan ke ukuran yang lebih kecil baik menggunakan
crusher sederhana atau manual
5.3.4 Alat penyiram lapis resap pengikat atau lapis pengikat
Dapat menggunakan asphalt sprayer atau kaleng yang dilubangi dan
diberi gagang
5.3.5 Alat penghampar dan perata

3 dari 4
Ir. Dwi Putranto
081211689866 Pembangunan Jalan Perdesaan dengan Aspal Buton
Penghamparan dikerjakan manual dengan menggunakan sekop atau
wadah bamboo. Perata menggunakan raker, yang dibuat dari besi L
5.3.6 Alat pemadat
Alat pemadat menggunakan baby roller atau stamper
5.3.7 Alat pengangkut
Dapat menggunakan mobil bak atau gerobak sorong
5.4 Produksi campuran
5.4.1 Kemajuan pekerjaan
Produksi campuran tidak boleh dimulai, kecuali cukup tersedia alat
angkut, alat penghampar, alat pemadat serta tenaga kerja yang cukup
untuk menjamin kemajuan dengan kecepatan tidak kurang dari 60%
kapasitas unit pencampur.
5.4.2 Penyiapan asbuton
Asbuton harus dipecah-pecah menjadi ukuran yang lebih kecil, tidak perlu
seragam, dengan menggunakan crusher atau manual
5.4.3 Penyiapan agregat
Screening atau abu batu sudah disiapkan di lokasi pencampuran
5.4.4 Pelaksanaan campuran
5.4.4.1 Bahan bakar kayu harus siap di lapangan dalam volume yang cukup
5.4.4.2 Pelat penggorengan dipanaskan
5.4.4.3 Screening atau abu batu dipanaskan, kemudian masukkan asbuton.
Campur dalam kondisi panas hingga secara visual agregat
terselimuti aspal berwarna hitam dan gembur
5.4.5 Pengangkutan dan pengiriman ke lapangan
Hasil campuran diangkut ke lokasi penghamparan dengan menggunakan
mobil bak atau gerobak sorong

5.5 Penghamparan dan pemadatan


5.5.1 Menyiapkan permukaan yang akan dilapis
Permukaan eksisting harus dalam kondisi mantap, entah masih berupa
tanah berbatu atau bekas aspal
5.5.2 Hamparkan lapisan batu 2/3 atau 1/2 atau kombinasi sesuai yang
diinginkan di lapangan, kemudian padatkan
5.5.3 Siramkan lapis resap pengikat atau lapis pengikat, yaitu dengan
menggunakan aspal minyak yang dipanaskan/dicairkan atau aspal emulsi
5.5.4 Hamparkan campuran asbuton di atasnya. Diratakan dengan perata lalu
dipadatkan.
5.5.5 Dapat segera dilalui kendaraan

4 dari 4