Anda di halaman 1dari 9

A.

Electrocardiograph Nihon Kohden ECG-1150

Merk : NIHON KOHDEN

Model/Type : ECG-1150

Power Input : 50 VA

Volt : 100-240 VAC±10%

Frekuensi : 50, 60 Hz

Weight : approx 1,5 kg

Type Of Protection Against Electrical Shock : Class 1 Equipment (AC Powered)

Internally Powered Equipment (Battery Powered)

Negara Asal : Jepang

1. Pengertian
Electrocardiograph adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mendeteksi sinyal biolistrik
jantung dan menghasilkan rekaman berupa grafik pada kertas perekam. Pada rekaman dapat
didiagnosa variasi ketidaknormalan jantung.

Nama lain dari Electrocardiograph:

- EKG

- ECG

- Alat rekam jantung

2. Bagian-bagian Alat

1. Panel Pengoperasian
2. Tempat kertas printer
3. Layar LCD

1. Slot SD card
2. Soket kabel power AC
3. Equpotential grounding
terminal
1. Indikator daya AC

2. Indikator pengoperasian dengan battery

3. Indikator pengisian battery

4. Tombol Power

5. Tombol Mode

6. Tombol Rhytm/Indikator

7. Tombol Fungsi F1,F2,F3,F4

8. Tombol ID Pasien

9. Tombol Usia Pasien

10. Tombol Gender (Perempuan/Laki-Laki)

11. Tombol Feed/Mark

12. Tombol Filter/Indikator


13. Tombol Indikator Copy/Cal

14. Tombol Start/Stop

15. Tombol Auto/Manual

1. Battery Compartment
3. Fungsi
 Merupakan standar untuk diagnosis aritmia jantung
 EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada
infark otot jantung akut
 EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres
jantung
 EKG kadang-kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis.
emboli paru atau hipotermia)
 EKG membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia dan
hipokalemia)
 EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (mis. blok cabang
berkas kanan dan kiri.

4. Prinsip Kerja
Prinsip dasar kerja ECG, merupakan suatu penguat (amplifier) yang berfungsi untuk
memperkuat potensial listrik jantung dengan satuan milivolt, sehingga dapat
tergambar pada monitor atau terekam pada kertas grafik.
Potensial listrik yang berasal dari jantung dideteksi dipermukaan tubuh melalui
elektrode dan kabel pasien. Sebelum masuk ke rangkaian penguat, potensial listrik
akan melalui rangkaian proteksi (patient fuse 5 mA / rangkaian isolasi dengan
menggunakan metode photo coupler, elektromagnetic coupler, dll)
hal ini dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan adanya kebocoran arus listrik dari
alat ke tubuh pasien.
Lead selector berfungsi untuk memilih lead sesuai kebutuhan, sehingga hanya
konfigurasi yang ditentukan oleh lead selector inilah yang diperkuat oleh penguat
awal (Pre-Amp). Kalibrasi 1 mV diperlukan untuk standar perbandingan antara
besarnya sinar input dengan besarnya penguatan amplifier sesuai dengan kepekaan
(sensitivity) yang dipilih.
Sinyal dari pre-amp kemudian ddiperkuat oleh Drive Amp. Pada rangkaian ini
dilengkapi dengan filter untuk mencegah sinyal lain agar tidak ikut diperkuat. Sinyal
output dari drive amp ini sudah cukup kuat untuk menggerakkan stylus (jarum).
Gerakan stylus inilah yang akan menggambarkan pulsa listrik jantung yang
sebenarnya pada kertas grafik.
5. BLOK DIAGRAM

Blok diagram elektrokardiograph tersebut terdiri atas :

1. Rangkaian Proteksi
2. Lead Selector (Multiplexer)
3. Sinyal Kalibrasi
4. Preamplifier
5. Rangkaian isolasi
6. Rangkaian Driven Right Leg
7. Driver Amplifier
8. Sistem Memory
9. Mikrokomputer
10. Recorder Printer

Rangkaian proteksi berfungsi untuk mencegah tegangan tinggi yang muncul pada
input EKG pada kondisi tertentu agar tidak merusak alat. Lead selector berfungsi untuk
memilih elektroda yang akan diambil datanya.
Sinyal kalibrasi 1 mV berfungsi pada saat tertentu pada setiap kanal yang
direkam. Preamplifiermerupakan penguat awal sinyal EKG dimana impedansi input dan
CMRR tinggi.Rangkaian Isolasi merupakan rangkaian pencegah arus dari power line (50 Hz
atau 60 Hz). Rangkaian driven right leg ialah rangkaian titik referensi pada pasien (normal
sebagai ground) yang dihubungkan dengan elektroda pada kaki kanan pasien. Driver
amplifier ialah rangkaian dengan penguatan yang mendekati sinyal perekaman. Inputnya
merupakan kopling ac sehingga tegangan offset yang dikuatkan preamplifier dapat
dihilangkan. Status memory berfungsi untuk menyimpan hasil perekaman sinyal
ECG. Mikrokomputer digunakan untuk mengontrol semua operasi alat. Recorder
printer merupakan alat pencetak (hardcopy) hasil perekaman sinyal ECG termasuk identitas
pasien dan informasi klinis yang dimasukkan oleh operator.

6. Standard Operational Prosedure (SOP) Electrocardiograph

1. Persiapan Perekaman
a. Tekan tombol power pada posisi ON
b. Pilih sensitivitas dengan pemilihan posisi sensitivity selector pada posisi 0,5,1
atau 2
c. Tempatkan posisi stylus agar berada tepat ditengah-tengahkertas grafik
dengan mengatur pen position adjustment
d. Sebelum perekaman dimulai pastikan lead selector test atau kalibrasi. Geser
selector pada posisi RUN kemudian tekan tombol kalibrasi untuk
mendapatkan tampilan pulsa segi empat kalibrasi pada kertas perekaman.
e. Pastikan tinggi pulsa 5 mm pada sensitivity 0,5
f. Pastikan tinggi pulsa 10 mm pada sensitivity 1
g. Pastikan tinggi pulsa 20 mm pada sensitivity 2
h. Bila tampilan pulsa segi empat kalibrasi pada kertas perekaman tidak sesuai
dengan bentuk normal maka perlu setting ulang
i. Bila tinggi pulsa segi empat tidak sesuai dengan pemilihan dari sensitivity
maka atur pada bagian sensitivity adjuster, sedangkan bila tampilan pulsa
kalibrasi tidak normal maka atur bagian damping adjuster.
2. Persiapan Alat
a. Pasang kertas rekam pada tempatnya
b. Pasang kabel ground dan pastikan terpasang dengan baik
c. Pasang kabel catu daya pesawat pada stop kontak, sebaiknya menggunakan
stabilisator agar tegangan yang masuk pada pesawat stabil
d. Pasang kabel pasien (elektroda) pada pesawat, pastikan
konektornyan terpasang dengan baik dan tidak tertukar.
e. Periksa kondisi baterai ( bila pesawat mengguankan baterai) denagn mengatur
kondisi pada pemakaian sumber daya dari baterai.
3. Proses Perekaman
a. Proses perekaman dimulai dengan lead selector pada posisi lead 1
b. Aktivkan selector RUN yang berfungsi mengaktivakan proses perekaman (
yang ditandai dengan bekerjanya motor penggerak kertas pencatat dan stylus
yang muali bergerak mencatat pulsa jantung pasien ) ntuk mendapatkan
beberapa hasil perekaman sinyal pilsa jantung pasien.
c. Pindahkan lead selector pada posisi II dan III.
d. Selama pemindahan lead ,pastikan tidak terjadi proses perekaman , dengan
mudah merubah posisi selector dari posisi RUN pada posisi INST
e. Bila pada suatu kejadian selam aproses perekaman yang perlu mendapat
perhatian , maka gunakan even marker untuk menandakanya.
f. Setelah proses perekaman selesai, lead selector harus dalam posisi kalibrasi ,
sebelum kabel pasien (elektroda ) dilepas pasien.
4. Pemasangan Elektroda Pada Tubuh Pasien
a. Sebelum pemasangan elektroda , bersihkan terlebih dahuu bagian tubuh yang
akan ditempelkan elektroda, dengan menggunakan krim khusus atau dengan
alcohol 70%
b. Gunakan jelly / pasta khusus secukupnya pada permukaan tubuh yang akan
ditepelkan elektroda agar penghantar sinyal jantung dapat tertangkap dengan
baik oleh elektroda.
c. Pasang elektroda sesuai dengan kode yang ada pada ujung kabel sesuai dengan
pola berikut ini :
 RA untuk lengan sebelah kanan
 LA untuk lengan sebelah kiri
 RL untuk kaki sebelah kanan
 LL untuk kaki sebelah kiri
 C dan V untuk bagian dada
7. Standard Maintenace Prosedure (SMP) Electrocardiograph

NO KEGIATAN PEMELIHARAAN PERIODE PETUGAS


1  Bersihkan seluruh bagian alat.
 Bersihkan tombol/switch Harian Operator
 Bersihkan elektroda
2  Cek kondisi baterai dan lampu
indikator
 Lakukan uji fungsi cetak hasil
perekaman
 Lakukan uji fungsi step
6 bulan Teknisi
response dengan menekan
tombol 1 mV
 Cek fungsi alarm
 Cek kecepatan kertas
 Lakukan pelumasan pada roda
gigi motor dan roll kertas
perekam
3 Lakukan pengujian kinerja alat 1 Tahun Teknisi