Anda di halaman 1dari 2

Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, permasalahan yang muncul di kalangan

anak didik semakin kompleks pula. Salah satunya adalah banyaknya anak didik di kalangan
mahasiswa yang di DO dengan alasan salah jurusan, maupun banyak siswa SMK yang kurang
menghayati dan memahami jurusannya. Hal tersebut dapat di latarbelakangi karena mereka
mengambil jurusan ikut-ikutan teman atau karena mengikuti keinginan orangtua tanpa melihat
minat dan bakat anak tersebut. Alhasil mereka menjalani pilihan yang salah dengan rasa terpaksa
dan tidak maksimal. Yang mengakibatkan selalu anjlok dan minat untuk menyelami jurusan
tersebut sangat rendah.

Anak perlu mendalami bakat dan minat yang ada dalam diri mereka. Bakat seorang anak dapat
terlihat dari sejak kecil berbeda dengan minat seorang anak yang dapat terlihat setelah anak
mendapatkan informasi dari lingkungan sekitar tentang apa yang anak tersebut sukai. Sehingga
perlu adanya pendalaman bakat dan minat dari seorang anak untuk menentukan masa depannya.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan MINATdan BAKAT??

Minat adalah suatu kondisi dimana seseorang menaruh perhatian pada sesuatu dan disertai
keinginan untuk mengetahui, memiliki, mempelajari, dan membuktikan. Minat dapat muncul
setelah mendapatkan informasi tentang obyek atau kemauan atau keterlibatan rasa
senang. Sedangkan bakatmerupakan kemampuan alamiah, turunan atau bawaan untuk
memperoleh pengetahuan atau kemampuan dengan peluang bisa untuk menyerapnya lebih
mudah bisa bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis
khusus yang biasa disebut talent).

Manakah yang lebih penting minat atau bakat..??

Sebagai contoh kita terlahir dari seorang keluarga petani yang sudah turun temurun, ada
kemungkinan kita tahu tentang bagaimana bercocok tanam yang tepat, kita punya tangan dingin,
bila kita mendalami akademi pertanian dapat dipastikan kita tidak akan kesulitan. Namun kita
mendapat informasi bahwa menjadi seorang guru matematika lebih menarik bagi kita, kta senang
dengan angka, kita cinta dengan rumus-rumusnya, tentunya kita akan mampu menghadapi Jadi
bakat bila kita asah akan mampu dengan cepat menyerapnya dengan mudah, namun bakat yang
tidak di asah tidak akan membuahkan apa-apa sedangkan minat, walau kita tidak tahu namun
kita tertarik dengan suatu hal tersebut akan mampu menghasilkan sesuatu yang maksimal.

Bagaimana cara kita mengetahui minat dan bakat kita??

Sering anak-anak tidak mengetahui apa minat dan apa bakat yang mereka miliki, untuk mereka
jadikan bekal di masa mendatang. Mungkin yang mempunyai hobi yang jelas mereka dapat
memilih hobi mereka sebagai sumber penghasilan namun bila anak tidak mempunyai hobi yang
jelas maka perlu adanya analisis bakat dan minat.

Menganalisis bakat dan minat anak didik dapat dilaksanakan di sekolah tempat mereka menuntut
ilmu dengan tes kepribadian, bakat dan minat. Dalam menguji bakat dan minat individu perlu
adanya tenaga ahli yang kompeten di bidangnya. Sehingga hasil dari test kepribadian, bakat, dan
minat dapat teranalisis dengan optimal. Hasil test kepribadian, bakat dan minat akan
mendeskripsikan (1) kekuatan dan kelemahan individu; (2) membantu dalam merencanakan dan
membuat keputusan tentang pilihan jurusan/program khusus, pendidikan lanjutan dan pekerjaan;
(3) kaitannya dengan fungsi distributif hasil tes bakat dan minat akan dapat membantu guru
pembimbing untuk mengarahkan/ menyalurkan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya.

Di kampus UMK memberikan layanan berupa profesional psikotest dengan izin praktek tes
untuk bimbingan salah satunya adalah memberikan layanan test bakat dan minat
siswa. Sehingga sekolah SMP/MTS atau SMA/MA dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk
melaksanakan test bakat dan minat kepada anak didiknya. Sehingga ketika anak didik sudah
mengetahui apa bakat dan minat mereka diharapkan mereka dapat mengambil jurusan yang
sesuai, sehingga menghasilkan kompetensi yang optimal.