Anda di halaman 1dari 45

SALINAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN


PENDIDIKAN MASYARAKAT KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

NOMOR 13 TAHUN 2018

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN


KESETARAAN PAKET C/PENDIDIKAN VOKASI BAGI PAKET C TAHUN 2018

DIREKTUR JENDERAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 13 Peraturan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang
Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana telah
diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum
Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, perlu menetapkan Peraturan
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan
Masyarakat tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional
Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan
Vokasi bagi Paket C Tahun 2018;
Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 91/M


Tahun 2015 tentang Pengangkatan Direktur Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat;

3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11


tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 593);

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015


tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan
Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340) sebagimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
173/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada
Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 1745);

5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6


Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan
Pemerintah di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 331) sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Perubahan
Kedua atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran
Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2017 Nomor 381);
MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA


DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT TENTANG PETUNJUK
TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C/PENDIDIKAN VOKASI BAGI
PAKET C TAHUN 2018.

Pasal 1

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan


tahun 2018 selanjutnya disebut BOP Pendidikan Kesetaraan Paket C/
Pendidikan Vokasi Bagi Paket C Tahun 2018 sebagaimana tercantum dalam
Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur
Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

Pasal 2

Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 29 Januari 2018
Direktur Jenderal,

TTD.

Harris Iskandar

Salinan sesuai dengan aslinya,


Kepala Bagian Hukum, Tatalaksana, dan Kepegawaian,

TTD.

Agus Salim
NIP 196308311988121001
SALINAN
LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN
ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT
NOMOR 13 TAHUN 2018 TENTANG PETUNJUK
TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN
PAKET C/ PENDIDIKAN VOKASI BAGI PAKET C
TAHUN 2018

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembukaan Undang Undang Dasar Tahun 1945 menyebutkan bahwa salah satu
tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengingat luasnya
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, keadaan geografis, dan sosial-
budaya-ekonomi yang beragam banyak warga negara yang tidak terjangkau
layanan pendidikan melalui jalur formal (sekolah). Berdasarkan permasalahan
tersebut, untuk memperluas akses pendidikan dalam menjangkau daerah-daerah
sulit dan memberikan layanan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan
ekonomi pemerintah menyelenggarakan pendidikan melalui jalur nonformal.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyebutkan bahwa pendidikan nasional diselenggarakan melalui tiga jalur,
yaitu jalur formal, jalur, nonformal, dan jalur informal yang bisa saling
melengkapi atau sebagai pengganti.
Penyelenggaraan pendidikan melalui jalur nonformal ditujukan bagi
masyarakat yang karena sesuatu hal tidak berkesempatan mengikuti
pendidikan melalui jalur formal, salah satunya melalui Pendidikan Kesetaraan
Paket C/ Pendidikan Vokasi Bagi Paket C Tahun 2018. Program BOP
Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi Bagi Paket C Tahun 2018
adalah layanan pendidikan melalui jalur pendidikan nonformal yang ditujukan
bagi masyarakat yang karena berbagai faktor tidak dapat menyelesaikan
pendidikannya atau putus sekolah di tingkat SMA/SMAK/MA, yang
diselenggarakan oleh lembaga/organisasi atau satuan pendidikan nonformal
sehingga pada gilirannya lulusannya diharapkan memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang dinyatakan dan diakui setara dengan lulusan
SMA/MA.
Dalam rangka memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperoleh
layanan pendidikan dasar untuk mendukung wajib belajar pendidikan dasar
dua belas tahun, pemerintah menyelenggarakan program pendidikan
kesetaraan Paket C Setara SMA/MA. Untuk mensukseskan layanan program
ini, pemerintah menyediakan bantuan sejumlah dana yang akan digunakan
oleh para pimpinan lembaga/organisasi atau satuan pendidikan nonformal
sebagai penyelenggara program pendidikan kesetaraan di daerah.
Dalam upaya memberikan warna yang berbeda terhadap lulusan Paket
C/Pendidikan Vokasi bagi Paket C, Direktorat Pembinaan Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan mulai tahun 2015 telah merintis penyelenggaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket C dengan mengintegrasikan pembelajaran
keterampilan yang lebih dikenal dengan Pendidikan Vokasi bagi Paket C.
Pendidikan Vokasi bagi Paket C pada dasarnya proses pembelajaran Paket C
ditambah dengan pembelajaran keterampilan dengan mengedepankan
keterampilan yang bersifat terstruktur. Keterampilan terstruktur adalah
keterampilan yang menuntut dilakukannya uji kompetensi bagi setiap peserta
didik, sehingga diperlukan perangkat Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan
Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) sebagai lembaga yang bertanggung
jawab dalam melakukan uji kompetensi. Adapun keterampilan terstruktur
dimaksud adalah keterampilan-keterampilan yang sudah ditetapkan oleh
Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan (dapat dilihat di info kursus).
Pendidikan Vokasi bagi Paket C dapat diartikan sebagai penyelenggaraan
pembelajaran Paket C dengan keterampilan. Untuk mengakses bantuan dana
tersebut, setiap lembaga/organisasi atau satuan pendidikan nonformal harus
mengikuti prosedur dan ketentuan yang diatur dalam petunjuk teknis ini.

B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pembangunan Sarana
dan Prasarana Industri;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaran Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah
Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 Tahun 2007 Tentang
Standar Isi Untuk Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B,
dan Program Paket C;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Standar Pengelola Pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013
tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 004 Tahun 2016
tentang Alih Fungsi Sanggar Kegiatan Belajar menjadi Satuan Pendidikan
Nonformal Sejenis;
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 020 tahun 2016
tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
12. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Direktorat
Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Tahun Anggaran 2018
Nomor SP DIPA- 023.05.1.666866/2018 tanggal 5 Desember 2017.

C. Tujuan Petunjuk Teknis


Petunjuk Teknis BOP Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi Bagi
Paket C Tahun 2018 bertujuan untuk :
1. Memberikan panduan bagi penyelenggara satuan pendidikan nonformal
dalam pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan yang meliputi:
1) Ruang lingkup Program Pendidikan Kesetaraan;
2) Prosedur dan tata cara pengajuan proposal untuk memperoleh dana
BOP Program Pendidikan Kesetaraan Paket C dan Bantuan Pendidikan
Vokasi (Keterampilan) bagi Paket C.
2. Meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan
Program Pendidikan Kesetaraan Paket C dan Pendidikan Vokasi
(Keterampilan) bagi Paket C.
BAB II
BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C/
PENDIDIKAN VOKASI BAGI PAKET C TAHUN 2018

A. Pengertian
1. Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C
adalah sejumlah dana yang diberikan kepada lembaga penyelenggara
program yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran program
Pendidikan Kesetaraan Paket C.
2. Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi (Keterampilan)
bagi Paket C adalah sejumlah dana yang diberikan kepada lembaga
penyelenggara program vokasi yang digunakan untuk mendukung proses
pembelajaran dan pelatihan program Pendidikan Vokasi (Keterampilan)
bagi Paket C.
3. Pemberi Bantuan Operasional Penyelenggaraan adalah pemerintah melalui
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat
Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang
diberikan kepada lembaga penyelenggara program yang ditetapkan sebagai
penyelenggara program Pendidikan Kesetaraan.
B. Tujuan
1. Tujuan Program Paket C:
a. Menyediakan layanan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal
untuk menjaring peserta didik yang putus sekolah setara SMA/SMK/
MA dan lulusan SMP/MTs/Paket B yang tidak tertampung pada jalur
pendidikan formal;
b. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik
sehingga memiliki kemampuan yang setara dengan SMA/SMK/MA;
c. Membekali dasar-dasar kecakapan hidup yang bermanfaat untuk
bekerja mencari nafkah atau berusaha mandiri;
d. Membekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik yang
memungkinkan lulusan program dapat meningkatkan pendidikannya ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
2. Tujuan Program Pendidikan Vokasi (Keterampilan) bagi Paket C adalah
memberikan keterampilan terstruktur yang sesuai dengan pilihan peserta
didik dengan diakhiri Uji Kompetensi yang diharapkan setelah lulus Paket
C mereka memiliki sertifikat ganda yaitu Ijazah Pendidikan Kesetaraan dan
Sertifikat Kompetensi.
C. Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi Bagi
Paket C
1. Pendidikan Kesetaraan Paket C:
a. Memberikan fasilitasi kepada lembaga penyelenggara Pendidikan
Kesetaraan Paket C dan kepada peserta didik untuk mempermudah
proses pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket C;
b. Meningkatkan kecakapan personal, akademik, dan sosial peserta didik
Pendidikan Kesetaraan Paket C;
2. Pendidikan Vokasi (Keterampilan) bagi Paket C:
a. Memberikan bekal keterampilan terstruktur bagi peserta didik
Pendidikan Kesetaraan Pendidikan Vokasi bagi Paket C;
b. Memberikan kecakapan hidup yang bermanfaat untuk bekerja pada
Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) atau membuka usaha sendiri;
c. Meningkatkan kecakapan vokasional peserta didik Paket C.

D. Peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi Bagi


Paket C
1. Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi Bagi
Paket C
Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan Program Paket C adalah lulusan
Paket B/SMP/MTs/Sederajat yang tidak tertampung di sekolah formal dan
siswa putus SMA/MA/SMK/MAK.
Peserta didik Pendidikan Vokasi adalah Peserta didik Kelas XI dan XII di
Program Paket C yang sedang mengikuti pembelajaran di Satuan
Pendidikan Nonformal.
2. Pendidik Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi Bagi Paket
C Adapun kriteria Pendidik pada program ini adalah:
a. memiliki kualifikasi/kompetensi akademik sesuai bidang studi atau
mata pelajaran yang dibelajarkan;
b. memiliki kualifikasi/kompetensi vokasi sesuai bidang keterampilan
terstruktur sesuai dengan Standar Kualifikasi Kompetensi Nasional
Indonesia (SKKNI);
c. memiliki metode pendekatan pembelajaran pendidikan nonformal;
d. memiliki pengalaman dan kompetensi pembelajaran orang dewasa;
e. bersedia membelajarkan Peserta Didik sampai akhir program;
f. diprioritaskan bagi yang telah mengikuti pelatihan tutor pendidikan
kesetaraan.
E. Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi Bagi
Paket C
1. Kurikulum
Kurikulum yang digunakan bagi kelas lanjutan adalah kurikulum 2006
(KTSP), sedangkan untuk kelas baru di berikan peluang untuk
menggunakan kurikulum 2006 atau kurikulum 2013 (struktur kurikulum
terlampir).
2. Sarana dan Prasarana
Untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan program Pendidikan
Kesetaraan Paket C hasil yang ingin dicapai, lembaga penyelenggara
program wajib menyediakan sarana dan prasarana, yaitu:
a. ruangan untuk proses pembelajaran dan pelatihan beserta
kelengkapannya;
b. alat dan bahan pembelajaran seperti: whiteboard/papan tulis,
spidol/kapur, meja dan kursi tutor, meja/kursi peserta didik, lemari
buku, buku-buku pelajaran, dan lain-lain;
c. media pembelajaran dan pendukung lainnya.
3. Proses Pembelajaran
a. Pendidikan Kesetaraan Paket C
Lama pembelajaran program Pendidikan Kesetaraan Paket C untuk
setiap tingkatan atau kelas harus disesuaikan dengan stuktur
kurikulum di atas. Proses pembelajaran meliputi pembelajaran
akademik, yaitu upaya yang dilakukan tutor untuk memberikan
wawasan dan ilmu pengetahuan kepada peserta didik yang difasilitasi
oleh tutor. Pembelajaran akademik dilakukan sesuai ketentuan yang
diatur dalam standar isi dan standar proses, misalnya:
1) pembelajaran dilakukan minimal 2 hari dalam seminggu @ 3 jam
pelajaran, atau 3 hari dalam seminggu @ 2 jam pelajaran;
2) pembelajaran dilakukan dengan tatap muka, tutorial, dan mandiri;
Agar proses pembelajaran akademik mengarah kepada tujuan dan
hasil yang ingin dicapai, maka tutor wajib melakukan persiapan
dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
berdasarkan silabus yang dibuat oleh lembaga penyelenggara program
(lihat contoh format Silabus dan RPP dalam lampiran Juknis ini).
b. Pendidikan Vokasi bagi Paket C
Lama pembelajaran program Pendidikan Vokasi bagi Paket C
disesuaikan dengan stuktur kurikulum yang terdapat di LKP.
Pemilihan jenis keterampilan yang akan dilaksanakan hendaknya
didiskusikan antara lembaga penyelenggara program dengan Peserta
Didik, dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan manfaat.
Pelatihan keterampilan difasilitasi oleh narasumber teknis, dan
merupakan tugas lembaga penyelenggara program untuk menyediakan
nara sumber teknis sesuai dengan jenis keterampilan yang dipilih.
Lama dan kedalaman pelatihan keterampilan, sesuai dengan silabus
dan RPP yang ditentukan serta tingkat penguasaan peserta didik.
4. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana
capaian mutu penyelenggaraan program dan tingkat keberhasilan
pelaksanaan program.
a. Evaluasi Penyelenggaraan
Evaluasi penyelenggaraan program merupakan sebuah kegiatan untuk
mengevaluasi atau mengoreksi hal- hal yang telah terjadi atau dilakukan
selama kegiatan penyelenggaraan program sedang atau telah
berlangsung. Dengan kata lain merupakan sebuah kegiatan “mereka-
ulang” untuk mengetahui hal-hal penting baik yang berupa kelebihan
maupun kekurangan yang terjadi pada kegiatan penyelenggaraan
program yang telah berlangsung dengan harapan agar dapat melakukan
perbaikan pada saat kegiatan penyelenggaraan program berikutnya.
b. Evaluasi Perkembangan Peserta didik
Adapun tujuan evaluasi perkembangan Peserta didik adalah sebagai
berikut:
1) untuk mengetahui kemajuan hasil belajar peserta didik selama
jangka waktu tertentu;
2) untuk mengetahui efektifitas metode dan pendekatan pembelajaran
yang dilakukan selama jangka waktu tertentu.
Dengan demikian tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar yang dilakukan
terhadap peserta didik adalah untuk mengetahui seberapa jauh peserta
didik menampilkan performa sebagaimana yang dikehendaki.
Pengetahuan mengenai peserta didik dimaksudkan untuk memperoleh
informasi penting mengenai peserta didik apakah perlu dilakukan
pengayaan, saran, bimbingan penyuluhan, diskusi dengan peserta didik,
dan lain sebagainya. Dengan kata lain dengan diadakannya evaluasi
perkembangan peserta didik, diharapkan diperoleh informasi untuk
melakukan langkah tindak lanjut yang berkaitan dengan keberadaan
peserta didik. Apabila hasil evaluasi peserta didik memperoleh nilai
dibawah SKK, maka tutor wajib melakukan remedial.

c. Indikator Keberhasilan Program


(1) Minimal penguasaan pengetahuan dan keterampilan peserta didik
mencapai 85%
(2) Minimal peserta didik 65% dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi
(3) Kehadiran peserta didik dalam pembelajaran mencapai 75%
(4) Lembaga penyelenggara program membuat laporan tepat pada
waktunya.

F. Indikator Keberhasilan
1. Minimal penguasaan pengetahuan dan keterampilan peserta didik
mencapai 85%
2. Minimal peserta didik 65% dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi
3. Kehadiran peserta didik dalam pembelajaran mencapai 75%
4. Lembaga penyelenggara program membuat laporan tepat pada waktunya.
BAB III
TATA CARA PENYALURAN DAN LAPORAN
BOP PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C/ PENDIDIKAN VOKASI BAGI
PAKET C TAHUN 2018

A. Pemberi Bantuan
Jumlah dana yang disediakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan tahun 2018 untuk BOP Pendidikan Kesetaraan
Paket C sejumlah Rp133.948.100.000,- (seratus tiga puluh delapan milyar
dua ratus enam puluh enam juta seratus ribu rupiah) untuk membelajarkan
sebanyak 78.793 orang peserta didik, dan BOP Pendidikan Vokasi bagi Paket
C sejumlah Rp34.000.000.000,- (tiga puluh empat milyar rupiah) untuk
membelajarkan sebanyak 20.000 orang peserta didik.
B. Persyaratan Penerima Bantuan
1. Kriteria Lembaga yang Dapat Mengajukan Bantuan
a. Lembaga penyelenggara program Pendidikan Kesetaraan Paket C:
1) Diutamakan PKBM dan SKB yang sudah terakreditasi;
2) SKB yang sudah menjadi satuan pendidikan;
3) Lembaga pengusul sudah terdaftar dalam Dapodik PAUD dan Dikmas.
b. Lembaga penyelenggara program Pendidikan Vokasi (Keterampilan) bagi
Paket C:
1) PKBM, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang sudah terakreditasi
minimal B;
2) SKB yang sudah menjadi satuan pendidikan dan memiliki peralatan
yang lengkap serta tenaga pendidik yang professional sesuai dengan
bidang keterampilan tersebut;
3) Lembaga tersebut pada poin satu dan dua wajib mendapatkan
rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat.
c. Lembaga penyelenggara program pendidikan kesetaraan Paket C dan
lembaga penyelenggara program pendidikan vokasi (ketrampilan) bagi
paket C sebagaimana huruf a dan huruf b:
1) bersedia menandatangani Pakta Integritas anti Kolusi, Korupsi, dan
Nepotisme sebelum memperoleh bantuan.
2) bersedia membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB)
setelah memperoleh dan menggunakan bantuan.
3) bersedia sewaktu-waktu menerima tim verifikasi/visitasi dari
Kementerian sesuai kebutuhan.
2. Kriteria Calon Peserta Didik
a. Peserta Didik Paket C;
1) Lulusan Paket B;
2) Lulusan SMP/ MTs/ Sederajat;
3) Putus Sekolah Kelas X, XI, dan XII
4) Peserta didik kelas lanjutan.
b. Peserta Didik pendidikan Vokasi bagi Paket C adalah berasal dari
Peserta didik Kelas XI dan XII.
c. Peserta didik sudah terdaftar di Dapodikmas.

C. Bentuk Bantuan
1. Alokasi Sasaran
Pada tahun 2018 dana BOP Pendidikan Kesetaraan Paket C
didistribusikan ke daerah berdasarkan sebaran data peserta didik yang
terdapat dalam Dapodikmas (terlampir).
2. Pemanfaatan Dana Bantuan
a. BOP Pendidikan Kesetaraan untuk penyelenggaraan program
Pendidikan kesetaraan Paket C per peserta didik sebesar Rp. 1.700.000
(satu juta tujuh ratus ribu rupiah).
b. BOP Pendidikan Kesetaraan untuk penyelenggaraan program
Pendidikan Vokasi bagi Pendidikan Kesetaraan Paket C per peserta didik
sebesar Rp. 1.700.000 (satu juta tujuh ratus ribu rupiah).

D. Rincian Jumlah Bantuan


No Nama Komponen Rincian Proporsi Biaya
Program Penggunaan Dana

1 Pendidikan Manajemen Rapat Persiapan, Rp 170.000


Kesetaraan Honor Sekretariat, (Maks. 10%)
Paket C Biaya Transport,
Dokumentasi, dan
Penyusunan
Laporan

Biaya Pengadaan Alat dan


Pelaksanaan Bahan

Pembelajaran Honor/Transport Rp 1.530.000


Tutor (Min. 90%)

Biaya Operasional
No Nama Komponen Rincian Proporsi Biaya
Program Penggunaan Dana

Pembelajaran
lainnya

Biaya USBN

Biaya UN

2. Pendidikan Uji Pelaksanaan uji Rp 425.000 (maks.


Vokasi Kompetensi kompetensi per 25%)
(Keterampilan) jenis keterampilan
bagi Paket C
Manajemen Rapat Persiapan,
Lembaga Honor Sekretariat, Rp 170.000 (maks.
Biaya Transport, 10%)
Dokumentasi, dan
Penyusunan
Laporan

Pembelajaran • Biaya operasional Rp 1.105.000 (min.


pembelajaran 65%)
(kerjasama
dengan LKP
terakreditasi yang
memiliki TUK)

E. Tata Kelola Pencairan dan Penyaluran Bantuan


1. Proses Verifikasi Penerima Bantuan Pendidikan Kesetaraan Paket C/
Bantuan Pendidikan Vokasi Bagi Paket C
a. Bantuan Pendidikan Kesetaraan Paket C
1) Lembaga membuat dan mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota setempat;
2) Dinas Pendidikan Kabupaten /Kota melakukan seleksi/verifikasi dan
menetapkan lembaga-lembaga yang layak (memenuhi persyaratan)
dalam Surat Keputusan;
3) Surat Keputusan Calon Penerima Bantuan Pendidikan Kesetaraan
Paket C diajukan ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan
dan Kesetaraan.
4) Berdasarkan Surat Keputusan yang diajukan Dinas Pendidikan
Kab/Kota, Direktorat melakukan verifikasi dan selanjutnya membuat
penetapan lembaga penerima bantuan Pendidikan Kesetaraan Paket
C.
b. Bantuan Pendidikan Vokasi Bagi Paket C:
1) Lembaga membuat dan mengajukan proposal dengan format
terlampir, yang ditujukan kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan dengan ditembuskan kepada Dinas
Pendidikan Kab/Kota setempat.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan


Kesetaraan u.p Kepala Subdit Pendidikan Kesetaraan dan
Pendidikan Berkelanjutan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung E Lantai 8
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270

2) Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan akan


melakukan seleksi dan verifikasi proposal;
3) Berdasarkan hasil seleksi/verifikasi Direktorat membuat Surat
Keputusan Penetapan Lembaga Penerima Bantuan Pendidikan
Vokasi (Keterampilan) bagi Paket C.
2. Penetapan Penerima Bantuan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan Surat Keputusan lembaga
lembaga penerima BOP Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi
bagi Paket C Tahun 2018 dengan disahkan Direktur Pembinaan Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
3. Penandatanganan kerja sama
Setelah penetapan lembaga penerima bantuan pemerintah, akan
dilanjutkan dengan penandatanganan surat perjanjian kerjasama antara
PPK dengan Penerima Bantuan.
a. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan oleh PPK dengan
pimpinan lembaga penerima bantuan untuk menandatangani
Perjanjian Kerja Sama, Kuitansi dan Pakta Integritas.
b. Perjanjian Kerja Sama ini memuat hak dan kewajiban kedua belah
pihak, nilai bantuan yang diberikan, tata cara penyaluran, pernyataan
kesanggupan untuk menggunakan dana bantuan sesuai dengan
rencana, pernyataan kesanggupan untuk menyetorkan sisa dana yang
tidak digunakan ke kas negara, sanksi, dan penyampaian laporan
pertanggungjawaban kepada PPK setelah pekerjaan selesai.
4. Pencairan dana bantuan
Berdasarkan keputusan penerima bantuan dan perjanjian kerja sama,
dilakukan penyaluran dana bantuan ke rekening Penerima Bantuan.
a. Penetapan Surat Keputusan lembaga penerima bantuan Pendidikan
Kesetaraan;
b. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan seluruh berkas
pencairan oleh pihak lembaga dan PPK;
c. Memproses pengajuan dana bantuan Pendidikan Kesetaraan melalui
KPPN Wilayah III Jakarta dan mengusulkan pencairan ke Bank sesuai
dengan rekening lembaga;
d. Oleh pihak Bank dana akan dikirim langsung/transfer kepada rekening
lembaga penerima.
Jika terjadi perubahan rencana anggaran belanja (RAB) dalam
pelaksanaan kegiatan, pimpinan organisasi mitra yang
bersangkutan harus mengajukan perubahan/ addendum RAB
kepada PPK Subdirektorat Kesetaraan dan Berkelanjutan.

F. Pertanggungjawaban Belanja Bantuan


A. Pelaporan
1. Laporan Penerimaan Dana
Lembaga penerima bantuan wajib menyerahkan laporan tertulis kepada
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan setelah
menerima dana (format terlampir) melalui pos-el (email)
kesetaraan@kemdikbud.go.id
2. Laporan Semester I
Lembaga penerima bantuan wajib menyerahkan:
a. laporan penggunaan dana pada semester I dan rencana penggunaan
dana pada semester II kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan (format terlampir); dan
b. menyerahkan laporan penyelenggaraan kegiatan kepada Dinas
Pendidikan setempat sebagai pertanggungjawaban dan akuntabilitas
penyelenggaraan program, sampai dengan berakhirnya penyelenggaraan
program semester I (Juli – Desember). kepada Dinas Pendidikan
setempat untuk direkap, kemudian disampaikan rekapitulasinya ke
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan melalui
pos-el (email) kesetaraan@kemdikbud.go.id

3. Laporan Semester II
Lembaga penerima bantuan wajib menyerahkan :
a. laporan penggunaan dana pada semester II kepada Direktorat Pembinaan
Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (format terlampir); dan
b. menyerahkan laporan penyelenggaraan kegiatan kepada Dinas
Pendidikan setempat sebagai pertanggungjawaban dan akuntabilitas
penyelenggaraan program, sampai dengan berakhirnya penyelenggaraan
program semester II (Januari – Juli tahun berikutnya) kepada Dinas
Pendidikan setempat untuk direkap, kemudian disampaikan
rekapitulasinya ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan melalui pos-el (email) kesetaraan@kemdikbud.go.id

G. Ketentuan Perpajakan
1. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan dana bantuan dikenakan pajak
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Contoh:
Pembelanjaan barang kurang dari Rp1.000.000,- tidak dikenakan pajak,
pembelanjaan barang di atas Rp1.000.000,- dikenakan PPN 10%.
Sedangkan pembelanjaan barang di atas Rp2.000.000,- dikenakan PPN
10% dan PPh pasal 22 sebesar 1,5%, jika penjual atau lembaga tidak ada
NPWP maka pajak yang dibayarkan sebesar 3%.
2. Lembaga berkewajiban untuk:
a. menyetorkan hasil pungutan pajak kepada Kas Negara (terkecuali jika
toko tersebut memiliki NPWP toko),
b. menyimpan semua bukti setor pajak tersebut.

H. Sanksi
Bagi lembaga penyelenggara program sebagai penerima bantuan yang tidak
menyampaikan laporan sampai dengan akhir tahun anggaran, dapat
dikenakan sanksi berupa:
1. Mengembalikan bantuan yang telah diterima ke kas negara;
2. Tidak diperkenankan mengakses dana bantuan dari Dit. Bindiktara pada
tahun berikutnya; dan/atau,
3. Diproses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB IV
TATA CARA PENGEMBALIAN DANA BANTUAN

Dalam pengelolaan dana BOP, lembaga penerima dana bantuan, karena berbagai
penyebab diharuskan untuk melakukan pengembalian dana BOP kepada Kantor
Kas Negara.
Beberapa penyebab lembaga penerima BOP diharuskan mengembalikan dana
antara lain:
1. Pembatalan dari pihak Direktorat Pembinaan Keaksaraan dan Kesetaraan
karena lembaga telah menerima bantuan sejenis pada tahun dan waktu
yang bersamaan.
2. Pembatalan dilakukan oleh pihak lembaga penerima BOP, karena hal-hal
tertentu.
3. Adanya kegiatan atau pembelian yang sudah masuk dalam RAB, tetapi
karena sesuatu hal tidak dilaksanakan oleh lembaga penerima BOP sampai
pada pembelajaran selesai dilaksanakan, dan/atau.
4. Hal-hal lain, yang tidak sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku
setelah diaudit oleh auditor yang berwenang.
Untuk pengembalian dana akibat dari hal-hal sebagaimana tersebut di atas,
dilaksanakan melalui konfirmasi dengan menghubungi:
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan
Dikmas

PENGADUAN DAN INFORMASI


Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
Komplek Kemendikbud Gedung E Lantai 8, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan,
Jakarta 10270
Telp. (021) 5725502 Fax. (021) 5725502
E-mail: kesetaraan@kemdikbud.go.id
BAB IV
SUPERVISI DAN PENGAWASAN

Prosedur pelaporan pelaksanaan kegiatan, monitoring, evaluasi, supervisi,


pelaporan serta pengawasan pelaksanaan kegiatan dapat digambarkan sesuai
skema sebagai berikut:

PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN, MONEV DAN PELAPORAN

Pengawasan oleh
BPK, BPKP, Itjen Kemendikbud,
dan Aparat Pengawasan lainnya,
serta Masyarakat

Dana Bantuan
Melaksanakan Menyampaikan laporan
yang disalurkan Menyampai- kegiatan sesuai Menyimpan penyelenggaraan
oleh Bank kan laporan perjanjian kerja kegiatan ke dinas
Penyalur dokumen dan
1 2 awal 3 sama, Juknis, dan 4 administrasi 5 pendidikan dan
diterima peraturan pengunaan dana
kegiatan
langsung di perundang- kepada Direktorat
rekening undangan Pembinaan Pendidikan
lembaga kekasaraan dan
kesetaraan

Monitoring, Evaluasi dan Supervisi oleh


Unsur Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas,
Dinas pendidikan Kabupaten/kota

A. Supervisi
Unsur Ditjen PAUD dan Dikmas (unit kerja pusat dan UPT Pusat) memiliki
hak dan tanggung jawab untuk melakukan monitoring dan supervisi
pelaksanaan kegiatan. Unsur Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (Kadis,
Kabid/Kasi dan Penilik memiliki tugas dan tanggung jawab dalam melakukan
monitoring dan supervisi pelaksanaan kegiatan.
Pelaksanaan monitoring dan supervisi pelaksanaan kegiatan tidak boleh
dibebankan dari dana bantuanUntuk menjamin mutu penyelenggaraan
program dan hasil pelaksanaan program pendidikan kesetaraan dasar, perlu
dilakukan monitoring dan supervisi secara bersama atau sendiri-sendiri oleh
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan dan/atau
Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota setempat.
B. Pengawasan
Aparat pengawas/auditor, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan
Pemeriksa keungan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kemdikbud
(Itjen) melakukan pengawasan dan dapat melakukan proses hukum apabila
terjadi penyelewengan dalam pelaksanaan.
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan masyarakat umum boleh
melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan pengawasan
tersebut tidak boleh membebani anggaran pelaksanaan kegiatan.
1. Akuntabilitas Pengelolaan
a. Pakta Integritas
Pakta integritas adalah pernyataan tidak akan melakukan korupsi,
kolusi, dan nepotisme serta penyelewengan dalam pengelolaan dan
penggunaan anggaran. Apabila melanggar hal-hal yang telah
dinyatakan dalam pakta integritas akan dikenakan sanksi hukum,
moral, dan /atau sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Pernyataan Kesanggupan
Pernyataan kesanggupan adalah surat pernyataan pimpinan lembaga
untuk melaksanakan program sesuai dengan proposal yang telah
disetujui dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam
petunjuk teknis program.
c. Pertanggungjawaban Mutlak
Pertanggungjawaban mutlak adalah tanggung jawab lembaga
penyelenggara untuk menyelesaikan program sesuai dana yang telah
diterima dan melaksanakan ketentuan perpajakan yang berlaku.

C. Penutup
Penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan merupakan tugas bersama
dalam upaya mencerdaskan bangsa. Penyelenggara program pendidikan
kesetaraan seyogianya dapat memahami secara cermat sasaran dan tujuan
program yang dilaksanakan agar sesuai dengan ketentuan dalam juknis ini.
Petunjuk pelaksanaan ini disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang
terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan program Pendidikan Kesetaraan
baik pemerintah, pemerintah daerah, dan SPNF.
Petunjuk teknis ini diharapkan dapat menjadi acuan, rujukan, dan petunjuk
bagi semua pihak yang berkepentingan dalam merencanakan,
mengoordinasikan, melaksanakan dan mengendalikan pengelolaan dana BOP
Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C Tahun 2018.
Kami sampaikan kepada semua pengelola lembaga agar tidak tergiur oleh
berbagai rayuan yang modusnya penipuan untuk memperoleh dana bantuan
oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagai contoh dalam bentuk
iming-iming dan surat permintaan dana kepada lembaga. Direktorat
Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan menyalurkan dana
bantuan sesuai dengan petunjuk teknis secara profesional dan transparan.
Apabila ada hal yang belum jelas, dapat menghubungi langsung ke Direktorat
Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan dengan nomor Telepon
dan Fax: 021-5725715/021-5725039 E-mail : kesetaraan @kemdikbud.go.id
Hal-hal yang belum diatur dalam petunjuk teknis ini, akan
ditindaklanjuti dengan surat edaran atau surat resmi Direktur Pembinaan
Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan.

Demi kemajuan bangsa dan negara kita, mari bersama-sama kita laksanakan program ini
dengan sebaik-baiknya. Jangan Takut Lapor Kasus Pungli. Jika dinilai sudah memiliki cukup
bukti, laporan akan diteruskan ke kelompok kerja (pokja) penindakan. Laporan yang dinilai
belum memiliki cukup bukti akan ditangani oleh pokja intelijen. Silahkan lapor dengan
menghubungi:
SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR
Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat 10110
Email : lapor@saberpungli.id
Call Center: 0821 1213 1323
SMS : 1193
Telp : 0856 8880 881 / 0821 1213 1323
No Fax : 021-3453085
Website : www.saberpungli.id
Jadikanlah wadah ini sebagai alat aspirasi rakyat yang disampaikan dengan bahasa, sudut
pandang, dan dukungan positif. Wadah ini terbuka untuk siapapun yang hendak melakukan
pelaporan. Apabila ada kekurangan dan keterbatasan dalam hal proses pelaporan di
aplikasi kami, mohon diinformasikan agar segera dilakukan perbaikan.
DILARANG MEMBERIKAN HADIAH, UANG, BARANG ATAU SEJENISNYA KEPADA
SIAPAPUN YANG TERKAIT DENGAN BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN KESETARAAN

Direktur Jenderal,

TTD.

Harris Iskandar

Salinan sesuai dengan aslinya,


Kepala Bagian Hukum, Tatalaksana, dan Kepegawaian,

TTD.

Agus Salim
NIP 196308311988121001
SALINAN
LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ANAK
USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT NOMOR 13
TAHUN 2018 TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN
OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
KESETARAAN PAKET C/ PENDIDIKAN VOKASI BAGI
PAKET C TAHUN 2018

FORMAT PROPOSAL PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C

Logo Lembaga

Logo
Lembaga

PROPOSAL PENGAJUAN BOP PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET


C TAHUN 2018

Diajukan Kepada:

Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Diajukan Oleh:
Nama Lembaga/Organisasi : ..........................................................................
Alamat Lengkap No. : ..........................................................................
Telp/Hp/Fax Alamat Email : ..........................................................................
(wajib) : ..........................................................................
KOP LEMBAGA
Nomor :

Lampiran : 2 (Profil lembaga & daftar peserta didik)


Perihal : Permohonan Bantuan BOP Pendidikan Kesetaraan Paket C

Kepada Yth.
Kepala Dinas Pendidikan
Kab. / Kota ....

Sehubungan dengan adanya kuota bantuan BOP Paket C yang telah di tetapkan
oleh pemerintah pusat dalam hal ini adalah Direktorat Pembinaan Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kemdikbud untuk Kab./
Kota ... .

Dengan ini kami selaku pengelola lembaga PKBM/ SKB, bermaksud mengajukan
bantuan BOP Pendidikan Kesetaraan Paket C tersebut untuk peserta didik kami
yang telah terdaftar dalam Dapodikmas sebanyak .... orang (daftar terlampir).

Beserta dengan surat ini kami juga lampirkan Rencana Penyelenggaraan dan
Penggunaan Dana.

Demikian surat permohonan bantuan ini dibuat. Atas perhatian dan


kerjasamanya disampaikan terima kasih.

, 2018
Ketua/ Penanggung Jawab,
A. Profil Lembaga
1. Identitas Lembaga
1. Nama lembaga
2. NPSN
3. Alamat lembaga
4. No. Telp/Fax/E-mail
5. Tahun berdiri
6. Legalitas lembaga:
a. Badan hukum
b. Ijin operasional
7. Rekening Bank
8 NPWP
9 Status Akreditasi

2. Susunan Pengurus
Jabatan Nama Pendidikan HP
Ketua
Sekretaris
Bendahara
.................
.................
.................
.................

3. Pengelola Lembaga, Tutor dan Instruktur


Pengelola Lembaga, Tutor dan Tingkat Pendidikan (Orang)
Instruktur
SMP SMA Dipl. S1 S2 Jumlah
• Unsur pimpinan
• Tenaga administrasi
• Tenaga pembantu
• Tutor bidang pengajaran
• Instruktur keterampilan
• Narasumber teknis
• ..........................
• ..........................
Jumlah
B. Daftar Peserta Didik
C. Rencana atau Gambaran Umum Pelaksanaan Program Pendidikan Paket C
1. Rencana Penyelenggaraan
 Rincian Kegiatan
 Tempat pelaksanaan
 Waktu pelaksanaan

2. Rencana Penggunaan Dana

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Daftar peserta didik sesuai dapodikmas;
2. Salinan/fotocopy Sertifikat akreditasi;
3. Salinan/fotocopy ijin pendirian lembaga atau SK dari instansi berwenang;
4. Salinan/fotocopy nomor rekening bank atas nama lembaga;
5. Salinan/fotocopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga.

FORMAT PROPOSAL PENDIDIKAN VOKASI (KETERAMPILAN) BAGI PAKET C

Logo
Lembaga

PROPOSAL PENGAJUAN BOP PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI


(KETERAMPILAN) BAGI PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C TAHUN 2018

(Jenis Vokasi)

Diajukan Kepada:
Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaran
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini da Pendidikan
Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

dengan alamat
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, Gedung E Lantai 8 Jalan Jenderal Sudirman –
Senayan
Jakarta – 10270
KOP LEMBAGA
Nomor :

Lampiran : 2 (Profil lembaga & daftar peserta didik)


Perihal : Permohonan Bantuan Pendidikan Vokasi (Keterampilan) Bagi Paket C

Kepada Yth.
Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan di Jakarta

Sehubungan dengan adanya bantuan BOP Paket C yang tersedia di pemerintah


pusat dalam hal ini adalah Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kemdikbud.

Dengan ini kami selaku pengelola lembaga PKBM/ SKB, bermaksud mengajukan
bantuan BOP PK tersebut untuk pesertadidik kami yang telah terdaftar dalam
Dapodikmas sebanyak .... orang (daftar terlampir).

Beserta dengan surat ini kami juga lampirkan Rencana Penyelenggaraan dan
Penggunaan Dana.

Demikian surat permohonan bantuan ini dibuat. Atas perhatian dan


kerjasamanya disampaikan terima kasih.

, 2018
Ketua/ Penanggung Jawab,
PROPOSAL PENGAJUAN BANTUAN PROGRAM/
PENDIDIKAN VOKASI (KETERAMPILAN) BAGI PENDIDIKAN
KESETARAAN PAKET C

TAHUN 2018

A. Profil Lembaga
1. Identitas Lembaga
1. Nama lembaga
2. NPSN
3. Alamat lembaga
4. No. Telp/Fax/E-mail
5. Tahun berdiri
6. Legalitas lembaga:
a. Badan hukum
b. Ijin operasional
7. Rekening Bank
8 NPWP
9 Status Akreditasi

2. Susunan Pengurus
Jabatan Nama Pendidikan HP
Ketua
Sekretaris
Bendahara
.................
.................
.................
.................
3. Pengelola Lembaga, Tutor dan Instruktur
Pengelola Lembaga, Tutor dan Tingkat Pendidikan (Orang)
Instruktur
SMP SMA Dipl. S1 S2 Jumlah
• Unsur pimpinan
• Tenaga administrasi
• Tenaga pembantu
• Tutor bidang pengajaran
• Instruktur keterampilan
• Narasumber teknis
• ..........................
Jumlah
B. Daftar Peserta Didik

**) Prioritas Kelas Lanjutan (XI dan XII)


C. Rencana atau Gambaran Umum Pelaksanaan Program Pendidikan Vokasi
bagi Paket C
1. Rencana Penyelenggaraan
 Rincian Kegiatan
 Tempat pelaksanaan
 Waktu pelaksanaan

2. Rencana Penggunaan Dana

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Daftar peserta didik sesuai dapodikmas;
2. Surat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kab./ Kota;
3. Salinan/fotocopy Sertifikat akreditasi;
4. Salinan/fotocopy ijin pendirian lembaga atau SK dari instansi berwenang;
5. Salinan/fotocopy nomor rekening bank atas nama lembaga;
6. Salinan/fotocopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama lembaga.
FORMAT LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN DANA (DITUJUKAN
KE DIT.BINDIKTARA)

1. Laporan Awal

Nomor :
Lampiran : print out buku bank & Surat Pernyataan Tanggungjawab Belanja
(terlampir)
Perihal : Pernyataan penerimaan dan rencana penggunaan dana Bantuan BOP
Pendidikan Kesetaraan Paket ...

Kepada Yth.
Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
Di Jakarta

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : .....................................................................
Jabatan : Ketua
Nomor Telp/HP/Fax : .....................................................................
Nama Lembaga : .....................................................................
Alamat : .....................................................................

dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa kami:


1. Telah menerima dana bantuan BOP Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi
bagi Paket C sebesar Rp. ......................... (.......................................), melalui
transfer bank pada rekening lembaga nomor: ............................ atas
nama: ........................ pada tanggal: ........................... (bukti terlampir);
2. Dana dimaksud angka 1 tersebut di atas, akan kami gunakan sebagai biaya operasional
penyelenggaran kegiatan Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket
C, (penarikan dana dari rekening) sesuai dengan rencana anggaran biaya per- semester;
3. Akan menyampaikan laporan hasil penyelenggaraan kegiatan kepada Dinas Pendidikan
Kab./ Kota dan penggunaan dana kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan
dan Kesetaraan, (1) laporan penyelenggaraan kegiatan dan penggunaan dana pada
semester I pembelajaran; (2) rencana penyelenggaraan kegiatan dan rencana penggunaan
dana pada semester II; pada awal Januari tahun berikutnya.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Pernyataan ini juga merupakan
laporan (awal) penerimaan dana dan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

..............................., 2018
Yang membuat pernyataan,

Tembusan:
Dinas Pendidikan Kab./ Kota ........................................
2. Laporan Semester I

Nomor :
Lampiran :(Buku Kas Umum (Realisasi) Semester I dan Rencana
Penyelenggaraan Kegiatan & Penggunaan Dana Semester II)
Perihal : Pernyataan penggunaan dana semester I dan rencana penggunaan
dana semester II Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan
Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C (Laporan Semester I)

Kepada Yth.
Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
Di Jakarta

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : .....................................................................
Jabatan : Ketua
Nomor Telp/HP/Fax : .....................................................................

Nama Lembaga : .....................................................................

Alamat : .....................................................................

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor ................................ dan Perjanjian Kerja Sama

Nomor ......................, telah menerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan

Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C dengan nilai nominal sebesar Rp.
............................. (....................................).

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini saya menyampaikan pertanggung


jawaban bantuan sebagai berikut:
1. Penggunaan dana:
a. Jumlah dana yang diterima : Rp. ……….. (….. rupiah)

b. Jumlah dana yang dipergunakan : Rp. ……….. (….. rupiah)

c. Sisa dana : Rp. ……….. (….. rupiah)

Keterangan :

2. Telah menyelesaikan sebagian pekerjaan (50%) Bantuan Operasional


Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi
Paket C berdasarkan Perjanjian Kerja Sama tersebut di atas (RAB terlampir);
3. Telah menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan Bantuan Operasional
Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C
kepada Dinas Pendidikan Kab/Kota …….
Berdasarkan hal tersebut di atas, saya dengan ini menyatakan dengan sebenar-
benarnya bahwa:

1. Bukti-bukti pengeluaran penggunaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan


Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C sebesar

Rp. ............................. (..................................) pada semester I (rekap terlampir) telah kami

simpan sesuai dengan ketentuan untuk kelengkapan administrasi dan


keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional.
2. Telah membuat Rencana Anggaran Biaya untuk proses kegiatan
pembelajaran pendidikan kesetaraan pada semester II (terlampir).
3. Apabila di kemudian hari, atas penggunaan dana Bantuan Operasional
Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket
C mengakibatkan kerugian Negara, maka saya bersedia dituntut pergantian
kerugian negara dimaksud sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Pernyataan ini juga merupakan
laporan penggunaan dana semester I dan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

..............................., 2019
Yang membuat pernyataan,
Tembusan:
Dinas Pendidikan Kab/Kota ........................................
3. Laporan Semester II

Nomor :
Lampiran : (Buku Kas Umum (Realisasi) Semester II)
Perihal : Pernyataan penggunaan dana semester II Bantuan BOP Pendidikan
Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C (Laporan Akhir)

Kepada Yth.
Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
Di Jakarta

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : .....................................................................
Jabatan : Ketua
Nomor Telp/HP/Fax : .....................................................................

Nama Lembaga : .....................................................................

Alamat : .....................................................................

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor ................................ dan Perjanjian Kerja


Sama Nomor ......................, telah menerima Bantuan BOP Pendidikan
Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C dengan nilai nominal
sebesar Rp. ............................. (....................................).

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini saya menyampaikan pertanggung


jawaban bantuan sebagai berikut:
4. Penggunaan dana:
d. Jumlah dana yang diterima : Rp. ……….. (…..rupiah)

e. Jumlah dana yang dipergunakan : Rp. ……….. (…..rupiah)

f. Sisa dana : Rp. ……….. (…..rupiah)

5. Telah menyelesaikan seluruh pekerjaan (100%) Bantuan Operasional


Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C berdasarkan
Perjanjian Kerja Sama tersebut di atas (rincian penggunaan dana terlampir);
6. Telah menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan Pendidikan Kesetaraan kepada

Dinas Pendidikan Kab./ Kota …..


Berdasarkan hal tersebut di atas, saya dengan ini menyatakan dengan sebenar-
benarnya bahwa:

1. Bukti-bukti pengeluaran penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan


Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C sebesar Rp. .............................

(..................................) pada semester II (rekap terlampir) telah kami

simpan sesuai dengan ketentuan untuk kelengkapan administrasi dan


keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional.
2. Apabila di kemudian hari, atas penggunaan dana Bantuan Operasional
Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C
mengakibatkan kerugian Negara, maka saya bersedia dituntut pergantian
kerugian negara dimaksud sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Pernyataan ini juga merupakan laporan

penggunaan dana semester II (akhir) dan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

..............................., 2019
Yang membuat pernyataan,

Tembusan:
Dinas Pendidikan Kab./ Kota ........................................
FORMAT: LAPORAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN (DITUJUKAN KE DINAS
PENDIDIKAN KAB./ KOTA)

FORMAT: LAPORAN SEMESTER I DAN II PAKET C

LAPORAN HASIL PENYELENGGARAAN KEGIATAN PROGRAM PENDIDIKAN


KESETARAAN PAKET C TAHUN 2018

A. SAMPUL LAPORAN:
• Nama Program : …….......................….....
• Nama Lembaga : …….......................….....
• Alamat Lengkap : …….......................….....
• Nomor Telp/Fax/HP/Email : …….......................….....
• Semester/Tahun Laporan : …….......................….....

B. SISTEMATIKA LAPORAN:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I PENDAHULUAN
II PELAKSANAAN KEGIATAN
1) Persiapan pelaksanaan kegiatan;
2) Peserta didik dan Tutor/tenaga ahli/pelatih/nara sumber yang
mendukung pelaksanaan program;
3) Jadwal dan proses pelaksanaan pembelajaran;
4) Hambatan/kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan dan hasil
pembelajaran;
5) Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan program, dan rencana
tindaklanjut pembelajaran dan pelatihan pasca kegiatan.
III KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI
IV PENUTUP
LAMPIRAN
1. Bukti/kuitansi pengeluaran dana, termasuk setoran pajak sesuai
ketentuan yang berlaku;
2. Absensi tutor dan peserta didik;
3. Daftar peserta didik yang lulus dan tidak lulus (untuk semester II);
4. Foto dokumentasi pelaksanaan kegiatan.
FORMAT: LAPORAN PENDIDIKAN VOKASI BAGI PAKET C

LAPORAN HASIL PENYELENGGARAAN KEGIATAN PROGRAM PENDIDIKAN


VOKASI BAGI PAKET C TAHUN 2018

A. SAMPUL LAPORAN:
• Nama Program : …….......................….....
• Nama Lembaga : …….......................….....
• Alamat Lengkap : …….......................….....
• Nomor Telp/Fax/HP/Email : …….......................….....
• Semester/Tahun Laporan : …….......................….....
• Jenis Keterampilan : …….......................….....

B. SISTEMATIKA LAPORAN:
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I PENDAHULUAN
II PELAKSANAAN KEGIATAN
1) Persiapan pelaksanaan kegiatan;
2) Peserta didik dan Tutor/tenaga ahli/pelatih/nara sumber teknis yang
mendukung pelaksanaan program;
3) Jadwal dan proses pelaksanaan pembelajaran;
4) Hambatan/kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan dan hasil
pembelajaran;
5) Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan program, dan rencana tindaklanjut
pembelajaran dan pelatihan pasca kegiatan.
III KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI
IV PENUTUP
LAMPIRAN
1. Bukti/kuitansi pengeluaran dana, termasuk setoran pajak sesuai
ketentuan yang berlaku;
2. Absensi Tutor/tenaga ahli/pelatih/nara sumber teknis dan peserta
didik;
3. Daftar peserta didik yang lulus dan tidak lulus;
4. Foto dokumentasi pelaksanaan kegiatan;
5. Salinan atau fotocopy sertifikat uji kompetensi level 2.
FORMAT: LAPORAN DINAS PENDIDIKAN KAB./ KOTA (DITUJUKAN KE DIT.
BINDIKTARA)
No Nama Jenis Bantuan
Lembaga
Paket C Pendidikan Vokasi bagi
Paket C

Sudah Belum Sudah Belum


Laporan Laporan Laporan Laporan

1
2
3
4
Dst

Ket: diisi dengan centang (v)

……………… 2018
Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota

Ttd
stempel

Nama Terang
NIP ………….
FORMAT: SURAT REKOMENDASI DINAS PENDIDIKAN

KOP SURAT
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA*)
(Alama Lengkap, email, No Kontak minimal 2 kontak person)
==================================================
SURAT REKOMENDASI
Nomor:

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : ........................................................................
Jabatan : .........................................................................
Alamat : .......................................................................

Dengan ini menyatakan bahwa:


Nama Lembaga : ………………………………………………………………..……
Ketua Lembaga : .…………………………………………..........................
Alamat Lembaga : .......................................................................
No. Tlp./HP/Faxs : ........................................................................

Adalah benar sebagai lembaga yang memiliki kredibilitas dan kemampuan untuk
melaksanakan kegiatan pendidikan masyarakat, dan dianggap layak mengajukan
bantuan Pendidikan Kesetaraan Paket C/Pendidikan Vokasi bagi Paket C Tahun
2018 kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan,
Direktorat Jenderal Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Demikian rekomendasi ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat
digunakan sebagaimana mestinya.

..................................................... 2018
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota*)
Tanda Tangan,
Stempel

( ...........................................)

*) coret yang tidak perlu


FORMAT: CONTOH PERHITUNGAN PAJAK

Kewajiban perpajakan yang terkait dengan dana bantuan untuk pembelian


barang seperti:
a. Alat Tulis Kantor (ATK) dan bahan-bahan habis pakai dikenakan pajak sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
No Nominal Pajak
PPn PPh 22
1. Kurang dari Rp1.000.000,- - -
2. Rp1.000.000,- s.d. < Rp2.000.000,- 10% -
3. Rp2.000.000,- ke atas 10% 1,5%

Keterangan:
Jika tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif 100%
lebih tinggi untuk PPh.
Tata cara penghitungan pajak diatur sebagai berikut:
Pembelian ATK senilai Rp1.000.000,- ke atas perlu dilakukan penghitungan
Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
Contoh: 1) Pembelian ATK Rp1.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp1.000.000,- = Rp909.091,-
PPn = 10% x Rp909.091,- = Rp90.909,-
2) Pembelian ATK Rp2.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp2.000.000,- = Rp1.818.182,-
PPn = 10% x Rp1.818.182,- = Rp181.818,-
PPh Psl 22 = 1,5% x Rp1.818.182,- = Rp27.273,-
b. Pembuatan spanduk, penggandaan bahan ajar dan sejenisnya dikenakan
pajak sesuai ketentuan yang berlaku dan cara perhitungan seperti point a
(alat tulis kantor dan bahan habis pakai).
c. Pembelian konsumsi dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Nominal Pajak
PPn PPh 22 PPh 23
 - - 2%
Katering (berapapun nominalnya)

Non catering
 Kurang dari Rp1.000.000,- - - -
 Rp1.000.000,- s.d. < Rp2.000.000,- 10% - -
 Rp2.000.000,- ke atas 10% 1,5% -
Keterangan:
1. Jika tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif 100%
lebih tinggi untuk PPh.
2. Tata cara penghitungan pajak diatur sebagai berikut:
 Pembelian konsumsi melalui katering tidak perlu dilakukan penghitungan
Dasar Pengenaan Pajak (DPP).
Contoh: Pembelian konsumsi melalui katering senilai Rp1.000.000,-
PPh Pasal 23 = 2% x Rp1.000.000,- = Rp20.000,-
 Pembelian konsumsi non katering perlu dilakukan penghitungan Dasar
Pengenaan Pajak (DPP).
Contoh: 1) Pembelian konsumsi non katering senilai Rp1.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp1.000.000,- = Rp909.091,-
PPn = 10% x Rp909.091,- = Rp90.909,-
2) Pembelian konsumsi non katering senilai Rp2.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp2.000.000,- = Rp1.818.182,-PPn =
10% x Rp1.818.182,- = Rp181.818,-
PPh Psl 22 = 1,5% x Rp1.818.182,- = Rp27.273,-
d. Sewa peralatan pelatihan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Nominal Pajak
PPn PPh 23
 Kurang dari Rp1.000.000,- - 2%
 Rp1.000.000,- ke atas 10% 2%
Keterangan:
Jika tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan tarif 100%
lebih tinggi untuk PPh.
Tata cara penghitungan pajak diatur sebagai berikut:

Sewa peralatan pelatihan di bawah Rp1.000.000,- tidak perlu dilakukan
penghitungan Dasar Pengenaan Pajak (DPP).
Contoh: Sewa peralatan pelatihan di bawah Rp900.000,-
PPh Pasal 23 = 2% x Rp900.000,- = Rp18.000,-

Sewa peralatan pelatihan Rp1.000.000,- ke atas perlu dilakukan
penghitungan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
Contoh: Sewa peralatan pelatihan senilai Rp1.000.000,-
DPP = 100/110 x Rp1.000.000,- = Rp909.091,-
PPn = 10% x Rp909.091,- = Rp90.909,-
PPh Psl 23 = 2% x Rp909.091,- = Rp18.182,-
e. Pembayaran honorarium dipotong pajak (PPh Pasal 21) dan disetorkan ke kas
negara, dengan rincian sebagai berikut:
Jenis Pajak Nominal

PPh Psl 21 5% atau 15% x Jumlah nominal = Jumlah yang


diterima
 Pemotongan bagi PNS gol I dan II sebesar 0%
 Pemotongan bagi PNS gol III sebesar 5%
 Pemotongan bagi PNS gol IV sebesar 15%
 Pemotongan bagi Non PNS adalah sebesar 2,5%

f. Khusus untuk pembayaran uang harian dan transportasi perjalanan, tidak


perlu dipungut pajak.

Pembayaran akomodasi dan konsumsi hotel tidak dikenakan pajak.


FORMAT: KURIKULUM PENDIDIKAN KESETARAAN

Bobot Satuan Kredit Kompetensi


(SKK)

Tingkatan 5/ Tingkatan 5/
No. Mata Pelajaran Drajat Mahir Drajat Mahir
1 2 Jumlah
Setara Kelas Setara Kelas
X XI-XII

1. Pendidikan Agama 2 4 6
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 4 6

3. Bahasa Indonesia 4 8 12
4. Bahasa Inggris 4 8 12
5. Matematika 4 8 12
6. Fisika 2 8 10
7. Kimia 2 8 10
8. Biologi 2 8 10
9. Sejarah 1 2 3
10. Geografi 2 - 2
11. Ekonomi 2 - 2
12. Sosiologi 2 - 2
13. Seni Budaya 2 4 6
14. Pendidikan Jasmani, Olahraga 2 4 6
dan Kesehatan
15. Keterampilan Fungsional*) 4 8 12
16. Muatan Lokal**) 2 **) 4 **) 6 **)
17. Pengembangan Kepribadian 2 4 6
Profesional
Jumlah 41 80 100
Keterangan:
*) Pilihan mata pelajaran
**)Substansinya dapat menjadi bagian dari mata pelajaran yang ada, baik mata
pelajaran wajib maupun pilihan. SKK untuk substansi muatan lokal termasuk
ke dalam SKK mata pelajaran yang dimuati.
Poin 15,16 dan 17 pentingnya pendidikan vokasi bagi Paket C untuk melakukan
uji kompetensi.
FORMAT: SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA

SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB BELANJA

1. Nama Lembaga Penerima : ...........................................................


2. Alamat Lembaga : ...........................................................
3. Nama Bantuan : ...........................................................

Yang bertanda tangan di bawah ini Ketua/ Penanggung jawab Lembaga penerima
bantuan BOP Pendidikan Kesetaraan Paket C/ Pendidikan Vokasi bagi Paket C
menyatakan bahwa saya:

1. Bertanggung jawab penuh atas pengeluaran yang telah dibayar lunas kepada
yang berhak menerima;
2. Bersedia menyimpan dengan baik seluruh bukti pengeluaran belanja yang
telah dilaksanakan;
3. Bersedia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap bukti-bukti pengeluaran
oleh aparat pengawas fungsional Pemerintah.

Demikian Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

..............................., 2018
Ketua/ Penanggung Jawab

.......................................

Direktur Jenderal,

TTD.

Harris Iskandar

Salinan sesuai dengan aslinya,


Kepala Bagian Hukum, Tatalaksana, dan Kepegawaian,

TTD.

Agus Salim
NIP 196308311988121001