Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH KATUP DAN STRUKTURNYA

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
NAMA : NIM :
ANDREAS EKO 5161122001
ARJONO GULTOM 5161122008
JERICO F SIHOMBING 5162122005

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Kasih dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Rutin ini
berbentuk makalah kelompok yang berjudul “Katup dan Strukturnya“. Tugas makalah ini
dibuat untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah kami, yaitu “Hidrolika dan Pneumatika“.
Penulisan tugas ini tidak lepas dari arahan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena
itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Indra Koto, S.T, M.Eng selaku
dosen pengampu mata kuliah “Hidrolika dan Pneumatika“. Kami juga mengucapkan terima
kasih kepada teman sekelompok, atas kerja sama dan waktu yang telah disediakan untuk
mendiskusikan pembuatan tugas ini.
Tugas ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita
semua. Kami menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Apabila
dalam tugas makalah ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, kami mohon maaf
karena sesungguhnya manusia itu pasti mempunyai salah. Hanya Yang Maha Kuasa yang
paling sempurna karena ilmu kami masih belum seberapa banyak. Karena itu kami sangat
menantikan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun untuk dapat
menyempurnakan tugas makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga tugas makalah ini dapat memberikan wawasan dan
pengetahuan bagi siapa saja yang akan memerlukannya di masa maupun waktu yang akan
dating. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Medan, 20 Februari 2018

Kelompok 3

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................................... 1
1. 1 Latar belakang ............................................................................................................ 1
1. 2 Rumusan masalah ...................................................................................................... 1
1. 3 Manfaat ...................................................................................................................... 1
BAB 2 PEMBAHASAN ......................................................................................................... 2
2.1 Pengertian Katup ......................................................................................................... 2
2.2 Simbol-Simbol dan Fungsinya .................................................................................... 3
2.3 Jenis-Jenis Katup ....................................................................................................... 21
BAB 3 PENUTUP ................................................................................................................. 26
3.1 Simpulan .................................................................................................................... 26
3.2 Saran .......................................................................................................................... 26

ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan fluida yang digunakan tenaga fluida dibagi menjadi pneumatic yang
menggunakan udara serta hidrolik yang menggunakan cairan.
Dasar dari actuator tenaga fluida adalah bahwa fluida mempunyai tekanan yang sama ke
segala arah. Dalam system pneumatic, actuator berupa batang piston mendapat tekanan udara
dari katup masuk, yang kemudian memberikan gaya kepadanya. Gaya inilah yang
menggerakkan piston pneumatic, baik maju atau mundur. Pada dasarnya system pneumatic
dan hidrolik tidaklah jauh berbeda. Pembeda utama keduanya adalah sifat dari fluida kerja
yang digunakan. Cairan adalah fluida yang incompressible sedangkan udara adalah fluida
yang compressible.
Udara sebagai fluida kerja pada system pneumatic memiliki karakteristik khusus, antara
lain :
 Jumlahnya tak terbatas
 Mencari tekanan yang lebih rendah
 Dapat dimampatkan
 Memberi tekanan yang sama rata ke segala arah
 Tidak mempunyai bentuk (menyesuaikan dengan tempatnya)
 Mengandung kadar air
Pada system pneumatic terdapat beberapa komponen utama, yaitu :
 Sistem pembangkitan udara terkompresi yang mencakup kompresor, cooler, dryer,
tangki penyimpanan
 Unit pengolah udara berupa filter, regulator tekanan, dan lubrifier (pemercik oli) yang
lebih dikenal dengan Air Service Unit
 Katup sebagai pengatur arah, tekanan, dan aliran fluida
 Aktuator yang mengkonversikan energy fluida menjadi energy mekanik
 Sistem perpipaan
 Sensor dan transducer
 Sistem kendali dan display
Disini kami akan membahas secara lebih rinci mengenai tentang katup pada system
pneumatic.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, terdapat beberapa perumusan masalah yang muncul, yakni :
1. Bagaimana yang dimaksud dengan katup pada system pneumatic ?
2. Bagaimana yang dimaksud dengan symbol pada pneumatic beserta fungsinya ?
3. Apa saja jenis-jenis katup pada system pneumatic ?
1.3 Manfaat
Dari perumusan masalah diatas, manfaat dari penulisan makalah ini adalah :
1. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan katup pada system pneumatic
2. Dapat mengetahui symbol pada pneumatic beserta dengan fungsinya
3. Dapat mengetahui jenis-jenis katup yang ada pada system pneumatik

1
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Katup
Katup berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah udara hampa yang akan
bekerja menggerakkan actuator, dengan kata lain katup ini berfungsi untuk mengendalikan
arah gerakan actuator. Katup-katup pneumatic memiliki banyak jenis dan fungsinya. Katup
tersebut berperan sebagai pengatur atau pengendali di dalam system pneumatic. Komponen-
komponen control tersebut atau biasa disebut katup-katup (Valves).
Menurut desain kontruksinya dapat dikelompokan sebagai berikut:
a. Katup Poppet (Poppet Valves)
 Katup Bola (Ball Seat Valves)
 Katup Piringan (Disc Seat Valves)
b. Katup Geser (Slide valves)
 Longitudinal Slide
 Plate Slide
Sedangkan menurut fungsinya katup-katup dikelompokkan sebagai berikut:
a) Katup Pengarah (Directional Control Valves)
b) Katup Satu Arah (Non Return Valves)
c) Katup Pengatur Tekanan (Pressure Control Valves)
d) Katup Pengontrol Aliran (Flow Control Valves)
e) Katup buka-tutup (Shut-off valves)
Sedangkan susunan urutannya dalam sistim pneumatik dapat kita jelaskan sebagai
berikut:
 Sinyal masukan atau input element mendapat energi langsung dari sumber tenaga
(udara kempa) yang kemudian diteruskan ke pemroses sinyal.
 Sinyal pemroses atau processing element yang memproses sinyal masukan secara
logic untuk diteruskan ke final control element.
 Sinyal pengendalian akhir (final control element) yang akan mengarahkan output
yaitu arah gerakan aktuator (working element) dan ini merupakan hasil akhir dari
sistem pneumatik.

2.2 Simbol-simbol pneumatik dan fungsinya

Katup Kontrol Arah ( KKA )

Katup kontrol arah adalah alat atau instrumentasi pneumatic yang berfungsi sebagai
switch/saklar aliran udara. Pensaklaran yang diaplikasikan memiliki banyak sistem,
diantaranya memakai coil selenoid, penggerak tangan atau mekanik lain. KKA juga
difungsikan sebagai serangkaian fungsi logika atau timer pneumatic Penggambaran simbol
KKA pada sistem peumatik

3
1. Simbol
Cara membaca simbol katup pneumatik sebagai berikut :

Simbol-simbol katup kontrol arah sebagai berikut :

2. Penomoran pada Lubang

` Sistem penomoran yang digunakan untuk menandai KKA sesuai dengan DIN ISO
5599. Sistem huruf terdahulu digunakan dan sistem penomoran dijelaskan sebagai berikut :

4
3. Metode Pengaktifan

Metode pengaktifan KKA bergantung pada tugas yang diperlukan . Jenis pengaktifan
bervariasi , seperti secara mekanis, pneumatis, elektris dan kombinasi dari semuanya. Simbol
metode pengaktifan diuraikan dalam standar DIN 1219 berikut ini :

5
Contoh Simbol Aplikasi KKA sebagai berikut:

6
Contoh solenoid valve/katup kontrol arah

Actuator Cylinder

Actuator cylinder adalah katup yang digunakan untuk menggerakkan beban berat.
Memiliki 2 type, single action dan double action. Single action dimana pergerakan batang
aktuator setengahnyadilakukan oleh pegas, sedangkan double action dua pergerakan keluar
dan kedalam sama2 dilakukan oleh pneumatic. Berikut ini adalah symbol dan gambar
actuator System single action, input di bagian belakang pneumatic akan mendorong batang
keluar. Jika udara pneumatic off maka batang kembali kebelakang dengan pegas

System double action, dua input pneumatic digunakan untuk mendorong batang
keluar dan kedalam

7
Berikut ini tabel jenis cylinder lengkap :

8
Check Valve

Merupakan valve dengan mekanisme nonreturn, sistem pegas dan katupnya hanya
memperbolehkan aliran udara lewat dengan satu arah saja. Check valve ini banyak digunakan
pada rangkaian pengaman pneumatic. Symbol dari check valve adalah sebagai berikut

Contoh check valve adalah sebagai berikut:

Valve Aplikasi Khusus

Valve aplikasi khusus yaitu valve OR, valve AND, valve quick exhaust, flow control
valve, regulator control valve

 Valve OR memiliki fungsi kerja OR dimana bila salah satu inputnya aktif maka output
akan aktif
 Valve AND memiliki fungsi kerja AND dimana mengharuskan semua inputnya aktif
untuk mengaktifkan output
 Valve quick exhaust untuk melakukan pembuangan udara yang cepat bila input tanpa
udara
 Flow control valve digunakan untuk mengatur aliran udara yang masuk ke dalam jalur
pneumatic
 Regulator control valve, berfungsi sama dengan flow control valve tetapi memiliki
tambahan mekanisme non return valve

9
Sistem Sumber Udara Pneumatic
Sumber udara pneumatic merupakan perangkat yang menghasilkan udara pneumatic
berserta perangkat yang ada pada jalur udara pneumatic.

 Penyedia udara/Kompressor adalah mesin yang menghasilkan udara pneumatic


dengan tekanan kerja yang dipakai dalam sistem pneumatic (2,5 ~ 7 bar)
 Tangki atau pengumpul udara/header berupa sistem pengumpul udara pneumatic
(storage) sementara sebelum distribusi
 Filter digunakan untuk menyaring udara pneumatic dari kotoran. Penyaring filter ini
disesuaikan dengan kebutuhan udara pneumatic
 Driyer /pengering digunakan untuk mengeringkan udara pneumatic dari uap air
 Pemisah air, sistem pemisah air ini biasanya dibuat dalam suatu sistem yang lengkap
dengan pressure regulator. Digunakan untuk memisahkan kadar air dalam udara
pneumatic
 System pelumas, digunakan untuk aplikasi kusus terhadap instrumentasi pneumatic
 Meter pneumatic /manometer berupa indikator tekanan pada suatu jalur atau tangki
pneumatic
 Sumber tekanan berupa terminal dari suatu header atau jalur lain

10
Perancangan Sistem Kontrol Pneumatik

Dalam suatu sistem kontrol pneumatik terdapat arsitektur dan bagian-bagian yang
menyangkut fungsi kerja alat tersebut. Perancangan sistem kontrol pneumatik mengacu pada
diagram alir system

Diagram alir
Diagram rangkaian harus digambar dengan tata cara penggambaran yang benar.
Karena hal ini akan memudahkan seseorang untuk membaca rangkaian , sehingga
mempermudah pada saat merangkai atau mencari kesalahan system pneumatik.
Tata letak komponen diagram rangkaian harus disesuaikan dengan diagram alir dari
mata rantai kontrol yaitu sebuah sinyal harus mulai mengalir dari bawah menuju ke atas dari
gambar rangkaian. Elemen yang dibutuhkan untuk catu daya akan digambarkan pada bagian
bawah rangkaian secara simbol sederhana atau komponen penuh dapat digunakan. Pada
rangkaian yang lebih luas , bagian catu daya seperti unit pemelihara, katup pemutus dan
berbagai distribusi sambungan dapat digambarkan tersendiri. Diagram alir mata rantai kontrol
dan elemen-elemennya digambarkan sebagai berikut :

11
12
1. Katup Pengarah (Directional Control Valves)
Katup 3/2 Way valve (WV) penggerak plunyer, pembalik pegas (3/2 DCV plunger
actuated, spring centered), termasuk jenis katup piringan (disc valves) normally closed (NC).

Gambar 26. Katup 3/2 knop pembalik pegas

Katup 4/2 penggerak plunyer, kembali pegas (4/2 DCV plunger actuated, spring
centered), termasuk jenis katup piringan (disc seat valves)

Katup 4/3 manually jenis plate slide valves.

13
Katup 5/2, DCV-air port jenis longitudinal slide.

2. Katup Satu Arah (Non Return Valves)


Katup ini berfungsi untuk mengatur arah aliran udara kempa hanya satu arah saja
yaitu bila udara telah melewati katup tersebut maka udara tidak dapat berbalik arah. Sehingga
katup ini juga digolongkan pada katup pengarah khusus. Macam-macam katup searah:

2.1 Katup Satu Arah Pembalik Pegas


Katup satu arah hanya bisa mengalirkan udara hanya dari satu sisi saja. Udara dari
arah kiri (lihat gambar 30) akan menekan pegas sehingga katup terbuka dan udara akan
diteruskan ke kanan. Bila udara mengalir dari arah sebaliknya, maka katup akan menutup dan

14
udara tidak bisa mengalir kearah kiri. Katup satu arah dalam sistem elektrik identitik dengan
fungsi dioda yang hanya mengalirkan arus listrik dari satu arah saja.

2.2 Shuttle Valve


Katup ini akan mengalirkan udara bertekanan dari salah satu sisi, baik sisi kiri saja atau sisi
kanan saja. Katup ini juga disebut katup “OR” (Logic OR function).

3. Katup DuaTekan (Two Pressure Valve)


Katup ini dapat bekerja apabila mendapat tekanan dari kedua saluran masuknya, yaitu
saluran X, dan saluran Y secara bersama-sama (lihat gambar 32). Bila udara yang mengalir
dari satu sisi saja, maka katup akan menutup, namun bila udara mengalir secara bersamaan
dari kedua sisinya, maka katup akan membuka, sehingga katup ini juga disebut ”AND”
(Logic AND function).

15
4. Katup Buang Cepat (Quick Exhaust Valve)
Quick Exhaust Valve bekerja mengalirkan udara bertekanan dari lubang P menuju
lubang A, akan tetapi jika ada udara yang masuk dari lubang A maka udara langsung dibuang
cepat ke lubang R.

5. Katup Pengatur Tekanan


Pressure Regulation Valve, katub ini berfungsi untuk mengatur besarkecilnya tekanan
udara kempa yang akan keluar dari service unit dan bekerja pada sistim pneumatik (tekanan
kerja).

16
6. Katup Pembatas Tekanan/Pengaman (Pressure Relief Valve)
Katup ini berfungsi untuk membatasi tekanan kerja maksimum pada sistem. Apabila terjadi
tekanan lebih maka katup out-let akan terbuka dan tekanan lebih dibuang, jadi tekanan udara
yang mengalir ke sistem tetap aman.

7. Sequence Valve
Prinsip kerja katup ini hampir sama dengan relief valve, hanya fungsinya berbeda yaitu untuk
membuat urutan kerja dari sistem. Perhatikan gambar berikut:

17
8. Time Delay Valve (Katup Tunda Waktu)
Katup ini berfungsi untuk menunda aliran udara hingga pada waktu yang telah ditentukan.
Udara akan mengalir dahulu ke tabung penyimpan, bila suda penuh baru akan mengalir ke
saluran lainnya. Katup penunda ini juga dikenal pula dengan timer.

9. Katup Pengatur Aliran (Flow Control Valve)


Katup ini berfungsi untuk mengontrol/mengendalikan besar-kecilnya aliran udara
kempa atau dikenal pula dengan katup cekik, karena akan mencekik aliran udara hingga akan
menghambat aliran udara. Hal ini diasumsikan bahwa besarnya aliran yaitu jumlah volume
udara yang mengalir akan mempengaruhi besar daya dorong udara tersebut.
Macam-macam flow control: a) Fix flow control yaitu besarnya lubang laluan tetap
(tidak dapat disetel), b) Adjustable flow control yaitu lubang laluan dapat disetel dengan baut
penyetel, c) Adjustable flow control dengan check valve by pass. Adapun penampang dan
simbol flow control valve adalah sebagai berikut:

18
10. Shut of Valve
Katup ini berfungsi untuk membuka dan menutup aliran udara. Lihat gambar berikut:

19
2.3 Jenis-jenis Katup
1. 3/2 Way idle return roller valve, normally closed.

3/2-way idle return rol…

2. 3/2 Way roller lever valve, normally closed

3/2-way roller lev er v a…

3. 3/2 Way roller lever valve, normally open

3/2-way roller lev er v a…

4. 3/2 way solenoid valve, normally closed

3/2-way solenoid v alv e,…

5. 3/2 way solenoid valve, normally open

3/2-way solenoid v alv e,…

6. 3/2 Way valve with pushbutton, normally closed

20
3/2-way v alv e with push…

7. 3/2 Way valve with pushbutton, normally open

3/2-way v alv e with push…

8. 3/2 Way valve with selection switch or striking button

3/2-way v alv e with sele…

9. 3/2 Way valve, pneumatically operated, normally closed

3/2-way v alv e, pneumati…

10. 3/2 Way valve, pneumatically operated, normally open

3/2-way v alv e, pneumati…

11. 5/2 way impluse valve, pneumatically operated

21
5/2-way impulse v alv e, …

12. 5/2 Way solenoid impulse valve

5/2-way solenoid impuls…

13. 5/2 Way solenoid valve

5/2-way solenoid v alv e

14. 5/2 Way valve, pneumatically operated

5/2-way v alv e, pneumati…

15. Way valve, with selection switch

5/2-way v alv e, with sel…

16. 5/3 Way pneumatic valve, mid-possition closed

22
5/3-way pneumatic v alv e…

17. 5/3 Way solenoid valve, mid-possition open

5/3-way solenoid v alv e,…

18. Low pressure amplifer unit, 2 compartments

Low pressure amplif ier …

19. Pneumatic proximity switch, solenoid operated

Pneumatic proximity swi…

20. Pressurizing valve

Pressurizing v alv e

Contoh Rangkaian Sistem Pneumtaik Beserta Prinsip Kerja


1. Rangkaian Sistem Pneumatik Katup 3/2-Way Idle Return Roller Valve with Spring
Returned, Normally Closed

23
2

1 3

Prinsip Kerja : Udara bertekanan dari kompresor disalurkan menuju katup. Katup yang
digunakan adalah Katup 3/2-Way Idle Return Roller Valve with Spring Returned, Normally
Closed (Katup 3/2 NC, dioperasikan dengan rol idle dan kembali dengan pegas), dimana
udara yang bertekanan yang berasal dari kompresor masih terdapat dalam katup masuk
karena menggunakan katup tipe NC. Setelah tombol pengendali diaktifkan menggunakan rol
satu arah, maka katup saluran masuk terbuka sehingga udara bertekanan masuk melalui
lubang nomor 1 (P) dan terhubung menuju lubang nomor 2 (B/Output) sehingga diteruskan
menuju actuator melalui pipa atau selang yang telah dihubungkan. Ketika tuas rol satu arah
dilepaskan maka katup akan dinonaktifkan oleh pegas dan udara yang bertekanan dari
actuator dikembalikan oleh pegas yang terdapat oleh actuator melalui lubang nomor 2 menuju
lubang nomor (R) dan dibuang ke atmosfer atau lingkungan, karena udara bertekanan yang
dibuang ke atmosfer sangat berisik maka dibutuhkan atau dipasang sebuah air filter (peredam
udara) yang dipasang pada ujungkatup nomor 3.
2. Rangkaian Sistem Pneumatik Katup 5/2-Way Solenoid Impulse Valve

4 2

5 3
1

Udara bertekanan diteruskan dari kompresor menuju saluran masuk pada katup. Jenis katup
yang digunakan adalah katup 5/2. Setelah melewati saluran masuk udara tersebut diteruskan
menuju lubang pembuangan dan diteruskan menuju actuator yang dihubungkan oleh pipa
sehingga actuator terdorong ke dalam. Setelah diaktifkan maka arus dari solenoid akan
menghubungkan saluran masuk dengan saluran output atau (4) sehingga piston terdorong ke
luar
BAB 3
PENUTUP
3.1 Simpulan

24
Sistem kontrol pneumatik terdiri dari beberapa komponen dan bagian kerja,
komponen-komponen sinyal dan kontrol menggunakan rangkaian atau urutan-urutan kerja
dari kerja yang disebut sebagai katup (valve). Jadi, katup pneumatik adalah perlengkapan
pengontrol ataupun pengatur baik untuk mulai (start), berhenti (stop) arah aliran angin.
Sejauh ini symbol-simbol katup pneumatik (bahkan untuk bidang hidrolik pun) secara
internasional yang sudah beredar dan diakui oleh beberapa negara adalah seperti yang telah
ditegaskan oleh DIN 24300 yaitu yang mengikuti rekomendasi CETOP (Comite Europeen
des Transmissions Oleo hydrau-liaves et Pneumatic) dan ISO/R 1219 – 1970.
Katup digambarkan dengan segi empat, banyaknya segi empat menentukan
banyaknya posisi yang dimiliki oleh sebuah katup. Penamaan katup ditentukan berdasarkan
lubang pada salah satu posisi dalam setiap lubang juga posisi awal dari katup. Posisi normal
katup selalu berada pada posisi sebelah kanan sehingga symbol-simbol saluran selalu
diletakkan pada kotak sebelah kanan.
Menurut fungsinya katup-katup pneumatik secara garis besar dibagi menjadi enam
kelompok, yaitu: 1) katup pengarah atau directional Way Valve, 2) katup non-balik atau non-
return, 3) katup pengontrol tekanan atau pressure control valve, 4) katup pengontrol aliran
atau flow control valve, 5) katup penutup atau shut-off valve, dan 6) katup-katup kombinasi
atau combination valves.
3.2 Saran
Saran kami setelah membahas materi ini adalah supaya mempelajari dan lebih memperdalam
materi tersebut Karena masih banyak materi yang belum dipaparkan dalam makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Thurner C, Erlung Ian.2002. engineering Applications of Pneumatics and Hydraulics. Oxford
Amsterdam.
http://sinelectronic.blogspot.co.id/2012/01/katup-katup-pneumatik.html
http://margionoabdil.blogspot.co.id/2013/03/simbol-simbol-katup-saluran-pneumatik.html

25