Anda di halaman 1dari 2

DPR Resmi Sahkan UU APBN 2017

Ketua DPR Ade Komarudin didampingi empat wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Fadli
Zon, Agus Hermanto, dan Fahri Hamza (dari kiri) menutup sidang Paripurna di Gedung
Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - DPR resmi mengesahkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan


dan Belanja Negara (UU APBN) 2017 dalam rapat paripurna yang dihadiri Menteri Keuangan
Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang
Brodjonegoro. Rapat pembahasan dan pengesahan UU APBN 2017 dipimpin Wakil Ketua
DPR Taufik Kurniawan.

"Dengan demikian anggota menyetujui RUU APBN 2017 untuk disahkan menjadi UU APBN
2017?" tanya Taufik saat rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu
(26/10/2016).

Baca Juga

 364 Anggota DPR Absen Sidang Paripurna


 DPR dan Pemerintah Perlu Evaluasi Prolegnas
 DPR Selalu Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Para anggota dewan pun serempak menjawab "Setuju".

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihak pemerintah
memahami masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menyelenggarakan kehidupan
masyarakat yang lebih baik dan makmur.

"APBN diharapkan menjadi instrumen penting untuk memacu pembangunan yang lebih baik
di 2017, dengan menjaga efektivitas dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya," ujar Sri
Mulyani.

Dia menjelaskan, APBN 2017 disusun dalam kondisi perekonomian global juga regional
yang masih menghadapi perlemahan dan gejolak geopolitik. Sehingga, kebijakan fiskal
diharapkan dapat efektif memperkokoh ekonomi Indonesia agar inklusif dan berdaya tahan.

"Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan daya saing dunia usaha dan mengurangi
tingkat kemiskinan serta kesenjangan masyarakat. Selain itu pemerintah juga akan
meningkatkan kualitas belanja negara," tukas Sri Mulyani.

Pendapatan negara dalam APBN TA 2017 disepakati sebesar Rp 1.750 triliun. Sedangkan
belanja negara tahun 2017 sebesar Rp 2.080 triliun terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp
1.315 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 764 miliar.

Dengan demikian, defisit tahun 2017 sebesar 2,41 persen terhadap PDB atau sebesar Rp
330.167,8 triliun.
Selain itu dalam asumsi dasar makro ekonomi juga telah disepakati angka pertumbuhan
ekonomi 5,1 persen. Jumlah itu menurun 0,2 persen dibanding target yang diusulkan dalam
nota keuangan yang sebesar 5,3 persen.

Tingkat inflasi disepakati di angka 4 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
ditargetkan 13.300. Suku bunga SPN 3 bulan rata-rata dipatok di angka 5,3 persen.

Sedangkan target lifting minyak disepakati lebih tinggi 35 ribu barel per hari dalam APBN
2017. Jumlah lifting yang awalnya ditargetkan 780 ribu barel menjadi 815 ribu barel per hari.
Lifting gas sebesar 1,15 juta barel setara minyak per hari. Harga minyak dunia ditetapkan
US$ 45.