Anda di halaman 1dari 33

Perpindahan Massa (Transfer Massa)

BAB I
PERPINDAHAN MASSA (TRANSFER MASSA)

Nama Topik : Perpindahan massa


Pendahuluan :
Perpindahan massa adalah gerakan molekul-molekul atau elemen fluida
yang disebabkan karena adanya sesuatu gaya pendorong. Termasuk perpindahan massa
adalah difusi molekuler, perpindahan massa karena konveksi dan kadang-kadang hanya
pencampuran biasa. Transport bahan seperti aliran fluida di dalam pipa tidak termasuk
perpindahan massa.
Perpindahan massa merupakan peristiwa yang dijumpai dimana-mana, di dalam
kehidupan sehari-hari, di dalam ilmu pengetahuan alam dan teknik. Seperti, asap yang
mengepul dari cerobong asap akan menyebar ke udara sekeliling dengan jalan difusi. Gula
yang diberikan dalam air teh akan melarut dan menyebar serba sama dalam air teh dengan
cara difusi. Pemisahan komponen-komponen suatu campuran dengan destilasi atau
ekstraksi yang dilakukandi dalam laboratorium atau di dalam industri dapat terjadi karena
adanya perpindahan massa. Perpindahan massa juga terjadi dalam reaksi-reaksi kimia, baik
yang dilakukan dilaboratorium ataupun di dalam reaktor industri
Berdasarkan pengalaman ternyata bahwa dinamika sistem berpengaruh terhadap
kecepatan perpindahan massa. Gula yang diberikan dalam air teh yang diaduk ternyata akan
jauh lebih cepat melarut dan menyebar ke dalam air teh, dibandingkan dengan apabila ait
teh tersebut tidak diaduk. Jadi gerakan air teh yang disebabkan oleh pengadukan akan
sangat membantu dalam penyebaran molekul-molekul gula.
Perpindahan massa akan berhenti apabila gradien konsentrasi berkurang sampai
menjadi nol. Sedang laju perpindahan massa bergantung kepada potensial penggerak dan
tahanan.

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 1


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Tujuan Pengajaran :
1. Menjelaskan definisi dan cara perpindahan massa secara difusi
2. Menghitung kecepatan difusi gas
3. Menghitung kecepatan difusi cairan
4. Menghitung koefisien difusi jika kosfisien tersebut tidak terdapat di pustaka
5. Menghitung neraca massa baik pada aliran arus searah maupun berlawanan arah

Prasyarat :
Mahasiswa telah mempelajari neraca massa, matematika terapan dan azas rekayasa
proses.

Batas Waktu penyelesaian topik : 16 x 45 Menit

1.1 Difusi
Dalam perpindahan masssa dikenal dua cara perpindahan, yaitu :
1. per pindahan massa secara difusi.
Transfer massa yang disebabkanoleh gerakan fluida secara acak dalam fluida yang
diam atau mengalir secara laminer, molekul-molekul bergerak satu terhadap yang
lain karena adanya gaya penggerak di dalam sistem, misalnya perbedaan
konsentrasi
2. Perpindahan massa secara konveksi
Massa berpindah secara konveksi karena terbawa oleh aliran yang disebabkan gaya
dari luar sistem.
Kecepatan unsur berpindah dari satu daerah ke daerah lain tergantung kepada
gradien konsentrasi. Kecepatan perpindahan tersebut dinyatakan dalam fluks molar , yang
didefinisikan sebagai jumlah mol yang dipindahkan persatuan waktu per satuan luas.
Jumlah mol bahan dipindahkan
Fluks molar = ( waktu )(luas)

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 2


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Seperti halnya jenis perpindahan massa, maka dalam larutan yang tidak homogen dikenal 2
macam fluks yaitu :
1.Fluks molar relatif terhadap titik/tempat yang diam dinotasikan dengan N
2.Fluks molar relatif terhadap kecepatan molar rata-rata dinotasikan dengan 
Perpindahan massa secara difusi dinyatakan dalam fluks  diberikan persamaan
sebagai berikut :
C A
 A   D AB ……………………(1)
Z
Persamaan (1) ini dikenal dengan hukum Fick
Dimana : DAB = koefisien difusi komponen A melalui B
CA/z = gradien konsentrasi komponen persatuan jarak
Tanda (-) pada persamaan (1) menandakan bahwa zat A bergerak dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah.
Untuk kondisi lebih umum Graft merumuskan :
X A
 A   C DAB ……………………(2)
Z
untuk campuran biner :
AZ = - CA ( UAz - Uz ) ………………(3)
dari persamaan (2) dan (3)
X A
- CA ( UAz - Uz ) =  C DAB
Z
X A
- CA UAz + CA Uz =  C DAB
Z
X A
CA UAz =  C DAB + CA Uz …………. (4)
Z

A NA A
B NB B
z

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 3


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Pada sebuah bidang sepanjang z konsentrasi zat A lebih tinggi daripada sebelah
kanan dan sebaliknya konsentrasi zat B disebelah kanan lebih tinggi daripada sebelah kiri.
Karena perbedaan konsentrasi tersebut, maka komponen A bergerak ke kanan dengan
kecepatan UA dan komponen B bergerak ke kiri dengan kecepatan UB, maka kecepatan mol
komponen adalah :
A
NA = UA = UA. CA …………. (5a)
MA

B
NB = UB M = UB. CB ………………. (5b)
B

Dimana :
UA dan UB adalah kecepatan bergerak komponen A dan B, cm/s
A dan B adalah konsentrasi komponen A dan B, gr/cm3
CA dan CB adalah konsentrasi komponen A dan B, mol/cm3
MA dan MB adalah berat molekul komponen Adan B, gr/gmol
Kecepatan perpindahan total adalah :
U A .C A  U B .CB
Uz = ………………..(6)
C
CA
Jika persamaan 5 dikalikan CA dan = XA, maka persamaan menjadi
C
CA Uz = XA ( CA.UAz + CB.UBz ) ………. (7)
Dimana :
C = konsentrasi total = CA + CB
Uz = kecepatan molar rata-rata sepanjang z
Dari persamaan (7) ke persamaan (4)
X A
CA UAz =  C DAB + CA Uz
Z
X A
CA UAz =  C DAB + XA ( CA.UAz + CB.UBz )
Z

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 4


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Dari persamaan (5a) dan (5b) maka diperoleh persamaan :

X A
NA =  C DAB + XA ( NA + NB ) …….(8)
Z

1.2 Difusi Molekuler Di Dalam Fase Gas


Apabila hukum gas ideal diterapkan ke persamaan (8) maka persamaan gas yang
dapat digunakan adalah :
CA P
 A  YA …………………….(9)
C P
Dimana :
PA = tekanan parsial komponen A
P = tekanan total sistem
YA = fraksi mol komponen A
Lebih lanjut juga dapat digunakan persamaan berikut :
]NB. Pada hubungan NA + NB terdapat 2 hal yang biasa terjadi , yakni :
1. Difusi A melalui B yang tidak mendifusi dalam keadaan mantap (steady state).
Hal ini dapat terjadi, sebagai contoh jika gas amoniak (A) yang terdapat dalam
udara diabsorbsi ke dalam air (B). Dalam hal ini udara tidak larut dalam air, dan air
yang menguap diabaikan, sehingga hanya amoniak yang mendifusi.
Maka; NB = 0 dan NA = tetap (konstan)
Selanjutnya persamaan (8) dapat di tulis menjadi :
D AB .C P  PA 2
NA = Ln …………………(11)
R.T .z P  PA1

Karena : P – PA2 = PB2


P – PA1 = PB1
PB2 – PB1 = PA1 – PA2
Maka :
D AB .Pt P  PA 2 P
NA = Ln A1 ln B 2 ……………(12)
R.T .z PB 2  PB1 PB1

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 5


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

PB 2  PB1
 P BM
Kalau : PB1 …………….(13)
ln
PB 2
Dimana PBM adalah harga rata-rata logaritma tekanan komponen B antara seksi I dan
seksi II. Maka persamaan (14) dapat ditulis sebagai berikut :
D AB .Pt
NA =  PA1  PA 2  ……………..(14)
R.T .z.PBM

2. Difusi yang berlawanan arah dalam keadaan mantap (steady state)


Keadaan ini sering terjadi dalam proses destilasi. Dua komponen A dan B berdifusi
berlawanan arah dengan kecepatan yang sama. Maka NA = -NB= tetap (konstan)
Maka apabila digunakan persamaan (10) harga NA menjadi tidak dapat ditentukan .
Untuk dapat ditentukan maka kembali digunakan persamaan (5), untuk fase gas
persamaannya dapat ditulis sebagai berikut :
PA D PA
NA = (NA + NB)  AB ………….(15)
Pt R.T Z
Karena: NA = - NB, makapersamaan menjadi :
D AB PA
NA =  ………………………..(16)
R.T Z
Z2 PA 2
D AB
Z 1Z   R.T .N A  P
PA 1
A …………………….(17)

Hasil integrasi adalah :


D AB
NA =  PA1  PA2  …………………….(18)
R.T .Z

1.2.1 Difusi Melalui Campuran Multi Komponen


Difusi melalui campuran multi komponen dalam keadaan tetap (steady state). Untuk
menentukan kecepatan difusi digunakan persamaan (14) tetapi disini DAB diganti dengan

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 6


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

DAM yang disebut difusi efektif. Koefisien difusi efektif DAM adalah koefisien difusi A
melalui campuran.
1 1

DAM =
n
Yi YB Y Y
  C  D  ... ……………(19)
iB D Ai D AB D AC D AD
Dimana DAB, DAC, DAD adalah koefisien difusi komponen A melalui komponen B, C
dan D. Dan YB, YC dan YD adalah fraksi mol komponen B, C dan D dengan dasar bebas
komponen A. Dalam persamaan (14) PBM diganti menjadi PiM yaitu tekanan rata-rata
logaritma untuk campuran komponen yang tidak mendifusi.
Contoh Soal :
1. Oksigen (A) mendifusi melalui karbon monoksida (B) yang tidak mendifusi pada
tekanan total 1 atm dan temperatur 0 oC. Tekanan parsial oksigen pada masing-
masing permukaan bidang setebal 0,2 cm adalah 100 mmHg dan 50 mmHg.
Koefisien difusi campuran adalah 0,185 cm2/s. Hitung kecepatan mendifusi oksigen
dalam mol/(s) (cm2) melalui bidang tersebut.
Penyelesaian :
DAB = 0,185 cm2/s
Pt = 1 atm
Z = 0,2 cm
T = 0 oC = 273 K
PA1 = 100 mmHg = (100/760) atm = 0,1317 atm
PA2 = 50 mmHg = (50/760) atm = 0,0658 atm
PB1 = (1- 0,1317 ) atm = 0,8683 atm
PB2 = (1- 0,0658 ) atm = 0,9342 atm
Untuk menyelesaikan contoh soal ini dipergunakan persamaan (14):
D AB .Pt
NA = NA =  PA1  PA2 
R.T .z.PBM

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 7


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

PB 2  PB1 0,9342  0,8683


  0,901atm
PBM = PB1 0,9342
ln ln
PB 2 0,8683

0,815cm 2 / sx1atm
NA=  0,1317  0,0658 atm
82,06atm.cm 3 / gmolK  273K  0,2cm  0,901atm

 3,01.10 6 gmol / scm 2

2. Hitung kecepatan mendifusi oksigen (A) melalui campuran gas yang tidak
mendifusi. Campuran gas terdiri dari metana (B) dan hidrogen (C) dengan
perbandingan 2 :1. Koefisien difusi dari oksigen-metana (DAB) = 0,184 cm2/s dan
oksigen-hidrogen (DAC) = 0,690 cm2/s
Penyelesaian :
DAB = DO2-CH4 = 0,184 cm2/s
DAC = DO2-H2 = 0,690 cm2/s
Pt = 1 atm
Z = 0,2 cm
T = 0 oC = 273 K
PA1 = 0,1317 atm …….> Pi1 = (1 – 0,1317)atm = 0,8683 atm
PA2 = 0,0658 atm …….> Pi1 = (1 – 0,0658)atm = 0,9342 atm
Pi 2  Pi1 0,9342  0,8683
  0,901atm
PBM = Pi 2 0,9342
ln ln
Pi1 0,8683
Fraksi mol komponen bebas komponen A adalah :
2
- Untuk B, YB =  0,667
2 1
1
- Untuk C, YC =  0,333
2 1
Untuk menyelesaikan soal ini digunakan persamaan (19) dan (14)

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 8


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

1 1
  0,244cm 2 / s
Y
DAM = B  CY 0, 667 0,333

D AB D AC 0,184 0,69

D AM .Pt  PA1  PA 2 
NA =
R.T .Z .PiM

0,244cm 2 / sx 1atm  0,1317  0,0658 atm


NA =  3,97.10 6 mol / scm 2
82,06atmcm 3 / gmolK  273K  0,2cm  0,901atm 

1.2.2 Memperkirakan Koefisien Difusi dalam Fase Gas


Data-data koefisien difusi yang diperlukan paling baik diperoleh dari hasil
percobaan, tetapi data-data yang diperlukan tersebut sering tidak ada dalam buku-buku
literatur. Apabila data-data koefisien difusi yang diperlukan tidak ada dalam buku-buku
literatur maka diperkirakan berdasarkan korelasi persamaan yang ada.
Koefisien difusi gas adalah suatu sifat yang dipengaruhi oleh temperatur, tekanan
dan sifat-sifat komponen. Dalam fase gas konsentrasi tidak berpengaruh terhadap koefisien
difusi. Koefisien difusi gas menunjukkan volume komponen yang dipindahkan melalui satu
satuan panjang lintasan per satuan waktu per satuan luas muka.
Volume .Panjang
Maka dimensi, D = Waktu .Panjang 2

Panjang 3 .Panjang Panjang 2


= 
Waktu .Panjang 2 Waktu

Dalam sistem cgs satuan yang digunakan D = cm2/s


Dalam sistem Inggeris satuan yang digunakan D = ft2/h
Koefisien difusi dapat diperkirakan dengan ketelitian yang cukup tinggi dari teori kinetik
gas.
Persamaan-persamaan untuk menghitung nilai koefisien difusi gas :
o Persamaan Mc Cabe & Smith

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 9


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

0,5
 1 1 
0,01498T 1,81   
DAB =  MA MB  ………….(20)
P  CA . CB 
0 ,1405
V
CA
0, 4
 VCB
0, 4
 2

o Persamaan yang diberikan oleh Hirchfelder, Bird dan Spotz digunakan untuk
pasangan gas-gas non polar
0,5
 ! 1 
0,0009292T  
3/ 2

 MA MB 
DAB = …………(21)
2   kt 
Pr AB  f  
   AB 
Dimana :
DAB = koefisien difusi, cm2/s
T = suhu, K
MA, MB = berat molekul komponen A dan B
P = tekanan, atm
rA  rB
rAB = pemisahan molekul pada tumbukan, oA =
2
AB = tenaga interaksi molekul, erg =  A . B

k = konstanta Boltzman
 kt 
f  = fungsi tumbukan (dberikan pada grafik –lampiran)
  AB 
Di dalam menggunakan persamaan yang diberikan oleh Hirschfelder, Bird dan
Spotz di atas juga masih membutuhkan diagram dan tabel-tabel, yang dapat dilihat
pada grafik 14, tabel dan tabel dalam lampiran.
Tetapi harga r dan /k tersebut sering tidak ada dalam tabel, maka untuk hal ini
dapat digunakan persamaan empiris berikut ini.
r = 1,81 V1/3

 1,21Tb
k
Dimana : V = volume molar cairan pada titik didih molar, cm3/mol

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 10


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Tb = titik didih normal, K


o Persamaan Wilke dan Lee, merupakan modifikasi dari persamaan yang diberikan
Hirschfelder, Bird dan Spotz. Satuan dan lambang kedua persamaan ini juga sama
sehingga prinsip pemakaian kedua persamaan tersebut hampir sama.
 1 1  3/ 2 1 1
 0,00107  0,000246  T 
DAB =  MA MB  MA MB …….. (22)
P  rAB   f  k .T /  AB  
2

Contoh Soal :
1. Hitung koefisien difusi untuk sistem fluorotriklorometan dalam nitrogen pada suhu
100 oC dan tekanan 10 atm dengan menggunakan persamaan Mc Cabe & Smith.
Penyelesaian :
Misal : Komponen CFCl3 = A
Komponen N2 = B
Data-data : TCA = 198 oC = (198 +273) K = 473 K
TCB = -147 oC = (-147 +273) K =126 K
VCA = 0,552/cm3
VCB = 0,311/cm3
Suhu operasi : T = 100 oC = 373 K
Berat Molekul, MA = 137,5
VCA = (137,5/0,552) cm3/mol = 249,1 cm3/mol
Berat Molekul, MB = 28
VCB = (28,5/0,311) cm3/mol =90,03 cm3/mol
0,5
 1 1 
0,01498T 1, 81
  
DAB =  MA MB 
P  CA . CB 
0 ,1405
V
CA
0, 4
 VCB
0, 4
 2

0,5
0,01498(373)1,81  1  1 
=  137 ,5 28 
10 473x126
0 ,1405

249,10, 4  90,030, 4  2

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 11


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

= 1,31.10-2 cm2/s

2. Tentukan koefisien difusi uap etanol (A) melalui udara (B) pada tekanan 1 atm dan
temperatur 0 oC dengan menggunakan persamaan Hirchfelder, Bird dan Spotz.
Penyelesaian :
Dari tabel pada lampiran diperoleh : B/K = 97 K
rB = 3,617 oA
Dari tabel 3 pada lampiran diperoleh volume atom :
- untuk karbon, VC = 14,8
- untuk hidrogen, VH = 3,7
- untuk oksigen, VO = 7,4
Volume molekul etanol C2H5OH,
VA = 2(14,8) + 6(3,7) + 7,4 = 52,9 cm3/mol
rA = 1,81(52,9)1/3 = 4,60 oA
Titik didih normal etanol, TbA = 351,4 K
Maka, A/K = 1,21 TbA = 1,21 (351,4) = 452 K
Untuk udara, rB = 3,617 oA (dari tabel 2 lampiran)
rA  rB 4,6  3,617
rAB =  A  4,11o A
2 2

 AB A B
  425 97   203K
k k k
Dari grafik pada lampiran didapat : f(kT/AB) = 0,62
0,5 0,5
 1 1   1 1 
       0,237
MA MB   46,07 29 
0,5
 ! 1 
0,0009292T 3 / 2   
 MA MB 
DAB =
2   kt 
Pr AB  f  
   AB 

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 12


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

0,0009292 273  0,237 


3/ 2

DAB =  0,094847 cm 2 / s
1 4,11  0,62
2

DAB = 0,095 cm2/s

1.3 Difusi Molekuler Dalam Cairan


Untuk cairan difusi hanya tergantung pada konsentrasi sehingga persamaan (8) yang
telah didapatkan dapat ditulis sebagai berikut.
Peristiwa difusi dalam fase cair ada dua keadaan yang ditinjau, yaitu :
1. Difusi A melalui B yang tidak mendifusi pada keadaan mantap
Maka : NA = tetap NB = 0
Selanjutnya persamaan (22) menjadi :
D AB    1  X A1 D AB    X
NA =   n    ln B1 ………(23)
Z  M  aV 1  X A2 Z  M  aV X B 2

D AB    X A1  X A 2
NA =   …………………..(24)
Z  M  aV X BM

Dimana :
X B 2  X B1
XBM = X …………………….(25)
ln B 2
X B1

2. Difusi berlawanan arah pada keadaan mantap


NA = - NB = tetap
Dalam hal ini kalau kembali ke persamaan (8), maka hasil integral persamaan dalam
fase cair untuk difusi berlawanan arah :

NA =
D AB
 C A1  C A2   D AB     X A1  X A2  ………..(26)
Z Z  M  aV

Dimana :
 = densitas

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 13


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

x = fraksi mol
M = berat molekul
  
   konsentrasi molar rata-rata
 M  aV

Contoh Soal :
Hitung kecepatan difusi asam cuka (A) melalui suatu lapisan air (B) yang tidak
mendifusi. Tebal lapisan 0,1 cm, suhu 17 oC dan konsentrasi pada permukan kedua lapisan
tsb adalah 9 dan 3 %. Koefisien difusi asam cuka dalam larutan tersebut diatas adalah
0,95.10-5 cm2/s.
Penyelesain :
Z = 0,1 cm
Asam cuka = CH3COOH …………MA = 60,03
Air …………MB = 18,02
T = (17 + 273)K = 290 K
Pada temperatur 17 oC, densitas larutan untuk 9 % asam cuka adalah
1 =1,012 gr/cm3
0,09
60,03
XA1 = 0,09  0,0288 (fraksi mol asam cuka)
0,91

60,03 18,02
0,91
18,02
XA2 = 0,09  0,9712 (fraksi mol air)
0,91

60,03 18,02
1 1
  19,21gr / mol
Berat Molekul campuran = 0,09  0,91 0,052
60,03 18,02

   1,012 gr / cm 3
Konsentrasi molar campuran =     0,0527mol / cm 3
 M 1 19,21gr / mol

Pada temperatur 17 oC, densitas larutan untuk 3 % asam cuka adalah


2 =1,0032 gr/cm3

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 14


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

0,03
60,03
XA1 = 0,03  0,0092 (fraksi mol asam cuka)
0,97

60,03 18,02
0,97
18,02
XA2 = 0,03  0,9908 (fraksi mol air)
0,97

60,03 18,02
1 1
  18,4 gr / mol
Berat Molekul campuran = 0, 03 0,97 0,0543

60,03 18,02

   1,0032 gr / cm 3
Konsentrasi molar campuran =     0,0545mol / cm 3
 M 1 18,4 gr / mol

Konsentrasi molar seluruh larutan adalah :


     
   
    M 1  M  2 0,0527  0,0545
     0,0536mol / cm 3
 M  aV 2 2

Fraksi mol rata-rata komponen B dalam seluruh larutan :


X B 2  X B1 0,9908  0,9712
  0,98
XBM = X B2 0,9908
ln ln
X B1 0,9712

D AB    X A1  X A 2
NA =  
Z  M  aV X BM

0,95.105 cm2 / s  0,0536mol / cm3   0,0288  0,0092


NA =
 0,1cm 0,98
NA = 1,018.10-7 mol/cm2 s

1.3.1 Memperkirakan Koefisien Difusi dalam fase Cair


Data-data koefisien untuk fase cair juga masih sangat terbatas. Perkiraan koefisien
difusi cairan juga tidak seteliti data-data koefisien difusi hasil percobaan. Perkiraan secara
korelasi empiris dilakukan karena seringnya data-data yang diperlukan tidak tersedia.
Beberapa korelasi empiris yang digunakan untuk menghitung koefisien difusi :

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 15


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

o Persamaan Wilke dan Chang untuk larutan encer

 .M B  0,5 T
 .V A
0, 6
-8
DAB = 7,4.10 …………….(27)
Dimana :
T = suhu, K
MB = berat molekul komponen B (pelarut)
VA = Volume molar komponen A (zat terlarut) pada titik didih normal,
cm3/mol
 = viskositas larutan, cp
 = faktor assosiasi pelarut
air = 2,6 metanol = 1,9 etanol =1,5
benzena, heptana, eter dan pelarut-pelarut tidak terasosiasi = 1
o Persamaan Hayduk dan Laudie, untuk larutan encer dan non elektrolit di dalam air

13,26.10 5
DAB = ………………..(28)
 B 1,14V A 0,589
Dimana :
B = viskositas air, cp
VA = volume molar zat terlarut pada titik didih normal,cm3/mol
o Persamaan yang diberikan Othmer dan Thakan
DAB = 14.10-5.B-1,1VA-0,6 ………………..(29)
Dimana :
B = viskositas air, cp
VA = volume molar zat terlarut pada titik didih normal,cm3/mol
Contoh Soal :
1. Hitung koefisien difusi benzen dalam toluen pada suhu 110 oC dengan menggunakan
persamaan Wilke dan Chang
Penyelesaian :

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 16


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Komponen B. Molekul T.didihoC VA(cm3/mol)  pd110oC(cp)


Benzen 78,1 80,1 96,5 0,24
Untuk pelarut toluen,  = 1
T = (110 + 273)K = 283 K

6 1x92,13 0,5  383  6,74.10 6 cm 2 / s


DAB = 7,4.10
 0,26 96,5 0,6
2. Hitung koefisien difusi aseton dalam air pada 25 oC dengan menggunakan persamaan
Othmer dan Thakan.
Penyelesaian :
Aseton, C3H6O = A
Air, H2O = B MB = 18,02
T = (25 + 273)K = 298 K
Viskositas air pd 298 K,B = 0,981 cp
Untuk aseton, volume molar :
VA = 3(15,8) + 6(3,7) + 1(7,4) = 74
Persamaan Othmer dan Thakan :
DAB = 14.10-5.B-1,1VA-0,6
1
 1,2.10 5 cm 2 / s
DAB = 14.10-5  0,981  74
1,1 0,6

1.4 Perpindahan Massa antar Fase


Kebanyakan peristiwa perpindahan massa melibatkan dua fase yang dikontakkan
agar terjadi perpindahan massa antara komponen-komponen yang saling melarutkan.
Kecepatan terjadinya difusi tergantung kepada gradien konsentrasi. Adanya gradien
konsentrasi di dalammasing-masing fase menyebabkan sistem bergerak menuju
kesetimbangan . Apabila kesetimbangan tercapai , maka gradien konsentrasi dan kecepatan
dan kecepatan difusi akan sama dengan nol.

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 17


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

1.4.1 Kesetimbangan
Mengetahui sifat-sifat kesetimbangan sangat perlu untuk memperkirakan hasil-hasil
lanjut yang dikehendaki. Sebagai contoh, penyerapan amoniak menggunakan penyerap air.
Suatu bejana tertututup diisi air dan campuran gas amoniak-udara dengan jumlah
tertentu pada temperatur dan tekanan tetap. Amoniak mudah larut dalam air, sedangkan
udara sukar larut dalam air. Maka amoniak (NH 3) akan mendifusi ke dalam air melalui
muka yang memisahkan gas dan cairan.
Konsentrasi NH3 dalam fase gas dapat diukur dari tekanan parsialnya. Lama
kelamaan tekanan parsial NH3 dalam fasegasakan menurun karena sebagian molekul NH 3
mendifusike dalamair. Kecepatan NH3 mendifusi dalamcairan tergantung pada konsentrasi
yang telah ada dalam cairan. Makin tinggi NH 3 konsentrasi NH3 dalam cairan maka
kecepatan mendifusi semakin rendah. Selama terjadi difusi NH 3 ke dalam cairan ada juga
sebagian yang meninggalkan cairan kembali ke fase gas. Kalau dibiarkan dalam waktu
yang cukup lama akhirnya dicapai keadaan setimbang yaitu kecepatan NH 3 kembali ke
fase gas, keadaan semacam ini disebut kesetimbangan atau kesetimbangan dinamik.
Setelah tercapai kesetimbangan maka ke dalam bejana ditambahkan lagi NH3 dan
dibiarkan sampai waktu tertentu maka akan dicapai kesetimbangan baru. Pada
kesetimbangan baru ini konsentrasi NH3 dalam keadaan fase cair dan fase gas lebih besar
daripada kesetimbangan mula-mula.
Jika penambahan NH3 ke dalam bejana diteruskan serta dibiarkan dalam waktu
yang cukup lama maka akan dicapai lagi keadaan kesetimbangan berikutnya. Pada keadaan
kesetimbangan konsentrasi NH3 dalam keadaan fase cair dinyatakan dengan konsentrasi CA
dan dalam fase gas konsentrasi dinyatakan dalam tekanan parsial P A maka hubungan
tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
PA

Kurva keseimbangan

PA f (CA)

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 18


CA
Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Gambar 1 : diagram kesetimabangan antara fase cair dan gas Pada temperatur tetap
1.4.2 Teori Dua Lapisan
Untuk mencapai keadaan setimbang antar fase akan terjadi proses difusi, yang
sebagian besar terjadi pada lapisan film dan beda konsentrasiterbesar ada pada daerah
tersebut.
Konsentrasi solut

PAG CAi
PAi
CAL

Film Film
Gambar 2. TeoriGas
Gas dua film

Kecepatan perpindahan massa dalam masing-masing fase adalah :


Jarak, z
- Untuk fase gas : NA = kG (PAG – Pai) ……………(30)
- Untuk fasecair : NA = kL (CAi - CAL)…………….(31)
Dari kedua persamaan (30) dan (31) diperoleh persamaan berikut :
PAG  PAi k
 l …………………..(32)
C AL  C Ai kG
Kurva kesetimbangan
P
PAG

Slope =
PAi
M
P

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 19


CAL CAi
Perpindahan Massa (Transfer Massa)

X
Persamaan (32) adalah koefisien arah dari garis PM maka jika koefisien
perpindahan masssa kLdan kG diketahui, juga konsentrasi dalamkedua fase CAL dan PAG
diketahui, konsentrasi antar muka CAi dan PAi dapat ditentukan dari grafik.
Dari titik (CAL,PAG) ditarik garis memotong kurva setimbang dengan koefisienarah
(slope) -kL/kG dan dari titik potong tersebut ditarik garis tegak lurus absis dan ordinat maka
diperoleh CAi dan PAi (seperti gambar ).Dimana persamaan kurva setimbang adalah :
PAi = f (CAi) …………………….(33)
Dimana :
NA = fluks molar zat A
CAL = konsentrasi zat A dalamfase cair
kL = koefisien perpindahan massa fase cair
CAi = konsentrasi zat A pada antar fase
PAG = tekanan parsial zat A dalam fase gas
kG = koefisien perpindahan massa fase gas
PAi = tekanan parsial zat A pada antar fase

1.4.3 Koefisien Perpindahan massa keseluruhan


Dalam operasi perpindahan massa menyangkut perpindahan massa dari satu fase ke
fase lain. Gaya penggerak dalam perpindahan massa adalah perbedaan konsentrasi yang
terdapat dalam masing-masing fase.
Untuk menentukan koefisien perpindahan massa keseluruhan didasarkan atas
konsentrasi pada masing-masing fase.

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 20


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Dalam keadaan mantap persamaan perpindahan massanya dapat dituliskan :


NA = kG(PAG - PAi) = kL (CAi - CAL) ………………….(34)
Dengan menggunakan koefisien perpindahan massa keseluruhan maka laju perpindahan
massa adalah :
NA = KG(PAG - PA*) ………………….(35)
NA = KL (CA* - CAL) …………………(36)
Untuk sistem yang mengikuti hukum Henry pada kesetimbangan antar fase cair dan fase
gas berlaku :
PA = m.CA …………………(37)
Dimana :
PA = tekanan parsial komponen A dalam fase gas, atm
CA = konsentrasi komponen A dalam fase cair yg setimbang fase gasl,
lbmol/ft3
m = konstanta Henry, atmft3/lbmol. Harga konstanta Henry ditentukan
dari percobaan.
Selanjutnya hukum Henry dapat juga digunakan untuk menentukan tekanan parsial
komponen suatu gas yang setimbang dengan konsentrasi dalam fase cair.
PA* = m . CAL ………………….(38)
Dimana :
PA* = tekanan parsial komponen A dalam fase gas yang setimbang dengan fase cair
yang mempunyai konsentrasi CAL
PAG
Demikian juga : CA* = ……………(39)
m
CA* = konsentrasi komponen A dalam fase cair yang setimbang dengan fas gas yang
mempunyai tekanan parsial PAG
Persamaan (41) dapat diubah menjadi :
NA
PAi = PAG - …………..……..(40)
kG
Persamaan (42) dapat diubah menjadi :

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 21


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

NA
CAi = CAL + ….……………..(41)
kL

NA
Atau : m.CAi = m.CAL + ………..(42)
kL

Karena PAi = m.CAi, maka eliminasi persamaan (30 ) dan persamaan (41) diperoleh :

NA m.N A
PAG - = m.CAL + ……………..(43)
kG kL

Karena, PA* = m.CAL, maka jika disubtitusi ke persamaan (33) diperoleh :


 1 m
  
*  k G k L 
PAG – PA = NA ……………………..(44)
Dengan meneliminasi (PAG – PA*) antara persamaan (34 ) dan persamaan (35 )
diperoleh :
1 1 m
  ………………………..(45)
K G kG k L

Dengan cara yang sama seperti di atas diperoleh persamaan :


1 1 1
  ……………………..(46)
K L mkG k L

Dimana :
kG = Koefisien perpindahan massa fase gas, lbmol/j ft2 atm
kL = Koefisien perpindahan massa fase cair, lbmol/j ft2 (lbmol/ft3)
KG = Koefisien perpindahan massa keseluruhan f.gas, lbmol/j ft2 atm
KL = Koefisien perpindahan massa keseluruhan cairan, lbmol/j
(lbmol/ft3)
Kalau dibalik, koefisien perpindahan massa berubah menjadi tahanan, maka :
 Tahanan dalam fase gas adalah (1/kG) dan (1/m.kG)
 Tahanan dalam fase cair adalah (1/kL) dan (m/.kL)
 Tahanan menyeluruh adalah (1/KG) dan (1/KL)

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 22


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Contoh Soal :
Dalam menara penyerap amonia (NH3) diserap dari campuran amonia-udara
menggunakan air sebagai penyerap. Tekanan total dalam menara 2 atm dan suhu 60 oF.
Harga kG = 0,20 lbmol/hft2 atm
kL = 1,10 lbmol/j ft2 (lbmol/ft3)
Untuk larutan amonia encer dalam air pada 60 oF, tekanan parsial pada
kesetimbangan amonia adalah : p * = 645 x
Dimana : P* = tekanan parsial NH3, mmHg
X = fraksi mol NH3 dalam cairan
Hitunglah :
a. Koefisien perpindahan massa gas keseluruhan dalam lbmol/j ft2 atm
b. Tahanan relatif dalam masing-masing fase
Penyelesaian :
Persamaan kesetimbangan diubah menjadi :
P = m.c
Dimana : p = tekanan parsial, atm
C = konsentrasi, lbmol/ft3
Maka : p * (mmHg) = p (atm) x 760 …………..(a)
Untuk larutan encer :
XmolNH 3 XmolNH 3  XmolNH 3 
   C ……..(b)

mollaru tan molH 2 O 18lbH 2 O  / 62,2lhH 2 O / ft 3
Dari persaman (a) dan (b) didapat :
C
760 p = 645 3,45

p = 0,246 C
m = 0,246 atm/mol/ft3
Maka :
1 1 m
a.  
K G kG k L

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 23


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

1 1 0,246
   5  0,224  5,224
K G 0,20 1,10

1
KG = 5,224  0,1913lbmol / ft atm
2

b. Besarnya tahanan relatif


- Dalam fase gas

1 
tahanandalamfasegas  k G  5
  x100%  95,5%
tahanantotalkeduafase  1  5,224
 K 
 G
- Dalam fase cair
= (100 – 95,7) % = 4,3 %

1.5 Neraca Massa


1.5 1 Perpindahan Massa pada aliran searah

L2 G2
Ls 2 Gs
X2 y2
x2 Y2

1
L1
Ls G1
X1 Gs
x1 Y1
y1
PERPINDAHAN MASSA THERMAL 24
Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Gambar 4. Aliran searah


Keterangan :
L = Laju alir fase cair ( kmol/ jam.ft2 )
Ls = laju alir fase cair bebas solut = L ( 1 – x1 ) ( kmol/ jam.ft2 )
G = Laju alir fase gas ( kmol/ jam.ft2 )
Gs = Laju alir fase gas bebas solut = G ( 1 – y1) ( kmol/ jam.ft2 )
x = fraksi mol total di fase cair
y = Fraksi mol total fase gas
x
X = fraksi mol total di fase cair X=
1 x
y
Y = fraksi mol total di fase gas Y = 1 y

Pada gambar di atas dapat diperoleh neraca komponen sebagai berikut :

Ls (Y2  Y1 )
 
Gs ( X 2  X ! )
Persamaan diatas merupakan
Y melalui titik (X1,Y1) dan (X2.Y2) dengan slope –
persamaan garis operasi yang
Ls/Gs
Kurva kesetimbangan

Y2
Slope
=

Y`1

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 25


X2 X1
X
Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Gambar 5. Perpindahan massa dari fase cair ke fase gas


1.5.2 Perpindahan Massa pada aliran lawan arah

G2 L2
Gs 2 Ls
y2 X2
Y2 x2

1
G1 L1
Gs Ls
Y1 x1
y1 X
Gambar 6. Aliran lawan arah 1
Pada gambar di atas dapat diperoleh neraca komponen sebagai berikut :

Ls (Y  Y )
 1 2
Gs ( X 1  X 2 )

Y
Persamaan diatas merupakan persamaan garis operasi yang melalui titik (X1,Y1) dan
(X2.Y2) dengan slope Ls/Gs
Kurva kesetimbangan

Y2

Slope
=

Y`1

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 26


X2 X1
X
Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Gambar 7. Perpindahan massa dari fase gas ke fase cair

Catatan : Jika perpindahan massa dari fase berat ke fase ringan, garis operasi berada di
bawah kurva keseimbangan
Aplikasi :
1. tentukan semua data pada keadaan bebas solut dan satuan mol
2. buat kurva keseimbangan
3. tentukan letak titik (1) ( X1,Y1) dan titik (X2,Y2) dengan menarik garis operasi
pada slope Ls/Gs
4. hitung besaran slope untuk menentukan laju alir gas ataupun laju alir cairan

Contoh :
Amonia diabsorbsi dari udara pada temperatur 68oF dan tekanan atmosfir didalam sebuah
menara yang diisi dengan packing dengan arus berlawanan, dengan menggunakan air
sebagai pelarut. Kecepatan gas masuk menara 1,540 ft3/jam dan kecepatan air masuk 75
lb/jam. Jika konsentrasia amonia berkurang dari 3,52% menjadi 1,29% volume maka
tentukanlah perbandingan (LS/Gs)act dengan (Ls/Gs)min.
Data keseimbangan :
X, 0,0164 0,0252 0,0349 0,0455 0,0722

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 27


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

lbmol NH 3
lbmol H 2O
Y, 0,021 0,032 0,042 0,053 0,08

lbmol NH 3
lbmol H 2O

Penyelesaian :
(1540) x( 492)
Kecepatan gas masuk = (359) x(460  68) = 4 lbmol/jam

0,0352
y1 = 0,0352 Y1 = 1  0,0352 = 0,0365

0,0129
y2 = 0,0352 Y2 = 1  0,0129 = 0,0131

x2 = X2 = 0
Gs = 4 ( 1 – 0,0352 ) = 3,85 lbmol/jam
Ls = 75/18 = 4,16 lbmol/jam
Perbandingan Ls/Gs Sesungguhnya ( Ls/Gs)act = 4,16/ 3,85 = 1,08
Komposisi cairan keluar dapat ditentukan dengan persamaan ;
Gs ( Y1 – Y2 ) = Ls ( X1 – X2 –
3,85 ( 0,0365 – 0,0131 ) = 4,16 ( X1 – 0 )
X1 = 0,0216
Perbandingan (Ls/Gs) minimum dapat ditentukan dari diagram keseimbangan,
seperti pada gambar (8) Slope =
Y

0,0365
Kurva kesetimbangan

Slope =

0,031

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 28


0 0,0216 0,0296
X
Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Gambar 8. Penyelesaian contoh soal


Lereng garis operasi minimum ( menyinggung kurva keseimbangan )
 Ls  0,0365  0,0131
=   min  =0,79
 Gs  0,0296  0,0

Perbandingan (Ls/Gs)act terhadap (Ls/Gs)min = 1,08/0,79 = 1,37

Rangkuman
1. Perpindahan massa adalah gerakan-gerakan molekul atau elemen fluida yang
disebabkan oleh gaya dorong
2. fluks molar adalah jumlah mol bahan yang dipindahkan persatuan waktu persatuan
luas. Terdiri dari fluks molar relatif terhadap tempat dan fluks molar relatif rethadap
kecepatan molar rata-rata
3. Difusi molekuler di dalam fase gas dituliskan dalam persamaan :
a. A mendifusi, B diam
D AB .Pt P  PA 2 P
NA = Ln A1 ln B 2
R.T .z PB 2  PB1 PB1

b. A dan b saling mendifusi dalam keadaan mantap


D AB
NA =  PA1  PA2 
R.T .Z
4. Menghitung koefisien difusi rata-rata untuk campuran gas

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 29


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

1 1

DAM =
n
Yi YB Y Y

iB D Ai
 C  D  ...
D AB D AC D AD
5. Difusi molekuler di dalam fase cair dapat ditentukan dengan persamaan :
D AB    X A1  X A 2
a. NA =  
Z  M  aV X BM

b. NA =
D AB
 C A1  C A2   D AB     X A1  X A2 
Z Z  M  aV

6. Perpindahan massa pengaruhi oleh keseimbangan, teori lapisan film dan koefisien
perpindahan massa total
7. Perpindahan massa tergantung pada jenis alirannya apakah aliran searah atau lawan
arah

Latihan :
1. Hitung koefisien difusi dari campuran gas berikut :
a. Ethanol-udara pada 1 atm, 25 oC
b. Nitrogen-Etylene pada 1 atm, 25 oC
2. Oksigen ( A) mendifusi melalui carbon monoksida yang tidak bergerak difusi dalam
keadaan tetap. Tekanan total adalah 1 atm dan temperaturnya 0oC. Tekanan partial
oksigen pada 2 bidang yang berjarak 0,2 cm masing-masing adalah 100 dan 50
mmHg. Diffusifitas campuran adalah 0,185 cm2/det. Hitunglah kecepatan
mendifusi oksigen di dalam gmol/detik untuk setiap 1 cm2 dari kedua bidang
3. Hitunglah kecepatan diffusi asam cuka (A) pada suatu lapisan air (B) 0,1 cm pada
17 oC, apabila konsenytrasi pada kedua sisi lapisan masing-masing adalah 9% dan
3% berat. Diffusifitas cuka di dalam konstan sebesar 0,95.10-5 cm2/detik
4. Amonia mendifusi melalui campuran gas diam. Campuran gas tersebut terdiri dari
1/3 nitrogen dan 2/3 bagian hidrogen (dinyatakan dalam volume). Tekanan total 30
psia dan suhu 130 oF.Hitunglah kecepatan mendifusi NH3 dinyatakan dalam

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 30


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

lb/jamft2 yang melalui gas film yang tebalnya 0,5mm bila konsentrasi NH 3 pada
kedua sisi 10% dan 5%
5. Hitunglah koefisien difusi cairan berikut :
a. Methanol dalam air pada 10 oC
b. Karbon dioxide dalam ethanol pada 17 oC.
6. Ethyl alkohol ditempatkan pada suatu gelas piala yang mempunyai diameter 4 inchi.
Tinggi permukan alkohol dalam gelas piala 4 inc.Gelas ini diletakkan dalam suatu
o
ruangan laboratorium yang mempunyai suhu rara-rata 90 F. Diperkirakan bahwa
diatas alkohol akan terdapat lapisan udara diam yang tebalnya 2,54 cm, tekanan
udara 1 atm. Berapakah waktu yang diperlukan untuk menguapkan alkohol sampai
habis, bila diketahui :
Diffusivitas alkohol-udara pada 0oC = 0,012 cm2/dtk
Tekanan uap alkohol pada 90 o F = 92 mmHg
Densitas alkohol-air pada 90 o F = 0,75 gr/cm3
7. Pada percobaan absorbsi amoniak oleh air dalam kolom dinding basah ternyata
bahwa KG = 0,205 lbmol/jam ft2.atm. Pada suatu titik dalam menara gas itu
mengandung 6% mole NH3 dan konsentrasi fase cair = 0,04 mole/ft3, pada tekanan
total 1atm dan temperatur 60oF, 85% tekanan total terhadap transfer massa terdapat
pada fase gas. Bila konstanta henry pada 60oC 0,15atm/gmol.cuft hitung koefisien
transfer dan kompisisi pada antar permukaan
8. Benzen akan dipungut kembali dengan jalan mengontakkan larutan minyak pencuci
melalui menara dengan steam. Arus cairan masuk mengandung 0,1 fraksi mol
benzen. Diinginkan bahwa 91% benzen dapat dipungut dengan menggunakan
kecepatan steam 1,4 kali kecepatan steam minimum. Minyak cuci masuk dengan
kecepatn 12 lbmol/jam. Tentukan banyaknya steam perjam yang diperlukan jika :
a. menara bekerja arus searah
b. menara bekerja berlawanan arah

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 31


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

Kunci Jawaban
1. a. 0,132 cm2/s b. 0,163 cm2/s
2. 3,01.10-6 grmol/detik
3. 9,85.10-8 gmol/cm2.detik
4. 2,98 lbmol/jam ft2
5. a. 1,28.10-5 cm2/s b. 3,2.10-5 cm2/s
6. 69,32 hari
7. kG = 0,24118 lbmol/jam ft2.atm, kL = 0,205 lbmol/jam ft2
lbmol/cuft, PAi = 0,014 dan CAi = 0,0939 lbmol/cuft
8. a. 48,912 lbmol/ft2 b.3,891 lbmol/ft2

Soal No Jawaban Kurang 80% Jawaban Lebih 80%


1 Persaman-persamaan untuk Menampilkan Pengetahuan tentang
menghitung koefisien difusi gas perlu pemahaman koefisien difusi gas
dipahami
2 Pengertian difusi gas mulai lapisan Menampilkan Pengetahuan tentang
diam perlu dipahami dan penggunaan pemahaman difusi gas mulai lapisan
persamaan 14 diam dan penggunaan persamaan 14
3 Pengertian difusi cairan mulai lapisan Menampilkan Pengetahuan tentang
diam perlu dipahami dan penggunaan pemahaman difusi cairan mulai lapisan
persamaan 18 diam dan penggunaan persamaan 18
4 Pengertian difusi campuran gas perlu Mahasiswa telah menampilkan
dipahami dan penggunaan persamaan pengetahuan dan memahami
–persamaan untuk difusi gas perlu penggunaan persamaan-persamaan
dipelajari kembali pers (14 dan 19) untuk difusi gas
5 Persaman-persamaan untuk Menampilkan Pengetahuan tentang
menghitung koefisien difusi cairan pemahaman koefisien difusi cairan
perlu dipahami
6 Perlu dipahami kembali persamaan Mahasiswa telah mampu memahami
untuk menentukan kecepatan difusi penggunaan persaamaan kecepatan
gas dalam menentukan waktu difusi gas dan penerapannya dalam

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 32


Perpindahan Massa (Transfer Massa)

penguapan penentuan waktu penguapan


7 Perlu dipahami dan dipelajari kembali Mahasiswa telah menampilkan
pengertian dan persamaan-persamaan pengetahuan tentang penentuan
transfer massa koefisien transfer massa
8 Prinsip neraca massa dan Menampilkan pengetahuan
kesetimbangan perlu dipelajari dan penyekesaian masalah neraca massa
dipahami kembali pada sistem kesetimbangan baik pada
aliran searah maupun lawan arah

Daftar Titik Penampilan penilaian Mahasiswa


No Range Nilai Keterangan
1 0 samapi 40,00 Sangat Kurang
2 40,00 sampai 59,99 Kurang
3 60,00 sampai 70,00 Cukup
4 70,00 sampai 80,00 Baik
5 80,00 sampai 100,00 Sangat Baik

PERPINDAHAN MASSA THERMAL 33