Anda di halaman 1dari 19

KEPEMIMPINAN

Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk
mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi
tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian
kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen,
bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari managemen.
Di dalam kenyataan, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin
memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘kepemimpinan’,
sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah
mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya.
Sedang pengertian ‘kepala’ menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin
saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat
mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat
pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu
menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin)
memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.
Kepemimpinan merupakan suatu studi yang seharusnya mampu dipahami
oleh seorang pemimpin dalam menggerakkan roda organisasinya. Dimulai dari
tahapan pengertian muncullah konsep kepemimpinan yang berisikan unsur –
unsur, fungsi – fungsi dan berbagai macam gaya serta tipe kepemimpinan yang
mampu dipilih dan diaplikasikan oleh seorang pemimpin. Akan tetapi perlu
disadari oleh seorang pemimpin dan orang yang ingin menjadi seorang pemimpin
bahwa pada hakekatnya menjadi top leadher tidak cukup memahami hal tersebut
diatas. Ada lagi banyak aspek – aspek penting yang dijadikan pertimbangan –
pertimbangan bagi seorang pemimpin khususnya dalam mengambil suatu
keputusan. Berikut tahapan yang bisa dijadikan pedoman ataupun langkah yang
efektif bagi seorang pemimpin dan orang yang ingin menjadi seorang pemimpin :

Gaya-Gaya Kepemimpinan
Adapun gaya-gaya kepemimpinan yaitu sebagai berikut :
1. Gaya Kepemimpinan Otokratis
Gaya ini terkadang disebut sebagai kepemimpinan yang terpusat pada
diri pemimpin atau gaya direktif. Gaya otokratis ini ditandai dengan adanya
petunjuk yang sangat banyak sekali yang berasal dari pemimpin dan tidak ada
satupun peran para anak buah dalam merencanakan dan sekaligus mengambil
suatu keputusan. Gaya kepemimpinan otokratis ini akan menentukan sendiri
keputusan, peran, bagaimana, kapan dan bilamana secara sepihak. Yang pasti

1
tugas yang diperintahkan mesti dilaksanakan. Paling sangat menonjol dalam
gaya kepemimpinan otokratis ini adalah seseorang akan memberikan perintah
dan mesti dipatuhi. Ia akan memerintah berdasarkan dari kemampuannya
untuk menjatuhkan hukuman serta memberikan hadiah. Gaya kepemimpinan
otokratis adalah suatu kemampuan dalam mempengaruhi orang lain yang ada
disekitar agar mau bersedia berkerjasama dalam mencapai tujuan yang sudah
ditentukan dengan ditempuh atas segala cara kegiatan yang akan dijalankan
atas dasar putusan dari pemimpin.
Adapun ciri-ciri gaya kepemimpinan otokratis ini yaitu: wewenang
mutlak itu terpusat dari pemimpin, keputusan akan selalu dibuat oleh
pemimpin, kebijakan akan selalu dibuat oleh pemimpin, komunikasi hanya
berlangsung dalam satu arah dimana dari pimpinan ke bawahan bukan
sebaliknya, pengawsan terhadap (sikap, perbuatan, tingkah laku atau kegiatan)
dari para bawahannya dilakukan dengan ketat, tak ada kesempatan untuk para
bawahan dalam memberikan (pendapat, saran atau pertimbangan), lebih
banyak mendapatkan kritikan dibanding pujian, menuntut adanya kesetiaan
dan prestasi yang sempurna dari para bawahan tanpa adanya syarat, dan
cenderung memberikan paksaan, hukuman dan ancaman.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic


Gaya kepemimpinan demokratis adalah suatu kemampuan dalam
mempengaruh orang lain agar dapat bersedia untuk bekerja sama dalam
mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dengan berbagai cara atau kegiatan
yang dapat dilakukan dimana ditentukan bersama antara bawahan dan
pimpinan. Gaya ini terkadang disebut sebagai gaya kepemimpinan yang
terpusat pada anak buah, kepemimpinan dengan adanya kesederajatan,
kepemimpinan partisipatif atau konsultatif. Pemimpin yang berkonsultasi
kepada anak buahnya dalam merumuskan suatu tindakan putusan bersama.
Adapun ciri-ciri dari gaya kepemimpinan demokratis ini yaitu memiliki
wewenang pemimpin yang tidak mutlah, pimpinan bersedia dalam
melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan, kebijakan dan keputusan
itu dibuat bersama antara bawahan dan pimpinan, komunikasi dapat
berlangsung dua arah dimana pimpinan ke bawahan dan begitupun
sebaliknya, pengawasan terhadap (sikap, perbuatan, tingkah laku atau
kegiatan) kepada bawahan dilakukan dengan wajar, prakarsa bisa datang dari
bawahan atau pimpinan, bawahan memiliki banyak kesempatan dalam
menyampaikan saran atau pendapat dan tugas-tugas yang diberikan kepada
bawahan bersifat permintaan dengan mengenyampingkan sifat instruksi, dan
pimpinan akan memperhatikan dalam bertindak dan bersikap untuk
memunculkan saling percaya dan saling menghormati.

2
3. Gaya Kepemimpinan Delegatif
Gaya kepemimpinan delegatif memiliki ciri-ciri yaitu pemimpin akan
jarang dalam memberikan arahan, pembuat keputusan diserahkan kepada
bawahan, dan anggota organisasi tersebut diharapkan bisa menyelesaikan
segala permasalahannya sendiri. Gaya kepemimpinan delegatif ini memiliki
ciri khas dari perilaku pemimpin didalam melakukan tugasnya sebagai
pemimpin. Dengan demikian, maka gaya kepemimpinan seorang pemimpin
akan sangat dipengaruhi adanya karakter pribadinya. Kepemimpinan delegatif
merupakan sebuah gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh pimpinan untuk
bawahannya yang mempunyai kemampuan, agar bisa menjalankan
aktivitasnnya yang untuk sementara waktu tak bisa dilakukan oleh pimpinan
dengan berbagai macam sebab. Gaya kepemimpinan delegatif ini sangat
cocok dilakukan kalau staff yang dimiliki ternyata mempunyai motivasi dan
kemampuan yang tinggi. Dengan demikian pimpinan tak terlalu banyak dalam
memberikan perintah kepada bawahannya, bahkan pemimpin akan lebih
banyak dalam memberikan dukungan untuk bawahannya.

4. Gaya Kepemimpinan Laisser Faire


Gaya ini akan mendorong kemampuan anggota dalam mengambil
inisiatif. Kurang interaksi dan kontrol yang telah dilakukan oleh pemimpin,
sehingga gaya tersebut hanya dapat berjalan jika bawahan mampu
memperlihatkan tingkat kompetensi dan keyakinan dalam mengejar tujuan dan
sasaran yang cukup tinggi.
Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin sedikit sekali dalam
menggunakan kekuasaannya atau sama sekali telah membiarkan anak
buahnya untuk berbuat dalam sesuka hatinya. Adapun ciri-ciri gaya
kepemimpinan Laissez Faire adalah Bawahan akan diberikan kelonggaran
atau fleksibelitas dalam menjalankan tugas-tugasnya, tetapi dengan hati-hati
diberikan batasan serta berbagai macam prosedur; Bawahan yang sudah
berhasil dalam menyelesaikan tugas-tugasnya akan diberikan hadiah atau
penghargaan, di samping adanya suatu sanksi-sanksi bagi mereka yang
kurang berhasil, sebagai dorongan; Hubungan antara pimpinan dan bawahan
dalam suasana yang sangat baik secara umum manajer akan bertindak cukup
baik; Manajer akan menyampaikan berbagai macam peraturan yang
berhubungan dengan tugas-tugas atau perintah, dan sebaliknya para bawahan
akan diberikan kebebasan dalam memberikan pendapatannya.

3
Empat Gaya Kepemimpinan Dari Empat Macam Kepribadian
Keempat gaya kepemimpinan berdasarkan kepribadian adalah :
1. Gaya Kepemimpinan Karismatis
2. Gaya Kepemimpinan Diplomatis
3. Gaya Kepemimpinan Otoriter
4. Gaya Kepemimpinan Moralis
a) Gaya Kepemimpinan Karismatis
Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik
orang. Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan
semangat. Biasanya pemimpin dengan gaya kepribadian ini visionaris.
Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan.
Mungkin, kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di
analogikan dengan peribahasa Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Mereka
mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Setelah beberapa lama,
orang – orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak-konsisten-an. Apa
yang diucapkan ternyata tidak dilakukan. Ketika diminta
pertanggungjawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan
maaf, dan janji.
b) Gaya Kepemipinan Diplomatis
Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penempatan
perspektifnya. Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi, yaitu sisi
keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi keuntungan lawannya. Hanya
pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa melihat kedua sisi, dengan
jelas! Apa yang menguntungkan dirinya, dan juga menguntungkan lawannya.
Kesabaran dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya
diplomatis ini. Umumnya, mereka sangat sabar dan sanggup menerima
tekanan. Namun kesabarannya ini bisa sangat keterlaluan. Mereka bisa
menerima perlakuan yang tidak menyengangkan tersebut, tetapi pengikut-
pengikutnya tidak. Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya
meninggalkan si pemimpin.
c) Gaya Kepemimpinan Otoriter
Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian
prestasinya. Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah
pemimpin ini. Ketika dia memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati,
tidak ada alasan, yang ada adalah hasil. Langkah – langkahnya penuh
perhitungan dan sistematis.
Dingin dan sedikit kejam adalah kelemahan pemimpin dengan
kepribadian merah ini. Mereka sangat mementingkan tujuan sehingga tidak
pernah peduli dengan cara. Makan atau dimakan adalah prinsip hidupnya.

4
d) Gaya Kepemimpinan Moralis
Kelebihan dari gaya kepemimpinan seperti ini adalah umumnya Mereka
hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi
terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar, murah hati Segala
bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Orang – orang yang datang
karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya.
Kelemahan dari pemimpinan seperti ini adalah emosinya. Rata orang
seperti ini sangat tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan,
kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat.
Jika saya menjadi pemimpin, Saya akan lebih memilih gaya
kepemimpinan demokratis. Karena melalui gaya kepemimpinan seperti ini
semua permasalahan dapat di selesaikan dengan kerjasama antara atasan dan
bawahan. Sehingga hubungan atasan dan bawahan bisa terjalin dengan baik.

Unsur-Unsur Kepemimpinan
Unsur-unsur itu adalah :
1. Unsur pemimpin atau orang yang mempengaruhi.
2. Unsur orang yang dipimpin sebagai pihak yang dipengaruhi.
3. Unsur interaksi atau kegiatan dan proses mempengaruhi.
4. Unsur tujuan yang hendak dicapai.
5. Unsur perilaku/kegiatan yang dilakukan sebagai hasil mempengaruhi.
Pemimpin dalam konteks struktural adalah pemimpin formal
diantaranya terdiri dari para manajer yang menjalankan kegiatan manajerial di
dalam unit kerja organisasinya. Pemimpin dalam konteks struktural diangkat
secara resmi oleh pihak yang berwenang dengan mengeluarkan surat
keputusan pengangkatannya. Para manajer sebagai pemimpin lebih banyak
dikenal di lingkungan organisasi yang disebut perusahaan dan industri atau
badan usaha termasuk koperasi.
10 Unsur Penting dalam Kepemimpinan
1. Integritas dan etika : muncul dari penyesuaian diri dengan prinsip
prinsip alam, klarifikasi nilai nilai dan pengembangan pribadi dan
profesional secara berkesinambungan.
2. Tujuan dan sasaran : muncul dari langkah menyusun pernyataan misi
pribadi Anda, menyesuaikannnya dengan pekerjaan Anda dan
menetapkan sasaran dalam kerangka kerja misi tersebut.
3. Energik dan antusiasme : bermuasal dari apa yang Anda cintai dan
yakini.
4. Keberanian dan kekerasan hati : muncul dari pemahaman bahwa
kemajuan berarti melakukan kesalahan.

5
5. Upaya keras dan kepekaan prioritas : bermuasal dari pemahaman
bahwa Anda tak akan mungkin mampu hanya lantaran kerja keras dalam
tugas yang Anda cintai, tapi jika kerja keras tersebut pada tugas yang
Anda benci itu mungkin saja terjadi. Setelah prioritas nomor satu
terselesaikan, jangan melangkah ke prioritas nomor dua. Bergeraklah ke
nomor satu yang baru. Mengapa ? Adalah sifat yang manusiawi, jika
Anda menyelesaikan nomor dua sebagai nomor dua, dan nomor tiga
sebagai nomor tiga, ada kemerosotan kualitas yang makin besar seiring
dengan bergantinya hari.
6. Nonkonformisme dan kepercayaan diri : dimunculkan dari pengenalan
terhadap diri Anda sendiri, pemahaman atas diri Anda sendiri, percaya
dan jujur terhadap diri sendiri. Dengan percaya terhadap perasaan Anda
sendiri dan bertindak menurut perasaan itu sendiri, Anda bisa percaya
pada diri Anda sendiri. Dengan percaya diri dan menikmati keyakinan diri
ini, Anda tak lagi digelisahkan oleh pendapat orang lain tentang Anda,
karena Anda sendirilah yang memiliki diri Anda.
7. Persepsi dan kesabaran : muncul dari pemahaman atas apa yang Anda
yakini tapi tak diyakini orang lain dan bahwa lewat kesabaran, kesadaran
timbal balik, serta pemahamanlah hal itu bisa terjadi.
8. Apresiasi dan empati : bermuasal dari pemahaman bahwa “saya” hanya
bisa berkembang lewat orang lain. Apresiasi terhadap pandangan orang
lain dan memberikan empati adalah substansi dan kedalaman dari
hubungan yang langgeng.
9. Keyakinan dan komitmen : muncul dari pemahaman bahwa keyakinan
akan sesuatu adalah unsur yang lebih kuat ketimbang metode lain dan
bahwa komitmen adalah tolok ukur keterlibatan Anda pada apa yang
Anda yakini itu. Tindakan tindakan Anda mestilah sebanding dengan
kuatnya keyakinan Anda.
10. Cinta dan perhatian : diambil dari pemahaman bahwa cinta terhadap
orang lain dan perhatian pada kebutuhan kebutuhan mereka adalah energi
paling potensial pada keberadaan kita. Satu satunya hal yang tak pernah
hilang dari kita adalah apa yang telah kita berikan kepada orang lain.

6
Sifat-Sifat Kepemimpinan
Upaya untuk menilai sukses tidaknya pemimpin itu dilakukan antara lain
dengan mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas atau mutu perilakunya,
yang dipakai sebagai kriteria untuk menilai kepemimpinannya. Teori kesifatan
atau sifat dikemukakan oleh beberapa ahli. Edwin Ghiselli mengemukakan teori
mereka tentang teori kesifatan atau sifat kepemimpinan (Handoko, 1995: 297).
Edwin Ghiselli mengemukakan 6 (enam) sifat kepemimpinan, yaitu :
1. Kemampuan Dalam Kedudukannya Sebagai Pengawas (Supervisory Ability)
Atau Pelaksana Fungsi-Fungsi Dasar Manajemen.
Passion memiliki arti yang beragam diantaranya adalah semangat dan g
airah, Keinginan besar, Kegemasan dan keberanian. Menjadi seorang pemimp
in yang memiliki passion di butuhkan kesadaran dalam diri. Passion merupaka
n bentuk antusiasme yang di tunjukkan oleh seorang pemimpin kepada bawah
annya yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri.
Seorang pemimpin harus bisa menularkan energi positif kepada bawaha
nnya. Gairah dan semangat seorang pemimpin akan terlihat dari bahasa tubuh
saat dia beraktivitas. Anda mungkin mempunyai seorang pimpinan yang ener
gik,kadang menunjukkan kegemasan atau greget-
nya saat menyaksikan sesuatu yang di harapkan atau diinginkannya. Hal terse
but diekspresikan dalam upaya agar dia dapat menginstropeksi diri dan menge
valuasi dirinya saat mengalami kegagalan.
Seorang pemimpin yang memiliki passion haruslah berani dalam menga
mbil keputusan. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab dari tugas kepemi
mpinannya. Jika anda bertemu dengan sosok pemimpin yang melepaskan tang
gung jawab kepada bawahannya berarti anda mempunyai pemimpin yang tida
k bernyali. Pemimpin seperti ini tidak akan mendapat tempat dan kepercayaan
kembali dari para bawahannya. Berapa banyak pemimpin di sekitar kita yang
melemparkan tanggung jawab bahkan kesalahannya kepada orang lain. Keber
anian adalah simbol dari seorang pemimpin dalam menghadapi berbagai ham
batan dan rintangan dalam kepemimpinannya.
2. Integritas
Intergritas yang dalam bahasa latin berasal dari kata “Integrated” artinya
“Komplit” utuh dan sempurna yang berarti tidak ada cacat. Bagi seorang
leader yang mempunyai integritas tinggi tentu kata-kata yang diucapkannya
akan memberikan kuasa, mempunyai kekuatan akan rencanarencana nya dan
akan memberikan daya (force) atas setiap tindakannya. Leader yang
mempunyai integritas selalu bertindak sesuai dengan ucapannya, selalu
konsisten dengan apa yang sudah di yakini dan yang dilakukannya, antara
sikap dan tindakan juga antara nilai hidup yang di anut dengan nilai hidup
yang dijalankan. Bertindak tanpa kompromi atas kebenaran yang ada.

7
Di dalam menjalankan perusahaan seorang leader akan berfokus pada
kebenaran untuk tujuan kemajuan bersama. Para bawahan akan dapat
membedakan leader yang mempunyai integritas dengan yang tidak, karena
integritas tidak dapat di rekayasa tetapi timbul dari dalam diri. Contoh sikap
seorang leader yang memiiki integritas adalah mereka yang meiliki sikap
jujur, mengatakan benar jika benar dan mengatakan salah jika salah. Tidak
berbelit-belit dan tidak berputar-putar dalam memberikan jawaban dalam
rangka menutupi kesalahannya.Leader harus menyadari kelebihan dan
kekurangan dirinya, memperbaiki kelemahan dan meningkatkan
kelebihannya. Seorang leader juga harus tenang dalam menghadapi setiap
masalah,tidak mudah panik menghadapi keadaan darurat, krisis dan tekanan.
3. Apresiasi
Setiap orang dilahirkan sebagai makluk sosial dengan kebutuhan dasar
ingin di perhatikan salah satunya mendapatkan apresiasi atas apa yang
dilakukannya, seorang leader yang baik adalah mereka yang dapat
menghargai hasil kerja tim dengan cara memberikan apresiasi yang baik.
Apresiasi dibuktikan dengan tindakan dan perkataan yang dapat di contoh
baik oleh bawahan maupun rekan kerja dari departemen lainnya.
Perkataan adalah alat utama bagi sukses anda sebagai leader dalam
memimpin organisasi, dimana anda akan menjadi figur terciptanya nilai dan
kemampuan anda serta gambaran visi dan misi dalam kepemimpinan. Saat
seorang sales di tantang pada sebuah target penjualan dan dapat mencapainya
bahkan melebihi target yang telah di berikan dalam waktu yang singkat saat
itulah seorang leader memberikan apresiasi atas tugas yang di berikan terebut.
Apresiasi yang diberikan pada mereka yang telah melakukan hal-hal yang
positif dalam menjalankan tanggung jawab yang diembannya bertujuan untuk
memberikan motivasi dan kepercayaan atas prestasi yang telah di raihnya
4. Pemimpin harus memiliki Nilai (Value)
Seorang pemimpin haruslah bisa menjadi role model bagi bawahannya.
Sebagai orang yang telah terpilih untuk memimpin organisasinya secara
hirarki mereka lah yang berada pada pucuk pimpinan tertinggi dimana
pemimpinlah yang bertanggung jawab dalam melaksanakan, memutuskan,
memantau dan memastikan setiap objektif bagi organisasi tersebut untuk
mencapai jayanya. Untuk memastikan organisasi yang di pimpinnya berjalan
dinamik baik dari lini atas sampai dengan lini bawah seorang pemimpin
haruslah mempunyai nilai-nilai tertentu ataupun kualiti pemimpin yang hebat
yaitu kepemimpinan yang bisa menjadi teladan.Nilai-nilai tersebut hendaknya
bisa di implementasikan serta di terapkan dalam menjalankan tanggung
jawabnya sebagai seorang pemimpin yang baik. Contoh nilai yang mendasar
adalah memiliki attitute yang baik yang dapat menjadi teladan bagi para

8
bawahannya. Perusahaan yang memiliki pemimpin yang bersih,
menundukkan diri, dan berusaha bijak dalam pengambilan setiap keputusan
akan mencerminkan bagaimana jalan nya perusahaan tersebut. Pemimpin
yang mempunyai sikap amanah dapat menjauhkan seorang pemimpin dari
melakukan penyelewengan sehingga semua tugasnya dapat dilakukan dengan
baik tanpa berlaku apa-apa masalah. Jika seorang pemimpin ikhlas dalam
menjalankan tugas nya maka dia tidak akan mengharapkan apa-apa ganjaran
sampingan demi kepentingannya sendiri, yang menjadi tujuannya dalah
bagaimana melakukan yang terbaik untuk kemaslahatan banyak orang dalam
organisasi yang di pimpinnya
5. Rendah Hati
Kita tentu pernah mengenal ilmu Padi semakin berisi maka semakin
lama semakin menunduk ke bawah. Begitu pula anda sebagai seorang
pemimpin, semakin anda berisi maka semakin merendah pula sikap, tutur kata
dan perilaku anda. Kerendahan hati merupakan hal yang sangat penting bagi
seorang pemimpin yang hebat. Anda tidak akan pernah berhasil dalam
membangun bisnis apabila tidak mengintrospeksi diri terhadap setiap
kesalahan pribadi dan mengakui bahwa sebenarnya ada kontribus orang lain
dalam kesuksesan anda. Bagaiman cara anda memunculkan sikap rendah hati
ini? Salah satu nya adalah terbuka terhadap semua Ide. Anda bukanlah
makluk sempurna yang tau segalanya dan menguasai semua materi. Opini
pihak lain sangatlah diperlukan, kita perlu mempercayakan sesuatu kepada
ahli nya, kepada mereka yang memiliki kualifikasi dan keahlian yang relevan
dengan hal tersebut. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang tau kapan
saatnya menunda dan mendelegasikan suatu pekerjaan kepada orang lain.
Anda juga harus tau tidak semua Ide bagus itu datang dari ahlinya bisa saja
ide bagus tersebut datang dari bawahan anda. Yang kedua adalah salah satu
tugas seorang pemimpin adalah membantu bawahan anda, membimbing
mereka dan membuat mereka terus berkembang. Seorang pemimpin harusnya
melayani dan bukan selalu mendampakan pelayanan. Dalam banyak kasus,
para bawahan anda akan segera mengenali apakah anda sebagai pemimpin
tulus membantu mereka atau hanya berusaha untuk mendapatkan keuntungan
pribadi. Untuk itu ketulusan melayani adalah sikap mutlak yang harus dimiliki
oleh seorang pemimpin.
6. Pendengar yang baik
Dalam sebuah organisasi seorang leader harus bisa menjadi pendengar
yang baik, mengapa? S.R Levine & M.A. Crom menulis bahwa keterampilan
“Mendengar” adalah satu-satunya keterampilan yang paling penting dari
semua keterampilan berkomunikasi yang ada. Lebih penting dari keterampilan
untuk berorientasi dengan berapi-api. Lebih penting dari suara yang penuh

9
kuasa. Lebih penting dari kemampuan untuk berbicara dalam beberapa
bahasa. Malah lebih penting dari kemampuan menulis dengan kata-kata
menawan (THE LEADER IN YOU: HOW TO WIN FRIENDS,
INFLUENCE PEOPLE, AND SUCCEED IN CHANGING WORLD, New
York,N.Y.: Simon & Schuster,1993,hal.985).
Bayangkan jika anda mempunyai seorang leader yang tidak mau
mendengar bawahannya, tentunya sedikit sekali informasi yang akan di dapat
oleh leader tersebut. Tidak banyak seorang leader yang mau menjadi
pendengar yang baik, riset membuktikan hanya 25% saja pesan yang di
simpan saat seseorang menerima pesan.Tuhan menciptakan anggota tubuh ini
bukan tanpa tujuan. Tuhan memberikan 2 telinga dan 1 lidah agar kita lebih
banyak mendengar dari pada berbicara. Menjadi pendengar yang baik
bukanlah hal yang mudah bagi seorang leader, tetapi mulai dari hal kecil
seperti ini akan membawa dampak yang besar bagi perusahaan. Jadilah
seorang leader yang banyak mendengar dari pihak lain terutama dari bawahan
anda sendiri. Biasakan mendengar dengan seksama ide-ide yang muncul. Jika
anda merasa tidak cocok dengan ide tersebut paling tidak anda mendapat
sudut pandang baru dan jika ide terebut sesuai dengan pandangan anda maka
sebagai seorang leader tidak perlu merasa gengsi. Menjadi pendengar yang
baik terhadap bawahan anda akan menambah kewibawaan anda sebagai
seorang leader.

Pemimpin Dan Bukan Pemimpin


Banyak orang mengaku bahwa dirinya adalah seorang pemimpin, padahal
sebenarnya dia hanyalah seorang pimpinan. Pemimpin diangkat secara sukarela,
sementara pimpinan adalah jabatan struktural. Seorang pimpinan tidak otomatis
menjadi pemimpin.
Berikut ini saya uraikan apa yang menurut saya menjadi pembeda antar keduanya:
1. Pimpinan bergatung pada otoritas dalam menggerakkan anak buahnya,
sementara pemimpin bergantung pada niat baik untuk kebaikan bersama.
2. Pimpinan menuntut hasil dan lepas tangan, sementara pemimpin
menunjukkan jalan dan mengambil tanggung jawab atas prosesnya.
3. Pimpinan dipatuhi karena rasa takut, sementara seorang pemimpin
dipatuhui atas dasar kerelaan hati pengikutnya.
4. Dalam mencapai tujuan bersama, pimpinan menguras energi anak
buahnya, sementara seorang pemimpin menjadi sumber energi.
5. Pimpinan memerintah, sementara pemimpin mengajak.
Banyak ilmu kepemimpinan yang bagus di luar sana yang kita semua bisa
pelajari, tetapi menurut saya, semua itu tidak akan berarti banyak jika kita masih
menempatkan diri kita sebatas pimpinan, bukan pemimpin.

10
KEPEMIMPINAN ADOLF HITLER

Adolf Hitler

Adolf Hitler dilahirkan di Gasthof zum Pommer, sebuah penginapan di


Braunau am Inn, Austria, dekat Jerman pada 20 April 1889 sebagai anak keempat
dari enam bersaudara. Ayah Adolf Hitler, Alois Hitler (1837–1903), merupakan
seorang pegawai kantor bea cukai. Sedangkan ibunya, Klara Pölzl (1860–1907),
adalah istri ketiga Alois. Keluarga Hitler berpindah pindah dari Braunau am Inn
ke Passau, Lambach, Leonding, dan Linz. Hitler kecil merupakan pelajar yang
baik pada waktu bersekolah pada sekolah menengah pertama (elementary school).
Namun pada kelas enam, tahun pertamanya di sekolah menengah atas (high
school), ia gagal dan harus mengulang kelas. Hitler kelak menyatakan bahwa
kegagalan itu disebabkan pemberontakan atas ayahnya, yang menginginkan Adolf
Hitler mengikutinya berkarir sebagai pegawai bea cukai. Adolf Hitler
berkeinginan menjadi seorang pelukis dibandingkan mengikuti jejak ayahnya.
Setelah Alois meninggal pada 3 Januari 1903, tidak ada perkembangan berarti
dalam pendidikannya di sekolah. Pada usia 16, ia keluar dari sekolah tanpa gelar
apapun.

11
Awal Masa Dewasa
Dari tahun 1905, Hitler menjalani kehidupan Bohemian di Wina dengan
dukungan dari ibunya . Ia ditolak dua kali oleh Akademi Seni Wina (1907–1908).
Pada 21 Desember 1907, ibu Hitler meninggal karena kanker payudara pada usia
47 tahun. Diperintahkan oleh pengadilan Linz, Hitler memberikan bagiannya atas
pensiun ayahnya (sebagai anak yatim) kepada saudara perempuannya Paula.
Ketika dia berumur 21, ia memperoleh warisan dari seorang bibinya. Hitler
berjuang sebagai pelukis di Wina, menyalin gambar dari kartu pos dan menjual
lukisannya pada turis. Setelah ditolak untuk kedua kalinya pada sekolah seni,
Hitler kehabisan uang. Pada 1909, ia hidup di penampungan untuk tunawisma.
Hitler menerima bagian terakhir dari kekayaan ayahnya pada bulan Mei 1913 dan
pindah ke Munich. Kepindahan Hitler ke Munich juga membantunya menghindar
dari wajib militer di Austria tetapi tentara Austria akhirnya berhasil
menangkapnya. Setelah pemeriksaan fisik, Hitler dinyatakan tidak memenuhi
syarat untuk menjalani wajib militer dan diizinkan kembali ke Munich. Tetapi,
ketika Jerman memasuki kancah Perang Dunia I pada Agustus 1914, Hitler
mengajukan petisi kepada Raja Ludwig III Bavaria untuk mengizinkannya
bertugas dalam resimen Bavaria. Petisi ini dikabulkan, dan Adolf Hitler tercatat
dalam ketentaraan Bavaria.

A. Latar Belakang
Pada Tahun 1919 HITLER bergabung dengan partai pekerja jerman,
seorang Hitler menyimpan kebencian kepada kelompok Komunis dan Yahudi, dia
menyadari akan bakat alamnya itu dan menyalurkan kebencian dan kemarahan
atas berakhirnya perang dengan cara berpidato yang berapi- api dan membuat
banyak orang semakin yakin dan simpati terhadap pidato yang disampaikan
Hitler. Hitler selalu berpidato apa yang dia rasa bahwa perjanjian Versailess itu
tidak adil, pada perjanjian itu jerman kehilangan banyak wilayah negara dan
dipaksa membayar ganti rugi pada negara-negara pemenang. Pada Tahun 1920
inflasi merajalela tak terkendali, keuangan benar-benar hancur, mulai terjadi
perdebatan tentang dibutuhkan sesorang yang kuat dan lantang. Pada Tahun 1921
Hitler menjadi pemimpin partai pekerja jerman yang kecil nama partai diubah
menjadi Partai pekerja nasional sosialis jerman disingkat NAZI. Dengan cara
Hitler berpidato disampaikan dengan nada tanpa kompromi bahwa Versailles
adalah kejahatan dan kelompok yahudi ada dibelakangnya. Pidato tersebut
menarik simpati warga Bavaria. dan masuk menjadi partai NAZI.
Hitler dan NAZI pada Tahun 1923 memanfaatkan ketidakpuasan yang
disebabkaan oleh penduduk perancis Di RUHR, pasukan perancis datang untuk
menerapkan pembayaran ganti rugi, meraka berhasil menekan warga jerman
sehingga terjadi pelecehan, kelaparan, kemlaratan dan kemiskinan yang merata di

12
RURH. Pada Tahun 1923 di MUNICH terjadi krisis yang disebabkan oleh
penduduk RURH, Hitler dan NAZI bertindak berdiri diatas panggung
BURGERBRAU KELLER. Ia menyerukan agar revolusi nasional dimulai di
Bavaria dan menggulingkan pemerintah sayap kiri di BERLIN. Besoknya NAZI
dan partai sayap kanan lainnya berparade di MUNICH, untuk mengumpulkan
dukungan dari masyarakat dan militer. Hitler dan para pemimpin partai lainnya
diadili karena NAZI tidak hanya membunuh 4 polisi tetapi juga merampok Bank.
Di pengadilan Hitler menantang dan berani mengeluarkan pendapat untuk
membela dirinya, dengan kejadian itu Hitler mendapat simpati dari hakim. Dan
akhirnya dihukum 1 bulan penjara dan masa percobaan.
Pertengahan 1920 an ekonomi jerman pulih dengan berkurangnya inflasi
hingga hanya satu digit. Pemerintahan WEIMAR menyelesaikan masalah dengan
meminjam uang dari amerika.untuk membayar ganti rugi kepada perancis.dan
inggris dalam kredit jangka pendek. Dan akhirnya sekelompok rakyat jerman
ingin kembali ke kehidupan lama yang sederhana, dan masuk NAZI kecil. Partai
NAZI mempunyai pasukaan badai berbaju cokelat. Hitler beropsesi keunggulan
berpihak yang paling kuat, tetapi NAZI gagal dalam perjuangan besar, tapi hanya
4 tahun 18 bulan kemudian Hitler menjadi konselir jerman, karena NAZI
didukung oleh keadaan perekonomian. Dunia dilanda krisis ekonomi dan amerika
menagih piutang mereka, angka pengangguran di jerman naik hingga 5 juta,
rakyat dapat makan dengan menukar kupon Ransum. Lima bank utama hancur,
lebih dari 20000 perusahaan jerman gulung tikar. Dalam krisis itu suara untuk
NAZI meningkat. Hitrler berkampanye dengan cara baru dan oridinal kampanye
PILPRES 1932 bertema HITLER DIATAS JERMAN. Dalam suasana terpuruk
Hitler terlihat seperti pembawa keselamatan. NAZI semakin naik meraih 37%
suara, sekelompok pengusaha pada tanggal 13 agustus 1932 susara NAZI turun
menjadi 33%, padahal sebagian besar rakyat menginginkan Hitler menjadi
pemimpin. termasuk mantan direktur REICH BANK yang bernama HJALMAR
SCHACHT menulis surat kepada presiden HEIDEN BURG mendesak agar Hitler
diberi mandat konselir demi kebaikan jerman. Dan pada tanggal 30 Januari 1933
Presiden resmi memberi mandate konselir kepada ADOLF HITLER.
Pada perang dunia I Hitler bertugas di Perancis dan Belgia dalam Resimen
Cadangan Ke-16 Bavaria, mengakhiri perang sebagai Gefreiter (setara dengan
prajurit kepala dalam ketentaraan Inggris dan Amerika pada waktu itu). Ia terlibat
dalam sejumlah pertempuran besar di Front Barat, termasuk Pertempuran Ypres,
Pertempuran Somme dan Pertempuran Passchendaele. Pertempuran Ypres
(Oktober 1914), yang dikenal di Jerman sebagai Kindermord bei Ypern
(Pembantaian atas Orang Tak Bersalah), mengorbankan sekitar 40.000 orang
(antara sepertiga hingga setengah) dari sembilan infantri yang ada terbunuh dalam
dua puluh hari, dan kompi Hitler sendiri berkurang dari 250 menjadi 42 orang

13
pada Desember. Hitler dua kali memperoleh bintang jasa atas keberaniannya. Ia
menerima bintang jasa Iron Cross, Kelas Kedua pada 1914 dan bintang jasa Iron
Cross, Kelas Pertama pada 1918, sebuah kehormatan yang jarang diterima oleh
seorang Gefreiter. Namun karena staf resimen berpikir Hitler kurang memiliki
kecakapan memimpin, ia tidak pernah dipromosikan menjadi Unteroffizier (setara
kopral Inggris). Sejarahwan yang lain mengatakan ia tidak dipromosikan karena ia
tidak berkewarganegaraan Jerman. Pada 15 Oktober 1918, Hitler dikirim ke
rumah sakit lapangan, karena mengalami kebutaan sementara akibat serangan gas
mustard.

B. Gaya Kepemimpinan Hitler Selama Berkuasa Di Jerman


Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi sebuah kelompok
untuk mencapai suatu visi atau serangkaian tujuan tertentu.
 Beberapa pendekatan Teori Kepemimpinan:
 Teori sifat kepemimpinan: Teori-teori yang mempertimbangkan berbagai
sifat dan karakteristik pribadi yang membedakan para pemimpin dari
mereka yang bukan pemimpin.

 Teori perilaku kepemimpinan: Teori-teori yang mengemukakan bahwa


beberapa perilaku tertentu membedakan pemimpin dari mereka yang
bukan pemimpin.
 Dua dimensi teori kepemimpinan:
 Struktur awal : Merujuk pada tingkat sampai mana seorang pemimpin
akan menetapkan dan menyusun perannya dan peran pada bawahannya
dalam usaha mencapai tujuan.
 Tenggang rasa: Tingkat sampai mana seorang pemimpin akan memiliki
hubungan professional yang ditandai oleh saling kepercayaan , rasa
hormat terhadap ide-ide anak buah, dan rasa hormat terhadap perasaan-
perasaan mereka.
 Teori Situasional Kontingensi: Teori ini mencoba mengembangkan
kepemimpinan sesuai dengan situasi dan kebutuhan.
 Kepemimpinan kharismatik: Para pengikut memandang sebagai sikap
heroic atau kepemimpinan yang luar biasa saat mengatahui perilaku
tertentu.
 Karakteristi-karakteristik pemimpin yang kharismatik:
 Visi dan artikulasi : Memiliki visi yang dinyatakan dalam tujuan sebagaiu
tujuan ideal, yang menganggap bahwa masa depan lebih baik dari masa
sekarang, dan mampu mengklarifikasi pentingnya visi yang bisa dipahami
orang lain.

14
 Resiko pribadi : Bersedia mengambil resiko pribadi yang tinggi,
mengeluarkan biaya besar, dan berkorban untuk mencapai visi tersebut.
 Sensitif dengan kebutuhan bawahan: Menerima kemampuan orang lain
dan bertanggungjawab atas kebutuhan dan perasaan mereka.
 Perilaku yang tidak konvensional: Memiliki perilaku yang dianggap baru
dan berlawanan dengan kebiasaan.
 Kepemimpinan Autentik: Pemimpin yang mengenal betul diri mereka,
sangat memahami keyakinan dan nilai-nilai yang dianutnya, serta
bertindak berdasarkan nilai dan keyakinan tersebut secara terbuka dan
jujur. Para pengikutnya akan memandang mereka sebagai orang yang etis.
 Peran kepemimpinan kontemporer:
 Menyediakan kepemimpinan tim
 Mentoring: Seorang karyawan senior yang membantu dan
mendukung karyawan tang belum berpengalaman.
 Kepemimpinan mandiri: Seperangkat proses yang digunakan individu
untuk mengendalikan perilaku mereka sendiri
 Kepemimpinan online
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan
tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan
mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari
keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan,
dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang
bawahan, kolega, maupun atasan pimpinan itu sendiri.

C. Gaya Kepemimpinan Adolf Hitler


Mungkin tak ada tokoh dalam sejarah yang punya pengaruh begitu besar
terhadap generasinya ketimbang Adolf Hitler. Di samping puluhan juta orang
yang mati dalam peperangan yang dia biang keladinya, atau mereka yang mati di
kamp konsentrasi, masih berjuta juta orang terlunta-lunta tanpa tempat bernaung
atau yang hidupnya berantakan akibat perang.
Keberhasilan Adolf Hitler dapat terlihat dari perilakunya dalam
melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. Perilaku kepemimpinannya tampak
dari cara melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara
memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara
membimbing dan mengarahkan, ataupun dari cara menegakkan disiplin. Adolf
Hitler menjadi pemimpin yang berhasil pada masanya walaupun dia oleh dunia
luas dianggap manusia yang paling jahanam sepanjang sejarah.

15
Hitler, sebagai seorang pemimpin, memiliki kemampuan yang menakjubkan
dalam mempengaruhi orang lain melalui orasinya. Keahlian berorasi itulah yang
membuatnya cepat menggandeng banyak pengikut.Melalui orasinya, Hitler
berhasil memasukkan ide-idenya mengenai anti Semit, anti Yahudi, anti Komunis,
semangat Lebensraum, dan eugenetika kepada rakyat yang kebanyakan kecewa
pada kekalahan Jerman di Perang Dunia I.

Orasi Hitler mempengaruhi pikiran pendengar dan memainkan emosinya.


Hal tersebut membuat partai jadi sangat bergantung padanya. Sejak Hitler masuk,
keanggotaan partai Buruh awalnya hanya puluhan orang ini, berkembang pesat
menjadi ratusan bahkan ribuan orang. Untuk memperbanyak pendukungnya,
Hitler sering mengadakan pawai yang diakhiri dengan pidatonya yang penuh
nafsu.
Selain ahli orasi, Hitler juga merupakan ahli strategi. Memanfaatkan
kemarahan rakyat terhadap pemerintah karena hiperinflasi dan pendudukan
Prancis atas Ruhr, Hitler menggerakkan pemberontakan. Meskipun
pemberontakan ini gagal karena media. Hitler juga merekrut orang-orang yang
berkompeten dan memiliki pengaruh luas, semacam Ernst Rohm, Hermann
Goering, dan Joseph Goebbels. Orang orang tersebut kemudian dijadikan petinggi
petinggi partai.

16
Hitler memimpin NSDAP secara otokratik dengan menerapkan
Führerprinzip ("prinsip pemimpin"). Prinsip ini bergantung pada kepatuhan
absolut semua bawahannya kepada pimpinan mereka; sehingga ia melihat struktur
pemerintahan sebagai sebuah piramida, dengan dirinya—pemimpin mutlak—di
puncak. Pangkat dalam partai tidak ditentukan oleh pemilihan umum—jabatan
diisi melalui penunjukkan oleh pangkat yang lebih tinggi, yang menuntut
kepatuhan tanpa pernyataan terhadap keinginan sang pemimpin. Gaya
kepemimpinan Hitler adalah memberikan perintah berlawanan terhadap
bawahannya dan menempatkan mereka pada jabatan-jabatan tempat tugas dan
tanggung jawab mereka saling bertindihan agar "orang yang lebih kuat
menjalankan pekerjaannya". Dengan cara ini, Hitler mendorong saling tidak
percaya, persaingan, dan perkelahian di antara bawahannya demi mengonsolidasi
dan memaksimalkan kekuasaannya. Kabinetnya tidak pernah rapat setelah tahun
1938, dan ia meminta para menterinya tidak bertemu secara pribadi. Hitler
biasanya tidak memberi perintah tertulis; ia memberitahunya secara verbal atau
disampaikan melalui rekan dekatnya, Martin Bormann.Ia memercayakan semua
dokumennya, penunjukannya, dan kekayaan pribadinya ke Bormann dan
Bormann memanfaatkan jabatannya untuk mengendalikan arus informasi dan
akses ke Hitler.
Hitler secara pribadi membuat semua keputusan militer besar. Sejarawan
yang menilai kinerjanya setuju bahwa setelah awal yang kuat, ia semakin tidak
fleksibel setelah 1941 sehingga ia menyia-nyiakan kekuaran militer yang dimiliki
Jerman. Sejarawan Antony Beevor berpendapat bahwa saat perang pecah, "Hitler
adalah pemimpin yang terinspirasi, karena kejeniusannya terletak pada menilai
kelemahan orang lain dan memanfaatkan kelemahan tersebut." Akan tetapi, sejak
1941 sampai seterusnya, "ia menjadi sangat sklerotik. Ia tidak mengizinkan
kemunduran atau fleksibilitas dalam bentuk apapun di antara komandan
lapangannya, dan hal tersebut sangat menghancurkan.

D. Pendekatan Perilaku Dalam Kepemimpinan Adolf Hitler


 Kebijakan Diskriminatif Dalam Era Hitler
Teori Darwin telah memasuki benak Hitler, bahkan meresap sampai ke
tulang sumsum. Hal ini amat terasa dalam bukunya Mein Kampf
(Perjuanganku). Ia menyamakan ras non-Eropa sebagai kera.
Dari dalam dirinya tumbuh ‘kekuatan’ yang mendapat inspirasi dari
teori Darwin bahwa untuk mempertahankan hidup manusia harus bertarung.
Ia menerjemahkan impiannya dengan menyerang Austria, Cekoslowakia,
Perancis, Rusia, dll. Malah terbersit nafsu menguasai seluruh dunia. Ia
mengadopsi konsep egenika yang menjadi dasar pijakan pandangan
evolusionis Nazi. Egenika berarti ‘perbaikan’ ras manusia dengan membuang

17
orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat.
Sehingga menurut teori itu, ras manusia bisa diperbaiki dengan meniru cara
bagaimana hewan berkualitas baik dihasilkan melalui perkawinan hewan yang
sehat. Sedangkan hewan cacat dan berpenyakit dimusnahkan.
Tak lama setelah berkuasa, Hitler menerapkan teori itu dengan tangan
besi. Orang-orang lemah mental, cacat, dan berpenyakit keturunan
dikumpulkan dalam ‘pusat sterilisasi’ khusus. Karena dianggap parasit yang
mengancam kemurnian rakyat Jerman dan menghambat kemajuan evolusi,
maka atas perintah rahasianya, dalam waktu singkat mereka semua dibabat
habis.
Masih dalam eforia teori evolusi dan egenika, Nazi menghimbau muda-
mudi berambut pirang bermata biru yang diyakini mewakili ras murni Jerman
supaya berhubungan seks tanpa harus menikah. Pada 1935, Hitler
memerintahkan didirikannya ladang-ladang khusus reproduksi manusia. Di
dalamnya tinggal para wanita muda yang memiliki ras Arya. Para perwira SS
(Schutzstaffel) sering mampir ke sana buat mesum dengan dalih egenika. Para
bayi yang lahir kemudian disiapkan menjadi prajurit masa depan ‘Imperium
Jerman’.
Menurut Charles Darwin, karena ukuran tengkorak manusia membesar
saat menaiki tangga evolusi, maka di seluruh Jerman dilakukan pengukuran
buat membuktikan tengkorak bangsa Jerman lebih besar dari ras lain. Mereka
yang tak sebesar ukuran resmi, begitupun yang gigi, mata, dan rambut di luar
kriteria evolusionis langsung dihabisi dan mayatnya dibuang ke sungai rheine
atau dikubur secara masal dengan mayat lainnya.

18
 Kebijakan Hitler dalam Mengelola Bawahanya
Hitler mengangkat Jerman dari kegagalan ekonomi. Pertumbuhan industri
Jerman sangat cepat dan memangkas jumlah pengangguran secara signifikan.
Pekerjaan sipil seperti pembangunan transportasi dan infrastruktur , puluhan
bendungan , industri otomotif Volkswagen untuk menyediakan kendaraan murah
bagi rakyat Jerman. Menurunnya angka pengangguran ini menjadi wajar , karena
disaat bersamaan Hitler juga melakukan pembangunan militer besar-besaran dan
merobek Perjanjian Versailles yang mengebiri militer Jerman.
Secara keseluruhan Hitler berhasil mengangkat kepercayaan diri bangsa
Jerman yang terpuruk karena kalah Perang Dunia I. Oleh karena itu , rakyat
Jerman masih mendukung Hitler , walau Hitler mulai melakukan praktek
kekerasan terhadap lawan politiknya dan juga permulaan didirikannya kamp
konsentrasi.
Hitler menawarkan sebuah jam tangan emas bagi para bawahannya yang
bisa menghentikan kebiasaan merokok mereka. Ketika Hitler bunuh diri, sebagian
besar perwira militer di bunkernya langsung menyalakan rokok dan menghisap
rokok untuk meredakan ketegangan karena saat itu Berlin sudah dikepung tentara
merah Sovyet.

Walaupun orang menganggapnya Diktator yg bisa berbuat apa saja, tetapi


Hitler hanya memiliki uang sejumlah 180,000 Reichmark saja di dalam
tabungannya. Itu semua didapatkannya dari penjualan buku dan gajinya sebagai
Reichchancelor selama 12 thn. Dia tidak pernah mengambil sepeser pun uang
negara dan menkontribusikan apapun yang dia punya unutk 3rd Reichnya
Sebenarnya pengelolaan hitler sangat baik dalam memegang tampu
kekuasaan jerman dengan bukti ia mampu mengentaskan jerman dari kebobrokan,
dalam hal ini tidak akan terjadi jika ia salah memilih bawahannya dan ia selalu
menjaga hubungan terhadap anak buahnya dengan baik, ada sebuah contoh hitler
pernah berkunjung ke rumah jendral bawahanya hanya untuk menonton video
koleksinya. Dampak dari hubungan antara hitler dengan bawahannya tersebut
membuat ia semakin kharismatik dan loyalitas bawahan terhadap fuhrernya
semakin tinggi, dapat dilihat dari saat akhir kehancuran je4rman saat hitler
melakukan bunuh diri di tempat persembunyianya dan berita itu tersebar hingga
pasukanya mengetahuinya banyak yang ikut melakukan bunuh diri dan saat itu
banyak terjadi bunuh diri missal.dalam segi ekonomi yang membuat negaranya
hancur adalah sifat megalomania yang ingin menguasai seluruh daratan eropa
karena perlawanan dari Negara Negara yang melawannya.andai sifat itu tidak ada
mungkin jerman yang dulu hingga kini bias menjadi Negara super power dengan
kekuatan ekonomi dan militernya.

19