Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Program Kesehatan Ibu dan Anak yang telah dilaksanakan selama ini, bertujuan untuk
meningkatkan status derajat kesehatan ibu dan anak serta menurunkan AKI dan AKB, (Dpkes
RI, 2003), untuk itu diperlukan upaya pengelolaan program kesehatan ibu dan anak yang
bertujuan untuk memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan kesehatan
ibu dan anak secara efektif dan efisien. (Depkes RI, 2003)
Target angka kematian ibu pada tahun 2010 yag ditetapkan berdasarkan
indikator Indonesia sekarang adalah sebesar 150/100.000 Kelahiran Hidup (Depkes RI, 2003).
Tentunya dengan penetapan target tersebut harus diiringi dengan peningkatan pelayanan
kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan dan pelayanan bayi baru lahir.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui departement kesehatan di
antaranya menjabarkan kebijakan dan startegi operasional melalui upaya akselerasi penurunan
AKI dan berbagai upaya safe motherhood lainnya. Upaya ini telah berhasil menurunkan AKI
dan 450 Per 100.000 Kelahiran hiduo, di tahun 1985 menjadi 334 per 100.000 kelahiran hidup
di tahun 19997dan menjadi 307 di tahun 2002. Akan tetapi target nasional menurunkan AKI
125 Per 100.000 Kelahiran dan AKB 15 per 1000 Kelahiran hidup pada tahun 2010 masih jauh
untuk di capai.
Salah satu upaya strategis dalam rangka percepatan penurunan jumlah kematian ibu dan
bayi adalah : Pemantapan manajemen Kesehatan Ibu dan Anak, pengembangan teknis
pelayanan, serta peningkatan KIE yang baik. Dalam upaya pemantapan manajemen perlu
dilakukan evaluasi pelayanan program sebagai bahan untuk mawas diri dan perbaikan
pelaksanaan program di masa mendatang. Manajemen program dapat berjalan dengan optimal
jika ditunjang oleh data pendukung yang memadai dan sistem evaluasi yang baik dari data rutin
yang dilaporkan oleh bidan desa. Oleh karenanya disusunlah profil program KIA ini sebagai
sarana informasi dan kajian pelayanan KIA selama tahun 2017.

1.2 Landasan hukum


Laporan evaluasi program kesehatan ibu dan anak desa gelok mulya ini, di susun berdasarkan
pada :
1. Landasan Idiil : Pancasila
2. Landasan Konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945
3. Landasan Operasional

1
a) UU No 23 Tahun 1992
b) Kep Menkes : No 128/Menkes/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar puskesmas,
peningkatan upaya kesehatan, gizi merupakan satu dari enam upaya kesehatan wajib.
c) UU No 23 Th 2002 Tentang perlindungan anak
d) UU No 22 Th 1999 & UU no 32 Th 2004
e) MDGs, 2015
f) Komitmen Secara Nasional Dimana Telah Di tetapkan Visi Pembangnan Kesehatan
“ Indonesia Sehat 2015”
g) Komitmet kabupaten majalengka “ Majalengka Sehat 2009”

1.3 Tujuan
Tujuan penyusunan laporan evaluasi program kesehatan ibu dan anak desa gelok mulya
tahun 2016
1. Tujuan umum
Adanya evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dari program kesehatan ibu dan anak
tahun 2017.
2. Tujuan khusus
a. Diketahuinya hasil pencapaian indikator atau pencapaian target dari pelayanan
maternal dan neonatal tahun 2017 didesa gelok mulya.
b. Di ketahui analisis masalah dan kendala dai plaksanaan program KIA doi desa
gelok mulya.
c. Adanya perencanaan untuk mencari solusi pemecahan masalah sebagai dasar
pelaksanaan intervensi program KIA di Tahun Berikutnya di desa Gelok Mulya.
1.4 Ruang lingkup
Laporan evaluasi program kesehatan ibu dan anak di desa gelok mulya tahun 2017 ini
mengacu pada hasil kegiatan program kesehatan ibu dan anak yang dilaksanakan di poskesdes
dan posyandu titik laporan evaluasi program kesehatan ibu dan anak di Desa Gelok Mulya
tahun 2017 ini. diuraikan dengan menitikberatkan kajian pada besaran dan kecenderungan
masalah kesehatan ibu dan anak selama satu tahun terakhir. pendekatan yang digunakan
berdasarkan pendekatan sistem dengan menempatkan kesehatan ibu dan anak sebagai outcome
bagi program penanggulangan masalah ibu dan anak

2
BAB II
ANALISA SITUASI

2.1 Visi, Misi Dan Moto


Visi Puskesmas Sumberjaya
Terwujudnya masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat, menuju Kecamatan
Sumberjaya maju, aman, kondusif, mandiri, unggul, dan religius ( MAKMUR )
MISI
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan yang menjangkau dan merata
kepada seluruh masyarakat
2. Mengembangkan tenaga kesehatan professional
3. Mengembangkan manajemen kesehatan untuk meningkatkan pelayanan prima kepada
masyarakat
4. Meningkatkan sinergitas upaya pembangunan kesehatan diantara program dan sector
terkait
5. Mendorongkemandirian individu, keluarga dan masyarakat untuk mampu hidup sehat.
MOTTO PUSKESMAS DAN MOTTO PELAYANAN
C : Cepat
Artinya petugas dalam melaksanakan pelayanan harus cepat tetap efektif dan efisien.
E : Empati
Artinys bahwa dalam melayani masyarakat petugas harus mempunyai rasa empati.
K : Komunikatif
Artinya bahwa komunikasi antar petugas, pasien dan masyarakat merupakan
jembatan kepuasan masyarakat.
A : Akurat
Artinya petugas dalam melaksanakan pelayanan harus tepat dan teliti
T : Tertib
Artinya bahwa ketertiban dalam segala hal baik dalam hal administrasi
maupun pelayanan lainnya sesuai dengan prosedur
A : Aman
Artinya bahwa dalam melaksanakan pekerjaan, keamanan bagi petugas, pasien dan
Masyarakat menjadi bagian penting.
N : Normatif
Artinya bahwa norma kemasyarakatan diujung tinggi dalam pelaksanaan tugas.

3
2.2 Sasaran
Secara geografis desa gelok mulya memiliki luas wilayah 71,8 Ha, merupakan wilayah
dataran rendah dengan ketinggian 0,00 Ha diatas permukaan laut wilayah peruntukannya
sebagian besar merupakan lahan pertanian yaitu 45,00 Ha kemudian untuk ladang 0,00 ha,
Kebun 0,00 ha, permukiman 2,07 ha, Bangunan 0,03 ha dan jalan 3,00 Ha.

Wilayah administratif
Desa gelok mulya merupakan bagian dari wilayah administrasi Kecamatan Sumberjaya
Kabupaten Majalengka, terdiri dari 2 RW DAN 8 RT dengan total jumlah jiwa 1900 batas
wilayah Desa Gelok Mulya yaitu :
 Sebelah Utara : Perbatasan dengan Desa Rancaputat
 Sebelah Selatan : Perbatasan dengan Desa Leuwimunding
 Sebelah Barat : Perbatasan dengan Desa Bandajaran
 Sebelah Timur : Perbatasan dengan Desa paningkiran
Adapun Jarak Dari Desa Gelok Mulya ke Kecamatan Sumber jaya Kurang Lebih 5 KM,
Ke Kabupaten Majalengka Kurang Lebih 35 KM dan Ibukota Provinsi Kurang Lebih 105 KM.
Data kependudukan desa gelok mulya dapat dilihat pada tabel-tabel sebagai berikut :

Tabel 2.2.1
Jumlah Rumah
No Nama Blok Jumlah Rumah Ket
1 Neblo 122
2 Gelok 239
3 Dukuh sayi 100
Jumlah 394

Tabel 2.2.2
Jumlah penduduk menurut kelompok umur
No Kelompok umur Jumlah penduduk Ket
1 Balita(0-5Th) 162
2 Dewasa(6-54Th) 1349
3 Lansia(>55Th) 389
Jumlah 1900

4
Tabel 2.2.3
Jumlah penduduk menurut mata pencaharian keluarga

No Mata Pencaharian Jumlah penduduk Ket


1 Buruh Tani/Tukang/Pedagang 623
2 Peg Swasta/BUMN/pamong Desa 125
3 PNS/TNI/Polri 5
4 Tidak Bekerja/Pensiunan 532
Jumlah 1285

Tabel 2.2.4
Jumlah penduduk menurut mata pencaharian keluarga
No Pendidikan Jumlah penduduk Ket
1 SD 637
2 SMP 271
3 SMA 113
4 PT 21
Jumlah 1042

Tabel 2.2.5
Sarana pendidikan
No Pendidikan Jumlah penduduk Ket
1 Paud 1
2 TK/RA 1
3 SD 1
Jumlah 3

5
Tabel 2.2.6
Sarana Kesehatan
No Pendidikan Jumlah penduduk Ket
1 Posyandu 3
2 Posbindu 1
3 Poskesdes 1
Jumlah 5

Tabel 2.2.7
Jumlah PUS PESERTA KB
Jumlah PUS
Jumlah Pus No Menurut Alkon Jumlah ket
Ber-KB
1 Suntik 376
2 Pil 152
3 IUD 1
4 Implant 1
496 366
5 Kondom 32
6 MOP 0
7 MOW 8
Jumlah 570

2.3 Target program


Cakupannya adalah :
 K1 100 %
 K4 90%
 Linakes 90%
 KFI 90%
 Kf3 90%
 KN lengkap 90%

6
2.4 Sumber daya
Sumber daya manusia kesehatan adalah tenaga kesehatan seperti dokter bidan dan
perawat sumber daya manusia yaitu pelajar harus mempunyai pendidikan dan ketrampilan
yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam hal ini khususnya profesi
bidan harus bisa melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan peran dan fungsinya yaitu
peran sebagai pelaksana pengelola pendidik dan peneliti.
Tenaga Bidan sebagian dari pelayanan puskesmas sangat berperan penting dalam
program kesehatan ibu dan anak (KIA). Guna memberikan konstribusi yang optimal pada
sasaran maka setiap tidak harus memahami tugas pokok dan fungsinya baik sebagai Bidan
koordinator Bidan Desa maupun Bidan klinik kimia di puskesmas.
Di desa gelok mulya terdapat beberapa tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas
sumber jaya ataupun di daerah lain yaitu 2 Bidan, 2 Perawat, 1 Analis/Farmasi.

UKBM
Salah satu sasaran ukbm yang terdapat di daerah desa posyandu pos pelayanan terpadu
posyandu adalah kegiatan dasar yang diselenggarakan dari dan untuk masyarakat yang dibantu
oleh petugas kesehatan dan kader dengan penanggung jawab adalah kepala desa di desa gelok
mulya ada tiga posyandu yaitu.
1. Posyandu neblo yang bertempat di blok neblo
2. Posyandu blok gelok yang bertempat di gelok
3. Posyandu dukuh sayi yang bertempat di blok dukuh sayi

2.5 SASARAN OPERSIONAL


1. Cakupan pelayanan antenatal (ANC)
Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan
untuk ibu selama masa kehamilan, yang dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan TB,
ukur tekanan darah, ukuran TFU, tentukan presentasi janin dan DJJ, skrining status TT, berikan
tablet Fe, tes Lab, tatalaksana kasus, dan temu wicara. Indikator ibu hamil (ANC) yaitu :
 K1, adalah pemeriksaan ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan sesuai
standar oleh tenaga kesehatan dengan target 100%
 K4, adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan yang dianjurkan
adalah 1 kali pada trimester 1, dan 2 kali pada trimester II

7
Indikator lainnya yaitu cakupan Fe1 dan TT1, yang menggambarkan pelayanan ANC yang
berkualitas jika diantara K1, Fe1 Dan TT1 terdapat kesesuaian, dan sebaliknya jika tidak sesuai
berarti pelayanan ANC tersebut belum berkualitas.
2. Cakupan pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan (Pn)
adalah pecakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi
kebidanan, di satu wilayah pada waktu tertentu. Dengan indikator ini dapat diperkirakan
proporsi persalinan yang ditangani oleh nakes, tentunya yang sesuai standar.
3. Cakupan pelayanan KN1 Dan KN2 (lengkap)
adalah cakupan pelayanan kesehatan pada neonatal ( 0 - 28 hari setelah lahir), yang
diberikan oleh nakes yang kompeten, baik di fasilitas kesehatan ataupun melalui kunjungan
rumah. Dengan KNI adalah kontak 0 - 7 hari, dan KN2 adalah kontak 8 - 28 hari.
4. Cakupan deteksi ibu hamil resiko tinggi
adalah cakupan deteksi dini pada ibu hamil yang beresiko tinggi pada kehamilan/
persalinan nanti. Dengan mendapatkan penanganan secara dini sesuai standar oleh nakes yang
kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan.

5. Cakupan pelayanan ibu nifas


adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh nakes pada ibu nifas
mulai dari 6 jam 42 hari pasca persalinan. Kunjungan nifas tersebut adalah deteksi dini
komplikasi pada ibu nifas, dengan ketentuan waktu yaitu:
 Kunjungan nifas pertama, 6 jam 03.00 hari pasca persalinan
 Kunjungan nifas kedua, 2 minggu pasca persalinan (8-14 hari)
 Kunjungan nifas ketiga, 6 minggu pasca persalinan (36-42 Hari)

6. Cakupan penanganan komplikasi obstetri


adalah pelayanan yang diberikan oleh nakes kepada ibu hamil/ bersalin dengan
komplikasi kebidanan untuk mendapatkan penanganan segera pada kasus komplikasi
kebidanan nya sesuai standar pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan diperkirakan sekitar 15
sampai 20% ibu hamil akan mengalami komplikasi.

7. Cakupan penanganan komplikasi neonatus


adalah cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani sesuai standar oleh nakes
kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan.

8
8. Cakupan pelayanan kesehatan bayi
adalah pelayanan kesehatan oleh nakes kompetens sesuai standar pada bayi. minimal
4 kali selama 29 hari- 11 bulan setelah lahir.
Pelaksanaan pelayanan kesehatan bayi
 Kunjungan bayi 1 kali pada umur 29- 2 bulan
 Kunjungan bayi 1 kali pada umur 3-5 bulan
 Kunjungan bayi 1 kali pada umur 6-8 bulan
 Kunjungan bayi 1 kali pada umur 09- 11 bulan
Pelayanan kesehatan pada bayi meliputi :
 Pemberian imunisasi dasar ( BCG, polio, penta valent, hepatitis, campak)
 Simulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang bayi (SDIDTK)
 Vitamin A
 Konseling ASI eksklusif
 Perawatan bayi di rumah dengan buku KIA
 Penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan

9. Cakupan pelayanan kesehatan pada balita


Meliputi pelayanan pada anak balita sakit sehat, yang sesuai dengan standar, yaitu:
 Pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali/tahun, yang tercatat dalam buku
KIA/KMS ( BB, TB ) bila bb balita tidak naik dalam dua bulan berturut-turut, balita
BGM, harus dirujuk ke sarana pelayanan kesehatan.
 SDIDTK, minimal 2 kali dalam setahun. Meliputi : perkembangan motorik kasar,
motorik halus, bahasa, sosialisasi, dan kemandirian minimal 2 Kali/tahun ( setiap 6
Bulan Sekali) SDIDTK dapat dilakukan di dalam/ di luar gedung.
 Pemberian vitamin A dosis tinggi, ( 200.00 IU ), 2 Kali Dalam setahun.
 Kepemilikan dan pemanfaatan buku KAI oleh setiap anak balita.
 Pelayanan anak balita sakit sesuai standar dengan menggunakan pendekatan MTBS.

10. Cakupan pelayanan KB


 Cakupan KB baru
Yaitu PUS yang baru pertama kali menggunakan metode kontrasepsi termasuk
mereka yang pasca keguguran, persalinan, atau pasca istirahat minimal tiga bulan.
 Cakupan peserta KB aktif

9
Yaitu kb baru dan lama yang masih memakai alkon terus menerus sampai saat ini.
Perhitungan seorang akseptor sebagai peserta aktif hanya satu kali dalam satu tahun kalender.
 Cakupan persentasi komplikasi
Yaitu peserta KB baru atau lama yang mengalami gangguan kesehatan mengarah pada
keadaan patologis sebagai akibat proses tindakan/ pemberian/ pemesanan alkon yang
digunakan seperti : kendaraan, infeksi, abses flour albus, BB, ekspulsi.
 Cakupan presentasi kegagalan kontrasepsi
Yaitu kasus terjadinya kehamilan pada akseptor KB aktif yang pada saat tersebut
menggunakan metode kontrasepsi.
 Cakupan PUS miskin ber KB
Yaitu PUS ber-KB yang memenuhi kriteria sebagai keluarga miskin ( Gakin ) menurut BPS
 cakuypan PUS Dengan ‘4T’ Ber KB
Yaitu PUS dengan istrinya memiliki salah satu 4T (4 Terlalu) : usia PUS <20 Tahun, Usia
>35 Tahun , sudah memiliki anak hidup >3 Orang, jarak kelahiran antara anak <2 tahun
 Cakupan persentasi dropout ( DO )
Yaitu peserta yang tidak melanjutkan penggunaan kontrasepsi dalam 1 tahun kalender
dibandingkan jumlah peserta aktif di wilayah kerja tertentu
 Cakupan PUS dengan penyakit kronis Ber KB
Yaitu PUS yang istrinya menderita salah satu penyakit kronis ( kucing manis, jantung,
asma berat, malaria, TBC, anemia,KEK, AIDS, hepatitis B).
 Cakupan ibu pasca persalinan ber KB
Yaitu ibu yang memulai menggunakan alkon langsung setelah melahirkan sampai dengan
42 hari setelah melahirkan

2.6 KEBIJAKAN TEKNIS DAN STATEGI OPERASIONAL


Pemantauan catokan indikator dilakukan dengan PWS ( pemantauan wilayah setempat)
hasil PWS. Cakupan pelayanan K1, K4, KF3, linakes, deteksi resiko nakes, komplikasi
obstetri, KNI, KN lengkap, komplikasi neonatus diperoleh dari hasil pendataan, kunjungan
rumah, data dari kader, BPS. Sedangkan hasil PWS kunjungan dibagi, kunjungan balita
diperoleh dari penimbangan posyandu ataupun kunjungan rumah penempatan hasil PWS
dilihat dari jumlah penduduk per blok

10
BAB III
CAPAIAN INDIKATOR PROGRAM

3.1.PEMANTAUAN PERTUMBUHAN
3.1.1 KESEHATAN IBU
A. Cakupan Pelayanan Antenatal (Cakupan K1 dan K4)

No. Blok Hasil Hasil


Sasaran Abs % Saran Abs %
1 Neblo 1 9 112.5 8 9 90
2 Gelok 17 13 76,47 17 12 70,58
3 Dukuh Sayi 10 8 80 10 9 90
Jumlah (Desa) 35 31 85,71 35 30 85,71

Dari tabel diatas dapat dilihat pencapaian K1 desa gelok mulya adalah sebesar
88,57%, kurang dari target pencapaian 100%. Untuk pencapaian k4 yaitu sebesar 80%, dan
ini juga kurang dari target pencapaian 95%. Hal ini karena target sasaran terlalu besar dan
pencatatan dan pelaporan mungkin masih kurang.

B. Cakupan Persalinan Nakes dan Non Nakes


Persalinan Nakes Non Nakes
No. Blok Hasil Hasil
Sasaran Abs % Saran Abs %
1 Neblo 8 9 87,5 8 0 0
2 Gelok 16 12 87,5 16 0 0
3 Dukuh Sayi 9 9 66,66 9 0 0
Jumlah (Desa) 33 30 85,71 33 0 0

Hasil pencapaian persalinan desa gelok mulya oleh tenaga kesehatan tahun 2017
mencapai 85,71%. Hal ini berarti pelayanan terhadap ibu bersalin oleh nakes tidak tercapai
targetnya yaitu 90%. Hal ini karena terjatuh saran terlalu besar dan pencatatan dan pelaporan
mungkin masih kurang. Yang bersalin oleh non nakes yaitu itu sebesar 0%.

11
C. Cakupan Pelayanan Nifas (KF)
Pelayanan Bufas
No. Blok KF1 KF3
Sasaran Abs % Saran Abs %
1 Neblo 8 9 87,5 8 8 87,5
2 Gelok 16 12 87,5 16 12 81,25
3 Dukuh Sayi 9 9 66,66 9 8 66,66
Jumlah (Desa) 33 30 81,8 33 28 78,8
Dari data diatas dapat dilihat pencapaian pelayanan nifas di desa gelok mulya
yaitu KF1 sebesar 81,8% dan pencapaian KF3 sebesar 78,78%. Ini berarti tidak mencapai
targetnya yaitu 90%. Hal ini karena target sasaran terlalu besar dan pencatatan dan pelaporan
mungkin masih kurang.

D. Deteksi Faktor dan Komplikasi oleh Nakes Masyarakat


Deteksi Nakes Deteksi Masyarakat
No. Blok Sasaran Hasil Saran Hasil
Abs % Abs %
1 Neblo 2 1 50,00 2 1 50,00
2 Gelok 3 2 100,00 3 1 100,00
3 Dukuh Sayi 2 1 50,00 2 1 50,00
Jumlah (Desa) 7 4 71,42 7 3 71,42

Faktor resiko dan komplikasi ibu hamil yang dideteksi oleh nakes cakupannya
adalah 71,42%. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan deteksi faktor resiko oleh nakes sudah
mencapai targetnya yaitu 20% dari jumlah sasaran ibu hamil. Hal ini berkat partisipasi semua
pihak diantaranya kader posyandu dana nakes yang proaktif dalam pelacakan sasaran.

E. Cakupan Penanganan Komplikasi Obstetri


Penanganan Komplikasi Obstetri
No Blok Sasaran Hasil
Absolut %
1 Nego 2 2 50,00

12
2 Gelok 3 3 33,33
3 Dukuh Sayi 2 2 50,00
Jumlah (Desa) 7 7 42,85

Komplikasi obstetri pencapaiannya adalah 42,85% dengan penanganan rujukan


segera, sehingga komplikasi obstetri dapat ditangani dengan selamat.

3.1.2 Kesehatan Anak


A. Cakupan Pelayanan KN1 dan KN Lengkap
KN1 KN Lengkap
No. Blok Sasaran Hasil Saran Hasil
Abs % Abs %
1 Neblo 8 9 87,5 8 9 87,5
2 Gelok 16 12 87,5 16 12 87,5
3 Dukuh Sayi 9 9 66,66 9 9 66,66
Jumlah (Desa) 31 30 81,8 31 30 81,8

Pencapaian kunjungan neonatus (KN1) mencapai 81,8% dan kn lengkap


mencapai 81,8%. Artinya keduanya tidak mencapai target yaitu 90% dengan semua neonatus
telah dilakukan pelayanan oleh bidan sesuai standar

B. Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi (29 hari - 12 bulan)


Pelayanan Kesehatan Bayi (29 hari - 12 bulan)
No Blok Hasil
Sasaran Absolut %
1 Nego 7 9 50,00
2 Gelok 15 12 33,33
3 Dukuh Sayi 9 9 50,00
Jumlah (Desa) 31 30 42,85

13
Cukupnya pelayanan kesehatan bayi 29 har - 12 bulan hasil pencapaianya yaitu
sebesar 70,96%. Artinya targetnya belum tercapai, hal ini dikarenakan di desa gelok mulya
anak usia 29 hari sampai 12 bulan mereka kurang semangat untuk mengikuti posyandu
penimbangan.

C. Cakupan Pelayanan Anak Balita (12 bulan - 59 bulan)


Pelayanan Kesehatan Bayi (12 hari - 59 bulan)
No Blok Hasil
Sasaran Absolut %
1 Nego 34 30 94,11
2 Gelok 61 74 104,9
3 Dukuh Sayi 30 34 86,66
Jumlah (Desa) 125 138 97,6

Data di atas menunjukkan hasil cakupan pelayanan balita 12 bulan - 59 bulan


mencapai 97,6%. Hal ini dikarenakan ibu ibu balita yang sudah mengerti pentingnya
mengikuti posyandu.

D. Cakupan Pelayanan Neo Komplikasi


Pelayanan Kesehatan Bayi (12 hari - 59 bulan)
No Blok Hasil
Sasaran Absolut %
1 Nego 2 2 00,00
2 Gelok 3 3 00,00
3 Dukuh Sayi 2 2 00,00
Jumlah (Desa) 7 7 00,00
Data di atas menunjukkan hasil cakupan pelayanan balita 12 bulan - 59 bulan
mencapai 0,00%. Hal ini dikarenakan bayi baru lahir tidak mengalami komplikasi.

14
3.1.3 Pelayanan KB
A. Cakupan Peserta KB Baru dan Aktif
No Bulan Jumlah PUS Peserta KB Baru Peserta KB Aktif
Jumlah % Jumlah %
1 Januari 496 7 1,20 373 59,07
2 Februaari 496 36 1,14 408 60,28
3 Maret 496 27 1,20 435 61,69
4 April 496 14 1,41 449 62,90
5 Mei 496 20 1,41 469 64,31
6 Juni 496 11 0,80 480 65,12
7 Juli 496 21 0,80 501 65,92
8 Agustus 496 21 1,00 521 66,93
9 September 496 17 2,01 538 68,95
10 Oktober 496 11 1,20 549 70,6
11 November 496 8 1,61 557 71,77
12 Desember 496 13 2,01 570 73,79
Jumlah 496 205 41,33 366 73,79

Data diatas menunjukkan pencapaian akseptor KB baru mencapai 16,12%


pencapaian akseptor KB aktif mencapai 73,79%. Rendahnya pencapaian akseptor KB baru
dimungkinkan karena tidak ditemukan semua akseptor KB baru.

3.2. KEMATIAN
3.2.2 Kematian Ibu
No Blok Bumil Bulin Bufas Penyebab
1 Neblo 0 0 0 0
2 Gelok 0 0 0 0
3 Dukuh Sayi 0 0 0 0
Jumlah 0 0 0 0

15
3.2.3 Kematian Bayi
No Blok Bumil Bulin Bufas Penyebab
1 Neblo 0 0 0 0
2 Gelok 0 0 0 0
3 Dukuh Sayi 0 0 0 0
Jumlah 0 0 0 0

16