Anda di halaman 1dari 3

GAGAL GINJAL AKUT DAN MANIFESTASI KLINIS ATIPIKAL PADA ANAK

DENGAN GLOMERULONEPHRITIS PASCA STREPTOCOCCUS

Rose M. Ayoob and Andrew L. Schwaderer

Division of Nephrology, Department of Pediatrics, Nationwide Children’s Hospital, Columbus, OH, USA

Abstrak

Glomerulonefritis akut yang paling umum ditemukan pada anak-anak adalah glomerulonefritis
poststreptococcal (PSGN) yang biasa terjadi pada anak usia 3 dan 12 tahun. Hipertensi dan
hematuria berat merupakan gejala yang umum ditemukan. Sebagian besar pasien PSGN tidak
mengalami komplikasi, namun pada beberapa kasus terdapat glomerulonefritis yang berprogresif
cepat dan ditemukan juga komplikasi berupa hipertensi ensefalopati. Pada penelitian ini
dilaporkan 17 pasien deengan PSGN yang diobservasi selama 1 tahun termasuk 4 dengan PSGN
atipikal, pada sebuah departemen kesehatan anak. Tujuh belas anak-anak (11 laki-laki), dengan
usia rata-rata 8 tahun, dianalisis. Sembilan puluh empat persen memiliki peningkatan kadar BUN
serum dan penurunan GFR. Empat pasien yang dirawat memiliki presentasi kompleks yang
mencakup AKI bersamaan dengan ANA atau ANCA positif. Tiga pasien memerlukan terapi
tranplantasi ginjal dan dua diantaranya mengalami trombositopenia. PSGN biasanya tidak terjadi
sebagai nefritis yang berat. Penelitian ini dilakukan selama 12 bulan, 17 kasus menunjukkan
berhubungan dengan albumin serum rendah pada 53%, gagal ginjal akut 94%, dan
trombositopenia sebanyak 18% pada anak-anak yang diobservasi. Manifestasi PSGN mungkin
dan pada pada beberapa kasus PSGN ringan memiliki hubungan yang mirip dengan manifestasi
SLE nephritis meliputi gagal ginjal akut, ANA positif, dan anomali hematologis.

1. PENDAHULUAN

Bentuk glomerulonefritis akut yang paling umum di anak-anak adalah glomerulonefritis


poststreptokokus (PSGN) yang biasanya terjadi antara usia 3 dan 12 tahun. PSGN terjadi setelah infeksi
nefritogenik strain grup A Streptococcus (GAS)pada sekitar 15% dari kasus [1]. PSGN sekarang diketahui
sebagai suatu penyakit yang dimediasi oleh sistem imunologis, yang mana merupakan komplikasi
nonsupporatif dari GAS [2]. Gross Hematuria terjadi pada 30-70% pasien sementara hematuria
mikroskopis terjadi pada semua pasien dan hipertensi terjadi pada 70% dari pasien yang membutuhkan
rawat inap [1]. Komplikasi PSGN yang parah meliputi ensefalopati hipertensi, dan glomerulonefritis
yang berkembang dengan cepat masing-masing terjadi pada <10% dan 1% anak-anak yang dirawat di[1].
Diagnosisnya adalah kemungkinan ketika hipokomplementemia hadir selama glomerulonefritis akut dan
membaik secara spontan dalam beberapa bulan [2]. Di sini dilaporkan serangkaian kasus PSGN berat
yang ditemukan di pusat perawatan tersier pediatrik selama lebih dari satu tahun.

2. Metode
2.1 Jenis penelitian. Studi kasus selama 1 tahun pada anak-anak di pusat perawatan tersier
pediatrik.
2.2 Pasien. Setelah mendapatkan persetujuan IRB (IRB09-00444), anak-anak dengan PSGN di
Nationwide Children’s Hospital (NCH) di Columbus, Ohio, diidentifikasi mulai dari 1 Juli 2010 sampai 30
Juni 2011. Anak-anak berusia antara 3-18 tahun tahun yang didiagnosis dengan PSGN akut (kode ICD-9
580.0) pada rawat inap dan rawat jalan. Semua pasien termasuk hematuria berdasarkan dipstick urin,
low serum complement (C3) yang selanjutnya kembali ke normal dalam 3 bulan, dan dokumentasi
laboratorium infeksi streptokokus atau kontak serumah dengan penderita infeksi streptokokus. Pasien
yang secara klinis atau bukti adanya penyakit ginjal yang mendasari berdasarkan histologis tidak
termasuk ke dalam penelitian ini.
2.3 Pengumpulan Data. Data diperoleh dari rekam medis yang meliputi umur, jenis kelamin,
tinggi badan, dan berat badan, manifestasi klinis, dan komplikasi nya. Laboratorium yang
direkam termasuk hitung darah lengkap, kimia serum, dan serologi tambahan atau pemeriksaan
imunologi lainnya yang dikumpulkan saat diagnosis atau 4 bulan berikutnya. Untuk semua pasien,
perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR) dihitung dengan formula Schwartz 2009.

2.4 Isolasi Kultur. Isolat kultur dikumpulkan dan diangkut ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan
Penyakit (CDC) Laboratorium Penelitian Streptococcal. Sampel dari
Pasien 12 dikumpulkan dari kultur tenggorokan dan Pasien B
dari cairan yang mengalir dari abses peritonsillar. Di CDC,
spesimen diketik dengan sekuensing rantai polimerase
produk reaksi [10]. Subtipe ditugaskan sesuai dengan
database urutan emm CDM