Anda di halaman 1dari 41

RISALAH

KELOMPOK BUDAYA KERJA


PROAKTIF

TEMA RISALAH
“MENINGKATKAN KUNJUNGAN SUSPECT TB PARU DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARANG”

UPTD PUSKESMAS PARANG


KABUPATEN MAGETAN
JL BLEGO RAYA NO 45 KEC. PARANG, Telp 0351 871071

Pos 63371

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 1


KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah swt yang telah memberikan segala


nikmatNya sehingga kami bisa menyelesaikan risalah Kelompok Budaya Kerja
(KBK) ini.

Risalah ini merupakan bentuk pencatatn dan pelaporan dari kegiatan KBK
Proaktif Puskesmas Parang, Kec. Parang, Kab. Magetan dalam rangka
meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Parang demi terwujudnya visi
dan misi kami.

Pada kali ini kami mengangkat tema Meningkatkan Cakupan Suspect TB


Paru di Wilayah Puskesmas Parang mengingat kunjungan suspect TB Paru masih
sangat rendah dan Penyakit TB Paru sangat menular.

Kami sampaikan terimakasih kepada Kepala Puskesmas Parang yang telah


memberikan dukungan atas kegiatan ini,serta kepada seluruh staf Puskesmas
Parang atas kerjasamanya sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar.

Harapan kami semoga bermanfaat untuk Puskesmas Parang khususnya dan


seluruh pengguna layanan di Puskesmas Parang

KBK PROAKTIF

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 2


DAFTAR ISI

Halaman Judul ………………………………………………………………… 1

Kata Pengantar ……………………………………………………………………… 2

Daftar Isi ……………………………………………………………………………… 3

Daftar Lampiran ……………………………………………………………………… 5

Daftar Istilah ………………………………………………..………………………… 6

I. Umum ……………………………………………………………………... 7
II. Profil Kelompok Budaya Kerja …………………………………………. 7
III. Histori Kelompok Budaya Kerja ………………………………………… 8
IV. Jadwal Rencana Dan Realisasi Kegiatan ………………………….… 8
V. Bagan Alur Proses Dan Posisi Masalah ……………………………… 9
VI. Struktur Organisasi Dan Posisi Kbk Dalam Struktur
Organisasi Puskesmas …………………………………………………. 10

LATAR BELAKANG…….. ………………………………………………………….. 11

LANGKAH 1 : Menentukan Tema dan Judul

A. Latar Belakang Masalah …………………………………………………… 13


B. Penetapan Tema dan Judul ………………………………………………. 13

LANGKAH 2 : Menganalisa Penyebab Masalah

I. Inventaris Masalah …………………………………………………………. 18


II. Stratifikasi ………………………………………….………………………… 19
III. Diagram Ishikawa ………………………………………….……………….. 20
IV. Penetapan Penyabab yang Diduga Dominan dengan NGT …………… 21

LANGKAH 3 : Menguji dan Menentukan Penyebab Dominan

I. Uji Korelasi dengan Scatter …………………………………………………. 22


II. Menentukan Penyebab Dominan ………………………………………… 25

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 3


LANGKAH 4 : Membuat Rencana dan Melaksanakan Perbaikan

I. Membuat Rencana perbaikan ……………………………………………… 27


II. Perbandingan antara Masalah, Initial goal dan Intermediate Goal …… 27
III. Melaksanakan Perbaikan ……….…………………………………………. 29

LANGKAH 5 : Meneliti Hasil Perbaikan

I. Evaluasi Terhadap Penyebab Dominan …………………………………… 30


II. Evaluasi Terhadap Judul…. ………………………………………………… 31
III. Evaluasi Terhadap Tema ……………………………………………………. 34

LANGKAH 6 : Membuat Standar Baru

I. Tujuan Standar Baru …………………………………………………………. 37


II. Standar Prosedur ……………………………………………………………… 37
III. Standar Hasil ………………………………………………………………….. 39
IV. Implementasi …………………………………………………………………… 39
V. Manfaat Penerapan Standar …………………………………………………. 39

LANGKAH 7 : Mengumpulkan Data Baru dan Menentukan Rencana Berikutnya

I. Inventaris Masalah …………………………………………………………… 40


II. Jadwal Rencana dan Realisasi Kegiatan ………………………………….. 41

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 4


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : SK Pembentukan Kelompok Budaya Kerja Puskesmas Parang

Lampiran 2 : Rekapitulasi Penilaian Kinerja Puskesmas Parang tahun 2012

Lampiran 3 : Laporan Tahunan Petugas Laboratorium Puskesmas Parang

Lampiran 4 : Daftar Hadir Pertemuan KBK Proaktif

Lampiran 5 : Notulen Pertemuan KBK Proaktif

Lampiran 6 : Daftar Hadir Pelatihan petugas pustu/ ponkesdes

Lampiran 7 : Kuesioner untuk petugas/ ponkesdes

Lampiran 8 : Rekapitulasi Hasil Kuesioner

Lampiran 9 : Foto Kegiatan Penyuluhan

Lampiran 10 : Foto kegiatan Konseling TB Paru

Lampiran 11 : Foto kegiatan laboratorium pemeriksaan TB Paru

Lampiran 12 : SOP Penyuluhan TB Paru

Lampiran 13 : SOP Pengambilan Sampling

Lampiran 14 : Protap Sweeping

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 5


DAFTAR ISTILAH

a. TB = Tuberkulosa
b. Suspect = tersangka, pasien yang mempunyai gejala yang mengarah ke
penyakit TB Paru
c. BTA = bakteri tahan asam
d. BP = Balai Pengobatan Umum
e. KIA = Kesehatan Ibu dan Anak
f. TPP = Tempat Pendaftaran Pasien

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 6


I. UMUM

a. TEMA : Meningkatkan Kunjungan Suspect TB Paru di Wilayah


Kerja Puskesmas Parang
b. JUDUL : Meningkatkan Kunjungan Suspect TB Paru Di Desa
Sayutan Sebesar 70 % Dalam Jangka Waktu 16 Minggu
c. VISI : Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Yang Optimal dan
Berkualitas
d. MISI : Meningkatkan Profesionalisme Petugas Kesehatan
Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Meningkatkan Kerjasama Lintas Program Dan Lintas
Sektor
e. MOTTO : Profesionalisme Adalah Jiwa Kami

II. PROFIL KELOMPOK BUDAYA KERJA

IDENTITAS INSTANSI
Nama : Puskesmas Parang
Alamat : Jl Blego Raya no 45 Parang –Magetan
Produk : Pelayanan Jasa

IDENTITAS KELOMPOK KETERANGAN


Nama PROAKTIF Jumlah pertemuan 15
KBK
Fasilitator Drg Nur ‘Aini , H.Agus H Lama Pertemuan 120 menit
Ketua Dedy Setiawan Waktu Pertemuan Kamis
Anggota Dian P Tingkat Kehadiran 90%
Dino A Periode Kegiatan Januari-Mei
2013
Siti Marfuah Pendidikan D3 – S1
Sarjono Usia Termuda/ Tertua 24/ 43
Nanik
Ririn
Yuli Endang
Ani Sri N
Yunarsih
Mujiono

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 7


III. HISTORI KELOMPOK BUDAYA KERJA

TAHUN TEMA RISALAH JUDUL RISALAH PRESTASI


2011 Menggerakkan PSN Meningkatkan PSN -
2012 Meningkatkan Respon Time Meningkatkan Budaya Kerja -
Tempat Pendaftaran Pasien Petugas Loket

IV. JADWAL RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN


LANG KEGIATAN TAHUN 2013
KAH JAN FEB MAR APR MEI renc real
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
I Menentukan Tema dan Judul √ 1 1
P II Menganalisa Penyebab √ √ 2 2
III Menguji dan Menentukan √ √ 3 2
Penyebab Dominan
D IV Membuat Rencana dan √ √ √ √ √ 4 5
Melaksanakan Perbaikan
C V Meneliti Hasil √ √ √ 3 3
VI Membuat Standar Baru √ √ 2 2
A VII Mengumpulkan data baru dan √ √ 2 2
Menentukan Rencana
Selanjutnya
JUMLAH PERTEMUAN 17 17
KETERANGAN: 17 =RENCANA (hijau) 17 = realisasi (√)

Menyetujui : Diperiksa : Dibuat oleh :

Dr Avnie Febriana drg Nur ‘Aini Dedy Setiawan

Kepala Puskesmas Fasilitator Ketua KBK

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 8


V. BAGAN ALUR PROSES DAN POSISI MASALAH

MULAI Keterangan :

 Pasien datang ke TPP


pustu/polindes
TPP  Pasien diarahkan ke BP/KIA
PUSTU/ KIA sesuai usia dan indikasi kasus
POLIND
ES  Pasien dengan gejala suspect
TB Paru dirujuk ke puskesmas
Induk
 Pasien yang dirujuk ke
BP Puskesmas Induk mendaftar
FARMASI
di TPP
 Pasien diarahkan ke BP/KIA
sesuai indikasi
SELESAI
 Pasien dengan Suspect TB di
LOKET PKM INDUK arahkan ke lab
 Pengambilan Sampel oleh
petugas Lab
BP/KIA LAB  Pasien kembali ke BP
 Ambil Obat pulang
 Esok hari kembali lagi untuk
pemeriksaan Lab ke 2
FARMASI
 Pasien membawa hasil lab ke
BP
 Konseling Petugas TB
SELESAI
 Pengobatan  pulang

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 9


VI. STRUKTUR ORGANISASI DAN POSISI KBK DI STRUKTUR
ORGANISASI PUSKESMAS

Kepala Puskesmas

Ka. Sub. Bag Tata


Usaha
KBK

Umum& Keuangan Perencanaan SP2TP


Kepegawaian &Evaluasi

UKP UKM

Rawat Rawat Penunjang Yankes Kendali Pemb.


Jalan Inap Medik Mas. Kes Kesehatan

PUSTU/ POLINDES

Menyetujui : Diperiksa : Dibuat oleh :

Dr Avnie Febriana drg Nur Aini Dedy Setiawan

Kepala Puskesmas Fasilitator Ketua KBK

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 10


LATAR BELAKANG

Penyakit tuberculosis (TBC) Paru merupakan penyakit menular yang masih


menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Laporan WHO (2006)
menempatkan Indonesia sebagai penyumbang ke 3 dunia setelah India dan China.
Rikesdas tahun 2010 menunjukkan prevalensi TBC di Indonesia sebesar 0.7 %.
Penyakit ini juga dapat menghambat upaya pengentasan kemiskinan karena
kemampuannya yang besar dalam membunuh sebagian masyarakat usia produktif.

Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk menanggulangi TB Paru di


Indonesia adalah dengan melaksanan strategi DOTS. Strategi DOTS dilaksanakan
dengan adanya komitmen politis dari penentu kebijakan termasuk dukungan dana,
dilakukannya diagnosis pemeriksaan dahak secara mikroskopis, digunakannya obat
panduan jangka pendek yang ampuh diberikan dengan pengawasan PMO
(Pengawas minum Obat), jaminan kesinambungan persediaan obat jangka pendek
untuk penderita, serta pencatatan dan pelaporan secara baku untuk mempermudah
pemantauan dan evaluasi program penanggulangan tuberculosis.

Kebijakan Program penanggulangan TB Paru dalam hal ini penemuan


penderita secara pasif promotif case finding yaitu penjaringan tersangka TB paru
dilakukan kepada masyarakat yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan,
yang sebelumnya diadakan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
memeriksakan diri ke unit pelayanan kesehatan. Selain itu semua kontak penderita
TB Paru BTA + dengan gejala yang sama harus diperiksa dahaknya.

Tujuan jangka panjang penganggulangan TB Paru adalah menurunkan


angka kesakitan dan penularan sehingga TB Paru tidak lagi menjadi masalah di
Indonesia. Sedangkan tujuan jangka pendek adalah angka kesembuhan 85 % dari
penderita BTA + dan tercapainya penemuan penderita baru secara bertahap hingga
mencapai 70% serta mencegah timbulnya resistensi kuman TB Paru di masyarakat.

Penderita TB Paru menularkan kepada 10-15 orang disekelilingnya dalam


waktu 1 tahun,Penyakit TB Paru tanpa pengobatan 5 tahun, 50% meninggal, 25%
sembuh karena daya tahan tubuh yang meningkat, 25% tetap menjadi penyakit
kronis yang tetap menular.

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 11


Tuberculosis menjadi beban paling berat karena melemahkan sumber daya
manusia dan mengurangi produktivitas kerja. Masalah angka kesakitan dan
kematian penyakiy TBC serta rendahnya angka cakupan penemuan penderita TB
adalah masalah yang komplek dipengaruhi banyak factor yaitu internal dan
aksternal. Faktor internal yaitu perilaku, sedangkan eksternal adalah lingkungan.

Mutu pelayanan kesehatan yang baik sangat dipengaruhi faktor individu,


organisasi dan psikologi salah satunya dapat ditentukan kualitas tenaga kesehatan
disarana pelayanan kesehatan. Puskesmas merupakan slah satu institusi pelayanan
kesehatan merupakan uptd yang bertanggungjawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan disuatu wilayah kerja dan mempunyai kewajiban
memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada masyarakat.

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 12


LANGKAH 1

MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL

Periode : Minggu Kedua Bulan Januari

A. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN


Cakupan penemuan suspect TBC merupakan salah satu indicator
Upaya Pencegahan Penyakit Menular dengan target 107 /10.000 kali
jumlah penduduk. Di Puskesmas parang, cakupan suspect TBC masih
jauh dari target temuan yaitu 47,8%. Rendahnya cakupan suspect TBC
ini sangat berpengaruh pada cakupan kegiatan Upaya Pencegahan
penyakit menular pada Penilaian Kinerja puskesmas tahun 2012. Oleh
karena itu melalui kegiatan KBK ini diharapkan mampu mengatasi
masalah dan meningkatkan cakupan suspect TBC di wilayah kerja
Puskesmas Parang.

B. PENETAPAN TEMA DAN JUDUL


1. MENENTUKAN TEMA
Sumber data : PKP th 2012, Laporan Tahunan Program TB
Paru tahun 2012
Periode : Januari- Desember 2012
Pengolah data : Tim PKP Puskesmas Parang

Berdasar Indikator kinerja puskesmas tahun 2012, upaya pencegahan


penyakit menular paling rendah dibanding 5 komponen lainnya yaitu
62,75% (lampiran 2a)
Upaya pencegahan penyakit Menular meliputi 17 variabel dan 3
diantaranya variable pencegahan penyakit TBC dengan pencapaian
target paling rendah.(lampiran 2b)

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 13


Data sheet deviasi cakupan program P2M TB Paru :
No Masalah Kode Target Hasil Deviasi % Komulatif
1 Angka penjaringan suspect B 534 255 279 91,2% 91,7
penderita TB Paru
2 Penemuan dan penangan pasien A 49 24 25 8,2% 99,4
baru BTA +
3 Angka keberhasilan pengobatan C 15 13 2 0,6% 100
pasien baru BTA +
598 292 306 100

Pencapaian angka penjaringan suspect penderita TB Paru pada tahun


2012 sangat jauh dari target yang ditentukan yaitu 255 sehingga
terdapat deviasi sebesar 279 orang.

DIAGRAM PARETO

Cakupan Penjaringan Suspect TB Paru Puskesmas Parang


Tahun 2012
300 100.00%

250 98.00%

96.00%
200
94.00%
150
92.00%
100 deviasi(orang)
90.00%
komulatif (%)
50 88.00%

0 86.00%
Angka Penemuan dan Angka
penjaringan penangan keberhasilan
suspect pasien baru pengobatan
penderita TB BTA + pasien baru
Paru BTA +

Kesimpulan : Berdasar analisa Pareto deviasi cakupan Penjaringan


Suspect TB Paru maka KBK PROAKTIF sepakat menentukan tema :
Meningkatkan Kunjungan Suspect Penderita TB Paru di wilayah
Kerja Puskesmas Parang

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 14


Alasan pemilihan Tema: Pertimbangan QCDSME :
1. Angka kesakitan TB masih tinggi Quality : pelayanan pemeriksaan TB terpusat
puskesmas induk
2. Penemuan suspect TB mesih Cost : biaya perjalanan mahal
rendah
3. Penularan Tb yang mudah Delivery : waktu pemeriksaan lama
4. Masih sedikit masyarat yang Safety : angka penularan TB Paru tinggi
memahami tentang penyakit TB
Morale : kurang kesadaran masyarakat untuk
memeriksakan diri
Environment : jarak tempuh ke pusk induk jauh dan
medan sulit

2. MENENTUKAN JUDUL

Sumber data : Laporan Tahunan Puskemas Parang 2012

Periode : Januari s/d Desember 2012

Pengolah data : Petugas Lab. dan Pemegang Program TB Paru

Data sheet cakupan penjaringan suspect penderita TB Paru di masing


masing desa :

No Desa Target Temuan Deviasi % Komulatif


suspect suspect
1 Sayutan 48 12 36 12.9 12.9
2 Krajan 44 16 28 10 22.9
3 Joketro 36 11 25 8.96 31.89
4 Sundul 37 12 25 8.96 40.86
5 Trosono 45 20 25 8.96 49.82
6 Pragak 52 27 25 8.96 58.78
7 Ngaglik 44 20 24 8.60 67.38
8 Ngunut 31 11 20 7.17 74.55
9 Mategal 44 24 20 7.17 81.72
10 Nglopang 26 8 18 6.45 88.17
11 Tamanarum 50 35 15 5.38 93.55
12 Parang 53 42 11 3.94 97.49
13 Bungkuk 24 17 7 2.51 100
534 255 279

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 15


DIAGRAM PARETO

Deviasi Cakupan suspect TB Paru tahun 2012


100 100
90 90
80 80
Deviasi(orang)

komulatif (%)
70 70
60 60
50 50
40 40
30 30
20 20 Deviasi
10 10 Komulatif
0 0

Nglopang
Tamanarum
Sayutan

Mategal

Parang
Ngaglik
Joketro

Trosono
Pragak
Sundul
Krajan

Ngunut

Bungkuk
Desa

Berdasar data sheet diatas, Desa Sayutan mempunyai deviasi tertinggi


yaitu 12.9%

Data sheet penemuan penderita TB denga BTA +di masing masing


desa tahun 2012:

No Desa Target bta + Temuan bta Deviasi % Komulatif


+
1 Sayutan 5 1 4 16 16
2 Pragak 5 2 3 12 28
3 Tamanarum 5 3 2 8 36
4 Ngaglik 4 2 2 8 44
5 Nglopang 2 0 2 8 52
6 Bungkuk 2 0 2 8 60
7 Ngunut 3 1 2 8 68
8 Parang 5 3 2 8 76
9 Krajan 4 2 2 8 84
10 Joketro 3 1 2 8 92
11 Sundul 3 2 1 4 96
12 Mategal 4 3 1 4 100
13 Trosono 4 4 0 0 100
49 24 25 100

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 16


DIAGRAM PARETO

Deviasi Penemuan Penderita TB Paru dengan BTA + Puskesmas Parang

Tahun 2012

Deviasi Cakupan Pasien BTA + di Puskesmas Parang tahun 2012


20 120
18
Pasien BTA + (orang)

16 100

Komulatif (%)
14 80
12
10 60
8
6 40
4 Deviasi
20
2 Komulatif
0 0
Nglopang

Parang
Sayutan

Mategal
Tamanarum
Ngaglik
Pragak

Joketro

Trosono
Ngunut

Krajan

Sundul
Bungkuk

Desa

KESIMPULAN : Berdasar analisa Pareto deviasi cakupan suspect TB


Paru dan Deviasi Penemuan Penderita TB Paru BTA + maka KBK
PROAKTIF sepakat menentukan judul : Meningkatkan Kunjungan
Suspect Penderita TB Paru sebesar 70% di Desa Sayutan dalam
jangka waktu 16 minggu.

Dukungan Sangat setuju dengan judul tersebut karena pencapaian


Atasan: suspect dan penderita TB sangat rendah

Menyetujui : Diperiksa : Dibuat oleh:

Dr Avnie Febriana drg Nur Aini Dedy Setiawan

Kepala Puskesmas Fasilitator Ketua KBK

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 17


LANGKAH 2

MENGANALISA PENYEBAB MASALAH

Periode : Minggu Ke 3 dan ke 4 Bulan Januari

I. INVENTARISASI PENYEBAB MASALAH

NO PENYEBAB MASALAH
1 Kesadaran masyarakat masih rendah
2 Petugas kesehatan di desa kurang mendapat sosialisasi/pelatihan TB Paru
3 Kurang media penyuluhan
4 Kader TB kurang aktif
5 Tidak semua yang dirujuk datang ke puskesmas
6 Petugas kurang motivasi pasien
7 Kurang petugas yang dilatih
8 Kemampuan petugas dalam sosialisasi kurang
9 Jarak ke puskesmas Induk jauh
10 Jumlah kader kurang
11 Pasien wilayah perbatasan berobat ke luar wilayah
12 Meremehkan penyakit batuk
13 Pasien harus dirujuk ke puskesmas
14 Pasien harus datang ke puskesmas 3 kali
15 Pengetahuan masyarakat rendah
16 Masyarakat merasa malu kalau menderita TBC
17 Peralatan pemeriksaan lab utk TB hanya ada di puskesmas induk
18 Sampel yang diterima petugas lab tidak memenuhi syarat
19 Kerjasama lintas sektor (desa , kecamatan)kurang
20 Kurang evaluasi rujukan
21 Kurang monitoring terhadap petugas desa
22 Transportasi ke puskesmas induk susah
23 Perekonomian masyarakat rendah
24 Jalan menuju puskesmas rusak parah dan susah
25 Penyuluhan tidak terjadwal

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 18


II. STRATIFIKASI

NO FAKTOR PENYEBAB MASALAH


1 MANUSIA Kesadaran masyarakat rendah
Petugas kesehatan di desa kurang mendapat sosialisasi/
pelatihan TB
Kader TB kurang aktif
Petugas kurang motivasi pasien
Kurang petugas yang dilatih
Kemampuan petugas dalam sosialisasi kurang
Meremehkan penyakit batuk
Jumlah kader kurang
Pengetahuan masyrakat rendah
Masyarakat merasa malu kalau menderita TB
Tidak semua yang dirujuk datang ke puskesmas
2 METODE Pasien harus dirujuk ke pkm
Pasien harus datang ke puskesmas 3 kali
Penyuluhan tidak terjadwal
Kerjasama lintas sektor kurang
3 ALAT Peralatan pemeriksaan laboratorium hanya di puskesmas
induk
Kurang media penyuluhan
4 BAHAN Sampel yang diterima petugas lab tidak memenuhi syarat

5 LINGKUNGAN Jarak ke puskesmas induk jauh dan jalannya sulit


Pasien wil perbatasan berobat ke luar wilayah

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 19


III. DIAGRAM ISHIKAWA

(DI FILE DIAGRAM TULANG IKAN)

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 20


IV. PENETAPAN PENYEBAB YANG DIDUGA DOMINAN DENGAN
METODE NGT (NOMINAL GROUP TECHNIC)

N PENYEBAB SKORING JML RAN


O AG D M R D N S Y D S.J N Y GKIN
US I U I I A I U E O U U G
N JI R A N T N DI N R L
O I N I I O I
N K
1. Kurang pelatihan 8 8 8 8 7 7 7 8 8 8 8 8 93 I
petugas di desa
2 Kurang 2 3 3 4 2 8 6 4 3 3 3 7 48 V
penyuluhan
kepada
masyarakat
3 Sosialisasi/ 7 5 5 3 1 5 8 6 7 7 7 3 64 II
penyuluhan tidak
terjadwal
4 Kurang media 6 6 6 7 4 4 5 5 4 6 6 6 65 III
penyuluhan
5 Peralatan 4 4 2 2 3 6 2 1 5 1 2 2 34 VIII
pemeriksaan lab
utk tb kurang
6 Kurang kerjasama 5 2 4 6 6 2 3 2 2 2 5 5 44 VI
lintas sektor
7 Jarak ke 3 4 1 5 8 3 1 7 1 5 4 1 43 IV
puskesmas induk
jauh dan
medannya sulit
8 Sampel yang 1 1 7 1 5 1 4 3 6 4 1 4 38 VII
diterima petugas
lab tidak
memenuhi syarat
Jumlah faktor = 8 Jumlah anggota = 12  N = 8 x 12 = 96

1/2n +1 = ½ (96)+1 =49

Skor >49 adalah diduga penyebab dominan

KESIMPULAN :

Berdasar metode NGT faktor penyebab yang diduga dominan adalah :

1. Kurang Pelatihan Petugas di desa


2. Sosialisasi/ Penyuluhan Tidak Terjadwal
3. Kurang media penyuluhan

Selanjutnya akan dilakukan uji korelasi terhadap ketiga faktor tersebut.

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 21


LANGKAH 3

MENGUJI DAN MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN

Periode : Minggu Ke 1, 2 Bulan Februari

I. UJI KORELASI DENGAN SCATTER


a. Hubungan antara Pelatihan Petugas Desa terhadap tindakan
merujuk ke Puskesmas Induk
Petugas Pustu dan Polindes di wilayah kerja Puskesmas Parang
sebanyak 13 orang.

x y
Diagram scatter hubungan petugas mendapat pelatihan
1 3 terhadap tindakan merujuk pasien
0 1
3.5
0 2
3
1 3 y = 1.35x + 1.25
1 2 2.5 R² = 0.675
Rujukan

1 3 2
0 1 1.5 merujuk
0 1 1 Linear (merujuk
0 1 0.5
1 2
0
0 1 0 0.5 1 1.5
0 2 Pelatihan
0 1

x : petugas belum mendapat pelatihan (0)


petugas mendapat peltihan (1)
y : petugas tidak merujuk ke puskesmas induk (1)
petugas kadang-kadang merujuk ke puskesmas induk (2)
petugas selalu merujuk ke puskesmas induk (3)

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 22


Uji Korelasi Spearman :
Correlations

pelatihan rujukan

Spearman's rho pelatihan Correlation Coefficient 1.000 .863**

Sig. (2-tailed) . .000

N 13 13

merujukan Correlation Coefficient .863** 1.000

Sig. (2-tailed) .000 .

N 13 13

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).


KESIMPULAN : Berdasar Diagram Scatter dan uji korelasi
Spearman terdapat hubungan antara pelatihan petugas desa
terhadap tindakan merujuk suspect TB Paru ke Puskesmas Induk
dengan besar koefisien relasi (r) = 0.863 artinya tingkat hubungan
sangat tinggi.
b. Hubungan antara Penyuluhan Yang Terjadwal terhadap
pelaksanaan kegiatan penyuluhan

x y
Hubungan penyuluhan terjadwal terhadap pelaksanaan
1 2 penyuluhan
0 1
1 2 2.5
1 1
1 2 2 y = 0.8571x + 1
Penyuluhan

R² = 0.7347
1 2 1.5
0 1
1 penyuluhan
1 2
Linear (penyuluhan)
0 1 0.5
0 1
0
0 1 0 0.5 1 1.5
1 2 Jadwal penyuluhan
0 1

X = Penyuluhan tidak terjadwal (0)


Penyuluhan terjadwal (1)
Y = Tidak melakukan penyuluhan (1)
Melakukan Penyuluhan (2)

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 23


Uji korelasi Spearman :

Correlations

jadwal penyuluhan

Spearman's rho jadwal Correlation Coefficient 1.000 .732**

Sig. (2-tailed) . .004

N 13 13

penyuluhan Correlation Coefficient .732** 1.000

Sig. (2-tailed) .004 .

N 13 13

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

KESIMPULAN : Berdasar analisa data menggunakan Uji Korelasi


Spearman dan Scatter diketahui bahwa Ada hubungan antara
penyuluhan yang terjadwal terhadap pelaksanaan penyuluhan dengan
korelasi sebesar 0,732 (r) .

c. Hubungan antara media penyuluhan terhadap pelaksanaan


kegiatan penyuluhan

x y
Hubungan antara ketersediaan penyuluhan terhadap
0 1 pelaksanaan penyuluhan
0 1
2.5
0 1
0 1 2
y = 0.4167x + 1.3333
0 2
penyuluhan

R² = 0.1488
1.5
1 2
0 1 1 penyuluhan
0 2 Linear (penyuluhan)
0 1 0.5
1 1
0
0 2 0 0.5 1 1.5
1 2 Media
1 2
KET :

X : tidak ada media penyuluhan (0) y : tidak melakukan penyuluhan (1)

Ada media penyuluhan (1) Melakukan penyuluhan (2)

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 24


Uji Korelasi Spearman :

Correlations

media penyuluhan

Spearman's rho media Correlation Coefficient 1.000 .617*

Sig. (2-tailed) . .025

N 13 13

penyuluhan Correlation Coefficient .617* 1.000

Sig. (2-tailed) .025 .

N 13 13

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

KESIMPULAN : Berdasar uji korelasi Spearman dan diketahui bahwa


ketersediaan media penyuluhan berhubungan dengan pelaksanaan
penyuluhan walaupun keeratan hubungan tidak kuat ditunjukkan
dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.6

II. MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN


Berdasar uji korelasi Spearman dan analisa diagram scatter ditentukan
faktor penyebab dominan :
1. Kurangnya Pelatihan petugas kesehatan Pustu/Polindes
2. Penyuluhan tidak terjadwal
3. Kurangnya media penyuluhan

No PENYEBAB DOMINAN KODE r % %x360


1 Kurangnya pelatihan petugas A 0,863 39 140
Pustu/Polindes
2 Penyuluhan tidak terjadwal B 0,732 33 119
3 Kurangnya media penyuluhan C 0,617 27 101
2,212 100 360

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 25


Diagram Pie Penyebab Dominan Tingginya Deviasi Kunjungan
Suspect TB Paru di Desa Sayutan

Penyebab dominan tingginya deviasi kunjungan suspect TB Paru di Desa


Sayutan

28%
39% A
B
C

33%

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 26


LANGKAH 4
MEMBUAT RENCANA DAN MELAKSANAKAN PERBAIKAN
Periode : Minggu Ke 3,4 Februari & Minggu ke 1,2,3 Bln Maret
I. MEMBUAT RENCANA

Fakt No Sebab Why What Where When Who How How


or Much
M 1. Kurang Agar petugas Pelatihan Puskesmas Tiap tri Kepala Ceramah, 100%
A pelatihan mempunyai petugas bulan Puskesm Diskusi
N petugas kemampuan kesehatan (Maret, s,
kesehatan di dalam memberi desa Juni,Sept Pemega
desa penyuluhan dan (pustu/ponke , Des) ng
memotivasi sdes)dalam program
pasien sehingga memberikan TB
pasien mau motivasi
dilakukan kepada
pemeriksaan pasien,untuk
lanjut. kemudian
bisa
dievaluasi tiap
tri bulan.
M 2. Penyuluhan Agar petugas Membuat Puskesmas Tiap Petugas Membuat 100%
E tidak dapat konsisten Jadwal awal desa , jadwal dg
T terjadwal melakukan penyuluhan tahun Pemega Koordinasi
O penyuluhan dan TB selama 1 (Janurai- ng kapus,
D pimpinan bisa tahun Februari program. Pemegang
E mengevaluasi dimasing ) kepala prog,petuga
masing desa. pusk s desa

A 3. Kurang media Untuk Membuat Puskesmas Tiap Pemega Buat 70%


L penyuluhan memudahkan slide,pamlet/ awal ng powerpoint,
A petugas dalam selebaran tahun Program membuat
T penyuluhan TB, pamflet
Promkes
,petugas
pustu/po
nkesdes

II. MENETAPKAN INTERMEDIATE TARGET

A. PENGUKURAN PENYEBAB UTAMA BISA DIKURANGI


Berdasarkan faktor penyebab utama yang ditemukan berhubungan
dengan petugas kesehatan. KBK menyepakati intermediate target
90 %.
Alasan : perbaikan ke petugas , KBK yakin 100%
Pembuatan media penyuluhan , KBK yakin 70% karena
berhubungan dengan anggaran operasional terbatas.

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 27


B. INITIAL GOAL
KBK sepakat menetapkan initial target sebesar 70% yang
merupakan target capaian Program P2P TB Paru.

C. GRAFIK BATANG PERBANDINGAN MASALAH UTAMA ,


INITIAL GOAL, INTERMEDIATE GOAL

40
36
35

30 70 90
% %
25

20

15
11
10
4
5

0
Masalah Initial goal Intermediate Goal

Masalah yang dihadapi sebesar 36 dengan initial target sebesar 70%


dan intermediate target sebesar 90% dari masalah

Dukungan
Atasan: Semoga target 70% tercapai sesuai waktu yang
ditentukan. Tetap semangat.

Menyetujui : Diperiksa : Dibuat oleh :

Dr Avnie Febriana drg Nur Aini Dedy Setiawan

Kepala Puskesmas Fasilitator Ketua KBK


KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 28
III. MELAKSANAKAN PERBAIKAN

NO Rencana Langkah Hasil Monitoring Keputusan


Perbaikan KBK
1 Mengadakan Pelatihan Dilakukan monitoring dengan cara Dari hasil
Pelatihan petugas petugas melihat kunjungan suspect TB dari monitoring
kesehatan desa pustu/ponkesdes masing masing desa. (data terlampir) terjadi
(pustu/ponkesdes) tentang cara penurunan
60
penyuluhan deviasi
efektif dan cara cakupan
40
memotivasi suspect TB
pasien. 20 Paru di
Petugas dapat Desa
melakukan 0 sayutan
penyuluhan dari 36
secara informal menjadi 18
maupun formal sehingga
baik individu berhasil
ataupun massa. menekan
deviasi
sebesar
50%

2 Membuat Menyusun Jadwal penyuluhan satu tahun masing


Jadwal jadwal masing desa (terlampir)
penyuluhan TB penyuluhan rutin
selama 1 tahun masing masing
pustu/ponkesdes
dikoordinasikan
dengan
pemegrang
program TB dan
Kepala
Puskesmas.
Sehingga bisa
dievaluasi tiap
tribulan
3 Membuat Tim KBK dan
slide,pamlet/ pemegang
selebaran program
membuat
powerpoin atau
pamlet dan
selebaran.

Pamphlet (terlampir)

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 29


LANGKAH 5

MENELITI HASIL

Periode : Minggu Ke 4 Bulan Maret & Ke 1,2 Bulan April

I. EVALUASI TERHADAP PENYEBAB DOMINAN


Data dan diagram radar penyebab dominan sebelum dan sesudah
perbaikan

N Penyebab KODE Sebelum Perbaikan Sesudah Perbaikan


o Dominan Sasara Hasil % Sasaran Hasil %
n
1. Pelatihan petugas A 13 5 38.5 13 13 100
Pustu/Ponkesdes
2. Jadwal B 13 7 53.8 13 13 100
Penyuluhan
3. Media C 13 4 30.8 13 8 61.5
Penyuluhan

Evaluasi Terhadap penyebab Dominan Sebelum dan Sesudah Perbaikan

A
15

10

5
Sebelum
0
sesudah

C B

Setelah dilakukan perbaikan terdapat peningkatan terhadap :


1. Jumlah petugas pustu/ ponkesdes yang mendapat pelatihan TB
Paru
2. Penjadwalan kegiatan penyuluhan
3. Jumlah media penyuluhan

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 30


II. EVALUASI TERHADAP JUDUL
A. DATA SEBELUM PERBAIKAN

No Desa Target Temuan Deviasi % Komulatif


suspect suspect
1 Sayutan 48 12 36 12.9 12.9
2 Krajan 44 16 28 10 22.9
3 Joketro 36 11 25 8.96 31.89
4 Sundul 37 12 25 8.96 40.86
5 Trosono 45 20 25 8.96 49.82
6 Pragak 52 27 25 8.96 58.78
7 Ngaglik 44 20 24 8.60 67.38
8 Ngunut 31 11 20 7.17 74.55
9 Mategal 44 24 20 7.17 81.72
10 Nglopang 26 8 18 6.45 88.17
11 Tamanarum 50 35 15 5.38 93.55
12 Parang 53 42 11 3.94 97.49
13 Bungkuk 24 17 7 2.51 100
534 255 279

B. DATA SESUDAH PERBAIKAN

No Desa Target Temuan Deviasi % Komulatif


suspect suspect

1 Sayutan 36 22 14 8.92 8.92


2 Trosono 28 11 17 10.83 19.75
3 Sundul 25 9 16 10.19 29.94
4 Krajan 25 12 13 8.28 38.22
5 Pragak 25 11 14 8.92 47.13
6 Ngaglik 25 9 16 10.19 57.32
7 Joketro 24 11 13 8.28 65.61
8 Mategal 20 6 14 8.92 74.52
9 Ngunut 20 7 13 8.28 82.80
10 Nglopang 18 8 10 6.37 89.17
11 Tamanarum 15 7 8 5.09 94.27
12 Parang 11 6 5 3.18 97.45
13 Bungkuk 7 3 4 2.55 100
279 122 157 100

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 31


C. PARETO PERBAIKAN SEBELUM DAN SESUDAH PERBAIKAN

Diagram Pareto sebelum perbaikan

Deviasi Cakupan suspect TB Paru tahun 2012


100 100
90 90
80 80
Deviasi(orang)

komulatif (%)
70 70
60 60
50 50
40 40
30 30
20 20 Deviasi
10 10 Komulatif
0 0

Nglopang
Tamanarum
Sayutan

Mategal

Parang
Ngaglik
Joketro

Trosono
Pragak
Sundul
Krajan

Ngunut

Bungkuk
Desa

Diagram Pareto Sesudah Perbaikan

Deviasi Cakupan Suspect TB Paru Setelah Perbaikan


100 100
90 90
80 80
Deviasi(orang)

Komulatif (%)

70 70
60 60
50 50
40 40
30 30
20 20 Deviasi
10 10
0 0 Komulatif
Nglopang
Tamanarum
Sayutan

Mategal

Parang
Ngaglik
Krajan
Trosono

Pragak

Joketro
Sundul

Ngunut

Bungkuk

Desa

Berdasar perbandingan data sheet dan diagram pareto Sebelum dan


sesudah perbaikan diketahui bahwa terjadi penurunan deviasi suspect
TB Paru di Desa Sayutan menjadi 8,9%.

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 32


Analisa perbandingan Deviasi Cakupan Suspect TB Paru Sebelum dan
sesudah perbaikan dengan diagram Batang dan Diagram Garis

Perbandingan Deviasi Cakupan Suspect TB Paru Sebelum dan Sesudah


Perbaikan
40
35
Deviasi (orang)

30
25
20
15
10
Sebelum Perbaikan
5
0 Sesudah Perbaikan
Sayutan

Nglopang

Parang
Mategal
Krajan

Tamanarum
Trosono

Ngaglik
Pragak
Joketro
Sundul

Ngunut

Bungkuk
Desa

Perbandingan Deviasi Cakupan Suspect TB Paru Sebelum dan Sesudah


Perbaikan
40
35
Deviasi (orang)

30
25
20
15
10
Sebelum Perbaikan
5
0 Sesudah Perbaikan
Nglopang
Sayutan

Mategal

Tamanarum
Parang
Joketro

Trosono
Pragak
Sundul

Ngaglik
Krajan

Ngunut

Bungkuk

Desa

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 33


D. ANALISA PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH
PERBAIKAN, INITIAL GOAL, INTERMEDIATE GOAL.
Perbandingan terhadap Judul

40
36
35

30 70 90 61
% % %
25

20
14
15
11
10
4
5

0
Sebelum perbaikan Initial goal Intermediate Goal Setelah Perbaikan

Jumlah penurunan deviasi cakupan suspect TB Paru Di desa


Sayutan sebesar 61 % dari 36 menjadi 14.
KESIMPULAN :
Dari analisa diatas, KBK Proaktif berhasil menekan deviasi sebesar
61%. Dengan fakta ini KBK menyimpulkan bahwa perbaikan yang
telah dilakukan belum berhasil 100% masih dibawah target sebesar
10%.

III. EVALUASI TERHADAP TEMA


A. Data sheet sebelum perbaikan (Januari 2012-desember 2012)
No Masalah Kode Target Hasil Deviasi % Komulatif
1 Angka penjaringan suspect B 534 255 279 91,2% 91,7
penderita TB Paru
2 Penemuan dan penangan pasien A 49 24 25 8,2% 99,4
baru BTA +
3 Angka keberhasilan pengobatan C 15 13 2 0,6% 100
pasien baru BTA +
598 292 306 100

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 34


Diagram Pareto Sebelum perbaikan Program P2TB Puskesmas
Parang tahun 2012
300 100.00%

250 98.00%

96.00%
200
94.00%
150
92.00%
100 deviasi(orang)
90.00%
komulatif (%)
50 88.00%

0 86.00%
Angka Penemuan dan Angka
penjaringan penangan keberhasilan
suspect pasien baru pengobatan
penderita TB BTA + pasien baru
Paru BTA +

B. Data sheet sesudah perbaikan (Januari-April 2013)

No Masalah Kode Target Hasil Deviasi % Komulatif


1 Angka penjaringan suspect B 220 122 98 88.5 88.5
penderita TB Paru
2 Penemuan dan penangan pasien A 22 9 13 11.7 100
baru BTA +
3 Angka keberhasilan pengobatan C 9 0 0 0 100
pasien baru BTA +
251 131 111 100

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 35


Diagram Pareto Program P2 TB setelah perbaikan

Diagram Pareto Program P2TB Puskesmas Parang


120 102
100
100 98
96
Deviasi(orang)

Komulatif (%)
80
94
60 92
Deviasi
90
40 88 Komulatif
20 86
84
0 82
B A C
Masalah

KESIMPULAN : Berdasar data sheet dan diagram Pareto sesudah perbaikan,


dapat disimpulkan bahwa KBK berhasil menurunkan deviasi cakupan suspect
TB Paru. Namun demikian Deviasi cakupan suspect dan temuan penderita
baru BTA + masih cukup besar.

IV. DAMPAK PERBAIKAN


1. DAMPAK POSITIF
Jumlah kunjungan suspect meningkat
Kesadaran masyarakat meningkat
Motivasi petugas kesehatan di desa meningkat
Media penyuluhan bertambah
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan lebih optimal
Kepatuhan Petugas untuk melakukan penyuluhan meningkat
2. DAMPAK NEGATIF
Tidak ada dampak negative dari kegiatan KBK

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 36


LANGKAH 6

MEMBUAT STANDAR BARU

Minggu ke 3 dan 4 bulan April

I. TUJUAN STANDAR BARU


a. Menyamakan metode kerja petugas tentang standar penjaringan
suspect TB
b. Mencegah terulangnya kembali masalah yang sama
c. Meningkatkan kemampuan petugas desa dalam penjaringan
suspect Tb

II. STANDAR PROSEDUR


1. Melakukan penyuluhan intensif dan memotivasi pasien suspect TB
Paru untuk pemeriksaan Laboratorium (SOP Penyuluhan TB Paru
terlampir)
2. Petugas Pustu/Ponkesdes melakukan pengambilan sampling untuk
kemudian dikirim ke laboratorium Puskesmas Induk (SOP
pengambilan Sampling terlampir)
3. Petugas Pustu/ponkesdes melakukan sweeping/ kunjungan rumah
pasien suspect TB Paru (Protap Sweeping terlampir)

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 37


Alur pelayanan suspect TB Paru di Pustu Sayutan :

MULAI

TPP BP LAB PKM


INDUK

FARMASI

PULANG

Keterangan :

 Pasien datang ke Pustu mendaftar di TPP


 Pasien dilakukan pemeriksaan di BP, Pasien dengan suspect TB dilakukan
pengambilan Sampling di pustu dan sampel dikirim ke laboratorium Puskesmas
Induk
 Pasien pulang

III. STANDAR HASIL


Apabila semua suspect bisa dilakukan pengambilan sampling di pustu
dan setiap pasien suspect di sweeping untuk dilakukan pengambilan
sampel maka deviasi dapat ditekan seminimal mungkin dalam waktu 3
bulan ke depan.

IV. STRATEGI IMPLEMENTASI


1. Lakukan penyuluhan dan motivasi terhadap pasien suspect
2. Setiap petugas dilatih rutin untuk pengambilan sampling
3. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat
4. Meningkatkan sweeping pada keluarga suspect TB Paru dan BTA +
5. Petugas Pustu/Ponkesdes mengantar sampling ke Puskesmas
Induk
6. Setiap pasien suspect TB Paru langsung diambil sampling di Pustu

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 38


V. MANFAAT PENERAPAN STANDAR

Q : Penjaringan suspect TB Paru dengan standar baru


C : Biaya perjalanan rendah
D : Waktu lebih cepat
S : Penularan TB Paru dapat ditekan
M : Penderita suspect antusias untuk dilakukan pemeriksaan BTA
E : Lingkungan mendukung

Menyetujui : Diperiksa : Dibuat oleh :

Dr Avnie Febriana drg Nur Aini Dedy Setiawan


Kepala Puskesmas Fasilitator Ketua KBK

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 39


LANGKAH 7

MENGUMPULKAN DATA BARU DAN RENCANA BERIKUTNYA

Minggu ke 1 dan 2 Bulan Mei

I. INVENTARIS MASALAH
No Masalah Kode Target Hasil Deviasi % Komulatif
1 Angka penjaringan suspect B 220 122 98 88.5% 88.5
penderita TB Paru
2 Penemuan dan penangan pasien A 22 9 13 11.7% 100
baru BTA +
3 Angka keberhasilan pengobatan C 9 0 0 0% 100
pasien baru BTA +
251 131 111 100

Diagram Pareto Program P2TB Puskesmas Parang


120 102
100
100 98
96
Deviasi(orang)

Komulatif (%)
80
94
60 92
Deviasi
90
40 88 Komulatif
20 86
84
0 82
B A C
Masalah

Berdasar kesepakatan anggota KBK dan arahan dari pimpinan instansi


untuk melanjutkan mengangkat tema Program Pencegahan TB Paru
karena walaupun sudah berhasil ditekan deviasinya tetapi cakupannya
masih rendah.

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 40


Alasan pemilihan Tema: Pertimbangan QCDSME :
1. Angka kesakitan TB masih tinggi Quality : pelayanan pemeriksaan TB terpusat
puskesmas induk
2. Penemuan suspect TB mesih Cost : biaya perjalanan mahal
rendah
3. Penularan Tb yang mudah Delivery : waktu pemeriksaan lama
4. Masih sedikit masyarat yang Safety : angka penularan TB Paru tinggi
memahami tentang penyakit TB
Morale : kurang kesadaran masyarakat untuk
memeriksakan diri
Environment : jarak tempuh ke pusk induk jauh dan
medan sulit

II. JADWAL RENCANA SELANJUTNYA


LANG KEGIATAN TAHUN 2013
KAH MEI JUNI JULI AGUSTUS September Ren Real
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 cana lisasi
I Menentukan Tema dan Judul √ √
P II Menganalisa Penyebab √ √
III Menguji dan Menentukan √ √
Penyebab Dominan
D IV Membuat Rencana dan √ √ √
Melaksanakan Perbaikan
C V Meneliti Hasil √ √ √
VI Membuat Standar Baru √ √ √
A VII Mengumpulkan data baru dan √ √
Menentukan Rencana
Selanjutnya
JUMLAH PERTEMUAN
KETERANGAN: =RENCANA = realisasi

Menyetujui : Diperiksa : Dibuat oleh :

Dr Avnie Febriana drg Nur Aini Dedy Setiawan


Kepala Puskesmas Fasilitator Ketua KBK

KELOMPOK BUDAYA KERJA “ PROAKTIF” 41