Anda di halaman 1dari 9

F.3.

Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

Laporan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer (PMKP) dan Usaha


Kesehatan Masyarakat (UKM)

F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

PENYULUHAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menempuh


Program Dokter Internsip Indonesia

Oleh:
dr. Andi Fajar Apriani

Pendamping:
dr. H. Ramli Yunus

PUSKESMAS LAMPA
KABUPATEN PINRANG
PROVINSI SULAWESI SELATAN
2017

1
F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa:

Nama : dr. Andi Fajar Apriani

Wahana Internship : Puskesmas Lampa, Pinrang, Sulawesi Selatan

Judul : Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Serviks

Telah menyelesaikan tugas dalam rangka laporan kegiatan internship di Puskesmas


Lampa Kabupaten Pinrang.

Pinrang, Februari 2017

Peserta Pendamping

( dr. Andi Fajar Apriani ) ( dr. H. Ramli Yunus )

2
F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. 1
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... 2
DAFTAR ISI............................................................................................................ 3
ISI

A. Latar Belakang ................................................................................... 4


B. Permasalahan di Masyarakat .............................................................. 5
C. Pemilihan Intervensi........................................................................... 5
D. Pelaksanaan ........................................................................................ 6
E. Evaluasi………….............................................................................. 6
F. Dokumentasi ..................................................................................... 7

LAPORAN KEGIATAN ......................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 9

3
F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

LAPORAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT


UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
SERTA KELUARGA BERENCANA (KB)

PENYULUHAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

A. LATAR BELAKANG
Karsinoma Leher Rahim (Karsinoma Serviks) atau biasa disebut kanker
serviks adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim atau serviks
(bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. 90 % dari
kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10%
sisanya berasal sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang
menuju ke dalam rahim. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia
35 – 55 tahun. Penyakit ini berawal dari infeksi virus yang merangsang
perubahan perilaku sel epitel serviks.1,2,3
Risiko terinfeksi virus HPV dan beberapa kondisi lain seperti perilaku
seksual, kontrasepsi, atau merokok merupakan faktor resiko terjadinya kanker
serviks. Mekanisme timbulnya kanker serviks ini merupakan suatu proses
yang kompleks dan sangat variasi hingga sulit untuk dipahami.4,5
Berdasarkan distribusi umur, Dari laporan FIGO (Internasional
Federation Of Gynecology and Obstetrics) tahun 1988, kelompok umur 30-
39 tahun dan kelompok umur 60-69 tahun terlihat sama banyaknya. Secara
umum, stadium IA lebih sering ditemukan pada kelompok umur 30-39 tahun,
sedangkan untuk stadium IB dan II sering ditemukan pada kelompok umur
40-49 tahun, stadium III dan IV sering ditemukan pada kelompok umur 60-
69 tahun.6,7
Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan di RSCM Jakarta tahun
1997-1998 ditmukan bahwa stadium IB-IIB sering terdapat pada kelompok
umur 35-44 tahun, sedangkan stadium IIIB sering didapatkan pada kelompok
umur 45-54 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh Litaay, dkk dibeberapa
Rumah Sakit di Ujung Pandang (1994-1999) ditemukan bahwa penderita

4
F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

kanker rahim yang terbanyak berada pada kelompok umur 46-50 tahun yaitu
17,4%.2,3

B. PERMASALAHAN DI MASYARAKAT
Insiden dan mortalitas kanker serviks di dunia menempati urutan kedua
setelah kanker payudara. Sementara itu, di negara berkembang masih
menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian akibat kanker pada
usia reproduktif. Diperkirakan setiap tahun dijumpai sekitar 500.000
penderita baru diseluruh dunia dan umumnya terjadi di negara berkembang.7,8
Hampir 80% kasus berada di negara berkembang. Menurut distribusi
tempat, frekuensi kanker rahim terbanyak dijumpai pada negara-negara
berkembang seperti Indonesia, India, Bangladesh, Thailand, Vietnam dan
Filipina. Di Amerika Latin dan Afrika Selatan frekuensi kanker rahim juga
merupakan penyakit keganasan terbanyak dari semua penyakit keganasan
yang ada lainnya. Di Indonesia, kanker leher rahim bahkan menduduki
peringkat pertama.6
Sebelum tahun 1930, kanker serviks merupakan penyebab utama
kematian wanita dan kasusnya turun secara drastis semenjak
diperkenalkannya teknik skrining pap smear. Namun, sayang hingga kini
program skrining belum lagi populer di masyarakat yang berada di negara
berkembang, hingga mudah dimengerti mengapa insiden kanker serviks
masih tetap tinggi. Penyakit ini dapat dicegah bila program skrining dan
pelayanan kesehatan diperbaiki.7,8

C. PEMILIHAN INTERVENSI
Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan di atas, maka kami
bermaksud mengadakan penyuluhan mengenai deteksi dini kanker serviks
dan edukasi langsung kepada para wanita usia subur (WUS) dan ibu hamil.
Diharapkan intervensi ini dapat menurunkan angka kejadian kanker serviks
serta mengurangi morbiditas dan mortalitas terkait kanker serviks di wilayah
kerja Puskesmas Lampa.

5
F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

D. PELAKSANAAN
Penyuluhan Pentingnya deteksi dini kanker serviks dilaksanakan pada
hari Rabu tanggal 16 November 2016 di Posyandu Desa Pekkabata.
Penyuluhan ini dilakukan bekerja sama dengan bidan desa setempat dan
dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Kelas Ibu Hamil dan Imunisasi
untuk warga setempat. Penyuluhan ini dibawakan dengan metode presentasi
materi berkaitan dengan definisi kanker serviks, faktor resiko kanker serviks,
tanda dan gejala kanker serviks, tata cara mendeteksi kanker serviks secara
dini menggunakan metode IVA dan Papsmear, indikasi dan keuntungan
deteksi kanker cerviks dengan metode IVA dan papsmear, cara pencegahan
kanker serviks, serta dilanjutkan dengan sesi tanya jawab pemateri-peserta
penyuluhan. Masyarakat yang mengikuti penyuluhan ini terlihat antusias
selama penyuluhan dan sesi diskusi dilakukan, dengan demikian diharapkan
melalui penyuluhan ini menurunkan angka kejadian kanker serviks serta
mengurangi morbiditas dan mortalitas terkait kanker serviks di wilayah kerja
Puskesmas Lampa khususnya di desa Pekkabata.

E. EVALUASI
Penyuluhan ini diikuti oleh 13 orang WUS dan ibu hamil serta bidan
desa di desa Pekkabata. Diantara 13 peserta penyuluhan tersebut, ada 2 orang
ibu yang masuk ke dalam kategori resiko tinggi. Data epidemiologi yang
menunjukkan kanker serviks masih menempati urutan pertama sebagai
penyebab kematian akibat kanker pada usia reproduktif di Indonesia,
tingginya jumlah wanita usia subur (WUS) dan kurangnya tingkat
pengetahuan tentang kanker serviks di desa Pekkabata ini menjadi alasan
dilakukannya penyuluhan deteksi dini kanker serviks di wilayah ini.
Dari hasil penyuluhan ini tampak hampir semua peserta penyuluhan
masih belum mengetahui tentang kanker serviks dan cara mendeteksinya,
terutama dengan menggunakan metode IVA yang telah tersedia di puskesmas.
Diharapkan melalui penyuluhan ini, para wanita usia subur (WUS) di desa
Pekkabata, khususnya wanita yang risiko tinggi, lebih mengerti dan lebih
waspada terhadap gejala dan tanda kanker serviks, dan minat serta kesadaran

6
F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

para wanita usia subur (WUS) ini terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker
serviks dan kemauan mereka memeriksakan diri jauh meningkat, sehingga
angka kejadian, angka morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks di desa
Pekkabata ini diharapkan dapat dicegah. Tentunya penyuluhan ini harus
sering dilakukan sehingga semua wanita usia subur (WUS) di desa Pekkabata
mengerti bagaimana cara mendeteksi secara dini kanker serviks demi
kesehatan mereka.

F. DOKUMENTASI

7
F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

LAPORAN KEGIATAN
Nama Peserta dr. Andi Fajar Apriani Tanda tangan:

Nama Pendamping dr. H. Ramli Yunus Tanda tangan:

Nama Wahana Puskesmas Lampa

Tujuan Pelaksanaan Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Serviks

Hari/Tanggal Rabu/ 16 November 2016

Waktu 09.00 WITA

Tempat Posyandu Desa Pekkabata

Jumlah Peserta 13 orang

8
F.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)

DAFTAR PUSTAKA

1. Setiawan, et al. Kamus Kedokteran Dorland Ed 29. Penerbit Buku


Kedokteran EGC. Jakarta: 2002. Hal 1051.
2. Heffner, LJ., Schust, DJ. Kanker serviks. At a Glance Sistem Reproduksi.
Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga 2008; 94-95.
3. Wiknjosastro, H.,et all. (editor). Serviks Uterus. Ilmu Kandungan. Edisi
Kedua. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono. 2009;380-387.
4. Cunningham FG. Mcdonald PC. Karsinoma serviks. Obstetric Williams.
Edisi 21. Vol 2. Jakarta. EGC. 2007;1622-1625.
5. Kumar V, Cotran RS, Robbins SL. Buku ajar patologi 7nd ed , Vol. 1. Jakarta
: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2007 : 189-1
6. Norwitz, E., Schorge, J. Kanker Serviks. At a Glance Obstetri & Ginekologi.
Edisi kedua. Jakarta : Erlangga 2008; 62-63.
7. American Cancer Society. 2012. Cervical Cancer. At lanta. American
Cancer Society.
8. Sogukopinar, N., et all. 2003, Cervical Cancer Prevention and Early
Detection, Asian Pacific Journal of Cancer Prevention. Vol 4;15-21.