Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

I DENGAN BATU
SALURAN KEMIH DI LANTAI 5 BEDAH
RSPAD GATOT SOEBROTO

A. PENGKAJIAN
1. Informasi Umum

Nama : Tn. I.M.P

Usia : 31 tahun

Tanggal Lahir : 12-06-1982

Jenis Kelamin : laki-laki

Suku Bangsa : Indonesia

Pekerjaan : TNI

Tanggal Masuk Rumah Sakit : 29-05-2013

Waktu : 12.30 WIB

Dari : Poli bedah

Sumber Informasi : klien, keluarga, dan rekam medik

Diagnosa medis : batu ureter distal dextra

2. Riwayat Penyakit Sekarang


Klien mengatakan sering merasakan nyeri skala 5 di pinggang sebelah kanan sejak akhir tahun
2011. Saat BAK sering terasa nyeri dan BAK tidak tuntas. Ada keluhan BAK menetes di
akhir. Tahun 2012 klien memiliki riwayat BAK berdarah, terasa nyeri skala 5. BAK berdarah
hanya terjadi sekali itu saja. Skala nyeri saat pengkajian 4-5 dari 10.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Klien memiliki riwayat Asma sejak masih SD dan memiliki riwayat malaria. Klien pernah
dirawat karena malaria pada tahun 2006. Klien mengatakan sebelumnya tidak memiliki
riwayat sakit ginjal atau infeksi saluran kemih. Tahun 2012 kemih berdarah skala nyeri 5 dari
10. Keluarga juga tidak ada yang memiliki riwayat penyakit ginjal atau batu saluran kemih.
4. Aktifitas/Istirahat
a. Gejala ( Subyektif )
Klien bekerja sebagai TNI dengan pangkat Kapten. Klien mengatakan sedikit bergerak
dan akhir-akhir ini lebih sering duduk di meja di dalam ruangan ber-AC. Aktivitas/hobi
yang disukai adalah membaca dan menonton tv. Klien mengatakan keterbatasan karena
nyeri di pinggang saat melakukan aktivitas. Klien mengatakan tidak menggunakan alat
bantu dalam beraktivitas. Lama istirahat klien 6-8 jam/malam dan tidak pernah tidur siang.
Klien mengatakan terkadang mengalami insomnia karena nyeri yang dirasakan atau
karena rangsangan ingin pipis. Terkadang muncul rasa ingin pipis namun tidak pernah
tuntas dan menetes di akhir.“ Setelah dilakukan URS Litotripsi klien juga merasakan
sedikit nyeri sakit area genital (testis).
b. Tanda ( Obyektif )
Kesadaran klien compus mentis. Respon terhadap aktifitas yang terobservasi : Berhati –
hati saat bergerak karena takut luka operasi berdarah/sakit. Hasil pengkajian
neuromuskular massa/tonus otot sebanding/ tegap secara bilateral. Postur tubuh klien
tegap dan rentang gerak sempurna. Kekuatan otot sama pada keempat ekstremitas:

5 5

5 5
5. Sirkulasi
a. Gejala ( Subyektif )
Klien mengatakan terkadang jantung terasa berdebar. Klien mengatakan tidak memiliki
riwayat penyakit gula ataupun hipertensi. Klien mengatakan mulai jarang berolahraga dan
tidak suka minum air putih terlalu banyak. Terdapat perubahan frekuensi berkemih yaitu
menjadi lebih sering namun sedikit dan BAK terasa sakit.
b. Tanda ( Obyektif )
Pemeriksaan tanda vital klien: TD berbaring 110/70 mmHg, frekuensi nadi radialis 80
x/menit, kuat dan teratur. Hasil auskultasi paru tidak ada ronkhii. Pada ekstremitas teraba
hangat. Suhu tubuh 360C. Warna kulit klien sawo matang, tidak pucat, pengisian kapiler:
± 2 detik. Kuku jari bersih dan normal. Penyebaran rambut merata, rambut kasar sampai
mata kaki, ada bulu pada ibu jari. Warna wajah dan lengan kemerahan sehat, mukosa bibir
berwarna pink , punggung kuku melengkung baik, kongjungtiva tidak anemis dan sklera
tidak ikterik.
6. Integritas Ego
a. Gejala ( Subyektif )
Saat ini klien mengatakan tidak merasakan stres yang berarti. Kondisi yang dialami
sekarang dilalui dengan banyak berdoa dan berdzikir. Klien tidak memikirkan masalah
finansial karena ditanggung oleh dinas. Klien sudah menikah dan beragama Islam.
Gaya hidup menengah keatas. Klien mengatakan yang dicemaskan saat ini adalah
masalah operasi dan apa saja penyebab batu ginjal yang dialami.
b. Tanda ( Obyektif )
Status emosi klien gelisah, kekhawatiran terhadap operasi yang dijalankan muncul,
respon psikologis yang terobservasi adalah eskpresi wajah menahan nyeri dan sedikit
cemas. Ansietas klien termasuk skala ringan karena masih terorientasi dengan waktu,
tempat, dan orang.
7. Eliminasi
a. Gejala ( Subyektif )
Klien mengatakan buang air besar hampir setiap pagi, tidak ada gangguan. BAB
terakhir kemarin pagi, konsistensi lembek warna kuning tua. Tidak ada perdarahan.
Klien mengatakan tidak memiliki riwayat hemoroid dan konstipasi. Penggunaan
laksatif harian tidak pernah. Pola BAK klien sekitar 4-6 x/hari. Karakter urin: kuning
jernih, namun pernah berdarah sekali lalu tidak muncul lagi. Sebelum tindakan URS
Litotripsi klien mengatakan ada sensari nyeri seperti terbakar saat BAK. BAK menetes
di akhir sering tidak tuntas. Sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit kandung
kemih atau ginjal. Tidak ada penggunaan diuretik.
b. Tanda ( Obyektif )
Saat pemeriksaan abdomen, tidak didaptkan nyeri tekan abdomen. Abdomen lunak dan
elastis. Terdapat bising usus aktif (8-9x/menit) di keempat kuadran. Tahun 2012
riwayat hematuria dan sejak saat itu terasa perubahan pola BAK. BAK menjadi lebih
sering dan tindak tuntas. Saat berkemih terasa nyeri skala 4-5 dari 10, urin menetes,
berwarna kuning keruh. Saat berkemih berdarah skala nyeri 5 dari 10. Setelah URS
Litotripsi skala nyeri 5 dari 10.
8. Cairan/Makanan
a. Gejala ( Subyektif )
Klien mengatakan makanan kesukaan adalah ikan dan nugget. Klien mengatakan
gemar meminum teh dan minuman bersoda. Klien makan 3 kali sehari. Saat dirumah
sakit pola diit mengikuti aturan rumah sakit. Makan pagi: Roti, buah/bubur sumsum,
sayur,daging. Makan siang: nasi, sayur, daging, buah. Makan Malam: nasi, sup,
daging, buah. Klien mengatakan selalu nafsu makan, tidak ada mual dan muntah
ataupun keluhan nyeri ulu hati. Klien tidak memiliki alergi makanan. Klien tidak
memiliki kesulitan mengunyah dan menelan. Gigi masih utuh dan bersih.
b. Tanda ( Obyektif )
Berat badan klien 68 kg dan tinggi badan 166 cm. IMT 24,67 dalam batas normal.
Postur tubuh tegap berisi. Turgor kulit baik dan elastis. Penampilan lidah pink.
Membran mukosa pink utuh. Kondisi gigi dan gusi utuh dan baik, tidak ada perdarahan
gusi. Bising usus: aktif pada keempat kuadran.
9. Higiene
a. Gejala ( Subyektif )
Aktivitas sehari-hari klien dilakukan mandiri, saat sakit dan setelah menjalani operasi
dibantu oleh istri.
b. Tanda ( Obyektif )
Penampilan umum klien bersih, rapi, rambut dicukur pendek, cara berpakaian rapi dan
bersih. Tidak ada bau badan. Kondisi kuku dan kepala bersih. Tidak ditemukan kutu.
10. Neurosensori
a. Gejala ( Subyektif )
Klien mengatakan tidak merasa pusing dan tidak merasa kebas pada
ekstremitas.Penglihatan baik, pendengaran baik, indera pembau baik.
b. Tanda ( Obyektif )
Tidak ada perdaraha pada hidung, indera bembau tidak bermasalah, status mental sadar,
terorientasi terhadap waktu, tempat, orang. Afek bicara jelas dan koheren. Reaksi pupil
mata positif, tidak menggunakan kacamata. Tidak menggunakan alat pendengaran.
Kekuatan genggaman sama antara kiri dan kanan dan sensitif terhadap sentuhan.
11. Nyeri
a. Gejala ( Subyektif )
Sebelum URS Litotripsi klien merasakan nyeri pada pinggang kanan dan nyeri saat
ingin dan sedang berkemih. Nyeri seperti terbakar, skala 5 dan hilang saat beristirahat.
Muncul saat ingin berkemih. Setelah operasi nyeri muncul di alat genitalia (testis),
namun bila menarik napas nyeri dapat hilang.
b. Tanda ( Obyektif)
Sebelum URS Litotripsi: Nyeri di area pinggang dan testis, nyeri menyebar, skala 5
dari 10, nyei hilang saat beritirahat dan muncul saat ingin berkemih. Klien tampak
menjaga area yang sakit, berhati-hati saat tidur dan bangun tidur, berhati-hati saat
menoleh dan beraktivitas serta ekspresi wajah terlihat kesakitan dan menjaga area yang
sakit. Respon emosi masih terkendali dan sabar.
12. Pernapasan
a. Gejala ( Subyektif)
Klien mengatakan tidak ada keluhan batuk, sesak napas, dan riwayat TB ataupun
bronkitis dan pneumonia. Tidak ada alat bantu pernapasan.
b. Tanda ( Obyektif)
Frekuensi pernapasan: 12 x/menit. Kedalaman baik, pengembangan dada simentris,
auskultasi tidak ada ronkhii, tidak ada wheezing, tidak ada sianosis, tidak ada jari tabuh.
Fungsi mental/kegelisahan: Sadar terorientasi dan tegang, wajah terlihat gelisah.
13. Keamanan
a. Gejala ( Subyektif )
Klien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi. Tidak ada riwayat fraktur dan
dislokasi. Tidak ada masalah penglihatan dan pendengaran.
b. Tanda ( Obyektif ) Suhu: 36º C. Integritas kulit baik dan tidak ada jaringan parut di
ekstremitas kulit. Kekuatan sama pada semua ekstremitas. Tonus otot baik, rentang
gerak maksimal.
14. Interaksi social
a. Gejala ( Subyektif )
Klien sudah menikah kurang lebih 6 tahun, memiliki satu anak. Perilaku koping klien
dengan membicarakan masalah pada istri.
b. Tanda ( Obyektif ) Bicara jelas dan dapat dimengerti. Komunikasi verbal/non-verbal
dengan istri dan keluarga.
15. Penyuluhan/Pembelajaran
a. Gejala ( Subyektif )
Bahasa yang dominan digunakan yaitu Bahasa Indonesia. Klien melek huruf dengan
pendidikan terakhir strata satu. Klien mengatakan tidak tahu apa saja yang bisa
dimakan dan minum untuk mencegah batu ginjal. Klien menanyakan teknik dan situasi
dari prosedur pembedahan atau operasi yang akan dialami.
b. Riwayat keluhan terakhir
Sejak akhir tahun 2011 klien mengalami nyeri saat BAK, pinggang dan testis terasa
sakit. Akhirnya klien berobat ke RS. Klien berobat jalan dimana diberikan obat untuk
menghancurkan batu ginjal, tetapi tidak berhasil. Direncanakan akan dilakukan
pengobatan namun peralatan di tempat tinggal klien terbatas sehingga mendatangi
RSPAD Gatot Soebroto dan selanjutnya direncanakan operasi.
16. Data Penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium Tn. I dengan batu saluran kemih tahun 2013
Tanggal 14 Maret 2013
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Interpretasi
Hemoglobin 15,5 13-18 g/dL Normal
Hematokrit 46 40-52 % Normal
Eritrosit 5,2 4,3-6,0 juta/mL Normal
Leukosit 11010 4.800-10.800 Meningkat
Trombosit 217000 150.000-400.000 Normal
PT Kontrol 12,6 Detik Normal
PT Pasien 10,8 9,8-12,8 Normal
APTT Kontrol 34,0 Detik Normal
APTT Pasien 44,6 27-29 detik Meningkat
SGOT 40 0-40 Meningkat
SGPT 91 0-41 Meningkat
Ureum 26 0-5- mg/dL Normal
Kreatinin 1,1 0,5-1,5 Normal
Asam Urat 6,4 3,4-7,0 Normal
GDS Sewaktu 86 < 140 mg/dL Normal
Natrium 144 125-147 mmoL Normal
Kalium 3,8 3,5-5,0 mmoL Normal
Klorida 93 95-105 mmoL Menurun
pH urine 6,0 4,6-8,0 Normal
Berat Jenis urine 1,015 1,010-1030 Normal
Protein urine (negatif) (negatif) Normal
Tanggal 21 Mei 2013
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Interpretasi
SGOT 24 0-40 Normal
SGPT 54 0-41 Meningkat
HbsAg (rapid) Nonreaktif Nonreaktif Normal

b. Pemeriksaan Thorax Dada 13/05/2013


Hasil : Cardio dan Pulmo Normal
c. Pemeriksaan USG Abdomen tanggal 15/05/2013
Hasil : Ginjal kanan: Besar, bentuk baik, system pelviokalises sedikit melebar, tampak
batu di ureter distal dengan ukuran 2 x 10 cm
Kesan : Hidronefrosis kanan grade 2-3
d. Pemeriksaan BNO IVP tanggal 29/05/2013
Kesan: Batu Ureter Distal Dextra pro URS Litotripsi
e. Therapy yang diberikan :
• IVFD : RL 20 tpm IV
• Ceftriaxone : 1 x 2 gr IV
• Lasix: 1x1 gr IV
• Profenid 3x 1 Supp
• Ciprofloxacin 1 x 500 mg PO
• Neuralgad 1x 500 mg PO
f. Resume Pasien
Klien datang ke RSPAD Gatot Soebroto tanggal 29 Mei 2013 dengan keluhan nyeri
pinggang kanan dan nyeri saat berkemih menjalar sampai ke genitalia. Skala nyeri 4-
5. Riwayat hematuria dan disuria. Dari hasil USG terlihat ada batu pada ginjal sebelah
kanan. Hasil BNO IVP terlihat batu ureter distal dextra. Hasil observasi TTV tanggal
29 Mei 2013 : TD : 110/70 mmHg, N : 80x/menit, S : 36 0C dan RR : 12x/menit. Klien
dilakukan operasi URS Litotripsi pada tanggal 30 Mei 2013.
17. Pertimbangan Rencana Pulang
Lama di rawat rata-rata : 3 hari
Tanggal informasi didapatkan : 29 Mei 2013
a. Tanggal pulang yang diantisipasi : 31 Mei 2013
b. Sumber-sumber yang tersedia : orang : istri
c. Keuangan : dari dinas
d. Perubahan-perubahan yang diantisipasi dalam situasi kehidupan setelah pulang :
tingkatkan minum air putih, olahraga dan pengaturan diit
e. Area yang mungkin membutuhkan perubahan/ bantuan :
Penyiapan makanan : mandiri Berbelanja : mandiri
Transportasi : mandiri Ambulasi :mandiri
Obat/ terapi IV : bantuan Pengobatan : bantuan
Perawatan luka : mandiri Peralatan : mandiri

B. DATA FOKUS KLIEN DAN ANALISA DATA


DATA FOKOS
DATA SUBYEKTIF:
• Klien mengatakan nyeri pada pinggang kanan sejak akhir tahun 2011
• Klien mengatakan skala nyeri sedang (4-5)
• Klien mengatakan ketika berkemih seperti terbakar
• Klien mengatakan berkemih sering namun tidak tuntas dan menetes diakhir
• Klien mengatakan jarang minum air putih, gemar minum teh dan minuman bersoda
• Klien mengatakan lebih sering berada di meja dalam ruangan ber AC
• Klien mengatakan mulai jarang berolahraga
• Klien mengatakan makanan kesukaan adalah ikan dan nugget.
• Klien mengatakan tahun 2012 pernah berkemih dan berdarah, saat itu skala nyeri 5 dari 10.
• Klien mengatakan cemas akan tindakan operasi yang akan dijalankan
• Klien mengatakan tidak tahu apa saja yang bisa dilakukan agar tidak terkena batu ginjal
• Klien mengatakan mengantuk setelah operasi, pusing bila mengangkat kepala
DATA OBYEKTIF
• Klien terlihat kesakitan, ekspresi menahan nyeri, setelah operasi masih merasakan nyeri
disekitar genitalia
• Klien terlihat cemas
• Skala nyeri 4-5 dari 10
• Perubahan pola berkemih: disuria
• Riwayat hematuria tahun 2012
• Klien terlihat melindungi area yang sakit
• Klien terpasang IVFD RL : 20 tpm
• Klien terlihat gelisah dan wajah tegang
• Kecemasan skala ringan karena masih terorientasi dengan waktu, tempat, dan orang.
• Hasil Observasi TTV TD : 110/70 mmHg, S=36 0 N = 80x/menit, RR = 12 x/menit C
• Hasil pemeriksaan lab tanggal 14 Mei 2013 - Leukosit = 11.010 / ul - SGOT/SGPT = 40/91
• Hasil pemeriksaan BNO IVP dan USG Abdomen: Batu ureter distal dextra
• Penatalaksanaan URS Litotripsi tanggal 30 Mei 2013
• Anestesi spinal
• Tidak ada perdarahan post URS Litotripsi
• Perencanaan pulang post op tanggal 31 Mei 2013
• Terpasang kateter urine 18 Fr produksi kuning

ANALISA DATA
Tabel 3.2 Analisa Data Masalah Keperawatan Tn. I dengan Batu Saluran
Kemih Tahun 2013

Data Subjektif Data Objektif Masalah


Keperawatan
Pre-Op
• Klien mengatakan nyeri • Klien terlihat kesakitan, Nyeri
pada pinggang kanan ekspresi menahan nyeri,
sejak akhir tahun 2011 setelah operasi masih
• Klien mengatakan skala merasakan nyeri disekitar
nyeri sedang (4-5) genitalia (testis)
• Klien mengatakan • Skala nyeri 4-5 dari 10
ketika berkemih seperti • Klien terlihat melindungi
terbakar area yang saki
• Klien mengatakan • Hasil pemeriksaan lab
sebelum URS Litotripsi: tanggal 14 MEI 2013
Nyeri di area pinggang Leukosit = 11.010 / ul
dan testis, nyeri • Hasil pemeriksaan BNO
menyebar, skala 5 dari IVP dan USG Abdomen: Batu
10, nyei hilang saat ureter distal dextra
beritirahat dan muncul • Penatalaksanaan URS
saat ingin berkemih Litotripsi tanggal 30 Mei
2013

Data Subjektif Data Objektif Masalah


Keperawatan
• Klien mengatakan • Skala nyeri 4-5 dari 10 Gangguan eliminasi urine
nyeri • Perubahan pola berkemih:
pada pinggang kanan disuria produksi kuning, sedikit-
sejak akhir tahun 2011 sedikit
• Klien mengatakan • Riwayat hematuria
skala • Hasil pemeriksaan BNO IVP
nyeri sedang ⇒ 4-5 dan USG Abdomen: Batu ureter
• Klien mengatakan distal dextra
ketika
berkemih seperti
terbakar
• Klien mengatakan
berkemih sering
namun
tidak tuntas dan
menetes
diakhi
• Klien mengatakan • Penatalaksanaan URS Ansietas
cemas Litotripsi tanggal 30 Mei 2013
akan tindakan operasi • Terlihat gelisah
yang akan dijalankan • Wajah tegang
• Kecemasan skala ringan
karena masih terorientasi
dengan waktu, tempat, dan
orang.

Data Subjektif Data Objektif Masalah


Keperawatan
• Klien mengatakan • Penatalaksanaan URS Defisiensi pengetahuan terkait
tidak Litotripsi tanggal 30 Mei 2013 kondisi dan pengobatan batu
tahu apa saja yang bisa • Perencanaan pulang post op saluran kemih
dilakukan agar tidak tanggal 31 Mei 2013
terkena batu ginjal
• Klien mengatakan
jarang minum air putih,
gemar minum teh dan
minuman bersoda
• Klien mengatakan
lebih
sering berada di meja
dalam ruangan ber AC
• Klien mengatakan
mulai
jarang berolahraga
• Klien mengatakan
makanan kesukaan
adalah ikan dan nugget.
Post-Op • Hasil pemeriksaan lab tanggal Resiko Cedera
• Klien mengatakan 14 MeI 2013 Leukosit = 11.010
mengantuk setelah / ul,
operasi, pusing bila • Penatalaksanaan URS
mengangkat kepala Litotripsi 30 Mei 2013
• Anastesi spinal
• Terpasang kateter urine 18 Fr
produksi kuning, sedikit
tertampung dalam urine bag.

PENETAPAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri

2. Gangguan eliminasi urine

3. Ansietas

4. Defisiensi pengetahuan terkait kondisi dan pengobatan batu saluran kemih

5. Resiko Cedera

RENCANA KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan: Nyeri

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam nyeri dapat teratasi

Kriteria Hasil: Nyeri berkurang, Skala nyeri menurun, klien dapat beristirahat dan tampak rileks

Intervensi Keperawatan:

a. Kaji intensitas, lokasi, frekuensi dan penyebaran nyeri


Rasional: Peningkatan nyeri adalah indikasi dari obstruksi, bila nyeri hilang kemungkinan batu
sedang bergerak
b. Observasi abdominal pain
Rasional: Kemungkinan ada komplikasi lain
c. Kaji tanda keringat dingin, tidak dapat beristirahat, dan ekspresi wajah
Rasional: Mengobservasi tanda-tanda shock
d. Tingkatkan pemasukan sampai 2500 ml/hari sesuai toleransi
Rasional : menurunkan iritasi dengan mempertahankan aliran cairan konstan ke mukosa
kandung kemih.
e. Berikan tindakan kenyamanan ( sentuhan terapeutik, pengubahan posisi, pijatan punggung ) dan
aktivitas terapeutik. Dorong penggunaan teknik relaksasi, termasuk latihan napas dalam,
visualisasi, pedoman imajinasi.
Rasional: : menurunkan tegangan otot, memfokuskan kembali perhatian, dan dapat
meningkatkan kemampuan koping
f. Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi
Rasional: analgetik memblok lintasan nyeri sehingga mengurangi nyeri

Diagnosa Keperawatan: Gangguan eliminasi urine

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x 24 jam gangguan eliminasi urine teratasi

Kriteria Hasil: Nyeri saat berkemih berkurang, berkemih tidak menetes, pola berkemih kembali normal

Intervensi Keperawatan:

a. Awasi pemasukan dan pengeluaran cairan dan karakteristik urine


Rasional: hasil pengawasan memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan adanya komplikasi
b. Tingkatkan pemasukan sampai 2500 ml/hari sesuai toleransi
Rasional: Hidrasi yang cukup meningkatkan pengenceran kemih dan membantu mendorong
lewatnya batu.
c. Observasi perubahan status mental
Rasional: akumulasi uremik dan ketidakseimbangan elektrolit dapat mempengaruhi sistem saraf
pusat
d. Periksa urine
Rasional: membantu mengidentifikasi tipe batu dan pilihan terapi
e. Awasi pemeriksaan laboratorium untuk elektrolit, BUN, dan kreatinin
Rasional: indikasi disfungsi ginjal/komplikasi
f. Kolaborasi pemberian acstazolamid/alupurinol, dan antibiotik
Rasional: alupurinol untuk meningkatkan pH urine, antibiotil untuk mengatasi infeksi.
Diagnosa Keperawatan: Ansietas

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x 24 jam ansietas teratasi

Kriteria Hasil: ungkapan cemas berkurang, gelisah berkurang, klien beraktivitas dengan normal, wajah
tidak tegang

Intervensi Keperawatan:

a. Kaji tingkat kecemasan klien


Rasional: Mengetahui tingkat kecemasan klien menentukan terapi
b. Motivasi klien untuk mengungkapkan kecemasan yang dirasakan.
Rasional: Perawat mengetahui apa yang diraskan klien
c. .Mengajarkan dan melatih teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi kecemasan.
Rasional: Teknik relaksasi napas dalam meningkatkan vasodilatasi dan sirkulasi sehingga
membuat tubuh rileks
d. Jawab setiap pertanyaan klien dengan penuh perhatian dan berikan informasi yang benar
Rasional: Informasi yang tepat mengurangi kecemasan klien.

Diagnosa Keperawatan: Defisiensi pengetahuan terkait kondisi dan


pengobatan batu ginjal

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x 24 jam pengetahuan klien meningkat

Kriteria Hasil: memahami penjelasan oerawat, mampu menjawab pertanyaan validasi, berdiskusi aktif

Intervensi Keperawatan:

1. Kaji tingkat pengetahuan klien mengenai kondisinya


Rasional: tingkat pengetahuan klien menentukan sejauh mana informasi yang perlu diberikan.
2. Menjelaskan jenis tindakan yang akan dihadapi klien
Rasional: informasi yang tepat memberikan pengetahuan bagi klien
3. Memotivasi untuk minum air putih 2,5 L perhari untuk pencegahan
Rasional: Hidrasi yang cukup meningkatkan pengenceran kemih dan membantu mendorong
lewatnya batu, mencegah kekambuhan berulang
4. Memotivasi untuk melakukan diit rendah kalsium dan protein hewani untuk pencegahan
Rasional:perubahan pola diit menurunkan oksalat dan protein sehingga aka menurunkan resiko
pembentukan batu saluran kemih

Diagnosa Keperawatan: Resiko Cedera

Tujuan: setelah dilakuakn tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam tidak terjadi cedera

Kriteria Hasil: tidak ada keluhan pusing, tidak ada cedera fisik

Intervensi Keperawatan:

a. Monitor tanda-tanda vital


Rasional: Penurunan TD dan peningkatan nadi menunjukkan kehilangan volume cairan
b. Pantau tingkat kesadaran klien
Rasional: Efek anestesi dan kondisi fisik mempengaruhi tingkat kesadaran
c. Berikan lingkungan yang aman pada klien, pasang handrail, jauhkan dari benda-benda berbahaya.
Rasional: Mencegah resiko jatuh dan cedera pada klien

EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan : Nyeri


29 Mei 2013 (Pre-Op) 30 Mei 2013 (Op) 31 Mei 2013 (Post-Op)
Implementasi: (14.00-14.30) - Implementasi: (16.00-16.15) - Implementasi (16.00-16.15) -
Mengkaji intensitas, lokasi, Mengkaji intensitas, lokasi, Mengkaji intensitas, lokasi,
frekuensi dan penyebaran nyeri frekuensi dan penyebaran nyeri frekuensi dan penyebaran nyeri
- Mengobservasi abdominal - Mengobservasi abdominal - Mengobservasi abdominal
pain - Memotivasi untuk minum pain - Memotivasi untuk minum pain - Kolaborasi pemberian
sebanyak 2,5 L per hari - sebanyak 2,5 L per hari - profenid supp 3x 1 Evaluasi: S:
Mengajarkan teknik relaksasi Mengajarkan teknik relaksasi klien mengatakan nyeri setelah
napas dalam - Kolaborasi: napas dalam - Kolaborasi: operasi mulai berkurang O:
profenid supp 3x 1 Evaluasi: S: profenid supp 3x 1 Evaluasi: S: Nyeri di kemaluan, skala 2,
klien mengatakan nyeri klien mengatakan nyeri tidak hilang setelah diberi obat dan
pinggang masih terasa O: Nyeri muncul saat tidur O: Nyeri di tarik napas A: masalah nyeri
di pinggang dan di kemaluan kemaluan saat berkemih, skala teratasi P: motivasi minum air
saat berkemih, skala 4, hilang 4, hilang setelah diberi obat, putih sesuai kebutuhan saat
setelah diberi obat, minum 1,5 minum 2 Liter air A: masalah sudah bisa minum. Motivasi
Liter air A: masalah nyeri nyeri teratasi sebagian P: kaji teknik relaksasi napas dalam.
teratasi sebagian P: kaji kembali kembali skala nyeri dan motivasi Kolaborasi profenid supp,
skala nyeri dan motivasi minum minum air putih sesuai Kolaborasi BNO IVP post op.
air putih sesuai kebutuhan. kebutuhan. Motivasi teknik Pasien direncanakan pulang
Motivasi teknik relaksasi napas relaksasi napas dalam.
dalam.

Diagnosa Keperawatan: Gangguan eliminasi urine


29 Mei 2013 (Pre-Op) 30 Mei 2013 (Op)
Implementasi (16.00-16.20) - Mengobservasi implementasi (09.00-09.15) - Mengobservasi
karakteristik urine dan berkemih - Memotivasi klien karakteristik urine dan berkemih - Memotivasi
untuk minum 2,5 Liter air per hari - Mengobservasi klien untuk minum 2,5 Liter air per hari -
tingkat kesadaran klien - Kolaborasi pemberian Mengobservasi tingkat kesadaran klien -
antibiotik ceftriaxone 1x 2 gr Evaluasi: S: klien Kolaborasi pemberian antibiotik ceftriaxone
mengatakan masih mengalami nyeri di akhir kemih 1x 2 gr Evaluasi: S: klien mengatakan masih
seperti anyang-anyangan O: urine menetes di akhir, anyang-anyangan O: urine menetes di akhir,
tidak ada produksi darah, urine sekitar 500 cc tidak ada produksi darah, urine sekitar 300 cc
berwarna kuning keruh, klien minum 1,5 L air putih, berwarna kuning keruh, klien minum 2 L air
kesadaran CM A: gangguan eliminasi urine belum putih, kesadaran CM A: gangguan eliminasi
teratasi P: observasi karakteristik urine dan urine belum teratasi P: observasi karakteristik
berkemih, motivasi minum air putih, kolaborasi urine dan berkemih, motivasi minum air putih,
rencana URS Litotripsi Implementasi (09.00-09.15) - kolaborasi rencana URS Litotrip
Mengobservasi karakteristik urine dan berkemih -
Memotivasi klien untuk minum 2,5 Liter air per hari -
Mengobservasi tingkat kesadaran klien - Kolaborasi
pemberian antibiotik ceftriaxone 1x 2 gr Evaluasi: S:
klien mengatakan masih anyang-anyangan O: urine
menetes di akhir, tidak ada produksi darah, urine
sekitar 300 cc berwarna kuning keruh, klien minum 2
L air putih, kesadaran CM A: gangguan eliminasi
urine belum teratasi P: observasi karakteristik urine
dan berkemih, motivasi minum air putih, kolaborasi
rencana URS Litotrips

Diagnosa Keperawatan: Ansietas


29 Mei 2013 (Pre-Op) 30 Mei 2013 (Op
Implementasi (16.00-16.20) - Mengkaji tingkat Implementasi (09.00-09.20) - Mengkaji tingkat
kecemasan klien - Mendengarkan klien kecemasan klien - Mendengarkan klien
mengungkapkan kecemasan yang dirasakan - mengungkapkan kecemasan yang dirasakan -
Mengajarkan dan melatih teknik relaksasi napas Mengajarkan dan melatih teknik relaksasi napas
dalam - Memberikan informasi sesuai kebutuhan dalam - Memberikan informasi sesuai kebutuhan
klien Evaluasi: S: Klien mengatakan cemas klien Evaluasi: S: Klien mengatakan cemas
mengenai tindakan operasi besok. Klien mengenai tindakan operasi hari ini, klien
mengatakan lebih lega setelah tarik napas dalam mengatakan belum pernah operasi dan
dan siap untuk operasi. O: ekspresi tenang, tidak menyerahkan pada Tuhan dan berharap sukses.
gelisah, latihan tarik napas dalam dilakukan 4 kali, Klien mengatakan lebih lega setelah tarik napas
klien dapat melanjutkan aktivitas A: Ansietas dalam dan siap untuk operasi. O: ekspresi tenang,
teratasi sebagian P: Observasi kecemasan klien, tidak gelisah, latihan tarik napas dalam dilakukan
berikan dukungan psikososial, memotivasi untuk 7 kali, klien dapat melanjutkan aktivitas A:
berdoa Implementasi (09.00-09.20) - Mengkaji Ansietas teratasi P: Observasi kecemasan klien,
tingkat kecemasan klien - Mendengarkan klien berikan dukungan psikososial, memotivasi untuk
mengungkapkan kecemasan yang dirasakan - berdoa
Mengajarkan dan melatih teknik relaksasi napas
dalam - Memberikan informasi sesuai kebutuhan
klien Evaluasi: S: Klien mengatakan cemas
mengenai tindakan operasi hari ini, klien
mengatakan belum pernah operasi dan
menyerahkan pada Tuhan dan berharap sukses.
Klien mengatakan lebih lega setelah tarik napas
dalam dan siap untuk operasi. O: ekspresi tenang,
tidak gelisah, latihan tarik napas dalam dilakukan
7 kali, klien dapat melanjutkan aktivitas A:
Ansietas teratasi P: Observasi kecemasan klien,
berikan dukungan psikososial

Diagnosa Keperawatan: Defisiensi pengetahuan terkait kondisi dan pengobatan batu saluran kemih
29 Mei 2013 (Pre-Op) 31 Mei 2013 (Post-Op
Implementasi (10.00-10.20) - Mengkaji tingkat Implementasi (09.00-09.20) - Memvalidasi tingkat
pengetahuan klien mengenai kondisi batu ginjal - pengetahuan klien mengenai kondisi batu ginjal -
Menjelaskan penyebab, tanda-tanda dan Menjelaskan kembali penyebab, tanda-tanda dan
komplikasi batu ginjal - Menjelaskan jenis komplikasi batu ginjal - Menjelaskan pentingnya
tindakan yang akan dihadapi klien - Memotivasi minum air putih untuk pencegahan kekambuhan.
untuk minum air putih 2,5 L perhari untuk Memotivasi untuk minum air putih 2,5 L perhari. -
pencegahan - Memotivasi untuk melakukan diit Memotivasi untuk melakukan diit rendah kalsium
rendah kalsium dan protein hewani untuk dan protein hewani untuk pencegahan -
pencegahan Evaluasi: S: klien mengatakan selama Memotivasi untuk berolahraga Evaluasi: S: klien
ini jarang minum air putih dan sering berada di mengatakan senang akan pulang, klien
ruangan ber AC sehingga tidak nafsu minum, mengatakan akan berusaha banyak minum dan
klien mengatakan akan berusaha banyak minum mengurangi makanan berlemak dan tinggi
dan mengurangi makanan berlemak dan tinggi protein untuk mencegah sakit lagi. O: klien
protein untuk mencegah sakit lagi. O: klien mendengarkan penjelasan perawat, berdiskusi
mendengarkan penjelasan perawat, berdiskusi dengan antusias dan mampu menjawab
dengan antusias dan mampu menjawab pertanyaan ulang perawat. A: pengetahuan klien
pertanyaan ulang perawat. A: pengetahuan klien tentang kondisi dan pengobatan yang dijalani
tentang kondisi dan pengobatan yang dijalani meningkat. P: intervensi selesai
meningkat. P: Kaji ulang motivasi klien untuk
banyak minum dan perubahan gaya hidup untuk
pencegahan kambuh saat pasien persiapan
pulang (discharge planning)
Diagnosa Keperawatan: Resiko Cedera
30 Mei 2013 (Op) 31 Mei 2013 (Post-Op
Implementasi (16.00-16.15) - Memonitor TTV Implementasi (08.00-08.20) - Memonitor TTV
klien - Memonitor tingkat kesadaran klien apakah klien - Memonitor tingkat kesadaran klien apakah
masih dalam efek anastesi - Meningkatkan masih dalam efek anastesi - Meningkatkan
keamanan klien dengan memasang handrail, keamanan klien dengan memasang handrail,
menjauhkan benda-benda berbahaya. - menjauhkan benda-benda berbahaya. -
Memotivasi kelurga untuk membantu ADL klien Memotivasi kelurga untuk membantu ADL klien
dan membiarkan klien tidur dengan posisi Evaluasi: S: Klien mengatakan sudah tidak pusing
telentang dengan 1 bantal Evaluasi: S: Klien O: Kesadaran CM, TTV: TD: 110/70 mmHg, Nadi:
mengatakan masih mengantuk dan pusing bila 82 x/menit, RR: 20 x/menit. Suhu: 361 A: cedera
mengangkat kepala O: Kesadaran CM, klien tidak terjadi C. Masih dalam pengaruh anastesi
tampak mengantuk, TTV: TD: 110/60 mmHg, spinal. Terpasang handrail d sisi kanan kiri tempat
Nadi: 78 x/menit, RR: 20 x/menit. Suhu: 360 A: tidur. Klien tidur supine dengan 1 bantal.
cedera tidak terjadi C. Masih dalam pengaruh Terpasang kateter 18 Fr. P: Mengobservasi
anastesi spinal. Terpasang handrail d sisi kanan kondisi klien, tingkat kesadaran klien, membantu
kiri tempat tidur. Klien tidur supine dengan 1 ADL. Instruksi dokter kateter akan dilepas dan
bantal. Terpasang kateter 18 Fr. P: boleh rawat jalan
Mengobservasi kondisi klien, tingkat kesadaran
klien, membantu ADL