Anda di halaman 1dari 6

CML (Cronic Myeloid

Leukemia)

Definisi: Etiologi: Klasifikasi:


Satu bentuk dari - Belum diketahui 1. Fase Kronis
leukemia yang ditandai - Peningkatan 2. Fase Akselerasi
dengan meningkatnya resiko terhadap 3. Krisis blast
dan pertumbuhan yang CML (gangguan
tidak teratur dari sel kromosom
myeloid di dalam sum- preleukemik pada
sum tulang dan anemia Fanconi
terakumulasi juga di dan Down
dalam darah syndrome)

Tanda dan gejala: Diagnosis: Terapi:


Umum : 1. kenaikan hitung 1. Fase kronis CML
Fatigue leukosit diterapi dengan
Berat badan turun (>100.000/mm3) inhibitor tyrosine
Abdominal 2. bentuk sel kinase
discomfort myeloid tampak 2. fase akselerasi
Asimtomatik di apus darah tergantung dari
3. peningkatan pengobatan
Jarang : granulosit dari sebelumnya dan
Nyeri tulang berbagai jenis masalah spesifik
Perdarahan 4. sel myeloid yang yang dirasakan
Demam matur 3. krisis blast terapi
Berkeringat 5. Basofil dan pilihan adalah
Leukositosis eosinofil biasanya Imatinib dan
Gout meningkat kemoterapi tipe
Spleen Infark 6. ditemukannya AML (Acute
kromosom myeloid leukemia)
philadelphia 4. transplantasi sum-
sum tulang stelah
kemoterapi dosis
tinggi
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN
DENGAN CML (Cronic Myeloid Leukemia)

Pengkajian :
Diagnosa :
- Identitas Pasien
1. Resiko infeksi berhubungan dengan
- Keadaan umum menurunnya system pertahanan
- Keluhan Utama tubuh.
- Riwayat penyakit 2. Intoleransi aktivitas berhubungan
- Riwayat keluarga kelemahan akibat anemia
- Kaji adanya tanda-tanda anemia 3. Resiko terhadap cedera :
perdarahan yang berhubungan
- Kaji adanya tanda-tanda leukopenia
dengan penurunan jumlah
- Kaji adanya tanda-tanda trombosit.
trombositopenia 4. Perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh yang berhubungan
dengan anoreksia, malaise, mual
dan muntah, efek samping
kemoterapi

2. Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya Intoleransi aktivitas berhubungan dengan


system pertahanan tubuh kelemahan akibat anemia
NOC: NOC:
Setelah dilakukan tindakan keperawatn selasa Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24
3x24 jam infeksi tidak terjadi dengan criteria jam klien dapat melakukan tindakan secara
hasil: mandiri dengan criteria hasil:
Immune status Energy Conservation
Knowledge: infection control Self Care: ADLs
Risk control 1. Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa di
1. Klien bebas dari tanda infeksi
2. Mendeskripsikan proses penularan penyakit, sertai peningkatan teanan darah, RR dan
factor yang mempengaruhi penularan serta Nadi
penatalaksanaannya. 2. Mapu melakukan aktivitas sehari-hari
3. Menunjukan kemampuan untuk mencegah ecara mandiri
timbulnya infeksi NIC
4. Jumlah leukosit dalam batas normal Activity Therapy
5. Menunjukan perilaku hidup sehat.
1. aktivitas yang mampu dilakukan
NIC
2. Bantu klien memilih metode latihan yang
Infection Control
tepat untuk dilakukan
1. Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien l
3. Bantu klien untuk mendapatkan alat bantu.
2. Pertahankan teknik isolasi
4. Menggunakan alat bantu
3. Batasi pengunjung jika perlu
5. Bantu mengidentifikasi aktivitas yang
4. Gunakan sabun antimikroba untuk cuci tangan
disukai
5. Berikan terapi antibiotic jika perlu.
2. 6. Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci 6. Bantu klien membuat dadwal latihan
tangan saat berkunjung dan setelah berkunjung 7. Monitor pola tidur san lamanya tidur/
7. Pertahankan lingkungan aseptic selama istirahat pasien
pemnasangan alat.
Energy management
8. Ganti letak IV perifer dan line central dan
dressing sesuai dengan petunjuk umum 1. Obsevasi adanya pembatasan klien dalam
9. Tingkatkan intake nutrisi melakukan aktivitas
Infection protectin 2. Kaji adanya factor yang menyebabkan
1. Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan kelemahan
local 3. Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik
2. Monitor hitung granulose WBC dan emosi secara berlebihan
3. Laporkan cara kecurigaan infeksi
4. Monitor pola tidur dan lamanya tidur
4. Dorong masukan cairan dan dorong istirahat
5. Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala
infeksi
6. Ajarkan cara menghindari infeksi
7. Laporkan kcurigaan infeksi
8. Laporkan kultur positif
9. Berikan perawatan kulit pada area epiderma
10. Insfeksi kulit dan membrane mukosa terhadap
kemerahan, panas, drainase.
11. Monitor kerentanan terhadap infeksi
12. Pertahankan teknik isolasi.
Resiko Cedera: perdarahan yang berhubungan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
dengan penurunan jumlah trombosit yang berhubungan dengan anoreksia, malaise,
NOC : Risk Kontrol mual dan muntah, efek samping kemoterapi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24 Setelah dilakukan tindakan keperawatan
jam resiko cidera tidak terjadi dengan kriteria: selama 3 x 24 jam, pasien akan:
Kriteria Hasil : NOC
· 1. Klien terbebas dari cedera 1. Menunjukkan kebutuhan nutrisi terpenuhi.
2. Klien mampu menjelaskan cara/metode 2. Memperlihatkan adanya selera makan
untuk mencegah injury/cedera NIC
3. Klien mampu menjelaskan factor resiko Nutrition managemen
dari lingkungan/perilaku personal 1. Kaji keadaan umum klien
4. Mampumemodifikasi gaya hidup 2. Beri makanan sesuai kebutuhan tubuh
untukmencegah injury klien.
5. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada 3. Anjurkan orang tua klien untuk memberi
6. Mampu mengenali perubahan status makanan sedikit tapi sering.
kesehatan 4. Anjurkan orang tua klien memberi
NIC : Environment Management makanan TKTP dalam bentuk lunak
(Manajemen lingkungan) Nutrition Monitoring
1. Sediakan lingkungan yang aman untuk 1. Timbang berat badan klien tiap hari.
pasien 2. Monitor mual dan muntah pasien
2. Identifikasi kebutuhan keamanan pasien,
sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi
kognitif pasien dan riwayat penyakit
terdahulu pasien
3. Menghindarkan lingkungan yang
berbahaya (misalnya memindahkan
perabotan)
4. Memasang side rail tempat tidur
5. Menyediakan tempat tidur yang nyaman
dan bersih
6. Menempatkan saklar lampu ditempat yang
mudah dijangkau pasien.
7. Membatasi pengunjung
8. Memberikan penerangan yang cukup
9. Menganjurkan keluarga untuk menemani
pasien.
10. Mengontrol lingkungan dari kebisingan
11. Memindahkan barang-barang yang dapat
membahayakan
12. Berikan penjelasan pada pasien dan
keluarga atau pengunjung adanya
perubahan status kesehatan dan penyebab
penyakit.
Patofisiologi
DAFTAR PUSTAKA
1. Kusuma H. 2012. Aplikasi Asuhan Keperawatan NANDA NIC NOC. Media hardy;
Yogyakarta.
2. Smeltzer Suzanne C. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih
bahasa Agung Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8. Jakarta : EGC; 2001.
3. Tucker, Susan Martin et al. Patient care Standards : Nursing Process, diagnosis, And
Outcome. Alih bahasa Yasmin asih. Ed. 5. Jakarta : EGC; 1998
4. Price, Sylvia Anderson. Pathophysiology : Clinical Concepts Of Disease Processes. Alih
Bahasa Peter Anugrah. Ed. 4. Jakarta : EGC; 1994
5. Reeves, Charlene J et al. Medical-Surgical Nursing. Alih Bahasa Joko Setyono. Ed. I.
Jakarta : Salemba Medika; 2001