Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIK

DIAGNOSIS SISTEM AC

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Air Conditioner

Dosen Pengampu : Afri Yudantoko, M. Pd

Disusun oleh :

Shodiq : 14504241041

Isna Latif : 14504241042

Sultan Gunawan : 14504241043

Yuli Surya Adi : 14504241044

Edwin Widianto : 14504241045

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

TAHUN 2016
A. Kompetensi
Melakukan diagnosis kerusakan pada sistem AC.

B. Sub Kompetensi
Setelah mengikuti praktik diagnosis AC ini diharapkan mahasiswa mampu :
a. Melakukan diagnosis kerusakan pada sistem AC.
b. Menjelaskan sebab akibat kerusakan yang terjadi pada sistem AC

C. Alat dan Bahan


1. Mobil SUZUKI ERTIGA
2. Unit mesin 3R ROBINAIR AC375C
3. Tabung freon R134a
4. Thermometer
5. Tool tray dan part tray
6. Buku pedoman tentang sistem AC

D. Keselamatan Kerja

a. Memeriksa terlebih dahulu kondisi engine stand atau kendaraan yang akan
dipergunakan untuk praktik sebelum dihidupkan (air pendingin, pelumas mesin,
dll)
E. Landasan Teori

Pemeriksaan sistem AC dapat dilakukan dengan menggukana alat bantu


manometer tekanan rendah dan tekanan tinggi.Pentingnya pemeriksaan tekanan pada
sistem AC, dengan memeriksa tekanan zat pendingin (refregerant) saat pengatur udara
bekerja dan membuat anda bisa memeriksa daerah gangguan atau penyebabnya. Ini
penting untuk menegaskan nilai kerugian yang tepat dan mendiag-nosis
gangguan.Pasang manometer gauge manometer biru untuk tekanan rendah, dan
menometer merah untuk tekanan tinggi, dengan penunjukan manometer kita dapat
menyimpulkan gangguan yang terjadi :
2.1. Kondisi Normal
Bila putaran mesin pendingin berjalan normal, nilai ukuran tekanan menunjukkan
sebagai berikut :

Laporan Sistem Air Conditioner 2


Gambar 1. Tekanan normal
• Sisi tekanan rendah : 0.15 sampai 0.25 MPa (1.5 sampai 2.5 kgf/cm²)
• Sisi tekanan tinggi : 1.37 sampai 1.57 MPa (14 sampai 16 kgf/cm²)

2.2. Jumlah zat pendingin (refregerant) tidak cukup.


Seperti ditunjukkan dalam ilustrasi, bila zat pendingin (refregerant) tidak cukup,
ukuran tekanan untuk kedua sisi, sisi tekanan rendah dan sisi tekanan tinggi akan
menunjukkan lebih rendah dari nilai normal yang seharusnya.

Gambar 2. Tekanan kurang


- Gejala
• Tekanan di kedua sisi menjadi rendah , yakni sisi tekanan rendah maupun
tinggi.
• Gelembung bisa dilihat dari gelas periksa.
• Pendinginan tidak cukup

- Penyebab
• Volume zat pendingin (3efrigerant) rendah
• Gas bocor

-Cara memperbaiki

Laporan Sistem Air Conditioner 3


• Periksa kebocoran gas dan perbaiki.
• Isi kembali zat pendingin (4efrigerant)

2.3. Zat pendingin (4efrigerant) berlebihan atau pendinginan tidak cukup.


Bila zat pendingin (4efrigerant) berlebihan atau pendinginan di kondensor tidak cukup
dingin, ukuran tekanan pada kedua sisi, sisi tekanan rendah maupun tinggi menjadi
lebih tinggi dari nilai normal yang seharusnya.

Gambar 3. Tekanan berlebih

- Gejala
• Tekanan menjadi tinggi di kedua sisi, sisi tekanan rendah maupun tinggi.
• Gelembung tidak terlihat pada kaca periksa , meski pada putaran mesin rendah.
• Pendinginan tidak cukup.

- Penyebab
• Zat pendingin (refregerant) berlebihan.
• Kondensor pendinginan lemah.

- Cara memperbaiki
• Sesuaikan volume zat pendingin (refregerant).
• Bersihkan kondensor.
• Periksa sistem pendingin kendaraan (electric fan, engine coolant dll.)

2.4. Kelembaban dalam siklus zat pendingin (refregerant)


Bila kelembaban masuk kedalam sistem sirkulasi zat pendingin (refregerant), ukuran
tekanan terlihat normal ,saat pengatur udara mulai bekerja. Setelah beberapa lama, sisi

Laporan Sistem Air Conditioner 4


tekanan rendah secara pelan-pelan menunjukkan kevakuman. Setalah beberapa menit,
ukuran tekanan pulih kembali ke tekanan normal, hal ini akan terjadi berulang-ulang.
Gejala ini terjadi bila kelembabanmenyebabkan refregerantmembeku dan meleleh di
dekat katup ekspansi.

Gambar 4. Tekanan berubah ubah


- Gejala
• Normal pada saat pengatur udara mulai bekerja. Setelah beberapa lama sisi tekanan
rendah perlahan-lahan menunjukkan kevakuman.

- Penyebab
• Adanya kelembaban (uap air) di dalam sistem

- Cara memperbaiki
• Ganti filter/dryer.
• Ganti dengan tuntas refrigerant. Penggantian ini membuat kelembaban hilang
dari sirkulasi sistem.

2.5. Kerusakan Pada Kompressor


Bila terjadi kerusakan dalam kompresor, ukuran tekanan pada sisi tekanan rendah
menjadi lebih tinggi dari nilai normal. Ukuran tekanan pada sisi tekanan tinggi
menjadi lebih rendah dari nilai normalnya.

Laporan Sistem Air Conditioner 5


Gambar 5. TR lebih, TT kurang

- Gejala
• Sisi tekanan rendah menjadi tinggi, sisi tekanan tinggi menjadi rendah.
• Mematikan dengan segera penyejuk udara akan mengembalikan sisi tekanan tinggi
dan sisi tekanan rendah pada tekanan yang sama.
• Unit kompresor tidak panas disentuh.
• Pendinginan tidak cukup.

- Penyebab
• Kompresor rusak.

- Cara memperbaiki
• Periksa dan perbaiki kompresor

2.6. Penyumbatan di dalam siklus zat pendingin (6efrigerant)


Bila zat pendingin (6efrigerant) gagal bersirkulasi (karena ada sumbatan di
jalur sistem sirkulasinya) ukuran tekanan pada sisi tekanan rendah menunjukkan
kevakuman. Ukuran tekan pada sisi tekanan tinggi menjadi lebih rendah dari nilai
normal.

Gambar 6. TR Vakum, TT rendah

Laporan Sistem Air Conditioner 6


- Gejala
• Pada kasus sumbatan yang total, sisi tekanan rendah seketika akan menujukkan
kevakuman. ( Tidak dingin sama sekali).
• Pada keadaan ada kecenderungan tersumbat, sisi tekanan rendah perlahan-lahan
menunjukkan kevakuman tekanan. (Pendinginan tergantung derajat
ketersumbatannya).
• Temperatur berbeda terjadi sebelum dan sesudah wilayah tersumbat.

- Penyebab
• Debu atau kelembaban yang membeku menyumbat katup
ekspansi, atau menyumbat saluran saluran yang lain sehingga menghalangi sirkulasi
zat pendingin.

- Cara memperbaiki
• Klarifikasi penyebab tersumbatnya. ganti komponen yang menyebabkan tersumbat.
• Lakukan dengan cermat pembersihan dalam jalur sirkulasi zat pendingin
(refregerant).

2.7. Udara dalam siklus zat pendingin (refregerant)


Bila ada udara masuk ke jalur siklus zat pendingin (refregerant), ukuran tekanan pada
kedua sisi tekanan rendah maupun sisi tekanan tinggi menjadi lebih tinggi dari ukuran
normalnya.

Gambar 7. TR Tinggi, TT rendah


- Gejala
• Tekanan menjadi tinggi di kedua sisi tekanan rendah maupun sisi tekanan tinggi.

Laporan Sistem Air Conditioner 7


• Pendinginan berkurang secara proporsional dengan penambahan tekanan pada sisi
tekanan rendah.
• Bila volume refrigerant sudah pas, aliran gelembung udara di gelas periksa menjadi
sama ketika dijalankan dalam keadaan normal.

- Penyebab
• Adanya udara di dalam sistem udara.

- Cara memperbaiki
• Ganti zat pendingin (refregerant).
• Lakukan pembersihan dengan cermat pada jalur sirkulasi zat pendingin
(refregerant)

2.8. Expansion valve terbuka berlebihan


Bila katup ekspansi terbuka terlalu lebar, ukutran tekanan pada sisi tekanan rendah
menjadi lebih tinggi dari ukuran normalnya. Ini membuat pendinginan menjadi
berkurang.

Gambar 8. TR Tinggi, TT normal


- Gejala
• Tekanan pada sisi tekanan rendah meningkat dan pendinginan menjadi berkurang
(Tekanan pada sisi tekanan tinggi menunjukkan nyaris tidak ada perubahan).

- Penyebab
• Ada kerusakan pada katup ekspansi.

Laporan Sistem Air Conditioner 8


- Perbaikan
• Periksa dan perbaiki kondisi instalasi dari tabung heat sensing
F. Langkah Kerja

A. Menyiapkan dan memeriksa kelengkapan alat dan bahan praktik.


B. Menghidupkan mesin dan sistem AC.
C. Melakukan pengukuran tekanan kerja pada sistem AC menggunakan manipold
gauge.
D. Mengidentifikasi dan mempelajari hasil pengukuran untuk menentukan
kemungkinan kerusakan yang terjadi pada sistem AC
E. Mengetes kebocoran pada saluran sistem sistem AC
F. Menghidupkan engine untuk pemeriksaan terakhir

G. Data Praktik

Data Hasil
No Kondisi Mesin Fokus Pengamatan Praktik
Kondisi mesin mati a. Tekanan freon (sisi tekanan tinggi) 205 Psi
b. Tekanan freon (sisi tekanan
1
rendah) 82 Psi
c. Temperatur ruangan 37 C

Kondisi mesin hidup, a. Tekanan freon (sisi tekanan tinggi) 265 Psi
AC ON (rpm idle) b. Tekanan freon (sisi tekanan
2
rendah) 50 Psi
c. Temperatur output evaporator 17 C

Kondisi mesin hidup, a. Tekanan freon (sisi tekanan tinggi) 300 Psi
AC ON (rpm b. Tekanan freon (sisi tekanan
3 menengah) rendah) 35 Psi
c. Temperatur output evaporator 13 C

Kondisi mesin hidup, a. Tekanan freon (sisi tekanan tinggi) 345 Psi
AC ON (rpm tinggi) b. Tekanan freon (sisi tekanan
4
rendah) 28 Psi
c. Temperatur output evaporator 12 C

Laporan Sistem Air Conditioner 9


H. Pembahasan
1. Putaran semakin tinggi, sisi tekanan tinggi semakin tinggi
Berdasarkan dari data praktikum yang ada dapat dilihat bahwa semakin tinggi
putaran mesin akan menyebabkan tekanan sisi tekanan tinggi akan semakin tinggi
pula, hal ini dikarenakan saat mesin berputar semakin cepat maka akan
menyebabkan puratan pada kompresor AC semakin tinggi yang membuat proses
kompresi pada kompresor juga semakin tinggi, dengan semakin tingginya putaran
kompresor juga akan meghasilkan putaran tekanan pada sisa tekanan tinggi yang
besar, hal inilah yang menyebabkan tekanan sisa tekanan tinggi menjadi besar.
2. Putaran semakin tinggi, sisi tekanan rendah semakin rendah
Berdasarkan dari data yang didapat bahwa semakin tinggi putaran mesin
menyebabkan sisi tekanan rendah semakin rendah, dalam hal ini disebabkan
karena semakin cepat putaran mesin maka kerja kompresor juga akan semakin
cepat dan semakin berat, sehingga proses penghisapan refrigerant ke kompresor
akan semakin cepat dan semakin banyak, dengan semakin banyaknya refrigerant
yang dihisap melalui sisi rekanan rendah, menyebabkan kevakuman pada sis
tekanan rendah semakin besar, dengan semakin tingginya kevakuman ini
menyebabkan sisi tekanan rendah akan semakin rendah karena kevakuman akan
berbanding terbalik dengan tekanan, semakin tinggi kevakuman maka semakin
renddah tekanan.
3. Putaran semakin tinggi, temperatur evaporator semakin rendah
Didalam hal ini memang haruslah saat putaran semakin tinggi menyebabkan
temperatur evaporator semakin rendah, karena kerja kompresor akan lebih berat
dan menghasilkan tekanan refrigerant yang semakin tinggi, hal ini akan
menyebabkan pengabutan refrigerant pada katup ekspansi semakin cepat dan hasil
kabutan akan semakin baik, dengan semakin baiknya hasil kabutan menyebabkan
temperatur refrigerant yang melalui evaporator juga semakin dingin atau semakin
rendah.

Laporan Sistem Air Conditioner 10


I. Kesimpulan

Berdasarkan dari data praktikum dan pembahasan yang dilakukan dapat


disimpulkan bahwa semakin tinggi putaran mesin menyebabkan tekanan pada sisi
tekanan tinggi semakin tinggi dan tekanan sisi tekanan rendah akan semakin rendah.
Putaran mesin berbanding lurus dengan tekanan sisi tekanan tinggi dan berbanding
terbalik dengan sisi tekanan rendah. Semakin tinggi putaran mesin menyebabkan
temperatur output evaporator semakin rendah.

Daftar pustaka
Automotive Handbook, Robert Bosch Gmbh, Stuttgart. 2000

Anonim, . Automotive Air Conditioning Training Manual. ARIAZONE (E-Book)

Manual Book “Sistem AC” Suzuki

Laporan Sistem Air Conditioner 11


LAMPIRAN

Laporan Sistem Air Conditioner 12