Anda di halaman 1dari 7

CARA KERJA PESAWAT FLUOROSCOPY

Fluoroscopy merupakan prosedur pencitraan yang memungkinkan tampilan pasien yang dihasilkan sinar-X dapat
ditampilkan secara real-time dengan resolusi temporal tinggi. Sebelum tahun 1950, fluoroscopi dilakukan di ruang
yang gelap dengan ahli geologi melihat secara samar dari hasil scintillasi dari sebuah layar fluorescent yang tebal

 Komponen peralatan fluoroscopy

Ada tiga komponen utama yang merupakan bagian dari unit fluoroskopi yakni, X-ray tube beserta
generator, Image Intisifier, dan sistem monitoring video. Bagian utama unit fluoroskopi adalah :
a. Image Intisifier.

Semua sistem fluoroskopi menggunakan Image Intisifier yang menghasilkan gambar selama
fluoroskopi dengan mengkonversi low intensity full size image ke high-intensity minified image.
Image Intisifier adalah alat yang berupa detektor dan PMT (di dalamnya terdapat photocatoda,
focusing electroda, dinode, dan output phospor).
Sehingga memungkinkan untuk melakukan fluoroskopi dalam kamar dengan keadaan terang dan
tanpa perlu adaptasi gelap (Sjahriar Rasad, 1998). Image Intisifier terdiri dari:
1) Detektor
Terbuat dari crystals iodide (CsI) yang mempunyai sifat memendarkan cahaya apabila terkena
radiasi sinar-X. Absorpsi dari detektor sebesar 60% dari radiasi sinar-X (Robert A. Fosbinder
dan Charles A, Kelsey, 2000).
2) PMT (Photo Multiplier Tube).
Terdiri Dari :
a) Photokatoda.
Terletak setelah input phospor. Memiliki fungsi untuk merubah cahaya tampak yang
diserap dari input phospor menjadi berkas elektron.
b) Focusing Electroda.
Elektroda dalam focus Image Intensifier meneruskan elektron-elektron negatif
dari photochatode ke output phospor.
c) Anode dan Output Phospor.
Elektron dari photochatode diakselerasikan secara cepat ke anoda karena adanya beda
tegangan seta merubah berkas elektron tadi menjadi sinyal listrik.
3) Sistem Monitoring dan Video.
Beberapa sistem penampil gambar (viewing system) telah mampu mengirim gambar dari
output screen menuju alat penampil gambar (Viewer). Dikarenakan output phospor hanya
berdiameter 1 inch (2,54 cm), gambar yang dihasilkan relatif kecil, karena itu harus
diperbesar dan di monitor oleh sistem tambahan. Termasuk diantaranya Optical Mirror,
Video, Cine, dan sistem spot film. Beberapa dari sistem penampil gambar tersebut mampu
menampilkan gambar bergerak secara langsung (Real-Time Viewing) dan beberapa yang
lainnya untuk gambar diam (Static Image). Waktu melihat gambar, resolusi dan waktu
processing bervariasi antar alat-alat tersebut. Pada saat pemeriksaan fluoroskopi
memungkinkan untuk dilakukan proses merekam gambar bergerak maupun gambar yang
tidak bergerak (statis). (Richard R.C, dan Arlene M. 1992;570).
Karakteristik Image Intinsifier
 Faktor Konversi
Faktor konversi adalah rasio pencahayaan (output) dibagi dengan tingkat paparan (input) dalam
satuan Cd sec m-2 mR-1 . Nilai faktor konversi dari II adalah 100 – 200 Cd sec m-2 mR-1 . Nilai
faktor konversi akan mengalami penurunan sejalan dengan waktu penggunaan.
 Kecerahan (brightness)
Memiliki nilai rentang 2500 – 7000, tergantung pada ukuran input phosphor yang digunakan.
Input image Pinchunsion S Distortion
Distortion

 Image Distortion

Input image Pinchunsion S Distortion


Distortion

 Distorsi pincushion

Distorsi pincushion adalah distorsi geometris akibat perbedaan antara input image intensifier
yang melengkung dengan permukaan output yang mendatar.

 Distorsi S

Distorsi S adalah gambar spasial melengkung dalam bentuk S pada citra (gambar).
Jenis distorsi biasanya halus dan merupakan hasil dari medan magnet eksternal
yang berada disekitar.
Komponen Pesawat Fluoroskopi
Optical Coupling

• Berfungsi sebagai bagian yang mendistribusikan cahaya dari image


intensifier kepada reseptor cahaya yang selanjutnya dapat ditampilkan
sebagai citra pada alat display.

• Terdiri dari lensa atau cermin atau dalam bentuk prisma, baik yang posisinya
tetap atau bermotor untuk dapat dihubungkan dengan lebih dari satu alat
reseptor cahaya atau alat display.

Optical Distributor
Optical Distributor memiliki tiga fungsi:

(a) Mentransmisikan gambar dari output-phosphor II yang terfokus untuk semua kamera /
perlengkapan yang ada pada sistem.

(b) memastikan bahwa intensitas (yaitu, brightness) gambar yang terfokus secara benar untuk
setiap kamera.

(c) mengirimkan sampel tingkat cahaya dari output phosphor II ke sirkuit eksposur kontrol otomatis
(AEC) pada generator sinar-x.
Komponen Pesawat Fluoroskopi
Kamera Video

Resolusi Video
• Resolusi spasial video dalam arah vertikal ditentukan oleh jumlah garis
video.

• Sistem video standar menggunakan 525 garis (di Amerika)

• Pada II yang lebih besar (> 23 cm) memerlukan line rate video yang
tinggi untuk memberikan resolusi yang memadai, yang biasanya 1.023
garis.

• pada sistem 525-line, hanya sekitar 490 baris dapat digunakan .

• Faktor Kell : secara empiris bahwa hanya sekitar 70% dari resolusi video
teoritis yang dapat ditampilkan secara visual

• Dengan demikian, dari garis video yang 490, sekitar 490 X 0,7 = 343 berguna
untuk resolusi, dan 343 garis setara dengan sekitar 172 pasang garis.

• Jika 172 pasang garis memindai 229-mm (9 inci) lapangan, resolusi spasial
yang dihasilkan 172 baris pairs/229 mm = 0,75 pasang garis /mm (0,75
lp/mm).
• Resolusi horisontal ditentukan oleh seberapa cepat elektronik video yang
dapat merespon perubahan intensitas cahaya.

• Hal ini dipengaruhi oleh kamera, kabel, dan monitor, tetapi resolusi
horizontal diatur oleh bandwidth sistem.

• Waktu yang diperlukan untuk memindai setiap garis video (525 garis pada 30
frame/detik) adalah 63 μsec

• Pada sistem video standar, 11 μsec diperlukan untuk reposisi berkas


elektron kembali ke awal pola scan horisontal.

• Waktu 52 μsec dibutuhkan untuk menggambarkan data image.

• Untuk menyesuaikan resolusi vertikal 172 siklus di 52 μsec , bandwidth yang


dibutuhkan adalah 172 siklus / 52 X 10-6 detik = 3.3 X 106 siklus /detik = 3,3
MHz.
• Bandwidth yang lebih tinggi (sekitar 4x) diperlukan
untuk tinggi-line tingkat sistem video

IMAGE QUALITY
Resolusi Kontras
• Resolusi kontras fluoroskopi
lebih rendah jika dibandingkan
dengan radiografi, karena
tingkat paparan yang rendah
menghasilkan gambar dengan
rasio signal-to-noise yang
relatif rendah (SNR).

• Resolusi kontras biasanya diukur secara subyektif dengan melihat citra


dari contrast-detail phantom saat fluoroskopi.

• Resolusi kontras meningkat ketika tingkat eksposur yang lebih tinggi


digunakan, tetapi merugikan karena pasien menerima dosis radiasi yang
lebih besar.

 Penggunaan tingkat eksposur sesuai dengan kebutuhan kualitas gambar pemeriksaan fluoroscopic
merupakan prinsip yang tepat
Fluoroscopy Resolution Test Phantom

DOSIS RADIASI

Kurva tegangan puncak (kVp)


vs entrance skin exposure
(ESE) dgn berbagai ketebalan
tubuh pasien.Semakin tinggi
kVp, ESE semakin kecil.Pada
pasien dgn nilai tebal tubuh
semakin besar, pada
pencitraaan dgn kVp rendah
akan mendapatkan nilai ESE
yang tinggi, di atas 10 R/min
(daerah abu-abu).