Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berkembangnya ilmu pengetahuan diera modern yang sangat pesat ini,
dan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kebutuhan akan
efektifitas dan efisiensi sangat diutamakan dalam bidang. Hal tersebut telah
mendorong manusia untuk berkreasi dan berinovasi dalam bidang ilmu
pengetahuan untuk menciptakan suatu ilmu pengetahun yang lebih efektif dan
efisien yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Semakin banyak
munculnya berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat membantu
kehidupan manusia.Menambah masuk hampir disegala bidang kehidupan,
sebagai contohnya adalah dibidang ilmu pengetahuan Fisika Zat Padat.
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan
pembahasan tentang salah satu dalam bidang ilmu pegetahuan dibidang Fisika
Zat Padat. Yang akan membahas tentang ikatan kristal dan konstanta elastik
diantaranya adalah komponen tegangan, kesesuaian elastis dan konstanta
kekauan, serta kepadatan energi elastis.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah
1. Bagaimana komponen tegangan?
2. Bagaimana kesesuaian elastis dan konstanta kekakuan?
3. Bagaimana kepadatan energi elastisitas?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan pada makalah ini adalah
1. Untuk memahami komponen tegangan.
2. Untuk memahami kesesuaian elastis dan konstanta kekakuan.
3. Untuk mengetahui kepadatan energi elastisitas.

1
D. Manfaat
Manfaat penulisan pada makalah ini adalah
1. Memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang komponen tegangan,
kesesuaian elastis dan konstanta kekauan, serta kepadatan energi elastis.
2. Sebagai sumberv ilmu pengetahuan tentang komponen tegangan,
kesesuaian elastis dan konstanta kekauan, serta kepadatan energi elastis.
3. Sebagai dasar untuk mempelajari komponen tegangan, kesesuaian elastis
dan konstanta kekauan, serta kepadatan energi elastis dalam mata kuliah
Pendahuluan Fisika Zat Padat.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. KOMPONEN TEGANGAN
Gaya yang bekerja pada area satuan di padatan didefinisikan sebagai
tegangan. Ada sembilan komponen tegangan: Xr. Xy, Xz, Yx, Yy, Yz, Zv Zy, Zz.
Huruf kapital menunjukkan arah gaya, dan subskrip menunjukkan normal ke
pesawat dimana gaya diterapkan. Pada Gambar 1 komponen tegangan Xx,

Gambar 1. Komponen tegangan X, adalah gaya yang diterapkan pada


arah x ke area satuan bidang yang normalnya terletak pada
arah x; Xy diterapkan dalam arah x ke area unit pesawat yang
normalnya terletak pada arah y.

3
Gambar 2. Demonstrasi bahwa untuk tubuh dalam ekuilibrium statis Yx =
Xy. Jumlah gaya dalam arah x adalah nol. Jumlah gaya di arah
mereka juga nol. Gaya total lenyap. Torsi total asal juga nol
jika Yy = Xy.

mewakili gaya yang diterapkan dalam arah x ke area unit pesawat yang
normalnya terletak pada arah x; komponen tegangan Xy mewakili gaya
yang diterapkan pada arah x ke area satuan bidang yang normalnya
terletak pada arah y. Jumlah komponen tegangan independen berkurang
dari sembilan menjadi enam dengan menerapkan ke kubus dasar (seperti
pada Gambar. 2) kondisi bahwa percepatan sudut lenyap, dan karenanya
total torsi harus nol. Berikut ini

Yz  Z y ; Z x  X z ; X y  Yx …………………………………….(1)

Enam komponen tegangan independen dapat diambil sebagai Xx, Yy, Zz,
Yz, Zx, Xy.

Komponen tegangan memiliki dimensi gaya per satuan luas atau


energi per satuan volume. Komponen regangan adalah rasio panjang dan
tidak berdimensi.

4
B. Kesesuaian Elastis dan Konstanta Kekakuan

Hukum Hooke menyatakan bahwa untuk deformasi ringan, regangan


berbanding lurus dengan tegangan, sehingga komponen regangan merupakan
fungsi linear dari komponen tegangan:

e xx  S11 X x  S12Y y  S13 Z z  S14Yz  S15 Z x  S16 X y ;

e yy  S 21 X x  S 22Y y  S 23 Z z  S 24Yz  S 25 Z x  S 26 X y ;

e zz  S 31 X x  S 32Y y  S 33 Z z  S 34Yz  S 35 Z x  S 36 X y ;

e yz  S 41 X x  S 42Y y  S 43 Z z  S 44Yz  S 45 Z x  S 46 X y ; …………...(2)

e zx  S 51 X x  S 52Y y  S 53 Z z  S 54Yz  S 55 Z x  S 56 X y ;

e xy  S 61 X x  S 62Y y  S 63 Z z  S 64Yz  S 65 Z x  S 66 X y ;

X x  C11e xx  C12 e yy  C13e zz  C14 e yz  C15 e zx  C16 e xy ;

Y y  C 21e xx  C 22 e yy  C 23e zz  C 24 e yz  C 25 e zx  C 26 e xy ;

Z z  C31e xx  C32 e yy  C33e zz  C34 e yz  C35 e zx  C36 e xy ;

Yz  C 41e xx  C 42 e yy  C 43e zz  C 44 e yz  C 45 e zx  C 46 e xy ; ……………(3)

Z x  C51e xx  C52 e yy  C53e zz  C54 e yz  C55 e zx  C56 e xy ;

X y  C 61e xx  C 62 e yy  C 63e zz  C 64 e yz  C 65 e zx  C 66 e xy ;

Kuantitas S11, S12 ... disebut konstanta kesesuaian elastis atau


konstanta elastik; kuantitas C11, C12, ... disebut sebagai konstanta kekakuan
elastis atau modulus elastisitas. S memiliki dimensi [luas]/[gaya] atau
[volume]/[energy]. C memiliki dimensi [gaya]/[luas] atau [energy]/[volume].

5
C. Kepadatan Energi Elastis

Konstanta (1) di (2) atau di (3) dapat dikurangi jumlahnya dengan


beberapa pertimbangan. Kepadatan energi elastis U adalah fungsi kuadrat dari
regangan, dalam perkiraan hukum Hooke (ingat ungkapan untuk energi pegas
yang membentang). Dengan demikian kita dapat menulis

1 6 6 ~
U  C e e …………………………………………………..(4)
2  1  1

dimana indeks 1 sampai 6 didefinisikan sebagai:

1  xx ; 2  yy ; 3  zz ; 4  yz ; 5  zx ; 6  xy ………………………..(5)

C's terkait dengan C's (3), seperti pada (7) di bawah ini.

Komponen tegangan ditemukan dari turunan U dengan memperhatikan.


Komponen regangan terkait. Hasil ini mengikuti definisi energi potensial.
Perhatikan tegangan X, diterapkan pada satu sisi sebuah unit kubus, sisi lawan
ditahan saat posisi diam:

Xx 
U U ~

e xx e1
1 6 ~
 ~

 C11e1   C1  C  1 e ………………………….(6)
2  2

Perhatikan bahwa hanya kombinasi Yang memasuki


hubungan tegangan-regangan. Ini mengikuti bahwa konstanta kekakuan elastis
simetris:...

C 
2

1 ~ ~

C  C   C  …………………………………………......(7)

Dengan demikian, kekentalan kekakuan elastis enam puluh lima dikurangi


menjadi dua puluh satu.

6
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh pada makalah ini adalah sebagai berikut
1. Ada sembilan komponen tegangan: Xr. Xy, Xz, Yx, Yy, Yz, Zv Zy, Zz. Huruf
kapital menunjukkan arah gaya, dan subskrip menunjukkan normal ke
pesawat dimana gaya diterapkan.
2. Kuantitas S11, S12 ... disebut konstanta kesesuaian elastis atau konstanta
elastik; kuantitas C11, C12, ... disebut sebagai konstanta kekakuan elastis
atau modulus elastisitas.
3. Kepadatan energi elastis U adalah fungsi kuadrat dari regangan, dalam
perkiraan hukum Hooke.

B. Saran
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan manfaat
dan menambah wawasan kita tentang komponen tegangan, kesesuaian elastis
dan konstanta kekauan, serta kepadatan energi elastis. Penulis juga menyadari
bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, penulis mengharapkan partisipasi dari peserta diskusi untuk
memberikan saran-saran yang bermanfaat agar penulisan ke depan lebih baik
lagi.