Anda di halaman 1dari 10

Teknik Penyambungan Jaring

Sekolah : SMK UNM


Program Keahlian : Pelayaran Kapal Penangkap Ikan
Kompetensi Keahlian : Nautika Kapal Penangkap Ikan
Mata Pelajaran : Bahan dan Alat Tangkap
Kelas/Semester : XII/2
Alokasi Waktu : 5 JP x 45 menit (5x pertemuan)

A. Kompetensi Dasar
3.15 Menerapkan teknik penyambungan; Take up, mesh dengan mesh, dan
lashing
4.15 Melaksanakan penyambungan; Take up, mesh dengan mesh, dan lashing

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Indikator Pencapaian Kompetensi Pengetahuan
3.15.1 Menjelaskan pengertian menyambung jaring
3.15.2 Mengetahui jenis-jenis teknik penyembugan jaring
3.15.3 Mengetahui fungsi dari penyambungan jaring
3.15.4 Memahami penyambungan jaring dengan teknik mesh dengan mesh
3.15.5 Menerapkan penyambungan jaring dengan teknik mesh dengan mesh
3.15.6 Memahami penyambungan jaring dengan teknik point dengan point
3.15.7 Menerapkan penyambungan jaring dengan teknik point dengan point
3.15.8 Memahami penyambungan jaring dengan teknik take up (menyisip dan
merangkap)
3.15.9 Menerapkan penyambungan jaring dengan teknik take up, cara menyisip
3.15.10 Menerapkan penyambungan jaring dengan teknik take up, cara
merangkap
3.15.11 Memahami penyambungan jaring dengan teknik lashing
3.15.12 Menerapkan penyambungan jaring dengan teknik lashing

Indikator Pencapaian Kompetensi Keterampilan


4.15.1 Membedakan fungsi-fungsi teknik penyambungan jaring
4.15.2 Memilih jenis-jenis teknik penyambungan jaring
4.15.3 Menyajikan laporan analisis penyambungan jaring
4.15.4 Melakukan penyambungan jaring dengan teknik mesh dengan mesh
4.15.5 Melakukan penyambungan jaring dengan teknik point dengan point
4.15.6 Melakukan penyambungan jaring dengan teknik take up, cara menyisip
4.15.7 Melakukan penyambungan jaring dengan teknik take up, cara merangkap
4.15.8 Melakukan penyambungan jaring dengan teknik lashing

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Discovery Learning peserta didik diharapkan
terlihat aktif, memiliki rasa jujur, disiplin, bertanggung jawab dan
bersosialisasi selama proses pembelajaran berlangsung, serta peserta didik
dapat :
1. Menjelaskan pengertian menyambung jaring
2. Menyebutkan jenis-jenis teknik penyambungan jaring
3. Menjelaskan fungsi dari penyambungan jaring
4. Membedakan fungsi-fungsi teknik penyambungan jaring
5. Memilih jenis-jenis teknik penyambungan jaring
6. Menyajikan laporan analisis penyambungan jaring
7. Mejelaskan penyambungan jaring dengan teknik mesh dengan mesh
8. Menjelaskan cara penyambungan jaring dengan teknik mesh dengan mesh
9. Melakukan penyambungan jaring dengan teknik mesh dengan mesh
10. Menjelaskan penyambungan jaring dengan teknik point dengan point
11. Menjelaskan cara penyambungan jaring dengan teknik point dengan point
12. Melakukan penyambungan jaring dengan teknik point dengan point
13. Mendeskripsikan jenis teknik take up
14. Menjelaskan cara penyambungan jaring dengan teknik point dengan point,
cara menyisip
15. Menerapkan penyambungan jaring dengan teknik point dengan point, cara
merangkap
16. Melakukan penyambungan jaring dengan teknik take up, cara menyisip
17. Melakukan penyambungan jaring dengan teknik take up, cara merangkap
18. Menjelaskan penyambungan jaring dengan teknik lashing
19. Menjelaskan cara penyambungan jaring dengan teknik lashing
20. Melakukan penyambungan jaring dengan teknik lashing
D. Uraian Materi
Dalam membuat alat tangkap, diperlukan beberapa teknik untuk
merekayasa pembuatan alat tangkap tersebut salah satunya adalah teknik
penyambungan, yakni penyambungan mesh to mesh, point to point, take up dan
lashing. Penggunaan teknik tersebut tergantung dari kebutuhan dan bentuk alat
tangkap. Selain untuk merekayasa pembuatan alat tangkap baru, teknik
penyambungan juga digunakan untuk melakukan perbaikan apabila alat tangkap
mengalami kerusakan.

1. Pengertian Menyambung jaring


Menyambung jaring merupakan sebuah upaya untuk menyatukan atau
merangkai beberapa lembar jaring menjadi satu sehingga mempunyai bentuk
jaring sesuai dengan yang diinginkan. Terdapat empat jenis penyambungan yang
bisa dilakukan dalam menyambung jaring diantaranya, sambungan mesh dangan
mesh, sambungan point dengan point, take up dan lashing. Keempat teknik
penyambungan ini memiliki cara yang berbeda dan akan memiliki bentuk yang
berbeda pula.

2. Teknik Menyambung Jaring


a. Mesh to mesh
Teknik penyambungan mesh to mesh adalah melakukan sambungan
antara dua lembar jaring yang memiliki jumlah mata jaring yang sama dan jenis
potongan yang sama yakni potongan mesh. Tahapan cara menyambung jaring
(Gambar 1) sebagai berikut:

Gambar 1. Penyambungan Mesh dengan Mesh


(Sumber : Sadhori, 1984)
Cara penyambungan mesh to mesh dapat dimulai dari titik A1 lalu
dirangkaikan dan disimpulkan ke titik B1, dilanjutkan ke titik A2 lalu dirangkaikan
dan disimpulkan di titik B2, begitu seterusnya hingga seluruh lembar jaring
tersambung.

b. Point to Point
Teknik penyambungan point to point digunakan untuk penyambungan
bagian jaring yang memiliki jumlah mata jaring yang sama dan jenis potongan
yang sama yakni point. Jenis penyambungan ini tidak beda jauh dengan
penyambungan mesh dengan mesh yakni dengan cara memulai dari titik A1
kemudian dirangkaikan dan disimpulkan di titik B1 yang ditunjukkan pada
Gambar 2.

Gambar 2. Penyambungan Point to Point


(Sumber : Sadhori, 1984)
Kedua teknik penyambungan ini (mesh to mesh dan point to point) akan
memakan waktu lama, sehingga nelayan hanya dapat melakukannya pada saat
musim barat atau ketika nelayan sedang tidak melaut, dan tidak mungkin
dilakukan saat operasi penangkapan sedang berlangsung.
Jika ingin menyambung dua lembar jaring yang memiliki jenis potongan
yang sama akan tetapi memiliki jumlah mata jaring yang berbeda maka dapat
digunakan teknik penyambungan take up.

c. Take up
Menyambung dengan take up adalah menyambung dua bagian jaring yang
tidak sama jumlah matanya. Untuk penyambungan cara ini yang perlu diketahui
adalah jumlah mata dari kedua bagian jaring yang akan disambung yang
dimaksud take-up nya adalah perbandingan jumlah mata antara kedua bagian
jaring tersebut yang akan disambung.
Selain dari mencari perbandingan seperti diterangkan di atas, take up juga
ditentukan dengan mencari selisih mata jaring antara kedua bagian jaring
tersebut. Pada contoh di atas misalnya selisihnya adalah 100 mata. 100 mata ini
harus dibagi sama rata pada bagian jaring A. Dengan kata lain 100 mata jaring A
terdapat 1 sisipan.

Gambar 3. Penyambungan dengan Menyisip


(Sumber : Sadhori 1984)
Dari uraian tersebut maka menyambung dengan take up dapat dilakukan
dengan 2 cara berikut :
1) Menyisip
Menyisip atau sering disebut juga menganak. Misalkan terdapat jaring A
memiliki jumlah mata jaring sebanyak 200 dan jaring B memiliki jumlah mata
jaring sebanyak 300. Maka cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara
mengambil perbandingan dari kedua sisi yang akan disambungkan sehingga
akan didapatkan perbandingan 2:3. Hal ini berarti bahwa 2 mata jaring A
disambung sedemikian rupa sehingga terjalin dalam 3 mata jaring B. Dapat
diartikan bahwa tiap 2 mata jaring pada jaring A harus disambungkan dengan 3
mata jaring disisi jaring B. Hal yang demikian disebut dengan cara menyisip.
Menyisip dapat dikerjakan sebagai berikut:
a) Simpulkan benang coban tempat mulai.
b) Buat setengah mata mengikuti arah panah.
c) Buat sisipan/anak yang berada diantara mata kedua dan mata ketiga (antara
A2 dan A3).
d) Kerjakan seterusnya sehingga setiap 3 mata terdapat 1 sisipan (Gambar 4).
Gambar 4. Menyisip (Creasing)
(Sumber : Partosuwiryo S, 2003)

2) Merangkap
Selain dengan teknik menyisip (creasing) teknik take up juga dapat
dilakukan dengan cara mencari selisih dua bagian jaring yang akan disambung.
Sebagaimana yang telah dicontohkan diatas. Ini berarti bahwa selisih tersebut
harus dibagi rata untuk penyisipan agar 200 mata pada sisi A dapat dijadikan
300 mata, atau harus bagi rata untuk merangkapkan sisi B dari 300 mata agar
menjadi 200 mata. Teknik ini disebut merangkap (baiting), sehingga merangkap
adalah mengambil dua mata jaring pada jaring yang jumlah matanya lebih
banyak dan disambung dengan satu mata jaring yang jumlahnya lebih sedikit.

Gambar 5. Penyambungan dengan Merangkap (baiting)


(Sumber : Sadhori, 1984)
Pada contoh di atas maka 2 mata jaring B disambung dengan 1 mata jaring
A. Pekerjaannya dapat dilakukan sebagai berikut :
a) Simpulkan benang coban pada tempat mulai
b) Buat setengah mata mengikuti arah panah
c) Dari A2 sambungan (sambungkan) dengan B3, B4 kemudian ke A3.
d) Kerjakan seterusnya (Gambar 6).
Gambar 6. Cara Merangkap (Baiting)
(Sumber : Partosuwiryo S, 2003)
Merangkap dapat juga dilakukan dengan cara lain seperti berikut :
a) Simpulkan benang coban pada tempat mulai
b) Buat setengah mata mengikuti arah panah
c) Dari A2 sambung ke B3 kembali ke A2 seterusnya ke B4.
d) Kerjakan seterusnya (Gambar 7).

Gambar 7. Cara Merangkap


(Sumber : Partosuwiryo S, 2003)
Penjelasan yang diterangkan di atas adalah cara menyambung dua bagian
jaring yang perbandingan jumlah matanya mudah disederhanakan. Dalam
prakteknya ditemui bagian-bagian jaring yang sulit dicari oerbandingannya.
Walaupun demikian bagian-bagian jaring tadi tetap dapat disambung.
Sebagai contoh misalnya menyambung dua bagian jaring A dan B yang masing-
masing mempunyai jumlah mata 227 dan 229. Take up-nya dapat ditentukan
dengan jalan mencari selisih antara kedua bagian jaring tersebut. Selisihnya 72
mata. Jika 72 mata ini dibagi sama rata pada 227 mta jaring A maka masih ada
kelebihan 11 mata. Sehingga untuk manyambung kedua jaring tadi harus
dikerjakan dengan take-up 3:4 sebanyak 61 kali ditambah dengan take-up 4:5
sebanyak 11 kali. Cara menyambungnya seperti yang telah diterangkan di atas.

d. Lashing
Teknik penyambungan yang terakhir adalah dengan cara lashing. Yang
dimaksud menyambung dengan cara lashing adalah cara penyambungan dua
sisi jaring yang dilakukan seperti menjahit kain dengan tangan. Lashing adalah
menyambung dua bagian jaring yang dilakukan seperti menjahit pakaian dengan
tangan. Jumlah mata dari kedua bagian jaring yang akan disambung dapat sama
dapat pula berbeda jumlah matanya.
Penyambungan dengan cara ini dinilai teknik penyambungan yang sangat
cepat dibandingkan dengan teknik penyambungan lain. Oleh karena itu teknik
penyambungan ini sering dilakukan saat dilapangan atau saat operasi
penangkapan berlangsung atau penyambungan sementara karena waktu yang
dibutuhkan sangat singkat sehingga jaring dapat siap untuk digunakan. Teknik ini
biasa dilakukan bila kedua sisi atau salah satu dari sisi yang akan disambung
terdiri dari hasil pola potong campuran atau pola potong all bars. Namun teknik
ini juga sering dilakukan pada jenis potongan yang sama (all point, all mesh)
ketika jumlah mata jaring sangat banyak dan membutuhkan waktu yang sangat
lama jika dilakukan teknik penyambungan point dengan point, atau mesh dengan
mesh ataupun dengan take up.

Gambar 8. Penyambungan Lashing


(Sumber : Sadhori, 1984)
Cara mengerjakannya adalah sebagai berikut :
1) Pakai benang rangkap pada coban.
2) Simpulkan benang coban pada kedua ujung bagian jaring yang akan
disambung.
3) Kedua bagian jaring tersebut harus ditarik tegang.
4) Ambil 1 atau 2 mata dari kedua bagian jaring kemudian belitkan dengan
benang coban, yang pada saat tertentu dimatikan.
Perlu diperhatikan pad waktu lashing adalah pada waktu membelit benang
coban pada kedua bagian jarig, kedua bagian jaring tersebut harus ditarik tegang
sedemikian rupa sehingga letak simpul-simpulnya saling merapat. Pada lashing
dua bagian jaring yang berbeda jumlah matanya, dilakukan dengan jalan
mengerut bagian jaring yang lebih panjang.

3. Perbaikan Jaring
Teknik penyambungan jaring selain digunakan untuk membuat alat
tangkap, teknik ini juga digunakan untuk memperbaiki jaring. Yang perlu kita
perhatikan dalam perbaikan pada jaring yakni;
1) Setiap simpul yang terbentuk pada mata jaring harus lengkap dengan 4 sisi
yang sama, kecuali pada simpul awal dan akhir.
2) Masing-masing baris yang terbentuk setengah mata jaring harus dilengkapi
sebelum baris berikutnya.
3) Pada akhir masing-masing baris, setiap akan berbalik/berubah arah, dibuat
sebuah simpul sisi
4) Setelah simpul sisi, maka berikutnya dibuat simpul setengah mata kemudian
sebuah “pich-up“ diikuti dengan sebuah simpul setengah mata jaring atau
sebuah simpul penutup
5) Sebuah simpul sisi tidak dapat diikuti oleh sebuah simpul sisi pada sisi yang
sama. Ini dapat terjadi bila simpul sisi yang lainnya berlawanan arah
(berbelok).
Sebelum melakukan perbaikan jaring, hal yang sering dilakukan adalah
melakukan pembersihan jaring. Namun dalam melakukan pembersihan jaring
sebaiknya diperhatkan arah dari simpul jaring, apakah simpul jaring mengarah
kesamping atau kebawah agar mampu melihat simpul yang tersambung dan
simpul yang akan terlepas ketika dibersihkan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum memperbaiki jaring yang
sobek alangkah baiknya perhatikan kerusakan pada jaring terlebih dahulu dan
arah dari simpul pada jaring, sehingga dapat mengetahui teknik penyambungan
apa yang harus dilakukan dan bagian mana yang akan dibersihkan.
Namun tak jarang jaring yang mengalami kerusakan yang parah sehingga
sebuah perlu diganti, untuk mngatasi ini kita perlu malakukan teknik penambalan
jaring dengan cara mengambil bagian jaring yang rusak kemudian mengganti
dengan jaring yang baru. Untuk menggunakan cara ini perlu diperhatikan jenis
pemotongan pada jaring yang terambil dan pemotongan jaring yang akan
dipasang. Jumlah mata jaring yang akan dipasang tidak melebihi dari jumlah
mata jaring yang terambil atau jumlah mata jaring yang akan digunakan untuk
menambal setiap sisinya menggunakan persamaan n-1 dimana n merupakan
jumlah potongan setiap sisi dari jaring yang terambil.

Gambar 9. Penambalan Jaring


(Sumber : Sadhori, 1984)

E. Soal Latihan
1. Tuliskan jenis-jenis teknik penyambungan yang bisa dilakukan!
2. Bagaimana seorang nelayan menyambungkan 2 jaring yang memiliki mesh
size yang berbeda, jelaskan caranya!
3. Apa yang membedakan teknik creasing dengan baiting pada penyambungan
teknik take up?

F. Daftar Pustaka
Partosuwiro S. 2003. Bahan Alat Tangkap Ikan. Yogyakarta : Jurusan
Perikanan Fakultas Pertanian UGM.
Sadhori, Naryo. 1984. Bahan Alat Penangkapan Ikan. CV Yasaguna,
Jakarta.