Anda di halaman 1dari 7

Teknologi

Softswitch
Written by admin
Friday, 05 September 2008 03:21
Munculnya teknologi softswitch, didorong leh layanan komunikasi yang tidak hanya melibatkan
suara namun juga dalam bentuk data image bahkan video. Selama ini, kebutuhan akan nformasi
yang berbentuk suara dan data, masih dikemas dalam suatu wadah yang berbeda. Adapun suatu
teknologi yang telah bisa mengatasi hal itu,dikenal dengan sebutan teknologi
softswitch.Teknologi softswitch dengan sistemnya yang terbuka dan terdistribusi memiliki
kemampuan berintegrasi dengan teknologi lain yang mampu memadukan berbagai kemampuan
layanan voice,data dan multimedia secara lebih efisien.

Softswitch merupakan istilah generik untuk pendekatan baru teknologi switching, menyangkut
didalamnya istilah call control, call processing.Karena softswitch merupakan suatu istilah yang
generik maka munculah beberapa pengertian yang di definisikan olah beberapa vendor dan badan
standarisasi. Berikut dibawah ini merupakan beberapa definisi softswitch yang berbeda dari
beberapa vendor dan dari konsortium internasional,diantaranya adalah:

1.ISC (International Softswitch Consortium) mengajukan model softswitch sebagai suatu sistem
cerdas (Intelligent System) yang melakukan fungsi call control pada jaringan VoIP. ISC
menjelaskan softswitch sebagai suatu sistem yang mencakup semua hal yang berkaitan dengan
sistem komunikasi NGN yang menggunakan standar terbuka untuk membuat jaringan terintegrasi
dengan memadukan kemampuan layanan yang intelligence dalam menangani trafik voice,data
dan multimedia secara lebih efisien dan dengan potensi nilai tambah layanan yang jauh lebih
besar dari pada PSTN.

2. I-Link dan Dialup Audio merupakan perusahaan yang bergerak dibidanginternet dan keamanan
jaringan.Pengalaman bergerak didunia internet menghasilkan suatu produk berupa softswitch
yang lebih dikenal sebagai IPPBX. Softswitch disini lebih menitik beratkan pada teknologi
gateway yang menghubungkan antara jaringan publicdan private.

3. Menurut Sun Microsystem, Softswitch merupakan sekumpulan produk, protokol,dan aplikasi-


aplikasi yang mengizinkan setiap perangkat untuk mengakses layanan telekomunikasi dan
internet melalui jaringan IP. Jika dilihat lebih dalam lagi,sofswitch merupakan satu set teknologi
yang melaksanakan fungsi switching dengan membangun komunikasi end-to end. Softswitch
merupakan konsep komunikasi masa depan yang dikembangkan dari pendekatan PSTN, VoIP
dan jaringan data. Sistem komunikasiini dirancang untuk dapat memberikan layanan voice, data
dan multimedia disamping dirancang juga untuk melakukan penetrasi terhadap PSTNdalam
bermigrasi ke jaringan data.
Adapun komponen-komponen dari softswitch yaitu:

1. Media Gateway Controller (MGC) atau Call Agent

MGC atau Call Agent adalah elemenutama softswitch, berfungsi untuk mengontrol semua sesi
layanan dan komunikasi, mengatur interaksi elemen-elemen jaringan yang lain, dan
menjembatani jaringan dengan karakteristik yang berbeda, yakni termasuk PSTN, SS7, dan
jaringan IP.

2. Signalling Gateway (SG)

Signalling gateway (SG) menciptakan suatu jembatan antara jaringan SS7 dengan jaringan IP
dibawah kendali dari MGC.SG hanya menangani pensinyalan SS7,sedangkan MGC menangani
sirkit suara yang telah dibangun oleh mekanismepensinyalan SS7.

3. Media Gateway (MG)

Media gateway berfungsi sebagai elemen transport untuk merutekan trafik dalam jaringan
softswitch dan juga mengirim atau menerima trafik dari jaringan lain yang berbeda, seperti
PSTN,PLMN, VoIP H.323, dan jaringan akses pelanggan. Media gateway terbagi menjadi trunk
gateway dan access gateway

• Trunk gateway adalah mediagateway yang menjalankan fungsi media bagi softswitch class 4,
yaitu merutekan trafik dari jaringan PSTN/PLMN (jaringan mobile).Trunk gateway akan
melakukan proses konversi terhadap format transmisi jaringan terhubung yang berbeda beda, baik
format sinyalt rafik maupun signalling atau protokolnya.

• Access gateway adalah media gateway yang menjalankan fungsi media bagi softswitch class 5
untuk menghubungkan softswitch dengan jaringan korporasi atau terminal pelanggan (CPE).

4. Media Server

Media server melaksanakan fungsinya yakni, untuk memperkaya softswitch dengan kemampuan
media. Jika diperlukan, ini akan mendukung digital signal processing (DSP). Misalnya yakni
untuk menanggapi respon suara, tugas itu akan dilakukan oleh media server. Media Video juga
akan dilayani oleh suatu Media Server manakala bisa diterapkan.Media akses adalah media yang
digunakan oleh jaringan softswitch untuk menjangkau pelanggan. Media akses dapat
menggunakan cable modem, leasedcircuit, v.52, DSL, HFC, dan radio akses.
5. Feature Server

Untuk Menyediakan fasilitas atau layanan seperti billing, multi-partyconferencing, dll. Feature
server menggunakan sumber daya dan layanan yang terkait dengan komponen yang lain pada
softswitch tersebut. Contoh :gatekeeper, dll.

6. Operating support system (OSS)

Adalah elemen jaringan yang berfungsi untuk mendukung operasi dan pemeliharaan jaringan,
seperti managemen jaringan, provisioning, billing, monitoring,statistik, dll.

Fungsi Softswitch

1. Fungsi Switching

Teknik switching (teknik penyambungan) merupakan salah satu komponen terpenting dalam
jaringan telekomunikasi, dengan switching komunikasi point to point dapat dilakukan tanpa harus
menghubungkan langsung kedua node tersebut. Seperti layaknya fungsi switching,softswitch juga
berkemampuan untuk menyambungkan dan memutuskan hubungan sementara. Softswitch mampu
menghubungkan jaringan PSTN dengan jaringan IP dan juga melakukan pengaturan trafik yang
berupa suara,data dan video.

2. Fungsi Kontrol

Fungsi kontrol pada teknologi softswitch dilakukan oleh media gateway controller (MGC),yakni
mengarahkan voice over packet building blocks, memvalidasi user accounts, menyediakan
service access, merutekan signalling messages kejaringan PSTN dan me-manage availability
jaringan. Fungsi kontrol bekerja berdasarkan instruksi pensinyalan yang datang dari luar atau dari
data yang disimpan oleh sentral telepon itu sendiri. Softswitch juga mempunyai fungsi translasi
seperti layaknya VoIP gateway, seperti mentranslasikan IP address ke nomor telepon,menangani
ruting panggilan yang berupa suara,data,video. Intelligence yang ada pada softswitch memberikan
kemampuan fungsional sebagai media gateway control, call control routing dan eksekusi layanan
melalui jaringan PSTN, SS7,jaringan IP dan ATM.

3. Fungsi Pensinyalan

Signalling yang dilakukan antar MGC menggunakan protokol MGCP, Megaco, H.323 danSIP
untuk menjamin unjuk kerja sistem yangoptimal. Signalling antara jaringan PSTN yang
menggunakan SS7 dengan jaringan IP dilakukan oleh signalling gateway (SG). Softswitch juga
mampu melakukan translasi protokol, sehingga dapat menjamin interoperability antara sistem
signaling yang berbeda-beda seperti SS7, MGCP,IP, SIP, H.323 dan lain-lain. Softswitch
melakukan translasi untuk komunikasi point to point antara jaringan PSTN dan jaringan IP.

4. Fungsi Interface

Softswitch mempunyai interface yang disebut Application Programming Interface (API) yang
membuatnya mampu untuk menambahkan atau mengembangkan server-server yang digunakan
untuk menambahkan service baru.

Softswitch lahir dari pengembangan teknologi jaringan data yang kini telah mendominasi.
Pengembangan ini merupakan migrasi dari jaringan PSTN menuju NGN (Next Generation
Network) yang berbasis data. Layanan telekomunikasi pada NGN (Next Generation Network)
meliputi voice, data, dan multimedia. Pada kenyataannya, bagi industri jasa telekomunikasi
bahwa volume trafik data melebihi volume trafik voice, namun layanan voice masih merupakan
penyumbang pendapatan terbesar dalam bisnis telekomunikasi. Dengan Demikian
pengembangan layanan voice pada jaringan data menjadi aspek penting dalam perkembangan
telekomunikasi.

Kelemahan Softswitch sebagai berikut:

• Tergantung pada satu vendor, karena perangkat yang digunakan bersifat prepritary.
• Investasi yang sangat tinggi.
• Adanya fungsi kontrol, fungsi layanan dan fungsi network melekat dalam sirkit switch,
sehingga operator sulit melakukan pengembangan dan diversivikasi layanan

Softswitch merupakan kumpulan dari beberapa perangkat protokol dan aplikasi yang
memampukan perangkat-perangkat yang lain untuk mengakses telekomunikasi atau layanan
internet berbasis jaringan IP.

Fungsi Softswitch diantaranya:

• Teknologi Softswitch mampu menghubungkan antara internet, jaringan wireless, jaringan


kabel dan jaringan telepon tradisional.
• Jaringan pusat (core network) dapat dicapai menggunakan Softswitch.
• Softswitch memampukan jaringan telepon untuk berkomunikasi dengan jaringan
data/internet dan sebaliknya.

Arsitektur dan Bagian Fungsional (Functional Plane) Softswitch ISC Reference Architecture
sebagai berikut:

• Transport Plane
Transport plane bertanggung jawab untuk pengirirman pesan antar jaringan VoIP. Pesan ini
dapat berupa call signalling, call dan media set up atau media. Mekanisme pengiriman pesan-

pesan ini berdasark an semua teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan untuk membawa
jenis trafik ini. Transport plane juga menyediakan akses untuk pensinyalan dan media ke
jaringan luar, atau terminal ke jaringan VoIP. Pada umumnya perangkat dan fungsi transport
plane dikendalikan oleh fungsi didalam call control dan signaling plane. Transport plane dibagi
menjadi tiga daerah yaitu IP Transport Domain, Interworking Domain, dan Non-IP

Access Domain.

• IP Transport Domain

IP Transport Domain menyediakan transport backbone dan routing/switching untuk mengangkut


paket antar jaringan VoIP. Yang termasuk pada IP transport domain yakni router dan switch.
Perangkat-perangkat (router dan switch) menyediakan mekanisme QoS dan aturan untuk
pengangkutan.

• Interworking Domain

Perangkat Interworking Domain bertanggung jawab untuk perubahan bentuk pensinyalan atau
media penerima dari jaringan eksternal ke dalam suatu format yang dapat dikirim ke berbagai
entity di dalam jaringan VoIP dan sebaliknya. Interworking Domain terdiri dari perangkat
seperti signaling Gateway (gerbang signal yang mengangkut konversi antar lapisan pengangkut
yang berbeda), Media Gateway (media konversi antara jaringan transport yang berbeda atau
media yang berbeda, dan Interworking Gateway) signal interworking pada layer transport yang
sama tetapi dengan protokol berbeda.

• Non-IP Access Domain

Non-IP Access Domain diterapkan terutama untuk terminal non-IP dan jaringan radio tanpa
kawat yang mengakses ke jaringan VoIP. Non-IP Access Domain terdiri dari Access Gateway
atau gerbang untuk terminal non-IP atau telepon, terminal ISDN Integrated Access Devices
( IADS) untuk jaringan DSL, Kabel modem / Multimedia Terminal Adaptor ( MTAs) untuk
jaringan HFC, dan Media Gateway untuk jaringan GSM/3G mobile radio access network (RAN).

• Call Control & Signaling Plane

Call Control & Signaling Plane mengontrol element utama pada jaringan VoIP, khususnya pada
Transport Plane. Perangkat dan fungsi dalam plane ini menyelesaikan kendali panggilan
berdasarkan pesan/message yang diterima dari Transport Plane, dan menangani pembangunan
dan pemutusan koneksi media antar Jaringan VoIP oleh komponen pengendalian dalam
Transport Plane. The Call Control & Signaling Plane terdiri dari perangkat seperti Media
Gateway Controller (Call Agent or Call Controller), Gatekeepers and LDAP servers.

• Service & Application Plane


Service & Application Plane menyediakan kendali, logika dan pengeksekusi satu atau lebih jasa
atau layanan atau aplikasi di dalam suatu jaringan VoIP. Perangkat-perangkat di dalam control
Plane ini mengendalikan jalannya suatu panggilan berdasarkan layanan atau jasa pengeksekusi
logika. Melalui komunikasi dengan perangkat di dalam Call Control & Signaling Plane. Jasa atau
Layanan & Aplikasinya terdiri dari perangkat seperti Aplikasi Server dan Feature Server. Jasa
atau Layanan & Aplikasinya juga mengontrol khususnya komponen-komponen pembawa seperti
Media Server, yang melaksanakan fungsi seperti conferencing, IVR, tone processing, dan
seterusnya.

• Management Plane

Manajemen Plane menangani fungsi seperti berlangganan dan ketetapan jasa atau layanan,
dukungan operasional, penagihan dan tugas manajemen jaringan lainnya. Manajemen Plane
dapat saling berhubungan dengan beberapa atau dengan semua ketiga plane lainnya melalui
standard industri ( seperti: SNMP) atau protocol proprietary dan APIs.

Jaringan Softswitch dibangun oleh 5 komponen penting diantaranya:

1. MGC Media Gateway Controller merupakan salah satu unit fungsi utama pada
softswitch. Gateway controller menangani call processing menggunakan Media gateway
dan Signaling gateway. Dalam menangani Call Peocessing, Signaling Gateway berperan
untuk membangun dan membubarkan koneksi. Gateway Controller sering disebut Call
Agent (karena memiliki fungsi pesan pengontrol panggilan), dan juga disebut Media
gateway Controller (karena memiliki fungsi pengontrol media gateway).Terkadang Call
Agent disebut juga sebagai Softwitch (karena dikombinasikan dengan media gateway dan
signaling gateway sehingga mempresentasikan konfigurasi minimun softswitch).
Komponen ini menghubungkan antar komponen dalam jaringan softsiwtch dan juga
menghubungkan ke ke jaringan luar yang berbeda protokol, seperti ke jaringan PSTN,
SS7 dan jaringan IP.
2. MG Media Gateway disebut juga AG (Access Gateway) dan TG (Trunk Gateway).
Access Gateway (AG) sebagai penghubung ke arah jaringan akses yang berhubungan
dengan pengguna. Pada umumnya access gateway yang dikenal adalah perangkat yang
berbasis paket (IP) ataupun nonpaket yang selanjutnya diubah menjadi paket untuk dapat
dikontrol oleh softswitch. Trunk Gateway (TG) dipergunakan untuk menghubungkan
jaringan berbasis softswitch kepada jaringan non-paket dan berfungsi sebagai trunking.
Di dalam perangkat ini terdapat perubahan dari trafik yang non-paket ke paket ataupun
sebaliknya.
3. SG Signalling Gateway melayani sebagai gateway atau gerbang antara jaringan signal
SS7 dengan node-node lain pada jaringan IP yang di manage atau dikontrol oleh
softswitch. Sebuah signaling gateway secara fisik terhubung ke jaringan SS7 dan harus
mampu melayani berbagai protocol yang telah distandartkan. Signaling Gateway
menyebabkan Softswitch seperti node-node yang ada pada jaringan SS7. Signaling
Gateway menangani pengiriman signal SS7, sementara Media Gateway menangani
pengiriman voice.
4. MS Media Server biasanya terpisah dari Feature Server karena aplikasi Media Server
melibatkan media processing. Artinya Media Server harus mampu mendukung DSP
(digital signal Processing).
5. FS Feature Server menyediakan semua feature dan layanan seperti tagihan, multy party
conference, dll. Feature Server menggunakan semua sumber layanan atau jasa yang
berkaitan dengan komponen-komponen lain pada softswitch. Dengan adanya Feature
Server yang bekerja berbasis jaringan IP maka tidak ada lagi hambatan bagi softswitch
untuk membagi dan mengelompokkan komponen aplikasi.

Saya informasikan kepada pembaca, jika anda membeli perangkat telekomunikasi, sebaiknya
yang sudah di sertifikasi atau yang sudah bersertifikat resmi dari postel, untuk menjaga agar
anda tidak berurusan dengan pihak yang berwajib. Semoga bermanfaat....