Anda di halaman 1dari 4

Pengolahan Limbah

Secara umum limbah di PT. Sinar Sosro terdiri dari tiga macam, yaitu

limbah padat, gas, dan cair.

1) Limbah Padat

Limbah padat yang dihasilkan berupa ampas teh hasil pengolahan,

pecahan botol RGB, botol PET, dan lumpur dari hasil pengolahan limbah

cair yang telah mengalami pengendapan. Limbah padat ditangani secara

berkala oleh mesin pengangkut ke tempat pembuangan akhir.

2) Limbah Gas

Limbah gas langsung dibuang dan setiap tahun dilakukan

pemeriksaan komposisi terhadap gas yang dibuang. Limbah gas bersumber

dari sumber bergerak seperti gas dari forklift dan gas tidak bergerak dari

boiler.

3) Limbah Cair

Limbah cair akan diolah pada instalasi Waste Water Treatment

Plant (WWTP) di PT. Sinar Sosro. Tujuan dari pengolahan limbah cair ini

adalah untuk mendapatkan effluent yang aman saat dibuang ke lingkungan.

Limbah cair dapat berasal dari sisa sampel inkubasi, bottle washer, bilasan

tangki, dari kitchen, dan cleaning. Pada WWTP ini terdapat beberapa

bagian yaitu pump pit, cooling tower, bak ekualisasi, bak aerasi, clarifier,

digestor, divider, thickener, dan bak penampung.

Pengumpulan air limbah dilakukan menggunakan pump pit yang

berfungsi menarik air yang berasal dari kegiatan produksi menuju tempat

penampungan limbah untuk diolah lebih lanjut. Pump pit juga akan
memisahkan air limbah yang masuk ke instalasi dengan limbah padat dan

limbah cair selain air seperti minyak yang terbawa bersama air limbah.

Pump pit berkapasitas 10 m3 dan bekerja dengan mekanisme skrinning,

flotasi, dan sedimentasi. Air limbah yang masuk memiliki suhu yang

masih tinggi (sekitar 50oC), pH sekitar 10, dan kadar COD yang juga

masih tinggi yaitu sekitar >1000 ppm.

Dari pump pit, air limbah kemudian dipompa menuju cooling tower

yang bekerja otomatis dan memiliki alat sensor. Dua pompa yang

digunakan pada cooling tower berkapasitas 60 m3/jam. Pada cooling

tower, air limbah didinginkan sehingga temperaturnya menjadi 32-34oC

dan limbah padat yang mungkin terikut ke dalam limbah cair akan

dipisahkan melalui proses pemisahan fisik dan penyaringan. Limbah padat

akan dikumpulkan di pembuangan limbah padat.

Dari cooling tower, air kemudian dialirkan ke bak ekualisasi yang

merupakan penanganan primer limbah cair. Pada bak ini ditumbuhkan

bakteri aerobik. Oleh karena itu pada bak ini dilakukan pemberian oksigen

dengan menggunakan motor turbo oksigen untuk pertumbuhan bakteri

tersebut. Pada tahap ini dilakukan penambahan bahan nutrisi pupuk urea

sebagai sumber nitrogen dan pupur sumber phosphate sebagai sumber

fosfat sebagai sumber nutrisi mikroorganisme semi aerob. Hasil yang

diperoleh dari tahap ini adalah air limbah dengan pH berkisar 6,5-7,5.

Air limbah dari bak ekualisasi kemudian dipompa menuju bak

aerasi yang berkapasitas 12000 m3 melalui selokan dengan debit air 25

m3/jam. Tahap ini merupakan tahap penyempurnaan karena air limbah


yang telah diekualisasi sudah memiliki kualitas yang cukup baik. Air

limbah pada tahap ini dijernihkan secara biologis dan oksidasi zat

pengotor yang terkandung dalam limbah dengan bantuan lumpur aktif

(activated sludge). Air pada tahap ini berada dalam suasana basa dengan

ph 8 dan suhu air berkisar antara 32-34oC. BOD pada bak ekualisasi

dipantau secara berkala.

Air limbah yang mengandung lumpur aktif kemudian dialirkan ke

clarifier. Pada clarifier ini kemudian lumpur aktif dipisahkan dengan air

dan lumpur akan mengendap. Sebagian lumpur akan dialirkan kembali ke

bak ekualisasi dan juga ke divider agar terjadi keseimbangan bakteri dalam

lumpur aktif dan peningkatan efisiensi penggunaan lumpur aktif. Air

limbah yang jernih akan mengalir (over flow) ke permukaan dan sebagian

akan dialirkan ke digestor dan sebagian lagi akan langsung dibuang ke

badan air. Pada clarifier dipelihara ikan sebagai indikator keamanan air.

Pada digestor, air dari divider akan dipisahkan dengan lumpur dan

endapkan kotorannya. Setelah itu akan dipompa ke thickener untuk

diendapkan lagi. Divider berfungsi untuk membagi lumpur aktif dari

clarifier menjadi dua bagian, yaitu sebagian dialirkan kembali ke bak

aerasi dan sebagian lagi dialirkan ke digestor.

Thickener berfungsi untuk memekatkan lumpur dari clarifier.

Kemudian lumpur akan dipompa ke filter press dan kemudian dibuang

sebagai limbah padat. Sebagian kecil dari lumpur tersebut digunakan juga

sebagai pupuk kompos tanaman. Air dari clarifier kemudian dimasukkan

ke bak penampung dan diberi klorin untuk mematikan kuman dan


mengendapkan kotoran. Setelah itu akan dipompa ke sand filter I dan II.

Kemudian air dapat digunakan sebagai cleaning water dalam

membersihkan peralatan produksi dan lokasi produksi.