Anda di halaman 1dari 9

C.

PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN DATA

1. Kadar Air Awal dari Sampel Tanah Uji


Kadar air awal : 26.63 %

2. Menentukan Volume Air yang Harus Ditambahkan


Sampel tanah dibuat dengan menggunakan kadar air asumsi yang disesuaikan
+2% dan -2% dari kadar air optimum pada percobaan compaction. Kadar air optimum
didapat sebesar 39.5 % sehingga dibuat tiga sampel tanah dengan kadar air 39.5%,
37.5% (-2%), dan 41.5% (+2%). Untuk membuat dengan kadar air yang diinginkan,
perlu ditambahkan air ke tanah mula-mula menggunakan rumus

Lalu perhitungan tersebut dapat dimasukan ke dalam tabel berikut ini. Commented [DS1]: Masukin salah satu contoh perhitungannya
pake rumus ya

Sampel 1 2 3
Wo (%) 26.63 26.63 26.63
Wx (%) 37.5 39.5 41.5
w (gr) 5000 5000 5000
Vadd (mL) 429.2 508.17 587.14

3. Menghitung Dimensi Mould


Tiga sampel tanah yang digunakan dalam percobaan ini menggunakan tiga mould
yang berbeda. Berikut adalah hasil pengukuran dimensi mould dari tiap-tiap sampel.
a) diameter

Diameter (cm) Diameter


mould
1 2 3 rata-rata (cm)
sampel
1 15,31 15,28 15,21 15,26
(37,5 %)
sampel
2 15,12 15,12 15,15 15,13
(39,5 %)
Sampel
3 15,26 15,2 15,24 15,23
(41,5%)
b) Volume

Diameter tinggi volume


Mould
(cm) (cm) (cm3)

1 15,26 11,39 2083,16


2 15,13 11,765 2115,24
3 15,23 12,025 2190,65

Kadar air asli nya berapa? Setelah d compact kan di cari kadar airnya lagi tuh, nah itu
yang di pake

Menentukan Kadar Air Pada Tanah Uji Pada Kondisi Unsoaked dan Soaked Commented [DS2]: Di taruh di awal ya

Setelah dilakukan penumbukan dan penetrasi terhadap sampel tanah, sampel tanah
diambil beberapa bagian untuk ditentukan kadar airnya. Kadar air pada keadaan ini
disebut kondisi unsoaked (tidak terendam). Setelah itu, sampel tanah direndam selama
kurang lebih 96 jam dan dihitung kadar air setelah perendaman selama 96 jam. Kadar air
pada keadaan ini disebut kondisi soaked (terendam).
Untuk menentukan kadar air, rumus yang digunakan adalah:

a) Kondisi Unsoaked (tidak terendam)

kadar air
37,50% 39,50% 41,50%
asumsi
Wcan (gr) 19,82 22,7 19,05
Wwet+can (gr) 98,67 96,08
setelah dioven
Wdry+can (gr) 78,86 53,24 71,47
Wwater (gr) 26,4 12,34 21,39
Wdry (gr) 69,04 31,46 52,42
Winitial (%) 38,24 39,24 40,81

b) Kondisi Soaked

kadar air 38,24% 39,24% 40,81%

Wcan (gr) 22,28 23,77 19,87


Wwet+can (gr) 153,24 224,91 171,65
setelah dioven
Wdry+can (gr) 116,51 167,27 127
Wwater (gr) 36,73 57,64 44,65
Wdry (gr) 94,23 143,5 107,13
Winitial (%) 38,98 40,17 41,6

4. Menghitung Tekanan Melalui Pembacaan Beban pada Dial Commented [DS3]: Di tambahin grafik perbandingan 3
sampelnya, soaked dan unsoaked

Test Unit Load (psi) = Tegangan (σ)

A = Luas Piston = 3 in2


P = M x LRC
M = Pembacaan Dial
LRC = Faktor Kalibrasi = 23,481 lbs

a) Sampel 1 (w = 37.5 %) Commented [DS4]: Pake kadar aslinya ya

PENETRATION Dial Reading Stress (Psi)


(in) unsoaked soaked unsoaked soaked
0 0 0 0 0
0,025 15 2,5 117,405 19,5675
0,05 20,5 3 160,4535 23,481
0,075 24 4 187,848 31,308
0,1 26 4,25 203,502 33,26475
0,125 28 5 219,156 39,135
0,15 30,5 5,25 238,7235 41,09175
0,175 33 5,5 258,291 43,0485
0,2 35 6,25 273,945 48,91875
Dari perhitungan di atas dapat dibuatkan tabel antara besar penetrasi dengan stress
seperti berikut ini.

300

250

200
Stress (psi)

150
Stress (Psi) unsoaked
100 Stress (Psi) soaked

50

0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
Penetration (in)

b) Sampel 2 (w = 39.5 %)

PENETRATION Dial Reading Stress (Psi)


(in) unsoaked soaked unsoaked soaked
0 0 0 0 0
0,025 2 1,5 15,654 11,7405
0,05 3,5 2,5 27,3945 19,5675
0,075 5 3,5 39,135 27,3945
0,1 6 5,5 46,962 43,0485
0,125 7,5 7 58,7025 54,789
0,15 9 8 70,443 62,616
0,175 10 9 78,27 70,443
0,2 11 9,3 86,097 72,7911
Dari perhitungan tersebut dapat dibuatkan tabel antara besar penetrasi dengan
stress seperti berikut ini.
100
90
80
70
60
50 Stress (Psi) unsoaked
40 Stress (Psi) soaked
30
20
10
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25

c) Sampel 3 (w = 41.5 %)

PENETRATION Dial Reading Stress (Psi)


(in) unsoaked soaked unsoaked soaked
0 0 0 0 0
0,025 7 4 54,789 31,308
0,05 12 7 93,924 54,789
0,075 14,5 9 113,4915 70,443
0,1 17 10,5 133,059 82,1835
0,125 20 11,5 156,54 90,0105
0,15 22,5 12,3 176,1075 96,2721
0,175 24 13,5 187,848 105,6645
0,2 26 14 203,502 109,578

Dari perhitungan tersebut dapat dibuatkan tabel antara besar penetrasi dengan
stress seperti berikut ini.

250

200
Stress (Psi) unsoaked
Stress (Psi) soaked
150

100

50

0
0 0.1 0.2 0.3
5. Nilai California Bearing Ratio (CBR)
Nilai CBR yang praktikan peroleh didapat dari besar penetrasi sebesar 0.1” dan
0.2”. Nilai CBR tersebut dapat dicari dengan menggunakan rumus:

Untuk penetrasi 0.1”

Untuk penetrasi 0.2”

Tabel nilai CBR (%)

a) Sampel 1

penetration Dial Reading CBR (%)


(in) Unsoaked soaked Unsoaked soaked
0,1 26 4,25 20,35 3,32
0,2 35 6,25 18,26 3,26

b) Sampel 2

penetration Dial Reading CBR (%)


(in) Unsoaked soaked Unsoaked soaked
0,1 6 5,5 4,69 3,91
0,2 11 9,3 5,74 4,85

c) Sampel 3

penetration Dial Reading CBR (%)


(in) Unsoaked soaked Unsoaked soaked
0,1 17 10,5 13,3 8,21
0,2 26 14 13,56 7,3

6. Menentukan Kadar Air Pada Tanah Uji Pada Kondisi Unsoaked dan Soaked Commented [DS5]: Di taruh di awal ya

Setelah dilakukan penumbukan dan penetrasi terhadap sampel tanah, sampel tanah
diambil beberapa bagian untuk ditentukan kadar airnya. Kadar air pada keadaan ini
disebut kondisi unsoaked (tidak terendam). Setelah itu, sampel tanah direndam selama
kurang lebih 96 jam dan dihitung kadar air setelah perendaman selama 96 jam. Kadar air
pada keadaan ini disebut kondisi soaked (terendam).
Untuk menentukan kadar air, rumus yang digunakan adalah:
a) Kondisi Unsoaked (tidak terendam)

kadar air
37,50% 39,50% 41,50%
asumsi
Wcan (gr) 19,82 22,7 19,05
Wwet+can (gr) 98,67 96,08
setelah dioven
Wdry+can (gr) 78,86 53,24 71,47
Wwater (gr) 26,4 12,34 21,39
Wdry (gr) 69,04 31,46 52,42
Winitial (%) 38,24 39,24 40,81

b) Kondisi Soaked

kadar air 38,24% 39,24% 40,81%

Wcan (gr) 22,28 23,77 19,87


Wwet+can (gr) 153,24 224,91 171,65
setelah dioven
Wdry+can (gr) 116,51 167,27 127
Wwater (gr) 36,73 57,64 44,65
Wdry (gr) 94,23 143,5 107,13
Winitial (%) 38,98 40,17 41,6

7. Menentukan Kerapatan Kering

Untuk mencari nilai kerapatan kering terlebih dahulu harus dicari nilai
kerapatan basahnya.
a) Mencari Kerapatan Basah
Untuk mencari nilai kerapatan basah, digunakan rumus:

1) Kerapatan Basah Mula-Mula (Initial)


Kerapatan basah mula-mula menggunakan massa tanah setelah
compaction dan sebelum direndam.
sampel 1 sampel 2 sampel 3
Wsoil + mould 7397,72 7074 7694
Wmould 3849 3810 3930
Wsoil = Wwet 3548,72 3264 3764
V 2083,81 2115,24 2190,65
𝛾wet 1,703 1,54 1,718

2) Kerapatan Basah Akhir (Final)


Kerapatan basah akhir menggunakan massa tanah setelah dilakukan
perendaman.

sampel 1 sampel2 sampel 3


Wsoil + mould 7423,98 7104,36 7723,74
Wmould 3849 3810 3930
Wsoil = Wwet 3574,98 3294,36 3793,74
V 2083,81 2115,24 2190,65
𝛾wet 1,716 1,557 1,732

b) Mencari Kerapatan Kering


Nilai kerapatan kering dicari pada dua kondisi, yakni kondisi unsoaked dan
kondisi soaked. Untuk mencari nilai kerapatan kering, digunakan rumus:

Pada kondisi unsoaked menggunakan nilai kerapatan kering basah mula-mula


(initial) sedangkan pada kondisi soaked menggunakan nilai kerapatan basah akhir
(final).

1) Kondisi Unsoaked

sampel 1 2 3
Kadar air (w) 38,24% 39,24% 40,81%
Ywet 1,703 1,54 1,718
Ydry 1,232 1,106 1,22
2) Kondisi Soaked

sampel 1 2 3
Kadar air (w) 38,98% 40,17% 41,60%
Ywet 1,753 1,557 1,732
Ydry 1,261 1,111 1,223

8. Swelling Test
Nilai swelling dari sampel tanah dapat dicari dengan menggunakan rumus:

Tabel Swelling (%)

Dial Reading swell (%)


Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3
t (hour)
(w= 37,5 (w= 39,5 (w= 41,5 (w= 37,5 (w= 39,5 (w= 41,5
%) %) %) %) %) %)
1 15 3 1 0,263896 0,065045 0,022062
2 21 3,5 2 0,32987 0,075886 0,044124
24 29 7 2 0,461818 0,151771 0,044121
48 30,5 8 2 0,63774 0,173453 0,044121
72 30,5 9 2 0,670736 0,195134 0,044121
96 32 9 3 0,703723 0,195134 0,066186