Anda di halaman 1dari 15

Macam-macam epipedon dan karakteristiknya

Antropik
Horizon tebal yang terbentuk dari alterasi dan
pengangkutan oleh manusia (namun tidak sesederhana
praktik pertanian seperti pemupukan dan pengolahan
tanah).
Karakteristik:
1. Pada kondisi kering, mempunyai struktur dengan
ukuran < 30 cm.
2. Tidak terdapat struktur batuan asli (termasuk juga
stratifikasi halus).
3. Terdapat hasil alterasi dan pengangkutan manusia.
4. Terdapat pada landform antropogenik yang
didalamnya terdapat artifak atau tanah yang
mengalami kompaksi sehingga drainase tanah
terhambat (paddy soil).
5. Ketebalan minimal 25 cm.
6. Ketika lembab, horizon tidak lembek/basah.

Folistik Folistik merupakan lapisan yang mengalami saturasi


kurang dari 30 hari (kumulatif) pada tahun normal (bukan
karena drainase artifisial).
Karakteristik:
1. Mempunyai kandungan bahan tanah organik yang
tinggi (umumnya > 15 % Corganik tanah berdasarkan
berat, tergantung dari kandungan liat).
2. Ketebalan minimum 15 cm.

Histik
Histik merupakan lapisan yang mengalami saturasi lebih
dari 30 hari (kumulatif) pada tahun normal, dan tereduksi
pada beberapa waktu di tahun normal (atau drainase
artifisial).
Karakteristik:
1. Drainase buruk
2. Mempunyai kandungan bahan tanah organik yang
tinggi (umumnya > 15 % Corganik tanah berdasarkan
berat, tergantung dari kandungan liat).
3. Ketebalan minimum 15 cm.
Melanik
Karakteristik:
1. Dari permukaan tanah hingga ketebalan kumulatif >
30 cm.
2. Mempunyai warna pada kondisi lembab dengan value
< 2,5 dan chroma < 2.
3. Mempunyai indeks melanik < 1,7.
4. Mempunyai rata-rata tertimbangan untuk bahan
organik sebesar > 6 % berdasarkan berat.
5. Mempunyai sifat tanah andik pada kriteria kedalaman
di atas.

Molik
Karakteristik:
1. Pada kondisi kering tanah tidak masif dan keras.
2. Tidak terdapat struktur batuan asli (termasuk juga
stratifikasi halus).
3. Pada kondisi lembab mempunyai value dan chroma <
3, dan pada kondisi kering < 5. (warna terang diijinkan
jika kandungan CaCO3 > 15 %.
4. Ketebalan minimum 25 cm pada kondisi lembab.
Namun ada pengecualian:
a. 10 cm jika epipedon langsung berada diatas
batuan keras (dan bukan berpasir) atau berada
di atas kontak densik, horizon petrokalsik, atau
duripan.
b. 18 – 25 cm jika epipedon tidak berpasir dan
sekurang-kurangnya:
i. 1/3 kedalamannya tersusun dari karbonat,
atau horizon kalsik, horizon petrokalsik,
duripan, atau fragipan, atau
ii. 1/3 dari ketebalan solum (diindikasikan
dengan jumlah basa pada horizon argilik,
kambik, natrik, oksik, atau horizon spodik).
c. Kejenuhan basa > 50 % (dengan NH4Oac jumlah
basa).
d. Corganik sebesar > 0,6 % (berdasarkan berat),
sekitar 1 % untuk bahan organik tanahnya.
e. Horizon lembab pada > 90 hari pada selama
musim pertumbuhan (bukan karena irigasi).
f. Selama lembab horizon tidak lembek dan tidak
mudah berubah.
Okrik
Jika epipedon yang saudara klasifikasikan tidak masuk ke
dalam 7 (tujuh) antropik, folistik, histik, melanik, molik,
plaggen dan umbrik, maka epipedon tersebut dapat
dimasukkan ke dalam okrik. Okrik tidak memiliki ciri-ciri
tertentu seperi epipedon lainnya.

Plaggen
Karakteristik:
1. Horizon terbentuk pada landform yang didalamnya
banyak terdapat artifak dan bekas galian.
2. Value lembab < 4 atau kering < 5 dan chroma < 2.
3. Corganik > 0,6 % (berdasarkan berat), bahan organik
sekitar 1 % atau lebih.
4. Horizon mempunyai ketebalan > 50 cm (human-
transported material).
5. Horizon lembab pada > 90 hari pada selama musim
pertumbuhan (bukan karena irigasi).
Umbrik
Karakteristik:
1. Pada kondisi kering tanah tidak masif dan keras.
2. Tidak terdapat struktur batuan asli (termasuk juga
stratifikasi halus).
3. Pada kondisi lembab mempunyai value dan chroma <
3, dan pada kondisi kering < 5.
4. Ketebalan minimum 25 cm pada kondisi lembab.
Namun ada pengecualian:
a. 10 cm jika epipedon langsung berada diatas
batuan keras (dan bukan berpasir) atau berada
di atas kontak densik, horizon petrokalsik, atau
duripan.
b. 18 – 25 cm jika epipedon tidak berpasir dan
sekurang-kurangnya:
iii. 1/3 kedalamannya tersusun dari karbonat,
atau horizon kalsik, horizon petrokalsik,
duripan, atau fragipan, atau
iv. 1/3 dari ketebalan solum (diindikasikan
dengan jumlah basa pada horizon argilik,
kambik, natrik, oksik, atau horizon spodik).
c. Kejenuhan basa < 50 % (dengan NH4Oac jumlah
basa).
d. Corganik sebesar > 0,6 % (berdasarkan berat),
sekitar 1 % untuk bahan organik tanahnya.
e. Horizon lembab pada > 90 hari pada selama
musim pertumbuhan (bukan karena irigasi).
f. Selama lembab horizon tidak lembek dan tidak
mudah berubah.
g. Tidak terdapat artifak.
Macam-macam endopedon dan karakteristiknya
Agrik Karakteristik:
1. Terbentuk langsung di bawah lapisan bajak.
2. Ketebalan > 10 cm.
3. Terdapat iluviasi debu/liat/humus (value < 4 dan chroma
< 2 pada kondisi lembab) mengandung lubang cacing atau
selaput-selaput > 5 % berdasarkan volume
Albik dan Spodik
Albik
Karakteristik:
1. Horizon eluvial dengan ketebalan > 1 cm.
2. > 85 % horizon tersusun oleh bahan albik, chroma
umumnya < 3 dan value > 4 pada kondisi lembab dan > 5
pada kondisi kering.
Spodik
Karakteristik:
1. Semua bahan spodik memiliki pH < 5,9 dan Corganik > 0,6 %
2. Mengandung > 85 % bahan spodik

Anhidritik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 15 cm.
2. Didominasi Kalsium Sulfat (> 5 %)
Argilik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 7,5 cm ( > 15 cm jika berpasir atau tersusun
dari lamela).
2. Terdapat tanda/ bukti adanya iluviasi liat, sekurang-
kurangnya salah satu bentuk berikut:
a. Bukti di lapangan adanya clay film di pori atau ped
atau liat terorientasi di permukaan butir pasir.
b. Bukti di laboratorium adanya liat terorientasi atau
lebih tingginya kandungan liat pada horizon argilik
dibandingkan dengan horizon yang berada
diatasnya.
3. Kandungan liat meningkat secara signifikan pada jarak
vertikal < 30 cm. Peningkatan minimum antara 3 hingga 8
% tergantung dari kandungan liat pada horizin eluvial.
Kalsik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 15 cm.
2. Kalsium karbonat setara dengan > 15 % (atau > 5 % jika
horizon memiliki < 18 % liat dan > 15 % pasir) dan memiliki
salah satu hal berikut:
a. > 5 % berdasarkan berat dibandingkan dengan
horizon dibawahnya.
b. > 5 % berdasarkan volume CaCO3 yang nyata.
3. Horizon tidak memiliki (atau minimal) sementasi.
Kambik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 15 cm.
2. Tekstur berlempung atau berliat.
3. Terdapat tanda telah terjadi alterasi seperti:
a. Struktur tanah (atau sekurang-kurangnya struktur
batuan yang terlepas > 50 % berdasarkan volume).
b. Dalam kondisi basah (tidak mempunyai kondisi jenuh
air di dalam 50 cm dari permukaan):
i. Warna kelabu dan warna yang tidak berubah saat
terbuka di udara, dan
a) Value < 3 dan chroma 0 atau
b) Value > 4 dan chroma < 1 atau
c) Sebarang value dan chroma < 2 dan
konsentrasi redoks (bercak
kemerahan).
c. Dalam kondisi tidak basah (tidak jenuh air pad 50 cm
dari permukaan)
i. Jika dibandingkan dengan horizon diatasnya atau
dibawahnya
a) Mempunyai value dan chroma lebih
tinggi, atau
b) Lebih merah, atau
c) Mengandung liat lebih banyak
4. Horizon tidak terlalu rapuh

Densik
Karakteristik:
1. Kontak ini padat, kompak dan tidak tersementasi.
2. Jarak akar untuk dapat mempenetrasi > 10 cm.
Duripan
Karakteristik:
1. > 50 % dari lapisan tersusun atas iluvial silika.
2. Hasil uji laboratorium (kering udara 1N HCl) menghasilkan
< 50 % fragment tersementasi.

Fragipan Karakteristik:
1. Ketebalan > 15 cm
2. Lapisan mengalami pedogenesis (tidak sesederhana
pemadatan tanah).
3. Lapisan memiliki struktur yang tidak memungkinkan akar
untuk menembus sejauh 10 cm (masif).
4. Lapisan tidak tersementasi.
5. > 60 % berdasarkan volume pednya teguh atau keras, dan
rapuh jika lembab.
6. Lapisan tidak membuih ketika diberi HCl cair.

Glasik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 30 cm.
2. Lapisan terdiri dari > 75 % es yang terlihat.

Glosik Karakteristik:
1. Ketebalan > 5 cm.
2. Horizon terdiri dari 2 bagian (eluvial dan iluvial), sekitar 15
– 85 % terdiri atas:
a. Bagian iluvial terdiri atas sisa-sisa argilik, kandik, atau
horizon natrik (Bt)
b. Bagian eluvial terdiri dari bahan albik (E)
Gipsik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 15 cm.
2. Horizon mengandung > 1 % gipsum sekunder dan > 5 %
gipsum (dari berat).
3. Horizon tidak memiliki (atau minimal) sementasi.

Kandik
Karakteristik:
1. Horizon berada di bawah horizon permukaan yang
bertekstur kasar dengan ketebalan > 18 cm.
2. Mempunyai ketebalan > 30 cm.
3. Terdapat peningkatan liat secara signifikan dengan jarak
vertikal < 15 cm. (peningkatan antara 4 – 8 % tergantung
kandungan liat horizon diatasnya.
4. Horizon umumnya berada dikedalaman 125 cm.
5. Tekstur berlempung atau berliat.
6. KTK < 16 dan efektif KTK < 12 cmol/kg.
7. Bukan merupakan bagian aluvial di alam.
Lamellae
Karakteristik:
1. Lamela mengandung liat iluviasi.
2. Setiap lamela memiliki ketebalan > 7,5 cm.
3. Lamela terbentuk seri vertikal 2 atau lebih.
4. Setiap lamela berada di bawah pada horizon eluvial.

Litik
Karakteristik:
1. Kontak ini berada di atas batuan keras.
2. Kelas sementasi dari sementasi kuat hingga sangat kuat.
3. Penetrasi akar bisa mencapai lebih dari 10 cm.

Natrik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 7,5 cm (> 15 cm jika berpasir atau
mengandung lamela).
2. Terdapat tanda/ bukti adanya iluviasi liat, sekurang-
kurangnya salah satu bentuk berikut:
a. Bukti di lapangan adanya clay film di pori atau ped
atau liat terorientasi di permukaan butir pasir.
b. Bukti di laboratorium adanya liat terorientasi atau
lebih tingginya kandungan liat pada Btn
dibandingkan dengan horizon yang berada
diatasnya.
3. Kandungan liat meningkat secara signifikan pada jarak
vertikal < 30 cm. Peningkatan minimum antara 3 hingga 8
% tergantung dari kandungan liat pada horizin eluvial.
4. Struktur adalah kolumnar dan prismatik, atau gumpal
yang mengandung butir-butir debu atau pasir tidak
terselaputi dan melebar ke bawah lebih dari 2,5 cm ke
dalam horizon (natrik).
5. Di dalam 40 cm dari batas atas horizon natrik mempunyai
salah satu dari berikut;
a. ESP > 15 % atau SAR > 13 %
b. Jika ESP > 15 % atau SAR > 13 % pada satu horizon
atau lebih di dalam 200 cm, jumlah kandungan
Mgdd+Nadd > Cadd+kemasaman pertukaran (pH 8,2)
Oksik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 30 cm.
2. Tekstur berlempung atau berliat.
3. Mempunyai < 10 % mineral terlapuk dalam pasir halus
atau pasir sangat halus.
4. Mempunyau struktur batuan < 5 %.
5. Liat sedikit meningkat dari permukaan menuju horizon
oksik.
6. KTK < 16 dan efektif KTK < 12 cmol/kg liat.

Paralitik
Karakteristik:
1. Kontak berada di atas batuan lunak.
2. Kelas sementasi dari ekstrim lemah hingga sedang.
3. Penetrasi akar dalam menembus kontak mencapai > 10
cm.
4. Horizon dibawahnya bukan merupakan horizon penciri.

Petrokalsik
Karakteristik:
1. Horizon tersementasi oleh karbonat dimana akar hanya
bisa menembus pada rekahan-rekahan 10 cm.
2. Horizon mempunyai ketebalan > 10 cm (atau > 1 cm
apabila terdapat tudung laminar yang terletak langsung di
atas batuan dasar).
Petroferrik
Karakteristik:
1. Kontak tersusun atas sementasi besi (iron stone).
2. Jarak akar dapat menembus kontak ini > 10 cm.
3. Ketebalan batu besi di bawah kontak ini dari beberapa cm
hingga beberapa m.

Petrogipsik Karakteristik:
1. Horizon tersusun dari gipsum dan dapat ditembus akar
dengan jarak 10 cm atau lebih.
2. Ketebalan > 5 mm.
3. Kandungan gipsum > 40 % berdasarkan berat.

Placik
Karakteristik:
1. Horizon tersementasi oleh besi dan bahan organik dan
dapat ditembus akar dengan jarak > 10 cm.
2. Ketebalan horizon > 1 mm (jika berasosiasi dengan spodik
maka horizon ini tebalnya < 25 mm).

Plithite
Karakteristik:
1. Fitur dengan konsistensi teguh hingga sangat teguh
tersusun dari besi dan sedikit atau tanpa bahan organik.
2. Fitur akan sulit mengeras kembali setelah pengeringan
dan pembasahan yang berulang.
3. Fitur umumnya mempunyai warna merah gelap.
Salik
Karakteristik:
1. Ketebalan > 15 cm.
2. Selama 90 hari konsekutif atau lebih dalam tahun-tahun
normal:
a. DHL > 30 dS/m dan
b. Hasil kali antara DHL dengan ketebalan horizon >
900.

Slicken Side
Karakteristik:
1. Permukaan mengkilat dan beralur.
2. Ukuran umumnya > 5 cm.

Sombrik
Karakteristik:
1. Horizon bawah permukaan berwarna gelap dan
merupakan hasil iluviasi humus (bukan humus kompleks).
a. Value dan atau chroma pada horizon bawah lebih
rendah dibandingkan dengan horizon atasnya.
b. Seperti penampakan suatu horizon tertimbun
(padahal bukan).
2. Kejenuhan Basa (NH4Oac) < 50 %.
3. Tidak berada di bawah Albik.
4. Terdapat pada wilayah dingin, lembab, elevasi tinggi
tropis maupun subtropis.

Sulfurik Karakteristik:
1. pH < 3,5 pada rasio 1:1 (air)
2. Material mempunyai satu atau kedua dari
a. Setelah inkubasi aerob selama 16 minggu, pH > 0,05
menjadi < 4.
b. Bobot kering sulfur
i. > 0,75 % dan ii. > 1/3 CaCO3 ekuivalen