Anda di halaman 1dari 36

BAB VII

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

A. PENDAHULUAN
Melanjutkan pembahasan pada bab 6, konsep akuntansi penggabungan
usaha, yang terdapat pada PSAK No. 22, secara jelas meliputi penggabungan
dengan satu atau lebih perusahaan menjadi perusahaan anak dari suatu
perusahaan induk. Suatu perusahaan menjadi perusahaan anak ketika
kepemilikan saham berhak suara yang beredar dimiliki lebih dari 50 persen
oleh perusahaan lain (disebut sebagai perusahaan induk). Tetapi sekali
hubungan induk anak terbentuk, pembelian tambahan saham perusahaan
anak bukanlah suatu penggabungan usaha.
Ketika investasi pada saham berhak suara menimbulkan hubungan induk
– anak, entitas pembeli (perusahaan induk) dan entitas yang diperoleh
(perusahaan anak) tetap berfungsi sebagai entitas yang terpisah dan
mempertahankan catatan – catatan akuntansinya pada basis hukum yang
terpisah. Laporan keuangan untuk entitas gabungan disusun dengan
mengkonversikan laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak
menjadi laporan keuangan konsolidasi yang merefleksikan posisi keuangan
dan hasil operasi entitas gabungan. Entitas pelaporan yang baru
bertanggungjawab terhadap pelaporan kepada pemegang saham dan kreditur
perusahaan induk dan pihak – pihak lain yang berkepentingan.
Pembahasan pada bab VII meliputi 3 (empat) topik yaitu:
1. Konsep Laporan Keuangan Konsolidasi
2. Penyusunan Neraca Konsolidasi Saat Akuisisi
3. Penyusunan Neraca Konsolidasi Setelah Akuisisi
4. Penyusunan Laporan Laba Rugi Konsolidasi

B. KOMPETENSI

1. Kompetensi Dasar
Mahasiswa memahami konsep laporan keuangan konsolidasi dan mampu
mengaplikasikannya.

163
2. Indikator
a. Memahami konsep laporan keuangan konsolidasi;
b. Penyusunan neraca konsolidasi saat akuisisi
c. Penyusunan neraca konsolidasi setelah akuisisi
d. Penyusunan laporan laba rugi konsolidasi

C. KEGIATAN BELAJAR

Untuk memahami modul ini minimal Anda melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Mengikuti secara aktif satu kali tatap muka pembelajaran di kelas selama
3x50 menit/minggu;
2. Membaca modul dan melakukan kajian pustaka minimal 3x50
menit/minggu;
3. Jika belum jelas, Anda dapat menanyakan pada dosen pengampu;
4. Membentuk kelompok kecil dan berdiskusi bersama teman dalam
mengerjakan soal tugas latihan tanpa melihat pada kunci jawaban
terlebih dahulu;
5. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di kelas;

D. MATERI PEMBELAJARAN

1. Konsep Laporan Keuangan Konsolidasi


Suatu perusahaan yang memiliki lebih 50 persen saham berhak
suara perusahaan lain dapat mengendalikan perusahaan tersebut melalui
kepemilikan sahamnya, dan hubungan yang terjadi antara kedua
perusahaan itu adalah hubungan induk – anak. Pada saat hubungan induk
– anak terjadi, perusahaan – perusahaan tersebut saling berafiliasi
(Beams et al, 2009: 72).
Suatu struktur afiliasi dengan dua perusahaan anak diilustrasikan
pada tabel 7.1, dimana perusahaan X memiliki 90 persen saham berhak
suara Perusahaan A dan 80 persen saham berhak suara Perusahaan B.
Perusahaan X memiliki 90 persen saham berhak suara Perusahaan A,
dan pemegang saham diluar struktur afiliasi tersebut memiliki 10 persen
sisanya. Perusahaan X memiliki 80 persen saham berhak suara

164
Perusahaan B, dan pemegang saham diluar struktur afiliasi tersebut
memiliki 20 persen sisanya. Pemegang saham diluar struktur afiliasi ini
adalah pemegang saham minoritas, dan kepemilikannya disebut dengan
hak minoritas (Beams et al, 2009: 73).
Perusahaan X dan setiap perusahaan anaknya merupakan entitas
– entitas hukum yang terpisah, dengan mempertahankan catatan –
catatan akuntansi yang terpisah. Meskipun perusahaan – perusahaan
afiliasi adalah entitas – entitas hukum yang terpisah, pada kenyataannya
hanya ada satu entitas ekonomi karena semua sumber daya berada di
bawah pengendalian manajemen tunggal – direktur – direktur dan
karyawan – karyawan dari perusahaan induk tersebut.

Tabel 7.1 Struktur Afiliasi

Perusahaan X
( INDUK )

90 % 80%

Perusahaan A Perusahaan B
( ANAK ) ( ANAK )

Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan gabungan


antara perusahaan induk dengan perusahaan anak. Laporan keuangan
konsolidasi terutama ditujukan bagi investor perusahaan induk daripada
pemegang saham minoritas dan kreditur – kreditur perusahaan anak.
(Perusahaan anak, sebagai entitas hukum yang terpisah, tetap
melaporkan hasil operasinya kepada para pemegang saham minoritas.)
(Beams et al, 2009: 73).
Laporan keuangan konsolidasi menyediakan berbagai informasi
yang tidak terdapat dalam laporan keuangan terpisah perusahaan induk,
dan laporan konsolidasi biasanya diwajibkan untuk menyajikan yang wajar
posisi keuangan dan hasil operasi dari suatu kelompok – kelompok
perusahaan yang berafiliasi. Kondisi yang lazim untuk konsolidasi adalah
kepemilikan lebih dari 50 persen saham berhak suara perusahaan lain.

165
PSAK No. 4, ”Laporan Keuangan Konsolidasi,” paragraf 04,
menyatakan bahwa:
Para pengguna laporan keuangan pada umumnya ingin mengetahui
dan mendapatkan informasi tentang posisi keuangan, hasil usaha
dan arus kas dari suatu kelompok perusahaan secara keseluruhan.
Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui penyajian laporan
keuangan konsolidasi yang menyajikan informasi keuangan dari
suatu kelompok perusahaan sebagai suatu kesatuan ekonomi
meskipun masing – masing perusahaan dalam kelompok tersebut
merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.
Berdasarkan PSAK No. 4, ”Laporan Keuangan Konsolidasi,”
paragraf 06, perusahaan anak tidak dikonsolidasikan jika:
a. Pengendalian dimaksudkan untuk sementara, karena saham
perusahaan dibeli dengan tujuan untuk dijual atau dialihkan untuk
jangka pendek. Atau,
b. Perusahaan anak dibatasi oleh suatu retriksi jangka panjang
sehingga memengaruhi secara signifikan kemampuannya dalam
mentransfer dana kepada perusahaan induk. Perusahaan anak
yang tidak dikonsolidasikan tersebut harus dipertanggungjawabkan
oleh perusahaan induk sebagaimana perusahaan anak lainnya.

Penjelasan kebijakan – kebijakan akuntansi yang signifikan


diperlukan dalam pelaporan keuangan berdasarkan PSAK No. 1,
”Pengungkapan Kebijakan Akuntansi,” dan secara tradisional,
pengungkapan kebijakan konsolidasi adalah satu diantara pengungkapan
kebijakan yang paling sering. Karena PSAK No. 4 menghilangkan
kebijakan konsolidasi alternatif yang dapat diterima, pengungkapan
kebijakan konsolidasi berdasarkan PSAK No. 1 hanya diperlukan untuk
melaporkan pengecualian (seperti pengendalian sementara atau tidak
adanya pengendalian) terhadap keharusan PSAK No. 4 untuk konsolidasi
perusahaan – perusahaan anak yang dimiliki secara mayoritas. Bahkan,
pengungkapan kebijakan konsolidasi dalam laporan tahunan cenderung
tidak berkurang secara signifikan karena Bapepam mengharuskan
perusahaan publik untuk melaporkan kebijakan konsolidasi (Beams et al,
2000: 71).

166
Prosedur konsolidasi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Penggabungan laporan keuangan induk dan anak perusahaan
Gabungkan aktiva dan hutang dari perusahaan anak dan induk
b. Eliminasi perkiraan dan transaksi antar induk dan anak perusahaan
1) Eliminasi perkiraan investasi di induk perusahaan dengan
perkiraan equity di anak perusahaan
2) Eliminasi transaksi afiliasi (hutang-piutang, jual beli)
c. Penentuan dan penyajian hak minoritas
d. Penyesuaian-penyesuaian lain

2. Neraca Konsolidasi Saat Akuisisi


PSAK No. 4, ”Laporan Keuangan Konsolidasi,” paragraf 09 dan 10,
menyatakan bahwa:
”Laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak yang
digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi
lazimnya adalah keuangan dengan tanggal pelaporan yang sama.
Apabila ternyata tanggal pelaporannya berbeda, perusahaan anak
biasanya menyusun laporan keuangan dengan tanggal pelaporan
yang sama dengan perusahaan induk. Apabila penyesuaian tanggal
tersebut tidak dapat dilakukan, laporan keuangan dengan tanggal
pelaporan yang berbeda tersebut dapat juga digunakan untuk tujuan
konsolidasi sepanjang perbedaan tanggal pelaporan tersebut tidak
lebih dari 3 (tiga) bulan. Sesuai dengan asas konsistensi, baik jangka
waktu periode laporan maupun perbedaan dalam tanggal pelaporan
harus selalu sama dari waktu ke waktu.”

Apabila laporan keuangan dan tanggal pelaporan yang berbeda


digunakan untuk tujuan konsolidasi, maka penyesuaian yang diperlukan
harus dilakukan untuk pengaruh material dari setiap peristiwa atau
transaksi perusahaan, yang terjadi antara tanggal pelaporan yang
berbeda tersebut dengan tanggal pelaporan laporan keuangan
konsolidasi.
Entitas terkonsolidasi adalah suatu entitas pelaporan tidak nyata
(konseptual). Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa entitas – entitas yang
terpisah secara hukum dan akuntansi dari sebuah perusahaan induk dan
perusahaan – perusahaan anak dapat digabung menjadi satu perangkat
laporan keuangan yang bermanfaat untuk tujuan pelaporan eksternal.

167
Penting untuk dicatat bahwa entitas terkonsolidasi adalah suatu entitas
pelaporan tidak nyata yang tidak mempunyai transaksi – transaksi dan
tidak menyelenggarakan buku besar.
a. Nilai Buku sama dengan Nilai Wajar
Kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku yang diperoleh
ditetapkan sebagai goodwill. Asumsi yang mendasari penetapan
kelebihan tersebut adalah bahwa nilai buku dan nilai wajar dari aktiva
dan kewajiban yang dapat diidentifikasi adalah sama.
1) Investasi sama dengan Nilai Buku, Kepemilikan Induk 100%
PT Petruk memperoleh 100 persen kepemilikan pada PT
Semar pada saat nilai buku aktivanya sama dengan nilai wajarnya
yaitu sebesar Rp. 100.000.000 dalam suatu penggabungan usaha
dengan metode pembelian pada tanggal 1 Januari 2008. Neraca –
neraca yang tampak pada tabel 7.2 disajikan sesaat setelah
investasi. ”Investasi PT Petruk pada PT Semar” tampak pada
neraca terpisah PT Petruk, tetapi tidak terdapat dalam neraca
konsolidasi PT Petruk dan perusahaan anak. Ketika neraca –
neraca (neraca PT Petruk dan neraca PT Semar) dikonsolidasi,
akun investasi pada PT Semar (buku PT Petruk) dan akun ekuitas
pemegang saham (buku PT Semar) dieliminasi karena akun–akun
tersebut resiprokalkeduanya mewakili aktiva bersih PT Semar
pada tanggal 1 Januari 2008.
Akun – akun PT Petruk dan PT Semar yang tidak resiprokal
digabungkan dan dimasukkan dalam neraca konsolidasi PT Petruk
dan perusahaan anak. Catat bahwa neraca konsolidasi bukan
hanya hasil penjumlahan saldo – saldo akun perusahaan –
perusahaan terafiliasi. Akun – akun yang resiprokal dieliminasi
dalam proses konsolidasi dan hanya akun – akun yang tidak
resiprokal yang akan digabung. Modal saham yang tampak
dalam neraca konsolidasi adalah modal saham perusahaan induk,
dan laba ditahan konsolidasi adalah laba ditahan perusahaan
induk.

168
Tabel 7.2 Kepemilikan 100 persen, Diperoleh pada Nilai Buku

PT PETRUK DAN PERUSAHAAN ANAK


KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN
PADA TANGGAL 1 JANUARI 2008 (DALAM 000)
PT Petruk PT Semar Penyesuaian Neraca
dan Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva
Kas Rp 40.000 Rp 30.000 Rp 70.000
Aktiva lancar lainnya 90.000 40.000 130.000
Aktiva Tetap 150.000 90.000 240.000
Akumulasi Penyusutan (30.000) (10.000) (40.000)
Investasi pada PT Semar 100.000 a 100.000 ---
Total aktiva Rp 350.000 Rp 150.000 Rp 4000.000

Kewajiban dan Ekuitas


Hutang usaha Rp 50.000 Rp 30.000 Rp 80.000
Kewajiban Lancar lainnya 50.000 20.000 70.000
Saham biasa—PT Petruk 200.000 200.000
Laba ditahan—PT Petruk 50.000 50.000
Saham biasa—PT Semar 70.000 a 70.000
Laba ditahan—PT Semar 30.000 a 30.000
Rp 350.000 Rp 150.000

Total kewajiban dan ekuitas Rp 400.000

a. Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal, tidak ada hak
minoritas.

Hanya satu ayat jurnal dalam kertas kerja yang diperlukan


untuk mengkonsolidasi neraca PT Petruk dan PT Semar pada
saata akuisisi. Ayat jurnal tersebut dibuat dalam bentuk jurnal
umum sebagai berikut:

a. Saham Biasa PT Semar Rp 70.000.000


Laba ditahan PT Semar 30.000.000
Investasi pada PT Semar Rp 100.000.000

Untuk mengeliminasi akun investasi dan ekuitas yang resiprokal antara PT Petruk dan
PT Semar

2) Investasi tidak sama dengan Nilai Buku, Kepemilikan Induk 100%


Jika, PT Petruk membeli 100% saham PT Semar seharga
Rp. 120.000.000 maka akan ada kelebihan biaya investasi
terhadap nilai buku yang diperoleh sebesar Rp. 20.000.000 (biaya
investasi sebesar Rp. 120.000.000 dikurangi dengan ekuitas

169
pemegang saham PT Semarr sebesar Rp. 100.000.000). Jumlah
Rp. 20.000.000 tersebut tampak dalam neraca konsolidasi pada
saat akuisisi sebagai goodwill. Prosedur untuk menyiapkan neraca
konsolidasi diilustrasikan dalam tabel 7.3 untuk PT Petruk, dengan
asumsi PT Petruk membayar sebesar Rp. 120.000.000 untuk
saham beredar PT Semar.

Tabel 7.3 Kepemilikan 100 persen, Alokasi Kelebihan pada Goodwill

PT PETRUK DAN PERUSAHAAN ANAK


KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN
PADA TANGGAL 1 JANUARI 2008 (DALAM 000)
PT Petruk PT Semar Penyesuaian Neraca
dan Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva
Kas Rp 20.000 Rp 30.000 Rp 50.000
Aktiva lancar lainnya 90.000 40.000 130.000
Aktiva Tetap 150.000 90.000 240.000
Akumulasi Penyusutan (30.000) (10.000) (40.000)
Investasi pada PT Semar 120.000 a 120.000 ---
Goodwill a 20.000 20.000
Total aktiva Rp 350.000 Rp 150.000 Rp 400.000

Kewajiban dan Ekuitas


Hutang usaha Rp 50.000 Rp 30.000 Rp 80.000
Kewajiban Lancar lainnya 50.000 20.000 70.000
Saham biasa—PT Petruk 200.000 200.000
Laba ditahan—PT Petruk 50.000 50.000
Saham biasa—PT Semar 70.000 a 70.000
Laba ditahan—PT Semar 30.000 a 30.000
Rp 350.000 Rp 150.000

Total kewajiban dan ekuitas Rp 400.000

a. Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal, menimbulkan
goodwill

Hanya satu ayat jurnal dalam kertas kerja yang diperlukan


untuk mengkonsolidasi neraca PT Petruk dan PT Semar pada saat
akuisisi. Agar mudah, ayat jurnal tersebut dibuat dalam bentuk
jurnal umum:

a. Saham Biasa PT Semar Rp. 70.000.000


Laba ditahan PT Semar 30.000.000
Goodwill 20.000.000
Investasi pada PT Semar Rp. 120.000.000
Untuk mengeliminasi akun investasi dan ekuitas yang resiprokal dan untuk
menetapkan kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku yang diperoleh pada
goodwill

170
Ayat jurnal yang terdapat dalam tabel 7.3 hanyalah
penyesuaian dalam kertas kerja dan eliminasi, dan tidak dicatat
dalam akun perusahaan induk atau perusahaan anak. Tujuannya
hanyalah mempermudah penyelesaian kertas kerja untuk
mengkonsolidasi perusahaan induk dan perusahaan anak pada
dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tertentu. Untuk
periode – periode yang akan datang, perbedaan antara saldo akun
investasi dan ekuitas perusahaan anak akan berkurang karena
amortisasi goodwill.

3) Investasi tidak sama dengan Nilai Buku, Kepemilikan Induk 90%


PT Petruk memperoleh 90 persen saham PT Semar dengan
harga Rp. 120.000.000. Pada kasus ini, kelebihan biaya investasi
terhadap nilai buku yang diperoleh adalah sebesar Rp. 30.000.000
(biaya sebesar Rp. 120.000.000 dikurangi dengan nilai buku yang
di peroleh sebesar (90% x Rp. 100.000.000) = Rp. 90.000.000 ),
dan terdapat hak minoritas pada PT Semar sebesar Rp. 10.000.000
(ekuitas sebesar Rp. 100.000.000 x 10% hak minoritas). Prosedur
untuk menyiapkan neraca konsolidasi PT Petruk dan PT Semar
berdasarkan asumsi kepemilikan 90 persen diilustrasikan dalam
kertas kerja yang tampak pada tabel 7.4.

Tabel 7.4 Kepemilikan 90 persen, Alokasi Kelebihan pada Goodwill dan pengakuan
hak minoritas

PT PETRUK DAN PERUSAHAAN ANAK


KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN
PADA TANGGAL 1 JANUARI 2008 (DALAM 000)
PT Petruk PT Semar Penyesuaian Neraca
dan Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva
Kas Rp 20.000 Rp 30.000 Rp 50.000
Aktiva lancar lainnya 90.000 40.000 130.000
Aktiva Tetap 150.000 90.000 240.000
Akumulasi Penyusutan (30.000) (10.000) (40.000)
Investasi pada PT Semar 120.000 a 120.000
Goodwill a 30.000 30.000
Total aktiva Rp 350.000 Rp 150.000 Rp 410.000

171
Kewajiban dan Ekuitas
Hutang usaha Rp 50.000 Rp 30.000 Rp 80.000
Kewajiban Lancar lainnya 50.000 20.000 70.000
Saham biasa—PT Petruk 200.000 200.000
Laba ditahan—PT Petruk 50.000 50.000
Saham biasa—PT Semar 70.000 a 70.000
Laba ditahan—PT Semar 30.000 a 30.000
Rp 350.000 Rp 150.000

Hak minoritas a 10.000 10.000


Total kewajiban dan ekuitas Rp 410.000

a. Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal, menimbulkan
goodwill dan mengakui hak minoritas pada aktiva bersih PT Semar (Rp.100.000.000 X 10%)

Ayat jurnal kertas kerja untuk mengkonsolidasi neraca PT


Petruk dan PT Semar dan mengakui hak minoritas PT Semar pada
tanggal akuisisi adalah:

a. Modal sahamPT Semar Rp. 70.000.000


Laba ditahanPT Semar 30.000.000
Goodwill 30.000.000
Investasi pada PT Semar Rp. 120.000.000
Hak minoritas 10.000.000

Untuk mengeliminasi saldo investasi ekuitas yang resiprokal, untuk menetapkan Rp.
30.000.000 kelebihan biaya investasi (Rp 120.000.000) terhadap nilai buku yang
diperoleh (Rp 90.000.000) pada goodwill, dan untuk mengakui Rp 10.000.000 hak
minoritas pada aktiva bersih PT Semar (ekuitas Rp 100.000.000 x 10% hak minoritas)

4) Hak Minoritas
Seratus persen aktiva dan kewajiban perusahaan anak
dimasukkan dalam neraca konsolidasi dan pengurangan yang
terpisah di lakukan untuk bagian hak minoritas atas aktiva bersih
perusahaan anak.
Karena kertas kerja menjadi penyiapan laporan keuangan
formal, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana seharusnya
hak minoritas dilaporkan dalam neraca formal. Meskipun dalam
prakteknya dapat bermacam-macam sesuai dengan klasifikasinya,
pada umumnya hak minoritas pada perusahaan anak ditunjukkan
sebagai jumlah tunggal dalam bagian kewajiban pada neraca

172
konsolidasi, sering kali di bawah (setelah) kewajiban jangka
panjang.
Di Indonesia, cara penyajian hak minoritas di atur dalam
PSAK No. 4, ” Laporan Keuangan Konsolidasi, ” paragraf 25, yaitu:
”Hak minoritas (minority interest) harus disajikan terpisah
dalam neraca konsolidasi antara kewajiban dan modal. Hak
minoritas dalam laba di sajikan terpisah dalam laporan laba
rugi konsolidasi”.

b. Nilai Buku tidak sama dengan Nilai Wajar


Jika ada bukti mengindikasikan bahwa nilai wajar Aktiva melebihi
nilai buku atau nilai buku melebihi nilai wajar, maka kelebihan tersebut
harus dialokasikan.
Pada akuisisi dalam lingkup hubungan induk anak, diferensial
biaya/nilai buku tidak dicatat dalam buku perusahaan induk ataupun
buku perusahaan anak. Oleh karena itu, jumlah yang muncul pada
neraca konsolidasi perusahaaan induk dan perusahaan anaknya
dicatat melalui prosedur kertas kerja yang menyesuaikan nilai buku
perusahaan anak untuk merefleksikan biaya/nilai buku untuk tujuan
kertas kerja konsolidasi.
Prosedur akuntansi untuk penggabungan usaha secara
pembelian yang dilaksanakan secara akuisisi saham diilustrasikan
pada penggabungan PT Papan dan PT Sandang. Informasi komparatif
nilai buku dan nilai wajar PT Papan dan PT Sandang sesaat sebelum
penggabungan pada tanggal 31 Desember 2008 disajikan dalam tabel
7.5.
Pada tanggal 31 Desember 2008 PT Papan membeli 90 persen
saham biasa berhak suara yang beredar PT Sandang secara langsung
dari para pemegang saham PT Sandang seharga Rp.
10.000.000.000 dengan tunai ditambah 200.000 lembar saham biasa
PT Papan dengan nilai nominal Rp. 10.000 dan nilai pasar Rp.
50..000.
Biaya – biaya tambahan untuk penggabungan usaha terdiri dari
biaya pencatatan dan penerbitan saham biasa sebesar Rp.

173
200.000.000 dan biaya penggabungan usaha lainnya sebesar Rp.
400.000.000. Biaya – biaya tambahan ini dibayar secara tunai oleh PT
Papan, PT Papan dan PT Sandang harus terus beroperasi sebagai
perusahaan induk dan perusahaan anak karena 10 persen saham PT
Sandang masih beredar dan dimiliki oleh pemegang saham minoritas.

Tabel 7.5 Nilai Buku dan Nilai Wajar Neraca Sebelum Akuisisi

PT PAPAN PT SANDANG
Nilai Buku Nilai Wajar Nilai Buku Nilai Wajar
(Dlm Jutaan) (Dlm Jutaan) (Dlm Jutaan) (Dlm Jutaan)
Aktiva
Kas Rp. 13.200 Rp. 13.200 Rp. 400 Rp. 400
Piutang Bersih 1.400 1.400 600 600
Persediaan 1.800 2.400 1.000 1.200
Aktiva lancar Lainnya 1.200 1.600 800 800
Tanah 2.400 22.000 1.200 1.600
Bangunan Bersih 16.000 30.000 8.000 10.000
Peralatan Bersih 14.000 18.000 4.000 3.400
Total Aktiva Rp. 50.000 Rp. 89.000 Rp. 16.000 Rp. 18.000

Kewajiban & Ekuitas


Hutang Usaha Rp. 4.000 Rp. 4.000 Rp. 1.400 Rp. 1.400
Wesel Bayar 7.400 7.000 2.800 2.600
Saham Biasa nom Rp. 20.000 8.000
10.000
Modal Disetor 10.000 2.000
Laba Ditahan 8.600 1.800

Alokasi kelebihan biaya terhadap nilai buku ditunjukkan dalam


tabel 7.6 dan 7.7 yang selanjutnya dimasukkan dalm neraca
konsolidasi melalui prosedur kertas kerja. Prosedur kertas kerja PT
Papan dan PT Sandang diilustrasikan pada tabel 7.8.

Tabel 7.6 Alokasi Kelebihan Biaya terhadap Nilai Buku


PT PAPAN DAN 90% KEPEMILIKAN PADA PERUSAHAAN ANAK, PT SANDANG

Investasi pada PT Sandang Rp. 20.400.000.000


Nilai Buku Kepemilikan:
Saham Biasa: 90% x Rp. 8.000.000.000 Rp. (7.200.000.000)
Modal Disetor: 90% x Rp. 2.000.000.000 (1.800.000.000)
Laba Ditahan: 90% x Rp. 1.800.000.000 (1.620.000.000)
Total Kelebihan Biaya terhadap Nilai Buku yang Rp. 9.780.000.000
Diperoleh (Kelebihan yang Belum Diamortisasi) ================

174
Perhitungan investasipada PT Sandang :
Kas Rp. 10.000.000
Modal saham (200.000 lbr x 50.000) Rp. 10.000.000
Rp. 20.000.000
Biaya penggabungan usaha Rp. 400.000
Rp. 20.400.000

Jurnal
Invesasi pada PT Sandang Rp. 20.000.000.000
Kas Rp. 10.000.000.000
Modal saham (200.000 x 10.000) Rp. 2.000.000.000
Modal disetor Rp. 8.000.000.000
(mencatat investasi pada PT Sandang)

Investasi pada PT Sandang Rp. 400.000.000


Modal disetor Rp. 200.000.000
Kas Rp. 600.000.000
(mencatat biaya pencatatan dan penerbitan saham serta biaya langsung
lainnya)

Tabel 7.7 Alokasi pada Aktiva dan Kewajiban yang Dapat Diidentifikasi
(dalam jutaan)
Nilai - Nilai = Kepemilikan Alokasi
Wajar Buku Kelebihan
Persediaan Rp. 1.200 Rp. 1.000 90% Rp. 180
Tanah 1.600 1.200 90% 360
Bangunan 10.000 8.000 90% 1.800
Peralatan 3.400 4.000 90% (540)
Wesel Bayar 2.600 2.800 90% 180

Total alokasi pada aktiva bersih dapat diidentifikasi Rp. 1.980


Sisa dialokasikan pada goodwill 7.800
Total Kelebihan Biaya terhadap Nilai Buku yang Diperoleh Rp. 9.780
(Kelebihan yang Belum Diamortisasi)

Keterangan :
Aktiva
Nilai Wajar > Nilai Buku : Alokasi + (Menambah), artinya
dinilai terlalu rendah
Nilai Wajar < Nilai Buku : Alokasi – (Mengurangi), artinya
dinilai terlalu tinggi

175
Kewajiban
Nilai Wajar > Nilai Buku : Alokasi - (Mengurangi), artinya
dinilai terlalu rendah
Nilai Wajar < Nilai Buku : Alokasi + (Menambah), artinya
dinilai terlalu tinggi

Nilai buku, kepemilikan 90 persen yang diperoleh dari PT


Sandang adalah Rp. 10.620.000.000 (Rp. 7.200.000.000 + Rp.
1.800.000.000 + Rp. 1.620.000.000) seperti yang ditunjukkan pada
tabel 7.6, sehingga kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku yang
diperoleh adalah sebesar Rp. 9.780.000.000. Kelebihan ini mula – mula
dialokasikan pada aktiva yang diperoleh yang dapat diidentifikasikan
dan kewajiban yang ditanggung yang dapat diidentifikasi, dan sisanya
dialokasikan pada goodwill. Jumlah yang ditetapkan pada aktiva dan
kewajiban yang dapat diidentifikasikan adalah untuk 90 persen
perbedaaan nilai wajar dan nilai buku karena harga yang dibayar oleh
PT Papan adalah untuk 90 persen aktiva yang dapat diidentifikasi
dikurangi dengan kewajiban yang dapat diidentifikasi PT Sandang.
Sedangkan 10 persen aktiva bersih PT Sandang yang dapat
diidentifikasi lainnya berhubungan dengan pemegang saham minoritas
yang tidak disesuaikan dengan nilai wajarnya. Perbedaan biaya/nilai
buku ditentukan dan dialokasikan pada kepemilikan yang diperoleh
oleh perusahaan induk/investor.
Ayat jurnal kertas kerja ini mengeliminasi akun resiprokal
investasi pada PT Sandang dan ekuitas pemegang saham PT
Sandang, menentukan hak minoritas PT Sandang, dan mencatat total
kelebihan yang belum diamortisasi sbb:

a. Saham biasa, nominal Rp 10.000PT Sandang Rp. 8.000.000.000


Tambahan modal disetorPT Sandang 2.000.000.000
Laba ditahanPT Sandang 1.800.000.000
Kelebihan yang belum diamortisasi 9.780.000.000
Investasi pada PT Sandang Rp. 20.400.000.000
Hak minoritas10
Ayat jurnal % kedua mengalokasikan kelebihan
kertas kerja 1.180.000.000
yang

belum diamortisasi pada tiap aktiva dan kewajiban dan pada


goodwill.

176
b. Persediaan Rp. 180.000.000
Tanah 360.000.000
Bangunanbersih 1.800.000.000
Goodwill 7.800.000.000
Wesel bayar 180.000.000
Peralatanbersih Rp. 540.000.000
Kelebihan yang belum diamortisasi 9.780.000.000

Akun kelebihan yang belum diamortisasi digunakan untuk


mempermudah ayat jurnal kertas kerja ketika diferensial biaya
investasi/nilai buku dialokasikan pada berbagai pos aktiva dan
kewajiban. Tetapi akun, kelebihan yang belum diamortisasi, ini tidak
diperlukan ketika total kelebihan dialokasikan pada goodwill. Karena
ayat jurnal kertas kerja a dan b mencatat nilai debit dan kredit yang
besarnya sama untuk akun kelebihan yang belum diamortisasi, maka
akun ini tidak mempunyai dampak pada neraca konsolidasi.

Tabel 7.8 Kepemilikan 90 persen, Alokasi Kelebihan pada Aktiva Bersih dapat
Diidentifikasikan dan Goodwill

PT PAPAN DAN PERUSAHAAN ANAK


KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 (DALAM 000.000)
PT PT Penyesuaian Neraca
Papan Sandang dan Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva
Kas Rp 2.600 Rp 400 Rp 3.000
Piutang bersih 1.400 600 2.000
Persediaan 1.800 1.000 b 180 2.980
Aktiva lancar lainnya 1.200 800 2.000
Tanah 2.400 1.200 b 360 3.960
Bangunan-bersih 16.000 8.000 b 1.800 25.800
Peralatan bersih 14.000 4.000 b 540 17.640
Investasi pada PT 20.400 a 20.400
Sandang
Goodwill b 7.800 7.800
Kelebihan yang belum a 9.780 b 9.780
diamortisasi
Total aktiva Rp 59.800 Rp 16.000 Rp 65.000

Kewajiban dan Ekuitas


Hutang usaha Rp 4.000 Rp 1.400 Rp 5.400
Wesel bayar 7.400 2.800 b 180 10.020
Saham biasa—PT Papan 22.000 22.000
Modal disetor—PT Papan 17.800 17.800

177
Laba ditahan—PT Papan 8.600 8.600
Saham biasa—PT 8.000 a 8.000
Sandang
Modal disetor—PT 2.000 a 2.000
Sandang
Laba ditahan—PT 1.800 a 1.800
Sandang
Rp 59.800 Rp 16.000

Hak Minoritas a 1.180 1.180


Total Kewajiban Dan Ekuitas Rp 65.000

a. Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal,
menimbulkan hak minoritas, dan mencatat kelebihan yang belum diamortisasi.
b. Untuk mengalokasikan kelebihan yang belum diamortisasi pada aktiva dan kewajiban yang
dapat diidentifikasikan, dan pada goodwill.

Kas : 13.200 – 10.000 – 600 = 2.600

Jumlah–jumlah debit dan kredit kertas kerja digabung dengan


angka – angka yang ditunjukkan dalam laporan terpisah PT Papan dan
PT Sandang untuk menghasilkan jumlah–jumlah yang ditunjukkan
dalam neraca konsolidasi. Karena PT Sandang adalah perusahaan
anak yang sahamnya dimiliki oleh PT Papan, maka aktiva dan
kewajiban PT Sandang tidak dimasukkan dalam neraca konsolidasi
baik nilai wajar maupun nilai bukunya. Sebagai gantinya, aktiva dan
kewajiban konsolidasi memasukkan aktiva dan kewajiban PT Papan
pada nilai bukunya, ditambah dengan aktiva dan kewajiban PT
Sandang pada nilai bukunya, ditambah atau dikurangi dengan
diferensial biaya/nilai buku yang belum diamortisasi dari akun investasi
PT Papan pada PT Sandang.

3. Neraca Konsolidasi Setelah Akuisisi


a. Nilai Buku sama dengan Nilai Wajar
Kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku yang diperoleh
ditetapkan sebagai goodwill. Asumsi yang mendasari penetapan
kelebihan tersebut adalah bahwa nilai buku dan nilai wajar dari aktiva
dan kewajiban yang dapat diidentifikasi adalah sama.
Saldo-saldo akun baik perusahaan induk maupun perusahaan
anak berubah untuk merefleksikan operasi masing-masing setelah
hubungan induk anak dibentuk. Selanjutnya, penyesuaian-

178
panyesuaian tambahan diperlukan untuk mengeliminasi saldo-saldo
lain yang resiprokal.
Jika neraca konsolidasi diselesaikan antara waktu
pengumuman dan waktu pembayaran dividen oleh perusahaan anak,
buku perusahaan induk akan menunjukkan akun piutang dividen yang
resiprokal dengan akun hutang dividen yang terdapat pada buku
perusahaan anak. Karena saldo-saldo tersebut tidak mewakili sejumlah
piutang atau hutang dari/kepada phak-pihak diluar afiliasi, saldo-saldo
tersebut adalah resiprokal yang dieliminasi dalam penyiapan laporan
konsolidasi.
Piutang dan utang antar perusahaan lainnya seperti akun
piutang dan akun hutang adalah akun resiprokal yang dieliminasi dalam
menyiapkan laporan konsolidasi.
Neraca PT Petruk dan PT Semar pada tanggal 31 Desember 2008, 1 tahun
setelah afiliasi, terdiri dari:

PT Petruk PT Semar
Kas Rp. 53.600.000 Rp. 60.000.000
Piutang Dividen 18.000.000
Piutang Usaha 57.000.000
Aktiva lancar Lainnya 32.000.000 56.000.000
Aktiva Tetap 150.000.000 90.000.000
Akumulasi Penyusutan (40.000.000) (16.000.000)
Investasi pada PT Semar (90%) 144.000.000
Total Aktiva Rp. 414.600.000 Rp. 190.000.000

Hutang Usaha Rp. 69.600.000 Rp. 30.000.000


Hutang Dividen -- 20.000.000
Kewajiban Lancar Lainnya 48.000.000 10.000.000
Modal Saham 200.000.000 70.000.000
Laba Ditahan 97.000.000 60.000.000
Total Hutang & Ekuitas Rp. 414.600.000 Rp. 190.000.000

Asumsi :

1. PT Petruk memperoleh 90 % kepemilikan PT Semar seharga Rp.


120.000.000 pada tanggal 1 Januari 2008 ketika ekuitas pemegang
saham PT Semar Rp. 100.000.000 (lihat tabel 7.4).
2. Hutang usaha PT Semar termasuk hutangnya pada PT Petruk
sebesar Rp. 10.000.000
3. Goodwill diamortisasi selama sepuluh tahun.
4. Selama tahun 2008 PT Semar memperoleh pendapatan (laba) Rp.
50.000.000 dan mengumumkan dividen sebesar Rp. 20.000.000.

179
Perhitungan saldo akun investasi pada tanggal 31 Desember 2008
adalah sebagai berikut:
Investasi 1 Januari 2008 Rp 120.000.000
Tambah : 90 % dari Rp 50.000.000 laba bersih PT 45.000.000
Semar tahun 2008
Kurang : 90 % dari Rp 20.000.000 dividen PT Semar (18.000.000)
tahun 2008
Kurang : Amortisasi goodwill (Rp 30.000.000/10) (3.000.000)
Saldo akun investasi 31 Desember 2008 Rp. 144.000.000

Ayat jurnal kertas kerja yang diperlukan untuk mengkonsolidasi


neraca PT Petruk dan PT Semar dibuat dalam bentuk jurnal umum.

a. Modal sahamPT Semar Rp 70.000.000


Laba ditahanPT Semar 60.000.000
Goodwill 27.000.000
Investasi pada PT Semar Rp 144.000.000
Hak minoritas 13.000.000
Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas yang resiprokal, mencatat
goodwill yang belum diamortisasi (Rp 30.000.000 dikurangi dengan
amortisasi untuk tahun 2008 sebesar Rp 3.000.000 = Rp. 27.000.000),dan
memasukkan hak minoritas (Rp 130.000.000 x 10%).

b. Hutang dividen Rp 18.000.000


Piutang dividen Rp 18.000.000

Untuk mengeliminasi piutang dan hutang dividen yang resiprokal (90 % dari
hutang dividen PT Sekunder sebesar Rp 20.000.000).

c. Hutang usaha Rp 10.000.000


Piutang usaha Rp 10.000.000

Untuk mengeliminasi akun piutang dan hutang antar perusahaan.

Sekalipun jumlah – jumlah yang digunakan berbeda, pada


dasarnya proses pengkonsolidasian neraca setelah akuisisi adalah
sama seperti pada saat akuisisi seperti yang ditunjukkan dalam tabel
7.9. Goodwill tidak muncul dalam buku perusahaan induk dan
ditambahkan pada aktiva yang terdaftar ketika kertas kerja
dipersiapkan. Hak minoritas adalah sama dengan persentase
kepemilikan minoritas dikalikan dengan ekuitas perusahaan anak pada
tanggal neraca. Laba ditahan konsolidasi adalah sama dengan laba
ditahan perusahaan induk.

180
Tabel 7.9 Kepemilikan 90 persen, Konsolidasi Satu Tahun Setelah Akuisisi

PT PETRUK DAN PERUSAHAAN ANAK


KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 (DALAM 000)
PT Petruk PT Semar Penyesuaian Neraca
dan Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva
Kas Rp 53.600 Rp 60.000 Rp 113.600
Piutang Dividen 18.000 b 18.000
Piutang Usaha 57.000 c 10.000 47.000
Aktiva lancar lainnya 32.000 56.000 88.000
Aktiva Tetap 150.000 90.000 240.000
Akumulasi Penyusutan (40.000) (16.000) (56.000)
Investasi pada PT Semar 144.000 a 144.000
Goodwill a 27.000 27.000
Total aktiva Rp 414.600 Rp 190.000 Rp 459.600

Kewajiban dan Ekuitas


Hutang usaha Rp 69.600 Rp 30.000 c. 10.000 Rp 89.600
Hutang Dividen 20.000 b. 18.000 2.000
Kewajiban Lancar lainnya 48.000 10.000 58.000
Saham biasa—PT Petruk 200.000 200.000
Laba ditahan—PT Petruk 97.000 97.000
Saham biasa—PT Semar 70.000 a 70.000
Laba ditahan—PT Semar 60.000 a 60.000
Rp 414.600 Rp 190.000

Hak minoritas a 13.000 13.000


Total kewajiban dan ekuitas Rp 459.600

a. Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal,
menimbulkan goodwill dan mengakui hak minoritas pada aktiva bersih PT Semar
(Rp.130.000.000 X 10%)
b. Untuk mengeliminasi jumlah piutang dan hutang deviden yang resiprokal (90% X Rp.
20.000.000)
c. Untuk mengeliminasi akun piutang dan hutang antar perusahaan.

b. Nilai Buku tidak sama dengan Nilai Wajar


Jika ada bukti mengindikasikan bahwa nilai wajar Aktiva
melebihi nilai buku atau nilai buku melebihi nilai wajar, maka kelebihan
tersebut harus dialokasikan.
Melanjutkan contoh pada point nilai buku tidak sama dengan
nilai wajar saat akuisisi, efek amortisasi kelebihan sebesar Rp
9.780.000.000 pada neraca konsolidasi tanggal 31 Desember 2009
didasarkan asumsi – asumsi berikut mengenai operasi PT Papan dan
PT Sandang selam tahun 2009:

181
Pendapatan tahun 2009
Laba bersih PT Sandang Rp 1.600.000.000
Laba bersih PT Papan 5.047.000.000

Dividen yang bayar tahun 2009


PT Sandang Rp 600.000.000
PT Papan 3.000.000.000

Amortisasi kelebihan

 Persediaan yang dinilai terlalu rendahdijual dalam tahun 2009


 Tanah yang dinilai terlalu rendahmasih dimiliki oleh PT Sandang; tidak
ada amortisasi
 Bangunan yang dinilai terlalu rendahumur manfaat 45 tahun sejak 1
Januari 2009
 Peralatan yang dinilai terlalu tinggiumur manfaat 5 tahun sejak 1 Januari
2009
 Wesel bayar yang dinilai terlalu tinggiditarik tahun 2009
 Goodwill—diamortisasi selama 40 tahun

Pendapatan PT Papan atas investasi pada PT Sandang untuk


tahun 2009 dihitung sebagai berikut:
(dalam ribuan)
Ekuitas pada laba bersih dari PT Sandang Rp. 1.600.000 x 90% Rp. 1.440.000
Tambah:
Amortisasi peralatan yang dinilai terlalu Rp. 540.000 : 5 tahun 108.000
tinggi
Kurangi:
Amortisasi kelebihan yang dialokasikan pada:
Persediaan (dijual ahun 2009) Rp. 180.000
Tanah --
Bangunan (Rp. 1.800.000 : 45 tahun) 40.000
Wesel Bayar (ditarik tahun 2009) 180.000
Goodwill (Rp. 7.800.000 : 40 tahun) 195.000
(595.000)
Pendapatan dari PT Sandang tahun 2009 Rp. 953.000
===========

Amortisasi aktiva yang terlalu tinggi dinilai menambah laba


Wesel bayar yang dinilai terlalu tinggi mengurangi
Aktiva yang dinilai terlau tinggi mengurangi
Kewajiban dinilai teralu tinggi dinilai menambah
Pada tanggal 31 Desember 2009 akun Investasi pada PT
Sandang bersaldo Rp. 20.813.000.000, dihitung sebagai berikut:

Investasi pada PT Sandang 31 Des 2008 Rp. 20.400.000.000


Ditambah: Pendapatan Investasi dari PT Sandang 953.000.000
---------------------------
Jumlah Rp. 21.353.000.000

182
Dikurangi: Dividen yang diterima dari PT Sandang (Rp. 540.000.000)
( 90% x Rp. 600.000.000) ----------------------------

Investasi pada PT Sandang 31 Des 2009 Rp. 20.813.000.000


===============

Laba bersih PT Papan tahun 2009 sebesar Rp. 6.000.000.000,


terdiri dari pendapatan dari operasi PT Papan sendiri sebesar Rp.
5.047.000.000 ditambah pendapatan dari PT Sandang sebesar Rp.
953.000.000. Laba ditahan PT Papan meningkat sebesar
Rp.3.000.000.000, dari Rp. 8.600.000.000 pada tanggal 31 Desember
2008 menjadi Rp. 11.600.000.000 pada tanggal 31 Desember 2009.
Ekuitas pemegang saham PT Sandang meningkat sebesar
Rp.1.000.000.000 selama tahun 2009, dari Rp. 11.800.000.000
menjadi Rp. 12.800.000.000.
Informasi ini direfleksikan dalam kertas kerja neraca konsolidasi
PT Papan dan perusahaan anaknya pada tanggal 31 Desember 2009
dalam tabel 7.11.
Perbedaan yang terdapat pada penyesuaian dan eliminasi
dalam Peraga 7.9 dan 7.11 berasal dari perubahan – perubahan yang
terjadi antara tanggal 31 Desember 2008 ketika investasi diperoleh dan
tanggal 31 Desember 2009 setelah investasi dimiliki selama satu tahun.
Tabel 7.10 berikut menyajikan dasar ayat jurnal kertas kerja yang
terdapat dalam tabel 7.11.

Tabel 7.10 Perhitungan Kelebihan yang belum Diamortisasi Tahun Selanjutnya

Kelebihan yang Amortisasi 2009 Kelebihan yang


belum diamortisasi belum diamortisasi
31 Des 2008 31 Des 2009
Persediaan Rp. 180.000.000 Rp. 180.000.000 --
Tanah 360.000.000 -- Rp. 360.000.000
Bangunan Bersih 1.800.000.000 40.000.000 1.760.000.000
Peralatan Bersih (540.000.000) 108.000.000* (432.000.000)
Wesel Bayar 180.000.000 180.000.000 --
Goodwill 7.800.000.000 195.000.000 7.605.000.000
Total Rp. 9.780.000.000 Rp. 487.000.000 Rp. 9.293.000.000
============== ============ =============
* kelebihan nilai buku terhadap nilai wajar

183
Ayat jurnal kertas kerja (jurnal eliminasi) sebagai berikut:

a. Saham biasa—PT Sandang Rp 8.000.000.000


Modal disetor lainnya—PT Sandang 2.000.000.000
Laba ditahan—PT Sandang 2.800.000.000
Kelebihan yang belum diamortisasi 9.293.000.000
Investasi pada PT Sandang Rp 20.813.000.000
Hak minoritas 1.280.000.000

Untuk mengeliminasi akun investasi dan ekuitas yang resiprokal, menimbulkan hak minoritas, dan
mencatat kelebihan yang belum diamortisasi.

b. Tanah Rp 360.000.000
Bangunan—bersih 1.760.000.000
Goodwill 7.605.000.000
Peralatan—bersih Rp 432.000.000
Kelebihan yang belum diamortisasi 9.293.000.000

Untuk mengalokasikan kelebihan yang belum diamortisasi pada aktiva yang dapat diidentifikasikan
dan goodwill.

Penyesuaian – penyesuaian pada kertas kerja neraca


konsolidasi pada tabel 7.11 menunjukkan eliminasi sado ekuitas
pemegang saham PT Sandang dan investasi pada PT Sandang yang
resiprokal. Eliminasi ini meliputi debit pada akun ekuitas pemegang
saham PT Sandang sebesar Rp. 12.800.000.000, kredit pada hak
minoritas pada PT Sandang sebesar Rp. 1.280.000.000, dan kredit
pada investasi pada PT Sandang sebesar Rp. 20.813.000.000.
Perbedaan antara sisi debit dan sisi kredit pada eliminasi sebesar Rp.
9.293.000.000, yang merupakan kelebihan biaya investasi terhadap
nilai buku yang diperoleh yang belum diamortisasi pada tanggal 31
Desember 2009, dan dicatat dalam kertas kerja sebagai akun kelebihan
yang belum diamortisasi.
Karena pada tanggal 31 Desember 2009 persediaan yang
dinilai terlalu rendah dan wesel bayar pada buku PT Sandang telah
diamortisasi dalam tahun 2009 (persediaan telah dijual dan wesel bayar
telah dilunasi), maka pos–pos ini tidak memerlukan penyesuaian pada
tanggal 31 Desember 2009. Akun – akun lainnya—tanah sebesar Rp
360.000.000; bangunan sebesar Rp 1.760.000.000; peralatan sebesar
Rp 432.000.000 (penilaian terlalu tinggi); dan goodwill sebesar Rp

184
7.605.000.000—dipertanggungjawabkan sebagai kelebihan yang
belum diamortisasi sebesar Rp 9.293.000.000 dan dicatat dalam kertas
kerja neraca konsolidasi melalui ayat jurnal kertas kerja b, yang
mengalokasikan kelebihan yang belum diamortisasi. Secara teknik,
ayat jurnal kertas kerja yang terdapat pada tabel 7.11 merupakan
gabungan ayat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal eliminasi, karena
akun investasi pada PT Sandang dan akun ekuitas pemegang saham
pada PT Sandang dieliminasi, hak minoritas diklarifikasikan kembali
menjadi jumlah tunggal yang mewakili 10 persen ekuitas pemegang
saham PT Sandang, dan akun aktiva disesuaikan.

Tabel 7.11 Kepemilikan 90 persen, Kelebihan yang belum Diamortisasi Satu Tahun
setelah Akuisisi

PT PAPAN DAN PERUSAHAAN ANAK


KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 (DALAM 000.000)
PT PT Penyesuaian Neraca
Papan Sandang dan Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva
Kas Rp 507 Rp 400 Rp 907
Piutang—bersih 1.080 600 1.680
Persediaan 2.600 1.000 3.600
Aktiva lancar lainnya 1.600 800 2.400
Tanah 2.400 1.200 b 360 3.960
Bangunan—bersih 19.000 8.000 b 1.760 28.760
Peralatan bersih 16.000 4.000 a 432 19.568
Investasi pada PT Sandang 20.813 a 20.813
Goodwill b 7.605 7.605
Kelebihan yang belum a 9.293 b 9.293
diamortisasi
Total aktiva Rp 64.000 Rp 16.000 Rp 68.480

Kewajiban dan Ekuitas


Hutang usaha Rp 5.200 Rp 1.400 Rp 6.600
Wesel bayar 7.400 1.800 9.200
Saham biasa—PT Papan 22.000 22.000
Modal disetor—PT Papan 17.800 17.800
Laba ditahan—PT Papan 11.600 11.600
Saham biasa—PT Sandang 8.000 a 8.000
Modal disetor—PT Sandang 2.000 a 2.000
Laba ditahan—PT Sandang 2.800 a 2.800
Rp 64.000 Rp 16.000

Hak minoritas a 1.280 1.280


Total kewajiban dan ekuitas Rp 68.480

a. Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal, menimbulkan
hak minoritas, dan mencatat kelebihan yang belum diamortisasi.

185
b. Untuk mengalokasikan kelebihan yang belum diamortisasi pada aktiva dan kewajiban yang dapat
diidentifikasikan, dan pada goodwill.

Perhitungan laba ditahan PT Papan

Laba ditahan 31 desember 2008 Rp. 8.600.000.000


Laba bersih Rp. 5.047.000.000
Deviden Rp. 3.000.000.000
Pendapatan laba dari PT Papan Rp. 953.000.000
Rp. 2.047.000.000
Laba ditahan 31 des 2009 Rp. 11.600.000.000

Perhitungan laba ditahan PT Sandang

Laba ditahan 31 desember 2008 Rp. 1.800.000.000


Laba bersih Rp. 1.600.000.000
Deviden (Rp. 600.000.000)
Rp. 1.000.000.000
Laba ditahan 31 des 2009 Rp. 2.800.000.000

186
4. Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Perbandingan laporan laba rugi dan laba ditahan perusahaan secara
terpisah dan konsolidasi untuk PT Papan dan perusahaan anak
ditunjukkan pada tabel 7.12 sbb:

Tabel 7.12 Laporan Laba Rugi dan Laba Ditahan Konsolidasi


PT. Papan Dan PT. Sandang
Laporan Perusahaan Terpisah dan Konsolidasi
Laba Rugi dan Laba Ditahan
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2009 (Dalam 000.000)

PT Papan PT Sandang Konsolidasi


Penjualan Rp. 19.047 Rp. 4.400 Rp. 23.447
Pendapatan Investasi dari PT Sandang 953
---------------- --------------- ------------------
Total Pendapatan Rp. 20.000 Rp. 4.400 Rp. 23.447
---------------- --------------- -----------------
Kurangi: Beban-Beban Operasi
Harga Pokok Penjualan Rp. 8.000 Rp. 1.400 Rp. 9.580
Beban Penyusutan Bangunan 400 160 600
Beban Penyusutan Peralatan 1.400 720 2.012
Amortisasi Goodwill 195
Beban Lainnya 3.600 240 3.840
---------------- -------------- ----------------
Total Beban Operasi Rp. 13.400 Rp. 2.520 Rp. 16.227
---------------- -------------- ----------------
Laba Operasi Rp. 6.600 Rp. 1.880 Rp. 7.220

Pos Bukan Operasi:


Beban Bunga Rp. 600 Rp. 280 Rp. 1.060
---------------- --------------- ----------------
Laba Bersih Rp. 6.000 Rp. 1.600

Total Laba Konsolidasi Rp. 6.160


Kurangi:
Pendapatan Hak Minoritas 160
----------------
Laba Bersih Konsolidasi Rp. 6.000
Laba Ditahan 31 Des 2008 Rp. 8.600 Rp. 1.600 Rp. 8.600
---------------- --------------- ---------------
Rp. 14.600 Rp. 3.200 Rp. 14.600
Kurangi: Deviden 3.000 600 3.000
---------------- ---------------- ----------------
========= ========= =========
Laba Ditahan 31 Des 2009 Rp. 11.600 Rp. 2.800 Rp. 11.600
========= ========= =========

Kesimplan :
Laba bersih konsolidasi sama dengan laba bersih PT induk

187
E. RANGKUMAN
Laporan keuangan konsolidasi biasanya diperlukan untuk penyajian
yang wajar posisi keuangan dan hasil-hasil operasi dari suatu perusahaan
induk dan perusahaan-perusahaaan anaknya. Laporan keuangan konsolidasi
bukan hanya merupakan penjumlahan akun-akun laporan keuangan
perusahaan induk dan perusahaan anak. Jumlah yang resiprokal dieliminasi,
dan hanya jumlah-jumlah yang non resiprokal yang digabungkan dan
dimasukkan dalam laporan konsolidasi.
Akun Investasi pada perusahaan anak dan ekuitas pemegang saham
perusahaan anak dieliminasi dalam penyiapan laporan keuangan konsolidasi
karena akun-akun tersebut resiprokal, keduanya mewakili aktiva bersih
perusahaan anak.
Transaksi-transaksi penjualan, peminjaman dan leasing yang terjadi
antara perusahaan induk dan perusahaan anak juga harus dieliminasi dalam
proses konsolidasi.
Jumlah-jumlah ekuitas pemegang sahan yang tampak dalam neraca
konsolidasi adalah jumlah-jumlah ekuitas pemegang saham dari perusahaan
induk kecuali ekuitas hak minoritas.
Laba bersih konsolidasi adalah pengukuran pendapatan bagi
pemegang saham perusahaan induk. Setiap pendapatan yang menjadi hak
pemegang saham minoritas adalah suatu pengurang dalam menentukan laba
bersih konsolidasi. Laba bersih dan laba ditahan sama dengan laba bersih dan
laba ditahan konsolidasi.

F. TUGAS DAN PERLATIHAN


1. Tugas
a. Silakan Anda membaca materi yang terdapat dalam rujukan literatur
buku ini.
b. Silakan Anda membuat rangkuman materi yang terkait dengan judul
bab ini dalam rujukan literatur tersebut.
2. Perlatihan
a. Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan konsolidasi ?
b. PT. Papan membayar Rp. 400.000.000 secara tunai untuk 90%
saham biasa PT. Sasa pada tanggal 1 Januari 2008 ketika PT. Sasa

188
mempunyai modal saham sebesar Rp. 300.000.000 dan laba ditahan
sebesar Rp. 100.000.000. nilai buku aktiva dan kewajiban PT. Sasa
sama dengan nilai wajarnya. Selama tahun 2008 PT. Sasa
melaporkan laba bersih sebesar Rp. 20.000.000 dan membagi
deviden sebesar Rp. 10.000.000 pada tanggal 31 Desember. Hutang
usaha PT Sasa termasuk piutang nya PT Papan senilai Rp.
10.000.000. Neraca kedua perusahaan tersebut tanggal 31 Desember
2008 adalah sebagai berikut:

PT Papan PT Sasa
Aktiva
Kas Rp. 42.000.000 Rp. 20.000.000
Piutang Dividen 9.000.000 -
Piutang Bersih 41.000.000 130.000.000
Persediaan 400.000.000 50.000.000
Tanah 150.000.000 200.000.000
Peralatan Bersih 600.000.000 100.000.000
Investasi pada PT Sasa 408.000.000 --
--------------------------- -------------------------
Total Aktiva Rp. 1.650.000.000 Rp. 500.000.000
============== =============
Pasiva
Hutang Usaha Rp. 400.000.000 Rp. 80.000.000
Hutang Deviden 60.000.000 10.000.000
Modal Saham 1.000.000.000 300.000.000
Laba Ditahan 190.000.000 110.000.000
--------------------------- -------------------------
Total Pasiva Rp. 1.650.000.000 Rp. 500.000.000
============== =============

Diminta :
Siapkan kertas kerja neraca konsolidasi PT. Papan dan perusahaan
anak PT Sasa untuk tahun 2008 dan Neraca Konsolidasi 2008.

c. PT. Pipit memperoleh 70% kepemilikan pada PT. Sandra pada


tanggal 1 Januari 2009 sebesar Rp. 650.000.000 ketika ekuitas
pemegang saham PT. Sandra terdiri dari modal saham sebesar Rp.
500.000.000 dan laba ditahan sebesar Rp. 300.000.000. pada tanggal
ini, nilai buku aktiva dan kewajiban PT. Sandra sama dengan nilai
wajarnya kecuali persediaan yang nilainya terlalu rendah sebesar Rp.
10.000.000 dan dijual tahun 2009, dan aktiva tetap yang dinilai terlalu

189
rendah sebesar Rp. 40.000.000 dan mempunyai sisa masa manfaat
selama 4 tahun dari 1 Januari. Goodwill diamoritisasi selama 20
tahun. Laba bersih dan deviden PT. Sandra untuk tahun 2009
berturut-turut sebesar Rp. 70.000.000 dan Rp. 10.000.000.

Informasi neraca terpisah PT. Pipit dan PT. Sandra pada tanggal 31
Desember, 2009 adalah sebagai berikut:
PT Pipit PT Sandra
Aktiva
Kas Rp. 80.000.000 Rp. 20.000.000
Piutang Pelanggan 440.000.000 200.000.000
Piutang dari PT Pipit -- 10.000.000
Piutang Deviden 7.000.000 --
Persediaan 500.000.000 320.000.000
Tanah 100.000.000 150.000.000
Aktiva Tetap Bersih 700.000.000 350.000.000
Investasi pada PT 670.000.000 --
Sandra
-------------------------- ----------------------------
Total Aktiva - Rp. 1.050.000.000
Rp. 2.497.000.000 ===============
==============
Pasiva
Hutang Usaha Pemasok Rp. 300.000.000 Rp. 80.000.000
Hutang kepada PT 10.000.000 --
Sandra
Hutang Deviden 40.000.000 10.000.000
Hutang Jk Panjang 600.000.000 100.000.000
Modal Saham 1.000.000.000 500.000.000
Laba Ditahan 547.000.000 360.000.000
-------------------------- ----------------------------
Total Pasiva - Rp. 1.050.000.000
Rp. 2.497.000.000 ===============
==============

Diminta :
Siapkan kertas kerja neraca konsolidasi PT. Pipit dan perusahaan
anak tanggal 31 Desember 2009 dan Neraca Konsolidasi 31
Desember 2009.

G. KUNCI JAWABAN
2. Perlatihan

a. Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan gabungan


antara perusahaan induk dengan perusahaan anak.

190
Menurut Standar Akuntansi Keuangan No 4, paragraf 4, tentang
Laporan Keuangan Konsolidasi menyatakan bahwa:
Para pengguna laporan keuangan pada umumnya ingin mengetahui
dan mendapatkan informasi tentang posisi keuangan, hasil usaha
dan arus kas dari suatu kelompok perusahaan secara keseluruhan.
Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui penyajian laporan
keuangan konsolidasi yang menyajikan informasi keuangan dari
suatu kelompok perusahaan sebagai suatu kesatuan ekonomi
meskipun masing – masing perusahaan dalam kelompok tersebut
merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.
Berdasarkan PSAK No. 4, ”Laporan Keuangan Konsolidasi,”
paragraf 06, perusahaan anak tidak dikonsolidasikan jika:
1) Pengendalian dimaksudkan untuk sementara, karena saham
perusahaan dibeli dengan tujuan untuk dijual atau dialihkan untuk
jangka pendek. Atau,
2) Perusahaan anak dibatasi oleh suatu retriksi jangka panjang
sehingga memengaruhi secara signifikan kemampuannya dalam
mentransfer dana kepada perusahaan induk. Perusahaan anak
yangtidak dikonsolidasikan tersebut harus dipertanggungjawabkan
oleh perusahaan induk sebagaimana perusahaan anak lainnya.

b.
Investasi pada PT Sasa, 1 Januari 2008 Rp. 400.000.000√
NB Ekuitas :
90% x M/S Rp. 300.000.000 = Rp. 270.000.000
90% x LYD Rp. 100.000.000 = Rp. 90.000.000
---------------------
Rp. 360.000.000
-----------------------
Goodwill Rp. 40.000.000
=============

Investasi 1 Januari 2008 Rp 400.000.000


Tambah : 90 % dari Rp 20.000.000 laba bersih PT 18.000.000
Sasa tahun 2008
Kurang : 90 % dari Rp 10.000.000 dividen PT Sasa (9.000.000)
tahun 2008
Kurang : Amortisasi goodwill (Rp 40.000.000/40) (1.000.000)
Saldo akun investasi 31 Desember 2008 Rp. 408.000.000

191
PT PAPAN DAN PERUSAHAAN ANAK PT SASA
KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 (DALAM 000)
Penyesuaian dan Neraca
PT Papan PT Sasa Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva :
Kas Rp. 42.000 Rp. 20.000 Rp. 62.000
Piutang Deviden 9.000 b. 9.000
Piutang-bersih 41.000 130.000 c. 10.000 161.000
Persediaan 400.000 50.000 450.000
Tanah 150.000 200.000 350.000
Peralatan-bersih 600.000 100.000 700.000
Investasi pada PT. 408.000 --- a.408.000 --
Sasa
Goodwill a.39.000 39.000
Total Aktiva Rp. 1.650.000 Rp. 500.000

Rp. 1.762.000

Kewajiban dan
Ekuitas :
Hutang usaha Rp. 400.000 Rp. 80.000 c.10.000 Rp. 470.000
Hutang Deviden 60.000 10.000 b. 9.000 61.000
Saham biasa PT 1.000.000 1.000.000
Papan
Laba ditahan PT Papan 190.000 190.000
Saham biasa PTSasa 300.000 a.300.000
Laba ditahan PT Sasa 110.000 a.110.000
Total Pasiva Rp. 1.650.000 Rp. 500.000

Hak minoritas 41.000


a.41.000
Total Kewajiban dan Ekuitas Rp. 1.762.000

a.Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal, menimbulkan goodwill
dan mengakui hak minoritas pada aktiva bersih PT Sasa (Rp.410.000.000 X 10%)

a. Modal sahamPT Sasa Rp. 300.000.000


Laba ditahanPT Sasa 110.000.000
Goodwill 39.000.000
Investasi pada PT Sasa Rp 408.000.000
Hak minoritas 41.000.000

(mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal)

192
b. Hutang Deviden Rp. 9.000.000
Piutang Deviden Rp. 9.000.000

(mengeliminasi hutang piutang antar perusahaan)

c. Hutang Usaha Rp. 10.000000


Piutang Usaha Rp. 10.000.000

(mengeliminasi hutang piutang antar perusahaan)


PT PAPAN DAN PERUSAHAAN ANAK PT SASA
NERACA KONSOLIDASI
PER TANGGAL 31 DESEMBER 2008

Aktiva
Aktiva Lancar:
Kas Rp. 62.000.000
Piutang-bersih 161.000.000
Persediaan 450.000.000
Total Aktiva Lancar Rp. 673.000.000
Aktiva Tetap:
Tanah Rp. 350.000.000
Peralatan-bersih 700.000.000
Total Aktiva Tetap Rp. 1.050.000.000
Aktiva Tidak
Berwujud
Goodwill 39.000.000
Total Aktiva Rp. 1.762.000.000

Kewajiban dan Ekuitas


Kewajiban:
Hutang usaha Rp. 470.000.000
Hutang Deviden 61.000.000
Total Hutang Rp. 531.000.000
Hak Minoritas:
Saham Biasa Rp. 30.000.000
Laba Ditahan 11.000.000
Total Hak Minoritas Rp. 41.000.000
Ekuitas:
Modal Saham Rp. 1.000.000.000
Laba Ditahan 190.000.000
Total Ekuitas Rp. 1.190.000.000
Total Kewajiban & Rp. 1.762.000.000
Ekuitas

c.
1 Jan 2009 Investasi PT Pipit Rp 650,000,000
70% x Rp 500.000.000 Rp (350,000,000)
70% x Rp 300.000.000 Rp (210,000,000)

193
Kelebihan Rp 90,000,000
Dialokasikan:

Persediaan yang dinilai terlalu rendah Rp 10,000,000


Aktiva Tetap yang dinilai terlalu rendah Rp 40,000,000
Goodwill Rp 40,000,000

Perhitungan saldo akun investasi pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sbb:
Investasi 1 Januari 2009 Rp 650,000,000
Tambah : 70 % dari Rp 700.000.000 laba bersih PT Sandra 2009 Rp 49,000,000
Kurang : 70 % dari Rp 100.000.000 dividen PT Sandra 2009 Rp (7,000,000)
Kurang : Amortisasi goodwill (Rp 40.000.000/20thn) Rp (2,000,000)
Kurang : Amortisasi aktiva tetap (Rp 40.000.000/4thn) Rp (10,000,000)
Kurang : Penjualan persediaan (10.000.000) Rp (10,000,000)
Saldo akun investasi 31 Desember 2009 Rp 670,000,000

PT PPIPIT DAN PERUSAHAAN ANAK PT SANDRA


KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 (DALAM 000)
Penyesuaian dan Neraca
PT Pipit PT Sandra Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva :
Kas Rp. 80.000 Rp. 20.000 Rp. 100.000
Piutang Pelanggan 440.000 200.000 640.000
Piutang dari PT Pipit 10.000 c. 10.000 --
Piutang Deviden 7.000 d. 7.000 --
Persediaan 320.000 820.000
500.000
Tanah 150.000 250.000
100.000
Aktiva Tetap-bersih 350.000 b. 30.000 1.080.000
700.000
Investasi pada PT. --- a.670.000 --
Sandra 670.000
Goodwill b.38.000 38.000
Kelebihan yang Belum a. 68.000 b. 68.000 --
Diamortisasi
Total Aktiva Rp. 2.497.000 Rp. 1.050.000 Rp. 2.928.000

Kewajiban dan
Ekuitas :
Hutang usaha Rp 300.000 Rp. 80.000 Rp. 380.000
Hutang kepada PT 10.000 c. 10.000 --
Sandra
Hutang Deviden 40.000 10.000 d. 7.000 43.000
Hutang Jk Panjang 600.000 100.000 700.000
Saham biasa PT Pipit 1.000.000 1.000.000
Laba ditahan PT Pipit 547.000 547.000
Saham biasa PTSandra 500.000 a.500.000
Laba ditahan PT Sandra 360.000 a.360.000

194
Total Pasiva Rp. 2.497.000 Rp. 1.050.000

Hak minoritas 258.000


a.258.000
Total Kewajiban dan Ekuitas Rp. 2.928.000

a. Modal Saham - PT Sandra Rp 500,000,000


Laba Ditahan - PT Sandra Rp 360,000,000
Kelebihan yang belum diamortisasi Rp 68,000,000
Investasi pada PT Sandra Rp 670,000,000
Hak minoritas Rp 258,000,000

(Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas yang resiprokal, Hak minoritas diperoleh dari:
30% x (Rp 500.000.000 + Rp 360.000.000)

b. Aktiva Tetap Rp 30,000,000


Goodwill Rp 38,000,000
Kelebihan yang belum diamortisasi Rp 68,000,000

(Untuk mengeliminasi kelebihan yang belum diamortisasi, mencatat goodwiil dan aktiva tetap)

c. Hutang Usaha Rp 10,000,000


Piutang Usaha Rp 10,000,000

(Untuk mengeliminasi akun piutang dan hutang antar perusahaan)

D Hutang Dividen Rp 7,000,000


Piutang Dividen Rp 7,000,000

(Untuk mengeliminasi piutang dan hutang dividen yang resiprokal)

PT PIPIT DAN PERUSAHAAN ANAK PT SANDRA


NERACA KONSOLIDASI
PER TANGGAL 31 DESEMBER 2009

Aktiva
Aktiva Lancar:
Kas Rp.
100.000.000
Piutang-Pelanggan 640.000.000
Persediaan 820.000.000
Total Aktiva Lancar Rp. 1.560.000.000
Aktiva Tetap:
Tanah Rp. 250.000.000
Aktiva Tetap-Bersih 1.080.000.000

195
Total Aktiva Tetap Rp. 1.330.000.000
Aktiva Tidak
Berwujud
Goodwill 38.000.000
Total Aktiva Rp. 2.928.000.000

Kewajiban dan Ekuitas


Kewajiban:
Hutang usaha Rp. 380.000.000
Hutang Deviden 43.000.000
Total Hutang Lancar Rp. 423.000.000
Hutang Jk Panjang Rp. 700.000.000
Total Hutang Rp. 1.123.000.000
Hak Minoritas:
Saham Biasa Rp. 150.000.000
Laba Ditahan 108.000.000
Total Hak Minoritas Rp. 258.000.000
Ekuitas:
Modal Saham Rp. 1.000.000.000
Laba Ditahan 547.000.000
Total Ekuitas Rp. 1.547.000.000
Total Kewajiban & Rp. 2.928.000.000
Ekuitas

H. STANDAR NILAI

NILAI KRITERIA
Amat Baik > 80% jawaban benar
Baik > 70% - 80% jawaban benar
Cukup > 60% - 70% jawaban benar
Kurang < 60% jawaban benar

I. RUJUKAN

Baker, Richard E., Lembke, Valdean C., King, Thomas E. 2006.


th
Advanced Financial Accounting, 6 edition, McGraw-Hill
Companies, In. terjemahan Siregar, Sylvia Veronika N.P. Jakarta:
Salemba Empat.
th
Beams, Floyd A. 2000. Advanced Accounting, 6 edition, Prentice Hall,
London. terjemahan Abadi, Amir Jusuf. Jakarta: Salemba Empat.

Beams, Floyd A., Anthony, Joseph H., Clement, Robin P., Lowensohn,
th
Suzanne H. 2009. Advanced Accounting, 9 edition, Prentice Hall,
London. terjemahan Lestari P.A., Gania Gina. Jakarta: Penerbit
Erlangga.

196
th
Drebin, Allan R. 2013. Advanced Accounting, 5 edition, South Western
Publishing Co. terjemahan Saragih, Freddy dan Saat, Marianus
Sinaga Suryadi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta:


Ikatan Akuntan Indonesia.

197
198