Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Identitas nasional berasal dari kata “national identity” yang dapat di artikan
sebagai “kepribadian internasional” atau “jati diri nasional”. Identitas nasional adalah jati diri
yang dimiliki oleh suatu bangsa. Identitas bangsa indonesia akan berbeda dengan identitas
bangsa Australia, bangsa Amerika dan bangsa lainnya. Identitas nasional itu terbentuk karena
bangsa Indonesia mempunyai pengalaman bersama, sejarah yang sama, penderitaan yang
sama dan juga terbentuk melalui adanya saling kerjasama antara kelompok yang satu dengan
kelompok yang lain. Meskipun memiliki banyak perbedaan, namun keinginan kuat diantara
mereka untuk saling merekatkan kelompoknya dengan kelompok lain dapat juga membentuk
identitas. Identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga
menunjukkan suatu keunikan serta membedakannya dengan hal-hal lain (Sugiato, 1991).

Identitas nasional memiliki empat unsur yaitu:

a. Suku Bangsa
Suku Bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang sudah ada sejak lahir,
yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin.
b. Agama
Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang agamis. Agama yang berkembang
di indonesia antara lain Islam, Kristen, Katholik, Budha, Kong hu cu, Agama kong hu cu
pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi indonesia namun sejak
pemerintahanpresiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi dihapuskan.
c. Kebudayaan
Kebudayaan merupakan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang
berisikan perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif
digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan
yang dihadapi dan digunakan sebagai pedoman untuk bertindak dalam bentuk kekuatan dan
benda-benda kebudayaan.

1
d. Bahasa
Bahasa merupakan unsur komunikasi yang dibentuk atas unsur-unsur bunyi
ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia (Tilaar, 2007).

Identitas Nasional Indonesia meliputi segenap yang dimiliki bangsa Indonesia


yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam
Indonesia, demografi atau kependudukan Indonesia, ideologi dan agama, politik negara,
ekonomi, dan pertahanan keamanan. Identitas nasional merupakan konsep suatu bangsa
mengenai dirinya sendiri. Indonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam
kebudayaan yang terdiri dari berbagai macam suku dari sabang sampai merauke dan pastinya
memiliki keanekaragaman identitas nasional. Basis dari identitas nasional diantaranya
socially (yaitu identitas yang mengarah kepada peran sosial dalam masyarakat berdasarkan
proses sosialisasi dari individu yang berbeda),culturally (yaitu identitas yang mengarah
kepada atribut kebudayaan) , politically (identitas yang mengarah kepada sumber politik dari
peran sosial dalam masyarakat, contohnya sebagai pemilih dalam pemilu, atapun sebagai
warga negara).
Identitas nasional dan jati diri suatu bangsa harus dijaga agar bangsa tersebut
tidak mudah dihancurkan oleh bangsa lain dan menjadi bangsa yang kuat. Indonesia memiliki
lebih kurang 350 suku yang memiliki identitas nya masing-masing. Dari 350 suku tersebut
menghasilkan identitas yang melekat pada produk nya, seperti tari, bahasa, kuliner, musik,
seni rupa, peralatan dapur, obat-obatan, dll. Identitas tersebut dapat dilihat dari ucapan,
model, tulisan, kaligrafi, maupun huruf sehingga menghasilkan kesejukan, keindahan, dan
kenyamanan orang yang melihat atau menggunakan nya.
Dengan sememakin banyak budaya luar yang masuk ke Indonesia menjaadi
kekhawatiran sebagian pihak atas semakin mengikisnya kebanggan terhadap budaya nasional,
atribut nasional yang mencirikan identitas nasional pun semakin mengikis. Akibat kejadian
ini membuat keresahan bagi negara Indonesia yang memungkina semakin menipisnya
pemahamn tentang kebudayaan negara Indonesia. Saat ini dapat kita lihat bahwa indonesia
telah mengalami krisis identitas nasional. Banyak penduduk indonesia telah melupakan unsur
unsur kebudayan yang merupakan basis dari identitas nasional suatu bangsa (Kaelan, 2007).

2
Dari tahun 1945 sampai 2015 semua suku yang ada di Indonesia mengalami
penurunan identitas, hal tersebut dikarenakan :
a. Identitas dilupakan
Dewasa ini budaya dan adat yang menjadi ciri khas nasional kita semakin
ditinggalkan. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini kebudayaan barat yang masuk ke
Indonesia semakin berkembang pesat. Hal ini dapat kita lihat dari semakin banyaknya rakyat
Indonesia yang bergaya hidup kebarat-baratan seperti mabuk-mabukkan, clubbing, memakai
pakaian mini, bahkan berciuman di tempat umum seperti sudah biasa di Indonesia. Meskipun
gaya hidup tersebut tidak semuanya dinilai jelek, tetapi dengan menerima dan
mengaplikasikan gaya hidup barat tersebut lambatlaun akan menggeser budaya asli yang ada
di negara kita. Situasi Budaya Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya,
semakin banyak kebudayaan Indonesia yang diklaim oleh negara tetangga kita sendiri yaitu
Malasyia. Seperti tari reog ponorogo dan tari pendet yang diklaim juga oleh Malaysia. Hak
paten atas kebudayaan dalam hal ini sangat berperan penting. Pemerintah baru menyadari
akan perlunya hak paten tersebut setelah adanya klaim-klaim Malaysia terhadap kebudayaan
Indonesia.

b. Rasa memiliki terhadap identitas Indonesia menurun


Masyarakat Indonesia lebih memperhatikan merk yang berasal dari luar negeri
dibanding buatan lokal. Ini berarti masyarakat mulai kehilangan rasa cinta akan tanah air,
rasa nasionalisme. Begitu juga dalam hal cinta dan peduli akan identitas bangsa sendiri.
Simbol ataupun ciri yang melambangkan negara tidak begitu diperhatikan lagi. Nilai-nilai
yang terkandung dalam lambang negara kita, Pancasila, tidak lagi diterapkan sepenuhnya.
Tradisi ataupun adat dipandang sebagai produk masa lalu yang cukup dikenang saja, tanpa
dipertahankan keutuhannya. Rasa malu untuk menggunakan budaya dalam negeri akibat
adanya budaya asing juga menjadi indikasi turunnya rasa nasionalisme.

c. Kedatangan identitas baru akibat globalisasi


Globalisasi saat ini bergerak dengan sangat cepatnya, kemajuan teknologi
informasi serta komunikasi menyebabkan hubungan antara manusia menjadi sangat cepat dan
tanpa batas. Setiap orang bisa berbicara dan bertatap muka dengan berbagai masyarakat dari
berbagai belahan dunia lainnya. Dengan adanya kemajuan dibidang teknologi dan informasi
mempengaruhi keberadaan bidang-bidang lain. Misalnya bisnis, transportasi, pembangunan,
pendidikan, budaya. Pengaruh dari adanya kemajuan ini memudahkan proses transaksi bisnis

3
dan transportasi maka secara otomatis akan memudahkan masuknya budaya-budaya asing
yang akan mempengaruhi identitas nasional. Dalam identitas nasional, budaya adalah salah
satu faktor penentu jati diri bangsa. Pada saat ini budaya lokal (daerah) perlahan-lahan mulai
berubah dan bahkan ada bagian-bagian tertentu yang hilang, ini terlihat secara perlahan-lahan
masyarakat cenderung berpikir dan menerapkan budaya nasional dalam tata kehidupan secara
format bisnis yang dibangunnya. Seperti beberapa menu makanan dan tata budaya lokal
mulai terasa asing diterapkan, seperti model keputusan ke daerah mulai ditinggal dan dipakai
format keputusan budaya nasional, padahal kearifan budaya daerah juga mampu
menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Pergeseran ini dapat kita lihat terutama pada
masyarakat perkotaan yang telah mengalami akulturasi dari berbagai budaya, karena
masyarakat kota bersifat heterogen. Contohnya terlihat pada acara-acara pesta perkawinan
tertentu yang diadakan di perkotaan dimana mempelai laki-laki dan perempuan kadangkala
ditemui tidak lagi memakai pakaian adat mereka, namun telah memakai pakaian yang
bergaya barat seperti jas dan gaun. Contoh yang lainnya dapat dilihat dalam penyelesaian
konflik dan proses pengambilan keputusan di masyarakat, yaitu dalam proses penyelesaian
konflik tidak lagi mengedepankan konsep penyelesaian secara adat, padahal penyelesaian
secara adat mampu memberi pengaruh penguatan rasa persaudaraan. Dari melihat contoh
diatas globalisasi yang masuk ke Indonesia mampu mempengaruhi budaya yang sudah ada.
Budaya barat yang masuk ke indonesia melalui globalisasi telah banyak
mengubah pola hidup generasi muda saat ini, salah satunya yaitu melupakan kultur budaya
bangsa indonesia sendiri. Saat ini bangsa Indonesia telah mengalami penurunan dalam hal
identitas nasional, pandangan saya sendiri. Karena globalisasi yang ada masuk dalam budaya
Indonesia sendiri. Budaya-budaya kita mulai luntur, tergeser oleh budaya-budaya barat yang
modern serba prkatis dan bisa menggiurkan masyarakat-masyarakat Indonesia itu sendiri.

d. Menyepelekan arti identitas


Memudarnya identitas nasional dalam masyarakat juga disebabkan oleh sikap dan
kepedulian terhadap identitas yang sangat minim. Tidak menjunjung tinggi hukum dan
perundangan merupakan salah satunya. Padahal hukum yang berlaku merupakan salah satu
identitas dari sebuah negara. Di Indonesia misalnya terdapat Pancasila sebagai ideologi
negara dan UUD 1945 sebagai dasar konstitusi. Tetapi banyak rakyat yang menyepelekan
hukum tersebut. Hal ini dapat dilihat dari masih tingginya angka pelanggaran hukum di
negara kita.

4
e. Mendahulukan kepentingan kelompok dan disintegrasi bangsa
Munculnya kelompok-kelompok dan gerakan yang bertujuan untuk memisahkan
diri dari bangsa ini adalah salah satu indikasi melemahnya identitas bangsa. Keanekaragaman
bangsa tidak dipandang sebagai pemersatu melainkan sebagai bagian-bagian terpisahkan
yang memiliki kepentingan tersendiri antara satu dengan lainnya. Salah satu adalah
bermunculannya organisasi sosial yang berkedok pada agama (FPI, JI, MMI, Organisasi
Aliran Islam/Mahdi), etnis (FBR, Laskar Melayu) dan ras. Akibatnya, sering terjadi konflik
kepentingan antarkelompok dan tidak jarang juga berakhir dengan kekerasan.

f. Melupakan sejarah
Faktor integrasi bangsa Indonesia salah satunya rasa senasib dan sepenanggungan
serta rasa seperjuangan di masa lalu ketika mengalami penjajahan. Penjajahan menimbulkan
tekanan baik mental ataupun fisik. Tekanan yang berlarut-larut akan melahirkan reaksi dari
yang ditekan. Sehingga muncul kesadaran ingin memperjuangkan kemerdekaan. Dengan
kesadaran ini, maka keberagaman suku atau golongan yang ada di Indonesia tidak
dipermasalahkan semuanya bersatu, berjuang untuk merdeka. Sehingga terbentuklah negara
Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyannya Bhineka Tunggal Ika.
Tetapi seiring berlalunya waktu, hal tersebut mulai dilupakan. Masyarakat
Indonesia kebanyakan sekarang tidak menganggap penting nilai sejarah masa lalu tersebut
seakan-akan terlena dengan kenikmatan yang dirasakan. Padahal terbentuknya Negara
Indonesia melalui perjuangan keras para pahlawan dan seharusnya identitas negara ini juga
dijaga dan dipertahankan.

5
BAB II

PEMBAHASAN

Dalam arus globalisasi ada begitu banyak tantangan yang di hadapi oleh berbagai
negara, maka ada begitu banyak pula tuntutan untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi
tersebut. Termasuk juga tantangan dalam mempertahankan jati diri bangsa. Untuk
menghadapi hal ini perlu adanya strategi untuk mempertahankan identitas nasional yang
merupakan jati diri bangsa. Masalah-masalah yang telah di jelaskan mengenai hilang nya
identitas bangsa Indonesia memiliki beberapa solusi agar bangsa Indonesia dapat
mempertahankan identitas nya seperti semula serta melestarikan identitas nya tersebut.

Adapun solusi nya adalah sebagai berikut :

1. Mengembangkan nasionalisme
Nasionalisme telah menjadi pemicu kebangkitan kembali dari budaya yang telah
memberi identitas sebagai anggota dari suatu masyarakat bangsa-bangsa . Secara umum,
nasionalisme dipahami sebagai kecintaan terhadap tanah air, termasuk segala aspek yang
terdapat didalamnya. Dari pengertian tersebut ada beberapa sikap yang bisa mencerminkan
sikap nasionalisme, yaitu :
a. Menggunakan barang-barang hasil bangsa sendiri, karena bisa menambah rasa
cinta dan bangga akan hal yang di buat oleh tangan-tangan kreatif
penduduknya.
b. Menghargai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan bangsa ini,
bisa dilakukan dengan beberapa perbuatan misalkan membaca, menonton,
mengunjungi hal-hal yang berkaitan tentang sejarah bangsa ini lahir. Hal ini
bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme yang sudah ada dari
masing-masing individu.
c. Berprestasi dalam semua bidang misalkan dari bidang olah raga, akademik,
teknologi dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk menambahkan rasa bangga dan
sikap rela berkorban demi bangsa.

6
Tiga aspek yang tidak dapat dilepaskan dalam konteks nasionalisme yaitu :

a. Politik. Nasionalisme Indonesia bertujuan menghilangkan dominasi politik


bangsa asing dan menggantikannya dengan sistem pemerintahan yang
berkedaulatan rakyat.
b. Sosial ekonomi. Nasionalisme Indonesia muncul untuk menghentyikan
eksploitasi ekonomi asing dan membangun masyarakat baru yang bebas dari
kemeralatan dan kesengsaraan.
c. Budaya. Nasionalisme Indonesia bertujuan menghidupkan kembali
kepribadian bangsa yang harus diselaraskan dengan perubahan zaman.
Dengan demikian, mengembangkan sikap nasionalisme (cinta tanah air), akan
dengan sendirinya telah mempertahankan dan melestarikan keaslian dari
bangsanya, termasuk budaya atau kebiasaan, karakter, sifat-sifat, produk
dalam negeri dan adat istiadat masing-masing suku. Dengan demikian, hal ini
merupakan sikap yang menjadi salah satu faktor penentu dalam
mempertahankan identitas nasional (Hans, 1984).

2. Identitas diperkenalkan
Zaman nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal identitas yang dimiliki
suku mereka masing-masing dan kemudian diwariskan kepada keturunan mereka. Maka salah
satu cara untuk melestarikan identitas adalah dengan memperkenalkan identitas-identitas
tersebut kepada generasi muda baik oleh orang tua dirumah maupun guru di sekolah.

3. Identitas dipakai
Indonesia memiliki 350 suku yang beraneka ragam yang memiliki ciri khas
masing-masing dari suku tersebut, setiap masyarakat dengan satu suku yang dimiliki nya
harus menggunakan hasil atau produk dari identitas suku nya tersebut sehingga dapat
diketahui bahwa masyarakat tersebut menganut suku A sehingga identitas tersebut dapat
dilestarikan.
4. Identitas dihidupakan dan dikembangkan
Menghidupkan ataupun mengembangkan identitas bangsa Indonesia adalah
melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Masyrakat diharapkan mampu
memanfaat IPTEK yang berkembang dengan memproduksi produk-produk yang dapat
mencerminkan indentitas nasional bangsa Indonesia sehingga menggugah hati wisatawan luar

7
negeri untuk membeli produk yang dihasilkan oleh anak bangsa sehingga identitas nasional
bangsa Indonesia dapat di konsumsi oleh seluruh Negara dan menambah devisa bagi Negara
Indonesia.

5. Melalui Perda camat


Pemerintah sebagai tonggak utama dari sebuah negara maka pemerintah
harus segera di tindak lanjuti oleh pemerintah akan mengakibatkan lunturnya identitas
nasional negara kita, sehingga dari sekarang perlu dilakukan sosialisasi berupa aktualisasi
budaya Indonesia kepada para masyarakat indonesia kususnya kepada remaja-remaja supaya
tidak terlalu terpengaruh dan meniru budaya asing yang mulai masuk ke negara kita, serta
menanamkan sikap untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya dalam negri sendiri, dengan
itu budaya dalam negeri akan tetap lestari. Karena budaya merupakan unsur dari identitas
nasional suatu bangsa.

6. Memodernisasikan makanan
Makanan yang merupakan ciri khas atau identitas dari masing-masing suku lebih
sering di perkenalkan dengan di perjual belikan, sehingga masyarakat dapat mengetahui
makanan apa saja yang menjadi ciri khas dari suatu suku. Makanan tersebut
dimodernisasikan dengan memperjual belikan melalui sosial media yang lagi di gandrungi
oleh masyarakat sehingga masyarakat luar negeri dapat mengetahui nya dan Indonesia dapat
mengekspor makanan khas Indonesia ke luar negeri.

7. Melalui hukum
Kasus-kasus penggusuran yang tidak memihak rakyat dan termasuk kasus-kasus
pelumpuhan dan pemiskinan terhadap suatu kelompok, merupakan hal-hal yang bertentangan
dengan mutualisme dan keadilan sosial, dan harus segera dihentikan. Hal ini bertentangan
dengan amanah Pembukaan UUD 1945: “… melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah
darah Indonesia”.
Di dalam pemerintahan sendiri banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan
hukum yang telah merusak moral bangsa. Kasus-kasus yang berhubungan dengan korupsi,
lalainya pemerintah dalam menjalankan tugasnya telah mencoreng etika dalam berpolitik di
negara ini, seperti kasus Bank Century, kasus korupsi Gayus, dan titip absen anggota DPR.
Akibatnya timbul ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah, yang berlanjut kepada
ketidak dukungan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Dengan demikian tentunya rasa

8
nasionalisme akan berkurang dan negara akan mengalami kemerosotan. Oleh karena itu
dalam bidang hukum harus lebih tegas lagi membahas mengenai identitas nasional.

8. Melalui pendidikan
Rasa nasionalisme sebisanya ditanamkan dalam tiap masyarakat sedini mungkin.
Nilai-nilai luhur dan budaya nasional diperkenalkan dengan baik dan meluas ke seluruh
lapisan masyarakat agar mereka semakin menjunjung tinggi dan banggaakan identitas
nasional. Penanaman dan pengamalan nilai yang terkandung dalam Pancasila juga dapat
dilakukan sebagai usaha mempertahankan ciri bangsa sekaligus menwujudkan insan yang
seutuhnya karena nilai-nilai Pancasila adalah baik dan benar. Secara akademik, dapat
dilakukan dengan melakukan pengajaran kepadasiswa tentang identitas bangsa, misalnya
dengan adanya mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaran baik di tingkat sekolah
maupun tingkat universitas agar masyarakat semakin mengerti dengan negaranya. Dari rasa
pengertian itulah, diharapkan dapat tumbuh kepekaan dan cinta akan bangsa dan negaranya.
Pembinaan jati diri bangsa indonesia dapat dilaksanakan melalui jalur formal
maupun informal . Melalui jalur formal jati diri bangsa Indonesia dapat dikembangkan
melalui pendidikan. Pendidikan nasional mempunyai peran yang sangat besar didalam
pembentukan jati diri bangsa Indonesia. Salah satu kenyataan bangsa Indonesia ialah
memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dengan jumlah suku bangsa yang ratusan
dengan budayanya masing-masing merupakan kekayaan yang sangat berharga didalam
pembentukan bangsa Indonesia yang multikultural. Didalam upaya pembentukan dan
mempertahankan jati diri bangsa, peran pendidikan sangat efektif untuk menimbulkan rasa
memiliki dan keinginan untuk mengembangkan kekayaan nasional dari masing-masing
budaya local.
Hal ini sejalan dengan penuturan Syamhalim dalam tulisannya yang ditampilkan
di blog-nya bahwa salah satu upaya untuk mengembalikan dan mengembangkan identitas
nasional adalah melalui bidang pendidikan. Socrates menegaskan bahwa pendidikan
merupakan proses pengembangan manusia kearah kearifan (wisdom), pengetahuan
(knowledge), dan etika (conduct). Ada dua fenomena mengapa pendidikan adalah yang
pertama dan utama (Kaelan, 2010).
Pertama, ketika Uni Sovyet meluncurkan pesawat luar angkasanya yang pertama
Sputnic pada 4 Oktober 1957, Amerika Serikat “meradang”. Amerika adalah negara besar
dengan kemampuan teknologi yang paling maju merasa didahului oleh Uni Sovyet. Presiden
AS ketika itu memerintahkan untuk membentuk special unit. Tim ini tidak berkeinginan

9
untuk menandingi Uni Soviet, tetapi tugasnya adalah meninjau kembali kurikulum
pendidikan AS mulai dari jenjang Pendidikan Dasar sampai tingkat Perguruan Tinggi.
Dengan bekerja keras dalam waktu yang singkat tim tersebut berhasil mengeluarkan
statement yang menyatakan bahwa kurikulum pendidikan AS dari semua jenjang pendidikan
sudah tidak layak lagi dan harus direvisi.
Amerika pun mulai melakukan pembaharuan pendidikan dalam segala segi dan
dimensinya. Mulai dari kurikulum, mata pelajaran, tenaga pengajar, sarana pendidikan
sampai pada sistem evaluasi pendidikan. Usaha mereka dengan sangat cepat membuahkan
hasil yang sangat luar biasa. Pada tanggal 14 Juli 1969 mereka berhasil meletakkan manusia
pertama di permukaan bulan. Hanya dalam kurun waktu 12 tahun mereka berhasil
mengungguli teknologi Uni Sovyet. Waktu yang relatif singkat, kurang dari masa pendidikan
seorang anak dari tingkat dasar sampai jenjang perguruan tinggi. (Fahmi, 2011).
Di Indonesia, jauh sebelum Bung Karno menggagas konsep kemerdekaan
Indonesia, elemen bangsa yang berbasis pendidikan seperti R.A. Kartini, HOS
Cokroaminoto, Dr. Soetomo, Cipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara, sudah
memikirkan bangsa ini lewat pendidikan. Tidak lama berselang giliran KH. Ahmad Dahlan
mendirikan organisasi sosial dan kependidikan dengan nama Muhammadiyah. Lewat satu
Dekade berikutnya KH. Hasyim Asy’ari ikut mencerdaskan bangsa dengan NU nya. Semua
bermuara pada pendidikan. Hasilnya, semua orang terdidik mulai memikirkan bangsa dan
berusaha lepas dari penjajahan .
Dari uraian di atas nampak adanya keterkaitan antara pendidikan dengan
kemajuan suatu bangsa. Warna pendidikan adalah warna suatu bangsa. Identitas nasional
yang dikembangkan melalui pendidikan diharapkan akan memberi harapan positif bagi
kemajuan bangsa ini untuk mempertahankan karakteristiknya sebagai sebuah bangsa yang
beradab, bangsa yang santun, bangsa yang toleran, bangsa yang menghargai perbedaan dan
bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pemantapan identitas nasional melalui dunia pendidikan hendaknya tidak
dilakukan setengah hati dan parsial. Transformasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang
memacu tumbuhnya identitas dan jatiri bangsa perlu sinergi dari pihak-pihak yang
berkompeten di dunia pendidikan terutama guru yang bersentuhan langsung dengan siswa,
dan yang perlu diperhatikan adalah bahwa tugas ini tidak hanya menjadi tugas guru mata
pelajaran tertentu saja misalnya Pendidikan Kewarganegaraan, tetapi juga semua guru mata
pelajaran dengan pendekatan sesuai karakteristik mata pelajaran yang diampuh. Melalui

10
dunia pendidikan dapat ditanamkan identitas nasional kepada generasi muda yang merupakan
miniatur masyarakat masa depan.

9. Melestarikan budaya
Seseorang yang di sebut berbudaya adalah seorang yang menguasai dan
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai etis dan moral yang hidup
di dalam kebudayaan tersebut . Budaya merupakan salah faktor penentu jati diri bangsa. Pada
pengertiannya, budaya adalah hasil karya cipta manusia yang dihasilkan dan telah dipakai
sebagai bagian dari tata kehidupan sehari-hari (Notonagoro, 1997). Suatu budaya yang
dipakai dan diterapkan dalam kehidupan dalam waktu yang lama, akan mempengaruhi
pembentukan pola kehidupan masyarakat, seperti kebiasaan rajin bekerja. Kebiasaan ini
berpengaruh secara jangka panjang, sehingga sudah melekat dan terpatri dalam diri
masyarakat. Namun pada kenyataannya budaya indonesia sekarang ini mulai menghilang
karena pengaruh budaya asing yang masuk ke indonesia, untuk itulah perlu adanya
pembangunan kembali jati diri dan budaya bangsa dan Negara, ada dua hal utama yang harus
dilakukan :
a. Merevitalisasi kedaulatan politik, ekonomi dan budaya agar berada pada jalur
yang benar sesuai dengan hakikat bangsa yang merdeka sehingga bangsa kita
mampu mandiri dan bermartabat.
b. Mendorong political will penyelenggaraan Negara, baik eksekutif maupun
legislatif untuk membangun dan menjabarkan kembali nilai-nilai dan semangat
kebangsaan di setiap hati nurani rakyat.

Selain pembangunan diatas, pembangunan dalam bangunan-bangunan budaya


seperti rumah adat, dan lain sebagainya juga perlu diperhatikan untuk mempertahankan nilai-
nilai budaya yang ada di Indonesia. Dengan demikian, jelaslah bahwa dengan melestarikan
budaya bangsa, dapat memperkokoh identitas nasional itu sendiri karena dalam setiap
pelaksanaan nilai-nilai budaya, masyarakat akan lebih cenderung melekat dan menyatu
dengan budaya yang dianutnya, selain itu juga dengan adanya keeratan dari buday ayang ada
dapat membawa nama bangsa indonesia menjadi harum, dalam arti membawa budaya
indonesia ke mancanegara atau memperkenalkan budaya yang ada ke negara luar.

10. Membangun kebudayaan nasional Indonesia


Kebudayaan merupakan aset yang penting sebagai identitas nasional. Negara
Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dengan banyak suku bangsa tentunya juga

11
mempunyai beragam budaya dan kesenian daerah. Kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut
merupakan pembentuk identitas budaya nasional kita sehingga harus dijaga dan
dikembangkan. Kebudayaan nasional yang beraneka ragam unsurnya dapat dilestarikan
dengan mempolulerkan budaya tersebut, dan jika bisa hingga ke tingkat internasional.
Membangun kebudayaan nasional Indonesia harus mengarah kepada suatu
strategi kebudayaan untuk dapat menjawab pertanyaan, “Akan kita jadikan seperti apa bangsa
kita?” yang tentu jawabannya adalah “menjadi bangsa yang tangguh dan entrepreneurial,
menjadi bangsa Indonesia dengan ciri-ciri nasional Indonesia, berfalsafah dasar Pancasila,
bersemangat bebas-aktif mampu menjadi tuan di negeri sendiri, dan mampu berperanan
penting dalam percaturan global dan dalam kesetaraan juga mampu menjaga perdamaian
dunia”.

11. Menjaga integritas bangsa


Integritas nasional adalah suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai aspek
sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa
(Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang harus dapat menjamin terwujudnya keselarasan,
keserasian dan keseimbangan dalam mencapai tujuan bersama sebagai suatu bangsa (Smith,
2003).
Negara kita juga tentunya telah mengalami proses integrasi yang tidak mudah
mengingat keanekaragaman suku, agama, dan budaya. Rasa persatuan dan kesatuan harus
dipupuk secara kontinu untuk menjaga keutuhan bangsa. Selain itu diperlukan rasa toleransi
dalam masyarakat untuk mencegah terjadinya perpecahan ataupun peperangan yang
melibatkan unsur golongan atau kelompok tertentu.
Pemerintah juga memegang peranan yang penting dalam menjaga integritas
bangsa. Faktor keamanan menjadi penentu yang utama. Untuk itu diperlukan aparat atau
perangkat keamanan nasional yang tangguh dalam menjaga keutuhan bangsa.

12
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

 Identitas yang bervariasi dapat menaikkan martabat suatu negara


 Identitas berfungsi membuat suku-suku yang ada di Indonesia lebih jelas dan di
hargai
 Melalui identitas, Indonesia dapat menghasilkan produk yang dapat di ekspor ke
luar negeri sehingga menghasilkan uang dan pujian
 Ekonomi suatu negara dapat naik atau meningkat karena ada nya identitas
 Keamanan suatu negara dapat naik atau meningkat karena ada nya identitas
 Identitas nasional dalam era globalisasi sekarang ini sudah mengalami
kemerosotan dari nilai-nilainya yang merupakan akibat dari lajunya arus
globalisasi sehingga proses masuknya budaya asing kedalam budaya asli bangsa
sudah tidak dapat dikendalikan lagi. Akibatnya budaya asiang dan budaya asli
bangsa bercampur baur.
 Identitas Indonesia harus lebih di perkenalkan lagi kepada masyarakat agar
masyarakat dapat mengetahui serta melestarikan budaya yang ada di Indonesia

3.2. Saran

Saran yang dapat diberikan terhadap hilang nya identitas bangsa Indonesia adalah
diharapkan masyarakat lebih menyadari pentingnya karakteristik identitas nasional dan
karakteristik nasionalisme dalam diri generasi penerus bangsa. Diharapkan informasi ini
dapat tersebar luas ke masyarakat agar mengetahui pentingnya karakteristik identitas nasional
dan karakteristik nasionalisme sebagai tonggak kemajuan Negara. Agar ditindaklanjuti oleh
pihak lain atau teman-teman dan kalangan yang peduli terhadap identitas dan nasionalisme
Indonesia

13
DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Irham, 2011. Manajemen – Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung : Alfabeta

Hans. 1984. Nasionalisme Arti dan Sejarahnya. Jakarta : Erlangga

Kaelan dan H, Achmad Zubaidi. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan

Tinggi. Yogyakarta : Paradigma

Kaelan dan Zubaidi Achmad. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta : Paradigma

Notonagoro. 1997. Pancasila Secara Ilmiah Populer. Jakarta : Bumi Aksara

Smith, Anthony D. 2003. Sejarah Nasionalisme dan Teori Ideologi. Jakarta : Erlangga

Sugiato. 1991. Indentitas dan Hakikat Bangsa kita. Jakarta : Erlangga

Tilaar. H.A.R., 2007. Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta

14