Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKANAN HIDROSTATIK

Nama : Rizki Ibtida P.


NPM : 0806338891
Fakultas : Teknik
Departemen/ Prodi : Teknik Sipil/ Teknik Lingkungan

Kode Praktikum : MR 03
Minggu Percobaan : VI
Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar
(UPP-IPD)
Universitas Indonesia
Depok

Tekanan Hidrostatik
I. Tujuan Praktikum
Mengukur massa jenis suatu cairan

II. Peralatan
1. Piranti sensor tekanan
2. Silinder pejal
3. Termometer
4. Bejana
5. Piranti penggerak silinder
6. Camcorder
7. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Landasan Teori


Ketika fluida dalam keadaan tenang, fluida akan memberikan gaya yang tegak
lurus ke seluruh permukaaan kontaknya, seperti dinding bejana atau benda yang
tercelup dalam fluida. Jika kita membayangkan sebuah permukaan imajiner dalam
fluida, fluida pada kedua sisi permukaan menekan dengan gaya yang sama dan
berlawanan pada permukaan. Pada sebuah permukaan kecil dengan luas dA berpusat
pada titik di dalam fluida, gaya normal yang diberikan fluida pada masing-masing sisi
adalah dF (gaya tegak lurus). Sehingga tekanan (pressure) pada titik itu didefinisikan
sebagai gaya normal per satuan luas, yaitu perbandingan dF dan dA.
dF
p= , definisi tekanan
dA
Jika setiap titik pada permukaan bidang terbatas dalam area A memiliki tekanan sama,
maka
F
p=
A

Kita dapat menurunkan hubungan umum antara tekanan p pada setiap titik
dalam keadaan tenang (diam) dengan ketinggian h pada sebuah titik. Kita anggap
bahwa densitas dan percepatan gravitasi adalah sama pada seluruh bagian fluida.
Gambar di bawah ini memperlihatkan sebuah tabung berisi cairan. Tekanan di
dasar tabung lebih besar dibanding dengan di atas tabung untuk menopang berat
cairan di tabung. Massa cairan di tabung ini adalah:
m = ρV = ρAh
dan beratnya adalah
w = mg = ρAhg
A = luas penampang tabung

Jika Po adalah tekanan di bagian atas dan P adalah tekanan di dasar tabung ,
maka gaya netto ke atas yang disebabkan oleh beda tekanan ini adalah PA – PoA.
Dengan membuat gaya ke atas netto ini sama dengan berat cairan di tabung, kita
dapatkan

PA – PoA = ρAhg

Atau
P = Po + ρgh

(tekanan fluida yang mempunyai densitas homogen)

dimana ρ adalah masa jenis cairan, g (9,8 m/s2) adalah nilai percepatan gravitasi, dan
h adalah tinggi cairan.
Tekanan P pada kedalaman h jauh lebih besar sebagai ρgh kali daripada
tekanan P0 permukaan.

IV. Prosedur Percobaan


Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rlab di bagian
bawah halaman ini.
1. Mengaktifkan Web cam dengan mengklik icon video pada halaman
web r-Lab.
2. Memperhatikan tampilan video dari peralatan yang digunakan.
3. Menurunkan bandul sejauh 1 cm.
4. Mengaktifkan motor dengan mengklik radio button di sebelahnya.
5. Mengukur Tekanan air dengan mengklik icon ukur.
6. Mengulangi langkah 1 hingga 3 dengan menurunkan bandul sejauh 2 ,
3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 dan 9 cm.
V. Hasil dan Evaluasi
a. Pengolahan Data
Tabel tekanan
Penurunan (cm) p/ Tekanan(KPa) Tekanan rata-rata
0 10693.8 10701.87
10731.8
10680.0
1 10695.9 10705.4
10683.2
10737.1
2 10674.8 10696.63
10703.3
10711.8
3 10730.8 10731.87
10682.2
10782.6
4 10763.6 10835.1
10870.3
10871.4
5 10941.2 10942.6
10962.3
10924.3
6 11064.9 11059.93
11090.2
11024.7
7 11175.9 11153.33
11168.5
11115.6
8 11335.5 11331.3
11329.2
11329.2
9 11335.5 11335.5
11335.5
11335.5
Jumlah = 45 Jumlah = 109493.5
nΣh. p − (Σh)(Σp )
m=
nΣh 2 − (Σh) 2
10.499450,5-45.109493.5
=
10.285 − 2025
67296
=
825
= 81,57091

g ra fik p v s l

12000

10000 y = 8 1 .5 6 2 x + 1 0 5 0 1

8000

6000
p

4000

2000

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
l

P = Po + ρgh
y = b + mx
m = ρg
m = ρg
m
ρ=
g
81,562
ρ=
9,8
= 8,323kg / m3
P = Po + ρgh
10705,4 = 10701,87+ 8,323.9,8.h
3.53 = 81,5654. h
h = 0,043 m

b. Analisis
1. Percobaan
Sesuai dengan tujuan, percobaan tekanan hidrostatik ini dilakukan untuk
menentukan besarnya densitas dari suatu zat (dalam percobaan ini zat cair). Pada
percobaan ini, dilakukan penurunan bandul secara bertahap dari penurunan sebesar 1
cm hingga penurunan 9 cm. Dari pengubahan tersebut, diperoleh tekanan yang
berbeda-beda.
Namun, beberapa hal dapat menjadi faktor penyebab kesalahan pada
percobaan. Salah satunya adalah pada saat penurunan bandul. Agar data yang kita
peroleh tepat, maka panjang penurunan bandul pun harus tepat ukurannya.
Namun, beberapa alat ukur memiliki ketelitian dan skala terkecil yang
berbeda-beda. Jika kita menggunakan alat ukur yang ketelitiannya rendah seperti
penggaris, tingkat ketelitiannya akan lebih besar daripada alat ukur dengan ketelitian
rendah seperti jangka sorong.
Akan tetapi, besar penurunan bandul yang dilakukan dalam percobaan ini
sudah mencapai ukuran sentimeter, sehingga alat ukur yang paling memungkinkan
untuk digunakan adalah penggaris. Karena alat ukur yang digunakan penggaris,
seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tingkat kesalahannya cenderung besar
dengan ketelitian sebesar 0,5 mm. Selain itu, ketepatan pembacaan skala oleh
pengamat, juga dapat mempengaruhi terjadinya kesalahan pengambilan data.

2. Data
Dari percobaan, dengan menurunkan panjang bandul yang besarnya bertahap,
dari 1 cm hingga 3 m, tekanan yang diperoleh berbeda-beda. Pada tabel tekanan yang
ada di pengolahan data, kita dapat melihat bahwa tekanan semakin besar seiring
dengan bertambahnya panjang bandul yang diturunkan. Namun pada data ketiga,
yaitu penurunan sebesar 2 cm, tekanan justru mengecil yaitu dar10705.4 kPa menjadi
10696.63. Penyimpangan ini terjadi kemungkinan karena beberapa factor penyebab
kesalahan yang telah disebutkan pada analisis hasil.
Bandul mencapai zat cair setelah mengalami penurunan sebesar 3 cm hingga
penurunan 9 cm.
Dengan menganggap persamaan P = Po + ρgh sebagai system persamaan
linear y = b + mx, maka m = ρg, dengan m adalah gradien. Dari grafik, kita dapat
mengetahui berapa besarnya gradien, yaitu sebesar 81, 570. Setelah mendapatkan
gradien dari persamaan, besarnya densitas dari zat cair tersebut dapat ditentukan
dengan persamaan m = ρg. Setelah dilakukan penghitungan, diperoleh densitas zat
cair yaitu sebesar 8,323 kg/m3.

3. Grafik
Grafik pada pengolahan data di atas menunjukkan hubungan antara panjang
penurunan bandul terhadap tekanan zat cair. Dari grafik tersebut, secara umum kita
dapat melihat bahwa semakin panjang penurunan bandul, tekanan yang dihasilkan pun
semakin besar. Bearti dapat diambil kesimpulan bahwa panjang penurunan bandul
sebanding dengan tekanan.

VI. Kesimpulan
Dari percobaan yang dilakukan sebelumnya dapat dtarik kesimpulan:
1. Tekanan berbandinglurus dengan perubahan ketinggian.
2. Besarnya massa jenis zat cair dalam percobaan yaitu 8,323 kg/m3.

VII. Referensi
1. Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice
Hall, NJ, 2000.
2. Young, Freedman. Physics of University, Tenth Edition, Addison Wesley
Youngman, 2000.
3. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended
Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.