Anda di halaman 1dari 4

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No.

1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1

Gaya Selingkung dan Template Artikel Ilmiah


Mahasiswa S1 ITS
Penulis P. Pertama, Pengarang K. Kedua, dan Dosen P. Pembimbing
Jurusan Para Pengarang, Fakultas Masing-masing, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: dosen_pembimbing@jurusan.its.ac.id
Abstrak—Yang dimaksud gaya selingkung (in house style) II.URAIAN PENELITIAN
adalah tatatulis yang dibakukan oleh penerbit sebuah tulisan
agar tulisan-tulisan yang dimuat memiliki kesamaan gaya A. Missing Value
(style). Selanjutnya, template adalah sumber baku penulisan
ilmiah yang biasanya sudah disediakan dalam bentuk file untuk Missing value merupakan kejadian dimana informasi yang
memudahkan penulis memenuhi gaya selingkung yang tidak tersedia untuk sebuah subyek (kasus).
disyaratkan. Untuk publikasi ilmiah mahasiswa S1 di ITS, file Beberapa teori menyatakan syarat-syarat dalam
ini adalah template yang berisi gaya selingkung untuk itu.
pengisian missing value sebagai berikut.
Tampilan yang ada di dalam template ini, dan juga yang
dituliskan penulis, tidak akan mengalami penyuntingan sebelum 1 Variabel kategorik adalah sebagai berikut.
penerbitan. Berikut adalah gaya selingkung yang dimaksud, a. Jika missing value < 5%, menggunakan List-
dimulai dari Abstrak. Abstrak dituliskan dengan paragraf wise option.
tunggal. Abstrak mencakup pendahuluan, metode dan hasil b. Jika missing ≥ 5%, definisikan missing value
yang dicapai, tanpa ada acuan pada daftar pustaka. Abstrak
sebagai sebuah kategori baru.
harus menggambarkan penelitian yang dilakukan secara
ekplisit dengan kalimat yang lugas dan jelas. Abstrak dan 2. Variabel kuantitatif adalah sebagai berikut.
artikel ditulis dalam bahasa Indonesia baku. Panjang abstrak a. Jika missing value < 5%, menggunakan List-
yang disarankan adalah antara 100 hingga 300 kata. wise option.
b. Jika antara 5% dan 15%, menggunakan replace
Kata Kunci—Tuliskan 4 atau 5 buah kata kunci atau frasa missing value.
menurut urutan alfabet dipisahkan dengan tanda koma. Jika lebih dari 15%, hapus variabel atau observasi.
B. Deteksi Outlier

O
Deteksi outlier adalah data dari observasi pada
I. PENDAHULUAN penelitian dimana data tersebut mempunyai nilai yang
berbeda dan tidak mencerminkan karakteristik data secara
LAHRAGA merupakan salah satu kegiatan wajib bagi setiap umum (Richard W.Johnson, 2007).
orang untuk menyeimbangkan aktifitas hidup. Seseorang Terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya outlier.
yang tidak seimbang kegiatan dan pola hidupnya akan lebih 1. Kesalahan pada pengambilan data.
banyak terserang penyakit, karena banyaknya racun yang 2. Kesalahan ketika memasukkan data.
tidak dikeluarkan dari dalam tubuh. Dengan demikian, salah 3. Pada kenyataannya memang ada data yang outlier.
satu cara yang baik untuk mengeluarkan racun dalam tubuh Data baru bisa dikatakan outlier jika data tersebut
adalah dengan olahraga. Jenis olahraga terbagi kedalam outlier secara univariat dan multivariat. Jika data tersebut
banyak bidang, salah satunya adalah tenis lapangan. hanya outlier secara univariat saja atau multivariat saja, maka
Tenis lapangan modern diperkenalkan oleh Mayor data tersebut belum bisa dikatakan outlier. Ada beberapa cara
Wingfield di Inggris pada 1873, dan setahun kemudian oleh dalam menangani masalah outlier adalah sebagai berikut.
Nona Mary Outerhridge di Amerika Serikat. Kompetisi tenis 1. Bila data outlier tersebut karena kesalahan dalam
lapangan yang paling terkemuka adalah Tennis Major pengambilan data atau dalam penginputan data, maka
Tournament atau Grand Slam. Kompetisi ini merupakan harus dilakukan pengecekan kembali dan data tidak
gabungan bagi empat kejuaraan tenis terkemuka di dunia, dapat dimasukkan ke dalam analisis.
masing-masing Australia Terbuka, Wimbledon, AS Terbuka, 2. Bila data outlier tersebut merupakan keadaan
sesungguhnya dan memang ada kejadian outlier
dan Perancis Terbuka (Roland Garros).
tersebut, maka data tetap dimasukkan dalam analisis
Dalam Tennis Major Tournament terdapat data-data hasil
karena merupakan informasi penting.Ada dua jenis
pertandingan yang menunjukan kualitas pemain. Namun
outlier adalah sebagai berikut.
pada data yang diperoleh tersebut akan dianalisis mengenai
a. Outlier univariat
missing value, yaitu beberapa data yang. Kemudian akan
Outlier univariat yaitu outlier yang terdeteksi
dianalisis pula apakah terdapat data yang outlier, yaitu data
berdasarkan satu variabel saja. Langkah-langkah mendeteksi
yang memiliki perbedaan sangat signifikan dengan data yang
data outlier univariat :
lainnya. Terakhir akan dianalisis apakah data yang digunakan
1. Melakukan standarisasi pada data.
telah memenuhi asumsi distribusi normal baik untuk data
2. Jika ukuran sampel ≤ 80, maka data dikatakan outlier
univariate maupun data multivariate.
jika skor standar berada di luar batas ± 2,5.
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 2

3. Jika ukuran sampel > 80, maka data dikatakan outlier d 2j  x 2p (0,50) ,maka H0 diterima artinya data
jika skor standar berada di luar batas ± 3.
b. Outlier multivariat berdistribusi normal multivariat.
Outlier multivariat yaitu outlier yang terdeteksi j) Selesai.
berdasarkan beberapa variabel. Mendeteksi data outlier
2. Distribusi Normal Univariat
multivariate dengan cara mencari jarak Mahalanobis D 2 . Distribusi normal univariat dapat digunakan dengan
Jarak Mahalanobis adalah versi multidimensi dari skor logika bahwa jika masing-masing variabel memenuhi asumsi
standar. Jarak Mahalanobis dapat dicari jika datanya terukur/ nomalitas maka secara bersama-sama (multivariat) variabel
tidak bersifat kategorik. tersebut juga dianggap memenuhi asumsi normalitas.
D2 Pemeriksaan distribusi normal univariat dapat dilakukan
Data dikatakan outlier secara multivariat jika > 2,5. dengan cara membuat q-q plot . Tahapan mendekti asumsi
df
normal uivariat adalah sebagai berikut.
Di mana D 2 adalah jarak mahalanobis dan df adalah
xi  x
jumlah variabel independen (Richard W.Johnson, 2007). a. Menghitung Z i  . (2.4)

C.Uji Asumsi Normalitas
b. Mengurutkan nilai Z i dari terbesar hinga terkecil.
Uji normalitas adalah mengetahui apakah distribusi normal
atau tidak. Uji normalitas pada multivariat harus dilakukan c. Jika nilai Z i > 3,00 (sampel besar) Z i >2,50 dan
pada seluruh variabel secara bersama-sama. menandakan observasi ke-i oultier.
1. Distribusi Normal Multivariat d. Dilakukan pengecekan menggunakan Q-Q plot dengan
Distribusi normal multivariat digunakan karena dua langkah-langkah sebagai berikut.
alasan, pertama, banyak kasus penelitian multivariat kurang 1. Urutkan data untuk mendapatkan
lebih mendekati distribusi normal, karena rata-rata sampel x (1) , x ( 2 ) ,..., x n dan juga nilai
dan matriks kovarian digunakan dalam prosedur inferensial
1
kedua, distribusi multivariat normal dan distribuai sampling (j )
untuk memberi kemudahan. 2 , untuk j=1,2,..,n. (2.5)
Hipotesis yang digunakan dalam pengujian normal n
Multivariat ini adalah : 2. Hitung nilai standar normal kuartil
H0 : data mengikuti distribusi normal multivariat q (1) , q ( 2 ) ,...., q ( n ) .
H1 : data tidak mengikuti distribusi normal multivariate
Daerah kritis : Tolak H0 jika t < 0,5 (50%). 3. Plot x ( j ) dengan q ( j ) dan lihat hasilnya lurus
Pemeriksaan distribusi normal multivariat dapat atau tidak.
dilakukan pada setiap populasi dengan cara membuat e. Pengecekan menggunakan uji koefien korelasi
scatter-plot dari nilai d 2j  ( x j  x) s 1 ( x j  x) dengan H0 : data berdistribusi normal
j  1,2,...n . Tahapan mendekti asumsi normal H1 : data tidak berdistribusi normal
Daerah kritis : tolak H0 jika Rq < Rq tabel
multivariat adalah sebagai berikut (Johnson & Wichern,
2002: 187).  ( xj  x)(qj  q)
a) Mulai Rq =
b) Tentukan nilai vektor rata-rata: x
 ( xj  x) 2  (qj  q) 2
(2.6)
c) Tentukan nilai matriks varians-kovarians: S
Keterangan :
d) Tentukan nilai jarak atau kuadrat setiap titik pengamatan qj = kuantil chi-square
dengan vektor rata-ratanya d 2j  ( x j  x) s 1 ( x j  x) f. Pengecekan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov
dengan j  1,2,...n (2.1) Hipotesis :
H0 : data berdistribusi normal univariat
e) Urutkan nilai d 2j dari kecil ke besar: H1 : data tidak berdistribusi normal univariat
d 2
(1) d 2
( 2) d 2
( 3)  ...  d 2
(n)
Statistik uji :
Dn  sup | S ( x)  F0 ( x) | atau p-value
1
i (2.7)
f) Tentukan nilai 2 , i  1,2,..., n
pj  Daerah penolakan :
n Tolak H0 jika Dn  D( a ,n ) atau p-value < α yang berarti
(2.2)
data tidak berdistribusi normal.
g) Tentukan nilai qj sedemikian hingga
q1
  p i atau
2 2
f ( x )d x
 III. PETUNJUK TAMBAHAN
qi , p ( p j )  x 2p ((n  i  1 / 2) / n) (2.3)
A. Gambar dan Tabel
2
h) Buat scatter-plot d j dengan q j Karena tim editor publikasi tidak akan melakukan
i) Jika scatter-plot ini cenderung membentuk garis lurus dan penyuntingan ulang terhadap posisi dan ukuran dari gambar
lebih dari 50% nilai ataupun tabel yang dicantumkan, Anda hendaknya
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 3

memastikan bahwa semua gambar dan tabel telah memenuhi Seluruh sumber pustaka yang diacu harus dicantumkan pada
kriteria yang telah disebutkan. Gambar dan tabel yang Anda Daftar Pustaka, sebaliknya semua sumber pustaka yang
telah atur akan tampil seperti apa adanya pada saat dicantumkan pada Daftar Pustaka harus diacu. Daftar Pustaka
dipublikasikan. Anda disarankan menampilkan gambar dan [9]-[30] adalah contoh sumber pustaka dalam bentuk-bentuk
tabel seperti contoh pada template ini. Konsultasikan terlebih selain yang sudah disebutkan di atas.
dahulu hasil penyuntingan Anda sebelum didaftarkan ke
D.Singkatan dan Akronim
sistem ejurnal ini.
Judul gambar harus diletakkan pada bagian bawah dari Definisikan singkatan dan akronim ketika pertama kali ia
gambar terkait dengan penyelarasan justify (lihat contoh). digunakan dalam teks, walaupun telah didefinisikan dalam
Jika gambar Anda terdiri lebih dari satu bagian, tambahkan abstrak. Singkatan yang sudah populer di bidangnya tidak
label “(a)”, “(b)”, dan seterusnya sebagai bagian dari gambar. perlu disingkat, seperti IEEE, SI, ac, dan dc (elektronika).
Jangan memberi garis batas tepi pada gambar. Sementara itu, Singkatan yang mengandung tanda titik tidak membutuhkan
judul tabel harus diletakkan pada bagian atas tabel dengan spasi: tulis “C.N.R.S.,” bukan “C. N. R. S.”. Jangan
penyelarasan tengah. Pastikan bahwa setiap gambar atau menggunakan singkatan pada judul kecuali tidak dapat
tabel yang dirujuk memang benar-benar ada dan setiap dihindari.
gambar atau tabel memang benar-benar dirujuk. Baik gambar E. Persamaan
maupun tabel diberi nomor menggunakan penomoran arab.
Penomoran persamaan harus bersesuaian dengan urutan
Untuk menuliskan label pada sumbu-sumbu dari sebuah
kemunculan rumus atau persamaan tersebut dalam teks.
diagram/gambar lebih baik digunakan kata daripada simbol.
Penomoran ditulis dalam tanda kurung dengan menggunakan
Pastikan semua simbol maupun kata dapat dibaca (readable).
marjin kanan, seperti dalam (1). Anda direkomendasikan
B. Formula Matematika untuk menggukan equation editor untuk membuat sebuah
Jika Anda menggunakan Word, gunakan Microsoft persamaan. Beri tanda titik pada akhir sebuah persamaan
Equation Editor untuk menulis setiap rumus atau persamaan yang merupakan bagian dari sebuah kalimat, seperti yang
yang muncul (Insert | Object | Create New | Microsoft terdapat pada
Equation). Jangan pilih opsi “Float over text”. N c
J (U , V )    u ik  D x k , vi 
m 2
C.Daftar Pustaka (1)
k 1 i 1
Urutan penomoran rujukan menggunakan angka arab di
dalam kurung siku [1]. Tanda titik dari akhir kalimat dengan semua besaran disajikan penjelasannya setelah
diletakkan setelah kurung siku [2]. Rujukan berganda [2], [3] persamaan, misal J adalah besaran utama, i dan k
harus disebutkan dalam kurung siku terpisah [1]–[3]. Ketika menyatakan indeks pada jumlahan; simbol besaran ditulis
mensitasi sebuah bagian dalam buku, hendaklah dengan bentuk huruf italics.
menyebutkan halaman yang dimaksud [2]. Dalam kalimat, Pastikan bahwa setiap simbol dalam persamaan yang Anda
cukup merujuk nomor rujukan, seperti [3]. Jangan sebutkan telah didefinisikan sebelum atau segera setelah
menggunakan “Ref. [3]” atau “rujukan [3]” kecuali pada awal persamaan tersebut muncul. Perhatikan bahwa simbol dicetak
kalimat: “Rujukan [3] menjelaskan... .” miring. Sementara itu, satuan dicetak biasa (misal, T dapat
Jika diperlukan, catatan kaki dapat dibuat secara terpisah merujuk kepada suhu, akan tetapi T merupakan tesla, satuan
dalam superscripts (Insert | Footnote) dengan nomer dari fluks magnet). Rujuk ke “(1),” bukan “Pers. (1)” atau
berurutan. Letakkan catatan kaki pada bagain terbawah dari “persamaan (1),” kecuali pada awal sebuah kalimat::
kolom di mana dia disitasi; jangan meletakkan catatan kaki “Persamaan (1) merupakan ... .”
pada daftar pustaka (endnotes).
F. Rekomendasi Lainnya
Pada bagian akhir dari dokumen ini terdaftar sejumlah
contoh penulisan sitasi dalam daftar pustaka yang Hendaknya Anda menggunakan sebuah spasi setelah titik
diharapkan. Sebutkan nama dari setiap penulis dan jangan maupun koma. Gunakan penulisan angka baku yang berlaku
menggunakan singkatan “et al.” atau “dkk.”. Gunakan spasi di Indonesia, misalnya nilai desimal: “0,25” bukan “0.25”.
setelah inisial dari penulis. Makalah yang belum Anda juga dapat menyajikan angka dengan penulisan ilmiah
dipublikasikan hendaklah disebutkan “belum dipublikasikan” seperti “2,4×10-6” dengan simbol pengali “×” bukan huruf
[4]. Makalah yang telah diterima untuk dipublikasikan, akan “x”. Gunakan satuan besaran menurut Sistem Internasional
tetapi belum diketahui nomor publikasinya hendaklah (SI). Ketidakpastian (errors) hendaknya ditampilkan menurut
disebutkan “akan dipublikasikan” [5]. Makalah yang telah kaidah baku, yaitu nilai rata-rata dan ketidakpastiannya
didaftarkan untuk dipublikasikan hendaklah disebutkan memiliki angka desimal yang sama, misalnya “2,580,07”,
“didaftarkan untuk dipublikasikan” [6]. Hendaklah menggunakan simbol “” bukan “+-“ atau “+/-“.
menyebutkan afiliasi dan alamat untuk setiap komunikasi Ketidakpastian dapat juga ditampilkan pada gambar
yang sifatnya pribadi [7]. menggunakan garis ketidakpastian (error bars).
Huruf besar hanya pada kata pertama dari setiap judul Pernyataan dalam tanda kurung pada akhir kalimat
makalah, kecuali nama dan simbol elemen. Untuk makalah hendaklah diberi tanda titik setelah tanda kurung penutupnya
yang dipublikasikan pada jurnal berbahasa selain Indonesia (seperti ini). (Sebuah pernyataan dalam tanda kurung
dan Inggris, hendaklah menuliskan judul bahasa indonesia hendaklah diakhiri dengan tanda titik sebelum tanda kurung
terlebih dahulu kemudian diikuti oleh judul aslinya [8]. penutupnya.)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 4

IV. PRINSIP-PRINSIP PUBLIKASI (gaya jurnal terjemahan),” IEEE Transl. J. Magn.Jpn., Vol. 2 (1987)
740–741 [Dig. 9th Annu. Conf. Magnetics Japan (1982) 301].
Isi publikasi on-line ini melalui proses telaah oleh tim [9] M. Young, The Techincal Writers Handbook. Mill Valley, CA: University
penguji dan akhirnya terarsipkan di Perpustakaan ITS. Science (1989).
[10] J. U. Duncombe, “Infrared navigation—Part I: An assessment of feasibility
Artikel-artikel yang dimuat adalah hasil penelitian (Periodical style),” IEEE Trans. Electron Devices, Vol. ED-11 (1959,
mahasiswa S1 ITS yang akan diwisuda pada periode setelah Jan.) 34–39.
pemuatannya. [11] S. Chen, B. Mulgrew, and P. M. Grant, “A clustering technique for digital
communications channel equalization using radial basis function
Beberapa hal yang penting diperhatikan oleh penulis: networks,” IEEE Trans. Neural Networks, Vol. 4 (1993, Jul.) 570–578.
1) Penulis wajib menghindarkan artikelnya dari [12] R. W. Lucky, “Automatic equalization for digital communication,” Bell
kemungkinan plagiarisme. Syst. Tech. J., Vol. 44, No. 4 (1965, Apr.) 547–588.
[13] S. P. Bingulac, “On the compatibility of adaptive controllers (Published
2) Jumlah halaman artikel adalah 3-6. Conference Proceedings style),” in Proc. 4th Annu. Allerton Conf. Circuits
3) Penulis terdiri atas mahasiswa S1 dan dosen pembimbing and Systems Theory, New York (1994) 8–16.
serta dapat ditambah dengan anggota lain yang turut [14] G. R. Faulhaber, “Design of service systems with priority reservation,” in
Conf. Rec. 1995 IEEE Int. Conf. Communications, 3–8.
berkontribusi pada penyelesaian artikel. Penulis pertama [15] W. D. Doyle, “Magnetization reversal in films with biaxial anisotropy,” in
adalah mahasiswa S1 yang berkepentingan untuk 1987 Proc. INTERMAG Conf., 2.2-1–2.2-6.
kelulusannya. [16] G. W. Juette and L. E. Zeffanella, “Radio noise currents n short sections on
bundle conductors (Presented Conference Paper style),” presented at the
4) Para penulis wajib menjamin bahwa hasil penelitian dan IEEE Summer power Meeting, Dallas, TX, Jun. 22–27 (1990) Paper 90
tulisan yang dimuat memenuhi kaidah ilmiah dan SM 690-0 PWRS.
standar penulisan ilmiah yang baik. Hasil dari penelitian [17] J. G. Kreifeldt, “An analysis of surface-detected EMG as an amplitude-
modulated noise,” presented at the 1989 Int. Conf. Medicine and
yang masih berlangsung (ongoing) tidak dapat diterima Biological Engineering, Chicago, IL.
untuk ditampilkan dalam artikel. [18] J. Williams, “Narrow-band analyzer (Thesis or Dissertation style),” Ph.D.
dissertation, Dept. Elect. Eng., Harvard Univ., Cambridge, MA (1993).
[19] N. Kawasaki, “Parametric study of thermal and chemical nonequilibrium
nozzle flow,” M.S. thesis, Dept. Electron. Eng., Osaka Univ., Osaka, Japan
V. KESIMPULAN/RINGKASAN (1993).
Tuliskan kesimpulan dari penelitian yang artikelnya Anda [20] J. P. Wilkinson, “Nonlinear resonant circuit devices (Patent style),” U.S.
Patent 3 624 12, July 16, (1990).
tulis ini tanpa mengulang hal-hal yang telah disampaikan di [21] IEEE Criteria for Class IE Electric Systems (Standards style), IEEE
Abstrak. Kesimpulan dapat diisi pula tentang pentingnya Standard 308 (1969).
hasil yang dicapai dan saran untuk aplikasi dan [22] Letter Symbols for Quantities, ANSI Standard Y10.5 (1968).
[23] R. E. Haskell and C. T. Case, “Transient signal propagation in lossless
pengembangannya. isotropic plasmas (Report style),” USAF Cambridge Res. Lab., Cambridge,
MA Rep. ARCRL-66-234 (II) (1994), Vol. 2.
[24] E. E. Reber, R. L. Michell, and C. J. Carter, “Oxygen absorption in the
LAMPIRAN Earth’s atmosphere,” Aerospace Corp., Los Angeles, CA, Tech. Rep. TR-
0200 (420-46)-3 (Nov. 1988).
Jika ada, lampiran muncul di sini. [25] (Handbook style) Transmission Systems for Communications, 3rd ed.,
Western Electric Co., Winston-Salem, NC (1985) 44–60.
[26] Motorola Semiconductor Data Manual, Motorola Semiconductor
UCAPAN TERIMA KASIH Products Inc., Phoenix, AZ (1989).
[27] (Basic Book/Monograph Online Sources) J. K. Author. (year, month, day).
Tuliskan ucapan terima kasih dengan bahasa baku, Title (edition) [Type of medium]. Volume (issue). Available: http://www.
misalnya, “Penulis A.F. (inisial nama mahasiswa) (URL)
[28] J. Jones. (1991, May 10). Networks (2nd ed.) [Online]. Available:
mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pendidikan http://www.atm.com
Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik [29] (Journal Online Sources style) K. Author. (year, month). Title. Journal
Indonesia yang telah memberikan dukungan finansial melalui [Type of medium]. Volume(issue), paging if given. Available:
http://www.(URL)
Beasiswa Bidik Misi tahun 2010-2014”. Penulis juga [30] R. J. Vidmar. (1992, August). On the use of atmospheric plasmas as
diperkenankan menyampaikan ucapan terima kasih kepada electromagnetic reflectors. IEEE Trans. Plasma Sci. [Online]. 21(3). pp.
sponsor penyedia dana penelitian. 876–880. Available: http://www.halcyon.com/pub/journals/21ps03-
vidmar

DAFTAR PUSTAKA
[1] Sitka Veranda, “Synthetic structure of industrial plastics (Book style with
paper title and editor),” in Plastics, 2nd ed. Vol. 3, J. Peters, Ed. New
York: McGraw-Hill (1964) 15–64.
[2] W.-K. Chen, Linear Networks and Systems (Book style). Belmont, CA:
Wadsworth (1993) 123–135.
[3] H. Poor, An Introduction to Signal Detection and Estimation. New York:
Springer-Verlag (1985) Ch. 4.
[4] B. Smith, “An approach to graphs of linear forms (Unpublished work
style),” belum dipublikasikan.
[5] E. H. Miller, “A note on reflector arrays (Periodical style—Accepted for
publication),” IEEE Trans. Antennas Propagat., akan dipublikasikan.
[6] J. Wang, “Fundamentals of erbium-doped fiber amplifiers arrays
(Periodical style—Submitted for publication),” IEEE J. Quantum
Electron., didaftarkan untuk dipublikasikan.
[7] C. J. Kaufman, Rocky Mountain Research Lab., Boulder, CO, komunikasi
pribadi, (1995, May).
[8] Y. Yorozu, M. Hirano, K. Oka, and Y. Tagawa, “Studi elektron
spektroskopi pada media optik-pembesar dan antarmuka substrat plastik