Anda di halaman 1dari 14

Tabel analisis PICO

Unsur PICO Analisis


(Terapi)
P (Problem) Pasien kemoterapi yang mengalami efek samping oral mucositis
setelah mendapatkan kemoterapi.
I (Intervention) Format identifikasi oral mucositis post kemoterapi.
C (Comparison) Anamnesa perawat menggunakan pertanyaan terbuka serta observasi
keluhan pasien setelah kemoterapi.
O (Outcomes) Diketahui adanya oral mucositis pada pasien yang menjalani
kemoterapi.

2.1 Pertanyaan Klinis


Apakah format pengkajian oral mucositis tepat digunakan untuk mengetahui kondisi
mucositis pada pasien onkologi yang menjalani kemoterapi?

2.2 Sumber Penelusuran dan Kata kunci


Pencarian jurnal database dalam EBN ini dengan menggunakan search engine jurnal yaitu:
1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/
2. http://search.ebscohost.com/
3. http://proquest.com

1
Tabel 2.2
Tabel Penelusuran dan Kata Kunci
No Kata Kunci Sumber Penelusuran
Proquest Ebsco Pubmed
1. a. Assessment Ditemukan 31.947 Ditemukan 7 jurnal Ditemukan 152 jurnal
b. Oral mucositis jurnal terkait terkait kemudian terkait, namun masih
c. Chemotherapy namun masih dipilih jurnal yang membahas gagal ginjal
membahas gagal relevan dengan dan terapi pengganti
ginjal serta EBN. ginjal secara luas.
hemodialisis secara Kemudian dilakukan
luas, kemudian pembatasan pada
dilakukan rentang tahun 2007-
pembatasan 2017, objek penelitian
pencarian pada manusia dan hanya
tahun 2007-2017 jurnal yang berbahasa
didapatkan 20.691 inggris sehingga
jurnal terkait. ditemukan 49 jurnal
Kemudian terkait.
dilakukan
penambahan kata
kunci Assessment
tools AND
Instrumen AND
Dialysis symptom
AND Burden AND
Wellness AND
Hemodialysis,
sehingga
didapatkan 130
jurnal terkait.
Setelah itu dipilih
jurnal-jurnal yang

2
berkaitan dengan
tema “nursing”,
hasilnya didapatkan
56 jurnal terkait.
Pada proses akhir
dipilih jurnal yang
relevan dengan
EBN yang akan
dilakukan.

Berdasarkan hasil pencarian jurnal, terdapat 3 artikel yang relevan dengan topik EBN yaitu:
1. Weisbord, S. D., Fried, L. F., Arnold, R. M., Rotondi, A. J., Fine, M. J., Levenson, D. J.,
& Switzer, G. E. (2004). Development of a symptom assessment instrument for chronic
hemodialysis patients: The dialysis symptom index.
2. Önsöz, H. B., & Yeşilbalkan, Ö. U. (2013). Reliability and validity of the turkish version
of the dialysis symptom index in chronic hemodialysis patients.
3. Flythe,J.E., Powell,J.,D. Poulton, C.,J., Westreich, K.,D. Handler,Lara, Reeve, B.,
Carey,Timothy (2015). Patient-Reported Outcome Instruments for Physical Symptoms
Among Patients Receiving Maintenance Dialysis: A Systematic Review.

3
BAB 3
TELAAH KRITIS
(CRITICAL APPRAISAL)

3.1 Deskripsi Jurnal


Ringkasan dari artikel-artikel yang digunakan serta penilaian masing-masing jurnal dan penilaian masing-masing disajikan pada
tabel berikut yang menyediakan ringkasan dari penulis, tahun publikasi, dan temuan kunci yang berkaitan dengan yang diusulkan
proyek EBN.
Telaah Kritis Jurnal
Penulis Judul Validitas Hasil Penelitian Applicability
Weisbord et Development of a  Penelitian ini menggunakan  Kuesioner DSI  Penelitian ini applicable untuk
al (2004) Symptom metode penelitian kualitatif menunjukkan hasil uji digunakan sebagai acuan dalam
Assessment dan kuantitatif melalui 4 fase. statistik kappa yang baik
pelaksanaan topik EBN karena
Instrument for Fase pertama peneliti memilih setelah dilakukan
memiliki kriteria responden yang
Chronic 4 kuesioner yang mengukur pengukuran ulang
Hemodialysis kualitas hidup pada pasien kuesioner dalam rentang sama dengan tempat pelaksanaan
Patients : The gagal ginjal dimana pada item waktu 1 minggu (uji EBN.
Dialysis Symptom pernyataannya terdapat gejala statistik Kappa  DSI terdiri dari 30 gejala-gejala
Index fisik dan psikologis yang 0.48±0.22) .
yang umum dialami pasien
dialami pasien gagal ginjal.  Berdasarkan hasil FGD,
Fase kedua peneliti teridentifikasi 75 gejala hemodialisis, pasien dapat
membentuk 3 kelompok Fokus yang kerap dialami pasien menilai beratnya gejala yang
Grup Diskusi guna hemodialisis. 46 gejala
dialami berdasarkan skala likert
menentukan luasnya rentang teridentifikasi pada ≥ 4
gejala yang dialami oleh pasien instrumen dan FGD. 12 0- 4. Kuesioner ini tidak
hemodialisis. Fase ketiga gejala dikelompokkan ke membutuhkan waktu lama untuk

4
peneliti melakukan diskusi dalam gejala lain, 4 gejala pengisian. Peneliti juga
dengan para ahli yang dinilai tidak relevan oleh menyatakan kuesioner dapat
memahami permasalahan para ahli, sehingga
digunakan untuk melihat
kualitas hidup dan gagal ginjal menyisakan 30 gejala
tahap akhir. Fase keempat pada kuesioner DSI. efektifitas dari hemodialisis,
peneliti meminta pendapat dari  Penelitian bertujuan untuk terapi, ataupun asuhan
nefrologis untuk menilai menyusun suatu
keperawatan yang telah
keakuratan kata-kata yang instrumen yang dapat
digunakan pada setiap item mengidentifikasi gejala diberikan.
pernyataan pada kuesioner DSI yang paling sering muncul
yang disusun. dan paling mengganggu
 Kuesioner DSI disusun dan pada pasien dengan
dikembangkan berdasarkan hemodialisis, sehingga
kuesioner yang sudah ada dapat bermanfaat bagi
sebelumnya, yaitu MSAS-SF pasien, renal provider
(Memorial Symptom serta bagi penelitian.
Assessment Scale-Short Form)
terdiri dari 32 item pernyataan
yang telah digunakan secara
luas untuk melihat frekuensi
serta beratnya gejala yang
dirasakan pasien kanker dan
AIDS. Alasan peneliti
menggunakan MSAS-SF
adalah karena berdasarkan
observasi dan studi literatur,
beberapa gejala fisik dan
psikologis yang dinyatakan
pada kuesioner tersebut sering

5
dialami serta mempengaruhi
kualitas hidup pasien gagal
ginjal yang menjalani
hemodialisis.
 Peneliti melakukan uji
reliabilitas kuesioner dengan
memberikan kuesioner DSI
yang berisi 30 pernyataan pada
20 pasien hemodialisis dari unit
dialisis VA Pittsburgh
Healthcare System. Kuesioner
diberikan oleh peneliti selama
pasien menjalani sesi
hemodialisis, kemudian 7 hari
selanjutnya kuesioner kembali
diberikan oleh peneliti yang
sama pada pasien yang sama.
Hajil uji reliabilitas penelitian
adalah sebagai berikut :
pengukuran percent total
agreement menunjukkan
keakuratan tinggi (0.80±0.09),
hasil uji statistik Kappa 0.06-
0.90 ( mean 0.48±0.22).
 Peneliti melakukan uji validitas
konten kepada 4 orang yang
ahli pada area kualitas hidup
dan gagal ginjal tahap akhir
serta 4 orang nefrologis klinis

6
untuk melihat kesesuaian
susunan kata, istilah serta cara
pengukuran yang digunakan
dalam DSI.
 FGD pada kelompok pertama
diikuti oleh 4 orang renal
providers (dokter, perawat, ahli
gizi) . 2 orang dokter memiliki
41 tahun pengalaman kerja
dengan pasien hemodialisis, 1
orang perawat dengan 16 tahun
pengalaman kerja merawat
pasien dengan hemodialisis,
serta ahli gizi dengan 16 tahun
pengalaman kerja pada
kelompok pasien gagal ginjal
dengan hemodialisis. 1 minggu
sebelum FGD, renal providers
diberikan kuesioner MSAS-SF
untuk dipelajari. Selama FGD
berlangsung, renal providers
berdiskusi mengenai item pada
MSAS-SF yang sesuai dengan
gejala yang ditemukan selama
menangani pasien gagal ginjal
dengan hemodialisis serta
mengidentifkasi gejala lain
yang perlu dimasukkan
kedalam kuesioner baru untuk

7
mengukur gejala yang timbul
pada pasien hemodialisis.
 FGD kedua dan ketiga
dilakukan pada pasien
hemodialisis dari 2 klinik
dialisis di area Pittsburgh yang
dipilih oleh perawat serta
nefrologis berdasarkan
kesediaan pasien untuk ikut
serta pada penelitian.
Kelompok FGD kedua terdiri
dari 10 orang pasien
hemodialisis ras Amerika-
Afrika, dengan karakteristik : 5
pria dan 5 wanita, rata-rata usia
52 tahun dan rata-rata
pengalaman hemodialisis 4,5
tahun, berasal dari urban area
dengan tingkat ekonomi
rendah, 3 orang pengalaman
kegagalan pada transplantasi
ginjal dan 7 orang dengan DM.
FGD ketiga terdiri dari 3 orang
ras Kaukasoid dengan
karakteristik : 2 wanita dan 1
pria, rata-rata usia 52 tahun,
pengalaman hemodialisis 6
tahun, ketiganya memiliki
pengalaman kegagalan

8
transplantasi ginjal, berasal
dari tingkat ekonomi
menengah ke atas dan tinggal
di area sub-urban. Alasan
peneliti membagi 2 kelompok
dengan ras yang berbeda
karena berdasarkan penelitian
sebelumnya, pasien
hemodialisis ras Afrika-
Amerika dan ras Kaukasoid
mengalami pengalaman
dengan gejala yang berbeda
serta untuk memastikan
kuesioner dapat digunakan
oleh populasi pasien
hemodialisis secara umum.
 FGD pada pnelitian ini
dipimpin oleh 1 orang
moderator yang sama, hasil
FGD dari ketiga kelompok
diolah oleh 1 orang peneliti.

Onsoz Reliability and  Peneliti melibatkan 135 pasien  Peneliti  Penelitian ini applicable untuk
(2015) validity oh the hemodialisis dari 2 unit mengungkapkan digunakan sebagai acuan dalam
Turkish version of the hemodialisis di Turki, namun bahwa kuesioner pelaksanaan topik EBN karena
Dialysis Symptom hanya 120 pasien yang mengisi DSI merupakan
memiliki kriteria responden yang
Index in Chronic kuesioner secara tepat. 62% kuesioner yang valid
Hemodialysis Patient. responden tidak memiliki reliabel digunakan sama dengan tempat pelaksanaan
penyakit kronis lain selain untuk mengkaji EBN.

9
gagal ginjal, rata-rata telah gejala pada pasien  DSI merupakan kuesioner yang
mengalami sakit ginjal antara gagal ginjal yang mudah dipahami, efisien serta
14 bulan- 138 bulan , serta rata- menjalani
mudah diterapkan untuk
rata telah menjalani hemodialisis.
hemodialisis selama 6 bulan-90 Perawat pengkajian gejala pada pasien
bulan. hemodialisis gagal ginjal yang menjalani
 Penelitian ini menyebutkan maupun tenaga
hemodialisis.
kriteria inklusi penelitian kesehatan lain dapat
adalah responden telah berusia menggunakan
≥18 tahun, dapat berbahasa kuesioner untuk
Turki, menjalani terapi pengkajian
hemodialisis dan bersedia ikut rutinsecara klinis
serta dalam penelitian. guna melihat
 Peneliti menggunakan Content perkembangan
Validity Index (CVI) yang gejala yang dialami
dilakukan oleh 10 orang ahli oleh pasien
untuk menentukan validitas hemodialisis yang
kuesioner CVI dengan nilai beresiko
0,82 (> 0,80). mengganggu
 Sebelum dilakukan penelitian, kualitas hidupnya.
peneliti melakukan uji
reliabilitas kuesioner pada 20
pasien hemodialisis dengan
hasil Cronbach α 0,79.
 Peneliti menyebutkan untuk
mengetahui indeks stabilitas
kuesioner dari waktu ke waktu
dilakukan uji Test-retest dalam
jangka waktu 1 minggu setelah

10
peneliti mengambil data pada
120 pasien hemodialisis yang
telah mengisi kuesioner. Hasil
uji Kappa berada pada rentang
0,1-0,89 dengan 23 item dari
30 pernyataan dalam kuesioner
memiliki nilai Kappa >0,60
dan hanya 2 item pernyataan
yang memiliki nilai Kappa <
0,20.
Flythe,et.,al Patient-reported  Peneliti menyebutkan  DSI merupakan kuesioner Penelitian ini applicable untuk
(2015) outcome instrument pertanyaan utama penelitian yang spesifik digunakan digunakan sebagai acuan dalam
for physical baik pada bagian judul, abstrak untuk pengkajian pada pelaksanaan topik EBN karena
symptoms among maupun di bagian pendahuluan pasien gagal ginjal yang
memiliki kriteria responden yang
patients receiving bahwa peneliti ingin menjalani hemodialisis,
maintenance dialysis : melakukan systematic review memiliki recall period sama dengan tempat pelaksanaan
A Systematic Review pada instrumen-instrumen yang pendek, yaitu 1 EBN
untuk mengidentifikasi gejala minggu sehingga dapat .
yang dialami oleh pasien yang digunakan untuk
mendapatkan terapi dialisis. mengkaji perubahan
 Peneliti melakukan systematic gejala akibat suatu
review berdasarkan panduan intervensi yang
dari US Department of Health dilakukan.
and Human Services Agency
for Healthcare Research and
Quality serta MOOSE (Meta-
analysis of Observational
Studies in Epidemiology)
dalam melakukan

11
pengumpulan data dan
melaporkan hasil penelitian.
 Kriteria inklusi dalam
penelitian adalah artikel yang
membahas tentang pasien
gagal ginjal yang menjalani
hemodialisis dengan usia ≥18
tahun, menggunakan instrumen
pengkajian gejala fisik,
instrumen mencakup > 3 gejala
fisik, instrumen telah dilakukan
validitas dan reliabilitas.
Sementara kriteria eksklusi
adalah artikel yang membahas
pasien gagal ginjal akut
ataupun yang mendapatkan
terapi dialisis jangka pendek,
tidak berbahasa inggris,
instrumen hanya mengkaji 1
gejala, instrumen dengan gejala
gangguan mental, instrumen
yang tidak memiliki data hasil
uji validitas dan reliabilitas.
 Peneliti menjelaskan artikel
yang akan direview dalam
sebuah diagram alur penelitian.
Artikel berasal dari MEDLINE
(Pubmed) tahun 1946-2015
sebanyak 1968 artikel dan

12
EMBASE (Elsevier) tahun
1966-2015 sebanyak 2345
artikel. Setelah menghilangkan
duplikasi artikel serta 3059
artikel yang tidak memenuhi
kriteria inklusi, didapatkan 89
artikel. 68 artikel dikeluarkan
karena tidak sesuai dengan
kriteria inklusi dan 37 artikel
ditambahkan berdasarkan
pencarian literatur. Artikel
yang akan dianalisis berjumlah
58 artikel dan 23 instrumen.

13
14