Anda di halaman 1dari 9

SISTEM PENDINGINAN

PADA PESAWAT TERBANG

ANICETHUS ASTRADA SIHALOHO


201412022

S1 TEKNIK MESIN
STT PLN
2017
LATAR BELAKANG

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat kemajuan yang


begitu pesat bagi perkembangan kehidupan manusia. Khususnya dalam
bidangTeknik Mesin. Salah satu bagian dari ilmu teknik mesin itu sendiri adalah
perawatanmesin yang dimana didalamnya terdapat proses pendinginan pada mesin
untukmenghindari terjadinya kerusakan.Salah satu cara untuk mencegah dan
mengurangi terjadinya kerusakan pada mesin itu adalah pendinginan sistem.
Sistem pendinginan dalam mesin kendaraanadalah suatu sistem yang berfungsi
untuk menjaga supaya temperatur mesin dalamkondisi yang ideal. Mesin
pembakaran dalam (maupun luar) melakukan proses pembakaran untuk
menghasilkan energi dan dengan mekanisme mesin diubahmenjadi tenaga gerak.
Mesin bukan instrumen dengan efisiensi sempurna, panashasil pembakaran tidak
semuanya terkonversi menjadi energi, sebagian terbuang melalui saluran
pembuangan dan sebagian terserap oleh material disekitar ruangbakar. Mesin
dengan efisiensi tinggi memiliki kemampuan untuk konversi panashasil
pembakaran menjadi energi yang diubah menjadi gerakan mekanis, denganhanya
sebagian kecil panas yang terbuang. Mesin selalu dikembangkan untuk mencapai
efisiensi tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan faktor ekonomis, dayatahan,
keselamatan serta ramah lingkungan.Proses pembakaran yang berlangsung terus
menerus dalam mesinmengakibatkan mesin dalam kondisi temperatur yang sangat
tinggi. Temperatu rsangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak
ekonomis, sebagian besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak terlalu jauh
dengan manusia sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur yang sangat
rendah juga tidak terlalu menguntungkan dalam proses kerja mesin. Sistem
pendinginan digunakanagar temperatur mesin terjaga pada batas temperatur kerja
yang ideal.Satu dari sekian banyak macam kendaraan adalah pesawat terbang.
Dalam makalah ini, penyusun menjelaskan menganai cara kerja sistem
pendinginan pada pesawat udara.
Komponen–komponen utama yang bekerja dalam
sistem pendinginan pesawat terbang:
Heat Exchanger
Komponen ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian utama (primary heat
exchanger) dan bagian sekunder (secondary heat exchanger). Aliran udara panas
(hot air) dari sumber pneumatik (bleed air) baik APU atau mesin akan diturunkan
temperaturnya oleh aliran udara yang diisap oleh sistem udara berpendorong (ram
air) dengan memanfaatkan sirip–sirip (fin) yang ada di dalam komponen penukar
panas tersebut.
Bleed air akan masuk ke bagian kompresor di air cycle machine (ACM) dan
didinginkan sekali lagi oleh bagian secondary heat exchanger. Kedua bagian heat
exchanger ini, pendinginannya masih menggunakan aliran udara luar yang
mengalir di sistem ram air. Bleed air yang sudah melewati primary heat exchanger
akan menjadi udara dengan temperatur hangat (warm air) sedangkan setelah
melewati secondary heat exchanger akan menjadi udara dingin (cold air).

Air Cycle Machine (ACM)


Udara yang telah diturunkan temperaturnya oleh primary heat exchanger akan
mengalir memasuki ACM dan dikompresikan. Udara yang terkompresi ini akan
mengalir ke secondary heat exchanger dan kembali masuk ke bagian turbin ACM.
Bleed air tersebut kemudian akan mengalami ekspansi dengan cepat dan masuk ke
bagian kondenser. Temperatur udara setelah melewati ACM akan berubah menjadi
udara sejuk (cool air).
Sistem Ram Air
Udara yang diambil dari sumber pneumatik pesawat masih berupa udara panas.
Pada saat di darat, pendinginan bleed air tersebut akan sangat mengandalkan
kecepatan aliran udara yang diisap oleh sistem ram air dari atmosfer. Komponen–
komponen yang termasuk di dalam sistem ram air pesawat antara lain pipa-pipa
(ram air ducts), aktuator jalan masuk (inlet actuator), pintu (ram air door),
pengontrol, sensor temperatur dan kipas peng (turbofan).
Sensor Temperatur Batas Bawah 35F
Temperatur udara dingin keluaran dari secondary heat exchanger diharapkan tidak
kurang dari 35 derajat Fahrenheit (sekitar 2 derajat Celcius) agar tidak terjadi
pembekuan. Sensor 35F akan memberikan sinyal ke pengontrol agar suhu udara
yang akan disalurkan ke kabin pesawat berada pada kisaran 2 derajat Celcius.
Pemisah Air (Water Separator)
Bagian ini berbentuk kantung (coalescer bag) yang akan mencegah air masuk ke
kabin pesawat. Saat terjadi penutupan pada bagian ini, tekanan akan meningkat dan
akan meyebabkan piston di bagian kantung terdorong dan menunjukkan warna
merah. Setelah melewati coalescer bag, udara dingin akan diteruskan ke saluran
distribusi dan masuk ke kabin pesawat melalui kipas (gasper fan).
Sistem Cadangan
Pengoperasian pesawat udara boleh dilakukan dengan mengikuti persyaratan
Minimum Equipment List (MEL) sesuai tipe pesawat yang beroperasi. Terkait
penyediaan tenaga pneumatik di darat, bahkan APU pesawat boleh dalam kondisi
tidak bisa digunakan sama sekali (inoperative). Saat APU tidak mampu
menyediakan tenaga pneumatik karena rusak atau hanya menghasilkan tenaga
listrik saja (electrical only), maka saat itulah pesawat membutuhkan sistem
cadangan dari luar, antara lain:
Ground Turbine Compressor (GTC)
GTC bisa menghasilkan tenaga pneumatik selama pesawat di darat hingga proses
menyalakan mesin (engine starting). Tenaga pneumatik dari peralatan ini akan
masuk ke sistem pendingin pesawat melalui sambungan pneumatik di darat
(pneumatic ground connector). Saat tersambung, maka sistem pendingin pesawat
akan bekerja normal seperti layaknya mendapatkan tenaga pneumatik dari APU.
Air Conditioned Cart (Mobil Pendingin)
Pilihan sistem cadangan lainnya adalah dengan menggunakan mobil pendingin
yang terhubung ke pesawat melalui sambungan udara terkondisikan di darat
(ground air conditioned connector) yang biasanya berada di bawah pesawat. Udara
dari mobil pendingin akan langsung terhubung ke saluran distribusi dan memasuki
kabin melalui gasper fan.
Kedua pilihan sistem pendingin pesawat cadangan tersebut sudah banyak tersedia
di bandara domestik di Indonesia. Tentu saja maskapai yang menggunakannya
akan dikenakan biaya tersendiri.
Perawatan Komponen
Perawatan ringan, mulai pembersihan, servis, lubrikasi hingga overhaul juga
diperlukan untuk menjaga agar komponen yang bekerja pada sistem pendingin
pesawat bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Kebersihan heat exchanger
harus terjaga untuk menjamin agar pertukaran panas di bagian ini bisa berjalan
optimal.
Pengoperasian pesawat di daerah tropis yang berdebu seperti di Indonesia kadang
mengharuskan pembersihan dengan interval yang lebih pendek dibandingkan
negara-negara subtropis.
Interval yang direkomendasikan pabrikan pesawat sekitar 4.000 jam terbang.
Setelah jam tersebut tercapai, heat exchanger harus segera dilakukan pembersihan.
Pembersihan ini bisa dilakukan di pesawat ataupun dilepas dari pesawat dan
dikerjakan di bengkel (workshop) perbaikan.
Biaya untuk pembersihan di bengkel bisa mencapai US$ 300 untuk setiap heat
exchanger-nya. Untuk pesawat tipe 737 yang menggunakan 4 heat exchanger maka
akan memerlukan biaya sekitar US$ 1.200. Biaya tersebut bisa bertambah apabila
pada saat diturunkan dari pesawat ditemukan adanya kerusakan pada komponen
tersebut.
Perawatan rutin untuk ACM adalah pemeriksaan kondisi minyak pelumas yang ada
di komponen tersebut setiap 500 jam terbang. Penambahan perlu dilakukan apabila
jumlah minimum sudah atau hampir tercapai.
Penambahan juga tidak boleh terlalu penuh karena bisa menyebabkan tekanan
minyak di ACM berlebih dan bisa berujung dengan terganggunya kinerja ACM.
Beberapa maskapai melakukan kebijakan pemeriksaan menyeluruh (bench check)
pada komponen ini untuk memastikan bahwa keluaran temperatur dari turbin ACM
bisa pada kisaran 0 hingga 4 derajat Celcius. Sama halnya dengan ACM, turbofan
juga memerlukan pemeriksaan kondisi minyak pelumasnya pada interval 500 jam
terbang.
Tipe perawatan yang dilakukan pada sensor 35F adalah dengan melakukan Built In
Test (BITE) untuk komponen tersebut. Pada saat BITE menunjukkan hasil yang
kurang bagus, maka perlu dilakukan penggantian komponen.
Penanganan yang tidak jauh berbeda juga harus dilakukan pada coalescer bag, saat
indikator merah terlihat, berarti saatnya untuk mengganti kantung pemisah air
(water separator) tersebut dengan yang baru.
Memang perlu dilakukan penanganan khusus terkait perawatan komponen pesawat
untuk menjaga agar kabin pesawat tetap dingin saat di darat. Sebuah logika
sederhana yang perlu diyakini maskapai adalah “pelayanan yang nyaman bagi
pelanggan akan berbanding lurus dengan alokasi anggaran untuk perawatan
pesawatnya.
Cara Kerja Sistem Pendingin Pesawat Terbang

Sistem pendinginan pada pesawat terbang adalah suatu sistem yang berfungsi
untuk menjaga supaya temperatur pesawat terbang dalam kondisi yang
ideal.Bahan bakar terbakar dalam silinder menghasilkan panas intens, sebagian
besaryang dikeluarkan melalui sistem pembuangan. Sebagian dari panas yang
tersisa,bagaimanapun, harus dihilangkan, atau setidaknya hilang, untuk
mencegah mesin dari overheating. Jika tidak, suhu mesin sangat tinggi dapat
menyebabkan hilangnya daya,konsumsi minyak yang berlebihan, ledakan, dan
kerusakan mesin yang serius.Sementara sistem minyak sangat penting untuk
pendinginan internal mesin,metode pendinginan tambahan diperlukan untuk
permukaan luar mesin. Pesawat yangpaling kecil didinginkan udara, meskipun
beberapa liquid cooled. Air-pendinginan dilakukan dengan udara yang mengalir
ke dalam kompartemenmesin melalui lubang di depan cowling mesin. Baffle rute
ini udara di atas sirip melekatpada silinder mesin, dan bagian lain dari mesin, di
mana udara menyerap panas mesin.Pengusiran udara panas terjadi melalui satu
atau lebih bukaan di bagian, bawah belakang dari cowling mesin.Udara luar masuk
ke dalam kompartemen mesin melalui inlet belakang hub baling-baling.
Baffle langsung ke bagian terpanas dari mesin, terutama silinder, yang memiliki
sirip yang meningkatkan area yang terkena aliran udara.Sistem pendingin udara
kurang efektif selama operasi darat, lepas landas, go-arounds, dan periode lainnya
daya tinggi operasi, kecepatan udara rendah. Sebaliknya,kecepatan tinggi ke
rendah membuat udara berlebih dan dapat mengejutkan-mendinginkan mesin,
menundukkan untuk fluktuasi suhu mendadak.Operasi mesin pada suhu lebih
tinggi dari yang dirancang dapat menyebabkanhilangnya daya, konsumsi minyak
yang berlebihan, dan peledakan. Hal ini juga akan menyebabkan kerusakan
permanen serius, seperti mencetak dinding silinder, piston danmerusak cincin, dan
membakar dan warping katup. Pemantauan instrumen mesin kokpitsuhu akan
membantu dalam menghindari suhu operasi yang tinggi. Dalam kondisioperasi
normal dalam pesawat tidak dilengkapi dengan cowl flaps, mengubah kecepatan
udara atau output tenaga mesin dapat mengontrol suhu mesin. Meningkatkan
kecepatan dan / atau mengurangi daya dapat menurunkan suhu mesin
tinggi.Pengukur suhu minyak memberikan indikasi tidak langsung dan tertunda
suhumesin naik, tetapi dapat digunakan untuk menentukan suhu mesin jika ini
adalah satu-satunya cara yang tersedia.Banyak pesawat yang dilengkapi dengan
pengukur suhu silinder-head.Instrumen ini menunjukkan perubahan suhu langsung
dan segera silinder. Instrumen inidikalibrasi dalam derajat Celcius atau
Fahrenheit, dan biasanya kode warna denganbusur hijau untuk menunjukkan
rentang operasi normal. Sebuah garis merah pada instrumen menunjukkan suhu
maksimum yang diizinkan kepala silinder.
Untuk menghindari suhu yang berlebihan kepala silinder, meningkatkankecepatan
udara, memperkaya campuran, dan / atau mengurangi kekuasaan. Salahsatu
prosedur membantu dalam mengurangi suhu mesin. Pada pesawat
dilengkapidengan cowl flaps, gunakan posisi lipatan cowl untuk mengontrol suhu.
Flaps Cowl adalah berengsel meliputi yang pas atas pembukaan melalui mana
udara panas yang dikeluarkan. Jika suhu mesin rendah, tutup cowl dapat ditutup,
sehingga membatasi aliran udara panas diusir dan meningkatkan suhu mesin. Jika
suhu mesin tinggi, flapscowl dapat dibuka untuk memungkinkan aliran udara yang
lebih besar melalui sistem,sehingga mengurangi suhu mesin. Dengan demikian,
mesin pesawat dapat tetap beroperasi dengan baik.
Kesimpulan
1. Sistem pendinginan dalam mesin kendaraan adalah suatu sistem yangberfungsi
untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal.Temperatur
sangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak ekonomis, sebagian
besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak
terlalu jauh dengan manusia sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur
yang sangat rendah juga tidak terlalu menguntungkan dalam proses kerjamesin.
Sistem pendinginan digunakan agar temperatur mesin terjaga padabatas temperatur
kerja yang ideal.
2. Sistem pendinginan pada pesawat terbang adalah suatu sistem yangberfungsi
untuk menjaga supaya temperatur pesawat terbang dalam kondisi yang ideal.
pendinginan dilakukan dengan udara yang mengalir ke dalam kompartemen mesin
melalui lubang di depan cowling mesin. Baffle rute diatas sirip melekat pada
silinder mesin, dan bagian lain dari mesin, di mana udara menyerap panas mesin.
Pengusiran udara panas terjadi melalui satu atau lebih bukaan di bagian, bawah
belakang dari cowling