Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN SENI BUDAYA

HASIL ARANSEMEN SENI MUSIK

Disusun oleh:
Adellya F
Chairy Azzadin K
Firza Sekar Prahesti
Ignasia Sukma
Kristian Jimmy Hamonangan (20)

Kelas XI MIIA 5

SMA Negeri 2 Cirebon

Jln. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 1 Cirebon


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Latar belakang dari aransemen atau pengubahan karya seni musik ini yaitu untuk
memenuhi salah satu tugas pelajaran seni budaya dan dorongan dari kurikulum bahwa
setiap siswa harus berkarya dan mengembangkan bakatnya.

B. Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas seni budaya
2. Dapat mengaransemen sebuah karya seni musik sendiri sesuai dengan
pengetahuan dan harmoni kita sendiri.

C. Rumusan Masalah
1. Apa itu seni musik?
2. Apa itu aransemen?
3. Apa saja hal yang harus diperhatikan dalam mengarnsemen seuah karya seni
musik?
4. Bagaimana cara mengaransemen sebuah karya seni musik?
PEMBAHASAN

 Pengertian Seni Musik

Seni musik berasal dari dua kata, yaitu “seni” dan “musik”. Seni adalah hasil cipta,
rasa, dan karsa manusia yang diwujudkan dalam berbagai sarana. Sedangkan musik
adalah hasil pengolahan suara, melodi, harmoni, ritme, vokal, dan tempo. Jadi, secara
harfiah seni musik adalah hasil cipta, rasa, dan karsa mausia yang diwujudkan dalam
olahan suara, melodi, harmoni, ritme, vokal, dan tempo.

Tidak ada arti kata seni musik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun
terdapat arti kata seni suara yang memiliki makna paling dekat dari seni musik. Arti
kata seni suara menurut KBBI adalah seni olah suara atau bunyi (nyanyian, musik,
dsb).

 Pengertian Aransemen

Aransemen merupakan bahasa serapan dari Belanda yaitu Arrangement. Aransemen


disini didefinisikan sebagai sebuah penyelarasan komposisi nada yang dipadukan
dengan jenis suara sang penyanyi berikut alat musik yang menggunakan patokan yang
telah ditentukan sebelumnya sehingga tidak ada perubahan musik itu sendiri.

Musik yang indah atau enak tentunya merupakan sebuah hasil kerja keras seorang
pengaransemen musik, atau biasa disebut arranger. Seorang arranger harus memiliki
penguasaan akan harmoni nada, yang nantinya akan disusun dan diselaraskan menjadi
sebuah karya yang bisa dinikmati.

Dalam pengelompokannya aransemen diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:

 Aransemen suara (vokal)

Aransemen vokal dapat diartikan penyelarasan beberapa warna suara yang


dikelompokan menjadi beberapa jenis suara misalkan suara satu, dua, tiga, empat, dst.
Beraneka jenis sura tersebut selanjutnya dipadukan untuk mendapatkan harmoni yang
diinginkan. Tidak mudah dalam melakukan hal tersebut karena selain menciptakan
keselarasan harmoni dari warna suara yang berbeda adalah suatu hal yang tidak
gampang, ad lagi kemungkinan ego dari masing-masing pemilik suara yang mungkin
ingin lebih menonjolkan keunggulannya masing-masing. Maka dari itu diperlukan
sebuah feel yang bagus dari seorang arranger dan juga jiwa kepemimpinan dalam
menentukan arah musiknya.
 Aransemen alat musik (instrumen)

Aransemen alat musik memiliki perbedaan yang mendasar dengan aransemen suara
yang melibatkan beberapa warna suara yang akan diselaraskan, dalam aransemen alat
musik tentunya yang akan diselaraskan adalah suara yang ditimbulkan oleh alat musik
tersebut. Saat beberapa alat musik dimainkan diperlukan sebuah harmoni yang selaras
agar musik tersebut menjadi indah dinikmati.

Dalam meng-aransemen alat musik, semakin banyak variasi alat musik yang
dimainkan maka akan semakin bervariasi pula harmoni yang bisa diciptakan. Untuk
itu seorang arranger kiranya harus menguasai harmoni dan akord agar hasil
aransemennya menjadi maksimal. Aransemen musik mengenal bisa terpilah menjadi
beberapa bagian yang biasa disebut Partituur (bahasa Belanda), Part (bahasa Inggris),
Parte bahasa Perancis), dan Partitura (bahasa Italia).

Dalam aransemen alat musik, bagian-bagian aransemen tersebut dimungkinkan


dimainkan secara bergantian, tidak seperti pada aransemen suara yang cenderung
dimainkan secara bersamaan.

 Perpaduan keduanya (suara dan alat musik)

Dari kedua aransemen tersebut kita bisa memadukannya menjadi satu kesatuan demi
mendapatkan sebuah harmoni yang memikat. Untuk menggabungkan kedua
aransemen tersebut kita tonjolkan suara (vokal) dengan alat musik (instrumen) yang
memainkan peranan sebagai pengiring.

Harmonisasi dari penggabungan aransemen suara dengan aransemen alat musik bisa
disebut juga dengan istilah lagu. Lagu terdiri atas suara (vokal) yang diringi alunan
nada dari alat musik yang dimainkan. Keduanya harus selaras dan seimbang untuk
mendapatkan komposisi nada yang enak dinikmati pendengar.
Dari aransemen tersebut kita akan dapat menikmati sebuah karya yang bisa membuat
kita hanyut dalam alunan nada dan harmoni yang menawan.
 Beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam membuat aransemen
adalah sebagai berikut.
1. Sebuah nyanyian terdiri atas lagu dan syair. Jadi, jangan menitikberatkan lagu
dengan melupakan syair. Isi syair harus menjadi titik pangkal bersama dengan lagu
untuk menentukan gaya aransemen.
2. Nyanyikanlah melodi tidak hanya secara lahiriah, tetapi juga dengan hati.
Dengarlah akor-akor yang melatarbelakanginya. Dengarkan suasana melodi dan
iramanya.
3. Dalam menyusun aransemen vokal yang penting adalah bunyinya. Aransemen
vokal tidak bisa dibunyikan dengan instrumen karena ambitus vokal dan alat musik
berbeda.
4. Aransemen yang baik adalah hasil dari suatu perkembangan. Jangan terlalu cepat
membuat aransemen sebelum sebuah aransemen benar-benar matang. Bunyi harus
sama dengan apa yang diharapkan oleh komponisnya.
5. Belum tentu sebuah aransemen akan berbunyi lebih indah karena detail dan
rumitnya susunan unsur-unsur musiknya. Belum tentu aransemen lima suara akan
lebih bagus daripada aransemen untuk empat suara atau tiga suara. Teori harus
dilakukan dengan praktik dan mengalami proses dan penyesuaian.
 Langkah-Langkah Menyusun Arasemen Vokal (Paduan Suara)

Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun aransemen paduan suara menangani


empat suara yang nyata, artinya harus menyusun empat lagu yang bersama-sama
mengungkapkan langkah-langkah harmonis.
Langkah-langkah mengaransemen vokal adalah sebagai berikut.

a. Nyanyikan lagu beserta syair dan carilah kesan yang diungkapkan dalam nada dan
kata, suatu ajakan bersama; renungan pribadi; cerita; syukur; asmara; rasa sedih; atau
gembira.
b. Perhatikan pula bunyi kata-kata seperti warna huruf hidup, dan penggunaan huruf
mati yang memperkuat kesan tersebut.
Nyanyikan lagu dan perhatikan hal-hal berikut.
1) Mana tempo yang paling cocok?
2) Manakah kesatuan hitungan yang enak?
3) Di manakah letak penggalan setengah kalimat dan akhir kalimat?
4) Biasanya penggalan itu sama dengan tempat pengambilan napas, akhir baris syair
atau empat ruang birama.
5) Buatlah tanda pada setiap penggalan.
6) Nama mana yang paling rendah, dan paling tinggi dalam lagu?
7) Pilihlah kuncinya hingga suara satu dapat bernyanyi dengan baik dan sekaligus di
bawahnya masih terdapat ruang cukup untuk suara lainlainnya.
c. Carilah akor untuk setiap kesatuan hitungan. Misalnya, dalam irama 4/4 pada tempo
sedang setiap pukulan ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4.
 Partitur Hasil Aransemen Ibu Kita Kartini
PENUTUP

 Kesimpulan
1. Seni musik adalah hasil cipta, rasa, dan karsa mausia yang diwujudkan dalam
olahan suara, melodi, harmoni, ritme, vokal, dan tempo.
2. Aransemen dibagi menjadi tiga, yaitu aransemen vokal, aransemen instrumen,
dan aransemen campuran.
3. Dalam mengaransemen vokal , kita harus memperhatikan hal-hal seperti Isi
syair harus menjadi titik pangkal bersama dengan lagu untuk menentukan gaya
aransemen, dan kita harus menyanyikan lagu dengan hati agar tercipta suatu
harmoni yang indah.