Anda di halaman 1dari 4

BAB IV MENGEMBANGKAN DAN MEMPERLUAS TUGAS ASESMEN

Tugas asesmen dikumpulkan sesuai tujuan. Hasil dari tugas-tugas asesmen tersebut, kita pilih
untuk digunakan “apa adanya” atau disesuaikan lagi sesuai tujuan. Beberapa pertanyaan berikut dapat
membantu kita memikirkan apakah tugas asesmen berguna.

 Apa yang harus kita coba untuk mencari tahu? Seberapa baik siswa memahami konsep
matematika? Seberapa baik siswa melakukan dan memahami ketrampilan matematika?
Seberapa baik siswa akan menggunakan apa yang mereka pelajari untuk memecahkan masalah
matematika? Dapatkah siswa menjelaskan apa yang mereka ketahui?
 Mengapa itn penting? Apakah konsep atau ketrampilan matematika penting dalam berbagai
macam situasi matematika? Apakah siswa perlu memahami suatu konsep matematika untuk
mempelajari topik baru? Apakah kita perlu sering melakukan asesmen ketrampilan matematika?
Apakah suatu strategi penting untuk menyelesaikan masalah?
 Apa kriteria sukses? Apakah satu jawaban benar saja sudah cukup? Apakah kita berharap siswa
memberikan lebih dari satu jawaban benar? Apakah kita ingin siswa kita untuk berpendapat
tentang jawaban mereka sendiri? Apakah kita ingin siswa menggunakan ketrampilan atau
konsep matematika dalam situasi yang berbeda?
 Bagaimana kita akan menggunakan bukti asesmen yang kita peroleh? Apakah tanggapan kita
pada tugas asesmen siswa akan kita beritahukan pada siswa? Apakah kita ingin tahu lebih
banyak tentang penalaran matematika siswa? Apakah hasil asesmen akan kita gunakan menilai?
Akankah kita membagikan hasil asesmen kepada orang tua siswa?

Tugas asesmen yang baik memberikan pengalaman pembelajaran yang positif bagi siswa. Kita
dapat menggunakan beberapa prinsip yang sama untuk mengumpulkan tugas asesmen yang kita
perlukan untuk menentukan tugas-tugas instruksional yang baik.

4.1 Mengembangkan Tugas Asesmen

Kadang-kadang kita tidak dapat menentukan tugas yang dapat menilai apa yang kita inginkan.
Mengembangkan tugas asesmen yang sesuai dengan pembelajaran merupakan hal yang penting.
Berikut merupakan beberapa pedoman umum untuk mengembangkan tugas asesmen.

 Menghindari keambiguan. Ambiguitas dalam tugas pembelajaran memungkinkan siswa untuk


membuat asumsi yang berbeda dan menggunakan pendekatan yang tidak sesuai. Penting bagi
siswa untuk mengetahui apa yang kita inginkan untuk mereka capai dan bagaimana mereka
akan dinilai. Suatu tugas asesmen yang baik akan sesuai dengan tujuan pembelajaran/
 Buatlah tujuan yang jelas di awal. Dalam tugas instruksional, kita terkadang kita meminta siswa
untuk melakukan kegiatan dipandu terpisah yang kemudian disatukan menjadi satu kesatuan
yang koheren. Namun, pada tugas-tugas asesmen, para siswa harus dengan jelas mengetahui
tujuan dari setiap tugas di awal, baik secara eksplisit melalui checklist sederhana atau secara
implisit melalui pertanyaan dengan kata-kata yang jelas.
 Hindari memilih konteks hanya untuk memberikan ketertarikan. Situasi yang menambah
ketertarikan instruksi dapat mengalihkan focus asesmen. Konteksnya harus membuat masalah
lebih mudah, bukan lebih sulit. Cobalah untuk menghindari konteks rumit yang tidak secara
langsung berhubungan dengan matematika atau konteks yang “menipu” dimaksudkan hanya
untuk memberikan ketertarikan.
 Jangan pernah mencoba untuk mengakses pemahaman beberapa konsep sekaligus. Tugas bias
menjadi kaya, yang memungkinkan siswa untuk menggunakan berbagai konsep dan proses.
Tugas Panjang yang mencakup konsep yang berbeda terlalu banyak tidak dapat memberikan
bukti yang akurat bagi pemahaman siswa.
 Hindari menggunakan kata-kata yang banyak dan tidak perlu dalam bertanya. Sebaiknya
gunakan kata-kata lebih sedikit tapi jelas.

Di bawah ini panduan untuk merancang tugas-tugas asesmen yang baik yang dapat dikembangkan
oleh guru (NCTM,2003:54)

1. Gunakan bahasa, konteks, dan audiens yang dapat diases dan akrab bagi siswa :
 Memberikan konteks yang tidak memerlukan pengetahuan khusus
 Tetap gunakan bahasa yang sederhana dan bebeas dari istilah kemungkinan
 Sertakan tuas dengan petunjuk visual (gambar atau diagram) dan kata-kata untuk menjelaskan
2. Memberikan siswa kesempatan siswa bermain peran atau sebagai audiens dalam suatu situasi
masalah
 Menetapkan standar untuk komunikasi matematika
 Buatlah tujuan tugas yang jelas kepada siswa dengan cara yang realistis
 Pertimbangkan minat siswa
 Beri siswa kesempatan untuk membuat keputusan atau mengekspresikan sudut pandang yang
dapat didukung dengan penalaran matematika
3. Membuat tugas yang memiliki hubungan autentik (dapat dipercaya) dengan konteksnya
 Gunakan situasi “pengalaman nyata” yang memungkinkan siswa untuk melakukan penalaran
yang realistis
 Cari tugas yang mempromosikan penggunaan berbagai model matematika, alat, dan sumber
daya.
4. Membuat tugas yang dapat diases untuk semua siswa namun harus dibedakan
 Cari tugas yang memberikan semua siswa kesempatan untuk mengerjakan tugas dan
menunjukkan prestasi positif
 Cari tugas yang tidak membatasi pengetahuan matematika siswa
 Cari tugas yang memberikan semua kesempatan siswa untuk berpikir dan bernalar tentang
ide-ide matematika yang penting
5. Jangan terlalu banyak memberikan struktur
 Menemukan keseimbangan antara “struktur” dan “keterbukaan” (memberikan bimbingan
terlalu banyak dapat membatasi kesempatan siswa untuk berpikir sendiri)
 Pilih situasi matematis yang dapat membantu siswa membuat hubungan antar konsep
matematika
 Memberikan contoh yang mudah
 Menampilkan metode yang salah dan meminta siswa untuk menyatakan mengapa itu tidak
benar.

Bagaimana kita mengembangkan tugas, tergantung pada kebutuhan kita dan gaya kita. Di bawah
ini ditawarkan dua scenario bagaimana kita dapat mengembangkan tugas baru

Skenario 1 : dari data ke matematika untuk tugas


Ide untuk tugas dimulai dengan data yang menarik atau situasi yang menarik, mungkin ditemukan di
koran atau majalah. Pertanyaan yang mungkin timbul, “ Di mana matematika dalam data atau situasi
ini?” atau “Apa pertanyaan atau pertanyaan matematika yang muncul?”

Skenario 2 : dari matematika untuk konteks matematika


Ide untuk tugas matematika dimulai dengan konsep matematika. Tugas asesmen ini berkembang dari
jawaban atas pertanyaan “Di mana seseorang menemukan matematika atau perlu menggunakan
matematika?”

Cara lain untuk berpikir tentang pengembangan tugas asesmen dapat melalui berikut ini
 Mulailah dengan sebuah ide
 Mengujinya
Apakah itu penting atau kontekstual?
 Apakah bukti pemahaman atau proses yang ditimbulkan?
 Menambahkannya
Dapatkah menghasilkan kebih dari satu produk atau lebih dari satu jenis pekerjaan siswa?
 Cobalah dengan siswa
Apakah siswa melihat tujuan matematika yang Anda lihat? Apakah tugas menggali apa yang
mereka tahu?
 Merevisinya bersamaan dengan tanggapan siswa

Data menarik yang ditentukan dalam ensiklopedi, almanac, buku olahraga catatan, surat kabar, dan
ilmiah basis data dapat digunakan untuk membuat tugas-tugas yang menantang bagi siswa sekolah.

Berikut ini beberapa saran yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan asesmen matematika
 Mulai dari yang kecil dan sengan resiko yang rendah. Mulai dengan satu atau dua pertanyaan
singkat berakhir tebuka, bukan pertanyaan investigasi yang panjang
 Bila Anda memiliki sebuah gagasan tentang tugas asesmen pada suatu waktu, maka mulailah
perencanaan yang matang untuk dapat diimplementasikan beberapa bulan kemudian
 Tulis tes singkat yang berfokus pada konsep penting sebelum membelajarkan konsep-konsep
matematika tersebut. Kemudian persiapkan siswa untuk lulus tes tersebut. Hal ini memungkinkan
kita untuk memfokuskan dengan jelas pada apa yang kita inginkan tentang apa yang harus
diketahui dan dapat dilakukan siswa
 Sebelum menggunakan pertanyaan asesmen untuk siswa, kita meminta kepada teman guru, siswa
atau peminat pendidikan matematika lain untuk membaca pertanyaan asesmen yang kita
kembangkan. Kita tanyakan kepada mereka apakah pertanyaan tersebut sudah jelas.
4.2 Memperluas Tugas-tugas Asesmen

Kita sering menemukan tugas instruksional atau tugas-tertutup yang menarik atau cocok dengan
konten rencana kita dalam pembelajaran, tetapi tugas asesmen tersebut tidak memenuhi kebutuhan
penilaian. Untuk alas an ini, kita dapat memperluas tugas asesmen. Berikut ini merupakan contoh
memperluas tugas asesmen, yang awalnya untuk individu 15 menit, diperluas untuk tugas 1 jam
(individu), dan akhirnya diperluas menjadi projek (kelompok)

Tugas individu 15 menit

Contoh tugas yang dikerjakan 15 menit secara individu sebagai berikut.

Setiap tahun SMP Nusantara memilih 22 wakil pengurus OSIS. Pada tahun-tahun lalu, biasanya dipilih 7
orang dari kelas VII, 8 orang dari kelas VIII dan 7 orang dari kelas IX. Dengan cara tersebut, setiap tingkat
kelas mendapat jumlah wakil yang sama, kecuali untuk kelas VIII, yang terpilih sebagai ketua OSIS
bersama dengan 7 orang perwakilan lainnya.

Tahun ini ada 467 anak kelas VII, 295 anak kelas VIII, dan 338 siswa kelas IX. Kita berpikir bahwa kelas VII
harus mendapatkan perwakilan lebih karena banyak siswa dalam kelas tersebut lebih banyak dari kelas
yang lain. Silahkan menganalisis situasi ini dan putuskan berapa banyak perwakilan dari masing-masing
kelas total 22 wakil pengurus OSIS sehingga diperoleh banyak wakil yang sesuai dengan banyak siswa
pada masing-masing tingkat kelas

Diperluas untuk tugas satu jam

Tugas individu 15 menit tersebut, diperluas menjadi tugas 1 jam yang dikerjakan secara individu sebagai
berikut.

“Tuliaslah surat yang akan diberikan kepada siswa supaya banyak wakil pengurus sesuai dengan banyak
siswa pada masing-masing tingkat kelas. Surat tersebut harus menjelaskan bagaimana menentukan
jumlah wakil untuk setiap kelas dan mengapa prosedur tersebut lebih adil dibandingkan dengan metode
tahun-tahun sebelumnya. Penting dijelaskan bahwa usulan tersebut dapat dipahami dan diterapkan,
bahkan jika banyak siswa pada masing-masing tingkat kelas berubah. Surat tersebut juga harus
menggunakan grafik atau media lainnya untuk mengomunikasikan ide-ide sejelas mungkin”

Diperluas menjadi proyek kelompok

Tugas tersebut dapat diperluas menjadi proyek yang dikerjakan secara kelompok sebagai berikut.

“Siapkan untuk menyajikan rekomendasi Anda dalam presentasi lima menit pada pertemuan sekolah
minggu depan. Anda mungkin ingin membawa poster atau alat bantu visual lainnya untuk membantu
presentasi Anda”