Anda di halaman 1dari 118

LAPORAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN BULAN (JANUARI FEBRUARI - MARET) TAHUN 2017

MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN BULAN (JANUARI – FEBRUARI - MARET) TAHUN 2017 RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI

RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI TAHUN 2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat Nya Laporan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit RS Bhayangkara Jambi dapat diselesaikan sesuai dengan kebutuhan dan harapan kita semua. Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan Rumah Sakit maka fungsi pelayanan RS Bhayangkara Jambi secara bertahap perlu terus ditingkatkan agar menjadi lebih efektif dan efisien serta memberi kepuasan kepada pasien, keluarga maupun masyarakat dengan meningkatkan mutu pelayanan di semua unit kerja terkait. Dalam rangka pelaksanaan peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di RS Bhayangkara Jambi diperlukan penyusunan program untuk memperbaiki proses pelayanan terhadap pasien secara terpadu serta meningkatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif sehingga semua kebutuhan pelayanan tercapai bagi masyarakat umum dan polri. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) RS Bhayangkara Jambi dan pihak pihak terkait yang telah membantu dalam penyusunan laporan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien dapat diselesaikan dengan baik. Disamping itu kami harapkan dengan adanya laporan evaluasi ini pelayanan kepada masyarakat khususnya pasien dapat dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan.

evaluasi ini pelayanan kepada masyarakat khususnya pasien dapat dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan. i

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sesuai dengan misi Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk dapat memberikan pelayanan bermutu dengan mengutamakan keselamatan pasien, untuk itu Rumah Sakit Bhayangkara Jambi melakukan kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang sesuai dengan standar akreditasi KARS versi 2012. Kegiatan ini dilakukan di setiap unit kerja/instalasi terkait untuk mengukur kinerja pelayanan rumah sakit dan sebagai manajemen kontrol untuk mendukung pengambilan keputusan. Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien Rumah Sakit Bhayangkara Jambi tahun 2017, menetapkan indikator rumah sakit yang sesuai dengan standar peningkatan mutu dan keselamatan pasien dari KARS versi 2012. Berdasarkan standar PMKP 3, dapat diklarifikasikannya indikator rumah sakit sebagai berikut : 10 indikator area klinik, 9 indikator area manajemen, 6 indikator sasaran keselamatan pasien. Selain pemantauan yang dilakukan oleh instalasi / init kerja masing- masing, pemantauan juga dilakukan melalui program valid data. Valid data merupakan alat penting untuk memahami mutu dari data mutu dan untuk mencapai tingkat dimana data tersebut cukup meyakinkan bagi para pembuat keputusan. Hitungan keakuratan dilakukan dengan membandingkan hasil data orang pertama dengan orang kedua. Hasil data orang kedua harus ≥ 90% dari hasil data orang pertama untuk dinyatakan sebagai data valid. Laporan PMKP (Januari Februari - Maret) Tahun 2017 ini dibuat untuk mengevaluasi perkembangan hasil pemantauan indikator mutu yang diambil oleh instalasi/unit.

B.

TUJUAN

1. Tujuan Umum

Diketahuinya mutu pelayanan dan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi pada bulan (Januari Februari - Maret) Tahun 2017.

2. Tujuan Khusus

a. Dievaluasinya peningkatan mutu Rumah Sakit Bhayangkara Jambi melalui pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien yang telah ditetapkan berdasarkan standar PMKP 3 dan 7 dalam periode pada bulan (Januari- Februari-Maret ) tahun 2017 di tiap - tiap unit dan instalasi terkait.

b. Dievaluasinya program keselamatan pasien dengan pemantauan insiden keselamatan pasien rumah sakit (IKPRS)

c. Dievaluasinya pelaksanaan program mutu spesifik lain yang dilakukan oleh tim/komite/unit terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien sebagai berikut :

1) Program manajemen resiko di tim manajemen resiko 2) Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) di unit kerja 3) Pemantauan mutu internal dan eksternal di instalasi laboratorium 4) Pengembangan manajemen klinik (PMK) di bidang keperawatan 5) Pemantauan hasil di komite PPI 6) Morning report di komite medik 7) Audit medik di komite medik 8) Pelaksanaan kerja sama dan perjanjian lainnya di tim pelaksana kerja

sama 9) Penilaian kinerja yang dilaksanakan di tim penilaian kinerja

d. Didapatkan rekomendasi dari direktur rumah sakit dan dewan pengawas mengenai pelaksanaan program mutu pelayanan dan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

BAB II KEGIATAN PEMANTAUAN INDIKATOR PMKP PADA BULAN (JANUARI - FEBRUARI - MARET ) TAHUN 2017

A. Kegiatan Pokok

Seperti telah dijelaskan diatas kegiatan pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien pada bulan (Januari - Februari - Maret) Tahun 2017. Adapun indikator yang dipantau adalah sebagai berikut :

1. Indikator area klinik

a. Asesment pasien: Kelengkapan asessmen nutrisi dan asesesmen nyeri

b. Pelayanan Laboratorium : Kelengkapan penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium

c. Pelayanan radiologi : Keterlambatan Penyerahan hasil

d. Prosedur - prosedur bedah : Kepatuhan peaksanaan timeout

e. Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan resep

f. Kesalahan medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan infus pasien.

g. Penggunaan anestesi dan sedasi : Pengkajian Pre-Anasthesi Dilaksanakan untuk Pasien Pra-Operasi Elektif dengan Anesthesi Umum

h. Penggunaan darah dan produk darah : Monitoring Tidak Terpakainya Produk Darah yang Sudah di Order

i. Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien : Waktu penyedian dokumen rekam medis rawat jalan

j. Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan :

Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD

2. Indikator area manajemen a. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat- obatan bagi pasien :

Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP)

b. Perencanaan dan pengembangan SDM

c. Manajemen Resiko : Insiden Tertusuk Jarum

d. Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

e. Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga : Kepuasan Pelanggan

f. Harapan dan Kepuasan Staf : Tingkat Kepuasan Staf

g. Demografi Pasien dan diagnosis klinis : Trend 10 besar diagnose dan data demografi yang bersangkutan

h. Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu

i. Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang membahayakan keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

3. Indikator sasaran keselamatan pasien

a. Identifikasi dengan pasien : Ketidak Pahaman Pasien Rawat Inap Baru Tentang Manfaat Pemakaian Gelang Identitas

b. Meningkatkan komunikasi efektif : Kepatuhan penerapan komunikasi dengan metode READ BACK pada saat pelaporan pasien dan penerimaan pasien secara verbal melalui telepon

c. Meningkatkan keamanan obat-obat dengan kewaspadaan tinggi :

Kepatuhan Pemberian Label Obat High Alert Oleh Farmasi

d. Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien :

Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Site Marking pada Pasien yang Akan Dilakukan Tindakan Operasi

e. Mengurangi resiko, infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan : Survey Kepatuhan melakukan hand hygiene staf medis Rumah Sakit

f. Mengurangi resiko cedera pasien akibat jatuh : Insiden Pasien Jatuh Selama Perawatan Rawat Inap Di Rumah Sakit 4. Evaluasi Risk Register Evaluasi manajemen resiko di team manajement resiko.

B. Cara Melakukan Kegiatan

1. Melakukan pemantauan indikator mutu secara berkesinambungan

2. Melakukan valid data pemantauan indikator mutu klinik

3. Melakukan tabulasi terhadap data hasil pemantauan indikator mutu

4. Melakukan penyampaian hasil penyampaian indikator mutu oleh masing- masing bagian/unit

5. Melakukan pembandingan data dengan rumah sakit lain

6. Menyusun laporan hasil pemantauan indikator mutu

C. Jadwal Kegiatan

1. Melakukan pelaporan hasil pemantauan indikator mutu oleh masing-masing bagian / unit dilakukan setiap bulan, menyusun program perbaikan mutu dengan teknik PDSA oleh penanggungjawab pengumpul data indikator mutu rumah sakit dilaporkan pada saat rapat triwulan

2. Melakukan pemantauan indikator mutu serta valid data yang dilaksanakan berkesinambungan

3. Melakukan tabulasi terhadap data hasil pemantauan indikator mutu (dilaksanakan tiap bulan)

4. Melakukan penyampaian hasil pemantauan indikator mutu dan valid data

mutu setiap 3 bulan

5. Menyusun laporan hasil pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien rumah sakit setiap 3 bulan

D. Pencatatan dan Pelaporan Pencatatan harian dilakukan oleh petugas pengumpul data, kemudian dilakukan rekapitulasi dan analisa oleh Penanggungjawab pengumpul data. Hasil analisa tersebut kemuadian dilaporkan ke UPM Data hasil pemantauan ditulis pada form pemantauan indikator mutu terintegrasidan terkumpul di Unit Penjamin Mutu dengan dilengkapi laporan tindak lanjut program dengan teknik PDCA untuk indikator yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan/setiap ditemukan suatu permasalahan di setiap unit kerja dan ditembuskan Unit Penjamin Mutu setiap bulan selambat- lambatnya minggu pertama bulan berikutnya. Hasil pengolahan dan analisa data di tuangkan dalam laporan tertulis kemuadian akan dilaporkan kepada direktur setiap 3 bulan sekali dalam rapat evaluasi triwulan.

BAB III

HASIL KEGIATAN

A. Pemantauan Indikator Mutu dan Keselamatan Pasien

1. Indikator Area Klinik

a. Asesment pasien: Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri

pasien rawat inap 70,00% 60,00% 60,00% 54,00% 50,00% 46,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Januari
pasien rawat inap
70,00%
60,00%
60,00%
54,00%
50,00%
46,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Asesment pasien: Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap

Asesment pasien:

Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap

Analisa :

persentase Kelengkapan

asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap pada bulan januari

sebesar 46% pada bulan februari sebesar 54% pada bulan maret 60%,

di karenakan tim dari PMKP mensosialisasikan tentang tata laksana

Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap yang

akan menyebabkan kerugian pada keselamatan pasien, dan tim PMKP

melakukan pengawasan dan pengontrolan di ruang rawat inap tentang

asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien, hal ini berdampak kepada

semua petugas rawat inap perawat melaksanakan pengisian asesmen

nutrisi dan asesmen nyeri pasien dengan benar, dan hampir mencapai

target sebesar 100%

Hasil analisa di dapatkan terjadi peningkatan

b. Pelayanan Laboratorium : Kelengkapan penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium

Pelayanan Laboratorium : Kelengkapan penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium

Pelayanan Laboratorium :

Kelengkapan penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium

90,00% 80,00% 80,00% 73,00% 70,00% 60,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Januari Februari
90,00%
80,00%
80,00%
73,00%
70,00%
60,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Analisa :

Hasil analisa di dapatkan terjadi peningkatan persentase Kelengkapan

penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium pada bulan januari

sebesar 60% bulan februari sebesar 73% dan bulan desember 80% ,ini

dikarenakan sudah lengkap penulisan permintaan pemeriksaan

laboratorium dan hampir mencapai target 0%.

b. Pelayanan radiologi : Keterlambatan Penyerahan hasil

Pelayanan radiologi : Keterlambatan Penyerahan hasil

Pelayanan radiologi :

Keterlambatan

Penyerahan hasil

8,00% 7,00% 7,00% 6,00% 5,00% 5,00% 4,00% 4,00% 3,00% 2,00% 1,00% 0,00% Januari Februari Maret
8,00%
7,00%
7,00%
6,00%
5,00%
5,00%
4,00%
4,00%
3,00%
2,00%
1,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Analisa :

Hasil analisa di dapatkan terjadi penurunan persentase Keterlambatan

Penyerahan hasil pada bulan januari 7% dan februari sebesar 5% dan

bulan maret 4% ini dikarenakan telah dibuatnya kebijakan tentang waktu

pelaksanaan pembacaan ekspertisi oleh dokter spesialis radiologi sehingga

diharapkan tidak terjadi lagi keterlambatan penyerahan hasil radiologi, dan

hampir mencapai target sebesar 0%.

d. Prosedur - prosedur bedah : Kepatuhan peaksanaan timeout

90,00% 88,00% 88,00% 86,00% 84,00% 84,00% 82,00% 80,00% 78,00% 78,00% Prosedur - prosedur bedah :
90,00%
88,00%
88,00%
86,00%
84,00%
84,00%
82,00%
80,00%
78,00%
78,00%
Prosedur - prosedur
bedah : Kepatuhan
peaksanaan timeout
76,00%
74,00%
72,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Telah terjadi peningkatan persentase pada bulan januari sebesar 78% dan

februari sebesar 84% dan bulan maret 88% ,tim PMKP melakukan

sosialisasi ulang dan pengawasan tentang Kepatuhan peaksanaan

timeout dan hampir mencapai target sebesar 0%.

e. Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan

resep

Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan resep

Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan resep

90,00% 87,00% 85,00% 85,00% 80,00% 75,00% 73,00% 70,00% 65,00% Januari Februari Maret PENCAPAIAN BULAN
90,00%
87,00%
85,00%
85,00%
80,00%
75,00%
73,00%
70,00%
65,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Analisa :

Telah terjadi peningktan persentase pada bulan januari sebesar 73% dan

februari sebesar 85% dan bulan maret 87%, apabila dokter menulis resep

obat diruangan di harapkan menulis dengan lengkap dan tim pmkp dan

apoteker melakukan sosialisai di setiap ruang perawatan untuk sosialisasi

penulisan resep, jika penulisan resep tidak lengkap akan merugikan

pasien dan bisa menyebabkan obat tertukar dan hampir mencapai target

100%.

f. Kesalahan

medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan

infus pasien. 6,00% 5,00% 5,00% 4,00% 4,00% 3,00% 3,00% 2,00% 1,00% 0,00% Januari Februari Maret
infus pasien.
6,00%
5,00%
5,00%
4,00%
4,00%
3,00%
3,00%
2,00%
1,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Kesalahan medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan infus pasien.

Kesalahan medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan infus pasien.

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan januari sebesar 5% dan

februari sebesar 4% dan bulan maret 3%, apabila tetesan infus tidak

terkontrol dengan baik akan menyebabkan bisa terjadi kelebihan dan

kekurangan cairan, setelah dilakukan pengontrolan dengan membuat

catatan infus diharapakan tidak terjadi lagi medikasi eror dalam

pengontrolan infus.

g. Penggunaan

anestesi

dan

sedasi

:

Pengkajian

Pre-Anasthesi

Dilaksanakan untuk Pasien Pra-Operasi Elektif dengan Anesthesi Umum

Penggunaan anestesi dan sedasi : Pengkajian Pre-Anasthesi Dilaksanakan untuk Pasien Pra-Operasi Elektif dengan Anesthesi

Penggunaan anestesi dan sedasi : Pengkajian Pre-Anasthesi Dilaksanakan untuk Pasien Pra-Operasi

Elektif dengan

Anesthesi Umum

97,50% 97,00% 97,00% 96,50% 96,00% 96,00% 95,50% 95,00% 94,50% 94,00% 94,00% 93,50% 93,00% 92,50% Januari
97,50%
97,00%
97,00%
96,50%
96,00%
96,00%
95,50%
95,00%
94,50%
94,00%
94,00%
93,50%
93,00%
92,50%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Analisa :

Setelah melakukan pendekatan kepada dokter anastesi untuk selalu

melaksanakan visite pre operasi sehingga pengkajian anastesi untuk

pasien pre operasi elektif sehingga terjadi peningkatan pada bulan januari

sebesar 94 % dan februari sebesar 96% dan bulan maret 97% , hampir

mencapai target sebesar 100%.

h. Penggunaan darah dan produk darah : Monitoring Tidak Terpakainya

Produk Darah yang Sudah di Order

100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Januari Februari Maret
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN

Penggunaan darah dan produk darah :

Monitoring Tidak Terpakainya Produk Darah yang Sudah di Order

Analisa :

tidak ada lagi kejadian darah yang diorder tidak di pakai karena waktu

pengorderan di sesuaikan dengan kondisi pasien sehingga pada bulan

januari sebesar 0% dan februari sebesar 0% dan bulan maret 0%

i. Ketersedian,

isi

dan

penggunaan

rekam

medis

pasien

:

Waktu

penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan

Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien : Waktu penyedian dokumen rekam medis rawat jalan

Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien : Waktu penyedian dokumen rekam medis rawat jalan

74,00% 72,00% 72,00% 70,00% 70,00% 68,00% 66,00% 65,00% 64,00% 62,00% 60,00% Januari Februari Maret
74,00%
72,00%
72,00%
70,00%
70,00%
68,00%
66,00%
65,00%
64,00%
62,00%
60,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Analisa :

Terjadi penigkatan Waktu penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan

oleh petugas rekam medik yang lengkap, di karenakan terus melakukan

sosialisasi tentang waktu tggu kelenkapan dokumen rekam medis rawat

jalan sehingga pad bulan januari sebesar 65% dan februari sebesar 70%

dan bulan maret 72%

j. Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan :

Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD 70,00% 60,00% 59,00% 54,00% 50,00% 48,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00%
Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD
70,00%
60,00%
59,00%
54,00%
50,00%
48,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan : Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD

Pencegahan dan

pengendalian

infeksi, survailence dan

pelaporan : Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD

Analisa :

Pada Kepatuhan petugas memakai APD ini dilakukan sosialisasi ulang tentang cara memakai APD yang bak dan benar di rumah sakit bayangkara serta selalu melakukan pengawasan terhadap petugas dalam memakai APD yang di bantu oleh tim PPI rs bayangkara sehingga kepatuhan pemakain APD di rumah sakit dapat terlasksana dengan baik dan benar di dapatkan data pada bulan januari sebesar 48% dan februari sebesar 54% dan bulan maret 59% .belum mencapai target sebesar

100%.

2. Area Manajerial a. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat- obatan bagi pasien :

Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP)

3,10%

3,00%

2,90%

2,80%

2,70%

2,60%

2,50%

2,40%

3,00% 2,70% 2,60% Januari Februari Maret
3,00%
2,70%
2,60%
Januari
Februari
Maret

Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat- obatan bagi pasien : Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP)

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan januari 3% dan februari sebesar 2,7% dan bulan maret 2,6% Hal ini terjadi karena anggota dari Unit Farmasi selalu memonitoring stok obat essensial dan Melakukan pengawasan agar tidak terjadi kekosongan stok obat essensial sehingga Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP) hampir mencapai target sebesar 0%, dan pelayanan kepada pasien menjadi maksimal karena terapi terlaksana sesuai dengan terapi yang di berikan sehingga dapat mengurangi lama perawatan pasien.

b. Perencanaan dan pengembangan SDM 16,00% 15,00% 14,00% 13,00% 12,00% 10,00% 10,00% 8,00% 6,00% 4,00%
b. Perencanaan dan pengembangan SDM
16,00%
15,00%
14,00%
13,00%
12,00%
10,00%
10,00%
8,00%
6,00%
4,00%
2,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Perencanaan dan pengembangan SDM

Perencanaan dan pengembangan SDM

Analisa :

Perencanaan dan pengembangan SDM di rs bayangkara belum semua personil ikut serta dalam pelatihan dan pengembangan karir ada beberpa yang baru menigkuit pengembangan sdm baik di dalam rumah sakit maupun di luar rumah sakit pada bulan janurati sebesar 10%, bulan februari 13% dan bulan maret 15% dan belum mencapai target 100%

c. Manajemen Resiko : Insiden Tertusuk Jarum

100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Januari
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN

Manajemen Resiko :

Insiden Tertusuk Jarum

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan januari sebesar 0 % dan februari sebesar 0% dan bulan maret %, Insiden Tertusuk Jarum Dan hampir mencapai target sebesar 0%. Terjadinya penurunan Insiden Tertusuk Jarum pada setiap bulannya dikarenakan terus dilakukan pengawasan dan memonitoring tindakan sesuai dengan SOP oleh Tim PPI. Sehingga dengan terlaksananya pengawasan dan monitoring tindakan sesuai dengan SOP tidak terjadi insiden tertusuk jarum pada petugas medis dan tidak menyebabkan penularan infeksius dari insiden tertusuk jarum.

d. Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses

Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

120,00%

80,00%

60,00%

40,00%

20,00%

0,00%

Januari

Februari

Maret

PENCAPAIAN BULAN

40,00% 20,00% 0,00% Januari Februari Maret PENCAPAIAN BULAN Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam

Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

100,00%

100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

100,00%

100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

Analisa :

Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien

Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi telah mencapai target sebesar

100%, Bidang pelayanan radiologi selalu meningkatkan fasilitas dan

pelayanan CT-Scan dan melakukan perawatan berkala pada alat CT-

scan agar tidak rusak, sehingga Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam

Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi

Radiologi dapat terlaksana dan terus mencpai target 100%.

e. Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga : Kepuasan Pelanggan

96,00% 95,00% 94,00% 92,00% 92,00% 90,00% 88,00% 86,00% Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga :
96,00%
95,00%
94,00%
92,00%
92,00%
90,00%
88,00%
86,00%
Harapan dan Kepuasan
pasien dan Keluarga :
85,00%
84,00%
Kepuasan Pelanggan
82,00%
80,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Telah terjadi peningkatan

dan februari sebesar 92% dan bulan maret 95% Kepuasan Pelanggan di

rs bhayangkara Dan hampir mencapai target sebesar 100%. Peningkatan

Kepuasan Pelanggan yan terjadi setiap bulan tidak terlepas dari peran

serta seluruh pegawai rumah sakit bhayangkara jambi dalam

meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dengan baik kepada pasien

ataupun keluarga pasien sehingga pasien ataupun keluarga pasien puas

dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit bahayangkara jambi.

persentase pada bulan januari sebesar 85%

f. Harapan dan Kepuasan Staf : Tingkat Kepuasan Staf

96,00% 94,00% 94,00% 92,00% 90,00% 90,00% 88,00% 87,00% 86,00% Harapan dan Kepuasan Staf : Tingkat
96,00%
94,00%
94,00%
92,00%
90,00%
90,00%
88,00%
87,00%
86,00%
Harapan dan Kepuasan
Staf : Tingkat Kepuasan
Staf
84,00%
82,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Peningkatan Kepuasan staf yang terjadi setiap bulan tidak terlepas dari peran karumkit dan staf manajemen rumah sakit bhayangkara jambi dalam meningkatkan fasilitas rumah sakit dan pemeberian insentif terhadap staf, yang mengalami peningkatan secara berkala, yang berdampak terjadinya pelayanan di rumah sakit menjadi baik.dengan persentase pada bulan januari sebesar 87% dan februari sebesar 90% dan bulan maret 94 % dan Kepuasan Staf di rs bhayangkara Dan hampir mencapai target sebesar 100%.

g. Trend 10 besar diagnose dan data demografi yang bersangkutan :

Demografi pasien yang terdiagnosis Demam Typoid di Rawat Inap

Bulan Januari

Bulan Februari

Bulan Maret

demam tifus =104

demam fifoid dan paratifoid = 160

demam fifoid dan paratifoid =

105

demam bolak balik = 104

hipertensi esensial = 120

dispepsia = 101

dispepsia =100

dispepsia = 97

hipertensi esensial = 86

demam fifoid dan paratifoid = 99

Migren dan chepalgia = 87

DM bergantung insulin = 85

hipertensi esensial = 93

DM bergantung insulin = 78

demam bolak balik = 65

DM tergantung insulin = 93

ISPA = 69

Gangguan daya lihat = 45

Migren dan chepalgia =83

DM tidakk tergantung insulin = 67

ISPA = 40

Diare dan GEA oleh oenyebab =

Diare dan GEA oleh oenyebab =

Bronkitis akut dan bronkilitis =

48

53

32

ISPA =40

demam bolak balik = 40

Hipertensi portal = 30

Bronkitis akut dan bronkilitis = 33

Hipertensi portal = 39

Gastritis dan duodentis = 30

Trend 10 Diagnose

120,00%

120,00%  
120,00%  
120,00%  
 

100,00%

 

100,00%

100,00%

100,00%

80,00%

 

60,00%

 
60,00%   Trend 10 Diagnose

Trend 10 Diagnose

40,00%

 

20,00%

 

0,00%

 

Januari

Februari

Maret

Analisa :

Presentase Demografi pasien yang terdiagnosis demam typoid di rawat

inap Pada bulan januari sebesar 100% bulan februari sebesar 100% dan

bulan maret sebesar 100% telah mencapai target sebesar 100%,dari data

demografi diagnose demam thypoid sudah di dapatkan kelengkapan data

demografi yang meliputi Umur, Jenis Kelamin, Daerah Asal.

h. Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu

70,00% 68,00% 68,00% 66,00% 65,00% 64,00% 62,00% 60,00% 60,00% Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu pemberian
70,00%
68,00%
68,00%
66,00%
65,00%
64,00%
62,00%
60,00%
60,00%
Manajemen Keuangan
: Ketepatan waktu
pemberian imbalan
sesuai kesepakatan
waktu
58,00%
56,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu di rs

bayangkara Pada bulan januari sebesar 60 % bulan februari sebesar 65%

dan bulan maret sebesar 68% belum mencapai target sebesar 100%,

keterlambatan pembayaran di sebebabkan karena keterbatasan SDM.hal

ini mengakibatkan pembayaran tidak sesuai dengan waktu yang telah di

sepakati.

i. Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang membahayakan

keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang milik

pasien, keluarga dan karyawan yang hilang 0,12% 0,10% 0,10% 0,08% 0,06% 0,04% 0,02% 0,00% 0,00%
pasien, keluarga dan karyawan yang hilang
0,12%
0,10%
0,10%
0,08%
0,06%
0,04%
0,02%
0,00%
0,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang membahayakan keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang

Pencegahan dan

pengendalian

peristiwa yang

membahayakan

keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

Analisa :

Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

pada buan januari dan februari 0%, dan pada bulan maret terjadi

peningkatan ada kehilangan sebesar 0,10% dan ini di sebabkan

kurangnya pengawasan keamanan dan juga kelalaian pasien dan

keluarga pasien saat menjaga pasien di ruang rawat inap.

3. Keselamatan Pasien a. Identifikasi dengan pasien : Ketidak Pahaman Pasien Rawat Inap Baru Tentang Manfaat Pemakaian Gelang Identitas

6,00%

5,00%

4,00%

5,00% 3,00% 3,00% Januari Februari Maret PENCAPAIAN BULAN
5,00%
3,00%
3,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
3,00% 3,00% Januari Februari Maret PENCAPAIAN BULAN Identifikasi dengan 3,00% pasien : Ketidak 2,00%

Identifikasi dengan

3,00%

pasien : Ketidak

2,00%

Pahaman Pasien Rawat Inap Baru

1,00%

Tentang Manfaat Pemakaian Gelang Identitas

0,00%

Analisa :

Setelah melakukan sosialisasi yang berulang ulang dan pemahaman petugas tentang pemanfaatan gelang pada pasien diharapkan bisa menenrangkan kepasien dan keluarga tentang manfaat penggunaan gelang identitas sehingga pasien dan keluarga juga mengerti dan memahami manfaat gelang identitas dibuktikan dengan terjadi penurunan persentase pada bulan januari sebesar 5% dan februari sebesar 3% dan bulan desember 3%, dan mencapai target <10%.

b. Meningkatkan komunikasi efektif : Kepatuhan penerapan komunikasi

dengan metode READ BACK pada saat pelaporan pasien dan penerimaan

pasien secara verbal melalui telepon 88,00% 87,00% 86,00% 85,00% 84,00% Meningkatkan komunikasi efektif : 82,00%
pasien secara verbal melalui telepon
88,00%
87,00%
86,00%
85,00%
84,00%
Meningkatkan
komunikasi efektif :
82,00%
80,00%
80,00%
78,00%
76,00%
Kepatuhan penerapan
komunikasi dengan
metode READ BACK
pada saat pelaporan
pasien dan
penerimaan pasien
secara verbal melalui
telepon
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Analisa :
Untuk
pelaksanaan
read
back
diruangan telah dilaksanakan secara

berkesinambungan karena dilakukan pengawasan oleh kepala ruangan

dan katim ruangan yang selalu mengingatkan petugas dan dokter DPJP

untuk melaksanakan read back diharapkan setiap petugas memahami

manfaat komunikasi efektif sehingga tidak ada kejadian miss komunikasi

antara perawat dan dokter DPJP dengan terjadi peningkatan persentase

pada bulan januari sebesar 80% dan februari sebesar 85% dan bulan

maret 87% dan hampir mencapai target sebesar 100%.

c. Meningkatkan

keamanan

obat-obat

dengan

kewaspadaan

tinggi

:

Kepatuhan Pemberian Label Obat High Alert Oleh Farmasi

97,20% 97,00% 97,00% 97,00% 96,80% 96,60% 96,40% 96,20% 96,00% 96,00% 95,80% 95,60% Meningkatkan keamanan
97,20%
97,00%
97,00%
97,00%
96,80%
96,60%
96,40%
96,20%
96,00%
96,00%
95,80%
95,60%
Meningkatkan
keamanan obat-obat
dengan kewaspadaan
tinggi : Kepatuhan
Pemberian Label Obat
High Alert Oleh
Farmasi
95,40%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Kepatuhan Pemberian Label Obat High Alert Oleh Farmasi dan hampir

mencapai target sebesar 100%, Pada bulan bulan sebelumnya masih

banyak ditemukan obat- obat high alert yang belum di beri label sehingga

dari SKP dan Apoteker melakukan sosialisasi dan pengawasan yang rutin

terhadap jenis jenis obat high alert yang harus diberikan label di setiap

ruangan sehingga terjadi peningkatan persentase pada bulan januari

sebesar 96% dan februari sebesar 97% dan bulan maret 97% walaupun

belum mencapai target sebesar 100%, untuk selanjutnya apoteker

melakukan pengawasan dan pengontrolan ke semua ruangan sehinnga

tidak ada lagi ditemukan obat high alert yang tidak di berikan label,

dengan demikian akan mencapai target 100% untuk yang akan datang.

d. Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien :

Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Site Marking pada Pasien yang

Akan Dilakukan Tindakan Operasi 97,00% 96,00% 96,00% 95,00% 95,00% 94,00% 93,00% 92,00% 92,00% 91,00% 90,00%
Akan Dilakukan Tindakan Operasi
97,00%
96,00%
96,00%
95,00%
95,00%
94,00%
93,00%
92,00%
92,00%
91,00%
90,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN
Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien : Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Site Marking

Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien : Kepatuhan

Pelaksanaan Prosedur

Site Marking pada Pasien yang Akan Dilakukan Tindakan Operasi

Analisa :

Untuk pelaksanaan site marking sudah terlaksana dengan baik karena

pemahaman dokter dalam melakukan site marking pada pasien yang akan

dilakukan tindakan operasi sudah baik, sehingga di dapatkan tidak adanya

kesalahan dalam pelaksanaan tindakan operasi diharapkan pelaksanaan

site marking berjalan secara berkesinambungan dengan peran perawat

yang selalu menginngatkan dokter waktu visite untuk melaksanakan site

marking sebelum operasi dengan menggunakan surgical skin marker,

dengan peningkatan persentase pada bulan januari sebesar 92% dan

februari sebesar 95% dan bulan maret 96 % hampir mencapai target

100%.

e. Mengurangi resiko, infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan : Survey

Kepatuhan melakukan hand hygiene staf medis Rumah Sakit

90,00% 88,00% 88,00% 86,00% 85,00% 84,00% 82,00% 80,00% 80,00% 78,00% Mengurangi resiko, infeksi terkait
90,00%
88,00%
88,00%
86,00%
85,00%
84,00%
82,00%
80,00%
80,00%
78,00%
Mengurangi
resiko, infeksi terkait
dengan pelayanan
kesehatan : Survey
Kepatuhan melakukan
hand hygiene staf
medis Rumah Sakit
76,00%
Januari
Februari
Maret
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Pada pelaksanaan kepatuhan hand hygine telah disosialisasikan setiap

pagi pada waktu pelaksanaan apel maka yang diharapkan semua

karyawan di rumah sakit bhayangkara memahami tentang 6 langkah dan

5 moment mencuci tangan, dari hasil sosialisasi setiap apel pagi di

dapatkan persentase pada bulan januari sebesar 80% dan februari

sebesar 85% dan bulan maret 88% dan hampir mencapai target sebesar

100%, untuk mencapai target 100% tetap melakukan pengawasan dan

monitoring oelh tim PPI secara kontinyu.

f. Mengurangi resiko cedera pasien akibat jatuh : Insiden Pasien Jatuh

Selama Perawatan Rawat Inap Di Rumah Sakit

1,00% 0,90% 0,91% 0,80% 0,70% Mengurangi resiko 0,60% 0,50% 0,40% 0,30% cedera pasien akibat jatuh
1,00%
0,90%
0,91%
0,80%
0,70%
Mengurangi resiko
0,60%
0,50%
0,40%
0,30%
cedera pasien akibat
jatuh : Insiden Pasien
Jatuh Selama
Perawatan Rawat Inap
Di Rumah Sakit
0,20%
0,10%
0,00%
0,00%
0,00%
Januari
Februari
Maret

Analisa :

Pada

disebakan karena kurang pahamnya keluarga pasien atau pendamping

tentang resiko pasien jatuh, masih kurang efektifmya komunikasi antar

perawat dan pasien.untuk iyu perlu dilakukan asesesment ulang pada

pasien resiko jatuh dengan melakukan penandaan pada gelang pasien,

perlu di tingkatkan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang resiko

pasien jatuh dan ditingkatkannya komunikasi yang lebih efektif dan efisien.

pasien jatuh dari tempat tidur hal ini

bulan

februari

terdapat

B. Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Rumah Sakit

1. Laporan insiden keselamatan pasien (IKP) bulan januari maret 2017

NO

INSIDEN

KTC

KPC

KNC

KTD

SENTINEL

%

1.

Tipe insiden : medikasi cairan infus Sub tipe :monitoring Masalah :proses pemberian cairan infus

2

         
 

Tipe insiden : Iproses

           

2

penggunanan 02 Sub tipe : suplai o2 Masalah : terlambat pemberian 02

1

3

Tipe insiden :nutrisi Sub tipe : peresepan Masalah :salah diet

4

         

4

Tipe insiden : jatuh Sub tipe : tipe jatuh MAsalah: hilang keseimbangan

2

         

5

Tipe insiden; medikasi Sub Tipe : Proses pengamprahan Masalah : Salah obat

   

1

     

6

Tipe insiden : medikasi Sub tipe : proses pemberian Masalah : salah obat

1

-

   

-

 

7

Tipe insiden : Tranfusi darah Sub Tipe: Proses Transfusi darah Masalah : Efeksamping

     

1

   

8

Tipe insiden : reaksi obat

     

1

   

Sub Tipe: Proses medikasi Masalah : Efeksamping

       

Total

10

1

2

-

C. Perbaikan Mutu dengan Menggunakan PDSA oleh unit/instalasi

Laporan PDSA data dapat dilihat pada lampiran

D. Program Mutu Spesifik Lainnya

1. PMKP di unit kerja pelaporan pemantauan program PMKP di setiap unit kerja

dilakukan oleh masing-masing kepala instalasi dan berkoordinasi dengan tim

SPM RS

2. Pemantauan mutu internal dan eksternal laboratorium

a. Pelaksanaan PMI dan PME berlangsung baik dan dilaporkan secara

reguler ke direktur Rs Bhayangkara Jambi dan hasilnya sudah sesuai

dengan standar Kemenkes

b. Perlu dilakukan penambahan kerjasama dengan laboratorium luar

3. Pengembangan manajemen klinik (PMKP) di bidang keperawatan

a. Sudah dilakukan pelatihan PMK terhadap kepala ruangan dan perawat

b. Kebijakan Direktur tentang PMK sudah disusun menunggu pengesahan

direktur

c. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan PMK dilakukan oleh bidang

keperawatan

4. Model praktek keperawatan profesional (MPKP) di bidang keperawatan

a. Kebijakan MPKP di Rs Bhayangkara Jambi sudah disusun menunggu

pengesahan dari karumkit

b. Evaluasi terhadap pelaksanaan MPKP sudah dilaksanakan

c. Monitoring kinerja dilakukan untuk mengevaluasi peran kepala ruangan

dan perawat ruangan di masing-masing ruang rawat

5.

Morning report di komite medik

a. Sudah dilaksanakan secara reguler sesuai dengan jadwal namun masih

perlu tindak lanjut dengan mengahadirkan dokter konsultan

b. Monev pelaksanaan morning report sudah dilakukan oleh komite medik

c. Evaluasi dan tindak lanjut dilakukan dengan membuat laporan kepada

karumkit

6. Audit medik di komite medik Audit medik dilakukan oleh komite medik setiap 3 bulan sekali. Audit

yang dilaksanakan adalah audit kasus dan kelengkapan pengisian clinical pathway

7. Audit keperawatan di komite keperawatan Audit keperawatan sedang berjalan, hasil akan dilaporkan dalam laporan triwulan berikutnya tahun 2017

8. Penilaian kinerja yang dilaksanakan di tim penilaian kinerja

a. Sudah dibentuk tim penilaian kinerja di level RS

b. Panduan pelaksanaan penilaian kinerja individu meliputi profesional kesehatan, direksi, dan RS

c. Pelaksanaan penilaian kinerja untuk tahun 2017 sudah berjalan perlu dilakukan revisi panduan penilaian kinerja

d. Untuk tenaga kontrak menggunakan penilaian kinerja sesuai dengan panduan

BAB IV PEMBAHASAN

A. Issue Terkait Manajemen Resiko

1. Keselamatan dan keamanan

a. Masih kurangnya keselamatan, keamanan dan kenyamanan terhadap pasien dan pengunjung serta pegawai pada saat dilakukannya renovasi gedung Rumah Sakit.

b. Masih adanya plafon yang bocor saat hujan turun dan membasahi lantai.

c. Masih adanya ruangan perawatan yang mengalami WC yang tidak bisa digunakan karena mampet.

d. Masih adanya AC rusak dan masih panas di ruangan pasien

2. Kesiapan menghadapi bencana Penempatan barang dan furniture ruangan agar tidak menghalangi jalur evakuasi dan hidrans

B. Hambatan-hambatan pelaksanaan program PMKP

1. Penanggujawab pengumpulan data mutu di unit belum melaksanakan tugas secara optimal sehingga ada data yang salah yang dilaporkan kepada tim PMKP

2. Waktu pengumpulan data masih sering terlambat dari jadwal yang ditetapkan yaitu pada tanggal 5 setiap bulannya

3. Masih ada unit yang belum melaporkan insiden keselamatan pasien

C. Rekomendasi Karumkit

1. Data yang di upload adalah pencapaian bulan janauri maret 2017

2. Menyarankan kepada wakarumkit pelayanan agar melakukan edukasi untuk para dokter agar melengkapi pengisian RM

3. Survey kepuasan pelanggan agar menyesuaikan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh kemenkes

4. Untuk unit yang tidak melakukan survey agar mengusahakan untuk melakukan survey 5. Untuk insiden pasien jatuh agar dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pasien yang beresiko jatuh dan pasien anak-anak 6. Setiap 2 minggu manajemen akan berkeliling untuk melakukan monitoring resiko bersama tim dari rumah sakit

BAB V

PENUTUP

Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien dilakukan disemua

unit pelayanan, baik pada unit pelayanan, penunjang medis dan non medis,

maupun pada unit pelayanan administrasi dan manajemen, dan dilakukan

monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan

Laporan hasil pencapaian indikator PMKP RS ini dapat dijadikan acuan

bagi pengelola rumah sakit untuk melakukan perbaikan mutu layanan serta

menyusun perencanaan, pembiayaan pada setiap jenis pelayanan Rs

Bhayangkara Jambi.

Jambi,

April 2017

Ketua Komite Peningkatan Mutu dan

Keselamatan Pasien (PMKP)

dr. R. Deden Sucahyana, Sp.B, M.Kes, FINACS

LAPORAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN BULAN (JULI - AGUSTUS - SEPTEMBER) TAHUN 2017

MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN BULAN (JULI - AGUSTUS - SEPTEMBER) TAHUN 2017 RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI

RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI TAHUN 2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas

rahmat Nya Laporan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit

RS Bhayangkara Jambi dapat diselesaikan sesuai dengan kebutuhan dan

harapan kita semua.

Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu

Jambi, Oktober 2017
Jambi,
Oktober 2017

pelayanan Rumah Sakit maka fungsi pelayanan RS Bhayangkara Jambi

secara bertahap perlu terus ditingkatkan agar menjadi lebih efektif dan efisien

serta memberi kepuasan kepada pasien, keluarga maupun masyarakat dengan

meningkatkan mutu pelayanan di semua unit kerja terkait.

Dalam rangka pelaksanaan peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

di RS Bhayangkara Jambi diperlukan penyusunan program untuk memperbaiki

proses pelayanan terhadap pasien secara terpadu serta meningkatkan

pelayanan kesehatan yang komprehensif sehingga semua kebutuhan

pelayanan tercapai bagi masyarakat umum dan polri.

Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-

tingginya kepada Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) RS

Bhayangkara Jambi dan pihak pihak terkait yang telah membantu dalam

penyusunan laporan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien dapat

diselesaikan dengan baik. Disamping itu kami harapkan dengan adanya

laporan evaluasi ini pelayanan kepada masyarakat khususnya pasien dapat

dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan.

KEPALA RUMAH SAKIT

BHAYANGKARA

JAMBI

dr. WAHONO EDHI P.,Sp PD

KOMISARIS POLISI NRP 78020928

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sesuai dengan misi Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk dapat memberikan pelayanan bermutu dengan mengutamakan keselamatan pasien, untuk itu Rumah Sakit Bhayangkara Jambi melakukan kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang sesuai dengan standar akreditasi KARS versi 2012. Kegiatan ini dilakukan di setiap unit kerja/instalasi terkait untuk mengukur kinerja pelayanan rumah sakit dan sebagai manajemen kontrol untuk mendukung pengambilan keputusan. Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien Rumah Sakit Bhayangkara Jambi tahun 2017, menetapkan indikator rumah sakit yang sesuai dengan standar peningkatan mutu dan keselamatan pasien dari KARS versi 2012. Berdasarkan standar PMKP 3, dapat diklarifikasikannya indikator rumah sakit sebagai berikut : 10 indikator area klinik, 9 indikator area manajemen, 6 indikator sasaran keselamatan pasien. Selain pemantauan yang dilakukan oleh instalasi / init kerja masing- masing, pemantauan juga dilakukan melalui program valid data. Valid data merupakan alat penting untuk memahami mutu dari data mutu dan untuk mencapai tingkat dimana data tersebut cukup meyakinkan bagi para pembuat keputusan. Hitungan keakuratan dilakukan dengan membandingkan hasil data orang pertama dengan orang kedua. Hasil data orang kedua harus ≥ 90% dari hasil data orang pertama untuk dinyatakan sebagai data valid. Laporan PMKP (Juli - Agustus - September) Tahun 2017 ini dibuat untuk mengevaluasi perkembangan hasil pemantauan indikator mutu yang diambil oleh instalasi/unit.

B.

TUJUAN

1. Tujuan Umum Diketahuinya mutu pelayanan dan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi pada bulan (Juli - Agustus - September)

Tahun 2017.

2. Tujuan Khusus

a. Dievaluasinya peningkatan mutu Rumah Sakit Bhayangkara Jambi melalui pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien yang telah ditetapkan berdasarkan standar PMKP 3 dan 7 dalam periode pada (Juli - Agustus - September) tahun 2017 di tiap - tiap unit dan instalasi terkait.

b. Dievaluasinya program keselamatan pasien dengan pemantauan insiden keselamatan pasien rumah sakit (IKPRS)

c. Dievaluasinya pelaksanaan program mutu spesifik lain yang dilakukan oleh tim/komite/unit terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien sebagai berikut :

1) Program manajemen resiko di tim manajemen resiko 2) Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) di unit kerja 3) Pemantauan mutu internal dan eksternal di instalasi laboratorium 4) Pengembangan manajemen klinik (PMK) di bidang keperawatan 5) Pemantauan hasil di komite PPI 6) Morning report di komite medik 7) Audit medik di komite medik 8) Pelaksanaan kerja sama dan perjanjian lainnya di tim pelaksana kerja sama 9) Penilaian kinerja yang dilaksanakan di tim penilaian kinerja

d. Didapatkan rekomendasi dari direktur rumah sakit dan dewan pengawas mengenai pelaksanaan program mutu pelayanan dan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

BAB II KEGIATAN PEMANTAUAN INDIKATOR PMKP PADA BULAN (JULI - AGUSTUS - SEPTEMBER) TAHUN 2017

A. Kegiatan Pokok Seperti telah dijelaskan diatas kegiatan pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien pada bulan (Juli - Agustus - September) Tahun 2017. Adapun indikator yang dipantau adalah sebagai berikut :

1. Indikator area klinik

a. Asesment pasien: Kelengkapan asessmen nutrisi dan asesesmen nyeri

b. Pelayanan Laboratorium : Kelengkapan penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium

c. Pelayanan radiologi : Keterlambatan Penyerahan hasil

d. Prosedur - prosedur bedah : Kepatuhan peaksanaan timeout

e. Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan resep

f. Kesalahan medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan infus pasien.

g. Penggunaan anestesi dan sedasi : Pengkajian Pre-Anasthesi Dilaksanakan untuk Pasien Pra-Operasi Elektif dengan Anesthesi Umum

h. Penggunaan darah dan produk darah : Monitoring Tidak Terpakainya Produk Darah yang Sudah di Order

i. Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien : Waktu penyedian dokumen rekam medis rawat jalan

j. Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan :

Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD

2. Indikator area manajemen a. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat- obatan bagi pasien :

Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP)

b. Perencanaan dan pengembangan SDM

c. Manajemen Resiko : Insiden Tertusuk Jarum

d. Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

e. Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga : Kepuasan Pelanggan

f. Harapan dan Kepuasan Staf : Tingkat Kepuasan Staf

g. Demografi Pasien dan diagnosis klinis : Trend 10 besar diagnose dan data demografi yang bersangkutan

h. Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu

i. Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang membahayakan keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

3. Indikator sasaran keselamatan pasien

a. Identifikasi dengan pasien : Ketidak Pahaman Pasien Rawat Inap Baru Tentang Manfaat Pemakaian Gelang Identitas

b. Meningkatkan komunikasi efektif : Kepatuhan penerapan komunikasi dengan metode READ BACK pada saat pelaporan pasien dan penerimaan pasien secara verbal melalui telepon

c. Meningkatkan keamanan obat-obat dengan kewaspadaan tinggi :

Kepatuhan Pemberian Label Obat High Alert Oleh Farmasi

d. Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien :

Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Site Marking pada Pasien yang Akan Dilakukan Tindakan Operasi

e. Mengurangi resiko, infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan : Survey Kepatuhan melakukan hand hygiene staf medis Rumah Sakit

f. Mengurangi resiko cedera pasien akibat jatuh : Insiden Pasien Jatuh

Selama Perawatan Rawat Inap Di Rumah Sakit 4. Evaluasi Risk Register Evaluasi manajemen resiko di team manajement resiko.

B. Cara Melakukan Kegiatan

1. Melakukan pemantauan indikator mutu secara berkesinambungan

2. Melakukan valid data pemantauan indikator mutu klinik

3. Melakukan tabulasi terhadap data hasil pemantauan indikator mutu

4. Melakukan penyampaian hasil penyampaian indikator mutu oleh masing- masing bagian/unit

5. Melakukan pembandingan data dengan rumah sakit lain

6. Menyusun laporan hasil pemantauan indikator mutu

C. Jadwal Kegiatan

1. Melakukan pelaporan hasil pemantauan indikator mutu oleh masing-masing bagian / unit dilakukan setiap bulan, menyusun program perbaikan mutu dengan teknik PDSA oleh penanggungjawab pengumpul data indikator mutu rumah sakit dilaporkan pada saat rapat triwulan

2. Melakukan pemantauan indikator mutu serta valid data yang dilaksanakan berkesinambungan

3. Melakukan tabulasi terhadap data hasil pemantauan indikator mutu (dilaksanakan tiap bulan)

4. Melakukan penyampaian hasil pemantauan indikator mutu dan valid data mutu setiap 3 bulan

5. Menyusun laporan hasil pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien rumah sakit setiap 3 bulan

D. Pencatatan dan Pelaporan Pencatatan harian dilakukan oleh petugas pengumpul data, kemudian dilakukan rekapitulasi dan analisa oleh Penanggungjawab pengumpul data. Hasil analisa tersebut kemuadian dilaporkan ke UPM Data hasil pemantauan ditulis pada form pemantauan indikator mutu terintegrasidan terkumpul di Unit Penjamin Mutu dengan dilengkapi laporan tindak lanjut program dengan teknik PDCA untuk indikator yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan/setiap ditemukan suatu permasalahan di setiap unit kerja dan ditembuskan Unit Penjamin Mutu setiap bulan selambat- lambatnya minggu pertama bulan berikutnya. Hasil pengolahan dan analisa data di tuangkan dalam laporan tertulis kemuadian akan dilaporkan kepada direktur setiap 3 bulan sekali dalam rapat evaluasi triwulan.

BAB III

HASIL KEGIATAN

A. Pemantauan Indikator Mutu dan Keselamatan Pasien

1. Indikator Area Klinik

a. Asesment pasien: Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri

pasien rawat inap 100,00% 90,00% 90,00% 80,00% 79,00% 74,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00%
pasien rawat inap
100,00%
90,00%
90,00%
80,00%
79,00%
74,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%

Juli

Agustus

September

Juli Agustus September Asesment pasien: Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap

Asesment pasien:

Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap

Analisa :

persentase Kelengkapan

asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap pada bulan Juli

sebesar 74% pada bulan Agustus sebesar 79% pada bulan September

90%, dari hasil evaluasi memang terjadi peningkatan presentase tetapi

belum maksimal, oleh karena itu tim dari PMKP harus lebih serius lagi

melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan asesmen

nutri dan nyeri ini.Ketidak lengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri

pasien rawat inap yang akan menyebabkan kerugian pada keselamatan

pasien, maka dari itu tim PMKP harus melakukan pengawasan dan

pengontrolan di ruang rawat inap tentang asesmen nutrisi dan asesmen

nyeri pasien secara rutin dalam pelaksanaan asesmen ini, sehingga hal ini

berdampak kepada semua petugas rawat inap unttuk melaksanakan

pengisian asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien dengan benar, dan

Hasil analisa di dapatkan terjadi peningkatan

nantinya semua asesmen nutrisi dan asesmen nyeri terlaksana mencapai

target sebesar 100%

b.

Pelayanan Laboratorium : Kelengkapan penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium

90,00% 89,00% 89,00% 88,00% 87,00% 86,00% Pelayanan Laboratorium : 85,00% 85,00% 84,00% 83,00% 83,00%
90,00%
89,00%
89,00%
88,00%
87,00%
86,00%
Pelayanan
Laboratorium :
85,00%
85,00%
84,00%
83,00%
83,00%
Kelengkapan
penulisan permintaan
pemeriksaan
laboratorium
82,00%
81,00%
80,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Hasil analisa di dapatkan terjadi peningkatan persentase Kelengkapan

penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium pada bulan Juli sebesar

83% bulan September sebesar 85% dan bulan Agustus 89% ,ini

dikarenakan sudah lengkap penulisan permintaan pemeriksaan

laboratorium dan hampir mencapai target 0%.

c.

Pelayanan radiologi : Keterlambatan Penyerahan hasil

3,50% 3,00% 3,00% 3,00% 2,50% 2,50% 2,00% Pelayanan radiologi : 1,50% Keterlambatan Penyerahan hasil 1,00%
3,50%
3,00%
3,00%
3,00%
2,50%
2,50%
2,00%
Pelayanan radiologi :
1,50%
Keterlambatan
Penyerahan hasil
1,00%
0,50%
0,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Hasil analisa di dapatkan terjadi penurunan persentase Keterlambatan

Penyerahan hasil pada bulan Juli 3% dan Agustus sebesar 3% dan bulan

September 2,5% ini dikarenakan telah dibuatnya kebijakan tentang waktu

pelaksanaan pembacaan ekspertisi oleh dokter spesialis radiologi

sehingga diharapkan tidak terjadi lagi keterlambatan penyerahan hasil

radiologi, dan hampir mencapai target sebesar 0%.

d.

Prosedur - prosedur bedah : Kepatuhan peaksanaan timeout

93,50%

93,00%

92,50%

92,00%

91,50%

91,00%

90,50%

90,00%

93,00% 92,00% 91,00% Juli Agustus September
93,00%
92,00%
91,00%
Juli
Agustus
September

Prosedur - prosedur bedah : Kepatuhan peaksanaan timeout

Analisa :

Telah terjadi peningkatan persentase pada bulan Juli sebesar 91% dan

Agustus sebesar 92% dan bulan September 93% ,tim PMKP melakukan

sosialisasi ulang dan pengawasan tentang Kepatuhan peaksanaan

timeout dan hampir mencapai target sebesar 0%.

e. Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan

resep

95,50%

95,00%

94,50%

94,00%

93,50%

93,00%

92,50%

92,00%

95,00% 94,00% 93,00% Juli Agustus September
95,00%
94,00%
93,00%
Juli
Agustus
September

Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan resep

Analisa :

Telah terjadi peningktan persentase pada bulan Juli sebesar 93% dan

Agustus sebesar 94% dan bulan September 95%, apabila dokter menulis

resep obat diruangan di harapkan menulis dengan lengkap dan tim pmkp

dan apoteker melakukan sosialisai di setiap ruang perawatan untuk

sosialisasi penulisan resep, jika penulisan resep tidak lengkap akan

merugikan pasien dan bisa menyebabkan obat tertukar dan hampir

mencapai target 100%.

f.

Kesalahan

medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan

infus pasien.

2,25% 2,20% 2,20% 2,15% 2,10% Kesalahan medikasi ( 2,05% medication error) dalam pengontrolan tetesan infus
2,25%
2,20%
2,20%
2,15%
2,10%
Kesalahan medikasi (
2,05%
medication error)
dalam pengontrolan
tetesan infus pasien.
2,00%
2,00%
2,00%
1,95%
1,90%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan Juli sebesar 2,2% dan

Agustus sebesar 2% dan bulan Seotember 2%, apabila tetesan infus tidak

terkontrol dengan baik akan menyebabkan bisa terjadi kelebihan dan

kekurangan cairan, setelah dilakukan pengontrolan dengan membuat

catatan infus diharapakan tidak terjadi lagi medikasi eror dalam

pengontrolan infus.

g. Penggunaan

anestesi

dan

sedasi

:

Pengkajian

Pre-Anasthesi

Dilaksanakan untuk Pasien Pra-Operasi Elektif dengan Anesthesi Umum

98,20% 98,00% 98,00% 98,00% 97,80% Penggunaan anestesi 97,60% dan sedasi : Pengkajian 97,40% Pre-Anasthesi
98,20%
98,00%
98,00%
98,00%
97,80%
Penggunaan anestesi
97,60%
dan sedasi : Pengkajian
97,40%
Pre-Anasthesi
Dilaksanakan untuk
97,20%
Pasien Pra-Operasi
97,00%
97,00%
Elektif dengan
Anesthesi Umum
96,80%
94,00%
96,60%
96,40%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Setelah melakukan pendekatan kepada dokter anastesi untuk selalu melaksanakan visite pre operasi sehingga pengkajian anastesi untuk pasien pre operasi elektif sehingga terjadi peningkatan pada bulan Juli sebesar 97 % dan Agustus sebesar 98% dan bulan September 98% , hampir mencapai target sebesar 100%.

h. Penggunaan darah dan produk darah : Monitoring Tidak Terpakainya

Produk Darah yang Sudah di Order

100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Juli
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
Juli
Agustus
September

Penggunaan darah dan produk darah :

Monitoring Tidak Terpakainya Produk Darah yang Sudah di Order

Analisa :

tidak ada lagi kejadian darah yang diorder tidak di pakai karena waktu

pengorderan di sesuaikan dengan kondisi pasien sehingga pada bulan

Juli sebesar 0% dan Agustus sebesar 0% dan bulan September 0%

i.

Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien : Waktu

penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan

83,00% 82,00% 82,00% 81,00% 80,00% 80,00% 79,00% 78,00% Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien
83,00%
82,00%
82,00%
81,00%
80,00%
80,00%
79,00%
78,00%
Ketersedian, isi dan
penggunaan rekam
medis pasien : Waktu
penyedian dokumen
77,00%
77,00%
rekam medis rawat
jalan
76,00%
75,00%
74,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Terjadi penigkatan Waktu penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan

oleh petugas rekam medik yang lengkap, di karenakan terus melakukan

sosialisasi tentang waktu tunggu kelenkapan dokumen rekam medis rawat

jalan sehingga pad bulan Juli sebesar 77% dan Terjadi sedikit

peningkatan pada bulan Agustus sebesar 80% di sebabkan petugas

rekam medis sudah hampir sepenuhnya menguasai tata cara dokumen

rawat jalan, dan bulan Juni sebesar 82% dan hampir mencapai target

100%.

j.

Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan :

Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD 84,00% 82,00% 82,00% 80,00% 80,00% 78,00% 76,00% 75,00% 74,00% 72,00%
Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD
84,00%
82,00%
82,00%
80,00%
80,00%
78,00%
76,00%
75,00%
74,00%
72,00%
70,00%

Juli

Agustus

September

Juli Agustus September Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan : Kepatuhan petugas dalam pemakaian

Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan :

Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD

Analisa :

Pada Kepatuhan petugas memakai APD ini mengalamai peninmgkatan data karena selalu dilakukan sosialisasi ulang tentang cara memakai APD yang bak dan benar di rumah sakit bayangkara serta selalu melakukan pengawasan terhadap petugas dalam memakai APD yang di bantu oleh tim PPI rs bayangkara sehingga kepatuhan pemakain APD di rumah sakit dapat terlasksana dengan baik dan benar di dapatkan data pada bulan Juli sebesar 75% dan Agustus sebesar 80% dan bulan September 82% .dan hampir mencapai target sebesar 100%.

2. Area Manajerial a. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat- obatan bagi pasien :

Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP)

2,00% 1,80% 1,80% 1,60% 1,60% 1,50% 1,40% 1,20% 1,00% 0,80% 0,60% 0,40% Pengadaan rutin peralatan
2,00%
1,80%
1,80%
1,60%
1,60%
1,50%
1,40%
1,20%
1,00%
0,80%
0,60%
0,40%
Pengadaan rutin
peralatan kesehatan
dan obat- obatan bagi
pasien : Jumlah
Kekosongan Stok Obat
Esensial, Bahan dan
Alat Habis pakai
(BAHP)
0,20%
0,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan Juli sebesar 1,8% dan Agustus sebesar 1.6% dan bulan September 1,5% Hal ini terjadi karena anggota dari Unit Farmasi selalu memonitoring stok obat essensial dan Melakukan pengawasan agar tidak terjadi kekosongan stok obat essensial sehingga Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP) hampir mencapai target sebesar 0%, dan pelayanan kepada pasien menjadi maksimal karena terapi terlaksana sesuai dengan terapi yang di berikan sehingga dapat mengurangi lama perawatan pasien.

b. Perencanaan dan pengembangan SDM 50,00% 45,00% 45,00% 40,00% 35,00% 35,00% 30,00% 30,00% 25,00% 20,00%
b. Perencanaan dan pengembangan SDM
50,00%
45,00%
45,00%
40,00%
35,00%
35,00%
30,00%
30,00%
25,00%
20,00%
15,00%
10,00%
5,00%
0,00%

Juli

Agustus

September

Juli Agustus September Perencanaan dan pengembangan SDM

Perencanaan dan pengembangan SDM

Analisa :

Perencanaan dan pengembangan SDM di rs bayangkara belum semua personil ikut serta dalam pelatihan dan pengembangan karir ada beberpa yang baru menigkuit pengembangan sdm baik di dalam rumah sakit maupun di luar rumah sakit pada bulan Juli sebesar 10%, bulan Agustus 35% dan bulan September 45% dan belum mencapai target 100%

c. Manajemen Resiko : Insiden Tertusuk Jarum

100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Juli
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
Juli
Agustus
September
30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Juli Agustus September Manajemen Resiko : Insiden Tertusuk Jarum

Manajemen Resiko :

Insiden Tertusuk

Jarum

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan Juli sebesar 0 % dan Agustus sebesar 0% dan bulan September 0%, Insiden Tertusuk Jarum Dan hampir mencapai target sebesar 0%. Terjadinya penurunan Insiden Tertusuk Jarum pada setiap bulannya dikarenakan terus dilakukan pengawasan dan memonitoring tindakan sesuai dengan SOP oleh Tim PPI. Sehingga dengan terlaksananya pengawasan dan monitoring tindakan sesuai dengan SOP tidak terjadi insiden tertusuk jarum pada petugas medis dan tidak menyebabkan penularan infeksius dari insiden tertusuk jarum.

d. Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses

Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

120,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 0,00% Juli Agustus September
120,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
80,00%
60,00%
40,00%
20,00%
0,00%
Juli
Agustus
September

Manajemen Sumber

Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan

Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

Analisa :

Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien

Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi telah mencapai target sebesar

100%, Bidang pelayanan radiologi selalu meningkatkan fasilitas dan

pelayanan CT-Scan dan melakukan perawatan berkala pada alat CT-

scan agar tidak rusak, sehingga Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam

Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi

Radiologi dapat terlaksana dan terus mencpai target 100%.

e. Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga : Kepuasan Pelanggan

98,40% 98,20% 98,20% 98,00% 98,00% 97,80% 97,60% Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga : Kepuasan
98,40%
98,20%
98,20%
98,00%
98,00%
97,80%
97,60%
Harapan dan
Kepuasan pasien dan
Keluarga : Kepuasan
97,50%
Pelanggan
97,40%
97,20%
97,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Telah terjadi peningkatan persentase pada bulan Juli sebesar 97% dan Agustus sebesar 98% dan bulan September 98,2% Kepuasan Pelanggan di rs bhayangkara Dan hampir mencapai target sebesar 100%. Peningkatan Kepuasan Pelanggan yan terjadi setiap bulan tidak terlepas dari peran serta seluruh pegawai rumah sakit bhayangkara jambi dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dengan baik kepada pasien ataupun keluarga pasien sehingga pasien ataupun keluarga pasien puas dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit bahayangkara jambi.

f. Harapan dan Kepuasan Staf : Tingkat Kepuasan Staf

98,50% 98,00% 98,00% 97,50% 97,00% 97,00% 96,50% Harapan dan Kepuasan Staf : Tingkat Kepuasan Staf
98,50%
98,00%
98,00%
97,50%
97,00%
97,00%
96,50%
Harapan dan
Kepuasan Staf :
Tingkat Kepuasan Staf
96,00%
96,00%
95,50%
95,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Peningkatan Kepuasan staf yang terjadi setiap bulan tidak terlepas dari peran karumkit dan staf manajemen rumah sakit bhayangkara jambi dalam meningkatkan fasilitas rumah sakit dan pemeberian insentif terhadap staf, yang mengalami peningkatan secara berkala, yang berdampak terjadinya pelayanan di rumah sakit menjadi baik.dengan persentase pada bulan Juli sebesar 96% dan Agustus sebesar 97% dan bulan September 98 % dan Kepuasan Staf di rs bhayangkara Dan hampir mencapai target sebesar 100%.

g. Demografi pasien yang terdiagnosis Demam Typoid di Rawat Inap

Juli

Agustus

September

Demam tifus=177

Demam tifoid dan paratifoid=176

Demam tifus=190

Demam tifoid dan paratifoid=176

Demam tifus=160

Demam tifoid dan paratifoid=176

Hipertensi esensial (primer)=127

Infeksi saluran napas bagian atas akut

Hipertensi esensial (primer)=127

lainnya=121

Infeksi saluran napas bagian atas akut

Hipertensi esensial (primer)=109

Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya=121

lainnya=121

Diabetes melitus tidak bergantung

Diare & gastroenteritis oleh

Diabetes melitus tidak bergantung

insulin=72

penyebab=72

insulin=72

Demam tifus=177

Demam tifoid dan paratifoid=176

Demam tifus=177

Demam tifoid dan paratifoid=176

Demam tifus=160

Demam tifoid dan paratifoid=176

Hipertensi esensial (primer)=127

Infeksi saluran napas bagian atas akut

Hipertensi esensial (primer)=127

lainnya=121

Infeksi saluran napas bagian atas akut

Hipertensi esensial (primer)=109

Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya=112

lainnya=121

Diabetes melitus tidak bergantung

Diare & gastroenteritis oleh

Diabetes melitus tidak bergantung

insulin=72

penyebab=72

insulin=75

Trend 10 Diagnose

120,00%

120,00%  
120,00%  
120,00%  
 

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

80,00%

 

60,00%

 
60,00%   Trend 10 Diagnose

Trend 10 Diagnose

40,00%

 

20,00%

 

0,00%

 

Juli

Agustus

September

Analisa :

Presentase Demografi pasien yang terdiagnosis demam typoid di rawat

inap Pada bulan juli sebesar 100% bulan agustus sebesar 100% dan

bulan september sebesar 100% telah mencapai target sebesar 100%,dari

data demografi diagnose demam thypoid sudah di dapatkan kelengkapan

data demografi yang meliputi Umur, Jenis Kelamin, Daerah Asal.

h. Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu

88,00% 87,00% 86,00% 84,00% 82,00% Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu 80,00% 80,00% pemberian imbalan 79,00%
88,00%
87,00%
86,00%
84,00%
82,00%
Manajemen Keuangan
: Ketepatan waktu
80,00%
80,00%
pemberian imbalan
79,00%
sesuai kesepakatan
78,00%
waktu
76,00%
74,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu di rs

bayangkara Pada bulan juli sebesar 79 % bulan agustus sebesar 80%

dan bulan september sebesar 87% belum mencapai target sebesar

100%, keterlambatan pembayaran di sebebabkan karena keterbatasan

SDM. dan terkadang bertepan dengan tanggal merah hal ini

mengakibatkan pembayaran tidak sesuai dengan waktu yang telah di

sepakati.

i. Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang membahayakan

keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang milik

pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Juli
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
Juli
Agustus
September

Pencegahan dan

pengendalian

peristiwa yang

membahayakan

keselamatan

pasien, keluarga dan

staf : Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

Analisa :

Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

pada buan juli dan agustus 0%, dan pada bulan september tidak ada

kehilangan sebesar 0 % dan ini di sebabkan pengawasan keamanan dan

juga kelalaian pasien dan keluarga pasien saat menjaga pasien di ruang

rawat inap sudah meningkat.

3. Keselamatan Pasien a. Identifikasi dengan pasien : Ketidak Pahaman Pasien Rawat Inap Baru Tentang Manfaat Pemakaian Gelang Identitas

2,35% 2,30% 2,30% 2,25% 2,20% 2,15% 2,10% Identifikasi dengan pasien : Ketidak Pahaman Pasien Rawat
2,35%
2,30%
2,30%
2,25%
2,20%
2,15%
2,10%
Identifikasi dengan
pasien : Ketidak
Pahaman Pasien
Rawat Inap Baru
2,05%
Tentang Manfaat
2,00%
2,00%
2,00%
Pemakaian Gelang
Identitas
1,95%
1,90%
1,85%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Setelah melakukan sosialisasi yang berulang ulang dan pemahaman petugas tentang pemanfaatan gelang pada pasien diharapkan bisa menenrangkan kepasien dan keluarga tentang manfaat penggunaan gelang identitas sehingga pasien dan keluarga juga mengerti dan memahami manfaat gelang identitas dibuktikan dengan terjadi penurunan persentase pada bulan juli sebesar 2,3% dan agustus sebesar 2% dan bulan september 2%, dan mencapai target <10%.

b. Meningkatkan komunikasi efektif : Kepatuhan penerapan komunikasi dengan metode READ BACK pada saat pelaporan pasien dan penerimaan pasien secara verbal melalui telepon

97,00% 96,00% 96,00% 95,00% 95,00% Meningkatkan komunikasi efektif : Kepatuhan penerapan 94,00% komunikasi dengan
97,00%
96,00%
96,00%
95,00%
95,00%
Meningkatkan
komunikasi efektif :
Kepatuhan penerapan
94,00%
komunikasi dengan
93,00%
92,00%
92,00%
91,00%
metode READ BACK
pada saat pelaporan
pasien dan
penerimaan pasien
secara verbal melalui
telepon
90,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Untuk pelaksanaan read back diruangan telah dilaksanakan secara berkesinambungan karena dilakukan pengawasan oleh kepala ruangan dan katim ruangan yang selalu mengingatkan petugas dan dokter DPJP untuk melaksanakan read back diharapkan setiap petugas memahami manfaat komunikasi efektif sehingga tidak ada kejadian miss komunikasi antara perawat dan dokter DPJP dengan terjadi peningkatan persentase pada bulan juli sebesar 92% dan agustus sebesar 95% dan bulan september 96% dan hampir mencapai target sebesar 100%.

c. Meningkatkan

keamanan

obat-obat

dengan

kewaspadaan

tinggi

:

Kepatuhan Pemberian Label Obat High Alert Oleh Farmasi

98,60% 98,50% 98,50% 98,40% 98,30% 98,20% 98,20% 98,10% Meningkatkan keamanan obat-obat dengan kewaspadaan
98,60%
98,50%
98,50%
98,40%
98,30%
98,20%
98,20%
98,10%
Meningkatkan
keamanan obat-obat
dengan kewaspadaan
tinggi : Kepatuhan
Pemberian Label Obat
98,00%
98,00%
High Alert Oleh
97,90%
Farmasi
97,80%
97,70%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Kepatuhan Pemberian Label Obat High Alert Oleh Farmasi dan hampir mencapai target sebesar 100%, Pada bulan bulan sebelumnya masih banyak ditemukan obat- obat high alert yang belum di beri label sehingga dari SKP dan Apoteker melakukan sosialisasi dan pengawasan yang rutin terhadap jenis jenis obat high alert yang harus diberikan label di setiap ruangan sehingga terjadi peningkatan persentase pada bulan juli sebesar 98% dan agustus sebesar 98% dan bulan september 98,5% walaupun belum mencapai target sebesar 100%, untuk selanjutnya apoteker melakukan pengawasan dan pengontrolan ke semua ruangan sehinnga tidak ada lagi ditemukan obat high alert yang tidak di berikan label, dengan demikian akan mencapai target 100% untuk yang akan datang.

d. Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien :

Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Site Marking pada Pasien yang Akan

Dilakukan Tindakan Operasi 98,60% 98,50% 98,50% 98,40% 98,30% 98,20% 98,20% 98,10% 98,00% 98,00% 97,90% 97,80%
Dilakukan Tindakan Operasi
98,60%
98,50%
98,50%
98,40%
98,30%
98,20%
98,20%
98,10%
98,00%
98,00%
97,90%
97,80%
97,70%

Juli

Agustus

September

Juli Agustus September Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien : Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur

Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien : Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Site Marking pada Pasien yang Akan Dilakukan Tindakan Operasi

Analisa :

Untuk pelaksanaan site marking sudah terlaksana dengan baik karena

pemahaman dokter dalam melakukan site marking pada pasien yang akan

dilakukan tindakan operasi sudah baik, sehingga di dapatkan tidak adanya

kesalahan dalam pelaksanaan tindakan operasi diharapkan pelaksanaan

site marking berjalan secara berkesinambungan dengan peran perawat

yang selalu menginngatkan dokter waktu visite untuk melaksanakan site

marking sebelum operasi dengan menggunakan surgical skin marker,

dengan peningkatan persentase pada bulan juli sebesar 98% dan agustus

sebesar 98% dan bulan september 98,5 % hampir mencapai target

100%.

e. Mengurangi resiko, infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan : Survey

Kepatuhan melakukan hand hygiene staf medis Rumah Sakit

100,00% 92,00% 92,00% 92,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% Mengurangi resiko,
100,00%
92,00%
92,00%
92,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
Mengurangi
resiko, infeksi terkait
dengan pelayanan
kesehatan : Survey
Kepatuhan melakukan
hand hygiene staf
medis Rumah Sakit
10,00%
0,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Pada pelaksanaan kepatuhan hand hygine telah disosialisasikan setiap

pagi pada waktu pelaksanaan apel maka yang diharapkan semua

karyawan di rumah sakit bhayangkara memahami tentang 6 langkah dan

5 moment mencuci tangan, dari hasil sosialisasi setiap apel pagi di

dapatkan persentase pada bulan juli sebesar 92% dan agustus

sebesar 92% dan bulan september 92% dan hampir mencapai target

sebesar 100%, untuk mencapai target 100% tetap melakukan

pengawasan dan monitoring oelh tim PPI secara kontinyu.

f. Mengurangi resiko cedera pasien akibat jatuh : Insiden Pasien Jatuh

Selama Perawatan Rawat Inap Di Rumah Sakit

0,14% 0,13% 0,12% 0,10% 0,08% 0,06% 0,04% Mengurangi resiko cedera pasien akibat jatuh : Insiden
0,14%
0,13%
0,12%
0,10%
0,08%
0,06%
0,04%
Mengurangi resiko
cedera pasien akibat
jatuh : Insiden Pasien
Jatuh Selama
Perawatan Rawat Inap
Di Rumah Sakit
0,02%
0,00%
0,00%
0,00%
Juli
Agustus
September

Analisa :

Pada bulan juli

terdapat pasien jatuh dari tempat tidur hal ini disebakan

karena kurang pahamnya keluarga pasien atau pendamping tentang

resiko pasien jatuh, masih kurang efektifmya komunikasi antar perawat

dan pasien.untuk iyu perlu dilakukan asesesment ulang pada pasien

resiko jatuh dengan melakukan penandaan pada gelang pasien, perlu di

tingkatkan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang resiko pasien

jatuh dan ditingkatkannya komunikasi yang lebih efektif dan efisien.

B. Laporan Insiden Keselamatan Pasien Rumah Sakit

1. Laporan insiden keselamatan pasien (IKP) bulan Juli - September 2017

NO

INSIDEN

KTC

KPC

KNC

KTD

SENTINEL

1.

Tipe insiden : medikasi Sub tipe : proses pemberian Masalah : salah obat

`2

       
 

Tipe insiden; medikasi

   

4

   

2

Sub Tipe : Proses pengamprahan Masalah : Salah obat

3

Tipe insiden :nutrisi Sub tipe : peresepan Masalah :salah diet

2

 

1

   

4

Tipe insiden : jatuh Sub tipe : tipe jatuh MAsalah: hilang keseimbangan

     

1

 

5

Tipe insiden : Tranfusi darah Sub Tipe: Proses Transfusi darah Masalah : Efeksamping

     

1

 

6

Tipe insiden: infeksi nosokomial Sub tipe : Bagian infeksi Masalah : Protesis infeksi (plebitis)

     

2

 

7

Tipe insiden:medikasi Cairan infus Sub tipe:monitoring Masalah:darah naik ke infus set

   

1

   

8

Tipe insiden: dokumen- Tasi

   

1

   
 

Sub tipe: laporan hasil Masalah: salah ketik hasil labor.

     

9

Tipe insiden:medikasi Cairan infus Sub tipe:daftar cairan infus Masalah:salah pemberian cairan infus.

1

   

10

Tipe insiden:prosedur Klinis Sub tipe:pengobatan/ intervensi Masalah: salah Gv/ menjalankan intruksi

1

   

11

Tipe insiden:dokumen- Tasi Sub tipe: hasil Masalah: salah pembe- Rian hasil Radiologi

 

1

 

12

Tipe insiden: reaksi obat Sub Tipe: Proses medikasi Masalah : Efeksamping

   

1

 

total

6

8

5

C. Perbaikan Mutu dengan Menggunakan PDSA oleh unit/instalasi

Laporan PDSA data dapat dilihat pada lampiran

D. Program Mutu Spesifik Lainnya

1. PMKP di unit kerja pelaporan pemantauan program PMKP di setiap unit kerja

dilakukan oleh masing-masing kepala instalasi dan berkoordinasi dengan tim

SPM RS

2. Pemantauan mutu internal dan eksternal laboratorium

a. Pelaksanaan PMI dan PME berlangsung baik dan dilaporkan secara reguler ke direktur Rs Bhayangkara Jambi dan hasilnya sudah sesuai dengan standar Kemenkes

b. Perlu dilakukan penambahan kerjasama dengan laboratorium luar

3. Pengembangan manajemen klinik (PMKP) di bidang keperawatan

a. Sudah dilakukan pelatihan PMK terhadap kepala ruangan dan perawat

b. Kebijakan Direktur tentang PMK sudah disusun menunggu pengesahan direktur

c. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan PMK dilakukan oleh bidang keperawatan

4. Model praktek keperawatan profesional (MPKP) di bidang keperawatan

a. Kebijakan MPKP di Rs Bhayangkara Jambi sudah disusun menunggu pengesahan dari karumkit

b. Evaluasi terhadap pelaksanaan MPKP sudah dilaksanakan

c. Monitoring kinerja dilakukan untuk mengevaluasi peran kepala ruangan dan perawat ruangan di masing-masing ruang rawat

5. Morning report di komite medik

a. Sudah dilaksanakan secara reguler sesuai dengan jadwal namun masih

perlu tindak lanjut dengan mengahadirkan dokter konsultan

b. Monev pelaksanaan morning report sudah dilakukan oleh komite medik

c. Evaluasi dan tindak lanjut dilakukan dengan membuat laporan kepada

karumkit

6. Audit medik di komite medik Audit medik dilakukan oleh komite medik setiap 3 bulan sekali. Audit yang dilaksanakan adalah audit kasus dan kelengkapan pengisian clinical pathway

7. Audit keperawatan di komite keperawatan Audit keperawatan sedang berjalan, hasil akan dilaporkan dalam laporan triwulan berikutnya tahun 2017

8. Penilaian kinerja yang dilaksanakan di tim penilaian kinerja

a. Sudah dibentuk tim penilaian kinerja di level RS

b. Panduan pelaksanaan penilaian kinerja individu meliputi profesional kesehatan, direksi, dan RS

c. Pelaksanaan penilaian kinerja untuk tahun 2017 sudah berjalan perlu dilakukan revisi panduan penilaian kinerja d. Untuk tenaga kontrak menggunakan penilaian kinerja sesuai dengan panduan

BAB IV PEMBAHASAN

A. Issue Terkait Manajemen Resiko

1. Keselamatan dan keamanan

a. Masih kurangnya keselamatan, keamanan dan kenyamanan terhadap pasien dan pengunjung serta pegawai pada saat dilakukannya renovasi gedung Rumah Sakit.

b. Masih adanya plafon yang bocor saat hujan turun dan membasahi lantai.

c. Masih adanya ruangan perawatan yang mengalami WC yang tidak bisa

digunakan karena mampet.

d. Masih adanya AC rusak dan masih panas di ruangan pasien

2. Kesiapan menghadapi bencana Penempatan barang dan furniture ruangan agar tidak menghalangi jalur

evakuasi dan hidrans

B. Hambatan-hambatan pelaksanaan program PMKP

1. Penanggujawab pengumpulan data mutu di unit belum melaksanakan tugas secara optimal sehingga ada data yang salah yang dilaporkan kepada tim PMKP

2. Waktu pengumpulan data masih sering terlambat dari jadwal yang ditetapkan yaitu pada tanggal 5 setiap bulannya

3. Masih ada unit yang belum melaporkan insiden keselamatan pasien

C. Rekomendasi Karumkit

1. Data yang di upload adalah pencapaian bulan April Juni 2017

2. Menyarankan kepada wakarumkit pelayanan agar melakukan edukasi untuk para dokter agar melengkapi pengisian RM

3. Survey kepuasan pelanggan agar menyesuaikan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh kemenkes

4. Untuk unit yang tidak melakukan survey agar mengusahakan untuk melakukan survey

5. Untuk insiden pasien jatuh agar dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pasien yang beresiko jatuh dan pasien anak-anak 6. Setiap 2 minggu manajemen akan berkeliling untuk melakukan monitoring resiko bersama tim dari rumah sakit

BAB V

PENUTUP

Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien dilakukan disemua

unit pelayanan, baik pada unit pelayanan, penunjang medis dan non medis,

maupun pada unit pelayanan administrasi dan manajemen, dan dilakukan

monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan

Laporan hasil pencapaian indikator PMKP RS ini dapat dijadikan acuan

bagi pengelola rumah sakit untuk melakukan perbaikan mutu layanan serta

menyusun perencanaan, pembiayaan pada setiap jenis pelayanan Rs

Bhayangkara Jambi.

Jambi,

Oktober 2017

Ketua Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)

dr. R. Deden Sucahyana, Sp.B, M.Kes, FINACS

LAPORAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN BULAN (APRIL - MEI - JUNI) TAHUN 2017

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN BULAN (APRIL - MEI - JUNI) TAHUN 2017 RUMAH SAKIT BHAYANGKARA

RUMAH SAKIT BHAYANGKARA JAMBI TAHUN 2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas

rahmat Nya Laporan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit

RS Bhayangkara Jambi dapat diselesaikan sesuai dengan kebutuhan dan

harapan kita semua.

Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu

Jambi, Juli 2017
Jambi,
Juli 2017

pelayanan Rumah Sakit maka fungsi pelayanan RS Bhayangkara Jambi

secara bertahap perlu terus ditingkatkan agar menjadi lebih efektif dan efisien

serta memberi kepuasan kepada pasien, keluarga maupun masyarakat dengan

meningkatkan mutu pelayanan di semua unit kerja terkait.

Dalam rangka pelaksanaan peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

di RS Bhayangkara Jambi diperlukan penyusunan program untuk memperbaiki

proses pelayanan terhadap pasien secara terpadu serta meningkatkan

pelayanan kesehatan yang komprehensif sehingga semua kebutuhan

pelayanan tercapai bagi masyarakat umum dan polri.

Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-

tingginya kepada Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) RS

Bhayangkara Jambi dan pihak pihak terkait yang telah membantu dalam

penyusunan laporan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien dapat

diselesaikan dengan baik. Disamping itu kami harapkan dengan adanya

laporan evaluasi ini pelayanan kepada masyarakat khususnya pasien dapat

dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan.

KEPALA RUMAH SAKIT

BHAYANGKARA

JAMBI

dr. WAHONO EDHI P.,Sp PD

KOMISARIS POLISI NRP 78020928

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sesuai dengan misi Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk dapat memberikan pelayanan bermutu dengan mengutamakan keselamatan pasien, untuk itu Rumah Sakit Bhayangkara Jambi melakukan kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang sesuai dengan standar akreditasi KARS versi 2012. Kegiatan ini dilakukan di setiap unit kerja/instalasi terkait untuk mengukur kinerja pelayanan rumah sakit dan sebagai manajemen kontrol untuk mendukung pengambilan keputusan. Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien Rumah Sakit Bhayangkara Jambi tahun 2017, menetapkan indikator rumah sakit yang sesuai dengan standar peningkatan mutu dan keselamatan pasien dari KARS versi 2012. Berdasarkan standar PMKP 3, dapat diklarifikasikannya indikator rumah sakit sebagai berikut : 10 indikator area klinik, 9 indikator area manajemen, 6 indikator sasaran keselamatan pasien. Selain pemantauan yang dilakukan oleh instalasi / init kerja masing- masing, pemantauan juga dilakukan melalui program valid data. Valid data merupakan alat penting untuk memahami mutu dari data mutu dan untuk mencapai tingkat dimana data tersebut cukup meyakinkan bagi para pembuat keputusan. Hitungan keakuratan dilakukan dengan membandingkan hasil data orang pertama dengan orang kedua. Hasil data orang kedua harus ≥ 90% dari hasil data orang pertama untuk dinyatakan sebagai data valid. Laporan PMKP (April Mei - Juni) Tahun 2017 ini dibuat untuk mengevaluasi perkembangan hasil pemantauan indikator mutu yang diambil oleh instalasi/unit.

B.

TUJUAN

1. Tujuan Umum Diketahuinya mutu pelayanan dan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi pada bulan (April-Mei-Juni) Tahun 2017.

2. Tujuan Khusus

a. Dievaluasinya peningkatan mutu Rumah Sakit Bhayangkara Jambi melalui pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien yang telah ditetapkan berdasarkan standar PMKP 3 dan 7 dalam periode pada bulan (April-Mei- Juni) tahun 2017 di tiap - tiap unit dan instalasi terkait.

b. Dievaluasinya program keselamatan pasien dengan pemantauan insiden keselamatan pasien rumah sakit (IKPRS)

c. Dievaluasinya pelaksanaan program mutu spesifik lain yang dilakukan oleh tim/komite/unit terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien sebagai berikut :

1) Program manajemen resiko di tim manajemen resiko 2) Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) di unit kerja 3) Pemantauan mutu internal dan eksternal di instalasi laboratorium 4) Pengembangan manajemen klinik (PMK) di bidang keperawatan 5) Pemantauan hasil di komite PPI 6) Morning report di komite medik 7) Audit medik di komite medik 8) Pelaksanaan kerja sama dan perjanjian lainnya di tim pelaksana kerja sama 9) Penilaian kinerja yang dilaksanakan di tim penilaian kinerja

d. Didapatkan rekomendasi dari direktur rumah sakit dan dewan pengawas

mengenai pelaksanaan program mutu pelayanan dan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

BAB II KEGIATAN PEMANTAUAN INDIKATOR PMKP PADA BULAN (APRIL MEI - JUNI) TAHUN 2017

A. Kegiatan Pokok

Seperti telah dijelaskan diatas kegiatan pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien pada bulan (April-Mei-Juni) Tahun 2017. Adapun indikator yang dipantau adalah sebagai berikut :

1. Indikator area klinik

a. Asesment pasien: Kelengkapan asessmen nutrisi dan asesesmen nyeri

b. Pelayanan Laboratorium : Kelengkapan penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium

c. Pelayanan radiologi : Keterlambatan Penyerahan hasil

d. Prosedur - prosedur bedah : Kepatuhan peaksanaan timeout

e. Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan resep

f. Kesalahan medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan infus pasien.

g. Penggunaan anestesi dan sedasi : Pengkajian Pre-Anasthesi Dilaksanakan untuk Pasien Pra-Operasi Elektif dengan Anesthesi Umum

h. Penggunaan darah dan produk darah : Monitoring Tidak Terpakainya Produk Darah yang Sudah di Order

i. Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien : Waktu penyedian dokumen rekam medis rawat jalan

j. Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan :

Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD

2. Indikator area manajemen a. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat- obatan bagi pasien :

Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP)

b. Perencanaan dan pengembangan SDM

c. Manajemen Resiko : Insiden Tertusuk Jarum

d. Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

e. Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga : Kepuasan Pelanggan

f. Harapan dan Kepuasan Staf : Tingkat Kepuasan Staf

g. Demografi Pasien dan diagnosis klinis : Trend 10 besar diagnose dan data demografi yang bersangkutan

h. Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu

i. Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang membahayakan keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

3. Indikator sasaran keselamatan pasien

a. Identifikasi dengan pasien : Ketidak Pahaman Pasien Rawat Inap Baru Tentang Manfaat Pemakaian Gelang Identitas

b. Meningkatkan komunikasi efektif : Kepatuhan penerapan komunikasi dengan metode READ BACK pada saat pelaporan pasien dan penerimaan pasien secara verbal melalui telepon

c. Meningkatkan keamanan obat-obat dengan kewaspadaan tinggi :

Kepatuhan Pemberian Label Obat High Alert Oleh Farmasi

d. Memastikan benar lokasi operasi, benar prosedur, dan benar pasien :

Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Site Marking pada Pasien yang Akan Dilakukan Tindakan Operasi

e. Mengurangi resiko, infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan : Survey Kepatuhan melakukan hand hygiene staf medis Rumah Sakit

f. Mengurangi resiko cedera pasien akibat jatuh : Insiden Pasien Jatuh

Selama Perawatan Rawat Inap Di Rumah Sakit 4. Evaluasi Risk Register Evaluasi manajemen resiko di team manajement resiko.

B. Cara Melakukan Kegiatan

1. Melakukan pemantauan indikator mutu secara berkesinambungan

2. Melakukan valid data pemantauan indikator mutu klinik

3. Melakukan tabulasi terhadap data hasil pemantauan indikator mutu

4. Melakukan penyampaian hasil penyampaian indikator mutu oleh masing- masing bagian/unit

5. Melakukan pembandingan data dengan rumah sakit lain

6. Menyusun laporan hasil pemantauan indikator mutu

C. Jadwal Kegiatan

1. Melakukan pelaporan hasil pemantauan indikator mutu oleh masing-masing bagian / unit dilakukan setiap bulan, menyusun program perbaikan mutu dengan teknik PDSA oleh penanggungjawab pengumpul data indikator mutu rumah sakit dilaporkan pada saat rapat triwulan

2. Melakukan pemantauan indikator mutu serta valid data yang dilaksanakan berkesinambungan

3. Melakukan tabulasi terhadap data hasil pemantauan indikator mutu (dilaksanakan tiap bulan)

4. Melakukan penyampaian hasil pemantauan indikator mutu dan valid data mutu setiap 3 bulan

5. Menyusun laporan hasil pemantauan indikator mutu dan keselamatan pasien rumah sakit setiap 3 bulan

D. Pencatatan dan Pelaporan Pencatatan harian dilakukan oleh petugas pengumpul data, kemudian dilakukan rekapitulasi dan analisa oleh Penanggungjawab pengumpul data. Hasil analisa tersebut kemuadian dilaporkan ke UPM Data hasil pemantauan ditulis pada form pemantauan indikator mutu terintegrasidan terkumpul di Unit Penjamin Mutu dengan dilengkapi laporan tindak lanjut program dengan teknik PDCA untuk indikator yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan/setiap ditemukan suatu permasalahan di setiap unit kerja dan ditembuskan Unit Penjamin Mutu setiap bulan selambat- lambatnya minggu pertama bulan berikutnya. Hasil pengolahan dan analisa data di tuangkan dalam laporan tertulis kemuadian akan dilaporkan kepada direktur setiap 3 bulan sekali dalam rapat evaluasi triwulan.

BAB III

HASIL KEGIATAN

A. Pemantauan Indikator Mutu dan Keselamatan Pasien

1. Indikator Area Klinik

a. Asesment pasien: Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri

pasien rawat inap 72,00% 70,00% 70,00% 68,00% 67,00% 66,00% 64,00% 62,00% 62,00% 60,00% 58,00% April
pasien rawat inap
72,00%
70,00%
70,00%
68,00%
67,00%
66,00%
64,00%
62,00%
62,00%
60,00%
58,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN
Asesment pasien: Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap

Asesment pasien:

Kelengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap

Analisa :

persentase Kelengkapan

asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap pada bulan April

sebesar 62% pada bulan Mei sebesar 67% pada bulan Juni 70%, dari

hasil evaluasi memang terjadi peningkatan presentase tetapi belum

maksimal, oleh karena itu tim dari PMKP harus lebih serius lagi melakukan

sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan asesmen nutri dan nyeri

ini.Ketidak lengkapan asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien rawat inap

yang akan menyebabkan kerugian pada keselamatan pasien, maka dari itu

tim PMKP harus melakukan pengawasan dan pengontrolan di ruang rawat

inap tentang asesmen nutrisi dan asesmen nyeri pasien secara rutin dalam

pelaksanaan asesmen ini, sehingga hal ini berdampak kepada semua

petugas rawat inap unttuk melaksanakan pengisian asesmen nutrisi dan

Hasil analisa di dapatkan terjadi peningkatan

asesmen nyeri pasien dengan benar, dan nantinya semua asesmen nutrisi

dan asesmen nyeri terlaksana mencapai target sebesar 100%

b.

Pelayanan Laboratorium : Kelengkapan penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium

85,00% 84,00% 84,00% 83,00% 82,00% 82,00% Pelayanan Laboratorium : 81,00% 80,00% 80,00% Kelengkapan penulisan
85,00%
84,00%
84,00%
83,00%
82,00%
82,00%
Pelayanan
Laboratorium :
81,00%
80,00%
80,00%
Kelengkapan penulisan
permintaan
pemeriksaan
79,00%
laboratorium
78,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Hasil analisa di dapatkan terjadi peningkatan persentase Kelengkapan

penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium pada bulan April sebesar

80% bulan Mei sebesar 82% dan bulan Juni 84% ,ini dikarenakan sudah

lengkap penulisan permintaan pemeriksaan laboratorium dan hampir

mencapai target 0%.

c.

Pelayanan radiologi : Keterlambatan Penyerahan hasil

4,10% 4,00% 4,00% 3,90% 3,80% 3,70% 3,60% 3,60% Pelayanan radiologi : 3,50% 3,50% Keterlambatan Penyerahan
4,10%
4,00%
4,00%
3,90%
3,80%
3,70%
3,60%
3,60%
Pelayanan radiologi :
3,50%
3,50%
Keterlambatan
Penyerahan hasil
3,40%
3,30%
3,20%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Hasil analisa di dapatkan terjadi penurunan persentase Keterlambatan

Penyerahan hasil pada bulan April 4% dan Mei sebesar 3,6% dan bulan

Juni 3,5% ini dikarenakan telah dibuatnya kebijakan tentang waktu

pelaksanaan pembacaan ekspertisi oleh dokter spesialis radiologi

sehingga diharapkan tidak terjadi lagi keterlambatan penyerahan hasil

radiologi, dan hampir mencapai target sebesar 0%.

d.

Prosedur - prosedur bedah : Kepatuhan peaksanaan timeout

91,50% 91,00% 91,00% 90,50% 90,00% 90,00% 89,50% Prosedur - prosedur bedah : Kepatuhan 89,00% 89,00%
91,50%
91,00%
91,00%
90,50%
90,00%
90,00%
89,50%
Prosedur - prosedur
bedah : Kepatuhan
89,00%
89,00%
peaksanaan timeout
88,50%
88,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Telah terjadi peningkatan persentase pada bulan April sebesar 89% dan

Mei sebesar 90% dan bulan Juni 91% ,tim PMKP melakukan sosialisasi

ulang dan pengawasan tentang Kepatuhan peaksanaan timeout dan

hampir mencapai target sebesar 0%.

e. Penggunaan obat antibiotik dan obat lainnya : Kelengkapan penulisan

resep

92,50% 92,00% 92,00% 91,50% 91,00% 91,00% 90,50% 90,00% 89,50% 89,00% 89,00% 88,50% Penggunaan obat
92,50%
92,00%
92,00%
91,50%
91,00%
91,00%
90,50%
90,00%
89,50%
89,00%
89,00%
88,50%
Penggunaan obat
antibiotik dan obat
lainnya : Kelengkapan
penulisan resep
88,00%
87,50%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Telah terjadi peningktan persentase pada bulan April sebesar 89% dan Mei

sebesar 91% dan bulan Juni 92%, apabila dokter menulis resep obat

diruangan di harapkan menulis dengan lengkap dan tim pmkp dan apoteker

melakukan sosialisai di setiap ruang perawatan untuk sosialisasi penulisan

resep, jika penulisan resep tidak lengkap akan merugikan pasien dan bisa

menyebabkan obat tertukar dan hampir mencapai target 100%.

f.

Kesalahan

medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan

infus pasien.

3,50%

3,00%

2,50%

2,00%

1,50%

1,00%

0,50%

0,00%

3,00% 2,80% 2,40% April Mei Juni PENCAPAIAN BULAN
3,00%
2,80%
2,40%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Kesalahan medikasi ( medication error) dalam pengontrolan tetesan infus pasien.

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan April sebesar 3% dan Mei

sebesar 2,8% dan bulan Juni 2,4%, apabila tetesan infus tidak terkontrol

dengan baik akan menyebabkan bisa terjadi kelebihan dan kekurangan

cairan, setelah dilakukan pengontrolan dengan membuat catatan infus

diharapakan tidak terjadi lagi medikasi eror dalam pengontrolan infus.

g. Penggunaan

anestesi

dan

sedasi

:

Pengkajian

Pre-Anasthesi

Dilaksanakan untuk Pasien Pra-Operasi Elektif dengan Anesthesi Umum

120,00%

100,00%

80,00%

60,00%

40,00%

20,00%

0,00%

97,00% 97,00% 97,00% Penggunaan anestesi dan sedasi : Pengkajian Pre-Anasthesi Dilaksanakan untuk Pasien
97,00%
97,00%
97,00%
Penggunaan anestesi
dan sedasi : Pengkajian
Pre-Anasthesi
Dilaksanakan untuk
Pasien Pra-Operasi
Elektif dengan
Anesthesi Umum
94,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Setelah melakukan pendekatan kepada dokter anastesi untuk selalu melaksanakan visite pre operasi sehingga pengkajian anastesi untuk pasien pre operasi elektif sehingga terjadi peningkatan pada bulan april sebesar 97 % dan mei sebesar 97% dan bulan juni 97% , hampir mencapai target sebesar 100%.

h. Penggunaan darah dan produk darah : Monitoring Tidak Terpakainya

Produk Darah yang Sudah di Order

100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% April
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Penggunaan darah dan produk darah :

Monitoring Tidak

Terpakainya Produk Darah yang Sudah di

Order

Analisa :

tidak ada lagi kejadian darah yang diorder tidak di pakai karena waktu

pengorderan di sesuaikan dengan kondisi pasien sehingga pada bulan

April sebesar 0% dan Mei sebesar 0% dan bulan Juni 0%

i.

Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien : Waktu

penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan

75,00% 74,00% 74,00% 73,00% 73,00% 72,00% 71,00% 70,00% Ketersedian, isi dan penggunaan rekam medis pasien
75,00%
74,00%
74,00%
73,00%
73,00%
72,00%
71,00%
70,00%
Ketersedian, isi dan
penggunaan rekam
medis pasien : Waktu
69,00%
69,00%
68,00%
67,00%
penyedian dokumen
rekam medis rawat
jalan
66,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Terjadi penigkatan Waktu penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan

oleh petugas rekam medik yang lengkap, di karenakan terus melakukan

sosialisasi tentang waktu tunggu kelenkapan dokumen rekam medis rawat

jalan sehingga pad bulan April sebesar 3% dan fTerjadi sedikit penurunan

sebesar 69% di asebabkan petugas rekam medis yang baru dan belum

sepenuhnya menguasai tata cara dokumen rawat jalan, dan bulan Juni

sebesar 74%

j.

Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan :

Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD 74,00% 73,00% 72,00% 70,00% 70,00% 68,00% 66,00% 64,00% 62,00% 62,00%
Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD
74,00%
73,00%
72,00%
70,00%
70,00%
68,00%
66,00%
64,00%
62,00%
62,00%
60,00%
58,00%
56,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN
Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan : Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD

Pencegahan dan pengendalian infeksi, survailence dan pelaporan :

Kepatuhan petugas dalam pemakaian APD

Analisa :

Pada Kepatuhan petugas memakai APD ini mengalamai peninmgkatan data karena selalu dilakukan sosialisasi ulang tentang cara memakai APD yang bak dan benar di rumah sakit bayangkara serta selalu melakukan pengawasan terhadap petugas dalam memakai APD yang di bantu oleh tim PPI rs bayangkara sehingga kepatuhan pemakain APD di rumah sakit dapat terlasksana dengan baik dan benar di dapatkan data pada bulan April sebesar 62% dan Mei sebesar 70% dan bulan Juni 73% .dan hampir mencapai target sebesar 100%.

2. Area Manajerial a. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat- obatan bagi pasien :

Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP)

3,00%

2,50%

2,00%

1,50%

1,00%

0,50%

0,00%

2,50% 2,30% 2,00% April Mei Juni
2,50%
2,30%
2,00%
April
Mei
Juni

Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat- obatan bagi pasien : Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP)

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan april sebesar 12,5% dan mei sebesar 2.3% dan bulan juni 2% Hal ini terjadi karena anggota dari Unit Farmasi selalu memonitoring stok obat essensial dan Melakukan pengawasan agar tidak terjadi kekosongan stok obat essensial sehingga Jumlah Kekosongan Stok Obat Esensial, Bahan dan Alat Habis pakai (BAHP) hampir mencapai target sebesar 0%, dan pelayanan kepada pasien menjadi maksimal karena terapi terlaksana sesuai dengan terapi yang di berikan sehingga dapat mengurangi lama perawatan pasien.

b. Perencanaan dan pengembangan SDM 30,00% 25,00% 25,00% 22,00% 20,00% 20,00% 15,00% 10,00% 5,00% 0,00%
b. Perencanaan dan pengembangan SDM
30,00%
25,00%
25,00%
22,00%
20,00%
20,00%
15,00%
10,00%
5,00%
0,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN
Perencanaan dan pengembangan SDM

Perencanaan dan pengembangan SDM

Analisa :

Perencanaan dan pengembangan SDM di rs bayangkara belum semua personil ikut serta dalam pelatihan dan pengembangan karir ada beberpa yang baru menigkuit pengembangan sdm baik di dalam rumah sakit maupun di luar rumah sakit pada bulan April sebesar 20%, bulan Agustus 22% dan bulan September 25% dan belum mencapai target 100%

c. Manajemen Resiko : Insiden Tertusuk Jarum

100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% April
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
0,00%
0,00%
0,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Manajemen Resiko :

Insiden Tertusuk Jarum

Analisa :

Telah terjadi penurunan persentase pada bulan januari sebesar 0 % dan februari sebesar 0% dan bulan maret %, Insiden Tertusuk Jarum Dan hampir mencapai target sebesar 0%. Terjadinya penurunan Insiden Tertusuk Jarum pada setiap bulannya dikarenakan terus dilakukan pengawasan dan memonitoring tindakan sesuai dengan SOP oleh Tim PPI. Sehingga dengan terlaksananya pengawasan dan monitoring tindakan sesuai dengan SOP tidak terjadi insiden tertusuk jarum pada petugas medis dan tidak menyebabkan penularan infeksius dari insiden tertusuk jarum.

d. Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses

Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

120,00%

80,00%

60,00%

40,00%

20,00%

0,00%

April

Mei

Juni

PENCAPAIAN BULAN

60,00% 40,00% 20,00% 0,00% April Mei Juni PENCAPAIAN BULAN Manajemen Sumber Daya : Angka Pemanfaatan CT-Scan

Manajemen Sumber

Daya : Angka

Pemanfaatan CT-Scan

Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi

100,00%

100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

100,00%

100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

100,00%

100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

100,00%

100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

Analisa :

Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam Proses Penegakan Diagnose Pasien

Yang Dilaksanakan Di Instalasi Radiologi telah mencapai target sebesar

100%, Bidang pelayanan radiologi selalu meningkatkan fasilitas dan

pelayanan CT-Scan dan melakukan perawatan berkala pada alat CT-

scan agar tidak rusak, sehingga Angka Pemanfaatan CT-Scan Dalam

Proses Penegakan Diagnose Pasien Yang Dilaksanakan Di Instalasi

Radiologi dapat terlaksana dan terus mencpai target 100%.

e. Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga : Kepuasan Pelanggan

97,50% 97,30% 97,00% 96,50% 96,00% 96,00% 95,50% 95,00% 95,00% Harapan dan Kepuasan pasien dan Keluarga
97,50%
97,30%
97,00%
96,50%
96,00%
96,00%
95,50%
95,00%
95,00%
Harapan dan Kepuasan
pasien dan Keluarga :
94,50%
Kepuasan Pelanggan
94,00%
93,50%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Telah terjadi peningkatan persentase pada bulan April sebesar 95% dan Mei sebesar 96% dan Juni maret 97,3% Kepuasan Pelanggan di rs bhayangkara Dan hampir mencapai target sebesar 100%. Peningkatan Kepuasan Pelanggan yan terjadi setiap bulan tidak terlepas dari peran serta seluruh pegawai rumah sakit bhayangkara jambi dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dengan baik kepada pasien ataupun keluarga pasien sehingga pasien ataupun keluarga pasien puas dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit bahayangkara jambi.

f. Harapan dan Kepuasan Staf : Tingkat Kepuasan Staf

95,20% 95,00% 95,00% 95,00% 94,80% 94,60% 94,40% 94,20% 94,00% 94,00% 93,80% Harapan dan Kepuasan Staf
95,20%
95,00%
95,00%
95,00%
94,80%
94,60%
94,40%
94,20%
94,00%
94,00%
93,80%
Harapan dan Kepuasan
Staf : Tingkat
Kepuasan Staf
93,60%
93,40%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Peningkatan Kepuasan staf yang terjadi setiap bulan tidak terlepas dari peran karumkit dan staf manajemen rumah sakit bhayangkara jambi dalam meningkatkan fasilitas rumah sakit dan pemeberian insentif terhadap staf, yang mengalami peningkatan secara berkala, yang berdampak terjadinya pelayanan di rumah sakit menjadi baik.dengan persentase pada bulan April sebesar 94% dan Mei sebesar 95% dan bulan Juni 95 % dan Kepuasan Staf di rs bhayangkara Dan hampir mencapai target sebesar 100%.

g. Trend 10 besar diagnose dan data demografi yang bersangkutan :

Demografi pasien yang terdiagnosis Demam Typoid di Rawat Inap

Bulan April

Bulan Mei

Bulan Juni

Demam tifoid dan paratifoid = 147

Demam tifoid dan paratifoid=161

Demam tifoid dan

paratifoid=183

Dispepsia= 101

Hipertensi esensial (primer)=132

Hipertensi esensial

(primer)=130

Hipertensi esensial (primer)=92

Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya=127

Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya=128

Demam bolak balik=87

Anemia lainnya=80

Diare & gastroenteritis oleh

penyebab=81

Migren dan sindrom nyeri kepala lainnya =85

Diabetes militus berhubungan

Diabetes melitus tidak bergantung insulin=74

malnutrisi=73

Diabetes melitus bergantung

Diare & gastroenteritis oleh

Diabetes militus berhubungan

insulin=85

penyebab=73

malnutrisi=72

Diare & gastroenteritis oleh

Migren dan sindrom nyeri kepala

Migren dan sindrom nyeri kepala lainnya=72

penyebab=73

lainnya=67

Tonsilitis akut=51

Faringitis akut=64

Faringitis akut=71

Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya=44

Dispepsia=61

Gastritis dan duodenitis=67

Gangguan daya lihat=38

Gastritis dan duodenitis=53

Demam bolak balik=64

Trend 10 Diagnose

120,00%

120,00%
120,00%
120,00%

100,00%

100,00%

100,00%

100,00%

80,00%

60,00%

60,00% Trend 10 Diagnose

Trend 10 Diagnose

40,00%

20,00%

0,00%

April

Mei

Juni

Analisa :

Presentase Demografi pasien yang terdiagnosis demam typoid di rawat

inap Pada bulan april sebesar 100% bulan mei sebesar 100% dan bulan

juni sebesar 100% telah mencapai target sebesar 100%,dari data

demografi diagnose demam thypoid sudah di dapatkan kelengkapan data

demografi yang meliputi Umur, Jenis Kelamin, Daerah Asal.

h. Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu

73,00% 72,00% 72,00% 71,00% 70,00% 70,00% 69,00% 68,00% 68,00% Manajemen Keuangan : Ketepatan waktu pemberian
73,00%
72,00%
72,00%
71,00%
70,00%
70,00%
69,00%
68,00%
68,00%
Manajemen Keuangan
: Ketepatan waktu
pemberian imbalan
sesuai kesepakatan
waktu
67,00%
66,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Analisa :

Ketepatan waktu pemberian imbalan sesuai kesepakatan waktu di rs

bayangkara Pada bulan April sebesar 68 % bulan Mei sebesar 70% dan

bulan Juni sebesar 68% belum mencapai target sebesar 100%,

keterlambatan pembayaran di sebebabkan karena keterbatasan SDM.hal

ini mengakibatkan pembayaran tidak sesuai dengan waktu yang telah di

sepakati.

i.

Pencegahan

keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang milik

pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

dan

pengendalian

peristiwa

yang

membahayakan

100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 0,00% 0,% 0,00% April
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
0,00%
0,%
0,00%
April
Mei
Juni
PENCAPAIAN BULAN

Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang membahayakan keselamatan pasien, keluarga dan staf : Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

Analisa :

Tidak adanya barang milik pasien, keluarga dan karyawan yang hilang

pada buan april dan mei 0%, dan pada bulan juni tidak ada kehilangan

sebesar 0 % dan ini di sebabkan sudah kuatnya pengawasan keamanan

dan juga tidak ada kelalaian pasien dan keluarga pasien saat menjaga