Anda di halaman 1dari 5

AKADEMI FARMASI HANGTUAH

RENCANA JUDUL KARYA ILMIAH

(OUTLINE)

NAMA MAHASISWA : GALUH KUKUH KARYONO

NIM : 15026

1. JUDUL
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ASAM SITRAT TERHADAP
WAKTU LARUT SEDIAAN GRANUL EFFERVESENT DARI EKSTRAK
PARE (Momordica charantia L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2. LATAR BE LAKANG
Pada saat ini, dunia kedokteran dan kesehatan banyak membahas tentang
radikal bebas dan antioksidan. Hal ini terjadi karena sebagian besar penyakit diawali
oleh adanya reaksi oksidasi yang berlebihan didalam tubuh. Reaksi oksidasi terjadi
setiap saat. Ketika kita bernafas pun terjadi reaksi oksidasi. Reaksi ini mencetuskan
terbentuknya radikal bebas yang sangat aktif, yang dapat merusak struktur serta fungsi
sel. Namun, reaktivitas radikal bebas itu dapat dihambat oleh sistem antioksidan yang
melengkapi sistem kekebalan tubuh (Winarsi, 2007,11).
Reaksi radikal bebas secara umum dapat dihambat oleh antioksidan tertentu
baik alami maupun sintetis. Sebagian besar antioksidan alami berasal dari tanaman,
antara lain berupa senyawaan tokoferol, karotenoid, asam askorbat, fenol, dan
flavonoid (Juniarti et al, 2009; 51).
Konsumsi antioksidan dalam jumlah memadai dilaporkan dapat menurunkan
kejadian penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, kanker, aterosklerosis,
osteoporosis, dan lain-lain. Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan juga
disebut-sebut dapat meningkatkan status imunologis dan menghambat timbulnya
penyakit degeneratif akibat penuaan. Oleh sebab itu, kecukupan kebutuhan
antioksidan secara optimal diperlukan pada semua kelompok umur. Komponen yang
bersifat antioksidan dalam sayuran dan buah-buahan meliputi vitamin C, E, beta
karoten, flavonoid, isoflavon, antosianin, katekin, dan isokatekin (Winarsi, 2007; 21).
Secara alami beberapa jenis tumbuhan merupakan sumber antioksidan, hal ini
dapat ditemukan pada beberapa jenis sayuran, buah-buahan segar, beberapa jenis
tumbuhan dan rempah-rempah (Praptiwi et al, 2006; 33).
Salah satu tanaman atau buah yang berfungsi sebagai antioksidan adalah buah
pare (Momordica charantia, L).Kandungan kimia dari buah pare adalah flavonoid,
glikosida, saponin, steroid, momordisin, momordin, karantin, asam trikosanik, resin,
asam resinat, karantin, hidroxytriptamine, vitamin A, B, dan C (Raina, 2011; 253).
Penggunaan buah pare sebagai antioksidan di masyarakat belum maksimal, karena
masih kurangnya informasi ke masyarakat tentang manfaat buah pare. Masyarakat
kebanyakan menggunakan buah pare sebagai sayuran dan lalapan namun sudah
banyak juga yang menggunakan sebagai obat tradisional dalam pengobatan diabetes
melitus.
Melihat dari manfaat tanaman pare (Momordica charantia, L) yang belum
banyak dikembangkan sebagai antioksidan dan adanya keprihatinan terhadap produk
minuman serbuk yang tidak lagi memerhatikan manfaat kesehatan, maka perlu
dilakukan pembuatan minuman serbuk dari tanaman pare. Agar produk minuman
serbuk semakin menarik dan menambah nilai praktis , dikembangkan pula minuman
tersebut dengan cara menambahkan asma sitrat dan Na-bikarbonat sehingga
dihasilkan minuman serbuk effervescent pare.
Pembuatan effervescent diharapkan dapat menutupi rasa yang tidak enak
serta mempunyai stabilitas yang tinggi sehingga dapat bertahan dalam waktu yang
lama. Effervescent mengeluarkan gas CO2 yang memberikan rasa segar dan dengan
ditambah pemanis sehingga rasa langu dari lidah buaya dapat tertutupi.
Dalam penelitian ini dibuat beberapa formula effervescent dengan variasi dan
jumlah sumber asam (asam sitrat). Dari effervescent yang dibuat dievaluasi sifat fisis
dan juga rasanya. Asam sitrat digunakan sebagai sumber asam karena mudah bereaksi
sehingga meningkatkan waktu melarut dalam sediaan effervescent. Pada penelitian ini
ekstrak dibuat menjadi sediaan effervescent yang bertujuan untuk mengetahui apakah
peningkatan konsentrasi asam sitrat sebagai sumber asam dapat memperbaiki sifat
fisik effervescent. Asam sitrat adalah asam makanan yang paling umum digunakan
daalam sediaan effervescent, karena mudah didapat, melimpah, relatif tidak mahal,
sangat mudah larut, memiliki kekuatan asam yang tinggi memiliki keelektronegatifan
yang besar daripada asam tartrat, sehingga mudah melepaskan ion hidrogen yang akan
cepat bereaksi dengan basa (Siregar. 2010),
‘;
3. RUMUSAN MASALAH

Apakah peningkatan konsentrasi asam sitrat dapat mempengaruhi waktu larut


sediaan granul effervescent dari ekstrak pare sebagai antioksidan?

4. TUJUAN PENELITIAN

4.1 Untuk mengetahui apakah perbedaan asam sitrat dapat mempengaruhi waktu
larut granul effervescent.

4.2 Untuk mengetahui apakah ekstrak pare dapat dijadikan zat aktif dalam sediaan
granul effervescent.

5. MANFAAT PENELITIAN

5.1 Untuk mengetahui pemanfaatan dari tanaman pare yang dibuat dalam sediaan
granul effervescent sebagai obat bahan alam.

5.2 Sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi mahasiswa mengenai


formulasi sediaan granul effervescent dari ekstrak pare (Momordica charantia
L).

5.3 Diharapkan penelitian ini dapat menambah referensi penelitian di Akademi


Farmasi Hang Tuah Jakarta.
6. METODE PENELITIAN

6.1 Tempat penelitian


Penelitian di lakukan di Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut (LAFIAL)
Drs. Moch. Kamal, Apt yang berada di Jalan Bendungan Jati Luhur No. 1
Jakarta Pusat.
6.2 Waktu penelitian
Waktu penelitian di lakukan pada bulan April – Juli 2018.
6.3 Objek penelitian
Objek penelitian menggunakan ekstrak pare (Momordica chantia L).
6.4 Prosedur penelitian
 Persiapan pengambilan sampel buah pare
 Pembuatan ekstrak pare
 Pembuatan formulasi sediaan granul effervecent dari ekstrak buah pare
 Pengujian/evaluasi sediaan granul effervecent dari ekstrak buah pare

7. DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Sjamsul Arifin, dkk. 2008. Tumbuh-tumbuhan Obat Indonesia.


Bandung : Penerbit ITB.
Anief, Moch. 1997. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta : Gadjah Mada University
Press.
Ansel, C. Howard. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi edisi IV. Jakarta:
Universitas Indonesia Press.
Winarsi, Hery.2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta :
Kanisius.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ASAM SITRAT TERHADAP WAKTU
LARUT SEDIAAN GRANUL EFFERVESECENT DARI EKSTRAK PARE
(Momordica charantia L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Karya Tulis Ilmiah

Untuk memenuhi sebagian syarat guna memperoleh sebutan


Ahli Madya Farmasi

Oleh

Galuh Kukuh Karyono

NIM : 15026

AKADEMI FARMASI HANG TUAH

JAKARTA

2018