Anda di halaman 1dari 1

1. Kalau bisa, kita mesti sedikit ‘memberatkan’ badan jelang pertandingan.

Ya, jika badan


kita besar maka lawan akan kesulitan menarik tali yang kita pertahankan. Demikian pula
dengan rekan kita, badan mereka mesti besar. Lha, daku ‘kan kecil? Kok bisa menang? Iya,
kebetulan daku dan seorang rekanku (Nurul) kecil. Tapi yang kami ‘pasang’ di depan itu (AA)
berbobot sedikit lebih besar. Jadi intinya kami kolaborasikan semua kekuatan. Yang besar
belum tentu kuat dan yang kecil belum tentu lemah. Begitchu…
2. Perhatikan energi sebelum bertanding. Meski badan sudah besar tapi perutnya belum diisi,
tentu kita tak bisa berharap banyak. Pokoknya jangan sampai deh kita menarik dan
mempertahankan tali dalam keadaan perut kosong, badan gemetar, dan darah rendah. Duh.
3. Pegang Tali Senyaman Mungkin. Warning!Enggak boleh deh kita memegang tali dengan
gaya yang membahayakan. Misalnya melilitkannya ke leher atau pinggang. Alih-alih
menyumbang kekuatan, malah bisa fatal akibatnya tuh! Karena itu, pegang tali senyaman
posisi kita, yang sekiranya tidak terlalu berisiko kalau tarikan lawan amat besar.
4. Gunakan Pelindung Tangan. Alternatif ini terbilang bijak, apalagi bagi kita yang gak mau
‘menciderai kemulusan tangan’. Hehe. Selain itu, memang penting untuk menghindari kalau-
kalau tangan kita tergesek begitu keras, ‘kan bisa bikin berdarah dan pastinya
perih pleus. Huhu.
5. Pake Pelindung Kaki. Jika tangan sudah dilindungi, giliran kaki. Kenapa? Kita tak tahu
medan lapangan akan se-ramah apa. Karenanya untuk jaga-jaga, mending kita siapkan
sepatu. Kita wajib melindungi kaki sebagai salah-satu elemen penting dalam permainan tarik
tambang. Emang iya? Trust me, kaki yang kuat akan memudahkan kita bertumpu dengan
sempurna.