Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PEMBAHASAN

1.1 Dasar-Dasar Klasifikasi

Klasifikasi merupakan kata serapan dari bahasa Belanda, classificatie,

yang sendirinya berasal dari bahasa Prancis classification. Istilah ini menunjuk

kepada sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau menurut

beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan. Secara harafiah bisa pula

dikatakan bahwa klasifikasi adalah pembagian sesuatu menurut kelas-kelas.

Menurut Ilmu Pengetahuan, Klasifikasi adalah Proses pengelompokkan benda

berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Klasifikasi merupakan cara

menggolongkan organisme dengan menyusun ciri ciri organisme dengan

menyusun ciri ciri organisme secara sistematis, sehingga taksonomi disebut juga

sistematis. Klasifikasi hewan paling tua dapat dijumpai dalam tulisan tulisan

Aristoteles (Tahun 384-322 SM) yang mempelajari hampir segenap cabang ilmu

Zoologi. Pada saat ini klasifikasi hewan dikenal ada kelompok Vertebrata dan

Invertebrata. Vertebrata meliputi 2 golongan yaitu vivipar meliputi mamalia

seperti paus dan yang termasuk ovipar meliputi aves, amphibia, reptilia dan

pisces. Invertebrata atau Avertebrata terdapat beberapa golongan yaitu Protozoa,

Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Aschelminthes, Annelida, Mollusca,

Arthropoda dan Echinodermata.

Dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup yang pernah berkembang dan

dikemukakan oleh para ahli ada 2, yaitu dasar-dasar klasifikasi yang lama dan

dasar-dasar klasifikasi modern.

[Type text] Page 1


1.1.1 Dasar-Dasar Klasifikasi Lama

a. Metode Empiris

Menurut metode empiris, organisme dikelompokkan berdasarkan

persamaan urutan alfabet, tanpa melihat sifat atau ciri yang dimilikinya dan tanpa

melihat hubungan satu dengan lainnya.

b. Metode Rasional

Menurut metode rasional organisme dikelompokkan berdasarkan

hubungan yang jelas dari sifat atau ciri yang dimiliki. Metode ini dapat dibedakan

menjadi sistem, yaitu :

1) Sistem praktis, yaitu organisme dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri

yang berguna. Misalnya persamaan ciri dapat dimakan atau tidak, dapat

digunakan untuk obat atau tidak, menghasilkan buah atau tidak, dan menghasilkan

serat atau tidak. Penganut sistem ini antara lain St. Agustine (abad 4 SM)

2) Sistem artifisial, yaitu organisme dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri

yang ditetapkan oleh peneliti sendiri. Misalnya peneliti menetapkan persamaan

ciri ukuran, bentuk dan habitat. Penganut sistem ini antara lain Aristoteles dan

Theophratus (370 SM). Aristoteles membagi organisme hidup menjadi dua

golongan, yaitu hewan dan tumbuhan. Selanjutnya hewan dikelompokkan menjadi

3 kelompok berdasarkan persamaan ciri habitat, misalnya habitat air, darat dan

udara. Tumbuhan dikelompokkan menjadi 3 kelompok berdasarkan ciri ukuran

tubuhnya, misalnya tumbuhan pohon, perdu dan semak. Selain itu, Aristoteles

juga mengelompokkan hewan berdasarkan warna darahnya, yaitu hewan yang

[Type text] Page 2


berdarah merah dan hewan yang tidak berdarah. Dengan demikian, Aristoteles

telah mengenal lebih kurang 1000 jenis organisme.

3) Sistem natural, yaitu organisme dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri

struktur tubuh luar (morfologi) dan struktur tubuh dalam (anatomi). Penganut

sistem, antara lain Carolus Linnaeus (abad 18). Linnaeus berpendapat bahwa

setiap jenis organisme memiliki ciri yang berbeda. Jika sejumlah organisme

tersebut sama spesiesnya. Dengan cara ini Linnaeus dapat mengenal 1000 jenis

tanaman dan 4000 jenis hewan.

4) Sistem filogeni, yaitu cara pengelompokan tumbuhan yang tidak hanya

berdasarkan atas morfologi dan antomi, tetapi juga ditinjau dari hubungan

kekerabatan. Sistem ini berkembang setelah Darwin menerbitkan bukunya yang

berjudul On the Origin of Species by Means of Natural Selection pada tahun

1859. Sistem filogeni menghendaki adanya urutan perkembangan makhluk hidup

serta mengetahui hubungan kekerabatan antara takson satu dengan yang lainnya.

Tingkat keprimitifpanpun dapat diketahui pada sitem filogeni dapat diketahui

organisme yang paling primitif di antara organisme-organisme lainnya. Ada

beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan sistem filogeni, yaitu :

 Ada jenis tumbuhan yang baru muncul dan ada pula yang punah.

 Memerlukan bukti yang lengkap.

 Keterbatasan indera pengamatan menyebabkan pandangan yang sangat

bervariasi.

 Klasifikasi tidak pernah selesai karena adanya penemuan-penemuan baru.

 Evolusi dapat bersifat progresif dan retrogresif.

[Type text] Page 3


1.1.2 Dasar-Dasar Klasifikasi Modern

Pada taksonomi modern, klasifikasi organisme berdasarkan pada :

a. Persamaan ciri morfologi dan anatomi.

b. Biokimia perbandingan, misalnya pada hewan mimi (Limulus polyhemus)

dahulu dimasukkan ke dalam bangsa rajungan (Decapoda), tetapi setelah

dianalisis darahnya secara biokimia, ternyata hewan ini lebih dekat dengan bangsa

laba-laba (arachnida).

c. Genetika Modern. Gen dapat juga dipergunakan untuk menklasifikasi

organisme. Adanya persamaan gen menunjukkan adanya kekerabatan.

1.2 Hewan Invertebrata

Semua Hewan yang tidak memiliki tulang belakang dikelompokkan dalam

Invertebrata (Avertebrata). Hewan Inverterbrata ada yang tersusun dalam satu sel

(uniseluler) dimana seluruh aktivitas kehidupannya dilakukan oleh sel itu sendiri.

Sedangkan hewan invertebrate yang tersusun oleh banyak sel

(multseluler/metozoa) sel selnya mengalami deferensiasi dan spesialisasi

membentuk jaringan dan organ tubuh dan aktivitasnya smakin komplek.

Perembangan embrio hewan metozoa melalui tahap tahap tertentu. Secara

embriologi, hewan ada yang memiliki tiga lapisan kulit, hewan demikian

dinamakan dipoblastik. Untuk hewan yang memiliki tiga lapisan kulit dalam

tubuhnya dinamakan tripoblastik. Struktur tubuh, dan system system yang ada

pada hewan invertebrate berbeda beda, makin tinggi tingkatannya semakin

komplek struktur dan system tubuhnya.

[Type text] Page 4


Hewan invertebrata memiliki sembilan filum di antaranya Filum Protozoa,

Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Aschelminthes, Annelida, Mollusca,

Echinodermata, Arthropoda.

1.2.1 Protozoa

Filum Protozoa, yaitu hewan yang bersel satu yang hidup di dalam air.

Berdasarkan alat geraknya, Protozoa terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas

Rhizopoda (berkaki semu), kelas Flagellata (berbulu cambuk), kelas Cilliata

(berambut getar), dan kelas Sporozoa (berspora).

Protozoa memiliki ciri ciri sebagai berikut :

 Bersel satu, berkoloni, simetris tubuh tidak ada, bilateral, radial, atau

spherical.

 Bentuk sel umumnya tetap kecuali Rhizopoda.

 Inti jelas, satu atau lebih, tidak memiliki organ atau jaringan.

 Pergerakan dengan flagela, cilia, atau pseudopodia atau dengan sel itu

sendiri.

 Beberapa spesies memiliki pelindung atau cangkok, banyak di antaranya

yang membentuk kista.

 Hidup bebas, komensalisme, mutualisme, atau parasitisme

 Nutrisi : holozoik yaitu memakan organisme hidup lain, saprozoik atau

memakan organisme yang telah mati, holofilik atau autotrof atau dapat

membentuk makanan sendiri fotosintesis, dan diantaranya saprofitik

menyerap zat yang terlarut disekitarnya.

[Type text] Page 5


 Reproduksi vegetatif dengan binary fassion atau multiple fission,

sedangkan fase generatif melalui persatuan gamet, konjugasi, dan

augotomi.

a. Kelas Rhizopoda (Sarcodina)

Kelas Rhizopoda atau sarcodina memiliki alat gerak berupa kaki semu atau

pseupodia. Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan

penjuluran protoplasma sel.

 Amoeba proteus memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan

vakuola kontraktil.

 Entamoeba histolityca menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan

disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae).

 Entamoeba gingivalis menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut

radang gusi (Gingivitis).

[Type text] Page 6


 Foraminifera sp. fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya

minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah

globigerina.

 Radiolaria sp. endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan

untuk bahan penggosok.

b. Kelas Flagellata

Kelas Flagellata memiliki alat gerak berupa bulu cambuk atau flagela. Genus

terdapat beberapa jenis spesies : Dua diantaranya dapat ditentukan di dasar

kolam yaitu Euglena viridis dan Euglena gracilis, berwarna hijau, tidak

terlihat, diganti dengan mata secara langsung tetapi dapat terlihat ketika

hewan tersebut berkelompok.

c. Kelas Ciliata

Kelas Ciliata memiliki alat berupa rambut getar atau silia. Memiliki 2 inti sel

(nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup

sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi

aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat

konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola kontraktil

yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak

ditemukan hidup di laut maupun di air tawar. Contoh : Paramaecium

caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli.

d. Kelas Sporozoa

Sporozoa adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Cara bergerak

hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Sporozoid memiliki

organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang

[Type text] Page 7


dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang.Hidupnya parasit pada

manusia dan hewan.Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium

malariae,Plasmodium vivax. Gregarina.

1.2.2 Filum Porifera

Porifera berasal dari kata porus yang artinya berlubang-lubang dan ferre

artinya mengandung atau membawa. Oleh sebab itu, Porifera disebut hewan yang

memiliki lubang-lubang kecil atau berpori, sering juga disebut binatang spon atau

binatang berongga.

Ciri-ciri Porifera :

 Tidak ada simetri yang pasti.

 Tubuh multiseluler, beberapa jaringan, tidak ada organ.

 Sel dan jaringan mengelilingi ruang diisi air tetapi tidak ada rongga tubuh

sejati.

 Semua sesil, (hidup melekat pada sesuatu).

 Reproduksi seksual atau aseksual, reproduksi seksual dapat berupa

gonokoristik atau hermafrodit.

[Type text] Page 8


 Tidak memiliki sistem saraf.

 Memiliki tahap larva yang berbeda dengan planktonik. Tinggal di

lingkungan perairan, terutama laut.

 Semua adalah penyaring makanan.

 Sering memiliki kerangka spikula.

Berdasarkan atas kerangka tubuhnya atau spikulanya, filum porifera dibagi

menjadi tiga kelas yaitu:

a. Kelas Calcarea

Calcarea (dalam bahasa latin, calcare=kapur) atau Calcispongiae (dalam bahasa

latin, calci = kapur, spongia= spons) memiliki kerangka tubuh berupa spikula

seperti duri duri kecil dari kalsium karbonat. Calcarea hidup dilaut dangkal

contohnya Sycon, Clathrina, Leucettusa lancifer, Scyphs sp., Grantia sp., dan

Leucosplenia sp.

b. Kelas Hexatinelida

Hexactinellida (dalam bahasa yunani, hexa=enam) atau Hyalospongiae (dalam

bahasa yunani,hyalo=kaca/transparan, spongia=spons) memiliki spikula yang

tersusun dari silika. Hexactinellida hidup dilaut dalam. Misalnya Eupplectella

aspergillium.

c. Kelas Demospongiae

Demospongiae (dalam bahasa yunani, demo=tebal, spongia=spons) memiliki

rangka yang tersusun dari serabut spongin. Demospongiaea adalah satu-

[Type text] Page 9


satunya porifera yang hidup di air tawar. Misalnya Euspongia sp. dan Spongilla

sp.

1.2.3 Filum Cnidaria (Coelenterata)

Coelentrata adalah satu filum hewan yang relatif sederhanayang meliputi

ubur-ubur, karang, bunga pansy laut, pena laut, ubur-ubur kotak, dan tawon laut.

Filum ini mendapat nama Cnidaria, dari bahasa Yunani “Cnidos,” yang berarti

“jarum menyengat.” Tubuh cnidaria tersusun atas jaringan luar yang disebut

epidermis, dan jaringan dalam yang disebut gastrodermis. Gerakan tubuh cnidaria

diatur oleh sistem saraf jala yang tersebar di seluruh bagian tubuhnya. Terdapat

dua bentuk tubuh cnidaria, yaitu polip dan medusa. Polip merupakan bentuk

cnidaria yang menempel (sessile) pada substrat tertentu dan tidak dapat bergerak

bebas. Sedangkan medusa merupakan bentuk bebas dimana cnidaria dapat

bergerak mencari makan di perairan.

Ciri-ciri Coelenterata :

 Tubuh memiliki bagian yang lebih kompleks dibandingkan dengan

porifera.

[Type text] Page 10


 Tubuh simetri radial terdiri dari dua lapis ektoderm dan endoderm,

diantaranya terdapat mesoglea.

 Memiliki coelom atau rongga dan usus atau enteron

 Lapisan endoderm berfungsi sebagai usus atau gastrodermis.

 Mulut dikelilingi oleh tentakel.

 Reproduksi dengan dua cara yaitu seksual dan aseksual

 Nutrisinya berupa hewan-hwean kecil atau plankton yang ditangkap

dengan menggunakan tentakel

 Tidak memiliki alat respirasi, pertukaran gas dilakukan dengan cara

difusi

 Sistem ekskresi tidak ada, sisa metabolisme dikeluarkan dengan cara

difusi

 Sistem saraf berupa susunan saraf difus yang terdiri ats reseptor dengan

serabut saraf yang terletak didalam mesoglea

 Terdapat dua macam bentuk tubuh yaitu polip dan medusa. Polip

umumnya soliter sedangkan medusa merupakan fase reproduksi dengan

menghasilkan dua macam gamet. Siklus hidup Coelenterata mempunyai

dua bentuk tubuh, yaitu Polip dan Medusa

Phylum Coelenterata terbagi ats tiga kelas yaitu:

a. Kelas Hydrozoa

Hydrozoa berasal dari kata hydra, artinya hewan yang bentuknya seperti ular.

Umumnya hidup soliter atau berkoloni. Contohnya Hydra dan Obellia.

[Type text] Page 11


b. Kelas Scyphozoa

Scyphozoa (dalam bahasa Yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan) memiliki

bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya. Medusa Scyphozoa

dikenal dengan ubur-ubur. Medusa umumnya berukuran 2 – 40 cm. Reproduksi

dilakukan secara aseksual dan seksual. Polip yang berukuran kecil menghasilkan

medua secara aseksual. Contoh Scyphozoa adalah Cyanea, Aurelia aurita, dan

Chrysaora fruttenscens.

c. Anthozoa

Anthozoa (dalam bahasa Yunani Anthus = bunga, zoa = hewan) memiliki

banyak tentakel yang berwarna-warni seperti bunga. Anthozoa tidak memiliki

bentuk medusa, hanya bentuk polip. Polip Anthozoa berukuran lebih besar dari

dua kelas Coelentrata lainnya. hidupnya di laut dangkal secaa berkoloni.

Anthozoa bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi, serta

reproduksi seksual menghasilkan gamet. Contoh anthozoa adalah Tubastrea (koral

atau karang), Acropora, Urticina (anemon laut) dan Turbinaria.

1.2.4 Filum Platyhelminthes

Platyhelminthes atau Cacing Pipih, yaitu hewan yang berbentuk cacing

dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih ini pada umumnya hidup

di sungai, laut, danau ataupun sebagai parasit di tubuh organisme lain.

[Type text] Page 12


Ciri-ciri Platyhelminthes :

 Bentuk tubuh pipih, simetri bilateral, triploblastik, dan acoelomata.

 Sistem pencernaan makanan belum sempurna, terdapat mulut dan belum

memiliki anus. Makanan masuk melalui mulut—> farink—> usus —> dan

dikeluarkan melalui mulut.

 Reproduksi secara seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan

perkawinan silang atau perkawinan sendiri, karena bersifat hermaprodit

(monoceus). Secara aseksual dengan fragmentasi dan membentuk

generasi baru (regenerasi).

 Sistem ekskresi tersusun atas sel-sel bersilia ( flame cells /aster / sel api ).

Susunan syaraf terdiri atas 2 ganglia yang berbentuk cincin membentuk

tangga tali.

 Tubuhnya terdiri atas bagian kepala (anterior), ekor (posterior), bagian

punggung (dorsal), bagian perut (ventral), dan bagian samping (lateral).

[Type text] Page 13


 Belum memiliki sistem respirasi. Masuknya oksigen (O2)dan keluarnya

karbon dioksida (CO2) melalui permukaan kulit.

 Hidup bebas di air tawar maupun tempat–tempat lembab.

Terdapat 3 kelas dalam filum Platyhelminthes yaitu Turbellaria (cacing

berambut getar), Trematoda (Cacing Isap) dan Cestoda (cacing pita).

a. Kelas Turbellaria, contohnya adalah Planaria sp. Cacing ini bersifat karnivor

dan dapat ditemukan di perairan, genangan air , kolam, atau sungai.

b. Kelas Trematoda, Contohnya Fasciola hepatica (cacing hati). Cacing ini

biasanya terdapat pda kantung empedu hati ternak dan menyerap makanan

(nutrien) dari inangnya.

c. Kelas Cestoda, Contohnya adalah Taenia solium dan Taenia saginata. Cacing

ini berbentuk pipih seperti pita, tidak mempunyai saluran pencernaan dan

bersifat endoparasit dalam saluran pencernaan vertebrata.

1.2.5 Filum Aschelminthes

Filum ini merupakan hewan yang mempunyai pseudodolem, tubuh simetri

bilateral, mempunyai kutikula, tidak bersegmen, walaupun terdapat tetapi

umumnya sedikit. Saluran pencernaan sudah lengkap dan terdiri atas : mulut

dengan oral anterior, saluran pencernaan terdiri ats esophagus, intestinum, dan

anus posterior. Tidak mempunyai sisitem sirkulasi, alat reproduksi terpisah,

mempunyai sebuah sistem protonepridia dengan sel sel api atau bulbus sel api.

Phylum Aschelminthes terbagi menjadi 2 Subphylum yaitu:

[Type text] Page 14


a. Subphylum Trochelminthes

Aschelminthes mikroskopik, tubuh mempinyai silia eksternal dan kaki yang

bersatu dengan kelenjar adhesive, pada beberapa spesies reproduksi dengan

parthenoghenesis, terdapat protonepridia, hidup dilaut atau di air tawar.

Mempunyai tiga kelas yaitu Gastropoda, Rotifera, dan Kinorhyncha.

b. Subphylum Nemathelminthes

Nemathelminthes (dalam bahasa yunani, nema= benang, helminthes = cacing)

disebut sebagai cacing gilig karena tubuhnya berbentuk bulat panjang atau seperti

benang. Nemathelminthes terbagi menjadi tiga kelas yaitu Nematoda, Nemertea,

dan Nematomorpha.

1.2.6 Filum Annelida

Annelida (Cacing Gelang), yaitu cacing yang tubuhnya terdiri atas

segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ yang baik dengan

sistem peredaran darah tertutup. Contoh cacing jenis Filum Annelida diantaranya

seperti cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas dan lintah.

[Type text] Page 15


Ciri-ciri Annelida :

 Tubuh tersusun atas segmen-segmen menyerupai gelang/ cincin

 Segmen terdapat di bagian luar dan dalam tubuhnya. Diantara satu segmen

dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah,

sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen

lainnya saling berhubungan menembus septa

 Panjang tubuh bervariasi dari sekitar 1 mm hingga 3 m

 Bentuk tubuhnya simetris bilateral, tubuh dilapisi kutikula

 Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit

dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia

 Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan

juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap

Filum Annelida terbagi menjadi 5 kelas yaitu Polychaeta (berambut banyak),

Oligochaeta (berambut sedikit atau tidak ada rambut sama sekali), Archianida,

Hirudinea (menghisap darah) dan Echiroidea.

a. Kelas Polychaeta, Contohnya Nereis virens (kelabang laut). Hidup dilubang-

lubang yang berpasir dengan lubang 75 cm kedalamanya dengan menggunakab

mukus bersatu dengan pasir.

b. Kelas Oligochaeta, meliputi cacing tanah dan beberapa spesies yang hidup

dalam ir tawar. Tubuh cacing ini umumnya berbentuk panjang silindris dan

bersegmen.

c. Kelas Archianida, Contohnya Polygardius, panjang tubuh 30-100 mm, tubuh

langsing, somit tidak jelas dari luar. Banyak terdapat dipantai.

[Type text] Page 16


d. Kelas Hirudinea, Contohnya Haemodipse (pacet) dan Hirudo (lintah).

Hirudenia bersifat parasit pada vertebrata termasuk manusia, dengan enghisap

darah pada inangnya.

e. Kelas Echiroidea, Contohnya cacing senduk, berbentuk silindris, tidak beruas,

dinding tubuh tipis dan penuh cairan dalam rongga tubuh, memilik prostemium

(belalai). Memiliki mulut, usus dan anus,

1.2.7 Filum Mollusca

Mollusca (Filum Moluska), yaitu hewan yang bertubuh lunak baik

dilindungi olehcangkang maupun yang tidak dilindungi oleh cangkang.

Cangkang Filum Mollusca terdiri dari bahan kalsium (zat kapur

Ciri-ciri Mollusca :

 Tubuh tidak beruas-ruas, kecuali polyplacophora; simetri bilateral atau

asimetri karena torsi.

 Tubuh biasanya pendek dan sebagian atau seluruhnya tertutup mantel. di

antara mantel dan tubuh yang lunak terdapat rongga mantel, atau lenyap

secara sekunder.

[Type text] Page 17


 Biasanya terdapat cangkang yang dihasilkan oleh mantel. cangkang terdiri

atas 1, 2 atau 8 keping. Kepala berdekatan dengan otot kaki di bagian

ventral. kaki berfungsi untuk merayap, meliang, berenang atau menangkap

makanan.

 Sistem pencernaan lengkap, kompleks dan dilengkapi saluran bercilia

untuk menyortir partikel makanan. mulut mempunyai radula, kecuali

bivalvia; kelenjar pencernaan (hati) besar; anus bermuara di rongga

mantel.

Filum Mollusca terbagi menjadi 5 kelas yaitu :

a. Amphineura : hewan simetri bilateral, cangkang yang terbuka dengan

delapan keping kalsium transversal, beberapa pasang filamen insang.

Tubuh pipih dan delapan katup cangkang.

b. Gastropoda : hewan yang asimetri dengan cangkang yang memutar

terpilin. Secara khas mempunyai cangkang tunggal terpilin, kepala

menonjol yang dilengkapi dengan mata dan sungut.

c. Pelecypoda : hewan dengan tubuh simetri bilateral, mempunyai dua katup

cangkang, satu pada tiap sisi tubuhnya. Merupakan kelompok terbesar dari

mollusca.

d. Chephalophoda : hewan yang mempunyai lingkaran sungut disekeliling

kepala, mata dan otak berkembang baik.

e. Schaphopoda : hewan yang mempunyai cangkang berbentuk tabung

seperti gading yang hidup membenamkan diri didalam pasir.

[Type text] Page 18


1.2.8 Filum Artropoda

Filum Artropoda, yaitu filum bertubuh segmen yang biasanya bersatu

menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan

dan simetri bilateral. Filum Artropda juga dikenal dengan sebutan hewan

berbuku-buku. Filum Arhropoda terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Insecta,

Crustacea, Arachnoidea, dan Myriapoda.

Ciri-ciri Artropoda :

 Tubuh tersegmentasi. Ini berarti bahwa mereka akan memiliki tubuh yang

terdiri dari lebih dari satu bagian. Laba-laba memiliki dua segmen dan

lalat memiliki tiga segmen.

 Banyak kaki bersendi atau anggota badan. Laba-laba memiliki 8 kaki, kaki

seribu dapat memiliki … Ratusan! lalat memiliki tiga segmen.

 Sebuah eksoskeleton. Ini adalah kerangka eksternal. Seperti baju besi,

melindungi tubuh arthropoda. Ketika arthropoda lahir eksoskeleton yang

lembut tapi mengeras dengan cepat dan dapat ditumpahkan saat makhluk

[Type text] Page 19


tumbuh. Arthropoda adalah invertebrata, yang berarti bahwa mereka tidak

memiliki tulang belakang.

 Berdarah dingin. Arthropoda adalah berdarah dingin – yang berarti, suhu

tubuh mereka tergantung pada suhu lingkungan sekitar mereka.

Arthropoda adalah beberapa hewan paling menarik di dunia.

 Habitat. Arthropoda yang di seluruh dunia dalam distribusi mereka dan

menempati berbagai habitat termasuk laut dalam, perairan pesisir, habitat

darat, sungai dan sungai air tawar, hutan, gurun, semak belukar, dan

padang rumput.

1.2.9 Filum Echinodermata

Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah

sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa

kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut.

Filum ini terbagi menjadi 5 kelas yaitu Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea,

Crinoidea, dan Holothuroidea.

Ciri-ciri:

 Tubuh Echinoderamta terdiri dari 3 lapisan dan memiliki rongga tubuh

atau disebut triploblastik selomata.

[Type text] Page 20


 Bentuk tubuh simetri bilateral pada saat masih menjadi larva, dan pada

saat dewasa bentuk tubuhnya simetri radial.

 Kulit tubuh terdiri dari zat kitin.

 Mempunyai ambulakral

 Memiliki sistem penceranaan yang sempurna kecuali bintang laut yang

tidak memiliki anus.

 Tidak memiliki sistem ekskresi.

 Perkembangbiakan terjadi secara seksual

[Type text] Page 21


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2015. Klasifikasi. http://id.wikipedia.org (Diakses tanggal 16 September

2015)

Anonim, 1993. Evolusi Avertebrata. Universitas Indonesia

Ginoryan, Podhang. 2014. Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup Lama dan Modern.

www.enjeng.com (Diakses tanggal 16 September 2015)

Haryono, Agus.2015. Zoology Invertebrata. Universitas Palangkaraya.

Kimball, John W. 1992. Biologi. Jakarta: Erlangga

[Type text] Page 22