Anda di halaman 1dari 10

DAMPAK PENYAKIT MASYARAKAT BAGI KESEHATAN

dr.Wijanarto

Penyakit masyarakat adalah hal-hal atau perbuatan yang terjadi ditengah-tengah


masyarakat yang tidak menyenangkan masyarakat atau meresahkari masyarakat yang tidak
sesuai dengan aturan agama dan adat serta tatakrama kesopanan sedangkan akibat hukumnya
bagi sipelaku ada yang belum terjangkau oleh ketentuan perundang-undangan yang ada. Dari
pengertian penyakit dan masyarakat yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa
penyakit masyarakat adalah perilaku atau kebiasaan-kebiasaan buruk anggota masyarakat yang
telah membudaya, dimana kebiasaan tersebut melanggar norma, adat dan hukum yang berlaku.

Latar Belakang Munculnya Penyakit Masyarakat

Munculnya penyakit masyarakat dalam konteks hari ini, dipengaruhi oleh berbagai
macam hal yang sangat kompleks. Yang jelas ada dua penyebab munculnya penyakit masyarakat
tersebut yaitu berasal dari faktor internal seperti motivasi dan minat yang sangat kuat untuk
mencoba dan faktor eksternal yaitu berasal dari lingkungan, seperti ajakan dan pengaruh teman
dan pengaruh pola hidup tempat tinggal .

Beberapa factor yang mempengaruhi munculnya Penyakit Masyarakat

a. Krisis ekonomi
b. Pergaulan dan gaya hidup
c. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan dapat memberi pengaruh yang besar terhadap pembentukan
kepribadian seseorang. Sebagian besar prinsip dan kebiasaan itu bermula dari
lingkungan dimana dia berada. Sebuah contoh misalnya, watak, cara pandang dan
prinsip yang berbeda-beda di antara suku bangsa yang ada di Indonesia memberikan
pertanda bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap pribadi manusia. Mengapa
orang jawa suaranya lembut, mengapa orang Batak suaranya keras, dan sering
diterjemahkan kasar, dan mengapa orang Minang selalu dikaitkan
dengan dagang, semuanya itu berasal dari lingkungan. Demikianlah halnya dengan
penyakit masyarakat, juga banyak disebabkan karena pengaruh lingkungan. Mengapa
penyakit Aids/HIV banyak ditemukan di Irian dan bukan di Padang? Jawabannya
adalah lingkungan. Dengan demikianlah benarlah kata-kata bijak yang menyatakan
“siap yang berkawan dengan orang yang baik, maka dia akan ikut menjadi naik”,
“dan siapa yang berteman dengan orang jahat maka, dia akan ikut melakukan
pekerjaan jahat.
d. Coba-coba
Amir Syarifuddin mengatakan: Pada dasarnya hawa nafsu yang berada dalam diri
setiap orang iutu mendorongnya untuk berbuat kejahatan. Ia ingin mendapatkan harta
dengan mudah tanpa imbalan dan kesulitan; ia ingin melakukan pelecehan seksual
terhadap seseorang; ia ingin mengusik ketenangan orang; ia ingin memuaskan
nafsunya dengan makanan dan minuman terlarang; ia ingin melenyapkan seseorang
yang tidak disenanginya; ia ingin menodai nama baik seseorang; ia ingin merusak apa
yang ada dilingkungannya dan sebagainya.
Banyak perilaku buruk yang disebabkan oleh motivasi coba-coba. Misalnya
ketika orang merokok, memakai ganja, menghisap putaw, nyabu dan perilaku lainnya.
Pada dasarnya sebelum orang memakai atau mengkonsumsi benda-benda tersebut
hampir seluruhnya berawal dari rasa ingin mencoba. Terlalu sering mencoba akhirnya
menjadi kebiasaan. Pepatah orang Minang menyatakan alah bisa karena biasa. Nah,
kalau sudah menjadi kebiasaan tentu sulit untuk menghindarinya. Ibarat perut, tidak
dikasih makan satu hari rasanya akan begitu lapar. Begitu pulalah dengan rokok,
kalau sudah biasa sebelum merokok terasa masih ada yang kurang. Demikianlah
halnya dengan pemakai ganja, shabu, putaw dan lain-lainnya, berasal dari adanya rasa
ingin tahu (coba-coba).

Macam-macam Penyakit Masyarakat (Pekat)

1. Narkoba
2. Minuman Keras (Miras)
3. Berjudi
4. HIV/AIDS
5. Prostitusi
6. Tindakan Kriminal

Dari Berbagai macam penyakit masyarakat tersebut, beberapa mempunyai dampak bagi
kesehatan. Yang paling nyata adalah Narkoba dan Minuman Keras, HIV/AIDS serta Prostitusi.

1. Narkoba

Kata Narkotika berasal dari bahasa Yunani yaitu Narkoun yang berarti membuat lumpuh
atau mati rasa. Menurut Undang-undang R.I No 22/1997, narkoba (narkotika dan obat-obat
berbahaya) adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik buatan
maupun semi buatan yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
mengurangi sampai menghilangkan nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan atau
kecanduan.

Pada awalnya, narkotika digunakan untuk keperluan medis, terutama sebagai bahan campuran
obat-obatan dan berbagai penggunaan medis lainnya. Narkotika banyak digunakan dalam
keperluan operasi medis, karena narkotika memberikan efek nyaman dan dapat menghilangkan
rasa sakit sementara waktu, sehingga pasien dapat dioperasi tanpa merasa sakit.

Pada pemakaiannya di bidang medis, dibutuhkan seorang dokter ahli untuk mengetahui kadar
yang tepat bagi manusia, karena obatobatan yang termasuk narkotika mempunyai efek
ketergantungan bagi para pemakainya.
Penyalahgunaan narkotika dilakukan secara sembarangan tanpa memerhatikan dosis
penggunaannya. Pemakaiannya pun dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dihirup asapnya,
dihirup serbuknya, disuntikkan, ataupun ditelan dalam bentuk pil atau kapsul. Pengguna yang
kecanduan, merusak sistem saraf manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian. Berikut adalah
contoh zatzat yang termasuk dalam kategori narkotika.

a. Heroin
Heroin adalah jenis narkotika yang sangat keras dengan zat adiktif yang cukup tinggi dan
bentuk yang beragam, seperti butiran, tepung, atau pun cair. Zat ini sifatnya memperdaya
penggunanya dengan cepat, baik secara fisik ataupun mental. Bagi mereka yang telah
kecanduan, usaha untuk menghentikan pemakaiannya dapat menimbulkan rasa sakit
disertai kejang-kejang, kram perut dan muntah-muntah, keluar ingus, mata berair,
kehilangan nafsu makan, serta dapat kehilangan cairan tubuh (dehidrasi). Salah satu jenis
heroin yang banyak disalahgunakan dalam masyarakat adalah putauw.
b. Ganja
Ganja mengandung zat kimia yang dapat memengaruhi perasaan, penglihatan, dan
pendengaran. Dampak penyalahgunaan diantaranya adalah hilangnya konsentrasi,
meningkatnya denyut jantung, gelisah, panik, depresi, serta sering berhalusinasi. Para
pengguna ganja biasanya melakukan penyalahgunaan ganja dengan cara dihisap seperti
halnya tembakau pada rokok.
c. Ekstasi
Ekstasi termasuk jenis zat psikotropika yang diproduksi secara illegal dalam bentuk tablet
ataupun kapsul. Jenis obat ini mampu mendorong penggunanya berenergi secara lebih
bahkan di luar kewajarannya. Hal ini menyebabkan pengguna berkeringat secara berlebih
juga. Akibatnya, pengguna akan selalu merasa haus dan bahkan dehidrasi. Dampak yang
ditimbulkan dari pengguna ekstasi, di antaranya diare, rasa haus yang berlebihan,
hiperaktif, sakit kepala, menggigil, detak jantung tidak teratur, dan hilangnya nafsu
makan.
d. Shabu-Shabu
Shabu-shabu berbentuk kristal kecil yang tidak berbau dan tidak berwarna. Jenis zat ini
menimbulkan dampak negatif yang sangat kuat bagi penggunanya, khususnya di bagian
saraf. Dampak yang ditimbulkan dari pengguna shabu-shabu di antaranya penurunan
berat badan secara berlebihan, impotensi, sariawan akut, halusinasi, kerusakan ginjal,
jantung, dan hati, stroke, bahkan dapat diakhiri dengan kematian. Shabu-shabu dihirup
asapnya. Para pecandu biasanya mengonsumsi shabu-shabu dengan menggunakan alat
yang dikenal dengan sebutan bong.
e. Amphetamin
Amphetamin merupakan jenis obat-obatan yang mampu mendorong dan memiliki
dampak perangsang yang sangat kuat pada jaringan saraf. Dampak yang ditimbulkan dari
penggunaan obat ini, di antaranya penurunan berat badan yang drastis, gelisah, kenaikan
tekanan darah dan denyut jantung, paranoid, mudah lelah dan pingsan, serta penggunanya
sering bertindak kasar dan berperilaku aneh.
f. Inhalen
Inhalen merupakan salah satu bentuk tindakan menyimpang dengan cara menghirup uap
lem, thinner, cat, atau sejenisnya. Tindakan ini sering dilakukan oleh anak-anak jalanan
yang lazim disebut dengan ngelem. Penyalahgunaan inhalen dapat memengaruhi
perkembangan otot-otot sarat, kerusakan paru-paru dan hati, serta gagal jantung.

2. Miras

Miras (minuman keras) adalah minuman yang mengandung etanol.Etanol adalah bahan
psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Sebuah prasasti yang
ditemukan di delta subur antara sungai Eufrat dan sungai Trigis di kawasan Mesopotamia
(sekarang kawasan irak) dan diperkirakan berasal dari masa sekitar 6.000 SM, sudah memuat
gambaran tentang proses pembuatan bir. Sebuah relief yang terdapat di makam kuno di Mesir
dari masa sekitar 2.400 SM juga menggambarkan proses pembuatan bir dengan bahan "barley"
(barli), yaitu semacam rumput yang bijinya bisa diolah menjadi bir. Sejarah selanjutnya menapak
pada tahun 2.000 SM ketika Raja Hammurabi dari Babylonia merilis resep tentang cara
pembuatan dan penyajian bir. Di Mesir sendiri, sang Fir'aun (pharaoh) juga terkenal sebagai ahli
pembuat minuman hasil fermentasi ini. Menurut Ensiklopedi Britanica, seorang sejarawan asal
Romawi bernama Pliny dan Tacticus mencatat bahwa bangsa dari suku Saxon, Celt, Nordic dan
Germanic sudah menkonsumsi sejenis bir tak berwarna (disebut ale). Istilah ini juga berkembang
diantara istilah-istilah lain di kalangan bangsa Anglo-Saxon seperti istilah Malt, Mash, dan Wort.

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan ganggguan mental


organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya
GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif
alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis
sampai pada dosis keracunan atau mabuk. Ditinjau dari segi sisi negatifnya mengkonsumsi miras
dapat memberikan efek yang negatif pada pelaku, keluarga dan masyarakat atau negara.
Kemudian belum ada batasan dari para ahli tentang batasan yang tepat baik dari segi umur
maupun kondisi atau situasi, atau dari segi jenis kelamin laki-laki atau perempuan untuk
mengkonsumsi miras. Pada dasarnya semua berpendapat bahwa miras merugikan bagi manusia.

Pada pemakaian jangka panjang, tidak jarang para pemabuk minuman keras tersebut
dapat meninggal dunia karena organ lambung atau hatinya rusak terpengaruh efek samping
alkohol yang kerap dikonsumsinya.
Pengaruh narkoba terhadap tubuh yang sehat akan mengakibatkan gangguan mental
dalam bentuk emosional, perilaku tidak terkendali, penurunan daya ingat yang sangat drastis,
kerusakan sistem saraf otak. Adapun secara umum, ciri-ciri pemakai narkoba antara lain:

a. daya konsentrasi menurun,

b. malas, gairah untuk hidup hilang,

c. tidak peduli terhadap keadaan dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya,

d. tidak mampu menggunakan akal pikirannya secara sehat,

e. sangat sensitif, emosional, dan agresif,

f. ketergantungan terhadap narkoba akan menimbulkan rasa sakit pada sekujur tubuh.

1. HIV/Aids

AIDS merupakan penyakit yang relatif baru dikenal oleh para ahlinya. Bahaya penyakit
ini, banyak dimuat media massa. AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat
ini. Penderita penyakit itu kebanyakan berakhir dengan kematian, sebelum dokter sanggup
mengobati. Belakangan ini, penyakit mematikan tersebut sangat tinggi tingkat penyebarannya.

HIV atau yang kepanjangannya Human Immunodeficiency Virus , virus yang menyebabkan
penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang
menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit
menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak
kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu
yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun.
Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya
karena rusaknya sistem imun tubuh.

Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-
obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-
enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-
enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja
enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.

Penularan AIDS pada umumnya melalui hubungan seksual. Penderita AIDS, banyak terdapat
pada pria homoseks dan belum pernah ditemukan di kalangan wanita lesbian. Di samping
melalui hubungan seks, sebab lain adalah tranfusi darah, jarum suntik yang telah digunakan
pecandu narkotika dan sejenisnya, serta kehamilan atau persalinan.

Gbr 1. Struktur Virus HIV Gbr 2. Daur Hidup HIV


Dibawah ini dikemukakan asal mula penemuan dan perkembangan HIV/Aids dari hasil
penyelidikan para ahli

No Tahun Temuan
1 1926 Ilmuwan menganggap HIV menyebar dari monyet ke manusia sekitar
tahun 1926-1946.
2 1982 Para ilmuwan menemukan sindrom yang dikenal sebagai GayRelated
Immune Deficiency (GRID), yakni penurunan kekebalan tubuh yang
dihubungkan dengan kaum gay
3 1983 Dokter di Institut Pasteur Prancis memisahkan virus baru penyebab
AIDS. Virus itu terkait dengan limfadenopati (Lymphadenopathy-
Associated Virus-LAV).
4 1984 Pemerintah AS mengumumkan, Dr Robert Gallo dari National Cancer
Institute (NCI) memisahkan retrovirus penyebab AIDS dan diberi nama
HTLV 111.
5 1986 Suatu panitia internasional menyatakan bahwa virus LAV dan HTLV-III
adalah sama sehingga nama virus itu diganti menjadi HIV.
6 15 April Kasus AIDS di Indonesia pertama kali ditemukan. Seorang wisatawan
1987: berusia 44 tahun asal Belanda, Edward Hop, meninggal di Rumah Sakit
Sanglah, Bali. Kematian lelaki asing itu disebabkan AIDS.
7 1987- 1987-Desember 2001: Dari 671 pengidap AIDS, 280 orang diantaranya
Desember meninggal dunia.
2001
8 1999 Februari 1999: Peneliti dari University of Alabama di Amerika Serikat
(AS) meneliti jaringan yang dibekukan dari seekor simpanse dan
menemukan jenis virus SIV yang hampir sama dengan HIV-1. Simpanse
itu berasal dari subkelompok simpanse yang disebut pan troglodyte
yang terdapat di Afrika Tengah Barat.
9 2001 UNAIDS (United Nations Joint Program on HIV/AIDS) memperkirakan
jumlah Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) 40 juta. Sampai sekarang,
di subsahara Afrika paling banyak terdapat ODHA, yakni 70 persen dari
ODHA yang ada di dunia. Sedikitnya 12 juta anak menjadi yatim piatu
karena HIV/AIDS.
10 Nov 2001 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyatakan obat untuk AIDS dan
penyakit lainnya dalam kasus tertentu boleh tidak dipatenkan.
11 2002 3,1 juta orang meninggal karena penyakit AIDS.

4. Prostitusi/Pelacuran

Prostitusi atau perzinaan menurut pengertian masyarakat luas adalah


persenggamaan antara pria dan wanita tanpa terikat oleh piagam pernikahan yang sah.
Pelacuran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai perihal menjual diri
sebagai pelacur; penyundalan. Perbuatan ini dipandang rendah dari sudut moral dan
akhlak, dosa menurut agama, tercela dan jijik menurut penilaian masyakat di Indonesia.
Prostitusi di sini bukanlah semata-mata merupakan gejala pelanggaran moral
tetapi merupakan suatu kegiatan perdagangan. Kegiatan prostitusi ini berlangsung cukup
lama, hal ini mungkin di sebabkan karena dalam prakteknya kegiatan tersebut
berlangsung karena banyaknya permintaan dari konsumen terhadap jasa pelayanan
kegiatan seksual tersebut oleh sebab itu semakin banyak pula tingkat penawaran yang di
tawarkan. Di negara-negara lain istilah prostitusi dianggap mengandung pengertian yang
negatif. Di Indonesia, para pelakunya diberi sebutan Pekerja Seks Komersial (PSK). Ini
artinya bahwa para perempuan itu adalah orang yang tidak bermoral karena melakukan
suatu pekerjaan yang bertentangan dengan nilai-nilai kesusilaan yang berlaku dalam
masyarakat. Karena pandangan semacam ini, para pekerja seks mendapatkan cap buruk
(stigma) sebagai orang yang kotor, hina, dan tidak bermartabat. Tetapi orang-orang yang
mempekerjakan mereka dan mendapatkan keuntungan besar dari kegiatan ini tidak
mendapatkan cap demikian.

Dampak prostitusi bagi kesehatan adalah timbulnya Penyakit Menular Sexual


(PMS)/Infeksi Menular Sexual (IMS). Beberapa penyakit infeksi menular seksual yang
sering terjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) sebagai berikut:

1. Gonore (kencing nanah)

Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual. Sebutan lain penyakit ini
adalah kencing nanah. Penyakit ini menyerang organ reproduksi dan menyerang selaput
lendir, mucus, mata, anus dan beberapa organ tubuh lainnya. Bakteri yang membawa
penyakit ini adalah Neisseria Gonorrhoeae. Gejala akibat penyakit ini pada wanita antara
lain :

a. Keputihan kental berwarna kekuningan


b. Rasa nyeri di rongga panggul
c. Dapat juga tanpa gejala

Sedangkan gejala pada laki – laki antara lain:

a. Rasa nyeri pada saat kencing


b. Keluarnya nanah kental kuningkehijauan
c. Ujung penis agak merah dan bengkak

2. Sifilis

Penyakit ini disebut raja singa dan ditularkan melalui hubungan seksual atau
penggunan barang-barang dari seseorang yang tertular (misalnya : baju, handuk dan
jarum suntik). Penyebab timbulnya penyakit ini adanya kuman Treponema pallidum,
kuman ini menyerang organ penting tubuh lainya seperti selaput lender , anus, bibir, lidah
dan mulut. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain
seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam
uterus). Dengan gejala klinis : Luka atau koreng, jumlah biasanya satu, bulat atau
lonjong, dasar bersih, dengan perabaan kenyal sampai keras, tidak ada rasa nyeri pada
penekanan

3. Chlamydia Trachomatis

Chlamydia trachomatis adalah salah satu dari tiga spesies bakteri dalam genus
Chlamydia, famili chlamydiaceae, kelas Chlamydiae, filum Chlamydiae, domain
Bacteria. Chlamydia trachomatis adalah agen chlmydial pertama yang ditemukan dalam
tubuh manusia. Bakteri ini pertama kali diidentifikasi tahun 1907. Infeksi chlamydia
trachomatis sering tidak menimbulkan gejala dan sangat beresiko bila terjadi pada ibu-ibu
karena dapat menyebabkan kehamilan ektopik, infertilitas dan abortus. Dengan gejala
klinis :

- Pada pria duh (sekret/cairan) tubuh uretra dapat disertai eritema meatus

- Pada wanita duh tubuh serviks seropurulen, serviks mudah berdarah.

4. Herpes Genitali

Saat ini dikenal dua macam herpes yakni herpes zoster dan herpes simpleks.
Kedua herpes ini berasal dari virus yang berbeda. Herpes zoster disebabkan oleh virus
Varicella zoster, sedangkan herpes simpleks disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV).
Gejala klinis yang disebabkan oleh : Virus Herpes Simplex sebagai berikut :

a. Herpes genital pertama : diawali dengan bintil lentingan dan luka/erosi berkelompok,
di atas dasar kemerahan, sangat nyeri, pembesaran kelenjar lipat paha dan disertai
gejala sisitemik
b. Herpes genital kambuhan : timbul bila ada faktor pencetus yaitu : daya tahan tubuh
menurun, stres pikiran, senggama berlebihan, kelelahan.

5. Kondiloma akuminata(Kutil Genitalis)

Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di


sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kutil
genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena tidak enak dilihat, bisa
terinfeksi bakteri, bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem kekebalan. Pada
wanita, virus papiloma tipe 16 dan 18, yang menyerang leher rahim tetapi tidak
menyebabkan kutil pada alat kelamin luar dan bisa menyebabkan kanker leher rahim.
Virus tipe ini dan virus papiloma lainnya bisa menyebabkan tumor intra-epitel pada leher
rahim (ditunjukkan dengan hasil pap smear yang abnormal) atau kanker pada vagina,
vulva, dubur, penis, mulut, tenggorokan atau kerongkongan.
6. HIV-AIDS

HIV singkatan dari Human Immuno Deficiency Virus, yaitu sejenis virus yang
menyebabkan AIDS. HIV ini menyerang sel darah putih dalam tubuh sehingga jumlah sel
darah putih semakin berkurang dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lemas.
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan
dampak atau efek dari perkembang biakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup.
Sindrom AIDS timbul akibat melemah atau menghilangnya system kekebalan tubuh
karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.

7. Ulkus mole

Disebabkan oleh : Haemophillus Ducreyi, dengan gejala klinis seperti koreng


jumlahnya banyak, bentuk tidak teratur, dasar kotor, tepi bergaung, sekitar koreng merah
dan edema, sangat nyeri.

PenularanInfeksi Menular Seksual (IMS) Beberapa cara penularan IMS menurut


Ditjen PPM & PLP (1997) yaitu melalui :

1. Hubungan seks lewat liang senggama tanpa kondom

2. Hubungan seks lewat dubur tanpa kondom

3. Seks oral tanpa menggunakan kondom

Hal-hal Yang Tidak Dapat Menularkan Infeksi menular Seksual (IMS) Penularan
IMS dengan cara yang tidak aman adalah tanpa menggunakan kondom, tetapi Menurut
Sofianty (2009) IMS tidak dapat menular melalui :

1. Duduk disamping orang yang terkena IMS

2. Menggunakan WC Umum

3. Menggunakan kolam renang umum

4. memegang gagang pintu

5. Salaman

6. Bersin-bersin

7. Keringat
Cara Mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS)

Menurut Depkes RI (2006) langkah terbaik untuk mencegah IMS adalah


menghindari kontak langsung, yaitu dengan cara sebagai berikut :

1. Menunda kegiatan seks bagi remaja (abstinensi)

2. Menghindari berganti-ganti pasangan seksual

3. Memakai kondom dengan benar dan konsisten

3. Beberapa IMS dapat menyebabkan keguguran.

4. IMS dapat menyebabkan kanker leher rahim.

5. Beberapa IMS dapat merusak penglihatan, otak dan hati.

6.IMS dapat menular kepada bayi.

7. IMS dapat menyebabkan kita rentan terhadap HIV/AIDS.

8. Beberapa IMS ada yang tidak bisa disembuhkan.

9. Beberapa IMS seperti halnya HIV/AIDS dapat menyebabkan kematian