Anda di halaman 1dari 9

Darmadi

Pembina olimpiade kebumian


geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

MINERALOGI & KRISTALOGRAFI


1. DEFINISI
Mineral adalah benda padat homogen yang terdapat di alam, mempunyai komposisi kimia
tertentu, mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur dan terbentuk secara anorganik.
Kristal adalah zat padat yang mempunyai susunan atom/molekul yang teratur atau bangun
polyeder (bidang banyak) yang teratur dan dibatasi bidang-bidang datar yang tertentu jumlah
nya.

2. SISTEM KRISTAL
Kristal dibagi menjadi tujuh system kristal. Pembagian tersebut didasarkan atas:
a. Jumlah sumbu kristal
b. Letak sumbu kristal terhadap sumbu sumbu lain
c. Besarnya parameter masing-masing sumbu(misal panjangnya)
d. Nilai simetri sumbu c atau sumbu vertical

Tujuh sistem kristal tersebut adalah isometris, tetragonal, rombik, heksagonal, trigonal ,
monoklin, dan triklin.

a. Isometris
Mempunyai 3 sumbu kristal dan saling tegak lurus.Masing-masing sumbu sama panjang.
Contoh : pirit(feS2), galena(PbS), fuorit(CaF2).
b. Tetragonal
Mempunyai 3 sumbu kristal dan saling tegak lurus. Dua sumbu mempunyai panjang
yang sama. Sumbu yang satunya bisa lebih panjang atau lebih pendek.Contoh:
kalkopirit(CuFeS2),zircon, kasiterit, rutile, Schelit
c. Rombik
Mempunyai 3 sumbu kristal yang saling tegak lurus. Ketiga sumbu kristal tersebut
mempunyai panjang yang berbeda.Contoh: aragonite, topaz, Sulfur, barit, andalusit
d. Heksagonal
Mempunyai 4 sumbu kristal. Sumbu yang tegak, saling tegak lurus dengan ketiga sumbu
yang mendatar. Sumbu yang tegak bisa lebih panjang atu lebih pendek. Tiga sumbu
yang datar membentuk sudut 1200. Contoh : Apatit, Nafelin, kuarsa, hematite,
korondum
e. Trigonal
Mempunyai 4 sumbu kristal. Satu sumbu tegak(bisa lebih panjang atu lebih pendek)
Ketiga sumbu lainnya terletak pada satu bidang dan saling membentuk sudut 1200 .
Ketiga sumbu yang sebidang tadi tegak lurus dengn sumbu tegak. Contoh : Kalsit
f. Monoklin
Mempunyai 3 sumbu kristal. Dua sumbu saling tegak lurus. Satu sumbu miring. Ketiga
sumbu tidak sama panjang. Contoh: ortoklas, piroksen, hornblende, azurite, belerang

Copyright 2011©darmadi
Darmadi
Pembina olimpiade kebumian
geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

g. Triklin
Mempunyai 3 sumbu kristal. Ketganya miring, tidak sama panjang, dan tidak saling tegak
lurus.Contoh: Albit, andesine, Rodokrosit.

Berikut adalah gambar kristal-kristalnya :

Copyright 2011©darmadi
Darmadi
Pembina olimpiade kebumian
geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

3. PENGELOMPOKAN MINERAL

kelompok nama mineral rumus


unsur bebas(native tembaga Cu
element) emas Au
paltina Pt
sulfur S
intan Cu

Sulffida pirit FeS2


kalkopirit CuFeS2
galena PbS
kalkosit Cu2 S
sphalerit Zn S
Sinabar Hg S

Halida halit NaCl


silvit KCl
Fuorit CaF2

Oksida Kuarsa SiO2


korundum Al23
Hematit Fe2O3
Magnetit Fe3O4

Hidroksida Brukit Mg(OH)2


Manganit MnO (OH)
Diaspore AlO(OH)

Karbonat kalsit CaCo3


aragonit CaCo3
dolomit CaMg(CO3)2
Azurit Cu3(OH)2(CO3)2

Nitrat Natrium Nitrat NaNO3


Potassium Nitrat KNO3

Pospat Apatit Ca5(P,Cl,OH)(PO4)

Sulfat Barit BaSO4

Copyright 2011©darmadi
Darmadi
Pembina olimpiade kebumian
geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

Anhidrit CaSO4
Gipsum CaSO4 2H2O

Silikat Albit NaAlSiO3


(nonferromagnessian) orthoklas K AlSi3O8
K AlSi3O10
muskovit (OHP)2

silikat Olivin
(Ferromagnesian) Piroksin
Hornblende
Biotit

4. MINERAL PEMBENTUK BATUAN


Batuan-batuan di bumi tersusun oleh mineral-mineral. Mineral-mineral tersebut
terbentuk secara kontinu dan diskontinu, seperti digambarkan dalam reaksi bown di bawah ini.

Mineral yang terbentuk pertama kali(suhu tinggi) seperti olivine cenderung tidak stabil
, sedangkan mineral yang terbentuk pada suhu rendah cenderung stabil, contohnya kuarsa.
Mineral tersebut dapat digolongkan menjadi dua;
 Mineral mafik(brwarna gelap-hitam)
 Olivin
Kuning kehijauan, kristal berbutir seperti gula pasir.Kadar Fe-Mg paling tinggi ,
terdapat pada batuan basa,ultrabasa dan batuan beku dengan kadar silica
rendah. Pertama kali terbentuk, sehingga tidak than pelapukan(tidak stabil)
 Piroksin

Copyright 2011©darmadi
Darmadi
Pembina olimpiade kebumian
geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

Hijau tual hitam suaram, prismatic pendek, belahan dua arah, tegak lurus.
 Amphibol
Hitam mengkilat, prismatic panjang, belahan dua arah, system kristal monoklin.
Seri silikat Fe-Mg, yang lebih banyak mengandung silikat. Hornblende adalah
suatau mineral dari kelompok ini.Umumnya terdapat pada batuan internediet
 Biotit
Hitam, kecoklatan tampak lembaran. Mineral biotit digunakan untuk penentuan
umur dengn menggunakan metode Potasium- Argon.
 Mineral felsik
 Kuarsa
Jernih, putih susu seperti gelas, tanpa belahan
 Muskovit
Jernih sampai coklat pucat, tampak sebagai lembaran-lembaran
 Orthoklas
Putih sampai merah daging, belahan dua arah, tegak lurus.
 Plagioklas
Putih sampai abu-abu(Na), abu-abu(Ca), terdapat striasi pada bidang belahan.

5. SIFAT-SIFAT MINERAL
Dlam mepelajari geologi khusunya batuan, tidak akan terlepas dari mengidentifikasi mineral.
Dalam mengidentifikasi mineral digunakan beberapa sifat :
a. Warna
Warna mineral dibedakan menjadi dua, yaitu:
 Idiokromatik
Apabila warna mineral selalu tetap. Pada umumnya dijumpai pada mineral tidak
tembus cahaya (opaque) atau berkilap logam. Contoh : pirit, grafit, magnetit,dll
 Allokromatik
Apabila warna mineral tidak tetap, bergantung pada mineal pengotornya, dijumpai
pada mineral tembus cahaya atau kilap non logam. Contoh: kalisit kuarsa gipsum
b. Kilap
Kilap adalah kesan yang ditunjukkan oleh pemantulan cahaya yang dikenakan padanya.
Kilap dibagi menjadi dua yaitu : kilap logam dan nonlogam
 Kilap logam
Bila terkena cahaya akan memberikan kesan seperti logam
Contoh ; pirit, magnetit, galena, hematite,
 Kilap non logam
Kilap Bukan Logam (non metallic luster), terbagi atas:
 Kilap Intan (adamantin luster), cemerlang seperti intan.
 Kilap kaca (viteorus luster), misalnya pada kuarsa dan kalsit.

Copyright 2011©darmadi
Darmadi
Pembina olimpiade kebumian
geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

 Kilap Sutera (silky luster), kilat yang menyeruai sutera pada umumnya
terdapat pada mineral yang mempunyai struktur serat, misalnya pada
asbes, alkanolit, dan gips.
 Kilap Damar (resinous luster), memberi kesan seperti damar misalnya
pada spharelit.
 Kilap mutiara (pearly luster), kilat seperti lemak atau sabun, misalnya
pada serpentin,opal,ortoklas, plagioklas dan nepelin.
 Kilap tanah, kilat suram seperti tanah lempung misalnya pada kaolin,
bouxit dan limonit.

c. Kekerasan
Untuk menentukan tingkat kekerasan mineral digunakan skala mohs:

skala mohs mineral rumus kimia


1 Talk H2Mg3 (SiO3)4
2 Gipsum CaSO4. 2H2O
3 Kalsit CaCO3
4 Fluorit CaF2
5 Apatit CaF2Ca3 (PO4)2
6 Ortoklas K Al Si3 O8
7 Kuarsa SiO2
8 Topas Al2SiO3O8
9 Korondum Al2O3
10 intan C

Untuk menguji kekerasn mineral dapat digunakan alat sederhana:

No Benda kekerasan No Benda kekerasan


pisau
1 kuku jari 2.5 5 baja 5.5
2 jarum 3 6 kaca 5.5-6
uang
3 tembaga 3.5 7 kikir baja 6.0-7.0
4 paku besi 4.5 8 amplas 8.0-9.0

d. Cerat
Cerat adalah warna mineral dalam bentuk hancuran (serbuk). Hal ini dapat dapat
diperoleh apabila mineral digoreskan pada bagian kasar suatu keping porselin atau
membubuk suatu mineral kemudian dilihat warna dari bubukan tersebut. Cerat dapat
sama dengan warna asli mineral, dapat pula berbeda. Warna cerat untuk mineral
tertentu umumnya tetap walaupun warna mineralnya berubah-ubah. Contohnya :

Copyright 2011©darmadi
Darmadi
Pembina olimpiade kebumian
geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

 Pirit : Berwarna keemasan namun jika digoreskan pada plat porselin akan
meninggalkan jejak berwarna hitam.
 Hematit : Berwarna merah namun bila digoreskan pada plat porselin akan
meninggalkan jejak berwarna merah kecoklatan.
 Augite : Ceratnya abu-abu kehijauan
 Biotite : Ceratnya tidak berwarna
 Orthoklase : Ceratnya putih
Warna serbuk, lebih khas dibandingkan dengan warna mineral secara keseluruhan,
sehingga dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi mineral (Sapiie, 2006)

e. Belahan
Belahan adalah kenampakan mineral membelah melalui bidang belahan yang rata,
halus, licin, serta umumnya tidak berpasangan.
Berdasarkan bagus tidaknya permukaan bidang belahan . belahan dapat dibedakan
menjadi :
 Belahan sempurna (perfect cleavage); ada bidang belahan dan mudah dibelah,
contoh : muskovit, biotit
 Belahan baik (good cleavage) : ada bidang belahan tetapi tidak mudah dibelah.
Contoh: Kalsit, otoklas, augit, dan gypsum
 Belahan tidak jelas: bidang belahan seperti garis atau kenampakan striasi pada
bidang belahannya. Contoh ; plagioklas, beryl, emas, korondum
 Belahan tidak menentu: Tidak ada bidang belahan. Contoh; Kuarsa, opal, kalsedon

Apabila ditinjau dari arah belahannya, maka belahan dapat dibedaan menjadi:

 Belahan satu arah: muskovit, asbes


 Belahan dua arah : feldspar, gypsum
 Belahan tiga arah : kalsit dan halit
 Tidak ada belahan : kuarsa
f. Pecahan
Pecahan adalah kenampakan mineral untuk pecah melalui bidang yang tidak rata, tidak
halus, tidak licin, dan tidak teratur. Pecahan mineral dapt dibagi menjadi 5 macam yaitu;
 Pecahan konkoidal(Concoida0l: bila memperhatikan gelombang yang melengkung di
permukaan pecahan, seperti kenampakan kulit kerang atau pecahan botol. Contoh
Kuarsa.
 Pecahan berserat (Splintery/fibrous): Bila menunjukkan gejala seperti serat,
misalnya asbestos, augit, hipersten
 Pecahan rata (Even0: Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan bidang
pecahan halus, contoh pada kelompok mineral lempung. Contoh Limonit.
 Pecahan tidak rata (Uneven): Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan
bidang pecahan yang kasar, contoh: magnetit, hematite, kalkopirite, garnet.
 Pecahan runcing (Hackly): Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan kasar
tidak teratur dan runcing-runcing. Contoh pada native elemen emas dan perak.

Copyright 2011©darmadi
Darmadi
Pembina olimpiade kebumian
geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

g. Bentuk dan Struktur Mineral


Mineral ada yang berbentuk kristal, mempunyai bentuk teratur yang
dikendalikan oleh system kristalnya, dan ada pula yang tidak. Mineral yang
membentuk kristal disebut mineral kristalin. Mineral kristalin sering mempunyai
bangun yang khas disebut amorf (Danisworo, 1994).
 Mineral kristalin sering mempunyai bangun yang khas, misalnya:
a. Bangun kubus : galena, pirit.
b. Bangun pimatik : piroksen, ampibole.
c. Bangun doecahedon : garnet
 Mineral amorf misalnya : chert, flint.
 Kristal dengan bentuk panjang dijumpai. Karena pertumbuhan kristal sering
mengalami gangguan. Kebiasaan mengkristal suatu mineral yang disesuaikan
dengan kondisi sekelilingnya mengakibatkan terjadinya bentuk-bentuk kristal
yang khas, baik yang berdiri sendiri maupun di dalam kelompok-kelompok.
Kelompok tersebut disebut agregasi mineral dan dapat dibedakan dalam struktur
sebagai berikut:
 Struktur granular atau struktur butiran yang terdiri dari butiran-butiran mineral
yang mempunyai dimensi sama, isometrik. Dalam hal ini berdasarkan ukuran
butirnya dapat dibedakan menjadi kriptokristalin/penerokristalin (mineral dapat
dilihat dengan mata biasa). Bila kelompok kristal berukuran butir sebesar gula
pasir, disebut mempunyai sakaroidal.
 Struktur kolom: terdiri dari prisma panjang-panjang dan ramping. Bila prisma
tersebut begitu memanjang, dan halus dikatakan mempunyai struktur fibrous
atau struktur berserat. Selanjutnya struktur kolom dapat dibedakan lagi menjadi:
struktur jarring-jaring (retikuler), struktur bintang (stelated) dan radier.
 Struktur Lembaran atau lameler, terdiri dari lembaran-lembaran. Bila individu-
individu mineral pipih disebut struktur tabuler,contoh mika. Struktur lembaran
dibedakan menjadi struktur konsentris, foliasi.
 Sturktur imitasi : kelompok mineral mempunyai kemiripan bentuk dengan benda
lain. Mineral-mineral ini dapat berdiri sendiri atau berkelompok.
Bentuk kristal mencerminkan struktur dalam sehingga dapat dipergunakan
untuk pemerian atau pengidentifikasian mineral (Sapiie, 2006).

h. Berat jenis

Adalah perbandingan antara berat mineral dengan volume mineral. Cara yang umum
untuk menentukan berat jenis yaitu dengan menimbang mineral tersebut terlebih
dahulu, misalnya beratnya x gram. Kemudian mineral ditimbang lagi dalam keadaan di
dalam air, misalnya beratnya y gram. Berat terhitung dalam keadaan di dalam air adalah
berat miberal dikurangi dengan berat air yang volumenya sama dengan volume butir
mineral tersebut.

Copyright 2011©darmadi
Darmadi
Pembina olimpiade kebumian
geosainsdarmadi@yahoo.com/085729848816

i. Sifat Dalam
Adalah sifat mineral apabila kita berusaha untuk mematahkan, memotong,
menghancurkan, membengkokkan atau mengiris. Yang termasuk sifat ini adalah
 Rapuh (brittle): mudah hancur tapi bias dipotong-potong, contoh kwarsa, orthoklas,
kalsit, pirit.
 Mudah ditempa (malleable): dapat ditempa menjadi lapisan tipis, seperti emas,
tembaga.
 Dapat diiris (secitile): dapat diiris dengan pisau, hasil irisan rapuh, contoh gypsum.
 Fleksible: mineral berupa lapisan tipis, dapat dibengkokkan tanpa patah dan
sesudah bengkok tidak dapat kembali seperti semula. Contoh mineral talk, selenit.
 Lentur (elastic) : bila dibengkokkan dapat kembali seperti semula. Contoh: muskovit

j. Kemagnetan
Kemagnetan adalah sifat mineral terhadap gaya tarik magnet, dapat dibagi menjadi 3 :
 Ferromagnetik(tingkat kemagnetannya kuat) : magnetit, pirhotit
 Paramagnetik(tingkat kemagnetannya rendah) : pirit
 Diamagnetik(tidak tertarik gaya magnet) : Kuarsa, gypsum

DAFTAR PUSTAKA

Dosen dan staf f asisten laboratorium bahan galian. 2007. Buku panduan praktikum kristalografi
dan mineralogy . Yogyakarta: Teknik Geologi UGM

http://ptbudie.wordpress.com/2010/12/23/sifat-sifat-fisikmineral/

Copyright 2011©darmadi