Anda di halaman 1dari 50

Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Sand

Cone
Cara Pengujian dan Permasalahannya [SNI 03-2828-1992]

Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam pekerjaan tanah adalah kepadatan
lapangan ( = berat isi kering)

Karena walaupun nilai CBR telah memenuhi standar, namun jika kepadatan lapisannya
masih belum baik, maka deformasi akibat konsolidasi masih dapat terjadi dan penyebaran
beban ke lapis tanah di bawahnya akan menjadi kurang baik, serta berpotensi terjadi
konsentrasi tegangan pada bagian tertentu dalam lapisan tanah tersebut yang dapat
mengakibatkan kegagalan lapis tanah dasar pondasi secara keseluruhan.
Standar SNI untuk
pengujian kepadatan
tanah dengan sand
cone adalah :
SNI 03-2828-1992
(Metoda Pengujian
Kepadatan Lapangan
dengan Alat Konus
Pasir)

Standar AASHTO
untuk pengujian sand
cone adalah :
AASHTO T-
191 (Density of Soil
In-Place by the Sand-
Cone Method)

Standar ASTM untuk


pengujian sand cone :
ASTM D-
1556 (Standard Test
Method for Density
and Unit Weight of
Soil in Place by
th
e Sand-Cone Method)
Persy
arata
n
alat,
baha
n dan
lokasi
:

Pasir
yang
digunak
an harus
memen
uhi
ketentu
an
sebagai
berikut :
bersih,
keras,
kering
dan bisa
mengalir
bebas,
tidak
mengan
dung
bahan
pengikat
gradasi
0,075
mm
sampai
2 mm;
Penentu
an lokasi
titik uji
harus
memen
uhi :
pengujia
n
kepadat
an tidak
boleh
dilakuka
n pada
saat titik
uji
tergena
ng;
pengujia
n
kepadat
an
dilakuka
n paling
sedikit
dua kali
untuk
setiap
titik
dengan
jarak 50
cm;
pada
saat
pengujia
n,
dihindari
adanya
getaran;
hasil
penguku
ran yang
berupa
nilai
kepadat
an
dihitung
rata-rata
dengan
dua
angka
dibelaka
ng koma

Lapisan
tanah
atau
lapis
pondasi
bawah
berupa
sirtu dan
batu
pecah
yang
akan
diuji
yang
mengan
dung
butir
berukur
an tidak
lebih
dari 5
cm,
harus
dipersia
pkan
terlebih
dahulu
dengan
membua
t lubang
berdiam
eter
sama
dengan
diamete
r corong
dan plat
dudukan
corong,
dengan
kedalam
an 10
cm
sampai
15 cm.
Peralata
n yang
dipergu
nakan :
botol
transpar
an untuk
tempat
pasir
dengan
isi lebih
kurang 4
liter
takaran
yang
telah
diketahu
i isinya
(± 2.019
ml)
dengan
diamete
r lubang
16,51
cm
corong
kalibrasi
pasir
dengan
diamete
r 16,51
cm dan
pelat
corong
plat
untuk
dudukan
corong
pasir
ukuran
30,48
cm x
30,48
cm
dengan
lubang
berdiam
eter
16,51
cm
peralata
n kecil :
mistar
perata
dari
baja,
meteran
2 m,
palu,
sendok,
kuas,pa
hat
peralata
n untuk
menent
ukan
kadar air
timbang
an
dengan
kapasita
s
minimu
m 10 kg
dengan
ketelitia
n
sampai
1,0 gram
timbang
an,
kapasita
s
minimu
m 500 gr
dengan
ketelitia
n
sampai
0,1
gram.

Alur langkah pengujian dan


perhitungan, secara umum adalah
sebagai berikut :
penentuan volume/isi botol yang
digunakan
penentuan berat isi pasir yang
digunakan
penentuan berat isi tanah

Penentuan volume/isi
botol yang digunakan :
Yang dimanfaatkan adalah air, yang
sudah diketahui massa jenisnya
adalah 1 kg/lt atau 1 kg/dm³ atau 1
g/cm³ atau 1 ton/m³

Untuk keperluan praktis dianggap


berat isi air = massa jenis air, dengan
mengabaikan faktor percepatan
gravitasi yang berbeda antar lokasi.

Untuk mendapatkan volume/isi botol


yang digunakan, timbang berat :
botol + corong (kosong)
botol + corong + air
lalu hitung volume/isi botol dengan
rumus :

Penentuan berat isi pasir yang digunakan :


Untuk menentukan berat isi
pasir, isilah botol dengan pasir,
lalu ditimbang beratnya dan
dihitung dengan rumus di
samping.

Cara pengisian botol dengan


pasir harus dengan hati-hati :
tutup kran, isi corong dengan
pasir sampai penuh
buka kran dan dijaga supaya
pasir pada corong minimal
setengah corong
isi sampai botol penuh dan
tutup kran kembali
bersihkan kelebihan pasir di
atas kran
Untuk menentukan berat
pasir dalam corong saja :
isi pasir secukupnya pada
botol
tutup kran dan bersihkan
sisa pasir di atas kran
Penentuan berat pasir dalam corong
timbang botol + corong +
: pasir
balikkan botol dan
corong pada alas yang
rata
buka kran sampai pasir
berhenti mengalir
(memenuhi corong)
tutup kran kembali,
timbang kembali botol +
corong + sisa pasir
Hitung berat pasir dalam
corong dengan rumus di
samping

Pengambilan tanah/lapis dasar pondasi yang diuji :


Pelaksanaan pengambilan tanah/lapis dasar pondasi yang diuji adalah sebagai berikut :
ratakan permukaan tanah atau lapis dasar pondasi yang diuji
tempatkan plat untuk dudukan corong pasir ukuran 30,48 cm x 30,48 cm dengan lubang
berdiameter 16,51 cm pada permukaan tanah
kokohkan kedudukan plat dudukan corong dengan pasak atau paku pada keempat sisinya
gali lubang dengan kedalaman 10 cm - 15 cm pada lubang plat corong
pastikan seluruh partikel lepas hasil penggalian tidak ada yang tertinggal dalam lubang
masukkan semua tanah atau bahan lapis dasar pondasi yang digali dalam wadah/kaleng
tertutup yang sudah diketahui beratnya, lalu ditimbang

Ambil contoh tanah atau material lapis dasar pondasi untuk dihitung kadar airnya

Pengukuran dengan pasir uji :


Pelaksanaan pengukuran dengan pasir uji yang sudah
diketahui parameternya pada lubang yang telah
disiapkan di titik uji seperti di atas, adalah sebagai
berikut :
isi botol dengan pasir (boleh sampai penuh atau
secukupnya melebihi isi lubang dan corong)
timbang botol dengan corong dan pasir
tempatkan pada plat dudukan corong dengan lubang
tepat pada corong menghadap ke bawah dan botol di
atas
buka kran dan biarkan pasir mengalir mengisi lubang
dan corong sampai penuh
setelah pasir berhenti mengalir, tutup kran dan
timbang kembali botol + corong + sisa pasir
Perhitungan volume lubang
:

Perhitungan berat isi kering (kepadatan lapangan)


tanah/lapis dasar pondasi

Hasil pengujian dengan sand cone adalah :


berat isi kering tanah atau material lapis dasar pondasi, yang merupakan kepadatan
lapangan tanah atau lapis dasar pondasi yang diperiksa

Untuk memenuhi persyaratan spesifikasi teknis, pada umumnya harus dilakukan pengujian
kepadatan laboratorium untuk material tanah atau lapis dasar pondasi yang digunakan dan
kepadatan lapangan harus memenuhi persentase tertentu (misal 95% atau 98% atau 100%)
dari kepadatan laboratorium yang disyaratkan dalam spesifikasi yang berlaku pada proyek
yang bersangkutan

Permasalahan dalam pengujian Sand Cone :


Permasalahan yang mungkin timbul dalam pengujian sand cone sehingga mengakibatkan
pengukuran kepadatan lapangan yang tidak akurat atau salah, disebabkan antara lain oleh :
bahan pasir yang tidak bagus (tidak memenuhi syarat gradasi, kurang kering sehingga sulit
mengalir melalui corong, tercampur dengan material yang mempunyai daya lekat [mis :
lempung, lumpur, dsb])
berat isi pasir yang digunakan untuk pengujian tidak terkalibrasi dengan baik (selalu lakukan
kalibrasi berat isi pasir setiap akan melakukan pengujian, hitung rata-rata dari minimal 3 kali
kalibrasi berat isi pasir)
volume pasir dalam botol kurang untuk mengisi penuh lubang dan corong (gunakan botol
yang lebih besar jika volume botol kurang)
adanya getaran yang mempengaruhi pemadatan pasir yang diisikan ke dalam lubang uji
lubang uji yang terlalu kecil ukurannya
sample tanah atau material lapis dasar pondasi yang tidak dimasukkan dalam wadah
tertutup atau terkena suhu panas sehingga kehilangan kelembaban yang mengakibatkan
pemeriksaan kadar air tidak akurat
permukaan tanah atau lapis dasar pondasi yang diuji tidak rata (jika perlu, pastikan dengan
mistar waterpass untuk kerataan permukaan)
pengujian pada lebih dari 1 jenis lapisan (untuk menguji lapis yang sudah tertutup lapis
lainnya, pastikan bahwa lapis di atasnya sudah dikupas habis seluruhnya dan permukaan uji
merupakan permukaan lapisan yang diinginkan untuk diuji -- jangan menggali pada
perbatasan antar lapisan tanah atau perbatasan antar lapis material dasar pondasi)
ukuran lubang plat dudukan corong dan diameter corong tidak sama, sehingga ada sisa pasir
pada plat dudukan corong yang tidak terhitung pada waktu menghitung isi corong
(usahakan diameter lubang plat dudukan corong sama dengan diameter corong)
penggalian menghasilkan lubang yang lebih besar dari diameter lubang plat dudukan corong
sehingga ada celah di bawah plat dudukan yang tidak terisi pasir uji
Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan
Sand Cone
Cara Pengujian dan Permasalahannya [SNI 03-2828-1992]

Satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam pekerjaan tanah adalah kepadatan lapangan
( = berat isi kering)

Karena walaupun nilai CBR telah memenuhi standar, namun jika kepadatan lapisannya masih
belum baik, maka deformasi akibat konsolidasi masih dapat terjadi dan penyebaran beban ke
lapis tanah di bawahnya akan menjadi kurang baik, serta berpotensi terjadi konsentrasi
tegangan pada bagian tertentu dalam lapisan tanah tersebut yang dapat mengakibatkan
kegagalan lapis tanah dasar pondasi secara keseluruhan.

Standar SNI untuk


pengujian kepadatan
tanah dengan sand cone
adalah :

 SNI 03-
2828-1992
(Metoda
Pengujian
Kepadatan
Lapangan
dengan Alat
Konus Pasir)

Standar AASHTO
untuk pengujian sand
cone adalah :

 AASHT
O T-
191 (Density of
Soil In-Place by
the Sand-Cone
Method)

Standar ASTM untuk


pengujian sand cone :

 ASTM
D-
1556 (Standard
Test Method for
Density and
Unit Weight of
Soil in Place by

th
e Sand-Cone Method)
Persyar
atan
alat,
bahan
dan
lokasi :

Pasir yang
digunakan
harus
memenuhi
ketentuan
sebagai
berikut :

 b
ersih
,
kera
s,
keri
ng
dan
bisa
men
galir
beba
s,
tida
k
men
gand
ung
baha
n
peng
ikat
 g
rada
si
0,07
5
mm
sam
pai 2
mm;

Penentuan
lokasi titik
uji harus
memenuhi :

 p
engu
jian
kepa
data
n
tida
k
bole
h
dila
kuka
n
pada
saat
titik
uji
terg
enan
g;
 p
engu
jian
kepa
data
n
dila
kuka
n
pali
ng
sedi
kit
dua
kali
untu
k
setia
p
titik
deng
an
jara
k 50
cm;
 p
ada
saat
peng
ujia
n,
dihi
ndar
i
adan
ya
geta
ran;
 h
asil
peng
ukur
an
yang
beru
pa
nilai
kepa
data
n
dihit
ung
rata-
rata
deng
an
dua
angk
a
dibe
laka
ng
kom
a

Lapisan
tanah atau
lapis
pondasi
bawah
berupa sirtu
dan batu
pecah yang
akan diuji
yang
mengandun
g butir
berukuran
tidak lebih
dari 5 cm,
harus
dipersiapka
n terlebih
dahulu
dengan
membuat
lubang
berdiameter
sama
dengan
diameter
corong dan
plat
dudukan
corong,
dengan
kedalaman
10 cm
sampai 15
cm.

Peralatan
yang
dipergunaka
n:

 b
otol
trans
para
n
untu
k
tem
pat
pasir
deng
an
isi
lebi
h
kura
ng 4
liter
 t
akar
an
yang
telah
dike
tahu
i
isiny
a (±
2.01
9
ml)
deng
an
dia
mete
r
luba
ng
16,5
1 cm
 c
oron
g
kali
brasi
pasir
deng
an
dia
mete
r
16,5
1 cm
dan
pelat
coro
ng
 p
lat
untu
k
dud
ukan
coro
ng
pasir
ukur
an
30,4
8 cm
x
30,4
8 cm
deng
an
luba
ng
berd
iame
ter
16,5
1 cm
 p
erala
tan
kecil
:
mist
ar
pera
ta
dari
baja,
mete
ran
2 m,
palu,
send
ok,
kuas
,pah
at
 p
erala
tan
untu
k
men
entu
kan
kada
r air
 t
imb
anga
n
deng
an
kapa
sitas
mini
mu
m
10
kg
deng
an
ketel
itian
sam
pai
1,0
gra
m
 t
imb
anga
n,
kapa
sitas
mini
mu
m
500
gr
deng
an
ketel
itian
sam
pai
0,1
gra
m.
Alur langkah pengujian dan
perhitungan, secara umum adalah
sebagai berikut :

 penentuan volume/isi
botol yang digunakan
 penentuan berat isi
pasir yang digunakan
 penentuan berat isi
tanah

Penentuan volume/isi
botol yang digunakan :
Yang dimanfaatkan adalah air, yang
sudah diketahui massa jenisnya adalah
1 kg/lt atau 1 kg/dm³ atau 1 g/cm³ atau
1 ton/m³

Untuk keperluan praktis dianggap berat


isi air = massa jenis air, dengan
mengabaikan faktor percepatan
gravitasi yang berbeda antar lokasi.

Untuk mendapatkan volume/isi botol


yang digunakan, timbang berat :

 botol + corong (kosong)


 botol + corong + air

lalu hitung volume/isi botol dengan


rumus :

Penentuan berat isi pasir yang digunakan :


Untuk menentukan berat isi
pasir, isilah botol dengan pasir,
lalu ditimbang beratnya dan
dihitung dengan rumus di
samping.

Cara pengisian botol dengan


pasir harus dengan hati-hati :

 tutup kran, isi


corong dengan pasir
sampai penuh
 buka kran dan
dijaga supaya pasir pada
corong minimal
setengah corong
 isi sampai botol
penuh dan tutup kran
kembali
 bersihkan
kelebihan pasir di atas
kran

Untuk menentukan berat pasir


dalam corong saja :

 isi pasir
secukupnya pada botol
 tutup kran dan
bersihkan sisa pasir di
Penentuan berat pasir dalam atas kran
 timbang botol
corong : + corong + pasir
 balikkan botol
dan corong pada alas
yang rata
 buka kran
sampai pasir berhenti
mengalir (memenuhi
corong)
 tutup kran
kembali, timbang
kembali botol +
corong + sisa pasir

Hitung berat pasir dalam


corong dengan rumus di
samping
Pengambilan tanah/lapis dasar pondasi yang diuji :
Pelaksanaan pengambilan tanah/lapis dasar pondasi yang diuji adalah sebagai berikut :

 ratakan permukaan tanah atau lapis dasar pondasi yang diuji


 tempatkan plat untuk dudukan corong pasir ukuran 30,48 cm x 30,48 cm
dengan lubang berdiameter 16,51 cm pada permukaan tanah
 kokohkan kedudukan plat dudukan corong dengan pasak atau paku pada
keempat sisinya
 gali lubang dengan kedalaman 10 cm - 15 cm pada lubang plat corong
 pastikan seluruh partikel lepas hasil penggalian tidak ada yang tertinggal
dalam lubang
 masukkan semua tanah atau bahan lapis dasar pondasi yang digali dalam
wadah/kaleng tertutup yang sudah diketahui beratnya, lalu ditimbang

Ambil contoh tanah atau material lapis dasar pondasi untuk dihitung kadar airnya
Pengukuran dengan pasir uji :
Pelaksanaan pengukuran dengan pasir uji yang sudah
diketahui parameternya pada lubang yang telah
disiapkan di titik uji seperti di atas, adalah sebagai
berikut :

 isi botol dengan pasir (boleh sampai


penuh atau secukupnya melebihi isi lubang
dan corong)
 timbang botol dengan corong dan pasir
 tempatkan pada plat dudukan corong
dengan lubang tepat pada corong menghadap
ke bawah dan botol di atas
 buka kran dan biarkan pasir mengalir
mengisi lubang dan corong sampai penuh
 setelah pasir berhenti mengalir, tutup
kran dan timbang kembali botol + corong +
sisa pasir

Perhitungan volume lubang


:

Perhitungan berat isi kering (kepadatan lapangan) tanah/lapis


dasar pondasi

Hasil pengujian dengan sand cone adalah :


berat isi kering tanah atau material lapis dasar pondasi, yang merupakan kepadatan lapangan
tanah atau lapis dasar pondasi yang diperiksa

Untuk memenuhi persyaratan spesifikasi teknis, pada umumnya harus dilakukan pengujian
kepadatan laboratorium untuk material tanah atau lapis dasar pondasi yang digunakan dan
kepadatan lapangan harus memenuhi persentase tertentu (misal 95% atau 98% atau 100%)
dari kepadatan laboratorium yang disyaratkan dalam spesifikasi yang berlaku pada proyek
yang bersangkutan

Permasalahan dalam pengujian Sand Cone :


Permasalahan yang mungkin timbul dalam pengujian sand cone sehingga mengakibatkan
pengukuran kepadatan lapangan yang tidak akurat atau salah, disebabkan antara lain oleh :

 bahan pasir yang tidak bagus (tidak memenuhi syarat gradasi, kurang kering
sehingga sulit mengalir melalui corong, tercampur dengan material yang mempunyai
daya lekat [mis : lempung, lumpur, dsb])
 berat isi pasir yang digunakan untuk pengujian tidak terkalibrasi dengan baik
(selalu lakukan kalibrasi berat isi pasir setiap akan melakukan pengujian, hitung rata-
rata dari minimal 3 kali kalibrasi berat isi pasir)
 volume pasir dalam botol kurang untuk mengisi penuh lubang dan corong
(gunakan botol yang lebih besar jika volume botol kurang)
 adanya getaran yang mempengaruhi pemadatan pasir yang diisikan ke dalam
lubang uji
 lubang uji yang terlalu kecil ukurannya
 sample tanah atau material lapis dasar pondasi yang tidak dimasukkan dalam
wadah tertutup atau terkena suhu panas sehingga kehilangan kelembaban yang
mengakibatkan pemeriksaan kadar air tidak akurat
 permukaan tanah atau lapis dasar pondasi yang diuji tidak rata (jika perlu,
pastikan dengan mistar waterpass untuk kerataan permukaan)
 pengujian pada lebih dari 1 jenis lapisan (untuk menguji lapis yang sudah
tertutup lapis lainnya, pastikan bahwa lapis di atasnya sudah dikupas habis seluruhnya
dan permukaan uji merupakan permukaan lapisan yang diinginkan untuk diuji --
jangan menggali pada perbatasan antar lapisan tanah atau perbatasan antar lapis
material dasar pondasi)
 ukuran lubang plat dudukan corong dan diameter corong tidak sama, sehingga
ada sisa pasir pada plat dudukan corong yang tidak terhitung pada waktu menghitung
isi corong (usahakan diameter lubang plat dudukan corong sama dengan diameter
corong)
 penggalian menghasilkan lubang yang lebih besar dari diameter lubang plat
dudukan corong sehingga ada celah di bawah plat dudukan yang tidak terisi pasir uji
Pengujian Kerucut Pasir ( Sand Cone )

1. Pendahuluan

Percobaan kerucut pasir merupakan salah satu jenis pengujian yang dilakukan di
lapangan, untuk menentukan berat isi kering (kepadatan) tanah asli ataupun hasil suatu
pekerjaan pemadatan, yang dapat dilakukan baik pada tanah kohesif maupun tanah non
kohesif. Selain itu ada juga cara lain yang dapat dilakukan untuk tujuan yang sama, yaitu
:

 Metode Silinder (Drive Cylinder Method), khusus untuk tanah kohesif.


 Metode Balon Karet (Rubber Ballon Method), untuk semua jenis tanah.
 Metode Nuclear (Nuclear Method), untuk semua jenis tanah.

Pengujian Kerucut Pasir (Sand Cone)

Nilai berat isi tanah kering yang diperoleh melalui percobaan ini, biasanya digunakan
untuk mengevaluasi hasil pekerjaan pemadatan di lapangan yang dinyatakan dalam
derajat pemadatan (degree of compaction), yaitu perbandingan antara d (berat isi kering)
kerucut pasir dengan d-max hasil percobaan pemadatan di laboratorium.
2. Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam penyelidikan ini terdiri dari:


- Peralatan utama yang diperlukan, meliputi:
1. Tabung kalibrasi pasir uji
2. Botol/silinder tempat pasir uji
3. Kerucut yang dilengkapi dengan keran
4. Pelat dasar yang berlubang
- Sekop kecil, linggis, palu, perata, kuas dan lain-lain
- Timbangan dengan ketelitian 1,0 gr (dibawa ke lapangan)
- Pasir uji (Ottawa Sand)
- Kantung plastik, cawan untuk penentuan kadar air, atau alat uji kadar air (speedy
moisture test )

Peralatan Pengujian Sand Cone

3. Kalibrasi

Selanjutnya, peralatan yang akan digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu agar
diperoleh ukuran-ukuran yang tepat dalam pengujian. Pekerjaan kalibrasi sebaiknya
dilakukan di laboratorium, dimana pekerjaan ini meliputi:

a. Berat isi pasir uji


1. Timbang silinder kalibrasi pasir uji (W1)
2. Isi silinder kalibrasi tersebut sampai penuh dengan menggunakan botol/silinder yang
berisi pasir uji sebanyak 2/3 tinggi.
3. Setelah penuh, ratakan permukaan pasir pada silinder kalibrasi, lalu timbang (W2).
4. Ganti pasir uji pada silinder kalibrasi dengan air yang diisi sampai penuh, kemudian timbang
(W3)
5. Hitung berat isi pasir uji, dengan rumus:

a. Berat pasir dalam kerucut


1. Timbang botol/silinder yang berisi pasir uji sebanyak 2/3 tinggi, beratnya (W4)
2. Letakkan pelat dasar pada lantai yang datar, lalu letakkan botol/tabung yang berisi 2/3 tinggi
tersebut tepat di tengah pelat dasar, lalu keran dibuka.
3. Setelah pasir mengisi kerucut, keran ditutup kemudian diangkat lalu ditimbang (W5)
4. Hitung berat pasir dalam kerucut dengan rumus:
(W6) = (W4 – W5)

4. Prosedur Percobaan

Pelaksanaan pekerjaan mengikuti prosedur sebagai berikut:


1. Bersihkan lokasi yang akan dilakukan pengujian selebar pelat dasar.
2. Ratakan permukaan tanah, kemudian letakkan pelat dasar di atasnya.
3. Buat lubang dengan diameter sebesar lubang pada pelat dasar dengan kedalaman kira
- kira sama dengan diameter lubang.

Tahapan Pengujian Sand Cone


4. Tanah hasil galian dikumpulkan seluruhnya, kemudian dimasukkan kedalam
kantung plastik, lalu timbang (W7). Gunakan sebagian tanah galian tersebut untuk
mencari kadar air tanah.

5. Perhitungan dan Pelaporan

Data-data yang diperoleh di laboratorium dari proses kalibrasi terdiri dari:

 Berat isi pasir uji, yang diperoleh dari formula:

 Berat pasir dalam kerucut, (W6) = (W4 - W5)

Sedangkan data-data yang didapat dari pekerjaan di lapangan terdiri dari:

 Berat tanah hasil galian, (W7)


 Berat botol/silinder + pasir uji sebelum pengujian, (W8)
 Berat botol/silinder + pasir uji setelah pengujian, (W9)
 Kadar air hasil pengujian di laboratorium atau di lapangan (w)

Data-data di atas selanjutnya diolah, untuk mendapatkan nilai-nilai berikut:

 Berat pasir dalam lubang dan kerucut, (W10) = (W8 - W9)


 Berat pasir dalam lubang, (W11) = (W10 - W6)
 Volume lubang,
 Berat isi tanah basah,

 Berat isi tanah kering,

 Derajat kepadatan di lapangan,


Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Sand Cone

PENGUJIAN KEPADATAN LAPANGAN


DENGAN SAND CONE

1. Tujuan Percobaan :
Untuk memeriksa kepadatan di lapangan pada lapisan tanah atau lapisan perkerasan yang telah
dipadatkan. Pengujian yang diuraikan hanya berlaku terbatas pada ukuran butiran tanah dan
batuan tidak lebih dari 5 cm diameternya.
Yang dimaksud dengan kepadatan lapangan adalah berat kering per satuan isi.

2. Peralatan dan bahan :


Alat
a. Tabung pasir dengan isi  4 liter.
b. Corong kalibrasi pasir dengan diameter 16,51 cm.
c. Pelat alas untuk penempatan corong dengan lubang berbentuk lingkaran bergaris tengah
16,51 cm.
d. Timbangan dengan ketelitian 0,1 kg.
e. Pasir kwarsa.
f. Peralatan membuat lubang.
g. Container untuk pemeriksaan kadar air.
Bahan
Tanah pada lokasi /pada tempat rencana konstruksi

3. Langkah kerja :
a. Menentukan isi tabung pasir :
Bila alat terbuat dari tabung logam
 Hitung isi tabung dengan mengukur diameter dan tinggginya lalu hitung vulumenya (V)
 Untuk mengukur diameter tabung gunakan jangka sorong
 Timbanglah berat tabung logam (W1)

b. Menentukan berat isi pasir :


 Letakkan alat dengan corong menghadap keatas pada alas yang rata, tutup kran dan isi corong
dengan pasir kwarsa sampai penuh.
 Buka kran sampai pasir tersebut dalam corong mengalir masuk kedalam tabung. Selama
pengisisan tabung harus dijaga agar pasir dalam corong selalu terisi.
 Tutuplah corong setelah pasir dalam corong berhenti bergerak turun, bersihkan pasir yang
ada dalam corong dan timbanglah (W2).
c. Menentukan berat pasir dalam corong :
 Isilah botol/tabung pasir secukupnya dan timbang (W3).
 Letakkan alat dengan corong menghadap kebawah pada alas yang datar dan bersih.
 Bukalah kran sehingga bergerak turun sampai pasir berhenti bergerak/mengalir.
 Tutuplah kran dan timbanglah alat berisikan pasir sisanya (W4) gram.
 Hitung berat pasir dalam corong (W3 – W4).
d. Menentukan berat isi tanah :
 Isi alat/tabung dengan pasir secukupnya.
 Bersihkan lokasi titik yang akan diuji dan ratakan sehingga benar-benar datar, letakkan pelat
alas dan kokohkan pelat tersebut pada empat sisinya dengan paku besar.
 Galilah lubang pada titik yang akan diuji sesuai dengan lubang pada pelat alas dengan
kedalaman kira-kira 10 cm atau tidak melampaui satu hamparan yang dipadatkan.
 Tanah galian lubang tersebut harus dimasukkan pada alat yang terlindung agar selama
pengujian tidak terjadi penguapan misalnya kaleng yang tertutup. Timbanglah berat kaleng
kosong (W7) dan setelah berisi tanah timbang kembali (W8).
 Timbanglah alat yang telah berisikan pasir (i) dan catat beratnya (W5)
 Letakkan alat/tabung sand cone dengan corong menghadap kebawah pada lubang galian yang
telah digali. Buka kran perlahan-lahan hingga pasir bergerak turun, setelah pasir berhenti
bergerak maka tutuplah kran dan timbang beratnya (W6).
 Tanah hasil penggalian ambil sebahagian untuk dimasukkan pada container untuk
pemeriksaan kadar air dilaboratorium
4. Data hasil percobaan :
PENGUJIAN KEPADATAN LAPANGAN DENGAN SAND CONE

Penggalian Lubang

Pengujian kepadatan lapangan dengan sand cone pada tanah dilakukan untuk menentukan
kepadatan di tempat dari lapisan tanah atau perkerasan yang telah dipadatkan.

Alat yang diuraikan disini hanya terbatas untuk tanah yang mengandung butiran kasar tidak lebih
dari 5 cm. Kepadatan lapangan ialah berat kering persatuan isi.

PENGUJIAN KEPADATAN LAPANGAN DENGAN SAND


CONE
Peralatan yang digunakan dalam pengujian sand cone:

1.. Botol transpasan untuk tempat pasir dengan isi lebih kurang 4 liter.
2. Corong kalibrasi pasir dengan diameter 16,51 cm.
3. Plat untuk corong pasir ukuran 30,48 cm x 30,48 cm dengan lubang bergaris tengah 16,51 cm.
4. Peralatan kecil yaitu : Palu, sendok, kuas, pahat,,dan peralatan untuk mencari kadar air.
5. Satu buah timbangan dengan kapasitas 10 kg ketelitian sampai 1,0 gram.
6. Satu buah timbangan kapasitas 500 gram ketelitian sampai 0,1 gram.
7. Pasir otawa/kuarsa

Pasir bersih, kering dan bisa mengalir bebas tidak mengandung bahan pengikat dan bergradasi
lewat saringan no.10 (2 mm) dan tertahan pada saringan no.200 (0,075 mm)

PENGUJIAN KEPADATAN LAPANGAN DENGAN SAND CONE


Langkah langkah pengujian sand cone
1. Menentukan isi botol Timbanglah alat (botol + corong = gram)
2. Letakkan alat dengan botol di bawah ,
3. bukalah kran dan isi dengan air jernih sampai penuh di atas kran.
4. Tutuplah kran dan bersihkan kelebihan air.
5. Timbanglah yang terisi air ( gram). Berat air = isi botol pasir .
6. Lakukan sebanyak tiga kali dan ambil harga rata-rata dari ketiga hasil. Perbedaan masing-masing
pengukuran tidak boleh lebih dari 3 cm3 .
7. Menentukan berat isi pasir
8. Letakkan alat dengan botol di bawah pada dasar yang rata tutup kran
9. isi corong pelan-pelan dengan pasir otawa.
10. Bukalah kran isi botol sampai penuh dan dijaga agar selama pengisian corong selalu paling
sedikit setengahnya.
11. Tutup kran bersihkan kelebihan pasir di atas kran dan timbanglah (w3 gram)
12. Menentukan berat pasir dalam corong
13. Isi botol pelan pelan dengan pasir secukupnya dan timbang () gram.
14. Letakkan alat dengan corong di bawah pada plat corong , pada dasar yang rata dan bersih.
15. Bukalah kran pelan-pelan sampai pasir berhenti mengalir .
16. Tutup kran dan timbanglah alat berisi sisa pasir () gram.
17. Hitunglah berat pasir dalam corong (). gram.
18. Menentukan berat isi tanah
19. Isi botol dengan pasir secukupnya
20. Ratakan permukaan tanah yang akan diperiksa.
21. Letakkan plat corong pada permukaan yang telah rata tersebut
22. kokohkan dengan paku pada keempat sisinya.
23. Galilah lubang sedalam minimal 10 cm (tidak melampaui tebal hamparan padat) Seluruh tanah
hasil galian di masukkan ke dalam wadah yang tertutup dan telah diketahui beratnya () lalu timbang
wadah beserta tanah ().
24. Timbang alat dengan pasir di dalamnya ().
25. Letakkan alat pada plat , corong ke bawah di atas plat corong dan buka kran pelan-pelan
sehingga pasir masuk ke dalam lubang.
26. Setelah pasir berhenti mengalir kran ditutup kembali dan timbang alat dengan sisa pasir (
gram).
2 7. Ambil tanah sedikit dari kaleng untuk penentuan kadar air w %

Menuangkan Parir Kedalam Lubang

PER HITUNGAN TES SAND CONE


Isi botol = berat isi = ( W2 – W1 ) cm3
Berat isi pasir = (Wa-W1)/(W2-W1) gram
Berat pasir dalam corong = (w4-w5) gram.
Berat isi pasir dalam lubang = (w6-w7)-(w4-w5) gram.
Isi lubang = (w10 / p) x Ve cm3
Berat tanah = ( W8 – w9 ) gram
Berat isi tanah = (w8-w9)/we = gram/cm3.

Berat isi kering tanah=

Derajat kepadatan di lapangan =


KERUCUT PASIR
( Sand Cone )

A. TUJUAN PERCOBAAN

a. Tujuan Umum.
Menentukan kepadatan tanah dilapangan(γd) dan derajat kepadatan tanah.
b. Tujuan Khusus.
Setelah melakukan pratikum ini diharapkan agar mahasiswa dapat :
1. Mengetahui dan memahami prosedur pengujian Kerucut Pasir ( Sand Cone )
2. Mengetahui dan mempergunakan peralatan yang digunakan dalam pengujian Kerucut
Pasir ( Sand Cone ) dengan baik dan benar.
3. Menghitung dan menganalisa hasil data yang didapat .

C. REFERENSI

1. Diktat “Teori Soal dan Penyelesaian MEKANIKA TANAH”,


Ir Gunawan.T & Ir. Margaret.S
2. Mekanika Tanah, L.D. Wesley
3. Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah, Joseph E. Bowles
4. Soil Mechanic, MJ. Smith & Ir. Elly Madyayanti
D. DASAR TEORI

Percobaan kerucut pasir (sand cone) merupakan salah satu jenis pengujian yang dilakukan di
lapangan untuk menentukan berat isi kering (kepadatan) tanah asli ataupun hasil suatu
pekerjaan pemadatan yang dilakukan baik pada tanah kohesif maupun tanah non kohesif.
Nilai berat isi tanah kering yang diperoleh dari percobaan ini biasanya digunakan untuk
mengevaluasi hasil perkerjaan pemadatan di lapangan (degree of compaction) yaitu
perbandingan antara γd (kerucut pasir) dengan γdmax hasil percobaan pemadatan di
laboratorium.
Tujuan dari pemadatan adalah untuk memperoleh stabilitas tanah dan memperbaiki sifat-sifat
teknisnya. Oleh karena itu, sifat teknis timbunan sangat penting untuk diperhatikan, tidak hanya
kadar air dan berat keringnya. Pengujian untuk kontrol pemadatan di lapangan dispesifikasikan
dan hasilnya menjadi standar untuk mengontrol suatu proyek.
Ada 2 spesifikasi untuk pekerjaan tanah yaitu :
1. Spesifikasi dari hasil akhir.
2. Spesifikasi untuk cara pemadatan.
Tanah sebagai dasar untuk suatu konstruksi harus mempunyai kepadatan yang mencukupi agar
mampu untuk menerima beban-beban yang bekerja di atasnya. Untuk itu perlu diketahui
kepadatan dari tanah tersebut sehingga akan didapat suatu kesimpulan apakah tanah tersebut
memenuhi kepadatan yang diinginkan. Pengujian di lapangan untuk menentukan kerapatan
tanah setempat dapat bersifat destruksif atau tidak destruktif. Kerapatan tanah dapat ditentukan
dengan memukul sebuah silinder ke dalam tanah untuk mendapatkan contoh tanah yang
volumenya diketahui. Yang biasa dilakukan adalah dengan menggali sebuah lubang, cara ini
disebut dengan “pemindahan tanah”.

Cara dengan pemindahan tanah adalah sebagai berikut :


1. Menggali lubang pada permukaan tanah,
2. Mengukur volume tanah yang digali.
3. Menentukan kadar airnya.
4. Menghitung berat volume basah,
5. Membandingkan berat volume kering (labor) dengan berat volume kering maximum yang
diperoleh di lapangan,
6. Menghitung kepadatan tanah relatif. Kepadatan relatif yang diperoleh minimal 80 %, tetapi
yang dianjurkan berkisar antara 90 – 100 %.
Selain dengan cara pemindahan tanah, kepadatan tanah di lapangan dapat dikontrol denga cara
langsung yaitu dengan menggunakan isotop radioaktif yang disebut dengan metoda nuklir.
Dengan cara ini pengujian kepadatan di lapangan dapat dilaksanakan dengan tepat.
Secara garis besar teknik yang biasa dilakukan untuk menentukan kepadatan tanah di lapangan
ada 5, yaitu :
1. Metoda Kerucut Pasir (Sand Cone)
Pasir kering yang telah diketahui berat volumenya dikeluarkan l;ewat kerucut pengukur ke
dalam lubang. Volume lubang dapat ditentukan dari berat pasir di dalam lubang dan berat
volume keringnya. Pengujian ini khusus digunakan untuk tanah kohesif maupun tanah non
kohesif.
2. Metoda Balon Karet
Volume ditentukan secara langsung dari pengembangan balon yang mengisi lubangnya.
Metoda ini bisa digunakan untuk semua jenis tanah.
3. Metoda Silinder (Drive Cilinder)
Metoda ini khusus digunakan untuk tanah kohesif.
4. Metoda Nuklir (Nuclear Method)
Metoda ini bisa digunakan untuk semua jenis tanah.
5. Metoda Lilin (Walter Entac Method)
Masalah-masalah yang dijumpai dalam pengujian destruktif adalah :
1. Waktu yang lama dalam menentukan kadar air denga menggunakan oven untuk
pengeringan.
2. Penimbunan kembali lubang yang telah digali.
3. Kurangnya perhatian terhadap hal-hal yang kecil, sehingga berat isi yang diukur kurang
tepat.
Keuntungan utama dari pengujian tidak destruktif adalah :
1. Dapat melakukan banyak percobaan dengan tepat.
2. Langsung mendapatkan data kadar air.
Kekurangan-kekurangan dari pengujian tidak destruktif adalah :
1. Harga peralatan yang digunakan cukup mahal.
2. Kalibrasi yang diteliti akan dibutuhkan pada tanah yang diselidiki.
Pasir yang digunakan dalam metoda kerucut pasir (Sand Cone) adalah pasir otawa/kuarsa,
alasannya adalah :
1. Gradasinya seragam.
2. Pasir tersebut mudah dialirkan.
3. Dapat mengisi semua ruang yang kosong.
4. Pasir tersebut benar-benar kering.

E. PERALATAN DAN BAHAN

a. Peralatan :
1. Alat perata (Scraper).
2. Sekop kecil.
3. Kerucut yang dilengkapi dengan kran pengunci.
4. Botol transparan kapasitas 9 kg.
5. Paku.

6. Timbangan.
7. Wadah.
8. Palu.
9. Oven.

b. Bahan :
1. Tanah di lapangan.
2. Pasir otawa.
3. Air.

F. PROSEDUR PELAKSANAAN

a. Menentukan volume (Isi botol) :

1. Siapkan semua peralatan serta bahan-bahan yang diperlukan dalam pengujian.


2. Timbang berat botol + corong dalam keadaan kosong (W1).
3. Buka kran pada corong kemudian isi air kedalam corong sampai penuh.
4. Tutup kembali kran tersebut lalu balikkan botol agar air yang tersisa pada corong keluar.
5. Timbang berat botol beserta corong yang berisi air (W2).
6. Hitung volume botol tersebut dengan rumus :

Vbotol =

b. Menentukan berat isi pasir :

1. Keluarkan air dari dalam botol, keringkan botol tersebut.


2. Masukkan pasir ke dalam botol sampai penuh kemudian timbang (W3).
3. Berat isi pasir diperoleh dengan rumus :

c. Menentukan berat pasir dalam corong :

1. Masukkan pasir secukupnya minimal ½ botol timbang (W4).


2. Balikkan botol pada tempat yang rata, buka kran pada corong sehingga pasir mengalir
melalui corong.
3. Corong atau kerucut yang telah terisi penuh dengan pasir, bila pasir dalam botol tidak
bergerak lagi kunci kembali kran pada corong/kerucut lalu botol ditegakkan kembali.
4. Tentukan berat botol beserta kerucut yang berisi sisa pasir (W5).
5. Tentukan berat pasir dalam corong = W4 – W5
d. Menentukan berat isi tanah di lapangan :

1. Tentukan lokasi tempat pengujian tanah, bersihkan permukaan dari material-material lain
yang dapat menghambat selama pengujian.
2. Ratakan permukaan tanah tersebut, kemudian letakkan plat dasar di atasnya.
3. Buat lubang sesuai dengan diameter pada plat dasar dengan kedalaman yang hampir sama
dengan diameter lubang.
4. Tanah hasil galian dimasukkan ke dalam plastik, timbang dan tentukan kadar airnya.
5. Siapkan botol yang telah berisi pasir ± 2/3 dari tinggi botol lalu timbang (W6).
6. Letakkan botol di atas lubang dengan posisi kerucut menghadap ke dalam lubang, buka
kran kerucut sehingga pasir mengalir mengisi lubang hingga penuh.
7. Timbang sisa pasir dalam botol (W7)
8. Hitung berat pasir dalam lubang dan kerucut (W8) :
W8 = W6 – W7

9. Hitung berat pasir dalam lubang (W9) :


W9 = W8 – W6
10. Hitung volume galian :

G. DATA PEMERIKSAAN DAN HITUNGAN

Beradasarkan pengujian yang telah dilakukan, diperoleh data sebagai berikut:

a. Berat tabung + Corong (W1) =711 gram


b. Berat tabung + Corong + pasir (W2) = 7557 gram
c. Berat tabung + Corong + air (W3) = 5405 gram
d. Berat tabung + Corong + pasir 2/3 h (W4) = 7557 gram
e. Berat tabung + Corong + pasir sisa (W5) = 6004 gram
f. Berat pasir dalam kerucut (W6 = W4 – W5) = 1553 gram
g. Berat tanah hasil galian (W7) = 2800 gram
h. Berat tabung + Corong + pasir sebelum diuji (W8) = 7602 gram
i. Berat tabung + Corong + pasir sesudah diuji (W9) = 1130 gram

Berat isi pasir uji (sand) =

= 1,46 gram/cm2.

Berat pasir dalam lubang dan kerucut (W10) = W8 – W9


= 7602 - 1130
= 6472 gram.

Berat pasir dalam kerucut (W11) = W10 – W6


= 6472 - 1553
= 4919 gram.

Volume lobang (Vh) =

Berat isi tanah basah (wet) =

Berat isi tanah kering (d) =

Derajat kepadatan di lapangan (DR)

= 43,74 %

H. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

Dari pengujian Sand Cone yang telah dilakukan, dan pengolahan data yang telah dianalisa,
didapat data :
1. Kepadatan tanah maksimum (d max) di lapangan sebesar 0,59 gram/cm3
2. Kepadatan tanah maksimum di labor sebesar 1.3488 gram/cm3
3. Derajat kepadatan tanah sebesar 43,74%.
4. Nilai dari kepadatan tanah maksimum dan derajat kepadatan tanah diperoleh kecil karena
pengujian dilakukan pada tanah kondisi asli yang belum dipadatkan.
5. Berat isi tanah kering diperoleh kecil karena kesalahan dalam pengujian
Standar SNI untuk pengujian kepadatan tanah dengan sand cone adalah :

 SNI 03-2828-1992 (Metoda Pengujian Kepadatan Lapangan dengan Alat


Konus Pasir)

Standar AASHTO untuk pengujian sand cone adalah :

 AASHTO T-191 (Density of Soil In-Place by the Sand-Cone


Method)sddfwFGg

Standar ASTM untuk pengujian sand cone :

 ASTM D-1556 (Standard Test Method for Density and Unit Weight of Soil in
Place by

Alat Dan Bahan

Pasir yang digunakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

 bersih, keras, kering dan bisa mengalir bebas, tidak mengandung bahan
pengikat
 gradasi 0,075 mm sampai 2 mm;

Penentuan lokasi titik uji harus memenuhi :

 pengujian kepadatan tidak boleh dilakukan pada saat titik uji tergenang;
 pengujian kepadatan dilakukan paling sedikit dua kali untuk setiap titik
dengan jarak 50 cm;
 pada saat pengujian, dihindari adanya getaran;
 hasil pengukuran yang berupa nilai kepadatan dihitung rata-rata dengan dua
angka dibelakang koma

Lapisan tanah atau lapis pondasi bawah berupa sirtu dan batu pecah yang akan diuji yang
mengandung butir berukuran tidak lebih dari 5 cm, harus dipersiapkan terlebih dahulu
dengan membuat lubang berdiameter sama dengan diameter corong dan plat dudukan
corong, dengan kedalaman 10 cm sampai 15 cm.
Peralatan yang dipergunakan :

 botol transparan untuk tempat pasir dengan isi lebih kurang 4 liter
 takaran yang telah diketahui isinya (± 2.019 ml) dengan diameter lubang
16,51 cm
 corong kalibrasi pasir dengan diameter 16,51 cm dan pelat corong
 plat untuk dudukan corong pasir ukuran 30,48 cm x 30,48 cm dengan lubang
berdiameter 16,51 cm
 peralatan kecil : mistar perata dari baja, meteran 2 m, palu, sendok,
kuas,pahat
 peralatan untuk menentukan kadar air
 timbangan dengan kapasitas minimum 10 kg dengan ketelitian sampai 1,0
gram
 timbangan, kapasitas minimum 500 gr dengan ketelitian sampai 0,1 gram.

mm

Penentuan berat isi pasir yang digunakan


Untuk menentukan berat isi pasir, isilah botol dengan pasir, lalu ditimbang beratnya dan dihitung dengan rumus di
Cara pengisian botol dengan pasir harus dengan hati-hati :

 tutup kran, isi corong dengan pasir sampai penuh


 buka kran dan dijaga supaya pasir pada corong minimal setengah corong
 isi sampai botol penuh dan tutup kran kembali
 bersihkan kelebihan pasir di atas kran
Untuk menentukan berat pasir dalam corong saja :

 isi pasir secukupnya pada botol


 tutup kran dan bersihkan sisa pasir di atas kran
 timbang botol + corong + pasir
 balikkan botol dan corong pada alas yang rata
 buka kran sampai pasir berhenti mengalir (memenuhi corong)
 tutup kran kembali, timbang kembali botol + corong + sisa pasir

Hitung berat pasir dalam corong dengan rumus di samping